Pariwisata Jabar Bersolek Sambut Asian Games 2018

Objek wisata Pantai Santolo Garut.

GELARAN akbar Asian Games 2018 sudah dekat. Ribuan orang dari berbagai negara di Asia akan hadir di event ini. Bagi sektor pariwisata, hadirnya ribuan orang dari berbagai negara ini merupkan prospek bagus. Untuk itu, sektor pariwisata mulai berbenah. Promosi kian digencarkan, termasuk yang ada di wilayah Jawa Barat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat Ida Hernida meyakini, Asian Games 2018 bakal mendongkrak sektor pariwisata, termasuk di Jawa Barat. Pasalnya, ada sejumlah cabanag olahraga di ajang ini digelar di Bumi Parahiyangan. “Saya kira akan ada dampak pariwisata, karena di Ciletuh, Sukabumi akan digunakkan untuk Cabor surfing, dan BMX di Ciamis. Kepariwisataan kita harapkan ada multiple effect dari Asian Games 2018,” papar Ida Hernida, Selasa (15/5) lalu.

Menurut Ida, secara umum Provinsi Jawa Barat siap membantu dan menyukseskan Asian Games 2018. Pihaknya juga sudah dua kali menggelar Rapat Koordinasi II Pemasaran Pariwisata Jawa Barat. “Dalam kegiatan rakor, semua Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) di Pemprov Jabar dan kabupaten atau kota yang terkait dengan persoalan pemasaran pariwisata turut hadir. Selain itu, hadir pula perwakilan dari perguruan tinggi, dewan kebudayaan, dan undangan lain yang berkaitan dengan pemasaran pariwisata,” katanya.

Pantai Ciletuh, diburu para surfer.

Ida menambahkan, OPD yang terkait langsung dengan objek wisata, harus meningkatkan promosi destinasi. Baik tingkat Provinsi, Kabupaten dan kota. Selain itu, juga dibahas persoalan customer direct marketing dengan tema pemasaran tentang adventure yang disesuaikan dengan perkembangan ekonomi digital.

Dengan Asian Games yang juga dilaksanakan di wilayah Jabar, Ida optimistis target wisatawan yang datang ke Jawa Barat pada 2018 tercapai. “Target wisatawan mancanegara (wisman) datang ke Jawa Barat sebanyak 1.750.000 kunjungan, dan wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 58.000.000 kunjungan,” pungkasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan, beragam potensi wisata yang dimiliki Jawa Barat, serta jarak yang tidak jauh dengan Jakarta, merupakan satu kelebihan yang dimiliki Jawa Barat.  Wisatawan tidak perlu menempuh waktu perjalanan lama untuk bisa menikmati suguhan alam, budaya dan kuliner yang begitu mempesona, sekaligus menggoda. “Pesta olahraga internasional ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya karena ribuan peserta luar negeri akan hadir. Jadi potensi pariwisata di Jawa Barat harus dijual pada peserta pesta olahraga yang diikuti 45 negara ini,”  tambah Menpar Arief Yahya.

Jawa Barat memang dikenal dengan alam dan budaya serta kulinernya yang menggoda. Di Bandung misalnya. Semua orang yang menginjakkan kaki di Bandung pasti akan langsung dibuat “melayang” dengan kenikmatan aneka kulinernya.  Bila ingin melihat pemandangan luar biasa, bisa datang ke Geopark Ciletuh-Palabuhanratu yang baru saja resmi menyandang status UNESCO Global Geopark (UGG).  Pantai lain tak kalah menarik di Jabar, yakni Pantai Pangandaran, Pantai Sayangheulang di Garut, Pantai Tirtamaya di Indramayu, dan Pantai Santolo di Garut Selatan. ***

Pantai Pangandaran.

Di Balik Awan Bukit Banyon

KOTA Trenggalek Jawa Timur memiliki lokasi tersembunyi yang kini terus memancing keinginan para penyuka wisata alam pegunungan.

Berupa bukit dengan pemandangan menakjubkan, dan masyarakat menamakan Bukit Banyon. Lokasi Bukit Banyon di  Desa Widoro, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek.

Di kawasan perbukitan Banyon, pengunjung dapat menikmati  keindahan alam mulai dari matahari terbit sampai  matahari tenggelam.

