‘Song of Victory’ Official Theme Song Asian Para Games

Logo Asian Para Games 2018

Menyambut Asian Para Games ke-3 di Jakarta, Panitia Pelaksana Indonesia Asian Para Games Organizing Committee, INAPGOC, meluncurkan official theme song berjudul Song of Victory. Lagu Song of Victory diciptakan oleh Ezra Lilipoly dan digarap ulang oleh penata musik legendaris Denny Chasmala.

“Unsur budaya Indonesia sangat kental di lagu Song of Victory. Di intro lagu kita bisa langsung mendengar suara tarian kecak. Spirit inspirasi Asia dan dunia juga dihadirkan melalui unsur musik dangdut Melayu, India, rock, seriosa ,blues, mandarin, gospel dan choir. Saat reff semua penyanyi menyanyikan lagu secara bersama-sama untuk menimbulkan rasa : kita Asia dan kita bersatu”, ungkap Denny sebagaimana dikutip dari rilis humas INASPGOC.

Lagu ini dibawakan oleh penyanyi kenamaan Indonesia dari berbagai genre yaitu Armand Maulana, Once Mekel, Vidi Aldiano, Maudy Ayunda, Regina Poetiray, Zara Leola, Lesty Kejora Dangdut Academy. Dan yang paling spesial dalam lagu Song of Victory adalah suara Putri Ariani.

Putri yang kini berusia 12 tahun terlahir di usia kandungan 6 bulan dengan kondisi ROP (Retina of Premature). Sejak usia 3 bulan Putri sudah dinyatakan buta total. Tak hanya piawai menyanyi, Putri juga seorang pemain piano.

“Putri memang tidak bisa melihat dunia, tapi Putri ingin dilihat dunia bahwa anak-anak difabel bisa dan mampu berkarya. Putri sangat bahagia, senang , terharu, bangga dan tidak menyangka diberikan kesempatan untuk menyanyikan lagu Song of Victory dan bisa menjadi bagian dari Asian Para Games, karena lagu ini bercerita tentang kesetaraan dan penghapusan diskriminasi buat teman teman difabel seperti Putri.

Semoga suara Putri bisa membangkitkan semangat para atlit yg akan berjuang khususnya dan teman teman difabel pada umumnya. Semoga teman-teman difabel lebih percaya diri lagi untuk menjadi dirinya sendiri dan meraih mimpi setinggi-tingginya” ujar Putri.

Sebuah video musik juga diproduksi dengan visualisasi yang memberikan dukungan  dan semangat kepada para atlet disabilitas se-Asia yang akan berlaga.

“Konsep visual video ini mengangkat real spirit para atlet yg kami rekam khusus di sela-sela latihan mereka di Solo yang disutradarai oleh Tompi. Rekaman dokumentasi kelompok musisi dari YPAC kota Solo & YPAC Jakarta memperkaya konsep visual yg kami kembangkan. Ada satu treatment kreatif yang unik dimana kaki menembakkan gambar dengan projector ke layar yang berkibar, menggambarkan semaangat para atlet untuk mengibarkan prestasi terbaik untuk Indonesia”, kata Mirsya selaku Direktur Marketing, Look and Feel INAPGOC.

Lagu Song of Victory bukanlah satu-satunya lagu Asian Para Games 2018. Ada lagu-lagu lain diantaranya Dream High (dinyanyikan oleh Sheryl Sheinafia dan penyanyi tunanetra Claudia Fritska) dan  Juara (dinyanyikan penyanyi cilik Naura dan Zizi seorang penyanyi cilik tunanetra). ***

Meriahnya, Pawai Obor Asian Para Games 2018 di Bali

Meriahnya, Pawai Obor Asian Para Games 2018 di Bali –foto harian terbit

Rangkaian pawai obor Asian Para Games 2018 kembali berlanjut.  Kali ini kota Denpasar, Bali yang menjadi tempat dilaluinya obor pada hari Minggu (16/9) pagi. Sebelum pawai obor dilakukan, terlebih dulu dilakukan proses penerimaan api obor yang datang dari Makassar dan langsung menuju ke rumah jabatan Gubernur Bali.

