Kapuspen Kemendagri: Ada 420.381 Ormas Terdaftar di Indonesia

Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri, Bahtiar –foto kemendagri go id

JAYAKARTA NEWS— Banyaknya jumlah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Indonesia menunjukkan keberagaman dan toleransi di tengah masyarakat. Kebebasan berserikat dan berkumpul adalah hak setiap warga negara sesuai UUD 1945, negara menjamin kepada rakyatnya untuk menyampaikan aspirasi secara lisan dan tulisan. Selain itu, Ormas merupakan potensi masyarakat yang harus dikelola.

Faktanya, Ormas yang terdaftar di Indonesia memang sangat banyak dan beragam, Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri, Bahtiar mengatakan, data terbaru yang dilansir per Rabu (31/07/2019) pukul 08.50 WIB, terdapat 420.381 ormas yang ada di Indonesia.

“Data kita per 31 Juli, Ormas yang terdaftar, yaitu 420.381,” kata Bahtiar di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (01/08/2019).

Jumlah Ormas terdaftar tersebut dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:

Pertama, Ormas yang telah mendapatkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) berjumlah 25.812 dengan rincian di Kemendagri berjumlah 1.688, di Provinsi berjumlah 8.170, dan di Kabupaten/Kota berjumlah 16.954.

Ormas yang berbadan hukum di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) berjumlah 393.497 yang terdiri atas: Perkumpulan berjumlah 163.413, Yayasan  berjumlah 230.084.

Ormas Asing yang terdaftar di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) berjumlah 72 Ormas Asing.***/ebn

PDI P: Solid Bergerak untuk Indonesia Raya

Jajaran pimpinan PDI P dalam jumpa pers jelang Kongres PDI P ke-5 pada 8-10 Agustus 2019 di Bali—foto istimewa

JAYAKARTA NEWS— Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam waktu dekat akan menggelar Kongres ke-5 pada 8-10 Agustus 2019 di Bali. Tema Kongres ke-5 adalah ‘Solid Bergerak untuk Indonesia Raya’ dan subtema ‘Mewujudkan PDI P sebagai Partai Pelopor’.

“Tema ini mengandung makna bahwa soliditas partai melalui langkah kaderisasi kepemimpinan partai secara kelembagaan dan sistemik telah membangun kesadaran ideologi Pancasila, kesadaran politik untuk memberikan dedikasi bagi rakyat bangsa dan negara,” jelas Sekjen PDI P Hasto Kristiyanto dalam sambutannya pada jumpa pers, Kamis (1/8/2019).

Jumpa pers jelang Kongres PDI P ke-5 pada 8-10 Agustus 2019 di Bali—foto istimewa

“Kesadaran organisasi partai untuk terus mengedepankan kepentingan kolektif dan semangat goong royong daripada kepentingan orang perorang dan kelompok dan kesadaran untuk menyelesaikan masalah rakyat,” tambahnya.

Soliditas bergerak, kata Hasto, bersifat aktif dan progresif guna menegaskan tujuan berpartai sebagai penerang dalam gerak kemajuan bangs ada negara Indonesia. Dengan subtema mewujudkan PDI P sebagai partai pelopor, maka PDI P meletakkan dasar bekerjanya partai pelopor yang disiplin dalam berfikir atas dasar ideologi Pancasila, disiplin dalam teori, disilpin dalam berorganisasi dan disiplin dalam pergerakan kepentingan rakyat terus dikedepankan.

Agar tugas tersebut dapat berjalan, tegasnya,  wajah politik PDI Perjuangan haruslah wajah yang berkebudayaan. Sebab politik adalah membangun peradaban Indonesia Raya guna mewujudkan peran strategis Indonesia di dalam membangun tatanan dunia baru, sebagaimana disampailan dalam pidato Bung Karno: ‘To Build The World A New’.

Selain itu, katanya lebih jauh, guna menjalankan agenda strategis PDI Perjuangan sebagai pengusung utama pemerintahan Jokowi-KH Maruf Amin, maka atas penggunaan hak prerogatif Ketua Umum, Kongres V dipercepat.

