Meriahnya Pawai Obor Asian Para Games di Medan

Meriahnya pawai obor Asian Para Games di Medan,Minggu (23/9/2018)–foto KemenKominfo

Pawai Obor Api Asian Para Games III yang digelat di kota Medan, Minggu, 23 September 2018 sukses. Pawai obor yang mengambil start di Kantor Walikota Medan dan finish di Lapangan Benteng Medan itu dihadari sekitar 10 ribu masyarakat.

Pawai obor yang menempuh jarak 3 km ini diikuti Menteri Pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpota) Gatot S Dewabroto, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Kapolda Brigjen Pol Mardiaz Kusin, Pangdam Bukit Barisan Mayjen M Sabrar Fadhilah, Walikota Medan, Tengku Dzulmi Eldin, dan Duta Disabilitas PBB, Sikdam Hasim Gayo.

Di pawai ini juga tampil Nurmala dan Bahder Johan Harahap sebagai pembawa obor.

foto-KemenKominfo

Nurmala adalah atlet atletik asal Sumut peraih medali emas Porcanas 1998, perak dan perunggu Porcanas 2004, emas dan perak Peparnas 2012, dan emas, perak, perunggu Peparnas Jawa Barat 2016. Dan, Bahader merupakan atlet tenis meja yang memperkuat kontingen Indonesia pada Asian Para Games. Dia merupakan peraih medali perunggu Porcanas 2008, perak Peparnas 2016, dan perak dan emas Kejurnas 2017.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada INAPGOC yang memilih kota Medan sebagai salah satu tempat perjalanan pawai obor. Suatu kehormatan bagi kami selaku masyarakat Sumatera Utara khususnya masyarakat kota Medan. Sermoga api ini bisa membakar semamgat 17 atlet Sumut yang bergabung di Kontingen Asian Para Games Indonesia bisa mengibarkan Merah Putih di ajang Asian Para Games Jakarta, 6-13 Oktober mendatang ” kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi kepada wartawan usai menjadi pembawa obor terakhir saat memasuki Lapangan Benteng Medan.

foto kominfo

Dalam sambutannya, Sesmenpora Gatot Dewabroto juga ikut membakar semangat atlet disabilitas asal Sumut yang memperkuat kontingen Indonesia.

“Dari Medan berjuang dan dari Medan meraih prestasi pada Asian Para Games, 2018” kata Gatot Dewabroto.

“Semoga melalui pawai obor api Asian Para Games 2018 ini bisa memperkokoh kesatuan dan persatuan bangsa,” timpal Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.

Rasa kebanggaan kota Medan mrnkadi trmpat perjalanan Pawai Api Obor Asian Para Games 2018 juga dilontarkan Wakil Ketua NPC Sumut, Erwin Yusuf Nasution. “NPC Sumut sangat berterima kasih atas perhatian pemerintah terhadap kaum disabilitas. Dan, kami juga merasa bangga kota Medan dipilih INAPGOC sebagai tempat perjalanan pawai obor Api Asian Para Games 2018. Ini merupakan sejarah olahraga yang belum tentu bisa terulang 50 tahun ke depan,” katanya.

Ucapan terima kasig juga dilontarkan Dzulmi Eldin. Bahkan, dia menyebut rencana Pemko Sumut akan menjadikan kota Medan sebagai kota ramah bagi kaum disabilitas. “Kita sudah ada rencana akan mengosongkan trotoar di kota Medan sebagai akses bagi pejalan kaki dan kaum disabilitas agar bisa lebih aman dan nyaman,” katanya.

Sementara itu, Sekjen INAPGOC dr Bayu Rahadian mengatakan, Asian Para Games yang digelar di Jakarta, 6-13 Oktobet nanti bukan hanya sekadar mengejar prestasi tetapi ada misi kemanusian sehubungan tagline Asian Para Games 2018 yang mengusung Gelorakan Semangat Peduli Disabilitas. “Kita bukan hanya mengejar prestasi saja tetapi lewat Asian Para Games, INAPGOC mengkampanyekan Indonesia sebagai negara yang ramah bagi kaum disabilitas,” katanya.***/ebn

INAPGOC Resmi Luncurkan Lagu ‘Sang Juara’

Naura-Zizi dan Menpora Imam Nahrawi–foto humas INAPGOC

Setelah lagu Song of Victory, Panitia Pelaksana Indonesia Asian Para Games Organizing Committee, INAPGOC, meluncurkan official theme song lain berjudul Sang Juara. Lagu ini dinyanyikan oleh penyanyi cilik  Adyla Rafa Naura Ayu (Naura) dan Allafta Hidzi Sodiq (Zizi). Sebagai penyanyi, Naura memang mewarisi  darah musisi dari ibunya yang tak lain adalah Nola dari grup Be3.

