Lebaran, Citilink Terbang ke Majalengka

MASKAPAI berbiaya hemat (LCC/low cost carrier) Citilink Inonesia secara perdana mulai menerbangi Bandara Kertajati, Majalengka , Jawa Barat yang akan resmi dibuka Kamis 24 Mei 2018 dengan rute penerbangan Surabaya-Kertajati.

Kehadiran Citilink Indonesia di bandara baru ini dimaksudkan guna memberikan pilihan destinasi  dan memudahkan akses transportasi udara bagi penumpang  yang tinggal di Jawa Barat bagian timur dan Jawa Tengah bagian Barat selama musim mudik lebaran.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan sudah memberikan izin ke beberapa penerbangan yang akan terbang dari Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. Citilink Indonesia merupakan maskapai pertama yang mendapat izin dari pemerintah.

”Bandara Kertajati di Majalengka merupakan bandara komersial kedua di Jawa Barat setelah Bandara Husein Sastranegara di Bandung. Kehadiran Citilink Indonesia untuk rute penerbangan Surabaya – Kertajati selama musim mudik lebaran ini diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan transportasi masyarakat yang tinggal di daerah Cirebon dan sekitarnya,” ujar Vice President Corporate Secretary and CSR Citilink Indonesia, Ranty Astari Rachman di Cengkareng, Kamis (24/5).

Ranty menambahkan, penerbangan Citilink Indonesia untuk rute Kertajati-Surabaya akan mulai terbang  Jumat 8 Juni 2018 dengan menggunakan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 penumpang

“Meskipun rute penerbangan ini sifatnya merupakan extra flight selama peak season lebaran 2018, manajemen akan terus melihat prospek ke depannya untuk prospek penambahan jadwal penerbangan, frekuensi bahkan rute-rute baru dari Kertajati,” tambah Ranty.

Penerbangan Surabaya-Kertajati Citilink Indonesia dengan nomor penerbangan QG 9820 dari bandara Juanda, Surabaya dijadwalkan pukul 05.25 WIB dan tiba di Bandara Kertajati, Majalengka pada pukul 06.55 WIB setiap hari. ”Sedangkan, untuk penerbangan QG 9821, Kertajati-Surabaya dijadwalkan berangkat pada pukul 07.25 WIB dan tiba di Surabaya pada pukul 08.55 WIB,” tambah Ranty.

Di pertengahan Mei ini, Citilink Indonesia juga tampil dengan seragam baru untuk awak kabin termasuk untuk pramugari berhijab.  Selama Ramadan, Citilink memberikan takjil secara cuma-cuma pada penerbangan yang mendekati waktu berbuka puasa dan menghadirkan menu spesial Ramadan Kuliner Nusantara sebagai pelengkap berbuka puasa. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan layanan kepada penumpang.

Tentang Citilink

Citilink adalah anak perusahaan dari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang menyediakan jasa penerbangan berbiaya murah (LCC). Citilink melayani penerbangan dengan sistem dari kota ke kota menggunakan model usaha pesawat berbiaya murah.

Berbasis di Jakarta dan Surabaya, pada November 2017 Citilink telah melayani lebih dari 278 frekuensi penerbangan harian dengan 71 rute ke 34 kota diantaranya Jakarta, Surabaya, Batam, Bandung, Banjarmasin, Denpasar, Balikpapan, Yogyakarta, Medan, Palembang, Padang, Makassar, Pekanbaru, Lombok, Bengkulu, Jambi, Semarang, Malang, Kupang, Pangkal Pinang, Tanjung Pandan, Solo, Palangkaraya, Pontianak, Manado, Aceh, Jayapura, Gorontalo dan Ambon serta rute regional ke Dili, Timor Leste serta Penang, Malaysia.

Sebagai bukti keberhasilan dalam komitmen meningkatkan pelayanan pada pelanggan, Citilink telah meraih beberapa penghargaan. Sepanjang 2017 Citilink meraih berbagai penghargaan baru, di antaranya Top IT Implementation Airlines Sector dari Kemenkominfo, Transportation Safety Management Award dari Kemenhub. Sedangkan Indonesia Travel and Tourism Foundation Citilink meraih untuk kategori Indonesia Leading Low Cost Airline selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2011.

