JAYAKARTA NEWS—
Rencana pemindahan Ibukota Negara secara resmi disampaikan Presiden Joko Widodo
dalam Pindato Kenegaraan dalam rangka HUT ke 74 Kemerdekaan RI dihadapan sidang
bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (16/8/2019). Dalam kesempatan itu Jokowi
menyampaikan permohonan izin untuk memindahkan ibu kota negara dari Jakarta.
“Dengan memohon ridho Allah SWT, dengan meminta izin dan
dukungan dari Bapak Ibu Anggota Dewan yang terhormat, para sesepuh dan tokoh
bangsa terutama dari seluruh rakyat Indonesia, dengan ini saya mohon izin untuk
memindahkan ibu kota negara kita ke Pulau Kalimantan,” kata Presiden Jokowi.
Pernyataan Presiden itu langsung disambut tepuk tangan
panjang dari para peserta sidang yang memenuhi Ruang Rapat Paripurna Gedung
Nusantara MPR/DPD/DPR RI, Jakarta, sebagian bahkan berdiri memberikan aplaus
panjang.
Presiden menegaskan, Ibu kota bukan hanya simbol identitas
bangsa, tetapi juga representasi kemajuan bangsa. “Ini demi terwujudnya
pemerataan dan keadilan ekonomi. Ini demi visi Indonesia Maju. Indonesia yang
hidup selama-lamanya,” tegasnya.
Sebelumnya dalam awal pidatonya, Presiden Jokowi yang dalam
kesempatan itu mengenakan busana suku Sasak di Nusa Tenggara Barat (NTB)
mengajak semua masyarakat untuk meneguhkan semangat para pendiri bangsa, bahwa
Indonesia itu bukan hanya Jakarta, bukan hanya Pulau Jawa. Tetapi, menurut
Presiden, Indonesia adalah seluruh pelosok tanah air, dari Sabang sampai
Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote.
“Karena itulah pembangunan yang kita lakukan harus terus
Indonesia sentris yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat di
seluruh pelosok Nusantara,” tutur Presiden. ***/setkab/ebn
Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke 74 Kemerdekaan RI, Jumat (16/8/2019)—foto humas
JAYAKARTA NEWS—
Agar bisa melakukan langkah-langkah untuk mencapai lompatan kemajuan, Presiden
Joko Widodo (Jokowi) menyadari bahwa strategi tersebut membutuhkan ekosistem
politik, membutuhkan ekosistem hukum, membutuhkan ekosistem sosial yang
kondusif.
“Kita harus terus melakukan debirokratisasi, penyederhanaan
kerja, penyederhanaan proses yang berorientasi pada pelayanan. Kita harus terus
mencegah korupsi tanpa mengganggu keberanian berinovasi. Kita harus
memanfaatkan teknologi yang membuat yang sulit menjadi mudah dan yang rumit
menjadi sederhana,” kata Presiden Jokowi pada Pidato Kenegaraan Dalam Rangka
HUT ke-74 Kemerdekaan RI Tahun 2019, di Gedung Nusantara MPR/DPD/DPR RI,
Jakarta, Jumat (16/8) siang.
Hadir dalam
kesempatan itu antara lain Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf
Kalla, Ibu Mufidah Kalla, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Wakil
Presiden ke-6 RI Try Sutrisno dan Wakil Presiden ke-11 Hamzah Haz, Ibu Shinta
Nurriyah Wahid, Wakil Presiden Terpilih masa bakti 2019-2024 Ma’ruf Amin,
Sandiaga Uno, para duta besar negara sahabat, dan para anggota Kabinet Kerja.
Untuk itu, lanjut Presiden, pemerintah, DPR, DPD, dan MPR
juga Pemda dan DPRD agar melakukan langkah-langkah baru. Ia menegaskan bahwa
tidak boleh lagi terjebak pada regulasi yang kaku, yang formalitas, yang ruwet,
yang rumit, yang basa-basi, yang justru menyibukkan dan meruwetkan masyarakat
dan pelaku-pelaku usaha.