“Sebetulnya judul  lagunya kan Juara yang memang lagu aku untuk di film. Terus liriknya kita bikin versi duanya untuk Asian Para Games. Judulnya jadi Sang Juara liriknya diganti dan jadi duet sama Zizi,” kata Naura menjelaskan.

Lagu ini dinyanyikan bersama dengan Zizi. Penyanyi bersuara merdu yang juga piawai bermain piano tersebut terlahir buta total sejak lahir.

Zizi pernah berucap pada mamanya, “Meski tidak bisa berolahraga, aku bisa menyumbangkan suaraku kan ma?” Dari semangat Zizi inilah yang menginspirasi lagu Sang Juara. Asian Para Games memiliki enam lagu resmi dengan tema berbeda, namun pesan yang sama.

“Lagu theme song Asian Para Games 2018 kita punya banyak genre. Harapan kita bisa menyentuh masyarakat di semua segmen. Selain Song of Victory, ada Dream High. Intinya di semua lagu kita melibatkan disabilitas,” ungkap Direktur Marketing INAPGOC Mirsya Budiarsi.

Sebelumnya pada hari Senin (17/9), Menpora Imam Nahrawi menerima Naura dan Zizi di ruang kerjanya di Kementerian Pemuda dan Olahraga.  Dalam kesempatan itu Imam menyatakan kekaguman kepada kedua penyanyi cilik tersebut.

“Naura, Zizi sama-sama bagus keren banget hasilnya, ini baru liriknya aja sudah banget jangan lama-lama, ya, launching-nya biar bisa segera dihafal masyarakat,” kata Imam.

Lagu Sang Juara akan ditampilkan untuk pertama kalinya dalam Parade Momo di Monas Jakarta hari Minggu (23/9) besok.***/ebn

Ketua INAPGOC: Tantangan Terbesar INAPGOC adalah Waktu

Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari –foto humas INAPGOC

Dua pekan menuju perhelatan Asian Para Games III/2018, komunikasi intens dilakukan Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC) dengan para pemangku kepentingan. Hal ini tidak lain untuk memastikan kesuksesan penyelenggaraan pesta olahraga atlet disabilitas se-Asia.

Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari selepas rapat koordinasi teknis dengan Kantor Staf Kepresidenan dan  kementerian/lembaga di Jakarta, Jumat (21/9/2018), mengatakan jika tantangan terbesar pihaknya dalam melaksanakan perhelatan akbar  ini adalah waktu. Meski demikian pria yang akrab disapa Okto itu menuturkan hal tersebut bukanlah halangan, melainkan menjadi motivasi untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.

“Pada prinsipnya dalam rapat kali ini INAPGOC melaporkan progress report dari apa yang sudah, sedang dan akan kita laksanakan hingga hari ini dan ke depannya menuju games time. Sesuai target awal, untuk venues tanggal 25 September Insha Allah semuanya akan selesai,” ungkap Okto.

“Tantangan terbesar INAPGOC adalah waktu. Ruang pekerjaan kita efektifnya hanya satu bulan, dimana dalam kurun waktu tersebut terdapat rangkaian kegiatan seperti torch relay, parade Momo, persiapan venue serta persiapan-persiapan lainnya yang kita laksanakan secara simultan dari 4 September hingga menjelang pembukaan,” tambahnya.

Ini semua terkait kegiatan Asian Para Games yang baru bisa dilaksanakan setelah Asian Games resmi ditutup 2 September lalu. Mengenai dukungan terhadap pelaksanaan Asian Para Games, Okto mengatakan bahwa dukungan yang paling maksimal adalah dukungan lintas komunikasi. “Seringkali yang jadi masalah adalah terjadinya bottle neck terhadap informasi dan ego sektoral, sehingga membatasi ruang gerak dari masing-masing institusi. Tapi alhamdulillah dengan banyaknya forum komunikasi seperti ini lebih memudahkan kita untuk berkomunikasi serta mendistribusikan informasi kepada baik itu kementerian/lembaga maupun instansi terkait,” terangnya.

“Akan tetapi yang paling awal pasca pertemuan ini saya kira adalah instansi yang terlibat dalam pertemuan hari ini, besok sudah memulai turut mensosialisasikan atau memasang spanduk Asian Para Games di kantornya masing-masing, agar gaung event ini lebih cepat dan lebih terasa di tengah masyarakat,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Okto juga menegaskan jika INAPGOC tidak sedang berkompetisi dengan INASGOC, namun berkompetisi untuk menjadi yang terbaik dengan dua penyelenggara Asian Para Games sebelumnya yakni Guangzhou (China) dan Incheon (Korea Selatan).

