Kemenhub Tambah Lima Rute Baru Angkot Feeder LRT Sumsel

PALEMBANG, JAYAKARTA NEWS – Kementerian Perhubungan terus berkomitmen meningkatkan layanan angkutan massal perkotaan, dengan menambah 5 (lima) rute atau koridor baru angkutan pengumpan (feeder) LRT Sumsel berupa angkutan kota (angkot) atau New Oplet Musi Emas.

Adapun lima rute yang baru ditambahkan antara lain: Stasiun LRT Polresta Palembang-Kompleks OPI, Stasiun LRT RSUD-Sukawinatan, Stasiun LRT Asrama Haji-Talang Betutu, Stasiun LRT DJKA-Terminal Pasar Plaju, serta Kamboja-Bukit Siguntang via Stasiun Demang. Kelima rute tersebut melengkapi dua koridor yang sudah ada sebelumnya, yaitu Talang Kelapa-Talang Buruk via Stasiun Asrama Haji dan Stasiun Asrama Haji-Sematang Borang via Jalan Noerdin Pandji. Hingga saat ini, jumlah angkot feeder LRT yang melayani di kota Palembang berjumlah 58 unit.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, upaya peningkatan layanan angkutan massal yang dilakukan, merupakan wujud nyata implementasi Gerakan Nasional Kembali ke Angkutan Umum (GNKAU) yang dikampanyekan Kemenhub sejak awal tahun ini.

“Integrasi antarmoda adalah suatu keharusan. Oleh karenanya, hari ini kita tambah lima rute baru angkot feeder untuk menambah minat masyarakat Palembang dan sekitarnya menggunakan LRT. Penambahan rute ini telah melalui hasil riset yang dikerjasamakan dengan perguruan tinggi,” ujar Menhub saat menghadiri kegiatan peluncuran lima koridor baru angkot feeder LRT Sumsel secara daring, Sabtu (10/12).

Lebih lanjut Menhub menjelaskan, upaya mengoptimalkan angkutan massal perkotaan membutuhkan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Menhub mengapresiasi kolaborasi yang telah dilakukan bersama dengan pemerintah daerah, akademisi, perbankan, dan masyarakat, dalam rangka mengoptimalkan keberadaan LRT Sumsel yang telah dibangun pemerintah.

Hasil Riset yang dilakukan Universitas Sriwijaya menyatakan, keberadaan angkot feeder membuat penumpang LRT pada Juli hingga Agustus 2022 naik empat kali lipat dari sebelum adanya layanan feeder. Tercatat, sebelum pandemi Covid-19 pada 2019, rata-rata penumpang LRT Palembang berjumlah 3.800 per hari. Jumlah tersebut lebih sedikit saat pandemi Covid-19 sebesar 1.200 per hari. Kemudian sejak LRT terhubung dengan feeder, jumlah penumpang LRT Palembang naik hingga melebihi angka sebelum pandemi Covid-19, yaitu 8.500-9.000 penumpang per hari.

“Terima kasih kepada masyarakat Palembang dan sekitarnya, karena penumpang LRT semakin meningkat naik. Ini menunjukkan bahwa komitmen kami dan masyarakat selaras. Mari kita kembali ke angkutan umum karena akan memberikan kebaikan untuk kita semua. Tidak macet, tidak capek berkendara, biaya lebih murah, dan lingkungan kita menjadi lebih bersih,” tutur Menhub.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan juga penandatanganan MoU mengenai Integrasi Sistem Pembayaran, antara Direktur Angkutan Jalan Suharto dan Direktur Utama PT. Bank Sumsel Babel Antonius Prabowo Argo. Jenis moda yang diintegrasikan adalah LRT, BRT, angkot feeder, serta angkutan sungai. Dengan sistem tersebut, masyarakat mendapat kemudahan dengan adanya kepastian jadwal perjalanan secara lengkap dan terukur.

Gerakan Nasional Kembali Ke Angkutan Umum (GNKAU) merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengembangkan angkutan umum berbasis jalan dan rel di kawasan perkotaan, yang diluncurkan di Palembang pada Februari 2022 lalu. Kota Palembang menjadi salah satu kota yang memiliki fasilitas angkutan massal yang lengkap, mulai dari bus, LRT, angkot, sampai ke angkutan sungai dan danau, yang saling terhubung.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Staf Utama Menteri Perhubungan Bidang Transportasi darat dan Konektivitas Budi Setiyadi, Plt. Dirjen Perkeretaapian Risal Wasal, Direktur Angkutan Jalan Suharto, Direktur Utama PT. Bank Sumsel Babel Antonius Prabowo Argo, Prof. Erika Buchari dari Universitas Sriwijaya, serta anggota organisasi pencinta transportasi di kota Palembang.***/uli

Bekal Keterampilan Memasak untuk Ibu-ibu Penyintas Gempa Cianjur

JAYAKARTA NEWS – Rempah aneka rupa bercampur santan kelapa dan daging sapi bertemu dalam kuali-kuali berukuran tak biasa. Bara api dari tungku membuat isi dalam kuali bergolak.