Pada awal Februari 2018, Citilink Indonesia juga menerima akreditasi bintang empat dari badan pemeringkat industri aviasi dunia, Skytrax untuk kelas maskapai berbiaya murah (LCC) merupakan akreditasi tertinggi untuk LCC. Citilink Indonesia juga baru saja meraih pengakuan sebagai salah satu dari dua LCC terbaik di Asia berdasarkan penilaian Travellers Choice 2018 dari situs perjalananan tripadvisor.com pada April 2018, serta menyabet tiga penghargaan Revolusi Mental BUMN 2018. ***

Wisata Kebun Teh Kemuning

KE Solo Jawa tengah tidak hanya menikmati wisata budaya dan kuliner, tapi ada satu tempat yang menyejukkan untuk didatangi yaitu Kebun Teh Kemuning. Di sini  pengunjung dapat menikmati indahnya perkebunan teh yang hijau dengan udara yang sejuk.

Wisata Kebun Teh Kemuning berada di Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah atau sekitar 10 kilometer dari jalur utama Solo-Tawangmangu.

Perkebunan teh ini merupakan salah satu tujuan wisata di Jawa Tengah yang berada di kabupaten karanganyar. Pesona alam pegunungannya masih asri, Udara sejuk dengan suhu rata-rata 21 derajat Celcius.

Pengunjung bisa tea walk atau menjelajahi perkebunan teh. Diantara  hamparan teh terlihat banyak  perempuan bercaping dengan tenggok di punggung untuk menampung daun yang dipetik.

Berada di antara Candi Sukuh dan Candi Cetho. Candi Palanggatan dan Menggung. Di are wisata kebun teh ini bisa mampir ke satu tempat seru yang sangat cocok untuk para penggemar teh. Namanya adalah Rumah Teh Ndoro Donker.

Dengan suasana yang sejuk khas pegunungan, Rumah Teh Ndoro Donker menjadi tempat nongkrong favorite mereka yang berkunjung ke wisata kebun teh kemuning.

Ada berbagai jenis teh yang bisa dinikmati di Ndoro Dongker dengan harga yang relatif terjangkau, seperti teh hijau kemuning, teh hitam donker, teh aroma Inggris earl grey, cemomile, lady grey, mint, passion fruit, teh raja, teh putih, dan teh herbal.

Untuk menuju tempat tersebut, tidak sulit. Bisa memakai angkutan umum dengan rute Karangpandan, Ngargoyoso, dan Jenawi. ***

Bayang Misteri Candi Bajang Ratu

Candi Bajang Watu, Trowulan, Mojokerto.

PECINTA wisata sejarah bakal tidak melewatkan kesempatan untuk menikmati Candi Bajang Ratu yang berlokasi  di Dukuh Kraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto Jawa Timur.

Candi ini masih menyimpan banyak hal yang belum diketahui secara pasti, baik mengenai tahun pembuatannya, raja yang memerintahkan pembangunannya, fungsinya, maupun segi-segi lainnya.

Nama Bajang Ratu pertama kali disebut dalam Oudheidkunding Verslag (OV) tahun 1915. Arkeolog Sri Soeyatmi Satari menduga nama itu ada hubungannya dengan Raja Jayanegara dari Majapahit, karena kata ‘bajang’ berarti kerdil.

Menurut Kitab Pararaton dan cerita rakyat, Jayanegara dinobatkan tatkala masih berusia bajang atau masih kecil, sehingga gelar Ratu Bajang melekat padanya.

Mengenai fungsi candi, diperkirakan bahwa ini didirikan untuk menghormati Jayanegara. Dasar perkiraan ini adalah adanya relief Sri Tanjung di bagian kaki gapura yang menggambarkan cerita peruwatan.