“Kita tidak bisa membiarkan regulasi yang menjebak kita,
yang menakut-nakuti kita, yang justru menghambat inovasi. Ini harus dibongkar,
dibongkar sampai ke akar-akarnya. Regulasi yang tidak sesuai dengan
perkembangan zaman harus dihapus. Regulasi yang tumpang tindih, yang tidak
konsisten antara satu dan lainnya harus diselaraskan, harus disederhanakan,
harus dipangkas,” tegas Presiden.
Namun demikian, menurut Presiden Jokowi, semua pihak juga
harus tanggap terhadap tantangan baru yang belum diatur dalam peraturan
perundang-undangan. Ia menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi yang merusak
keadaban bangsa, yang membahayakan persatuan dan kesatuan, yang membahayakan
demokrasi, harus diatur secara terukur.
Ia mengingatkan, semua pihak harus siaga
menghadapi ancaman kejahatan siber, termasuk kejahatan penyalahgunaan data.
Karena data, menurut Presiden, adalah jenis kekayaan baru bangsa Indonesia yang
lebih berharga dari minyak.
Karena itu, Presiden menegaskan, kedaulatan data harus
diwujudkan. “Hak warga negara atas data pribadi harus dilindungi. Regulasinya
harus segera disiapkan, tidak boleh ada kompromi,” ucapnya.
Menurut Presiden, inti dari regulasi adalah melindungi
kepentingan rakyat, serta melindungi kepentingan bangsa dan negara. Regulasi,
menurut Presiden, harus mempermudah rakyat mencapai cita-citanya, harus
memberikan rasa aman, dan regulasi harus mempermudah semua orang untuk berbuat
baik, mendorong semua pihak untuk berinovasi menuju Indonesia sejahtera.
Oleh karena itu, Presiden menilai, ukuran kinerja para
pembuat peraturan perundang-undangan harus diubah. Bukan diukur dari seberapa
banyak, menurut Presiden, Undang-undang, PP, Permen atau pun Perda yang dibuat,
tetapi sejauh mana kepentingan rakyat, kepentingan negara, kepentingan bangsa
itu bisa dilindungi.
“Saya mengingatkan jajaran eksekutif agar efisien, agar
lebih efisien. Untuk apa studi banding jauh-jauh sampai ke luar negeri padahal
informasi yang kita butuhkan bisa diperoleh dari smart phone kita,” kata Presiden seraya menambahkan, mau ke
Amerika di sini komplet ada semuanya, mau ke Rusia juga ada semua, mau ke
Jerman juga ada semuanya.
Diukur Dari Potensi Yang
Diselamatkan
Demikian juga ukuran kinerja para penegak hukum dan HAM,
menurut Presiden Jokowi, juga harus diubah, termasuk kinerja pemberantasan
korupsi. Ia menyampaikan bahwa penegakan hukum yang keras harus didukung dan
penegakan HAM yang tegas harus diapresiasi.
Tetapi keberhasilan para penegak hukum, lanjut Presiden, bukan
hanya diukur dari berapa kasus yang diangkat dan bukan hanya berapa orang yang
dipenjarakan, namun harus juga diukur dari berapa potensi pelanggaran hukum dan
pelanggaran HAM bisa dicegah, berapa potensi kerugian negara yang bisa
diselamatkan.
Ini perlu kita garis bawahi. Oleh sebab itu, manajemen, tata
kelola, serta sistemlah yang harus kita bangun,” ujar Presiden Jokowi seraya
menekankan, bahwa manajemen, tata kelola, serta sistemlah yang harus dibangun.
Demikian pula ukuran kinerja aparat pengawasan dan birokrasi
pelaksana, Presiden menekankan, tata kelola pemerintahan yang baik bukan diukur
dari prosedur yang panjang dan prosedur yang ketat. Tetapi tata kelola
pemerintahan yang baik, sambung Presiden, tercermin dari prosedur yang cepat dan
sederhana, yang membuat ruang-ruang terobosan, dan mendorong lompatan-lompatan
kemajuan.
“Orientasi kerja pemerintahan, orientasi kerja birokrasi
pelaksana, orientasi kerja birokrasi pengawas haruslah orientasi pada hasil,
bukan prosedur. Sekali lagi, harus berorientasi pada hasil,” tegas Presiden.