Untuk sunrise muncul sekitar pukul 05.30 WIB, sedangkan pesona atas awan bisa dinikmati mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB.

Matahari terbit atau sunrise bisa akan muncul dari sela-sela barisan pegunungan. Sore hari saat  matahari tenggelam atau sunset, cahaya memerah menyajikan  warna alam yang tidak terlupakan.

Yang paling asik dari atas ketinggian 1.175 meter  itu, pengunjung  bisa menikmati eksotisme hamparan awan putih yang menyelimuti perkampungan dan gugusan-gugusan pegunungan yang ada di wilayah Trenggalek. Untuk menuju lokasi ini bisa dengan mudah dijangkau dengan menggunakan sepeda motor maupun mobil. ***

Asyiknya Liburan ke Kota Kuda Jeneponto

LIBURAN jadi lebih berkesan dengan mengunjungi Kota Jeneponto di Sulawesi Selatan. Karena kota ini identik  sebagai Kota Kuda. Berjarak sekitar 90 kilometer dari Kota Makassar, Kabupaten Jeneponto yang terkenal dengan julukukan “Bumi Turatea” ini menyimpan berbagai  pesona.

Jeneponto, sebuah kabupaten di Sulawesi Selatan yang berada di ujung bawah pulau Sulawesi. Jarak tempuh dari Makassar – ibukota Sulawesi Selatan ke Jeneponto 95 kilometer atau  kurang lebih dua  jam perjalanan.

Jika telah masuk ke pusat kabupaten Jeneponto, yakni di Bontosunggu maka  akan terlihat  sebuah patung kuda sebagai simbol kota tersebut. Sejak pintu masuk hingga batas kabupaten, kita akan mudah menjumpai kuda-kuda yang digembalakan secara liar di beberapa tanah lapang.

Binatang-binatang itu mencari makan sendiri di tanah lapang, bekas lahan persawahan yang berubah menjadi lapangan rumput dikala musim kering. Kuda memang bukan sekedar alat transportasi, namun sudah menjadi bagian keseharian masyarakat, gaya hidup, juga simbol status seseorang di masyarakat.

Keunikan Jeneponto dengan kuda disebabkan oleh kebiasaan masyarakat Jeneponto yang gemar memakan daging kuda. Di pasar-pasar tradisional di Jeneponto akan sangat susah untuk mendapatkan daging lain selain daging kuda.

Kuda sangat istimewa dalam masyarakat Jeneponto. Setiap acara, seperti pernikahan, sunatan atau hajatan lainnya  selalu menghadirkan masakan  daging kuda, di samping jenis daging lainnya, seperti kerbau, ayam ataupun kambing dan sapi.

Salah satu masakan khas daging kudanya adalah gantala jarang. Gantala adalah makanan tradisional masyarakat Jeneponto. Makanan khas ini terbuat dari potongan daging ataupun tulang kuda. Di kalangan masyarakat Jeneponto, Gantala Jarang merupakan salah satu makanan yang sangat terkenal. ***

Wat Arun, Kuil Cantik Berornamen Indah

Wat Arun, salah stu kuil yang menjadi icon kota Bangkok, Ibu Kota Thailand. Foto: S. Resti Handini

WAT ARUN adalah salah satu kuil yang menjadi ikon Bangkok, Thailand dan selalu menjadi tujuan wisata para turis. Nama lain dari Wat Arun adalah kuil Matahari Terbit atau Kuil Fajar. Kuil ini sangat cantik, indah, letaknya berada di tepian sungai Chao Praya.

Jika Anda akan mengunjungi Wat Arun, harus menyeberangi sungai Chao Praya. Meski begitu segalanya menjadi mudah karena sudah tersedia transportasi air yang bisa diandalkan. Banyaknya perahu untuk mengangkat para wisatawan menyeberangi sungai Chao Praya. Bisa dibayangkan di akhir pekan. Kami kesana week day saja harus tetap antre untuk menyeberangi sungai Chao Praya yang bersih.

Candi Budha yang nama aslinya Wat Arunratchawararam Ratchaworamavihara ini dibangun pada era kerajaaan Ayuthaya. Kuil yang tingginya mencapai 82 meter ini merupakan salah satu peninggalan sejarah yang sudah berusia lebih dari 200 tahun. Meski demikian, bangunan indah penuh dengan nuansa sejarah ini masih terlihat kokoh.