Bersama pecahnya gelembung kuah yang mendidih, aromanya menyeruak ke luar tenda. Hmmm… Kemanapun aroma ini pergi, bakal membuat isi perut meronta.

Di dalam tenda, sekelompok ibu-ibu dari Desa Sukamanah, Kecamatan Karangtengah, tampak sibuk dengan aktivitas memasak. Meracik bumbu, mengaduk santan. Memastikan setiap detail bumbu meresap ke dalam daging dengan sempurna.

“Hari ini, kami diajak, dilatih tim dari Kementerian Sosial bikin rendang daging khas Padang,” kata Yeti Susanti (40), salah seorang penyintas di lokasi pengungsian Desa Sukamanah, Kecamatan Karangtengah, Cianjur, Rabu (7/12).

Yeti mengatakan, hari ini menjadi hari pertama dia dan ibu-ibu sesama penyintas lainnya menerima pelatihan kewirausahaan kuliner dari Kementerian Sosial (Kemensos). Pelatihan kewirausahaan ini merupakan bagian dari Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang diberikan Kemensos kepada penyintas bencana.

Diakui Yeti, memasak daging rendang juga menjadi pengalaman pertama baginya. “Ini hari pertama. Menyenangkan sekali, kami bisa memasak bersama. Apalagi daging rendang, baru pertama juga saya masaknya,” kata ibu beranak empat ini.

Menurutnya, pelatihan yang diberikan Kemensos, mampu membunuh waktu dan rasa jenuh yang sebelumnya hanya ia habiskan di dalam tenda. “Alhamdulillah, pelatihan dari Kemensos ini sangat bermanfaat bagi kami. Dengan aktivitas ini, kami tidak jenuh lagi di pengungsian,” kata dia.

Lebih lanjut, dia menyebut akan melanjutkan keterampilan yang dia pelajari dari pelatihan kewirausahaan kuliner ini selepas dia tidak lagi tinggal di pengungsian di kemudian hari.

“Insya Allah, kami pasti akan melanjutkan (usaha ini), karena ini bermanfaat untuk saya dan keluarga saya nantinya, bisa menghasilkan (pundi-pundi rupiah),” ucap ibu rumah tangga ini.

Yeti menjadi salah satu penyintas asal Kampung Selaawi, Desa Sukamanah, Kecamatan Karangtengah, Cianjur, yang terpaksa mengungsi lantaran rumahnya ambruk akibat gempa Cianjur lebih dari dua pekan lalu. Hingga hari ke-16, dia masih harus mengungsi di tenda Kemensos.

Bekal keterampilan kewirausahaan merupakan instruksi Menteri Sosial Tri Rismaharini. Tujuannya, agar penyintas dapat mengatasi kejenuhan dan memiliki bekal keterampilan. Pelatihan kuliner masakan Padang ini digagas Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang, bersama Sentra “Abiyoso” di Cimahi.

Kepala BBPPKS Padang Hasim mengungkap kedatangan tim yang dinahkodainya sejak Kamis (1/12) pekan lalu, dengan membawa resep kuliner masakan Padang untuk diajarkan kepada ibu-ibu penyintas gempa Cianjur berangkat dari asesmen yang sudah lebih dulu dilakukan.

“Pelatihan kita melalui asesmen dulu yang menekankan pada minat, pasar, sumber daya yang ada, kemudian SDM, dan pertimbangan ekosistem usahanya, yakni warung makan, lebih khususnya, masakan Nasi Padang. Hasil asesmen kami menyatakan banyak sekali masyarakat di sini menyukai masakan Padang dan laris. Nah, kita asesmennya ke arah sana,” katanya saat dimintai keterangan.

Kemudian, lanjutnya, penguasaan keterampilan memasak. Dia berharap, bukan hanya dikuasai, namun juga dijadikan keterampilan yang produktif untuk membuka warung atau rumah makan.

“Ini harapan kita, sehingga pada akhirnya, akan menambah penghasilan keluarga, membantu mata pencaharian suami, meningkatkan pendapatan, dan recovery untuk pasca bencana ini cepat terwujud,” katanya menambahkan.

Di 6 Kecamatan

Kepala Pusat Pendidikan Pelatihan dan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof) Kemensos, Afrizon Tanjung, saat dikonfirmasi via telepon, mengatakan pelatihan ini merupakan upaya Kemensos menyiapkan penyintas menghadapi fase pasca bencana.

“Melalui pelatihan-pelatihan itu, kita berharap ada dampak berkelanjutan, tidak saja untuk mengisi waktu luang, atau menghilangkan kecemasan dan kejenuhan, tetapi juga, kita persiapkan bagaimana mereka bangkit lagi setelah nanti kembali ke rumah setelah tidak lagi mengungsi,” ungkap Afrizon.