Realisasi anggaran, lanjut Presiden, bukan diukur dari
seberapa banyak anggaran yang telah dibelanjakan, tetapi diukur dari seberapa
baik pelayanan kepada masyarakat, seberapa banyak kemudahan diberikan kepada masyarakat.
Kemudian ukuran akuntabilitas pemerintahan, menurut
Presiden, jangan dilihat dari seberapa banyak formulir yang harus diisi dan
dilaporkan tetapi seberapa baik produk yang telah dihasilkan. “Orientasi
mestinya harus ke sana. Anggaran negara harus sepenuhnya didedikasikan untuk
rakyat,” tutur Presiden Jokowi seraya menambahkan, pemanfaatan teknologi
terbaru telah terbuka peluang untuk mempermudah hal-hal yang dulu sulit, untuk
mempermurah hal-hal yang dulu-dulu mahal, dan mempercepat hal-hal yang dulu
lamban dan lama.
Presiden Jokowi juga menegaskan, penyederhanaan prosedur dan
pemanfaatan teknologi baru dalam bekerja harus pula disertai dengan
penyederhanaan organisasi. Organisasi yang tumpang tindih, menurut Presiden,
fungsinya harus digabung, dan pekerjaan administrasi yang bisa dilakukan oleh
komputer dan oleh kecerdasan buatan Artificial
Intelligence, harus mulai dilepas.
“Oleh karena itu, jumlah organisasi dan jumlah aparat yang
tidak efisien dan tidak relevan harus mulai dipangkas. Ini akan segera kita
mulai,” kata Presiden Jokowi seraya mengingatkan aparat negara, birokrat, TNI,
Polri, dan pejabat-pejabat BUMN, juga harus segera berubah.
“Kita tidak kompromi aparat yang mengingkari Pancasila. Kita
tidak kompromi aparat yang tidak melayani yang tidak turun ke bawah. Sebaliknya
kita kan cari, kita apresiasi aparat yang selalu menebarkan optimisme, yang
melakukan smart shortcut dan yang sepenuh hati melayani rakyat,” tegas
Presiden Jokowi.
Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ibu Mufidah Kalla, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno dan Wakil Presiden ke-11 Hamzah Haz, Ibu Shinta Nurriyah Wahid, Wakil Presiden Terpilih masa bakti 2019-2024 Ma’ruf Amin, Sandiaga Uno, para duta besar negara sahabat, dan para anggota Kabinet Kerja. ***/setkab/ebn
JAYAKARTA NEWS—
Rencananya pada periode ke-2, Presiden Joko Widodo akan membentuk dua
kementerian baru yakni ekonomi kreatif dan investasi. Menanggapi hal tersebut,
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan, PDI Perjuangan memberikan dukungan sepenuhnya
terhadap keputusan Presiden Jokoki untuk membentuk dua kementrian baru.
“Apa yang diputuskan Presiden Jokowi sejalan dengan hasil
keputusan Kongres V Partai, khususnya terkait dengan desain Dewan Pimpinan
Partai dan desain kabinet yang senafas, dimana Struktur Partai juga memasukkan
Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital, dan Ketua Bidang Industri dan
investasi. PDI Perjuangan juga memberikan landasan ideologis atas tugas
kementrian tsb, termasuk politik investasi guna memerkuat kedaulatan Indonesia
di bidang ekonomi,” ujar Hasto lewat rilisnya.
Menurutnya, ekonomi kreatif dan digital dengan pelaku
ekonomi sebagian besar diisi oleh kalangan usia muda produktif, mendapat
perhatian luas dari Partai. Hal ini berangkat dari realitas bagaimana PDI
Perjuangan menerima dukungan signifikan dari pemilih muda.
“PDI Perjuangan tercatat sebagai Partai dengan jumlah kepala
daerah dan anggota legislatif terbesar yang diisi anak muda. Dengan ruang
kepemimpinan muda yang lahir melalui proses rekrutmen dan pendidikan kader tsb,
maka Partai menyatakan kesiapannya untuk jemput bola atas kebijakan Pemerintah
yang pro terhadap kaum muda Indonesia untuk berkreasi,” jelasnya.