Kuil ini memiliki banyak ornamen bernilai seni tinggi. Detailnya berupa porselin berpadu dengan keramik dari Cina dengan warna dasar putih dengan variasi hijau dan kebiruan. Dengan aksen merah bata dibagian sudut sudut tertentu.

Di bagian luar tengahnya sebagai pusatnya berupa tangga sempit yang cukup unik dan terjal. Diperlukan kehati-hatian ekstra, jika ingin mencapai bagian atas, bagian patung gajah. Di siang hari matahari sangat menyengat, namun tetap para turis menikmati keindahan Wat Arun dengan mengelilinginya.

Untuk menuju kuil Wat Arun, wisatawan harus naik perahu menyeberangi Sungai Chao Praya yang bersih. Foto: S. Resti Handini

Selain mengelilingi Wat Arun, di areal kompleks terdapat penyewaan baju tradisional Thailand, bagi mereka yang ingin berfoto dengan busana asli Thailand. Masih di sekitar tempat penyewan pakaian, terdapat lokasi perbelanjaan. Di tempat ini rupanya, para wisatawan, umumnya kaum Hawa berlama-lama. Terutama turis Indonesia yang terkenal senang berbelanja pernak-pernik kerajinan khas Thailand.

Selain dijual souvenir seperti kaos, aksesoris, pajangan, taplak, sarung bantal, tas, selendang, di tempat ini juga hampir semua pedagangnya bisa berbahasa Indonesia. “Murah, murah, diobral… mari belanja… belanja,” begitu salah seorang penjual menawarkan barangnya. Tidak itu saja, yang memudahkan kami dari Indonesia untuk bertransaksi, mereka pun menerima pembayaran dengan Rupiah. Kalaupun ada kembalian kami menerima uang Rupiah. Tentu saja kami merasa dipermudah, dimanjakan dan diistimewakan untuk terus belanja. Apalagi bagi yang sudah kehabisan mata uang Bath.

Di lokasi perbelanjaan dimaksud, bagaikan area yang dibatasi tembok, hanya dengan pintu masuk kecil. Jadi tidak terlihat kesan keramaian jual-beli layaknya tempat perbelanjaan. Sama sekali tidak mempengaruhi kesakralan dan keindahan Wat Arun itu sendiri. ***

Inilah “Nama Kota Terpanjang di Dunia”

Tour keliling Bangkok, Thailand. Foto: S Resti Handini

TAHUN lalu, Indonesia berhasil meraih predikat Destinasi Wisata Terbaik 2017 di kawasan Asia Pasifik dalam ajang penghargaan bergengsi TTG Travel Awards. Meski demikian Thailand tetap unggul dari segi pertumbuhan pariwisata dibandingkan negara ASEAN lainnya.

Menurut data kunjungan wisman ke Asia, Thailand tetap di urutan pertama. Jumlah turis manca negara yang mengunjungi Thailand mencapai 35 juta wisman. Indonesia diurutan ke empat setelah Singapura dan Malaysia. Menteri Pariwisata Arief Yahya beberapa waktu lalu mengutarakan “Malaysia adalah emotional competitor kita, tetapi professional competitor kita sesungguhnya adalah Thailand. “Ibarat kalau Indonesia memiliki Bali, ASEAN punya Thailand”.

Apa gerangan penyebab Thailand bertahun tahun lebih unggul dari Indonesia di ajang turisme? Tampaknya kita harus “mengintip” langkah pemerintah memajukan bisnis pariwisatanya. Kali ini hanya dari kacamata seorang awam yang berkunjung ke Thailand. Setidaknya menunjukkan plus minusnya negara ini.

Nama Kota Terpanjang di Dunia

Di awal menginjakkan kaki di bandara Don Mueang Bangkok, ibukota Negeri Gajah Putih saya cukup terkesima dengan sambutan Moniqa, guide yang menjemput dan akan menemani selama kunjungan di Thailand. Dengan fasihnya Moniq, begitu ia akrab disapa, menjelaskan sekilas tentang kota Bangkok dan tujuan hari pertama di kota yang bercuaca sama dengan Jakarta.

Seringnya Moniqa mendapat tamu dari Indonesia, menjadikan hasrat utama memperlancar bahasa Indonesia. Sepertinya hal ini diikuti oleh “Moniq-Moniq” lain di Kerajaan Thailand yang berbatasan dengan Laos dan Kamboja (di Timur), Malaysia dan Teluk Siam (Selatan) dan Myanmar (Barat).