Relief yang memuat cerita peruwatan ditemukan juga, antara lain, di Candi Surawana. Candi Surawana diduga dibangun sehubungan dengan wafatnya Bhre Wengker (akhir abad ke-7).

Candi ini menempati area yang cukup luas. Seluruh bangunan candi dibuat dari batu bata merah, kecuali anak tangga dan bagian dalam atapnya. Lokasi Candi Bajang Ratu relatif jauh dari dari pusat kanal perairan Majapahit, tapi cukup dekat dengan Candi Tikus.

Untuk mencapai lokasi Gapura Bajang Ratu, pengunjung harus mengendara sejauh 200 meter dari jalan raya Mojokerto – Jombang, kemudian sampai di perempatan Dukuh Ngliguk, berbelok ke arak timur sejauh 3 kilometer, di Dukuh Kraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. ***

Jalan Berkelok ke Air Terjun Bantimurung

Air Terjun Bantimurung.

SALAH satu tempat wisata yang ramai dikunjungi di Sulawesi Selatan terutama waktu libur terdapat di Desa Bonto Salluang, Kecamatan Bissappu. Ya, sekitar 9 kilometer dari ibukota Bantaeng Sulawesi Selatan, terdapat Air Terjun Bantimurung.

Lokasinya dapat ditempuh melewati tanjakan berkelok-kelok. Perjalanan menuju ke sana cukup  sejuk dengan pemandangan alam berupa pepohonan yang hijau di sepanjang jalan dan hamparan sawah. Taman di sekitar air terjun itu tertata secara alami. Di sekitarnya, pengunjung dapat bermain dan berenang di sungai kecil.

Di gerbang obyek wisata air terjun Bantimurung ada monumen kera sakti, dan toko penjual souvenir khas bantimurung berupa kupu-kupu yang di awetkan. Pengunjung bisa mandi di bawah kucuran langsung air terjun, dari atas batu raksasa menggunakan pelampung meluncur ke kolam pemandian alam.

Didalam kawasan wisata ini terdapat pusat pelestarian Kupu-kupu..yang terbesar di Indonesia. Juga terdapat Gua yang sangat dalam yang tembus ke sumber mata air terjun diatas pegunungan.

Menurut cerita masyarakat di sekitar kawasan masih sering sitemukan sekelompok kera yang bergelantungan diatas pepohonan yang dipimpin oleh seekor kera putih.

Obyek wisata air terjun Bantimurung ini terletak di Kota Maros , kurang lebih berjarak 140 kilometer  dari Kota Makassar Propinsi Sulawesi Selatan, dapat ditempuh dengan kendaraan umum. ***

Menikmati Winter Sejenak di FMIS

Taman Klasik, Nong Noch Tropical Garden (NNTG) yang berada di kawasan Km 1643, Sukhumvit Road, Provinssi Chonburi, Pattaya. Foto: Ist

BEGITU banyak tempat tempat wisata yang ditawarkan Pattaya, namun menyadari keterbatasan waktu, maka harus selektif memilih destinasi. Pilihan kami selanjutnya adalah ke Nong Noch Tropical Garden (NNTG) yang berada di kawasan Km 1643, Sukhumvit Road, Provinssi Chonburi, Pattaya. Di perjalanan kami sudah disuguhi pemandangan yang asri. Jalan-jalan di kiri-kanan ditanami pohon palem serta ratusan tanaman Siikas Revoluta berjejer di sepanjang jalanan menuju Nong Noch Garden.

Kiri kanan jalan menuju Nang Noch Tropical Garden dipenuhi dengan tanaman sikas revoluta. Foto: S. Resti Handini

Taman dengan luas puluhan hektare, tentu saja harus dijelajahi seharian penuh. Itu pun kalau kami menaiki golfcar. Penataaan setiap blok dengan patung-patung hewan yang seperti tampak asli. Selain itu tentu saja bunga-bunga ditata demikian rupa dengan penataan yang rapi.