Guna memberikan dukungan terhadap kebijakan Presiden
tersebut, lanjutnya, PDI Perjuangan berpandangan pentingnya dibangun inbond
logistic melalui penguatan infrastruktur digital secara terintegrasi, penguatan
manajemen, pemasaran, dan kemampuan produksi dengan menerapkan teknologi proses
yang paling tepat yang berpijak pada daya inovasi para pemuda Indonesia.***/ebn
JAYAKARTA NEWS—Tenggat waktu penetapan Pemberhentian dengan
tidak hormat (PTDH) bagi PNS terlibat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)
berkekuatan hukum tetap (BHT) berakhir 30 April 2019. Sampai dengan batas waktu
tersebut terhitung 1.237 Surat Keputusan (SK) PTDH yang diterbitkan atau
sekitar 53% dari total 2.357 SK PTDH yang seharusnya diterbitkan Pejabat
Pembina Kepegawaian (PPK).
“Batas waktu itu sudah
disampaikan Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada tanggal 6 Maret 2019 kepada PPK
Kementerian/Lembaga/Daerah (K/L/D), sesuai Surat Edaran (SE) Menteri PANRB
Nomor B/50 /M.SM.00.00/2019 tanggal 28 Februari 2019 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Penjatuhan PTDH oleh PPK,” ujar Mohammad Ridwan, Kepala Biro Hubungan
Masyarakat (Humas) BKN, sebagaimana dikutip dari laman setkab go id.
Mengenai progresnya,
hingga 1 Agustus 2019 jumlah penyelesaian kasus PNS Tipikor BHT mencapai
persentase 88% atau sebanyak 1.906 PNS dari total 2.357 sudah ditetapkan SK
PTDH, dengan rincian sebagai berikut:
PNS
Tipikor BHT
DATA
BKN
SK
PTDH DITETAPKAN
Instansi Pusat
98
84
Instansi Daerah
2.259
1.822
Total
2.357
1.906
Ket: Data PTDH PNS Tipikor 1 Agustus 2019
oleh Kedeputian Bidang Pengawasan dan Pengendalian Kepegawaian
Angka penyelesaian PTDH PNS Tipikor BHT masih akan terus
bergerak sejalan dengan proses penuntasan yang masih berlangsung antara BKN
dengan K/L/D yang terdata memiliki PNS Tipikor BHT di instansinya. Dalam
pemberitaan BKN sebelumnya sudah disampaikan bahwa ada beberapa kendala yang
menyebabkan belum menyeluruhnya penuntasan penerbitan SK PTDH ini.
Salah satunya soal penelusuran proses mutasi, pensiun, dan
status meninggal dunia (MD) yang melibatkan PNS Tipikor BHT sebelum mekanisme
pemberhentian dilakukan oleh instansi asal, sebagian PNS Tipikor yang terlibat
belum sampai putusan BHT, serta terdapat sejumlah PPK instansi yang belum
melakukan proses PTDH.
Dari koordinasi yang dilakukan BKN dengan Kemendagri dan
KemenPANRB pada tanggal 29 Mei 2019 tentang penyikapan terhadap penuntasan PTDH
yang belum rampung, dilakukan beberapa kesepakatan.
Salah satunya soal PPK yang belum memproses SK PTDH PNS
Tipikor BHT, Kemendagri akan melakukan kajian secara internal untuk merumuskan
bentuk sanksi kepada PPK yang tidak memproses PTDH sebagaimana Radiogram
Mendagri No. 080/4393/SJ tanggal 28 Mei 2019 tentang peringatan kepada PPK
Instansi Daerah agar segera memproses PTDH berdasarkan putusan pengadilan yang
berkekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau
tindak pidana kejahatan yang ada hubungannnya dengan jabatan.