Foto Bhumibol Adulyadej menghiasi jalur tengah jln2 di kota Bangkok. Foto S. Resti Handini

Bangkok sebagai kota terbesar di Thailand hampir semua tahu, tetapi nama Bangkok sebagai kota bernama terpanjang di dunia, belum tentu Anda tahu. Nama sejati dari Bangkok adalah: Krung Thep Mahanakhon Amon Rattanakosin Mahintara Ayuthaya Mahadilokaphop Noppharat Ratchathani Burirom Udomratchaniwet Mahashatan Amon Piman Awathan Sathit Sakkathatřtiya Wit Samukam Prasit. Ada 21 kata!

Diartikan sebagai kota Malaikat, Kota besar tempat tinggal Buddha, Kota tak tertembus, Ibukota besar, Kota bahagia, Kota Berlimpah. Orang orang yang tinggal di Bangkok biasa menyebutnya “Krung Thep” diterjemahkan bebas kira-kira artinya ‘City of Angels’

Setelah mengelilingi sebagian kota yang tidak beda dengan Jakarta dalam arti gedung-gedungnya, jalan dan tentu saja kemacetan. Perbedaan utama Bangkok dengan Jakarta adalah banyaknya kuil dengan arsitektur yang berbeda-beda.

Salah satu sudut kota Bangkok. Kabel-kabel listrik yang amburadul masih dijumpai di sana. Foto: S. Resti Handini

Makan siang pertama di negara yang pernah terkenal kecantikan ratunya, Ratu Sirikit, kami disajikan makanan khas Thailand yang mungkin sudah banyak kita kenal. Selang setengah jam datang lagi rombongan turis dari Indonesia, cukup banyak namun kami tidak terganggu karena resto yang terletak di hotel Princeton ini luas.

Perjalanan dilanjutkan ke Chatuchak, pasar tradisional yang hanya buka hari Sabtu dan Minggu (weekend market). Seperti halnya pasar tradisional umumnya, pedagang menjual kios-kios terbuka. Di sini Anda juga menjumpai beberapa pedagang yang berbahasa Indonesia. Hingga jarang mendengar ucapan kapunkhap, mereka sering mengucapkan terima kasih. Masih banyak lagi pasar yang wajib dikunjungin sebut saja Wang lang Market, Klong Thoy Market, Pratunam Market, Floating Market. Semuanya mempunyai ciri khas tersendiri.

Berjualan makanan dan buah-buahan di perahu (Floating Market) di Bangkok. (ist)
Lumphini Park, foto diambil dr H.Dhusit Tani (ist)

Sesungguhnya banyak tujuan wisata yang “wajib” dikunjungi. Seperti Asiatique The River Front, tempat wisata di tepian Sungai Chao Phraya. Merupakan kombinasi lengkap, tempat belanja souvenir, resto, atau sekadar sightseeing, berfoto ria, menikmati sun set atau menyaksikan Calypso Cabaret Show. Dan tentu Anda harus mencicipi hidangan di Royal Dragon Restaurant (Resto See food terbesar di dunia).

Tempat lain yang tidak boleh dilewatkan adalah Wat Arun, Grand Palace, Emerald Buddha, Gem Factory, Madame Toussaud. Bagi mereka yang ingin berbelanja dengan suasana nyaman dapat mengunjungi MBK (Ma Boon Khrong Centre) Bangkok Shoping Mall atau Platinum Fashion Mall dan banyak lagi. Tentu saja ini semua tergantung tujuan kunjungan Anda untuk wisata kuliner, shoping atau melihat budayanya?