Selain Kecamatan Karangtengah, dia menyebut, berbagai jenis pelatihan juga diberikan kepada para penyintas gempa Cianjur di lima lokasi pengungsian di kecamatan lain, yakni Kecamatan Pacet, Kecamatan Cianjur, Kecamatan Cugenang, Kecamatan Gekbrong, dan Kecamatan Warungkondang.

Di Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, dilakukan pelatihan kewirausahaan di bidang kuliner, berupa pengolahan Bumbu Pical Padang dan Sambalado Tanak, serta jajanan pasar, aneka rendang dan olahan singkong. Pelatihan di lokasi ini, berada di bawah tanggung jawab BBPPKS Padang dan Sentra Terpadu “Inten Soeweno” (STIS) di Cibinong.

Sementara, di Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, pelatihan kewirausahaan di bidang kuliner, berupa minuman kekinian, aneka jajanan anak dan remaja, di bawah dampingan Pusdiklatbangprof dan Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung. Selain itu, ada pula di bidang kerajinan, berupa kerajinan tas anyaman, di bawah dampingan BBPPKS Yogyakarta. Keduanya, berkolaborasi dengan Sentra “Mulya Jaya” di Jakarta.

Adapun, di Lapangan Cariu di Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang, dilakukan pelatihan kewirausahaan di bidang kuliner, berupa aneka jajanan anak dan remaja, di bawah pengawasan BBPPKS Banjarmasin dan Sentra Terpadu “Pangudi Luhur” (STPL) di Bekasi. Begitu pun, di Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, yang berkolaborasi dengan Sentra Terpadu “Baturraden” di Banyumas dan Sentra “Galih Pakuan” di Bogor.

Kemudian, di Desa Cikantana, Kecamatan Gekbrong, dilakukan pelatihan kewirausahaan di bidang kuliner kaki lima, berupa minuman ringan, di bawah tanggung jawab BBPPKS Bandung bersama Sentra “Antasena” di Magelang.

Di Desa Jambu Dipa, Kecamatan Warungkondang, pelatihan kewirausahaan di bidang bangunan, berupa pembuatan bata tahan gempa model interlock, di bawah dampingan Pusdiklatbangprof, BBPPKS Yogyakarta, bersinergi dengan STPL di Bekasi, STIS di Cibinong, Sentra Terpadu “Kartini” di Temanggung, Sentra Terpadu “Prof. Dr. Soeharso” di Solo dan Sentra “Handayani” di Jakarta. Di samping itu juga, di bidang kerajinan tangan, berupa pembuatan keset dari kain perca dan kemoceng dari tali rafia. Termasuk, di bidang pertanian dan kuliner, berupa budidaya dan pengolahan jamur tiram. Kedua jenis pelatihan ini berada di bawah tanggung jawab BBPPKS Makassar.***/mel

Wapres Dorong Papua Selatan Jadi Lumbung Pangan Nasional di Indonesia Timur

JAYAKARTA NEWS – Pemerintah mendorong Papua Selatan untuk menjadi salah satu lumbung pangan untuk mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya di Indonesia bagian timur.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Presiden RI (Wapres) Ma’ruf Amin saat bertemu dengan Pj. Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo beserta anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua Selatan, anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Merauke, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Merauke di Hotel SwissBell, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Rabu (30/11/2022).

“Kita perlu fokus untuk menjadikan Papua Selatan sebagai lumbung pangan nasional di timur Indonesia, baik sentra padi, sentra perikanan dan sentra peternakan,” ujar Wapres.

Wapres menekankan, eksplorasi Papua Selatan sebagai wilayah yang potensial untuk menjadi lumbung pangan harus dilakukan dengan tetap memperhatikan pandangan dari masyarakat lokal. Oleh karena itu, keterlibatan orang asli Papua (OAP) sebagai elemen yang paling mengerti tentang lahan di daerahnya sangat penting dalam proses ini.

“Rumuskan pendekatan yang terintegrasi sejak hulu ke hilir, pastikan keterlibatan masyarakat asli Papua,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wapres pun mengajak semua pihak untuk bersama-sama mempercepat pembangunan kesejahteraan masyarakat Papua, khususnya Papua Selatan.

“Mari satukan hati, satukan tujuan, izakod bekai izakod kai, dalam mempercepat pembangunan Indonesia dari Papua Selatan,” pungkasnya.

Bupati Merauke Romanus Mbaraka yang turut hadir dalam pertemuan menyampaikan bahwa potensi bahan pangan Papua Selatan sangat melimpah, seperti pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan, dan hortikultura.

“Kami di selatan Papua tidak punya potensi tambang. Tapi Tuhan kasih Papua ini adil, kami di selatan adalah leading sector, atau provinsi kita yang cukup andal adalah potensi pertanian, perikanan, perkebunan dan peternakan, serta hortikultura atau tanaman padi,” ujar Romanus.