Masih di area NNTG kami diarahkan menyaksikan pertunjukan teater yang sangat spektakuler. Kesenian Thailand dengan tarian-tarian yang penarinya mengenakan busana tradisional. Apalagi ketika dua ekor Gajah turut naik ke atas panggung. Dengam dua penari menaikinya dan mereka akhirnya turun ke tempat penonton. Tentu heboh besar para pengunjung.

Di arena pertunjukan gajah, Nong Noch Village. Jika ingin menaiki atau diangkat denga belalainya bayar lagi 70 Bath. Foto: S. Resti Handini

Usai menyaksikan tarian, kami berpindah tempat menonton pertunjukan gajah-gajah beratraksi…. Hm… meski sempat mencium bau kotoran gajah, toh kami terhibur dengan pertunjukan gajah yang tidak biasa. Dari gajah belia sudah dilatih mendekati penonton dan mengambil pisang atau bahkan uang 20 Bath yang disodorkan penonton. Tidak hanya itu, gajah-gajah yang ditunggangi pawangnya juga bertanding main bola. Kegiatan yang melibatkan pengunjung adalah untuk diangkat dengan belalai dua gajah.

Perjalanan selanjutnya mengunjungi Frost Magical Ice of Siam (FMIS) yang terletak di Distrik Bang Lamung, Chon Buri. Tempat wisata yang baru dibuka ini cocok untuk kita yang tinggal di negara tropis. Kita bisa merasakan betapa dinginnya hidup di negara yang mempunyai empat musim ketika musim winter. Dengan menggunakan mantel khusus dan sarung tangan kami memasuki ruang bertemperatur minus 15 Celsius.

Sensasi di ruang bertemperatur minus 15 derajat Celcius. Foto: S. Resti Handini

Sebelumnya kami dibawa ke ruang peralihan yang bertemperatur sekitar 0 derajat Celsius. Agar tidak kaget, shock dengan dinginnya temperatur di tempat tujuan kami. Seperti namanya di ruangan bertemperatur minus ini seluruhnya terbuat dari es. Berbagai bentuk landmark dan patung yang menggambarkan kebudayaan Thailand yang semuanya terbuat dari pahatan es. Bisa dibayangkan dinginnya. Untuk menghindari “serangan rasa dingin yang menusuk”, pengunjung disarankan untuk bergerak mengelilingi area. Jika kita hanya berdiri diam, tentu rasa dingin semakin menusuk-nusuk kulit.

Keluar ruangan temperatur minus, kami juga disinggahkan di ruang peralihan. Dan mulai melepas kaos tangan dan topi. Akhirnya kami kembali ke ruangan bertemperatur normal. Di luar, masih di areal FMIS, banyak terlihat patung pahatan terbuat dari bahan gips atau semen berkerangka baja dicat putih, seperti gajah, naga, patung Buddha, pohon tanpa daun, barongsai juga patung singa dan lainnya.

Keterbatasan waktu, sehingga banyak tempat “wajib” dikunjungi, tidak dapat kami sambangi saat itu, seperti Jomtien Beach, Coral Beach, Sanctuary of Truth, Silver Lake, Tiffany’s Ladyboy Cabaret dan masih banyak lagi yang diharapkan bisa dijadikan tujuan kunjungan mendatang. Semoga….***

Di areal Frost Magical Ice of Siam, temperatur normal, Pattaya. Foto: S. Resti Handini

Discovery Gems, Sensasi Menambang Batu Mulia

Kegiatan mengasah batu mulia di Gems Gallery Pattaya. Insert: Gems Gallery Pattaya, Pattaya – Thailand. Foto: S. Resti Handini/Ist

PATTAYA adalah kota kedua yang paling banyak dikunjungi di Thailand setelah Bangkok. Selain itu merupakan salah satu kota resort pantai terkenal di Asia. Untuk mencapainya dari Bangkok melalui jalan darat/mobil memakan waktu 2,5 jam perjalanan.

