Calon Ibukota RI: Antara Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan, Pilih yang Mana?

JAYAKARTA NEWS— Ada tiga calon Ibukota RI, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Mana yang terbaik? Dalam artian, yang paling berada di tengah serta memiliki daya dukung yang cukup. Seperti daya dukung lingkungan, kondisi air, kebencanaan seperti banjir, gempa bumi, dll. Semua itu masih perlu kajian mendalam dan konprehensif.

“Bisa di Sumatra, tapi kok nanti yang timur jauh. Di Sulawesi, agak tengah tapi juga yang di barat kurang,” kata Presiden Jokowi menjawab wartawan usai makan siang bareng buruh saat melakukan kunjungan ke pabrik sepatu PT KMK Global Spors, di Kel. Talagasari, Kec. Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (30/4) siang, sebagaimana dikutip dari laman setkab. go.id.

Saat disebut Kalimantan, Presiden Jokowi menjawab dengan nada bertanya, Kalimantan kok di tengah-tengah. “Tapi ini ada 3 kandidat tapi memang belum diputuskan. Kita harus cek dong secara detil meskipun  tiga tahun ini kita bekerja ke sana. Bagaimana mengenai lingkungan, daya dukung lingkungan, airnya seperti apa, mengenai kebencanaan, banjir, gempa bumi seperti apa,” ujar Presiden.

Selain itu, lanjut Presiden, juga dicek nanti pengembangan untuk ibu kota ke depan apakah masih memungkinkan. Sehingga semua hitungan ini, semua kalkulasi harus dirampungkan dulu, nanti disampaikan lagi kepada dirinya, baru saya putuskan.

Menurut Kepala Negara, keputusan untuk memindahkan Ibu kota negara dari Jakarta tentu saja nantinya akan dikonsultasikan ke DPR, juga ke tokoh-tokoh formal maupun informal, tokoh politik, tokoh masyarakat, karena ini menyangkut sebuah visi ke depan kita dalam membangun sebuah ibu kota pemerintahan yang memang representatif untuk kita bekerja.

Demikian juga soal regulasi, menurut Presiden, baik kajian hukum, kajian sosial, politik, semuanya. Kalau sudah matang nanti diputuskan.  “Tetapi ini adalah nanti tetap harus dikonsultasikan ke DPR,” tegasnya.

Sebelumnya terkait rencana pemindahan Ibu kota negara itu, Presiden Jokowi menyampaikan, bahwa kita tidak berpikir sekarang. Berpikir 10 tahun, berpikir 50 tahun, berpikir 100 tahun yang akan datang.

“Kita tahu di Jawa ini kepadatan penduduknya, kita memiliki 17.000 pulau tapi di Jawa sendiri penduduknya 57% dari total penduduk di Indonesia. Kurang lebih 149 juta. Sehingga daya dukung baik terhadap air, baik lingkungan, baik lalu lintas semuanya memang ke depan sudah tidak memungkinkan lagi. Sehingga kemarin saya putuskan di luar Jawa, pindah,” terang Presiden Jokowi.

Sebelumnya dalam rapat terbatas yang digelar di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/4) siang, Presiden Jokowi menjelaskan, bahwa gagasan untuk pemindahan ibu kota ini sudah lama sekali muncul, sejak era Presiden Soekarno, sampai di setiap era presiden pasti muncul gagasan itu. Tapi wacana ini timbul tenggelam karena tidak pernah diputuskan dan dijalankan secara terencana dan matang.

Presiden mengingatkan, dalam membicarakan soal ini tidak bolleh hanya berpikir yang sifatnya jangka pendek maupun dalam lingkup yang sempit. “Tapi kita harus berbicara tentang kepentingan yang lebih besar untuk bangsa, negara, dan kepentingan visioner dalam jangka yang panjang sebagai negara besar dalam menyongsong kompetisi global,” ujarnya.

Ketika semua sepakat akan menuju negara maju, menurut Presiden, pertanyaan pertama terutama yang harus dijawab adalah apakah di masa yang akan datang DKI Jakarta sebagai ibu kota negara mampu memikul dua beban sekaligus, yaitu sebagai pusat pemerintahan dan layanan publik dan sekaligus sekaligus pusat bisnis.

Beberapa negara, lanjut Presiden, sudah mengantisipasi perkembangan negaranya di masa yang akan datang dengan memindahkan pusat pemerintahannya. Ia menyebutkan banyak sekali contoh seperti Malaysia, Korea  Selatan, Brazil, Kazakhstan, dan lain-lain.