Pawai dimulai dari rumah jabatan Gubernur Bali, Jayasabha dan diarak melalui Jalan Imam Bonjol, Jalan Gajah Mada, Sanur, dan dilepas di Monumen Bajra Sandhi. Setelah dari Monumen Bajra Sandhi di Renon, pawai obor kemudian melewati ikon Bali patung Garuda Wisnu Kencana di Nusa Dua. Pawai obor kemudian berakhir di lapangan Renon.

Beberapa pejabat negara ambil bagian sebagai pembawa obor yang diawali penyerahan oleh Gubernur Bali I Wayan Koster kepada Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari, selanjutnya diserahkan kepada Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. Obor kemudian bergulir kepada Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita dan terakhir kepada atlet paralimpik Indonesia, Nyoman Oka.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya menyebutkan bahwa Bali sangat bangga karena bisa menjadi titik pawai obor Asian Para Games 2018. Dia meyakini sejarah besar ini tak akan terulang dalam waktu yang dekat karenanya masyarakat Bali bersyukur sudah menjadi bagian dari penyelenggaraan Asian Para Games yang ketiga ini.

“Pawai obor Asian Para Games tahun 2018 ini adalah  suatu kehormatan bagi kami dan masyarakat Bali pada khususnya. Mudah-mudahan dilaksanakannya pawai obor ini bisa membawa semangat dan masyarakat Bali sangat mendukung agar berhasil penyelenggaraan Asian Para Games bagi Indonesia,” katanya.

foto harian terbit

Sementara itu, Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari mengingatkan bahwa sebelumnya Indonesia sduah merasakan euforia luar biasa di Asian Games, mulai dari pembukaan, prestasi, dan juga penutupan yang luar biasa.

“Selanjutnya, Indonesia akan buat sejarah baru, kurang dari 20 hari ke depan jadi tuan rumah Asian Para Games. Ini kegiatan yang pertama yang pernah dilakukan Indonesia. Bali Istimewa, karena kalau belum lewat Bali ada yang kurang. Pawai obor di Bali ini, sudah melewati Last Paradise of The World, seperti tulisan yang ada di Bandara,” ungkapnya.

Bali menjadi spesial karena atlet paralimpik Indonesia yang meraih medali di Paralympic Brasil 2016 lalu berasal dari Bali. Jadi, lanjut dia, tidak sah dibawa berkeliling Indonesia tanpa melewati Bali. “Saya pastikan, di sini adalah pawai obor yang paling meriah,” ungkapnya.

Menteri Sosial Agus Gumiwang juga merasa beruntung dan mengingatkan bahwa event sekelas Asian Para Games harus menjadi legacy bagi bangsa Indonesia. Dia yakin, dengan dukungan total pemerintah dan doa dari masyarakat Indonesia, khususnya Bali, ajang ini akan menuai sukses.

“Kami berharap Indonesia dan INAPGOC bisa menyelenggarakan event Asian Para Games ini sebaik-baiknya. Saya kira nantinya dunia internasional akan melihat kita sebagai negara yang sudah mempunyai standar-standar yang sangat bagus berkaitan dengan ramah disabilitas,” ungkapnya.

Di sisi lain, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo memiliki keinginan besar agar Indonesia menjadi tuan rumah yang baik bagi penyelenggaraan Asian Para Games 2018. “DPR memberikan dukungan penuh kepada panitia dalam bentuk anggaran maupun dukungan lainnya. Kami berharap indonesia jadi tuan rumah yang baik, mencetak prestasi yang baik seperti Asian Games ataupun lebih baik dari Asian Para Games sebelumnya,” tegas dia.

Rangkaian pawai obor di Bali ini juga dimeriahkan oleh festival paralimpian dan budaya Bali. Selain itu, ada juga pertunjukan musik dari band lokal Bali dan band nasional Govinda. Setelah dari Denpasar, pawai obor Asian Para Games akan berlanjut ke kota Pontianak.***

Presiden Jokowi Harap Atlet Asian Para Games Capai Target 16 Emas

Presiden Joko Widodo berkunjung ke Pelatnas sejumlah cabang olahraga di Solo, Sabtu (15/9)–foto istimewa

Presiden Joko Widodo berkunjung ke Pelatnas sejumlah cabang olahraga di Solo, Sabtu (15/9). Di antara yang dikunjungi adalah Pelatnas tenis meja dan bulu tangkis di Hartono Trade Center, Solo Baru.