Pattaya terkenal dengan wisata kehidupan malamnya, selain pantainya yang setiap pagi hingga sore selalu dipenuhi turis dari manca negara. Malam hari Pattaya juga terkenal wisata night life-nya. Sepanjang jalan di tepi pantai dipenuhi cafe dan tempat hiburan malam, musik aneka alunan, hingar bingar yang berasal dari berbagai cafe. Ada yang life, ada pula yang hanya rekaman.

Jangan heran kalau Anda banyak menjumpai wanita penghibur dan ladyboy yang menawarkan jasa. Bukan rahasia lagi jika kawasan Pattaya terkenal dengan industri hiburan berbau seks dan kehidupan malamnya. Juga dengan cabaret show-nya. Selain pantai di Pattaya juga banyak terdapat tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Setiap kita jumpa dengan ladyboy, sulit membedakan dengan wanita asli. Sepertinya nyaris tidak ada ladyboy yang jelek, semua cantik, tinggi dan badannya seksi sekali ….

Setiap wisatawan yang mengunjungi Thailand, baik perorangan dan rombongan dari awal harus mempunyai rencana tempat apa saja yang ingin dikunjungi. Karena banyaknya tempat wisata. Tentu beda, tujuan wisata anak muda dan mereka yang sudah di atas 50 tahun.

Di pintu masuk Gems Gallery Pattaya, kami disambut dua wanita berpakaian tradisional. Foto: S. Resti Handini

Tujuan pertama kami dari hotel Baron Beach adalah mengunjungi Gems Gallery Pattaya. Seperti tempat wisata lain, di sini pun kami harus antre. Setiap rombongan diberi sticker yang ada nomornya. Mungkin untuk memudahkan mereka menjumlah rombongan yang datang dan tidak berbaur dengan rombongan lain.

Atraksi di Discovery Gems cukup menarik diawali dengan memasuki gua dengan kereta tambang yang mirip kereta-keretaan di Dufan, Jakarta. Di situ kami melihat diorama proses pencarian batu mulia di pertambangan. Setelah proses pencucian, masuk ke ruangan luas, mulai pengasahan, yang akhirnya sampai finishing pembuatan perhiasan.

Di situ juga ada toko perhiasan yang sangat luas, dengan fokus kualitas batu mulianya, dengan gosokan yang sangat halus. Tidak heran jika harga perhiasan di situ terbilang tinggi. Dibandrol dari mulai harga termurah Rp1 juta. Dengan kualitas perhiasan terjamin Anda juga bisa berbelanja souvenir yang bukan perhiasan di area Gems Gallery ini.

Beberapa pemandu di Gems Gallery Pattaya, mahir berbahasa Indonesia, mereka khusus belajar bahasa Indonesia, karena menurut mereka turis dari Indonesia sangat banyak dan berani membelanjakan uangnya di Gems Gallery ini.

Seorang petugas Erawadee (org Indonesia) menjelaskan ttg proses pembuatan obat2 tradisional Thailand. Foto: S. Resti Handini

Perjalanan dilanjutkan, dengan tidak menyia-nyiakan waktu mengunjugi tempat pembuatan aneka obat dan bahan kosmetika Tadisional Thailand, Erawadee. Kami dijelaskan tentang proses pembuatan madu khusus serta bahan-bahan pembuat kosmetik. Di sini pula kami mendapat penjelasan dengan bahasa Indonesia mengenai produk dari Erawadee. Rupanya, ia wanita asal Indonesia yang sudah belasan tahun bekerja dan bersuamikan orang Thailand.

Erawadee salah satu perusahaan obat-obatan herbal milik orang Rusia yang berproduksi di Thailand. Tidak heran jika di sana-sini di lingkungan Erawadee keterangannya bertuliskan huruf Rusia. Berbagai ramuan obat herbal kuno yang dimodernisir kemasannya tersedia di sini.

Sebut saja antaranya herbal spray, herbal pillow Erawadee, yaa dom (inhaler yang tidak mengandung alkohol), NO4 Royal jelly extra pearl cream, NO2 Gold collagen, N11 Black spray, N40 Gingko Biloba capsule, dan masih banyak lagi produk lain. Beberapa teman sempat digosokkan di bagian kaki dan punggung.