Sementara untuk lingkup instansi pusat, KemenPANRB akan
membuat rekomendasi tindak lanjut pemberian sanksi kepada PPK yang tidak
melakukan PTDH antara lain yang dipertimbangkan adalah penyampaian rekomendasi
kepada Presiden. Selanjutnya BKN akan melakukan pengawasan dan pengendalian
kepada instansi pusat dan daerah untuk terus menyisir data PNS Tipikor BHT
dengan tembusan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ***/ebn
Ketua DPR Bambang Soesatyo—foto instagram bambang soesatyo
JAYAKARTA NEWS— Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menyatakan tren kepercayaan
masyarakat terhadap DPR terus meningkat. Survei Nasional Tren Publik tentang
Korupsi di Indonesia yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia bersama Indonesian
Corruption Watch, jelasnya, menunjukkan 60% masyarakat menaruh kepercayaan
besar kepada DPR RI, meningkat dibanding tahun sebelumnya.
“Bersyukur tren kepercayaan masyarakat terhadap DPR
terus meningkat. Survei Nasional Tren Persepsi Publik tentang Korupsi di
Indonesia yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia bersama Indonesian
Corruption Watch, beberapa waktu lalu, menunjukan 60 persen masyarakat menaruh
kepercayaan besar kepada DPR RI meningkat dibanding tahun sebelumnya.,” tulis
Bamsoet, begitu namanya akrab disapa, diakun instagramnya.
Di bagian lain ia juga
memaparkan tentang Open Parliament menuju Parlemen Modern. Menurutnya, dalam mewujudkan Open Parliament menuju Parlemen Modern, telah dihadirkan
Sistem Data dan Informasi Penelitian (SDIP) DPR RI yang bisa diakses melalui
situs www.sdip.go.id.
SDIP memuat berbagai
hasil penelitian yang dilakukan oleh Badan Keahlian Dewan DPR RI. Mulai dari
jurnal, buku, kajian analisis, hasil diskusi, sampai policy brief. Berbagai
hasil penelitian juga ditampilkan dalam infografis yang menarik.
Masyarakat
bisa memanfaatkan open data ini untuk melihat sejauh mana kinerja penelitian
kedewanan maupun untuk keperluan ilmiah penunjang kegiatan akademik lainnya.
Sehingga bisa merangsang tradisi penelitian dan kegiatan ilmiah di lingkungan
kedewanan maupun di kehidupan masyarakat luas.***/ebn
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menunjukkan sneakers-nya yang terbuat dari limbah botol plastik–foto instagram susi
JAYAKARTA NEWS— Menteri Susi Pudjiastuti sangat prihatin
dengan banyaknya sampah plastik di lautan. Tak heran kalau dalam berbagai
kesempatan ia selalu mengingatkan untuk jangan membuat sampah plastik
sembarangan, apalagi ke laut. Tidak hanya berbicara kepada berbagai kalangan
termasuk media, dia juga gencar mensosialisasikan hal tersebut lewat akun
instagramnya.
Misalnya saja dalam
sebuah kunjungan belum lama ini ke Pulau Jemaja di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Lewat akun instagramnya, Susi menunjukkan betapa cantiknya Pulau Jemaja dan
pantainya. Begitu bersih dan indah. Melihat
itu Susi pun tak dapat menahan keinginannya untuk paddle dan berenang.
Ini dia sneakers yang terbuat dari limbah botol plastik, keren yaaa–foto instagram susi
“Kawan-kawan, saya
berada di Pulau Jemaja, pantainya cantik sekali, indahnya, airnya jernih. Dan
bagaimana plastik merusak pemandangan indah ini, itu yang harus kita pesankan.
Jadi masyarakat datang bawa botol, ya bawa pulang lagi botol itu. Kalau tidak,
tidak ada lagi pasir yang indah, yang ada hanya lah plastik,” ungkap Susi yang
ingin Kabupaten Anambas menjadi pioneer utama untuk industri perikanan dan
industri pariwisata.
Susi Pudjiastuti di perairan Pulau Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas—foto instagram susi
Dilain kesempatan dia
juga menunjukkan bahwa limbah plastik bisa dijadikan sepatu. Lihat ini,
katanya, sepatu yang dipakainya terbuat dari botol-botol plastik yang
direcycle.