“Kami dari INAPGOC tidak sedang berkompetisi dengan penyelenggara Asian Games kemarin, namun kami berkompetisi dengan para penyelenggara Asian Para Games sebelumnya, namun kami memanfaatkan momentum euforia dari INASGOC, sehingga kami jadi lebih mudah untuk masuk ke masyarakat,” tegasnya.

HINDARI ‘NJELIMET’ BIKIN KONTRAK BARU

Sedangkan tentang arahan Presiden RI Joko Widodo sebelumnya dimana penyandang disabilitas yang menonton pertandingan untuk digratiskan, Okto menuturkan jika pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak Kementerian Sosial. “Kondisi tersebut sudah direspon positif oleh pihak Kementerian Sosial, sehingga kuota tersebut akan diberikan dan diatur oleh Kementerian Sosial sesuai dengan mekanisme yang mereka miliki,” tuturnya.

Sementara itu mengenai proses transisi dari Asian Games ke Asian Para Games, Okto menuturkan lantaran situasi administrasi, pihaknya memutuskan untuk memberhentikan kontrak dan membuat kontrak baru yang merupakan hasil kesepakatan baru bersama.

Hal senada diungkapkan Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto. Dirinya mengatakan berdasarkan pertemuan Jumat pekan lalu yang dipimpin Menpora Imam Nahrawi, yang juga dihadiri oleh Ketua INASGOC Erick Thohir, terdapat beberapa poin yang disepakati untuk cut off.

Cut off itu bukan berarti tidak adanya efisiensi, karena kalau INAPGOC sembarangan melanjutkan meski itu tujuannya baik namun ternyata itu melanggar peraturan atau kontrak maka diakhirnya nanti akan “rame”, sehingga itu tidak efisien,” ucap Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto.

Terkait yang sifatnya transisi, Gatot mengatakan hanyalah barang-barang milik negara yang dibiayai oleh APBN, sehingga bisa digunakan oleh pihak INAPGOC. Dirinya juga menuturkan pemutusan kontrak itu antara lain seperti persiapan pembukaan maupun penutupan dan di beberapa overlay yang ada.

“Jadi, idealnya tinggal melanjutkan, namun karena mereka juga terikat dengan kepentingan pihak ketiga dan sebagainya sehingga urusannya agak njelimet serta masalah waktu, lebih baik diputus kontrak sesuai kesepakatan bersama,” ungkapnya.***/ebn

CEO APC : Indonesia Sangat Luar Biasa!!!

Tarek Souei, Chief Executive Officer Asian Paralympic Committee (APC)—foto humas INAPGOC

Indonesia sangat luar biasa. Hal tersebut diungkapkan Tarek Souei selaku Chief Executive Officer Asian Paralympic Committee (APC) saat meninjau kesiapan Indonesia untuk ajang Asian Para Games III/2018 di Jakarta, Jumat (21/9/2018).

Pria berpaspor Uni Emirates Arab itu mengaku bahwa saat di Indonesia seperti di rumahnya sendiri dan lebih luar biasanya lagi komitmen Indonesia sebagai tuan rumah Asian Para Games III/2018 secara utuh, tidak hanya dari volunteer, melainkan juga dukungan dari pemerintah. “Saya sangat takjub melihat Presiden RI Bapak Joko Widodo dan Wakil Presiden Bapak Jusuf Kalla sampai membuat video mengkampanyekan perhelatan Asian Para Games ini. Semuanya bekerja sama untuk sebuah kesuksesan pesta olahraga bagi atlet disabilitas ini,” ungkapnya.

Untuk itu, Tarek berharap kesuksesan Asian Para Games akan menyamai kesuksesan perhelatan Asian Games sebelumnya, baik penyelenggaraan maupun prestasi bagi Indonesia. “Kami berharap kesuksesan yang sama seperti Asian Games karena komitmen Indonesia yang luar biasa baik dari panitia maupun pemerintah ditambah antusiasmenya ikut biding untuk Olimpiade,” tambahnya.

Dikatakan Tarek juga bahwa Asian Paralympic Committee bersama INAPGOC telah memulai countdown dari jauh-jauh hari dan sudah memastikan dalam dua pekan ke depan puluhan negara di Asia akan datang berkompetisi dalam ajang Asia Para Games III/2018 ini.