Hasil pertanian di wilayah ini, ujar Romanus, juga dinikmati oleh daerah lain di Papua.

“Dari Papua Selatan bisa kasih makan seluruh orang Papua karena produksi beras kita, produksi daging kita sangat melimpah,” kata Romanus.

Sementara Pj. Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menyampaikan bahwa kehadiran Wapres menjadi pemacu semangat bagi masyarakat di wilayah tersebut untuk meningkatkan daya saing dan pembangunan dengan provinsi yang lain.

“Kami berharap kehadiran Bapak Wapres di Provinsi Papua dapat memberi motivasi dan juga dukungan kepada kami untuk mengejar ketertinggalan pembangunan dari provinsi-provinsi yang lain,” kata Apolo.***/mel

Perayaan Persahabatan Antar Bangsa, Angklung Indonesia Tampil di Foursquare Gospel Church, Davao City

KOTA DAVAO, JAYAKARTA NEWS – 27 November 2022, menjadi momen perayaan persahabatan antar bangsa yang diinisiasi oleh Gereja Injili Sepenuh (Foursquare Gospel Church – Davao City) – Kota Davao. Perayaan kali ini mengundang Indonesia sebagai negara yang ingin dikenal dekat dan ingin dibagikan berkat oleh jemaat Gereja Foursquare Gospel Church. Demikian Siaran Pers Kemlu, Selasa (29/9).

KJRI Davao City sebagai Kantor Perwakilan Konsuler Indonesia mendapatkan kehormatan untuk tampil di tengah-tengah komunitas jemaat gereja Foursquare Gospel Church Kota Davao.

Mengawali perayaan telah dipresentasikan video promosi budaya dan pariwisata Wonderful Indonesia – Indonesia to Spice up the World. Video yang menampilkan berbagai tempat tujuan wisata serta kuliner Indonesia disambut baik dan penuh antusias oleh Jemaat Gereja Foursquare Gospel Church.

Setelah itu, perayaan antara bangsa juga semakin dimeriahkan dengan penampilan Angklung oleh grup musik siswa dan siswi Sekolah Indonesia Davao (SID) City yang membawakan lagu “we are the world dan ojo dibandingkhe”.

Kehadiran KJRI Davao City sebagai wakil resmi Pemerintah Indonesia di tengah-tengah komunitas Jemaat Gereja Foursquare Gospel Church merupakan wujud nyata toleransi antar umat beragama, serta begitu eratnya persahabatan antara masyarakat Indonesia dengan Filipina, khususnya di wilayah kerja Mindanao, Filipina Selatan.

Menghargai kehadiran Indonesia, para jemaat gereja berinisiatif menggunakan Batik Indonesia, hal ini menandakan begitu eratnya hubungan antara masyarakat Indonesia dan Filipina yang telah terjalin; dan tentunya semakin dikenalnya Indonesia melalui Angklung sebagai instrumen musik tradisional yang menggambarkan begitu kaya dan uniknya kebudayaan nusantara.

Gereja Foursquare Gospel Church pada akhir kegiatan menyampaikan penghargaan ucapan terima kasih kepada Konsul Jenderal RI Davao City, dan kepada grup musik SID, serta mendoakan Presiden Indonesia, Joko Widodo, dan bangsa Indonesia agar terus diberikati oleh Tuhan.***/uli

Pentas Budaya Indonesia oleh PMI Hong Kong

JAYAKARTA NEWS –  Gelaran seni tari Nusantara dari berbagai daerah di Indonesia yang disajikan oleh beragam sanggar dan organisasi budaya PMI Hong Kong menyemarakkan Pentas Budaya Indonesia di Olympic House Causeway Bay, Minggu sore (27/11). Tak kurang dari 21 organisasi budaya yang mendaftar, menampilkan hasil yang terbaik dari latihan mereka setiap hari Minggu.

Konjen RI mengekspresikan rasa kebanggaannya ketika menyaksikan karya ormas budaya PMI Hong Kong yang berpartisipasi pada beragam event promosi budaya di Hong Kong. “Ini merupakan bukti bahwa PMI aktif  berkontribusi untuk keluarga dan dalam memajukan citra bangsa”, ujar Konjen Ricky dalam Siaran Pers Kemlu, Senin (28/11).

Tak hanya penampilan budaya, acara juga diisi dengan diseminasi informasi dari BUMN yang ada di Hong Kong yakni BNI, BRI, Mandiri dan Telin untuk lebih melengkapi pengetahuan berwirausaha bagi PMI. Display UMKM karya PMI dan Purna PMI menjadi bukti dan inspirasi tersendiri bahwa purna PMI  menjadi tonggak perekonomian Indonesia melalui UMKM dan bermanfaat membuka lapangan pekerjaan bagi sekitarnya.