“Kawan-kawan hidup kita ini pendek. Jadi manfaatkan setiap menit waktu anda. Dan lihat ini sepatu saya ini terbuat dari botol-botol plastik yang direcycle. Jadi setiap plastik tidak boleh kita buang sembarangan. Amankan. Kalau anda tidak bisa merecycle sampah plastik jangan dibuang sembarangan, apalagi dibuang kelaut. Saya tenggelamkan!” Tegasnya.
Susi menyempatkan paddling di perairan Pulau Jemaja—foto instagram susiIndahnya Kabupaten Kepulauan Anambas—foto instagram susi
Beberapa waktu lalu
dia juga hadir dalam pawai kampanye diet sampah plastik di Monas Jakarta Pusat.
Susi memimpin aksi anti penggunaan sampah plastik yang disimbolkan dengan
monster ikan raksasa dengan banyak tempelan plastik bekasi. “Mari kita tolak
sampah plastik sekali pakai,” serunya.***ebn
Presiden Joko Widodo dalam busana raja Bali— foto instagram jokowi
JAYAKARTA NEWS— Presiden Joko Widodo termasuk salah satu presiden di
dunia yang rajin nge-vlog juga menulis di instagram pribadinya, baik itu
tentang kejadian keseharian maupun pandangannya tentang sesuatu hal.
Seperti baru-baru ini dia menulis tentang tantangan manusia Indonesia ke depan. Menurutnya, kejayaan minyak dan kayu sudah selesai. Kejayaan komoditas sumber daya alam juga sudah hampir selesai. Ke depannya, ujar Jokowi, yang harus dibangun adalah pondasi sumber daya manusia yang berkualitas yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Kejayaan minyak dan kayu
sudah selesai. Kejayaan komoditas sumber daya alam juga sudah hampir selesai.
Untuk ke depan, percayalah, kita harus membangun pondasi sumber daya manusia
yang berkualitas, yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.”
“Dan kualitas SDM itu harus dibangun, sejak di dalam
kandungan. Oleh sebab itu, tidak boleh ada lagi yang namanya stunting pada
anak. Kesehatan ibu dan anak menjadi kunci, terutama pada usia emas, sampai
tujuh atau delapan tahun,” tulis Jokowi
diakun instagramnya.
“Lalu, kita tingkatkan kualitas pendidikan dasar sampai
perguruan tinggi. Bukan hanya untuk membuat generasi muda menjadi pintar dan
mampu berkarya, tetapi juga jangan lupa, mencetak generasi Pancasilais, yang
toleran, yang kokoh bergotong royong,” tambahnya.***ebn
Suasana pembukaan Kongres ke 5 PDIP di Sanur Bali, Kamis (8/8/2019)—foto istimewa
JAYAKARTA NEWS—
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengucapkan terima kasih
kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang hadir di acara pembukaan
kongres V partai itu.
Hal itu terjadi di hadapan Presiden Jokowi, Prabowo, dan ribuan kader partai maupun tamu yang hadir di acara pembukaan kongres di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Denpasar, Kamis (8/8/2019). Demikian rilis yang diterima redaksi.
Awalnya, Megawati menyapa para petinggi negara yang hadir di
acara itu. Dari Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla, KH Ma’ruf Amin, para ketua
umum partai, hingga ke Prabowo.
Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP saat pindato pembukaan Kongres ke 5 PDIP di Sanur Bali, Kamis (8/8/2019)—foto istimewa
“Pak Prabowo terima kasih sudah hadir menghangatkan
suasana kongres kami,” kata Megawati yang disambut tepuk tangan peserta
acara.
Megawati lalu bercerita bahwa saat dirinya makan siang
dengan Prabowo di kediamannya beberapa waktu lalu, media massa sangat heboh.
“Padahal saya cuma tanya, ‘Mas, nanti mau endak saya
undang ke kongres PDIP? Kalau endak mau, ndak apa’,” kata Megawati yang
disambut tawa.
“Eh ternyata dia mau,” lanjutnya.
Mendengar hal itu, Prabowo yang duduk disamping KH. Ma’ruf
Amin menjawab secara spontan,”siap” sambil memberi hormat ke arah
Megawati.
Setelah semua tertawa dan tepuk tangan berhenti, Megawati
bicara lagi.