“Percepatan kongres tidak hanya untuk menyesuaikan agenda strategis pemerintahan negara, namun juga untuk melakukan konsolidasi baik konsolidasi ideologi, politik, organisasi, kader dan konsolidasi seluruh sumber daya partai agar dapat memenuhi tanggung jawabnya di dalam membangun masa depan bangsa dan negara menuju masyarakat adil dan makmur yang dicita-citakan bersama,” paparnya.***/ebn

Bamsoet: Indonesia Poros Maritim Dunia

JAYAKARTA NEWS—Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan keunggulan aspek geografis Indonesia berupa Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) seluas 2,8 juta km2 harus bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran bangsa Indonesia. Ditambah dengan potensi kewilayahan berupa luas perairan pedalaman dan perairan kepulauan mencapai 3,1 juta km2, luas laut teritorial 290 ribu km2, luas zona tambahan 270 ribu km2, luas landas kontinen 6,4 juta km2, luas NKRI (darat + perairan) 8,3 juta km2, dan panjang garis pantai 108,000 km. Kesemuanya menjadi kekuatan Bangsa Indonesia dalam mewujudkan diri menjadi Poros Maritim Dunia. 

“Dengan berkah sebagai negara maritim, potensi sektor perikanan menjadi penunjang bagi bangsa Indonesia untuk menjadikan laut sebagai masa depan bangsa. Sebagai gambaran, stok ikan nasional kita sangat melimpah. Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat stok ikan nasional pada tahun 2015 sebesar 7,3 juta ton. Kemudian meningkat di tahun 2016 menjadi 9,93 juta ton, meningkat kembali di 2017 mencapai 12,541 juta ton,” papar Bamsoet saat menjadi Keynote Speaker Seminar Nasional Road Map Pembangunan Perikanan Nasional 2020-2024, di Jakarta, Rabu (31/07/19).

Dalam rangka mewujudkan pembangunan perikanan nasional yang berkelanjutan serta menjaga stok ikan terus meningkat, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini memaparkan ada dua aspek yang perlu diperhatikan. Aspek pertama menyangkut pengelolaan perikanan dengan menggambarkan tentang pemanfaatan perikanan yang lestari untuk pangan. Kedua, menciptakan ekosistem laut yang sehat dan produktif dengan menggambarkan perlindungan dan konservasi perairan.

“Selain itu, DPR RI mengharapkan agar pembangunan berkelanjutan sektor perikanan tidak hanya mencukupi kebutuhan konsumsi domestik saja. Tetapi juga memiliki nilai tambah yang tinggi dan kompetitif karena dihasilkan dari sumber yang terjaga dan berkelanjutan,” tutur Bamsoet.

Bendahara Umum DPP Partai Golkar 2014-2016 ini juga mengingatkan bahwa perubahan iklim sangat mempengaruhi pembangunan berkelanjutan sektor perikanan dan kelautan. Ancaman perubahan iklim dan kenaikan suhu laut akan mempengaruhi arus migrasi ikan dan stok ikan. 

“Peran pemerintah, akademisi, praktisi, riset dan sains sangat dibutuhkan untuk memberikan solusi dalam meminimalisir ancaman perubahan iklim tersebut. Kita memang tak bisa melawan alam, namun kita bisa menciptakan keseimbangan alam,” tandas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini juga mengharapkan agar pembangunan perikanan nasional Indonesia dapat dikembangkan dengan mempertimbangkan kesehatan ekologi, meminimalkan gangguan yang menghambat keanekaragaman, struktur dan fungsi ekosistem. Serta dikelola dan dioperasikan secara adil dan bertanggung jawab, sesuai dengan hukum dan peraturan lokal, nasional dan internasional.

“Sehingga menguntungkan para nelayan lokal karena hasil tangkapan mereka meningkat, yang pada gilirannya juga meningkatkan konsumsi ikan nasional. Saat ini produksi perikanan tangkap laut Indonesia mencapai 6,7 juta ton dengan konsumsi nasional 50,69 Kg/kapita. Kedepan akan terus kita tingkatkan agar produksi mencapai 10 juta ton lebih dan konsumsi mencapai 90 Kg/kapita,” pungkas Bamsoet. ***/ebn

Refleksi ‘Kudatuli’1996 Ketika Kantor PDI Hancur Lebur Diserang Rezim Kekuasaan

Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto— foto istimewa

JAYAKARTA NEWS— Sebagai wujud refleksi peringatan peristiwa Kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli) dimana kantor Partai Demokrasi Indonesia (PDI) hancur lebur diserang rezim kekuasaan, PDI Perjuangan (PDIP) berkeyakin bahwa kesatuan dengan rakyat yang selama ini dipraktikkan takkan bisa dihancurkan oleh kezaliman.

Berbicara di hadapan peserta Konferda DPD PDI Perjuangan Propinsi Jawa Barat, di Bandung, Sabtu (27/9/2019), Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan peristiwa 27 Juli mempertontonkan bagaimana kekuasaan yang otoriter mencoba menghilangkan seluruh aspek kehidupan PDI. Kantor DPP PDI diserang dan berusaha dihancurkan.