Semua produk Erawadee bisa dipesan secara online, dengan brosur berbahasa Indonesia. ***

Jika di Bangkok jalan dan gedung banyak dihiasi foto Raja Bhumibol Adulyadej, di Pattaya banyak foto/gambar Maha Vajiralongkorn. Foto: S. Resti Handini
Berfoto di depan Hotel Hard Rock Cafe Pattaya, yang bentuk dan lokasinya mirip dengan Hard Rockk Cafe Kuta – Bali. Foto: S. Resti Handini

Menikmati Peninggalan Bersejarah Simalungun

DI Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara terdapat Museum Simalungun yang menyimpan berbagai jenis koleksi. Museum ini berada di Jalan Sudirman No.20 di Kota Pematang Siantar. Museum Simalungun juga mempunyai sejarah, pada April 1936 Museum ini dibangun dengan tujuan untuk melestarikan dan menjaga sejarah serta kebudayaan Simalungun.

Museum Simalungun didirikan dan diprakasai oleh tujuh orang raja Simalungun beserta utusan Pemerintah, tokoh masyarakat, dan pada pertemuan Harungguan. Nama pertama awal berdiri museum ini adalah Rumah Pusaka Simalungun.

Namun seiring berkembangnya zaman nama tersebut akhirnya diganti. Dan pada Desember 1939 proses pembangunan rampung dan diresmikan pada tanggal 30 April 1940. Kemudian Museum ini dikelola selama 14 tahun oleh Yayasan Museum Simalungun (YMS) yang didirikan pada 27 September 1954.

Koleksi entografi dan arkeologi di Museum Simalungun saat ini berjumlah 975 buah lebih. Ketika wisatawan berkunjung pasti akan disuguhkan dengan kebudayaan Simalungun yang ingin mendalami lebih tentang Simalungun.

Berbagai benda yang identik dengan antropologi, kesenian, peralatan sistem mata pencaharian  dan segala yang bersangkutan dengan Simalungun ada di sini. Lalu ada juga etnografi yang berasal dari bahasa latin dari ethnos dan graphia yang juga menjadi bagian dari antropologi.

Koleksi-koleksi yang bisa disaksikan seperti Pingga pasu yakni piring yang digunakan khusus untuk para raja. Tempat menyimpan garam atau dalam bahasa Simalungun disebut Abal-abal, ada juga tempat menyimpan beras yang disebut Parborason, tempat menyimpan ikan atau Taduhan, dan tempat untuk menyimpan ari atau Tatabu dan masih banyak lagi. ***

Grey Canyon di Kudus Jawa Tengah

KABUPATEN Kudus memang tidak asing bagi penyuka perjalanan. Dikenal sebagai tujuan wisata ziarah dimana dua tokoh Walisongo dimakamkan di kota tersebut. Selebihnya kota ini dikenal sebagai Kota Kretek karena banyaknya pabrik rokok dan ada perusahaan rokok terbesar di Indonesia yaitu PT. Djarum.

Selain wisata ziarah, di Kudus ada sebuah tempat yang belakangangan mulai marak dikunjungi masyarakat lokal. Orang menyebut tempat tersebut dengan sebutan Grey Canyon Kudus. Objek ini sebagai salah satu tempat wisata yang menjadi ikon wisata terlaris di daerah Kudus.

Terletak di Tanjung Rejo, Kecamatan Jekulo, atau 200 meter dari TPA Tanjung Rejo, Grey Canyon  sebenarnya sudah cukup terkenal, bahkan pernah dijadikan sirkuit offroad tingkat nasional pada tahun 2010. Aslinya tempat tersebut sebenarnya bukan tempat wisata, karena merupakan galian C, dan masih ada persoalan yang belum selesai dengan warga sekitar.