“Terima kasih untuk Indonesia di mana event ini sangat penting dan berarti, karena bagaimanapun juga kita belajar kepada saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan, dimana mereka menjadi inspirasi kita semua. Di saat memiliki keterbatasan, namun mampu menembus batas keterbatasannya,” pungkas Tarek Souei.***/ebn

Nonton Asian Para Games Yuksss!! Ada Bus Gratis Lho..

ilustrasi–foto bolasport com

Meskipun pembukaan Asian Para Games akan dilaksanakan pada 6 Oktober, namun rangkaian pelaksanaannya akan dimulai lebih awal, yakni 2 Oktober karena harus mengadakan proses klasifikasi para atlet. Proses ini akan berlangsung hingga 5 Oktober. Demikian dijelaskan Ketua Umum INAPGOC Raja Sapta Oktohari dalam jumpa pers, Kamis (20/9) di GBK Senayan Jakarta.

Berkaitan dengan hal tersebut, wisma para atlet sudah dibuka secara resmi pada tanggal 1 Oktober 2018 dan siap menerima para tamu negara-negara se-Asia. Bahkan, ada satu negara yang akan tiba tanggal 29 September yaitu Bahrain. Wisma para atlet menyediakan 3.500 unit dengan pengaturan dua orang per kamar jika menggunakan kursi roda dan tiga orang per kamar untuk atlet dan ofisial tanpa kursi roda.

Persiapan venue juga sudah memasuki tahap akhir. INAPGOC menyiapkan 19 venue untuk 18 cabang olahraga karena paracycling menggunakan dua venue. Dari seluruh venue yang digunakan, delapan di antaranya di kawasan GBK. Secara keseluruhan venue sudah siap digunakan tetapi perlu penambahan fasilitas terutama untuk pengguna wheelchair.  antara lain ramp, toilet portable, panggung penonton wheelchair.

Persiapan sampai saat ini masih dalam proses pabrikasi karena semuanya nanti bersifat  temporer dan setting tidak membutuhkan waktu yang lama. Progress sampai tanggal 17 September mencapai 95% dan direncanakan akan selesai pada tanggal 25 September 2018.

Hal yang juga menentukan sukses pelaksanaan adalah transportasi. INAPGOC menurunkan total kendaraan sekitar 1.100 unit untuk atlet, ofisial dan penonton. Seluruh kendaraan merupakan dukungan dari Kementerian Perhubungan, Trans Jakarta, dan Dinas Perhubungan DKI.

Di kawasan GBK, para pengunjung dapat memanfaatkan shuttle bus yang berhenti di 8 halte yang ada di setiap venue di dalam GBK. Bus gratis ini beroperasi jam 07.00-21.00. Selain itu INAPGOC bekerja sama dengan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) DKI menyediakan 35  unit motor roda tiga untuk mengantarkan pengunjung disabilitas yang berkursi roda dari venue ke venue di dalam area GBK.

Asian Para Games 2018 akan diliput oleh 1.000 jurnalis. Fasilitas bagi para pewarta disediakan secara terpusat di Main Press Center (MPC) yang akan dibangun di lantai dasar GBK Arena dengan dukungan penuh dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Di MPC tersedia working station yang terdiri 50 unit PC dan 100 set LAN dengan koneksi internet 1 Gbps. Tentu tidak lupa kami siapkan difable working area. Kominfo berkomitmen untuk mendukung penuh Asian Para Games 2018 dengan memastikan layanan yang akan memudahkan kerja wartawan”, ujar Plt Sekretaris Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Sumiati.

Fasilitas lain di Main Press Center yang akan resmi beroperasi mulai 4 Oktober mendatang adalah ruang konferensi pers, interview corner, games result and schedule, dining hall dan layanan hospitality berupa kursi pijat dan massage service.

EMPAT KESUKSESAN YANG DIHARAPKAN

Dari sisi pemerintah, Asian Para Games 2018 juga diharapkan bisa mencapai sukses prestasi. Sebagaimana halnya dengan penyelenggaraan Asian Games yang belum lama usai,  pada Asian Para Games pun pemerintah sangat berharap agar diperoleh 4 sukses: sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi dan sukses legacy.

“Terkait sukses prestasi, pemerintah sudah menyiapkan kontingennya secara kompehensif, khususnya melalui pemusatan latihan di NPC (National Paralympic Comnitte) Indonesia yang berpusat di Solo. Baik Presiden Joko Widodo maupun Menpora Imam Nahrawi telah melakukan peninjauan untuk mengetahui kesiapan para atlet yang CdM nya dijabat oleh Wakil Jaksa Agung Arminsyah, dengan tujuan agar semangat dan motivasi bertanding para atlet lebih tinggi lagi”, ungkap Sesmenpora Gatot S. Dewabroto. ***/ebn

Penyanyi-penyanyi Papan Atas Siap Meriahkan Pembukaan Asian Para Games2018

Ketua Umum INAPGOC Raja Sapta Oktohari–foto humas INAPGOC

Asian Para Games 2018 tinggal 15 hari lagi. Seluruh persiapan pesta olahraga disabilitas se-Asia ini semakin dimatangkan oleh Panitia Pelaksana Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC) yang sedari awal menargetkan tiga sukses, yakni sukses pelaksanaan, sukses administrasi, dan sukses legacy.