KJRI Hong Kong senantiasa mendukung upaya pemberdayaan masyarakat Indonesia di Hong Kong dan optimis bahwa keterampilan serta pengembangan diri positif PMI di beragam bidang akan menjadi nilai tambah sebagai bekal kemandirian dan kepercayaan diri. Kegiatan yang dihadiri 250 orang ini diadakan hasil kerjasama KJRI Hong Kong, 23 ormas PMI dan BUMN.***/uli

Disabilitas Netra Tak Halangi Triyanto Mengajar di MAN 4 Sleman

JAYAKARTA NEWS – Namanya Triyanto. Dia adalah guru disabilitas netra pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Sleman – Yogyakarta. Keterbatasan fisik tidak menyurutkan  dedikasinya untuk mengemban amanah sebagai ASN, mengajar di MAN 4 Sleman.

Di hadapan para finalis Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Tahun 2022, Triyanto menceritakan kegiatan sehari-harinya dalam menjalankan aktifitas sebagai guru.

“Bapak Ibu sekalian mungkin heran mengapa saya harus diantar di tempat ini, karena terang benderangnya ruangan ini tak berarti apa-apa bagi saya.  Karena saya seorang tuna netra sejak usia 7 tahun,” ungkap Triyanto, dikutip dari Laman Kemenag, Jumat (25/11).

“Pastinya banyak suka duka, namun keadaan inilah yang membuat saya bisa berdiri di tempat ini,” sambungnya.

Dari tahun 2009, kata Triyanto, ia mengabdi menjadi guru di SLB selama 10 tahun. Pada tahun 2019, ia ditetapkan menjadi ASN dan ditempatkan di MAN 4 Sleman sebagai guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).

Jarak dari rumah ke madrasah cukup jauh, sekitar 35 km satu kali jalan. Artinya, jika pergi pulang, jarak yang harus ditempuh mencapai 70 km untuk mengajar. 

Triyanto yakin, dedikasi dan semangat dalam mengajar itulah yang mengantarkan dirinya menjadi finalis Guru Berdedikatif pada Anugerah GTK Madrasah Tahun 2022 tingkat Nasional.

Motivasi Ikut Anugerah GTK

Triyanto mengaku, motivasi dirinya mengikuti Anugerah GTK Madrasah 2022 ialah karena semua manusia memiliki hak dan kemampuan yang sama. Menurutnya, ketika orang lain menyampaikan pendapatnya, menyampaikan apa yang dirasakan,  dirinya juga bisa demikian.

“Yang kedua, saya ingin banyak bergaul dengan guru atau teman-teman dari lain daerah. Dengan silaturahim ini akan menambah wawasan dan memperkaya khazanah pengetahuan saya terutama mengenai adanya perbedaan toleransi dan sebagainya,” ujarnya.

“Pengetahuan dapat kita peroleh dari pergaulan yang luas dengan lapisan masyarakat dan segala macam perbedaan yang ada,” ungkapnya lebih lanjut.

Ketiga, lanjutnya, merupakan usaha membahagiakan orang tua dan anak istrinya. Mereka adalah orang-orang yang telah merawat dengan sepenuh hati, dan menerima dirinya dengan apa adanya, tanpa memandang kekurangan fisik yang ia punya.

Belajar Mengajar

Dalam sehari-hari, Triyanto menceritakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selalu berjalan dengan baik. Apabila menjumpai siswa siswinya yang baru mengenalnya, ia memperkenalkan dan menyampaikan terlebih dahulu kondisi fisiknya.

“Di awal pertemuan, saya memberikan pemahaman kepada siswa tentang kondisi saya, dan saya meyakinkan serta menyampaikan kepada siswa saya kalau kalian adalah anak yang baik dan akan mengikuti pelajaran saya dengan baik,” bebernya.

Ia juga mengaku dukungan dan motivasi dari para rekan guru dan siswanya turut serta menjadi suplemen dirinya dalam menjalankan tugas negara.

“Saya sangat nyaman dengan keluarga yang sudah terbentuk di MAN 4 Sleman. Apalagi gurunya juga sangat baik dan memahami kekurangan saya. Namun, saya juga mengakui kalau saya mudah beradaptasi di setiap lingkungan, sehingga meyakinkan diri saya sendiri telebih dahulu untuk mendapatkan kenyamanan itu,” pungkasnya.***/mel

Hari Guru Nasional, Kemenag: Perkuat Moderasi, Jauhi Politisasi Agama

JAYAKARTA NEWS – Kementerian Agama memperingati Hari Guru Nasional tahun 2022 dengan menggelar upacara di halaman kantor pusat, Jakarta. Bertindak selaku inspektur upacara, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi berpesan kepada para guru tentang pentingnya penguatan moderasi beragama.