Desa Tanjung Rejo yang memiliki luas wilayah 730,49 hektar tersebut terbagi menjadi tiga dusun, yaitu dusun Patihan, Dusun Beji, dan Dusun Kedungmojo. Tempat ini berbentuk dinding alam dengan nuansa abu-abu. Banyak fotografer menjadikannya sebagai latar belakang untuk pemotretan fashion. ***

Lepas Pandang di Gunung Ijo Purworejo

Pemandangan dari puncak gunung Ijo, Purworejo.

GUNUNG Ijo terletak di desa Durensari, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Tempat ini masuk kawasan pegunungan Menoreh, yang memiliki keindahan pemandangan dan keasrian alamnya. Pegunungan Menoreh sendiri merupakan kumpulan dari banyak gugusan perbukitan yang dipenuhi dengan dataran tinggi, lembah, dan jurang.

Di puncak Gunung Ijo terhampar pemandangan menakjubkan, ke arah selatan akan terlihat laut selatan dengan deburan ombaknya yang tinggi. Ke arah utara terlihat hamparan perbukitan terjal yang banyak ditumbuhi pohon cemara.

Ke arah timur ada Waduk Sermo di Kulono Progo, Yogyakarta dengan perahu-perahu wisata yang mengelilingi waduk. Ke arah barat terlihat pusat kota Purworejo. Dengan latar pegunungan dan waduk maka sunrise akan memantul membuat matahari jadi dua.

Untuk ke sini bisa dari pusat kota Purworejo membutuhkan waktu kurang lebih satu jam hingga sampai puncak gunung ijo. Dari alun-alun Purworejo ambil jalan ke arah Yogya, sebelum sampai pasar Krendetan tepatnya di SD Krendetan ke kiri langsung pilih jalan ke desa Durensari.

Dari Krendetan akan melewati Desa Hargorojo baru masuk Durensari. Saat masuk Desa Hargorojo, desa yang terkenal dengan penghasil emas, dan salah satu desa penghasil gula semut ini memiliki pemandangan indah. Jalan yang menajak berliku berada di pinggir tebing, dan di bawah mengalir sungai kecil berbatu cadas merah yang airnya sangat bening dan jernih, adalah pemandangan di Hargorojo menuju Gunung Ijo. ***

Air Terjun Jembong di Bali

Air terjun Jembong di Buleleng, yang masih asri.

AIR terjun ini bernama Jembong. Letaknya di Kabupaten Buleleng. Air terjun ini bisa dibilang lain dari yang lain, karena mendapat perhatian untuk penataan wisata yang sangat rapih.

Objek wisatanya dikelola masyarakat setempat dimana keindahan dan kebersihan sangat terjaga.  Hampir di setiap titik terdapat sebuah bak sampah, jadi orang tidak akan menemukan sampah berserakan.

Karena dikelola secara bersama-sama oleh penduduk Dusun Jembong, maka harga tiket masuknya seikhlasnya. Di pintu akses masuk air terjun Jembong ada taman yang indah dengan beberapa kolam ikan dan penataan tanaman yang indah. Di beberapa sudut ada beberapa kolam ikan, salah satu di antaranya ada kolam bernama kolam selfie.

Kalau air terjun biasanya berlokasi di kaki lembah, ini pengunjung malah naik ke atas ke sebuah bukit untuk mencapai air terjun. Walaupun posisi air terjun berada atas bukit tapi jalanya tidaklah terlalu jauh hanya 200 meter saja dari parkiran.

Ada dua tingkat air yang jernih, berarus deras dan bebatuan, jadi airnya tidak jatuh langsung ke kolam dibawahnya tapi terbentur bebatuan dahulu. Tepat dibawahnya ada sebuah kolam dan pengunjung bisa berenang di dalamnya. Kedalaman air pada kolam tingkat atas sekitar dada orang dewasa.

Air terjun ini berada di Dusun Jembong,  Desa Ambengan berbatasan dengan Desa Gitgit yang juga terkenal dengan wisata air terjunnya. Dari kota denpasar berjarak kurang lebih 80 kilometer dan dua jam berkendara menggunakan kendaraan bermotor. ***