Upacara pembukaan Asian Para Games akan dilakukan hari Sabtu, 6 Oktober 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno jam 7 hingga 9 malam. Konsep acara mengambil pesan dan nilai keberagaman bangsa Indonesia yang menjadi satu kesatuan.

Lagu-lagu resmi Asian Para Games III akan dibawakan dalam upacara pembukaan, yaitu Song of Victory (Putri Ariani, Armand Maulana, Once, Vidi Aldiano, Maudy Ayunda, Regina Poetiray, Zara, Lesty Dangdut Academy),  Dream High (Sheryl Sheinafia & Claudia Fritska), Juara (Naura & Zizi),Manusia Kuat (Tulus, Andien, Tompi).

Secara keseluruhan, kata Ketua Umum INAPGOC Raja Sapta Oktohari, dalam pertunjukan berdurasi dua jam ini juga akan menampilkan para  penyandang disabilitas sebagai bagian penting dalam upacara pembukaan.

Tiket upacara pembukaan terbagi dalam empat kelas : platinum Rp 2,5 juta, gold Rp 1,5 juta, silver Rp 750 ribu, dan bronze Rp 500 ribu. Pembelian dapat dilakukan mulai tanggal 20 September 2018 jam 18.00 WIB secara online melalui asianparagames2018.loket.com.

Terkait dengan konsep opening ceremony, kami akan menghadirkan semua  talent dan pelaku-pelaku dari opening ceremony. Akan ada Jay Subiakto, Andi Rianto, Citra Subiakto, Tulus, Armand Maulana dan masih banyak lagi.

“Kami juga akan menampilkan artis-artis yang memiliki kemampuan dan penampilan luar biasa yaitu saudara kami yang menyandang disabilitas karena bagaimana pun tokoh utama dalam acara ini adalah mereka. INAPGOC juga bekerja sama dengan Kementerian Sosial untuk menyediakan tiket upacara pembukaan bagi publik disabilitas,” jelas Oktohari.***/ebn

Mensos Resmikan Mobil Akses Atlet Asian Para Games

Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita resmikan mobil akses atlet Asian Para Games–foto Humas Kememsos

Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan enam mobil akses penyandang disabilitas yang akan digunakan para atlet Indonesia Asian Para Games 2018 pada 6–13 Oktober mendatang.

“Tujuannya untuk memenuhi hak atlet penyandang disabilitas dan memudahkan mobilitas para atlet sehingga dapat berlaga dengan tenang, fokus dan nyaman selama penyelenggaraan Indonesia Asian Para Games 2018,” tutur Mensos usai meresmikan mobil akses di halaman parkir Gedung Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu. Demikian dikutip dari rilis Humas Kemensos.

Mensos mengatakan penyediaan mobil akses untuk atlet ini merupakan amanat dari Undang-undang Disabilitas Nomor 8 Tahun 2018 pasal 15 ayat 1 yakni Hak Keolahragaan. Dalam pasal ini disebutkan bahwa penyandang disabilitas berhak melakukan kegiatan keolahragaan, mendapatkan penghargaan yang sama dalam kegiatan keolahragaan, memperoleh pelayanan dalam kegiatan keolahragaan, memperoleh sarana dan prasarana keolahragaan yang mudah diakses, memilih dan mengikuti jenis atau cabang olahraga, memperoleh pengarahan, dukungan, bimbingan, pembinaan, dan pengembangan dalam keolahragaan.

Selanjutnya, penyandang disabilitas juga memiliki hak untuk menjadi pelaku keolahragaan, mengembangkan industri keolahragaan, dan meningkatkan prestasi dan mengikuti kejuaraan di semua tingkatan.

“Mudah-mudahan dukungan alat transportasi berupa enam mobil akses penyandang disabilitas ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk melayani kebutuhan transportasi yang aman dan ramah penyandang disabilitas,” kata Menteri.

Mobil akses penyandang disabilitas memiliki fitur-fitur khusus bagi penyandang disabilitas, di antaranya wheelchair transfer, yang dapat menjadi alat aksesibilitas pendukung untuk masuk dan keluar dari mobil. Ada pula fitur kunci kursi roda agar tidak bergeser bila kendaraan berjalan.