“Tetapi karena kita selalu digerakkan oleh kekuatan yang maha dahsyat itu, yakni adalah kesatuan dengan rakyat, sebagaimana yang diungkapkan Bung Karno. Jadi meskipun secara fisik kantor partai hancur lebur, tetapi semangat jiwa raga kita tidak pernah hilang,” kata Hasto sebagaimana dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

Maka hari ini, Hasto menekankan bahwa PDI Perjuangan mengucap syukur atas pasang naik turunnya semua manajemen kepartaian. Tuhan yang Maha Esa tetap memberkahi perjuangan PDI Perjuangan bersama rakyat sehingga menjadi pemenang Pemilu 2019.

“Dalam Pemilu tahun 2019 PDI Perjuangan kembali dipercayai rakyat sebagai pemenang pemilu, demikian juga pemenangan Pemilu presiden. Inilah tanggung jawab masa depan bahwa kekuasaan itu untuk kepentingan rakyat,” tegas Hasto.

Peristiwa 27 Juli 1996 adalah peristiwa pengambilalihan secara paksa kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro 58 Jakarta Pusat yang saat itu dikuasai pendukung Megawati Soekarnoputri. Penyerbuan dilakukan oleh massa pendukung Soerjadi (Ketua Umum versi Kongres PDI di Medan) serta dibantu oleh aparat dari kepolisian dan TNI.

Peristiwa ini meluas menjadi kerusuhan di beberapa wilayah di Jakarta, khususnya di kawasan Jalan Diponegoro, Salemba, Kramat. Beberapa kendaraan dan gedung terbakar.***/ebn

Moeldoko: Sabar, Sabar, Kok Nggak Sabaran Sih!

Foto instagram Moeldoko

JAYAKARTA NEWS— Mantan Ketua Harian TKN Moeldoko menegaskan, Jokowi selalu mendengarkan berbagai pandangan, termasuk suara dari relawan, apalagi partai-partai koalisi pendukung, itu pasti didengar. Penegasan Moeldoko ini menjawab pertanyaan wartawan tentang isu adanya perbedaan pandangan antar-partai terkait penambahan partai koalisi.

Moeldoko meminta semua pihak agar bersabar  karena belum ada pertemuan koalisi lengkap. “Gini loh, Pak Jokowi belum mengumpulkan Ketum-Ketum Partai Politik secara keseluruhan. Nanti harus bagaimana, tunggu saja sebentar ya,” kata Moeldoko.

“Peluang ada dong?” Tanya wartawan lagi.  “Belum tahu, belum tahu,” ucap Moeldoko.

Ia menjelaskan acara yang baru saja berlangsung hanya terkait pembubaran TKN, Jokowi juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras TKN. “Itu saja intinya. Tidak ada yang lain. Tadi hanya ucapan terima kasih saja jadi Pak Jokowi,” ujarnya.

Jokowi, tambah Moedoko, merasa sangat puas dengan kerja TKN. “Hasilnya jelas, menang. Beliau memberikan apresiasi atas kinerja Tim Kampanye Nasional. Beliau tidak menyebutkan kekurangan, yang disebutkan adalah plus plus. Plus-plus nya ya menang, plus rukun, gitu,” ujar Moeldoko yang terus dicecar wartawan.

Jadi, tambahnya, yang disebutkan oleh Jokowi dalam acara tersebut adalah tentang hebatnya TKN. “Satu, menang. Kedua, beliau tidak pernah melihat ada friksi, sangat rukun. Ini kan plus,” ucapnya.

Menjawab pertanyaan kapan Ketum Parpol akan bertemu dengan Jokowi, Moeldoko meminta agar bersabar. “Tadi sudah disampaikan oleh Pak Jokowi tunggu sebentar lagi. Itu akan berjalan secara alamiah sesuai dengan waktu. Kok, suka nggak sabaran sih,” ucapnya. ***/ebn

Jokowi: Kekuatan Koalisi sudah Cukup, Lebih Solid

Jokowi di acara pembubaran TKN, Jumat (26/07/2019) —foto viva

JAYAKARTA NEWS— Presiden Joko Widodo menegaskan Koalisi Indonesia Kerja tetap solid. Bahkan kondisinya saat ini lebih solid dibanding sebelumnya. “Koalisi tetap rukun-rukun saja, lebih solid dari yang sebelumnya,” ucap Jokowi kepada wartawan di acara Pembubaran TKN KIK, Jumat (26/7/2019).

Jokowi juga menegaskan bahwa kekuatan koalisinya sudah cukup. “Kalau ditanya itu, saya jawab sudah cukup,” tegasnya. Tentang kemungkinan penambahan koalisi, menurutnya, sampai saat ini belum ada pembicaraan tentang itu. “Kita partai-partai pendukung belum pernah berbicara mengenali koalisi atau penambahan koalisi.”