Jika waktu kunjungan ke Thailand memang banyak, selain Bangkok, beberapa kota lain sangat layak dikunjungi seperti Chiang May (bagian Utara Thailand), Pattaya yang berjarak sekitar 150 Km dari Bangkok. Juga keindahan pulau pulau di sebelah Selatan Thailand seperti Phuket dan pulau Phi Phi. ***

Halte bus dengan latar belakang bangunan tradisional yang masih di area Grand Palace, Bangkok. Foto: S. Resti Handini

 

Kiri: Priwan Lochai di depan tempat pijat sehat, releks, untuk pegal-pegal di kota Bangkok. Kanan: Dua remaja memainkan Ranat ek (alt musik tradisional) untuk biaya sekolah mereka di area Asiatique The River Frond. Foto-foto: S. Resti Handini

Sumur Utsman ibn Affan, Masih Mengalir dengan Baik di Madinah

KOTA Madinah di Arab Saudi, dikenal memiliki  beberapa sumkur atau sumber sumur  yang terkait  dengan perjalanan Nabi Muhammad SAW. Di antara sumur  tersebut adalah milik Utsman bin Affan,  yang dikenal sebagai sumur Rummat. Sumur tersebut telah  mengalirkan air  selama 1.400 tahun terakhir ini.

Di dekat sumur tersebut terdapat  sebuah masjid dan pohon-pohon palem pertanian besar, dan sejumlah tanaman dan bunga yang mendapat manfaat dari keberadaan sumur tersebut. Perkembangan terbaru menyebutkan,  bahwa  pihak berwenang sedang menyusun rencana untuk mengembangkan daerah tersebut lebih lanjut.

 

Abdullah Kaber, seorang peneliti ilmiah dalam  otoritas pembangunan di Madinah, mengatakan kepada Saudi Press Agency bahwa sumur ini adalah satu-satunya sumur yang masih ada dan mengalir dengan air sejak zaman Nabi Muhammad.

Dia menambahkan, bahwa entitas terkait memastikan untuk melestarikan  lingkungan terdekat dengan sumur  Utsim tersebut, untuk dapat mengenali nilai historis dan yang pentingnya bagi umat Islam.

 

Bagi Anda yang punya rencana umroh atau haji, tidak ada  salahnya untuk melakukan  tapak tilas ke sumur yang dibuat oleh sahabat Utsman bin Affan tersebut.***

Pesawat Angkut 200 Penumpang Mendarat di Landasan yang Salah

 

AWAK pesawat sebuah maskapai penerbangan Vietnam, telah disuspen  (ditangguhkan), akibat mendaratkan jet penumpang yang mengangkut 200 penumpang di landasan yang salah dan belum selesai dibangun.

Pesawat  Vietnam Airlines dengan nomor penerbangan VN7344 dari Ho Chi Minh City, mendarat di landasan pacu yang masih dalam pembangunan dan akan segera menjadi landasan kedua Nha Trang Cam Ranh International. Landas pacu belum terhubung ke bandara, dan sampai kini masih belum jelas bagaimana operator akan mengambil Airbus A321 yang terlantar.

Selama pendaratan, mesin pesawat menyedot “sejumlah benda asing dari permukaan landasan pacu”, kata Aviation Herald. Akibatnya, pesawat mengalami kerusakan ringan.

“Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam menilai kejadian itu sebagai insiden serius, sehingga mensuspen awak pesawat, dan membuka penyelidikan kasus ini,” kata sebuah situs penerbangan.

Cuaca dan kondisi diyakini baik pada saat kejadian, yakni pada Minggu 30 April 2018.

Data pelacakan dari FlightRadar24.com menunjukkan pesawat mendarat sejajar dengan landasan operasi tunggal Cam Ranh. Landasan kedua dijadwalkan akan dibuka akhir tahun ini.

Pihak  Vietnam Airlines yang dimintai  komentarnya atas kejadian itu tidak bersedia memberikan tanggapan. Maskapai berbendera Vietnam itu melayani penerbangan  ke 64 tujuan di seluruh dunia termasuk London Heathrow. Maskapai ini didirikan pada tahun 1956.

Misidentifying runways tidak pernah terdengar dalam penerbangan. Menurut  badan global yang mengatur masalah ini, ICAO, perlu ada panduan tentang bagaimana landasan pacu yang tidak digunakan, dan  landasan pacu itu harus dicat dengan tanda X besar untuk menghindari kebingungan pilot. **

Tawaran Liburan Murah dari Garuda

GELARAN event Garuda Indonesia Online Travel Fair (GOTF) 2018, bertema more for Less, you get more you pay less, 3-9 Mei 2018 mendatang memperoleh sambutan positf banyak kalangan, termasuk Menteri Pariwisata Arief Yahya. Garuda Indonesia Online Travel Fair (GOTF) 2018 ini merupakan wujud sinergi nyata antara pemerintah dan industri dalam memanfaatkan teknologi digital, dengan tujuan buat mensukseskan target 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 270 juta perjalanan wisatawan nusantara 2018.

