• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Thursday, October 1, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Boedi Oetomo Bangkit Tahun 2021

Boedi Oetomo Bangkit Tahun 2021

admin by admin
May 19, 2021
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Tepatnya pada tanggal 20 Mei 1908, pergerakan Boedi Oetomo berdiri. Organisasi yang digagas oleh ‘intelektual” pada masanya. Gerakan perjuangan untuk menuju kemerdekaan bangsa dari penjajahan. Boedi Oetomo didirikan oleh beberapa mahasiswa kedokteran (STOVIA), organisasi pertama yang lahir setelah Belanda menerapkan “Politik Etis”.

Tokoh yang membidani berdirinya gerakan Boedi Oetomo diantaranya, Dr. Sutomo dan para mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding voor Inlandsche Arsten) yaitu Goenawan, Dr. Tjipto Mangoenkeosoemo, Soeraji, serta R.T. Ario Tirtokusumo. Gerakan Boedi Oetomo didirikan di Jakarta bersifat sosial, ekonomi, kebudayaan, serta tidak bersifat politik.

Berdirinya gerakan Boedi Oetomo sebagai penanda lahirnya gerakan pemikiran dari kelas menengah/terpelajar untuk terlibat dalam perjuangan menuju kemajuan bangsa. Sebagai organisasi yang tidak melibatkan diarena politik, gerakan Boedi Otomo konsen pada sisi pendidikan dan kebudayaan. Gerakan yang sangat setrategis untuk “mencerdaskan” kehidupan bangsa yang berujung terwujudnya kesadaran kritis warga dalam mensikapi kehadiran penjajah.

Berdirinya gerakan Boedi Oetomo tidak bisa telepas dari keberadaan STOVIA. STOVIA merupakan singkatan dari School tot Opleiding van Indische Artsen (Sekolah Pendidikan Dokter Bumiputera). Pendirian sekolah dokter pertama di pulau Jawa, dimaksudkan untuk mengatasi persoalan-persoalan kesehatan pada masa itu. Dalam perkembangannya STOVIA tidak saja melahirkan para dokter namun juga aktivis pergerakan yang mengkritisi dan mensikapi keberadaan penjajahan Belanda.

Dalam catatan, Ki Hadjar Dewantara pernah menjadi mahasiswa STOVIA, yang kelak kemudian menjadi tokoh pendidikan pernah terlibat sebentar dalam organisasi Boedi Oetomo. Sigit Sugito sebagai pimpinan redaksi bulletin “ Neng Ning Nung Nang”, bulletin dengan misi menyebarkan gagasan pemikiran Ki Hadjar Dewantara berharap, momentum hari kebangkitan 20 Mei 2021 menjadi titik pijak kebangkitan pendidikan di Indonesia. Menurutnya dengan mengembalikan pendidikan yang bertumpu pada ajaran Ki Hadjar, Indonesia akan menjadi negara yang maju dan berkembang dengan kebudayaannya.

Dalam kerangka memperingati hari kebangkitan nasional yang jatuh pada tanggal 20 mei 2021, bulletin “Neng Ning Nung Nang” akan menyelenggarakan diskusi zoom dengan tema “pendidikan dan nasionalisme”. Diskusi tersebut akan menampilkan beberapa nara sumber yang memiliki keprihatinan terhadap dunia pendidikan di Indonesia.

Menurut Pamuji Raharjo, sebagai ketua panitia. Diskusi zoom tersebut diancang dalam rangka memperingati satu abad Tamansiswa yang jatuh pada tanggal 3 juli 2022. Untuk sesi diskusi yang bertepatan dengan hari kebangkitan nasional akan menampilkan nara sumber: Prof. Sumandiyo Hadi, Prof. Dinar Dwi Anugrah Putrantho, Ferro Ferizka Aryananda, S.T. M.Sc. MBA, dan Dr. Baskara T. Wardaya.

Persoalan-persoalan pendidikan  menjadi isu sentral ditengah berbagai permasalahan bangsa. Pendidikan menjadi penting dan mendasar sebagai salah satu cara untuk merubah cara pandang yang berujung pada terbentuknya kesadaran kritis. Odi Sallahudin sebagai ketua Instute KAHADE, lembaga yang menaungi terbitnya bulletin “Neng Ning Nung Nang” menghimbau kepada semua pihak untuk kembali mengaungkan ajaran ajaran Ki Hadjar.

Institute KAHADE dirancang untuk menemu kenali ajaran Ki Hadjar Dewantara, menyemai kembali ajaran Ki Hadjar sebagi dasar terbentuknya bangunan “Perguruan Nasional Indonesia”. (*/rr)

Tags: boedi oetomoHari Kebangkitan Nasionalharkitnasinstitute kahadejayakartanewsneng ning nung nangpergerakan boedi oetomo
Previous Post

Ngagebot Pare, Cara Panen Padi Tradisional

Next Post

Para Guru Prioritas Dapat Vaksin Jelang Uji Coba PTM

admin

admin

Next Post
Para Guru Prioritas Dapat Vaksin Jelang Uji Coba PTM

Para Guru Prioritas Dapat Vaksin Jelang Uji Coba PTM

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version