Mobil akses penyandang disabilitas digunakan untuk atlet yang mobilitasnya sangat tergantung kursi roda dan tidak mampu berpindah tanpa kursi roda. Panitia Indonesia Asian Para Games 2018, INAPGOC mencatat sebanyak 1.300 atlet menggunakan kursi roda. Dari jumlah tersebut akan didata bagi yang mendapat priroitas menggunakan mobil akses. Sebanyak enam mobil akses ini akan melengkapi kendaraan sejenis yang juga disiapkan panitia Asian Para Games 2018.

“Mobil akan beroperasi 24 jam sehari mengantarkan atet dari wisma ke lokasi pertandingan dan sebaliknya. Ada pengemudi dan asisten pengemudi yang siap melayani. Mereka juga sudah mendapatkan pelatihan khusus agar dapat memberikan layanan yang baik dan ramah penyandang disabilitas,” tambah pria yang akrab disapa AGK ini.

Seperti diketahui Kementerian Sosial mengawal penuh upaya mendorong kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Para Games yang ramah disabilitas.

Hal ini sebagaimana diamanatkan dalam Keputusan Presiden RI Nomor 2 Tahun 2016 tentang Panitia Nasional Penyelenggaraan Asian Para Games 2018 dimana pada pasal 5 disebutkan bahwa Menteri Sosial merupakan anggota Panitia Pengarah dan merupakan Wakil Ketua I Panitia Penyelenggara Indonesia Asian Para Games 2018.

Bidang tugas Kementerian Sosial meliputi memberikan pelatihan kepada koordinator volunter Asian Para Games, memfasilitasi penyediaan transportasi yang memenuhi persyaratan aksesibilitas untuk peserta Asian Para Games.

Kemudian melakukan sosialisasi kepada penyandang disabilitas panti sosial, Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), monitoring dan evaluasi pada fasilitas yang digunakan selama penyelenggaraan Asian Para Games 2018, memfasilitasi penyandang disabilitas yang akan menyaksikan pertandingan, serta membantu mengkoordinasikan Games Legacy Asian Para Games 2018 untuk menjadikan Indonesia sebagai negara ramah disabilitas.

“Gairah dan animo masyarakat untuk menyukseskan Indonesia Asian Para Games 2018 dan dukungan terhadap atlet penyandang disabilitas menunjukkan kepada dunia bahwa para penyandang disabilitas diterima baik secara egaliter di tengah masyarakat,” tutur Mensos.***/ebn

 

Relawan Asing dari 10 Negara Bantu Sukseskan Asian Para Games 2018

GBK Senayan Jakarta saat pembukaan Asian Games 2018, Agustus lalu. Di GBK juga nanti pada 6 Oktober akan digelar pembukaan ASian Paran Games 2018–foto istimewa

Relawan asing ambil bagian dalam gelaran Asian Para Games (APG) 2018. Secara keseluruhan relawan dengan jumlah total 7.048  itu  mendapatkan pelatihan dasar sebelum APG 2018 dimulai 6-13 Oktober mendatang.

Wakil Direktur Legal, Human Resources dan Volunteer Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC) Rezza D Brammadita mengatakan ada 18 relawan luar negeri yang ikut ambil bagian di APG 2018. Relawan asing itu datang dari Afghanistan, Austria, Inggris Raya, Malaysia, Filipina, India, Jepang, Singapura, Korea Selatan dan Laos.

“Mereka (relawan asing) dijadwalkan pelatihan pada 20 September. Namun, ada sebagian yang minta keringanan ikut pelatihan khusus per divisi saja karena beberapa masih ada yang mengurus visa dan lainnya,” ungkap Rezza, Selasa (18/9). Demikian siaran pers dari INAPGOC yang diterima redaksi jayakartanews.

INAPGOC, lanjut Rezza, mencoba memberi keringanan kepada relawan asing. Pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan penyedia jasa pelatihan untuk memberikan pelatihan berbasis bahasa Inggris demi mempermudah relawan asing menimba ilmunya.

“Kalau kegiatan sport spesifik, relawan asing masih tingkat regional, tapi rata-rata mereka sering ikut sebagai volunteer di kegiatan lain, jadi tidak masalah,” imbuhnya.

Antusiasme para pendaftar untuk menjadi relawan Asian Para Games 2018 memang luar biasa. “Yang daftar menjadi relawan  hampir 18 ribu. Kami harus melakukan seleksi sampai sesuai jumlah kebutuhan,” ucap Wakil Sekjen INAPGOC Ferry Kono, Selasa (18/9).

Para relawan mengikuti pelatihan umum sebelum dilanjutkan ke latihan khusus sesuai penempatan divisi masing-masing. Materi yang diberikan meliputi cara berkomunikasi dengan penyandang disabilitas. kemampuan mengenal dan berinteraksi dengan orang lain, etika, kemampuan komunikasi, cara penyelesaian masalah, hingga kepemimpinan dan etika kerja.