Dalam kesempatan itu Presiden sempat berbincang-bincang dengan para atlet dan pelatih dari dua cabang olahraga tersebut.  Jokowi yang didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo  juga menyempatkan diri bermain tenis meja  dengan atlet putra.

Presiden Joko Widodo bersama atlet pelatnas Asian Para Games 2018 di Solo,15/9–foto istimewa

“Saya ingin lihat persiapan para atlet sudah sejauh mana. Mereka ini sungguh luar biasa antusiasmenya,” ungkap Jokowi. Target bulutangkis adalah empat medali emas dan tenis meja dua medali.

Dalam kesempatan itu Presiden juga memastikan para atlet Asian Para Games akan mendapat bonus yang besarannya sama dengan bonus atlet Asian Games. Presiden berharap para atlet berlatih dengan keras agar target 16 emas dapat tercapai.

Sementara itu kabar dari Biro Komunikasi Kementerian PURR menyebutkan, Kementerian PUPR tengah fokus untuk menyediakan berbagai kelengkapan dan fasilitas di Wisma Atlet Kemayoran menjelang Asian Para Games yang akan dimulai sejak tanggal 6 hingga 13Oktober 2018.

Dari sepuluh tower yang telah terbangun, hanya lima tower yang akan digunakan, yakni tower 3 hingga tower 7 di Blok D10.

Untuk melayani kebutuhan para atlet Asian Para Games tersebut, Kementerian PUPR telah menyelesaikan renovasi 1.000 unit kamar dan menambah 6 unit lift difabel pada setiap tower untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan pergerakan selama tinggal di Wisma Atlet Kemayoran.

Mengenai status pemanfaatan lanjutan Wisma Atlet Kemayoran akan ditetapkan seusai penyelenggaraan event Asian Para Games 2018. Sebagai informasi, bangunan Wisma Atlet Kemayoran berada di atas tanah negara, dimana pengelola asetnya adalah Sekretariat Negara.***/eben

 

Menpora Minta Peralihan Aset INASGOC ke INAPGOC Dipercepat

Menpora-memimpin-rapat-pengalihan-pengelolaan-aset-dari-Inasgoc-ke-Inapgoc-foto-humas-kemenpora–foto humas Kemenpora

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meminta agar peralihan aset dari INASGOC kepada INAPGOC dipercepat mengingat Asian Para Games akan berlangsung tak lama lagi. Hal itu disampaikan Menpora dalam rapat pembahasan peralihan aset INASGOC kepada INAPGOC di ruang rapat Lt.10, Kemenpora.

Gelaran Asian Games dan Asian Para Games merupakan hajat negara yang anggarannya dari negara, dan sekaligus Kemenpora selaku pengguna anggaran di kedua event besar ini. “Sekarang ini, tinggal peralihan aset dari INASGOC kepada INAPGOC. Peralihan ini harus dilakukan secara cepat mengingat Asian Para Games ini tinggal sebentar lagi. Saya kira antara keduanya sudah memahami dimana letak koordinasinya. Kalau nanti ada revisi juknis harus segera dilaksanakan,” jelasnya sebagaimana dikutip dari rilis  Kemenpora.

Sementara Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari menyampaikan bahwa sudah melakukan koordinasi dengan semua kementerian/lembaga utamanya dengan INASGOC.Ia menyampaikan bahwa telah berusaha untuk bisa memaksimalkan sinkronisasi dari peralatan yang digunakan saat Asian Games.

“Hari ini kami memohon pada Menpora untuk melaksanakan sinkronisasi akhir dengan INASGOC sehingga beberapa peralatan yang digunakan di Asian Games bisa dilanjutkan di Asian Para Games,” ujarnya.

Sedangkan Sekjen INASGOC Eris Herryanto mengatakan bahwa arahan Ketua INASGOC untuk meminta membantu INAPGOC. “Kami dari INASGOC akan membantu terkait penyelenggaraan Asian Para Games. Pada waktu pembukaan Asian Games saya bertemu dengan Okto, dan saya mohon untuk diberikan list barang yang akan digunakan di Asian Para Games dan sudah kami rapatkan antara INASGOC, INAPGOC, dan instansi terkait.