“Sekali lagi, kita ingin kita berpikir visioner untuk kemajuan negara ini,” tegas Presiden. ***/setkab/ebn

Tarif MRT Jakarta Diusulkan Rp8.500 – Rp10.000

foto istimewa

Pemerintah mengusulkan tarif Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta atau Ratangga Fase I yang pengoperasiannya menurut rencana akan diresmikan Presiden Joko Widodo,  Maret nanti pada kisaran angka Rp8.500 – Rp10.000. “Pemerintah mengusulkan untuk tarif dengan rute HI ke Lebak Bulus berada di kisaran Rp. 8.500 – Rp. 10.000,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi usai mendampingi Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menjajal MRT Jakarta Fase I dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) ke Lebak Bulus dan Lebak Bulus ke Bundaran HI, Jakarta, Rabu (20/2) siang.

Namun demikian, Menhub menyampaikan, masalah tarif MRT merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, karena hal tersebut berkaitan dengan subsidi. “Mereka akan hitung komersialnya berapa dan nanti subsidinya berapa, kemudian tarif nett nya itu ditentukan oleh DKI,” papar Menhub.

Sebelumya, Wapres Jusuf Kalla mengemukakan, transportasi massal yang digunakan untuk publik harus disubsidi untuk menekan biaya operasional sehingga bisa murah. Kalau tidak disubsidi maka harganya akan mahal seperti taksi. “Ya tidak ada di dunia ini angkutan umum yang tidak disubsidi, kecuali taksi. Angkutan umum massalsemuanya  itu umumnya disubsidi,” kata Wapres.

foto istimewa

foto istimewa

Dengan disubsidi, tambah Wapres, maka rakyat akan memperoleh keuntungan ekonomis secara langsung. Sedangkan keuntungan ekonomis akan diperoleh pemerintah dalam jangka panjang. “MRT itu kreditnya 40 tahun, saya yakin uang tersebut tahun ini dapat menguntungkan secara bisnis,” tegas Wapres.

Wapres Jusuf Kalla menilai, MRT Jakarta telah memenuhi modal transportasi yaitu, nyaman, aman dan tepat waktu. Moda transpotasi ini juga sangat ramah dengan disabilitas, di haltenya MRT menyediakan toilet khusus disabilitas, blok taktil, ruang kursi roda pada kereta api ke 3 dan 4, serta lantai yang selevel dengan peron dan evalator

Bulan Depan

Tentang pembangunan MRT Jakarta dari Bundaran HI ke Stasiun Kota (Fase IIA), Menhub Budi K. Sumadi menginformasikan, akan dilakukan Bulan Maret 2019. Sedangkan Stasiun Kota ke Ancol (fase IIB) akan dilakukan studi terlebih dahulu agar pembangunan lebih efektif. “Untuk tahap ke II bulan depan sudah akan dimulai pembangunan dari HI ke Stasiun kota. Sedangkan Stasiun Kota ke Ancol kita studi, kita harapkan keduanya selesai pada tahun 2024,” kata Menhub. (gun)

Maskapai Berciri Pramugari Berbikini akan Layani Ho Chi Minh – Denpasar


RENCANA Vietjet Air yang akan melayani penerbangan langsung Kota Ho Chi Minh (HCMC) ke Jakarta, segera memunculkan pertanyaan sensitif, mengingat maskapai berkantor pusat di Vietnam itu dikenal dengan daya tarik menampilkan pramugari dengan pakaian bikini.

Pertanyaan mendasarnya adalah, apakah layanan penerbangan ke Jakarta, Ibukota  negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia tersebut, juga dengan standar yang sama. Artinya, apakah Vietjet Air juga akan membawa pramugari dengan pakaian ala kadarnya itu.

Kalau otoritas Indonesia mengijinkan, sudah barang pasti akan memimbulkan kontroversi di masyarakat. Belum lagi di tahun politik seperti sekarang ini, hal itu pasti akan menjadi makanan empuk bagi kelompok penantang petahana dalam Pilpres. Pasti, kalau diijinkan ada parsyaratan tertentu.