Sebagaimana diketahui, kemajuan pengembangan pariwisata Indonesia tidak lepas dari sinergitas unsur Pentahelix yakni Pemerintah; Bisnis/Industri; Akademisi; Komunitas dan Media. Menurut Menpar, perlunya menggabungkan program Hot Deals 2018 yang baru diluncurkan dengan event GOTF 2018.

“Trend di era sekarang adalah lebih mudah dan lebih murah, the more digital, the more global, Itu kenapa Garuda Online Travel Fair 2018 disukai masyarakat dalam merencanakan perjalanan liburan. Selain itu, karena digital lebih mudah dan murah, maka benefit-nya lebih besar,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya didampingi Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N. Mansury saat jumpa pers GOTF 2018 di Lucy in The Sky – SCBD, Jakarta, kemarin.

Diskon besar yang ditawarkan Garuda untuk tiket airlines, menjadi salah satu kontribusi suksesnya program hot deals. Paket Hot Deals ini mensinergikan high season dengan low season. Hot Deals diterapkan dengan konsep sharing economy yaitu menjual barang atau jasa yang minim peminat atau excess capacity dengan memberikan diskon yang besar, termasuk untuk tiket ferry dan airlines, sehingga mendorong wisman berkunjung atau bila semula calon wisman tidak ada rencana, menjadi segera melakukan traveller. “Supply men-drive demand. Wisman akan tertarik jika dapat penawaran hot deals hingga 40%. Hot Deals sangat membantu meningkatkan peluang pasar saat low season,“ ujar Menpar.

Sejak GOTF dilaksanakan pertama kali pada 2016 lalu, dinilai sukses. Kesuksesan event GOTF terlihat dari salesnya yang meningkat tiap tahunnya. Sales GOTF 2016 (1 kali) mencapai Rp. 106 Miliar, tahun 2017 (3 kali) mencapai Rp. 524 Miliar, atau meningkat 5 kali. Sedangkan target 2018 (2 kali) sebesar Rp. 360 Miliar, 2 juta pengunjung web, dan 50.000 downloader baru. “GOTF diharapkan dapat mendukung ekosistem pariwisata serta meningkatkan kegiatan ekonomi pariwisata,” kata Dirut Garuda Indonesia Pahala N Mansury.

GOTF 2018 akan dijajaki dalam dua fase. Pada fase I ada 5 destinasi pariwisata unggulan yang disiapkan yaitu Balikpapan, Denpasar, Labuan Bajo, Wangi-wangi, dan Palembang. Menggandeng BNI sebagai bank partner, pada GOTF 2018 fase I, Garuda Indonesia dan BNI menawarkan tambahan diskon mulai dari Rp.300.000 hingga Rp.10.000.000 kepada pengguna Kartu Kredit BNI.

Guna menyukseskan event ini, Garuda Indonesia juga menggandeng beberapa mitra usaha, yaitu pihak Hotel antara lain:  Swiss-Belhotel International, Agoda, Parador Group Hotel, Shangri-La Hotel Singapore, bidang Paket Perjalanan antara lain Garuda Indonesia Holiday dan KKDAY, serta mitra usaha perlengkapan liburan, antara lain e-Commerce: Garuda Shop,  Blibli.com; Lazada, Shopee, VIP Plaza, Zalora. ***

Antara Kiama dan Klayar

YANG satu di Australia, yang satu di Pacitan. Jauh. Tapi ini bicara tentang pantai yang memiliki keunikan sama, yakni blowhole alias lubang semburan air laut yang eksotik. Di Pantai Klayar Pacitan, semburan air muncul di sejumlah titik. Terkadang bisa sangat tinggi membubung ke angkasa. Terkada, hanya letupan kecil saja.

Nah, di pantai Kiama, letupan air laut ada di satu lubang besar berdiameter kurang lebih 10 meter. Setiap semburan kencang, bisa mencapai ketinggian 80 kaki, atau hampir 25 meter. Yaaa, kurang lebih sama dengan semburan yang terjadi di Pantai Klayar, Pacitan. Bedanya, kalau di Kiama hanya ada satu lubang besar, sementara di Klayar ada banyak lubang kecil.