“Hasil dari rapat yang lalu bisa kami laporkan saat ini, ada tiga permintaan dari INAPGOC akan mengunkan peralatan untuk opening ceremony, menggunakan tenda dining hall serta kitchen dan pengunaan barang milik negara. Namun setelah cek ada 20 item yang terikat dengan kontrak. Namun ita akan segera menyelesaikan dengan vendornya secepat mungkin,” jelasnya.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Sesmenpora Gatot S Dewa Broto, Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari, Sekjen INASGOC Eris Herryanto, Direktur Advokasi dan Penyelesaian Sanggah Wilayah I LKPP Yulianto Prihandoyo, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Mulyana dan Staf Khusus Kepemudaan Anggia Ermarini, serta beberapa pejabat lembaga terkait. ***eben

 

Menpora: Persiapan Asian Para Games 2018 Hampir 90%

foto: istimewa/asian para games

Rapat pleno koordinasi panitia Asian Para Games 2018 (INAPGOC) digelar di ruang sidang lantai 3 Kemenpora, Kamis (13/9) pagi. Dalam pertemuan yang berlangsung tiga jam tersebut, kesiapan teknis penyelenggaraan disebut sudah maksimal. Menpora Imam Nahrawi memimpin langsung rapat tersebut.

Tampak hadir ketua pelaksana INAPGOC Raja Sapta Oktohari, Chef de Mission (CdM) Asian Para Games Arminsyah, dan seluruh pemangku kepentingan Asian Para Games 2018.

Menurut Imam, dalam laporan yang dipaparkan di rapat pleno, persiapan sudah mencapai 90 persen. Bukan sekadar di kesiapan venue, tapi juga seluruh hal teknis yang berkaitan dengan games time.

“Sudah hampir 90 persen, baik venue, volunteer, sistem, dan yang lebih penting bagaimana temanteman turut mempublikasikan logo, semangat Asian Para Games, serta figur dan para atlet ke penjuru tanah air,” ungkap Imam seperti dikuti dari siaran pers INAPGOC.

Imam memastikan, Asian Para Games adalah langkah untuk menjaga harkat dan martabat bangsa yang betul-betul dipersiapkan dengan matang oleh INAPGOC. Tak hanya itu, kesiapan secara prestasi juga sudah diupayakan dengan maksimal oleh pimpinan kontingen Tim Merah Putih.

“Pak Okto dan CdM terus mengawal. Tentu sukses penyelenggaraan, prestasi akan kita berikan kepada Indonesia dan semuanya sudah dilaksanakan dengan baik,” lanjut Imam.

Sementara itu, Okto menyebut bahwa khusus untuk venue, sesuai rencana akan beres seluruhnya pada 25 September. Tapi, karena ada permintaan percepatan, pihak INAPGOC pun langsung bergerak cepat untuk menyelesaikan kesiapan venue lebih awal dari yang direncanakan.

“Kalau dalam perencanaan kami tanggal 25, tapi hari ini ada permintaan beberapa venue mungkin kita akan lakukan percepatan dan bisa selesai sebelum 25 September. Perencanaan sudah kita mulai dari enam bulan lalu, ini membutuhkan support dari semua pihak agar waktu ini kita bisa jaga dengan baik,” tegas pria yang juga Ketua PB ISSI (Ikatan Sport Sepeda Indonesia) tersebut.

Di sisi lain, CdM Arminsyah memastikan kesiapan atlet untuk meraih prestasi sejalan dengan kesiapan INAPGOC menyukseskan pelaksanaan Asian Para Games. “Atlet sudah delapan bulan berlatih di Solo dan sudah dua cabor yang ke Jakarta, lawn ball dan menembak, selebihnya masih di Solo sambil menunggu kesiapan venue dan juga kesiapan wisma. Kami tegaskan, setiap cabor siap untuk meaih prestasi tinggi,” tandasnya.