“Terus perkuat moderasi beragama dan sukseskan tahun toleransi. Jadikan agama sebagai sumber inspirasi untuk memuliakan harkat kemanusiaan, meneguhkan komitmen kebangsaan, toleran, dan anti kekerasan. Hormati keragaman budaya lokal dan segala bentuk perbedaan,” ujar Wamenag membacakan amanat Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Jumat (25/11/2022).

“Jauhi politisasi agama. Hindari perpecahan, terlebih dengan membawa-bawa ajaran agama. Hadirkan agama sebagai rahmat bagi semesta,” sambungnya.

Menurutnya, Kementerian Agama berkomitmen untuk terus meningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Kementerian Agama antara lain tengah memperjuangkan adanya skema penambahan kuota Pendidikan Profesi Guru (PPG) melalui jalur pembiayaan LPDP.

“Alhamdulillah, tahun ini, ada penambahan signifikan, mencapai 11.200 kuota PPG Guru. Kami berkomtimen agar jumlah ini terus bertambah di tahun mendatang,” tuturnya.

Upaya peningkatan kompetensi, kata Wamenag, juga terus dilakukan dengan memberi beasiswa pendidikan, serta memberikan pendidikan dan pelatihan (Diklat) bagi para guru. Kementerian Agama telah bermitra dengan Bank Dunia dalam peningkatan kompetensi ini, melalui program Madrasah Reform (MEQR), dan target totalnya menjangkau lebih 300.000 Guru dan Tenaga Kependidikan di seluruh Indonesia.

“Terkait peningkatan kesejahteraan, kami perjuangkan pemenuhan tunjangan profesi guru (TPG), pemberian insentif guru, pengangkatan P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), penataan dan pendistribusian guru, serta program strategis lainnya. Tentunya, pemenuhan tersebut harus juga dibarengi dengan aspek kualitas guru,” pesannya.

Wamenag juga berpesan agar guru terus menjadi pribadi pembelajar. Sebab, mengajar pun bagian dari belajar. Saat guru mengajar, pada hakikatnya dia juga sedang belajar.

Di samping itu, guru juga didorong untuk terus berinovasi dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Dikatakan Wamenag, paradigma belajar dan mengajar harus dapat merespon tren kekinian. Sebab, proses transformasi digital terus berkembang, ada big data (maha data), artficial intelligence (kecerdasan buatan), metaverse, metahuman, robotic, dan lainnya yang hadir di ruang-ruang kelas siswa Generasi Z dan Alpha.

“Ini menjadi tantangan guru untuk dapat meresponnya,” tandasnya.

Selamat Hari Guru Nasional! ***/mel

Prof. Dante Usulkan Global Fund Fokus Penanganan COVID-19, HIV, TBC, dan Malaria di Asia Tenggara

JAYAKARTA NEWS – Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono selaku Alternate Board Member (ABM) Country Coordinating Mechanism (CCM) Asia Tenggara mengusulkan 2 rekomendasi pada pertemuan Board Meeting Bersama Global Fund pada 15-17 November 2022 di Geneva, Switzerland.

Di tengah konteks ekonomi yang bergejolak terkait Seventh Replenishment, para donor mengonfirmasi untuk memberikan komitmen bantuan sebesar 14.282 Miliar USD. Selanjutnya, total replenishment mencapai 15,465 miliar USD.

Konstituensi Asia Tenggara yang terdiri dari Prof. Dante, Lovita Grace Tewu, Pusat Kebijakan Global dan Teknologi Kesehatan, dan Ahmad Samhari Baswedan, Sekretaris Eksekutif CCM Indonesia ingin mengusulkan dua rekomendasi antara lain:

Pertama, untuk meningkatkan total dana, kami mendukung Sekretariat untuk terlibat dengan FIF, dan melanjutkan upaya dalam melibatkan donor, serta sektor swasta.

“Untuk meningkatkan ketepatan penggunaan dana, kami sangat meminta alokasi negara, Covid-19 Respons Mechanism (C19RM), dan investasi berkelanjutan di negara-negara yang paling terkena dampak, termasuk negara-negara Asia Tenggara,” ujar Wamenkes Prof. Dante dalam Siaran Pers Kemenkes, Senin (21/11).

Berdasarkan WHO Global Health Observatory, di Asia Tenggara, kasus HIV menjadi tertinggi ke-2, yaitu 3,8 juta setelah Afrika. Begitupun dengan angka kematian menjadi tertinggi kedua yakni 86.000 kematian setelah Afrika.

Selain itu, berdasarkan Global TB Report 2022 insiden tuberkulosis juga menjadi tertinggi, 4,8 dari 10,6 juta atau 45% dari insiden global. Kematian tuberkulosis tertinggi 0,76 dari 1,38 juta atau 55% dari kematian global. Sedangkan cakupan pengobatan hanya 62%.

Di Indonesia belum sepenuhnya terbebas dari Malaria, dengan perkiraan 5 juta kasus dan hampir 9.000 kematian.

“Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa perpanjangan the Covid-19 Response Mechanism (C19RM), investasi katalitik, dan alokasi negara di masa depan menjadi prioritas investasi di Asia Tenggara,” ucap Prof. Dante.

Negara-negara Asia Tenggara tetap mendukung, tidak hanya sebagai pelaksana, tetapi juga sebagai donor. Kami berterima kasih kepada Sekretariat untuk mengelaborasi skenario “Base Case”. Ini memberi kejelasan tentang bagaimana sumber tambahan anggaran dan pengeluaran (untuk investasi operasional dan katalitik) dihitung untuk alokasi.

CCM sebagai pengelola hibah Global Fund akan fokus pada optimalisasi pengendalian HIV/AIDS, TBC, dan malaria. Country Coordinating Mechanism (CCM) adalah organisasi beranggotakan perwakilan multi-sektor di tingkat nasional, yang bertugas melakukan penyusunan proposal yang dikirimkan kepada Global Fund. CCM juga melaksanakan pengawasan hibah Global Fund di negara penerima.***/uli

Pengambilan Api Abadi Mrapen Tandai Pelaksanaan Pospenas IX Surakarta

JAYAKARTA NEWS – Kemenag menggelar Pekan Olahraga dan Seni Antarpondok Pesantren Tingkat Nasional (Pospenas) tahun 2022. Ajang kali ke-9 ini berlangsung di Surakarta, 23-27 November 2022.

Awal penyelenggaraan Pospenas IX ini ditandai dengan pengambilan api pertama torch relay (pawai obor) di Api Abadi Mrapen Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah, Senin (21/11/2022).

Pengambilan api pertama Pospenas IX dilakukan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, didampingi Bupati Grobogan, Sri Sumarni. Obor api ini secara estafet kemudian diserahkan kepada Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Waryono Abdul Ghofur, sebelum dibawa para santri ke lokasi penyelenggaraan Pospenas IX.

Dalam prosesi tersebut, Taj Yasin mengatakan bahwa Api Abadi Mrapen merupakan salah satu tempat bersejarah di Indonesia. Tidak terhitung berapa perhelatan penting di awali dari tempat ini.

“Semoga spirit Api Abadi Mrapen menjadi pelecut semangat bagi seluruh santri di Indonesia, terutama yang akan mengikuti perhelatan Pospenas IX untuk terus meningkatkan prestasi sekaligus cinta kepada negeri,” ujar Taj Yasin.

Waryono Abdul Ghofur menuturkan, setelah pengambilan api obor Pospenas IX, para santri pembawa obor bersama rombongan akan menuju Kota Surakarta. Mereka akan singgah terlebih dahulu di dua pesantren, yakni pesantren Girikesumo, Mranggen, Demak dan pesantren Al Mas’udiyah, Blater, Ungaran, Kabupaten Semarang.

“Di kedua pesantren tersebut, rombongan pembawa obor memohon doa restu kepada para kiai demi kelancaran pelaksanaan Pospenas IX. Keesokan harinya tanggal 22 November 2022, mereka melanjutkan perjalanan ke lokasi Pospenas IX dan akan diterima oleh Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, di Balai Kota Surakarta. Selanjutnya pada tanggal 23 November malam dilakukan prosesi pembukaan Pospenas IX di stadion Manahan,” terang Waryono.

Cikal bakal Pospenas dimulai pada tahun 1999 dengan nama Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) antar Pondok Pesantren se-Jawa yang digelar di Pesantren Darunnajah, Ulujami, Jakarta Selatan. Sementara Pospenas terakhir sebelum ini digelar di Kota Bandung, Jawa Barat, November 2019.

Pospenas IX mengusung tema tema “Gerak Santri, Bangkit Negeri”. Dalam pelaksanaannya, Kemenag berkolaborasi dengan Kementerian/Lembaga Negara, dan Pemerintah Daerah. Selain Kemenag, ada Kemenko PMK, Kemenpora, Kemendikbud, Kemenparekraf, Kemenkominfo. Terdapat pula Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Surakarta selaku tuan rumah.***/mel

Antisipasi Ancaman Longsor, Mensos Sarankan Penanganan Tradisional Berbasis Kearifan Lokal

GOWA, JAYAKARTA NEWS – Kearifan lokal bisa menjadi solusi bagi penanganan bencana di daerah. Hal itu juga berlaku untuk mengatasi longsor di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.

Kesadaran akan pentingnya penguatan-penguatan kearifan lokal disampaikan Menteri Sosial Tri Rismaharini saat mengunjungi lokasi bencana tanah longsor di Kabupaten Gowa, hari ini (19/11).

Di lokasi bencana, Mensos mengamati dengan seksama kontur tanah di sekeliling titik longsor. Tampak adanya bagian dataran tinggi yang sebagian tanahnya gugur sebagai longsoran.