Setelah berjuang cukup lama untuk dapat melayani penerbangan langsung ke Indonesia, Vietjet Air akhirnya dapat ijin dari otoritas penerbangan di tanah air.  Layanan penerbangan Vietjet ada diawali layanan penerbangan dari Ho Chi Minh City ke Denpasar pada Maret mendatang. Untuk layanan Ho Chi Minh City – Jakarta baru akan dilaksanakan pada akhir tahun 2019 ini.

Itu karena, sementara rute Indonesia mereka masih belum terwujud, maskapai yang berbasis di Vietnam mengatakan akhirnya meluncurkan rute ke Indonesia, dimulai dengan penerbangan HCMC – Denpasar pada Maret diikuti oleh penerbangan HCMC – Jakarta, sebelum akhir tahun ini.

“Untuk enam bulan pertama, kami akan membuka empat penerbangan per minggu, dan kemudian kami akan terus membuka penerbangan harian,” kata Managing Director VietJet Air, Do Xuan Quang. Penerbangan HCMC – Denpasar akan membutuhkan waktu  3,5 jam.

Maskapai berbiaya rendah asal Vietnam ini, telah mendapat ijin dari kementrian perhubungan Indonesia.  Ijin itu diberikan dengan catatan, selama  mereka meninggalkan bikini di rumah.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan, pihaknya mensyaratkan pramugari Vietjet  untuk tidak mengenakan bikini. “Pramugari berpakaian bikini di pesawat  dianggap tidak pantas di Indonesia,” ujar Menteru  Perhubungan.

Sebenarnya, pakaian bikini bagi pramugari Vietjet juga bukan seragam reguler. Pakaian tersebut hanya dikenakan  untuk acara-acara khusus. Sekalipun demikian, pemerintah Vietnam pun bahkan telah menegur maskapai tersebut untuk tidak mengginakan hal itu dalam promosi mereka.

Tapi bisa diduga, promosi provokatifnya telah menyedot pelanggan baru. Public relation yang dimainkan Vietjet, telah mendongkrak jumlah pelanggan. Setalah promo pramugari berbikini, maskapai berbiaya rendah itu merebut  40 persen pangsa pasar domestik Vietnam pada 2018. Sukses itu telah menempatkan  CEO Vietjet  Nguyen Thi Phuong Thao, miliarder wanita pertama di negara.***

Antisipasi Bencana di Jakarta, Anies Baswedan Diminta Cek Kesiapan Gedung Tinggi

Ilustrasi —Gedung-gedung tinggi di Jakarta–gambar youtube

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta untuk mengecek kesiapan Jakarta dalam menghadapi kemungkinan bencana, khususnya gempa bumi. Terkait hal tersebut Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan pihaknya sudah berkirim surat secara resmi ke Fraksi PDIP di DPRD DKI Jakarta yang isinya, meminta agar segera mengajukan pesan mengenai kesiagaan menghadapi bencana itu kepada gubernur.

“Kami meminta Fraksi PDIP menanyakan ke gubernur terhadap kesiagsiagaan kita,” kata Hasto saat membuka Workshop Peta Rawan Bencana di Indonesia, yang digelar DPP PDI Perjuangan, Kamis (13/12).

Dalam acara yang digelar di kantor DPP PDIP di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat itu, Hasto mengatakan bagaimanapun kesiapsiagaan itu penting. Sehingga sejak awal, sudah ada kesadaran di masyarakat untuk mempersiapkan diri sebaiknya menghadapi potensi bencana.

Secara khusus, PDIP ingin agar Pemprov DKI Jakarta benar-benar mengecek bangunan tinggi di Jakarta. Sejauh mana kekuatannya dan kesiapan menghadapi bencana, khususnya gempa.

Menurut Hasto, di negara seperti Jepang, aspek kesiapsiagaan terhadap bencana itu sangat dipertimbangkan. Sehingga gedung, khususnya bangunan tinggi, wajib dibangun dengan standar tertentu untuk mampu menahan gempa hingga 9 skala richter.

“Kami meminta pengecekan gedung-gedung di Jakarta. Apakah dibangun dengan memperhatikan aspek itu atau tidak,” kata Hasto.

Diakui oleh Hasto, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, sempat menitip pesan kepadanya sebelum memerintahkan dirinya membuka workshop itu. Yakni untuk mendalami kemungkinan Anak Gunung Krakatau, Rakata, meletus. Dan bagaimana kemungkinan pengaruhnya terhadap Jakarta.