Menelisik asal-usulnya, pantai Kiama berasal dari kata “Kiarama”, bahasa Aborigin, warga asli Australia. Kiarama artinya “tempat di mana laut membuat suara”.

Letaknya yang relatif dekat, hanya sekitar 120 km dari kota Sydney, membuat lokasi ini ramai dikunjungi sepanjang musim. Tak kurang dari setengah juta wisatawan asing dan lokal berkunjung ke kota pantai Kiama setiap tahun. Dari Sydney, lokasi ini bisa dijangkau dengan mobil atau kereta api.

Di sisi pantai yang lain, Kiama menawarkan ombak besar yang menarik bagi para peselancar. Di sepanjang garis pantai, juga disediakan taman-taman karawan dan aneka kafe serta resto. Tertarik ke sana? Sebaiknya, kunjungi Pantai Klayar dulu. ***

Gunung Rinjani Ditetapkan Jadi Geopark Dunia

SETELAH melalui perjuanngan panjang, Kawasan Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), akhir dutetapkan menjadi geopark dunia. Penetapan ini dalam sidang Unesco Executive Board, Kamis (12/4), di Paris, Perancis. “Alhamdulillah sudah ditetapkan pada sidang Unesco Global Geopark,” papar General Manager Geopark Rinjani, Chairul Mahsul, akhir pekan lalu.

Chairul berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pencapaian Rinjani sebagai geopark dunia. Tanda-tanda Gunung Rinjani akan menjadi Global Geopark sebenarnya telah terlihat, yakni saat NTB ditunjuk sebagai tuan rumah Asia Pasific Geopark Network Symposium se-Asia Pasific, pada 2019 mendatang.

“Secara de facto, Gunung Rinjani sudah masuk menjadi geopark dunia sejak ditunjuknya NTB menjadi tuan rumah Asia Pasific Geopark Network Symposium pada 2019. Namun pengumuman resminya dikeluarkan pada April 2018. Sedangkan penyerahan piagam sebagai anggota baru geopark dunia akan dilaksanakan di Italia, September 2018 mendatang,” paparnya.

Dengan peningkatan status ini, bakal ada perubahan di Kawasan Gunung Rinjani. Salah satunya, kawasan Gunung Rinjani akan semakin dipromosikan ke masyarakat internasional, termasuk juga di ratusan geopark dunia lainnya. Ini tentunya berimbas pada sektor pariwisata NTB.

“Di seluruh dunia ini ada ratusan Unesco Global Geopark. Dengan masuknya Gunung Rinjani menjadi Unesco Global Geopark tentu menjadi ajang promosi yang efektif terutama bagi sektor kepariwisataan NTB. Tentunya, akan semakin banyak wisatawan internasional yang tertarik untuk berkunjung Gunung Rinjani,” tambahnya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal menyambut gembira penetapan ini. Menurut Lalu Muhammad, perjuangan Pemprov NTB sejak 2013 lalu kini terbayar manis. Kini gaung Gunung Rinjani akan makin santer terdengar di dunia. “Ini merupakan hal positif. Kawasan Gunung Rinjani makin mendunia. Imbasnya adalah peningkatan kunjungan wisata. Kalau sudah begitu, porter, masyarakat yang punya homestay, kuliner, transpor semuanya hidup, dan timbulkan efek domino yang luar biasa,” kata Faozal.

Menteri Pariwisata Arief juga ikutan happy. Menurut Menpar, semakin banyak pengakuan dunia yang mampir ke Indonesia, semakin menaikkan pamor Indonesia. Penetapan ini juga akan meningkatkan kujungan wisatawan ke NTB. Imbasnya tentu peningkatan ekonomi NTB.

Benchmark-nya ada China maupun Korea yang berhasil mengembangkan geopark. China berhasil mengembangkan Yuntaishan Geopark semula tahun 2000 dikunjungi 200 ribu wisatawan, meningkat menjadi 1,25 juta wisatawan dengan perolehan devisa sebesar US$ 90 juta pada 2004, setelah dua tahun bergabung dengan GGN UNESCO. Begitu pula Jeju Island Geopark di Korea Selatan tahun 2011 dikunjungi 7 juta wisatawan. “Saya yakin Kawasan Gunung Rinjani bakal makin nge-hits di dunia,” tegas kata Menpar Arief. ***