“Lah kan capek kalau tempur terus. Nanti tempur lagi,
di 2024,” kata Megawati yang kembali disambut tawa para peserta acara.
Setelahnya, kepada para kadernya, Megawati bertanya.
“Siap (bertempur di 2024, red)?” kata Megawati.
JAYAKARTA NEWS—
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan hadir di kongres V PDI Perjuangan (PDIP) di
Grand Inna Bali Beach Hotel, Sanur, yang akan dimulai pada 8-11 Agustus. Juga
akan hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla serta Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024
KH Ma’ruf Amin.
Selain itu, PDI Perjuangan juga mengundang sejumlah ketua
umum partai politik untuk hadir. Selain seluruh parpol yang tergabung dalam
Koalisi Indonesia Kerja (KIK), juga diundang ketua umum parpol di luar koalisi.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto
mengatakan, undangan untuk Ketua Umum Gerindra Prabowo disampaikan langsung
oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Megawati mengharapkan kehadiran mantan
Danjen Kopassus itu.
“Yang kami undang adalah partai Koalisi Indonesia Kerja. Dan Pak Prabowo diundang secara khusus oleh Ibu Mega pada saat pertemuan di Teuku Umar,” kata Hasto di lokasi penyelenggaraan Kongres V PDIP di Hotel Grand Inna, Sanur, Bali, Rabu (7/8/2019). Demikian rilis yang diterima redaksi.
Prabowo sendiri disebutnya sudah menyatakan kesiapan untuk hadir. Selain Prabowo, kata Hasto, pihaknya juga mengundang Ketua MPR RI Zulkifli Hasan yang notabene Ketua Umum PAN. Meski diundang, kata Hasto, pria yang akrab disapa Zulhas itu berhalangan hadir. “Pak Zul izin karena sedang ibadah haji,” kata Hasto.
Mengenai partai koalisi yang sudah mengonfirmasi
kehadirannya antara lain Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto dan Ketua Umum
NasDem Surya Paloh. Bahkan kedua ketua umum parpol tersebut ingin diberikan
fasilitas tambahan dalam acara Kongres V PDIP. “Golkar dan NasDem minta
tambahan kursi, jadi kami sediakan,” tutup Hasto.***/ebn
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dan Djarot Saiful Hidayat–foto istimewa
JAYAKARTA NEWS— PDI Perjuangan mengumumkan kepada masyarakat bahwa biaya pelaksanaan kongres V yang dilaksanakan di Grand Inna Bali Beach Hotel 8-11 Agutus 2019 menghabiskan biaya Rp17,6 miliar. Pengumpulan dana gotong royong itu sudah ditutup sejak tiga minggu sebelum kongres. Karenanya dilarang ada upaya pengumpulan dana mengatasnamakan biaya kongres.
“Surat instruksi ini sangat penting. Kami instruksikan kepada seluruh daerah terutama legislatif dan eksekutif partai untuk tidak menyalahgunakan kekuasaan, terlebih mengatasnamakan kongres,” kata Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Sanur, Bali, Rabu (7/8/2019). Demikian rilis yang diterima redaksi.
Kata Hasto, seluruh biaya kongres telah dipenuhi secara
gotong royong dan akan menjadi bagian tanggung jawab parpol. “Untuk nanti
dilaporkan dalam audit partai politik,” kata Hasto.
Wakil Bendahara DPP PDIP, Rudianto Tjen, menjelaskan biaya
total pelaksanaan kongres adalah Rp17,6 miliar. Biaya itu dikeluarkan, termasuk
untuk membayar 1200 kamar di 13 hotel di sekitar lokasi kongres.
“Untuk membiayai kongres, kita lakukan gotong royong
sesama kader partai dan anggota partai. Dan tiga minggu terakhir sudah kita
tutup karena pendanaan gotong royong sudah cukup,” kata Rudianto Tjen.
Kongres akan dilaksanakan dari 8-10 Agustus di Grand Inna
Bali Beach Hotel. Rencananya, Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla, dan Wapres
RI periode 2019-2024 KH Ma’ruf Amin akan hadir.***/ebn