“Iya, (setelah melihat bekas longsoran) tadi, saya pikir nahannya harus dari atas ini, dengan menggunakan potongan-potongan bambu. Sebab, kalo di atas tidak ditahan, air itu akan mengalir sangat cepat dari atas ke bawah, kecepatannya bisa tinggi sekali,” kata Mensos dalam Siaran Pers Kemensos, Sabtu (19/11).

Hadir bersama Mensos, Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dan Wakil Bupati Gowa Abdur Rauf Malaganni. Terkait peran penting kearifan lokal, menjadi perhatian Mensos dalam beberapa kunjungannya ke sejumlah daerah.

Di titik kunjungan Mensos, yakni Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, merupakan titik longsor terparah dengan sebaran cukup luas. Potensi bahaya semakin terbuka dengan adanya sungai di hulu yang siap mengalirkan air dengan debit tinggi bila hujan lebat.

Bila tidak dicarikan jalan keluar, aliran air dari sungai akan meluncur deras ke bawah, dan berpotensi menggugurkan tanah di sekitarnya ke area jalan raya dan pemukiman warga.

“Nah, ternyata Pak Gubernur dan Pak Wabup tadi juga menyampaikan bahwa di atas ada sungai. Sungai itu bisa kita perdalam ceruknya untuk menahan laju air karena kalo air itu tumpah, dia ke bawah, (laju air) ini semakin kencang, dia akan jadi seperti air terjun,” kata Mensos menambahkan.

Namun, bila laju air di atas ditahan, maka akan mengurangi risiko bencana. “Sebetulnya, cara ini sangat tradisional dan sudah ada dari dulu, dilakukan oleh nenek moyang kita,” kata dia.

Menurutnya, cara sederhana dengan mengangkat kearifan lokal seperti ini justru lebih mampu bertahan lama. “Kalo kita lakukan dengan kearifan lokal, saya pikir, itu jauh lebih sustainable daripada kalo kita buat proyek-proyek (yang menghabiskan lebih banyak dana),” ucap Risma.

Saran dari Mensos pun mendapat lampu hijau dari Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Ia menyatakan siap mengerahkan petugas untuk melakukan pengecekan secara teknikal di atas dan bagaimana pengerjaan tanggul untuk menahan laju air sungai.

“Masukan Ibu Menteri sangat baik sekali, strategis dan taktis untuk petugas kami di lapangan karena beliau berpengalaman juga melakukan hal-hal pengerjaan semacam ini di wilayah Surabaya,” kata orang nomor satu di Provinsi Sulawesi Selatan ini.

Dan paling penting, ia melanjutkan, pihaknya memastikan bahwa memang ada yang ia akan follow up sebagai indikatif solusi dari kedatangan Mensos hari ini. “Untuk kemudian, kita bawa pada ruang desain sesuai kaidah engineering. Lalu, kita aktualisasi nantinya ketika memang itu adalah indikatif yang menjadi solusi untuk dilaksanakan,” ucap Andi.

Penyerahan Santunan

Selain meninjau lokasi dan memberi sumbangsih pemikiran terhadap penanganan longsor, Mensos juga menemui ahli waris korban meninggal dunia guna menyerahkan santunan masing-masing Rp15 juta/korban jiwa.

Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi, yang turut hadir di lokasi dan menyerahkan santunan, menyebut kehadiran Kemensos dan pemberian santunan, sebagai bentuk kepedulian negara terhadap warga yang tengah mengalami kedukaan.

“Kehadiran kami, pada hari ini, dalam rangka melindungi keluarga korban sebagai bentuk kepedulian negara terhadap warga yang lagi berduka, lagi mengalami bencana. Tadi, kita sudah bagi santunan 15 juta/korban jiwa,” kata sang ketua Komisi.

Diketahui, hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan longsor di Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, pada Rabu (16/11) sekitar pukul 18.30 WITA.

Akibat longsor itu, tujuh orang diketahui menjadi korban saat melintasi akses jalan menuju Malino yang tertimbun tanah longsor.

Korban meninggal dunia antara lain, Nuraeni (47) dan Jumriah (37), warga Dusun Kasuarang, Desa Arabika, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai. Keduanya menjadi korban usai kendaraan yang mereka tumpangi tertimpa longsoran tanah.

Satu korban meninggal dunia, Nurhaya Ningsih (24), dari Dusun Borong Sapiria, Desa Lonjoboko, Kabupaten Gowa. Dua lainnya, Sunaria (38) dan Daeng Ngasseng (60), warga Dusun Kunyika, Desa Lonjoboko, Kabupaten Gowa.

Adapun, korban keenam, Nur Syamsiah (25), juga telah ditemukan meninggal dunia. Sementara, satu korban terakhir, Muh. Royan (5), masih dalam upaya pencarian. Hingga saat ini, setidaknya 100 orang masih mengungsi ke tempat yang lebih aman.***/mel