“Dan apakah kita sudah siap bila letusan itu terjadi benar,” kata Hasto. “Ini bukan menakut-nakuti, tapi ini demi mempersiapkan diri kita semua.”

Udara Panas dan Puting Beliung

Salah satu Pembicara dalam workshop itu, Prof. Mezak A.Ratag, adalah mantan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG. Dia mengatakan bahwa pengetahuan dan kesiapsiagaan dini itu sangat penting.

Sebagai contoh, dia menjelaskan catatan tentang rata-rata kenaikan suhu di berbagai kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta.

Di Jakarta, Surabaya, Medan, rata-rata kenaikan suhu dalam 100 tahun terakhir adalah di atas 1 persen. Dan angka itu bernilai ekstrem bila dibanding angka rata-rata kota lain di dunia. “Ada yang bilang Jakarta ekstrem karena sekarang metropolitan, semuanya tembok gedung dan pohonnya habis. Karena itu suhunya naik,” kata Mezak, Rektor UKI Tomohon itu.

Wilayah paling ekstrim di Indonesia adalah Cilacap, Jawa Tengah, yang kenaikkanya sampai 3,4 derajat celcius. Setelah diselidiki, ternyata ada pengilangan minyak yang menyumbang udara panas di wilayah itu.

Yang pasti, fenomena puting beliung di beberapa kota dan kerap viral di media sosial, sebenarnya berkait dengan fenomena udara panas. “Kenaikan suhu dan udara panas ini yang jadi pemicu kenapa ada puting beliung. Karena triggernya adalah udara panas. Panas ini yang memicu udara berputar,” kata Mezak.

“Nah upaya pencegahan bisa dilakukan dengan bagaimana meredam kenaikan suhu itu,” tandasnya.***/ebn

Jokowi Hadir ke Konser Guns N’Roses di GBK, Kamis Besok?

Sebagai pencinta musik keras, Presiden Indonesia Joko Widodo diharapkan datang ke konser Guns N’ Roses. Band rock itu akan mengguncang Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada Kamis (8/11).

“Kalau soal kedatangan Pak Jokowi belum ada yang tahu, kemungkinan selalu ada,” kata Adib Hidayat, selaku perwakilan dari promotor saat jumpa pers di GBK, Jakarta, Selasa (6/11).

Menurut pihak promotor, sejauh ini tidak ada undangan resmi untuk Jokowi. Namun tentu semua pihak bakal menyambut baik kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu di konser Guns N’ Roses.

“Kalau (Jokowi) datang pasti senang,” ujarnya.

Persiapan konser Guns N’ Roses di Stadion Gelora Bung Karno Senayan Jakarta–foto istimewa

Jelang konser spektakuler tersebut, TEM & UnUsUaL Entertainment selaku promotor menyebut persiapan konser Guns N’ Roses telah mencapai 80 persen. Panggung besar sudah berdiri di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Area serta panggung siap menyambut ribuan fans yang akan berkumpul untuk merayakan momen kebersamaan formasi klasik Guns N’ Roses yang sangat ditunggu-tunggu pecinta musik rock.

Apalagi band dengan hits November Rain itu bakal beraksi dengan formasi klasik setelah berpuluh tahun lamanya. Tujuh personel Guns N’Roses telah mendarat di Jakarta, Senin (6/11) kemarin. “Dia masih jet lag. Istirahat buat sound cek hari ini,” ujar Adib Hidayat. Mereka memboyong sebanyak 50  orang kru dan akan menggebrak GBK dengan durasi 3 jam. “Lapangan rumput hijau pun sudah ditutup terpal,” timpal Adib lagi. (pik).

Siap-Siap Sistem Genap-Ganjil di Jakarta Diperluas Juli Ini

Sistem genap-ganjil dinilai sukses menurunkan kemacetan lalu lintas di Jakarta. Apalagi sejak April 2018 lalu jam pemberlakuan genap-ganjil dimajukan menjadi jam 06. Untuk lebih memaksimalkan penurunan kemacetan lalu lintas di Jakarta rencananya sistem ini akan diperluas ke wilayah lainnya.

Rencananya sistem ini akan diberlakukan di empat titik yakni, Jl S Parman-Gatot Subroto, Jl MT Haryono-Jl DI Panjaitan-Jl Ahmad Yani-Simpang Coca Cola/Perintis Kemerdekaan Cempaka Putis. Jl Arteri Pondok Indah mulai Simpang Kartini sampai Simpang Kebayoran Baru, Jl Rasuna Said, dan Jl Benyamin Sueb, Kemayoran Jakarta Pusat.