“Kami bukan ketat soal seleksi relawan, tapi ada materi yang kami tambahkan kepada para relawan. Kami sadar, kami belum pernah kedatangan ribuan tamu berkebutuhan khusus, jadi kami harus mempersiapkannya dengan baik,” terang Ferry.

General training dilaksanakan di Universitas Nasional Jakarta Selatan pada 17, 18 dan 19 September. Untuk tanggal 20 September pelatihan akan dilaksanakan di Universitas Nasional dan London School of Public Relations Jakarta untuk relawan asing dan relawan disabilitas.***/ebn

Mensos: Penyelenggaraan Asian Para Games Wujud Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas

Keikutsertaan para penyandang disabilitas dalam event olahraga, seperti Asian Para Games 2018 merupakan bagian dari pemenuhan hak-hak mereka sesuai peraturan perundang-undangan. Penyandang disabilitas memiliki kesempatan sama di segala bidang kehidupan, termasuk di bidang olahraga.

“Penyandang disabilitas merupakan bagian yang tak terpisahkan dari anggota masyarakat lainnya. Mereka hidup tumbuh dan berkembang, mempunyai hak dan kewajiban yang sama sebagai warga Negara Indonesia,” kata Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, pada sambutan tertulisnya dalam acara Sosialisasi Indonesian Asian Para Games Tahun 2018  (INAPG 2018) di Kementerian Sosial RI, Jakarta, Rabu (19/09/2018). Demikian dikutip dari rilis Humas Kemensos.

Mensos menekankan, kini telah terjadi perubahan paradigma dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial dari amal kepada pemenuhan hak. Melalui penyelenggaraan kesejahteraan sosial diharapkan setiap penyandang disabilitas dapat turut serta berperan aktif sesuai kemampuannya.

“Untuk itu, perlu ada berbagai upaya nyata untuk meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas,” katanya. Di antaranya adalah dengan pemenuhan hak aksesibilitas dan hak untuk mendapatkan pelayanan kesejahteraan sosial di dalam lembaga, baik lembaga pemerintah, pemerintah daerah, ataupun masyarakat.

Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016  tentang Penyandang Disabilitas. Di dalamnya dikatakan bahwa perlindungan dan jaminan hak-hak yang bisa diakses oleh Penyandang Disabilitas di Indonesia.

Dalam aturan ini  pada pasal 5, ayat (1) huruf j dikatakan bahwa hak keolahragaan. Hal ini diperjelas bagian ke-11 pasal 15 ayat (1) penyandang disabilitas memiliki hak di antaranya; untuk melakukan keolahragaan, hak untuk meningkatkan prestasi dan mengikuti kejuaraan di semua tingkatan, hak untuk memperoleh pelayanan dalam kegiatan keolahragaan, serta beberapa hak keolahragaan yang lainnya.

Dengan demikian, penyelenggaraan INAPG 2018 merupakan pengejawantahan hak para penyandang disabilitas untuk berperan serta di bidang olahraga. INAPG 2018 dilaksanakan di Jakarta 6-13 Oktober 2018 yang dikuti sekitar 5.000 atlet dan ofisial dari 41 negara dengan 18 cabang olahraga dan 556 nomor pertandingan.

Sebelumnya,  Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Hartono Laras menyatakan kementerian  juga menggelar pembekalan dan pelatihan kepada para relawan yang akan mendampingi para atlet. “Kemensos sudah melaksanakan pelatihan kepada lebih 400-an orang koordinator (sukrelawan) pendamping penyandang disabilitas yang akan bertugas pada INAPG 2018,” kata Hartono.

Terkait hal ini,  Mensos menambahkan pelatihan mungkin juga diperlukan bagi awak media yang meliput acara.  “Ini agar media juga memahami bagaimana meliput saudara kita yang berkebutuhan khusus,”  kata Mensos.

Mensos menyatakan, dalam event INAPG 2018 ini kontingen Indonesia ditargetkan masuk peringkat tujuh.  “Memang ada kompetisi. Namun tuntutan kompetisinya tidak dengan Asian Games 2018 yang baru lalu.  Namun acuannya lebih kepada Asian Para Games Incheon di Korea Selatan yang berjalan sebelumnya,” kata Mensos. Dengan penyelenggaraan INAPG kali ini Mensos berharap Indonesia dikenal Sebagai bangsa yang ramah disabilitas.

Adapun dalam sambutan tertulisnya,  Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Edi Suharto menyatakan, Indonesia INAPG 2018 adalah ajang olahraga khusus atlet dengan disabilitas pertama tingkat Asia yang diselenggarakan di Indonesia.  “Kota Jakarta dipilih sebagai tuan rumah, untuk meneruskan warisan kejayaan dan kesuksesan penyelenggaraan Asian Games pertama di Indonesia pada 1962,” kata Edi.

Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerima tantangan untuk menyelenggarakan INAPG 2018 dengan semangat olahraga dapat menumbuhkan harapan baru. “Pemerintah berharap penyelenggaraan INAPG 2018 melebihi kesuksesan penyelenggaraan event olahraga terdahulu,” kata Edi.

Untuk ikut menyukseskan dan memeriahkan pelaksanaan INAPG 2018, Edi juga menyampaikan bahwa Kementerian Sosial sudah menyusun sejumlah langkah. Yakni melaunching Mobil Aksesibilitas sebanyak enam unit dan akan diusahakan ditambah menjadi 10 kendaraan, sosialisasi Asian Paragames kepada Organisasi Penyandang Disabilitas, LKS Penyandang Disabilitas dan balai/panti  di sekitar Jakarta, kementerian/lembaga, pemerintah daerah se-Jabodetabek, SLB se-Jabodetabek, blogger dan vlogger 400 orang.

Tak lupa juga persiapan pengerahan masa sekitar 2.000-3.000 orang perhari untuk menyaksikan pertandingan. Massa yang didukung 36 lembaga itu disebar ke venue-venue cabang olahraga yang tersedia.

Pelaksanaaan INAPG 2018 merupakan ajang olahraga empat tahunan yang diselenggarakan bagi atlit-atlit penyandang disabilitas. Konsep yang diusung tahun ini adalah Harmoni, yang mengambarkan keseimbangan dan keharmonisan pada lingkungan dimana kita tinggal, yang dibangun oleh beragam perbedaan di seluruh penjuru Asia yang direpresentasikan kepada dunia dengan “The Inspiring Spirit and Energy of Asia.” ***/ebn

 

Hari Ini Api Obor Asian Para Games Lalui Garis Khatulistiwa

Setelah sukses dan semarak di empat kota yaitu Solo, Ternate, Makassar dan Denpasar, hari ini Rabu 19 September 2018 Pawai Obor Asian Para Games III tahun 2018 akan menyambangi Pontianak, Kalimantan Barat yang kerap dikenal sebagai kota khatulistiwa.

Kota Pontianak terletak pada lintasan garis khatulistiwa dengan ketinggian berkisar antara 0,1 sampai 1,5 meter di atas permukaan laut. Peristiwa penting dan menakjubkan di sekitar Tugu Khatulistiwa adalah saat terjadinya titik kulminasi matahari, yakni fenomena alam ketika matahari tepat berada di garis ekuator.

Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada di atas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda di permukaan bumi. Pada peristiwa kulminasi tersebut, bayangan tugu akan “menghilang” beberapa detik saat diterpa sinar matahari. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lain di sekitar tugu.

Jika dikaitkan dengan hal tersebut, Pawai Obor Asian Para Games III tahun 2018 kali ini tak kalah istimewanya dari kota-kota sebelumnya yang membawa semangat peduli disabilitas dan kesetaraan di mana para atlet akan berkompetisi dan meraih prestasi.

Api obor Asian Para Games III diambil dari api abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada Rabu (5/9/2018) lalu dibawa ke Solo, Ternate, Makassar dan Denpasar, dan kini bersemayam di rumah jabatan Gubernur Kalimantan Barat, Selasa (18/9/2018).

Hari ini, api obor yang menginap itu akan dikeluarkan dan diserahkan kepada Ketua Umum Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC) Raja Sapta Oktohari dan diberikan kepada Gubernur Kalimantan Barat H Sutarmidji yang diiringi kesenian khas Kalimantan Barat.

Dari Gubernur H Sutarmidji, api obor akan diestafetkan kepada pembawa obor 1 yakni Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI Oesman Sapta Odang, kemudian diteruskan kepada Wakil Jaksa Agung RI sekaligus sebagai CdM (Chef de Mission) Indonesia dalam Asian Para Games 2018 Dr. Arminsyah., SH., M.Si, yang kemudian menuju ke pos 3 untuk menyerahkan pada pembawa obor 3 yakni Wahdina, peraih emas ASEAN Para Games 2005/09/11 dan 13 cabor renang. Setelaah itu obor dibawa berjalan menuju check point dan menaiki kendaraan pawai untuk diarak keliling kota sejauh 3,7 km.

Pawai kemudian dilanjutkan dengan berjalan sejauh 1,2 kilometer.  Wahdina akan memberikan api obor kepada Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI sekaligus sebagai Wakil Ketua IV INAPGOC Dr. Raden Isnanta M.Pd untuk diestafetkan kepada Kapolda Kalimantan Barat Brigjen Pol Didi Haryono.***