Teddy Sheringham Ikuti Lomba Lari RedsRun 2018 di Jakarta

Teddy Sheringham -istimewa

Teddy Sheringham, legenda klub sepak bola Liga Inggris Manchester United, turut meramaikan kompetisi berlari bertajuk “RedsRun 2018” yang digelar di Jakarta, Minggu, 11 November 2018. Dalam turnamen itu, Sheringham akan ikut berlari di kategori lima kilometer.

“Kami mendatangkan Teddy Sheringham karena dia memiliki nama besar di dunia sepak bola”, kata Sales & Marketing Director RCTI Tantan Sumartana dalam peluncuran RedsRun di Jakarta, Jumat. Nama besar Teddy Sheringham di kancah sepakbola diharapkan menjadi magnet bagi para peserta RCTI Redsrun 2018 untuk dapat berlari bersama sang legenda.

Kehadiran Teddy Sheringham, yang membela Manchester United di periode 1997-2001 dan bermain di 104 pertandingan, menjadi daya tarik tersendiri di RedsRun.

Selain Teddy Sheringham, pihak penyelenggara juga memastikan pesepak bola Indonesia yang bermain di tingkat kedua Liga Thailand PTT Rayong, Ryuji Utomo, turut terlibat dalam acara tersebut. Selain mereka berdua, mantan pesepak bola profesional yang pernah memperkuat timnas U-23 Indonesia, Syamsir Alam juga akan ambil bagian.

Tantan Sumartana menyebut, pihaknya menargetkan para peserta RedsRun di 2018 meningkat dari tahun lalu yang mencapai 3.500 orang.”Kami optimistis turnamen ini lebih sukses dari tahun sebelumnya, apalagi Manchester United memiliki basis suporter yang sangat besar di Indonesia, khususnya di Jakarta,” kata Tantan.

Adapun RedsRun yang dimulai dan berakhir di kawasan Plaza Timur, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, mempertandingkan tiga kategori yaitu kategori tiga kilometer (3K), lima kilometer (5K), 10 kilometer (10K) serta tiga kilometer untuk keluarga. Pada penutupan, pengunjung akan dihibur band Naif. (pik)

“The Dream Team” di Lembah Depok

Sensei Prof Hermawan “Kikiek” Sulistyo sedang melatih karateka dojo The Dream Team, Griya Lembah Asri, Depok. Foto: Taofik Hidayat

“KARATE sudah seperti agama kedua bagi saya,” cetus Prof Hermawan “Kikiek” Sulistyo, di kediaman Griya Lembah Asri, Depok, kemarin (8/9). Hari itu, Kikiek mengenakan “dogi” (baju karate). Sementara, tak jauh dari rumahnya, tergelar matras dengan backdrop “The Dream Team”.

Hari itu, Prof Kikiek tengah punya hajat sederhana…. selamatan atas berdirinya dojo karate-do “The Dream Team”. Sebenarnya bukan berita aneh, apalagi kalau melihat sepak terjang Kikiek di dunia karate yang sudah puluhan tahun. Bahkan dua kali menjabat Sekjen INKAI (Institut Karate-Do Indonesia).

INKAI adalah seni beladiri yang berasal dari negeri sakura Jepang. INKAI didirikan atau dipelopori oleh salah satu guru besar Karate Indonesia, Sabeth Muchsin pada tanggal 15 April 1971.

Prof Hermawan “Kikiek” Sulistyo berrsama empat karateka binaannya, serta tamu kehormatan dari China Taipei. Foto: Taofik H

Di luar aktivitas yang begitu padat –dan beragam– Prof Kikiek tidak pernah meninggalkan karate, dan INKAI tentunya. Dengan mendirikan dojo di Griya Lembah Asri Depok, menegaskan komitmen yang tinggi terhadap kelangsungan pembinaan atlet karate di Indonesia.

“Saya sampai lupa, sudah berapa banyak anak asuh saya di karate. Termasuk peraih medali emas Asian Games kemarin. Saat ini The Dream Team setidaknya sudah punya modal empat karateka junior yang berpeluang jadi atlet berprestasi,” ujar Kikiek.