Sebagai jalur alternatif karena perluasan genap-ganjil adalah; Jl Perintik Kemerdekaan-Jl Suprapto-Jl Salemba Raya-Jl Matraman dan seterusnya. Jl Pasar Minggu-Jl Soepomo-Jl Saharjo-Jl Casablanca-Jl KH Mas Mansyur dan seterusnya. Jl RE Martadinata-Jl Danau Sunter Barat-Jl HBR Motik-Jl Gunung Sahari dan seterusnya. Jl Kwitang-Jl Gunung Sahari dan seterusnya. Jl RA Kartini-Jl Ciputat Raya.

Jl Akses Tol Cikampek-Jl Sutoyo-Jl Dewi Sartika (arah Utara) atau Jl Akses Tol Cikampek-Jl Sutoyo-Jl Dewi Sartika-Jl Raya Kalibata-Jl Pasar Minggu-Jl Soepomo-Jl Casablanca dan seterusnya (arah Barat).

Jadi bagi pengendara mobil pribadi yang sehari-hari biasa melintasi rute-rute tersebut agaknya kini mulai waspada. Pemberlakuan sistem ini rencananya akan dilakukan pada Minggu keempat Juli 2018. Namun sebelum itu seperti biasa akan digelar uji coba dan evaluasi. ***

 

Jakarta Kota Paling Stres di Dunia, Masyarakatnya Kurang Bahagia

ilustrasi kota Jakarta–foto istimewa

Pasca Lebaran, orang dari berbagai daerah berbondong-bondong datang ke Jakarta. Salah satu alasannya untuk mencari penghidupan lebih baik. Maklum Jakarta sampai kini masih menjadi pusat segalanya, ya pusat pemerintahan, pusat pembangunan, pusat kegiatan ekonomi juga pusat pendidikan. Tak heran kalau magnet Jakarta begitu kuat bagi orang daerah.

Padahal tahu kah anda bahwa Jakarta berdasarkan Indeks Kebahagiaan 2017 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) tidak termasuk dalam daftar 10 provinsi paling bahagia. Jakarta hanya meraih angka 71,33 sementara provinsi paling bahagia di urutan pertama adalah Maluku Utara dengan angka 75,68.

Yang mengejutkan dari tabel yang disampaikan BPS itu, posisi Jakarta  berada di urutan 19 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. Atau sesuai tabel, tingkat kebahagiaan masyarakat Jakarta berada di bawah Papua Barat yang berada di urutan ke 18.

Jika diurut, maka provinsi paling bahagia di Indonesia adalah; 1.Maluku Utara, 2.Maluku, 3.Sulawesi Utara, 4. Kalimantan Timur, 5.Kalimantan Utara, 6.Gorontalo, 7.Kepulauan Riau, 8.Jogyakarta, 9.Bali, 10.Sumatera Barat.

Lalu apa yang membuat masyarakat Jakarta kurang bahagia, bahkan kalah dengan Maluku Utara maupun Provinsi Papua Barat? Padahal segalanya ada di Jakarta karena memang Jakarta adalah pusat dari segalanya.

KOTA PALING STRES DI DUNIA

Hasil penelitian Zipjet, ‘The 2017 Gloabal Least and Most Stressful Cities Ranking’ , mungkin bisa menjawab apa yang terjadi dengan masyarakat Jakarta saat ini. Menurut hasil penelitian perusahaan yang berbasis di London, Inggris, ini, Jakarta merupakan salah satu kota di dunia dengan stress tertinggi. Betapa tidak Jakarta berada di urutan 132 dari 150 kota paling stress di dunia.  Di tingkat Asia Tenggara, Jakarta masih sedikit lebih baik dari Manila yang berada di urutan 141.

Penelitian yang dilakukan Zipjet antara lain melihat kesehatan mental masyarakat kota secara keseluruhan dengan mempertimbangkan faktor-faktor utama yang menjadi penyebab stress antara lain, pengangguran, hutang per kapita, lalu lintas, trasnportasi umum, keamanan, kepadatan penduduk, dll.

Penyebab Jakarta mendapat skor rendah adalah terkait masakah kepadatan pendidik, ketersediaan ruang terbuka hijau, akses transportasi publik, dan berbagai peramsalahan kota lainnya.