Alya dengan banyak medali yang telah diraihnya. Foto: Taofik H

Merekalah: Alyanti Novita, Dayinta Sovia Nabila, Anggun Dyah, dan Putra, empat mutiara yang tengah dipoles dengan tekun oleh Prof Kikiek. Jika mereka adalah kohei dan senpei, adik dan kakak seperguruan, maka Prof Kikiek-lah yang menjadi sensei (guru), sekaligus “ayah” bagi mereka. Di luar matras, mereka tak segan bermanja-manja dengan sang “ayah”, lengkap dengan panggilan “Dad” (daddy).

Di bawah asuhan Sensesi Kikiek, prestasi demi prestasi mereka torehkan. Alya maupun Sovia, berulang kali menyabet juara pertama kejuaraan karate tingkat nasional. Demikian pula Anggun. Sedangkan Putra, adalah kohei alias adik seperguruan yang memang masih dalam gemblengan. “Tapi bakat dan minatnya luar biasa. Putra juga akan berprestasi seperti kakak-kakaknya,” ujar Kikiek mantap.

Alya dan Sovia. Foto: Taofik

Tak lupa, terhadap bibit-bibit karateka tadi, Kikiek selalu berpesan untuk senantiasa mengingat motto “Kekuatan dipergunakan sebagai pilihan terakhir, dimana kemanusiaan dan keadilan tidak dapat mengatasi. Tetapi apabila kepalan dipergunakan dengan bebas tanpa pertimbangan, maka yang melakukan akan kehilangan harga diri dihadapan orang lain” (Gichin Funakoshi).

“Memutuskan siapa yang menang dan siapa yang kalah bukanlah tujuan akhir dari karate-do. Karate-do adalah seni perkasa untuk membina kepribadian melalui latihan, sehingga karateka dapat mengatasi setiap tantangan nyata maupun tidak nyata,” ujar Kikiek mengutip filosofi karate-do.

OSH !!! ***

Stadion Termegah Kedua Ada di Papua

MENYAMBUT Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020, Pemerintah Provinsi Papua didukung pemerintah pusat, mebangun stadion termegah kedua setelah Gelora Bung Karno (GBK) di tanah Papua. Stadion yang diberi nama “Stadion Papua Bangkit” ini ditargetkan selesai akhir 2018.

Pembangunan stadion yang berada di lahan seluas 13,7 Ha ini dikerjakan oleh Lestarindo Soccerfield. Sebuah perusahaan yang ahli dan bergerak di bidang perencanaan dan pembangunan lapangan sepak bola. Total anggaran biaya membangun stadion megah ini sebesar Rp 1,3 triliun.

Rumputnya menggunakan jenis rumput berkualitas tinggi, Zoysia Matrella. Rumput itu merupakan jenis rumput standar FIFA bagi stadion mana pun yang bertaraf internasional.

Kemegahan lain dari stadion ini adalah ornamen sisi luar yang menggunakan teknologi lase cutting. Teknologi yang sama dengan Stadion King Abdullah Sports City di Jeddah.

Progres hingga Juli 2018 sudah terbangun atap penonton di tribun bagian utara. Diharapkan akhir tahun 2018 bisa selesai sesuai rencana hingga menjadi kado yang indah di penghujung tahun buat rakyat Papua. (sergius mitakda/berbagai sumber)

Atlet Peraih Medali Bebas Pilih Mau Jadi PNS, TNI atau Polri

PARA atlet peraih medali dalam gelaran multi event Asian Games, selain mendapat bonus uang tunai, mereka juga diangkat sebagai  aparatur sipil negara (ASN) alis PNS.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin mengatakan, para atlet berprestasi itu bebas memilih kementerian atau lembaga manapun.

“Semua catatannya sudah ada dan pasti mereka yang mendapat medali statusnya pegawai negeri,” kata Syafruddin, seperti dikutip  Antara, Minggu (2/9/2018).

Mantan Waka Polri itu menjelaskan, pemberian status PNS itu adalah  bukti penghargaan dan dukungan pemerintah terhadap atlet yang telah berjuang mengharumkan Tanah Air di Asian Games 2018. Untuk itu, dia  telah memerintahkan jajarannya agar berkoordinasi dengan manajer cabang olahraga yang meraih medali.

Menurutnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian juag berpesan, bahwa mereka akan memberikan kemudahan bagi atlet berprestasi yang ingin berkarir di TNI dan Polri.

“Masuk ASN, masuk TNI, masuk Polri, bebas bagi atlet untuk memilihnya, tanpa tes. Silakan yang ingin menjadi Polri dan TNI, langsung diterima,” ucapnya.

Pemerintah juga menjanjikan rumah buat para atlet berprestasi. Syafruddin menyebut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah mempersiapkan hal itu.

Presiden Joko Widodo pun telah menyerahkan  bonus uang tunai berupa tabungan kepada atlet yang meraih medali di Asian Games 2018. Para atlet tunggal peraih medali emas mengantongi Rp1,5 miliar,  pasangan ganda masing-masing  Rp1 miliar per orang, dan  Rp750 juta per orang untuk kategori beregu.

Atlet kategori tunggal peraih medali perak diganjar Rp500 juta, kategori ganda Rp400 juta per orang, dan kategori beregu Rp300 juta per orang. Sedangkan peraih medali perunggu kategori tunggal mengantongi Rp250 juta, kategori ganda Rp200 juta, dan kategori beregu Rp150 juta.

Bagi pelatih yang anak didiknya meraih medali emas mendapatkan Rp450 juta, medali perak Rp150, dan medali perunggu Rp75 juta. Asisten pelatih perorangan atau ganda mendapatkan Rp300 juta untuk emas, Rp100 juta untuk perak, dan Rp50 juta untuk perunggu. Sedangkan untuk atlet yang tidak meraih medali mendapatkan dana Rp 20 juta.***

Ini Kata Orang Terkaya Indonesia Bambang Hartono Setelah Terima Bonus Rp150 Juta

Bambang Hartono, orang terkaya Indonesia peraih medali perunggu Asian Games 2018, bersama Menpora Imam Nahrawi–foto istimewa

Di antara atlet penerima bonus Asian Games di Istana Negara, ada sosok Bambang Hartono, salah satu orang terkaya Indonesia yang dalam Asian Games 2018 ini tarung di cabang bridge. Bambang meraih medali perunggu dan berhak atas bonus Rp150 juta. Apa kata pengusaha kaya raya itu tentang bonus Asian Games?

“Luar biasa, apresiasi kepada pemerintah dan pemberiannya sangat bagus sekali karena langsung apresiasi (diberikan), juga tidak perlu atlet itu kembali lagi ke Jakarta, untuk terima hadiah lagi, jadi ini sangat efisien, bagus sekali,” kata Bambang di Istana Negara Jakarta, Minggu. Demikian dikutip dari laman asiangames2018.id.

Bambang Hartono menghadiri acara Silaturahim Presiden Republik Indonesia dengan para Atlet dan Pelatih Nasional Peraih Medali pada Asian Games XVIII Tahun 2018 sekaligus penyerahan bonus secara simbolis kepada para atlet dan pelatih yang meraih medali.

Michael Bambang Hartono adalah pemilik Djarum sekaligus salah satu orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes yang dirilis Maret 2018, total kekayaan Bambang Hartono mencapai 16,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp225 triliun

Bambang yang saat ini berusia 79 tahun merupakan atlet tertua yang mewakili Indonesia di Asian Games 2018 dan berhasil mendapatkan perunggu dalam cabang olahraga bridge secara beregu pada 27 Agustus 2018 lalu.

Atas capaian medali perunggu itu, Bambang pun berhak mendapatkan Rp150 juta dari pemerintah.

“Uang bonus diberikan untuk pembinaan bridge kelanjutannya, jadi dibalikin ke bridge lagi seluruhnya,” tambah Bambang yang datang ke istana dengan mengenakan jaket merah tim Indonesia dan medali perunggunya.

Ia pun mengaku sudah menerima bonus yang dikirimkan ke buku rekeningnya itu.

“Sudah terima ini loh,” kata Bambang sambil menunjukkan buku tabungan BRI yang diberikan kepadanya dari pemerintah.

Hal itu menjadi lucu karena Bambang bersama saudaranya Budi Hartono adalah salah satu pemilik saham di Bank BCA dan juga produsen rokok Djarum. Bambang sendiri diketahui memiliki 25 persen saham dari BCA.

“Iya nih, hahaha,” kata Bambang sambil tertawa saat ditanya mengapa bonus tersebut tidak masuk lewat bank BCA.***