Bicara stres masyarakat Jakarta, juga pernah disinggung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, beberapa waktu lalu. Menurut Anies, tingkat stres warga Jakarta memang cukup tinggi. Menurutnya, sekitar 20% warga Jakarta rentan stres.

Untuk itulah diperlukan penambahan psikolog di setiap Puskesmas. Keberadaan psikolog ini untuk menangani masalah mental masyarakat, termasuk orang-orang stres namun tak mau mengaku. Dengan adanya tenaga psikolog maka penanganan bisa berjalan efektif. ***

Ketua DPRD DKI: KoPHI Bisa Giatkan Hoki Lagi

Tim KoPHI–Komunitas Pecinta Hoki Indonesia–di stadion hoki Pintu VII Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyambut baik Komunitas Pecinta Hoki Indonesia (KoPHI) yang menjadi wahana para atlet senior untuk menggiatkan hoki kembali. KoPHI hendaknya melibatkan dan membina sekaligus memotivasi para junior hoki untuk berkembang dan berprestasi. Masa muda “bandel” itu wajar tapi kemudian harus punya prestasi. Prestasi itu bisa dari berbagai bidang termasuk olahraga.

Dikatakan, adanya lapangan hoki karpet biru di Pintu VII areal GBK Senayan yang 2 Desember 2017 lalu diresmikan Presiden Jokowi bisa dimanfaatkan para atlet hoki di berbagai segmen usia.

“Ayo para atlet yang masih duduk di bangku sekolah atau perguruan tinggi khususnya yang di DKI, galakkan lagi latihan-latihan hoki lapangan, lalu ikuti kompetisi, kita sudah punya fasilitas dua lapangan karpet berstandar internasional, jangan sia-siakan,” demikian pesan Prasetyo, yang dulunya atlet hoki, ketika hadir dalam acara “Main Hoki Bareng dan Silaturrahim di Senayan Jakarta, Minggu (25/2).

Acara ini dihadiri oleh sekitar 140 pehoki, terdiri dari mantan pehoki nasional dari Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Padang, serta pehoki dari SMAN 16 dan London School (sparring partner).

Prasetyo yang mantan atlet hoki DKI dari Klub Star era tahun 1980-an itu melanjutkan, lapangan hoki karpet itu nanti akan digunakan Asian Games ke-18 pada Agustus-September. Dia berjanji akan memfasilitasi kebutuhan tim-tim hoki yang ingin menggunakan lapangan itu melalui Sekretariat Negara sebagai pengelola GBK.

Dalam kesempatan itu hadir juga Rektor IBM ASMI Kampus Ungu Dr Freddy J Rumambi MM yang ikut mendukung kegiatan-kegiatan yang akan diselenggarakan KoPHI. “Saya juga mantan atlet nasional taekwondo, anak-anak saya juga olahragawan, jadi sudah sangat mengerti urusan olahraga. Apalagi pendiri ASMI Kak Benny Tengker memang sejak dulu hingga kini sangat mendukung olahraga hoki, silakan rancang kegiatannya,” katanya.

Salah satu mantan atlet nasional dari ASMI, Pingkan D Frederik mengatakan sangat mendukung dan senang dengan adanya KoPHI. Selain bisa bertemu lagi dengan kawan lama dari berbagai kota, bisa sekadar bermain hoki lagi, juga ingin terlibat memberi semangat olahraga kepada generasi muda.

KoPHI dibentuk 25 November 2017 di Lapangan Hoki Cikutra Bandung yang diprakarsai oleh para mantan atlet hoki Ella Relawati (ketua), Keke Annelisa Amangku, Rina Ginting, Entin Karyadi, Leni Marliani, dan Ririn Utari Prabowo.

Ella menjelaskan, KoPHI terbentuk karena adanya keinginan para mantan atlet hoki yang berusia 40 tahun ke atas ingin bermain fun hoki dan mengikuti festival hoki, yang aturan permainannya disesuaikan dengan usia.

“Kegiatan festival hokinya ada, pemain hoki seniornya juga ada walau berada di berbagai kota, yang belum ada itu adalah komunitas atau wadah untuk mengumpulkan dan mengurusi para senior hoki itu. KoPHI terpanggil untuk itu, dan bila berkembang akan dilanjutkan dengan pembinaan kepada para junior, serta mengadakan berbagai event hoki.***