Meski sudah dijawab, wartawan yang penasaran masih saja bertanya, “KIK ditambah?” “Ada peluang?”

“Sampai saat ini kita belum berbicara mengenai itu. Belum! Ketemu komplit aja belum,” ujar Jokowi. Begitu juga soal susunan kabinet, belum dibicarakan. “Belum ketemu koalisi,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu tak ketinggalan wartawan juga bertanya tanggapan Jokowi soal pertemuan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri  dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, serta pertemuan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Menjawab itu, Jokowi menyatakan biasa saja. “ Ya, beliau kan sahabat baik. Berhubungan baik sejak lama. Kalau Pak Prabowo ketemu Ibu Megawati, ya biasa. Pak Surya Paloh ketemu Pak Anies, ya biasa,” kata Jokowi.***/ebn

BNPB Ingatkan Masyarakat Waspadai Adanya Letusan Tiba-tiba tanpa Didahului Gejala Vulkanik

Foto istimewa

JAYAKARTA NEWS— Badan Nasional Penangulangan Bencana meminta masyarakat sekitar Gunung Tangkuban Perahu, pedagang, wisatawan, pendaki maupun pengelola wisata di sekitar Gunung Tangkuban Perahu meningkatkan kewaspadaannya terkait terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba tanpa didahului gejala-gejala vulkanik yang jelas.

Selain itu, masyarakat juga dilarang menginap dalam kawasan kawah-kawah aktif yang ada di dalam kompleks gunung Tangkuban Perahu. Dikarenakan terdapat gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan kehidupan manusia.

Saat ini, demikian dilansir dari twitter BNPB,  Gunung Tangkuban Parahu berada pada Status Level I (Normal) dengan rekomendasi Masyarakat di sekitar G. Tangkuban Parahu dan pengunjung, wisatawan, pendaki tidak diperbolehkan turun mendekati dasar kawah Ratu dan Kawah Upas.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut dan selatan. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 38 mm dan durasi ± 5 menit 30 detik.

Sebagaimana diketahui, telah terjadi erupsi G. Tangkuban Parahu, Jawa Barat pada tanggal 26 Juli 2019 pukul 15:48 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 200 m di atas puncak (± 2.284 m di atas permukaan laut). ***/ebn

KIK tidak Bubar, Tetap Solid Kawal Jokowi-Ma’ruf Amin

Presiden Joko Widodo dihadapan ribuan hadirin di Sentul International Convention Center, Bogor, menyampaikan Visi Indonesia–foro instagram jokowi

JAYAKARTA NEWS— Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK)  dibubarkan hari ini namun KIK tetap ada dan tetap solid mengawal pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin selama lima tahun mendatang. Demikian disampaikan Wakil Sekretaris TKN KIK Verry Surya Hendrawan, Jumat (26/7/2019).

TKN KIK , jelasnya,  adalah Tim yang dibentuk dengan tujuan untuk memenangkan Paslon 01, pasangan  Joko Widodo dan Romo Kyai Ma’ruf Amin. Tim ini telah bekerja sesuai dengan arahan dari Paslon: untuk selalu berkampanye dan berkontestasi dengan cara-cara yang konstitusional, jujur, amanah dan sesuai dengan Kepribadian Bangsa Indonesia

“Alhamdulillah, Puji Syukur bahwa tujuan dan arahan tersebut, dapat kami penuhi dan laksanakan. Tugas telah ditunaikan,” kata Verry sebagaimana dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

Dengan selesainya tugas ini, maka TKN KIK resmi dibubarkan hari ini, Jumat, 26 Juli 2019.  Pembubaran dilakukan langsung oleh Capres Terpilih, Joko Widodo. Hal tersebut juga akan segera diikuti dengan pembubaran TKD (Tim Kampanye Daerah) di 34 Provinsi, dan seluruh Kabupaten & Kota di seluruh Indonesia. Semua kader Parpol dan Anggota ormas / Relawan akan kembali ke wadah Organisasi masing2

Terkait KIK, Verry menegaskan,  KIK akan terus ada, hadir, solid dan sepakat konsisten untuk aktif mengawal pemerintahan Pak Jokowi-Romo Kyai Ma’ruf Amin selama lima tahun mendatang

Semua 10 Parpol (5 di dalam dan 5 diluar parlemen DPR RI), akan terus aktif dan kritis di pemerintahan maupun legislatif. Bersama Bergerak demi kepentingan Nasional, yaitu: Indonesia Maju Menuju Masyarakat Adil dan Makmur.

“Kami memiliki nafas perjuangan yang seirama. Dan selama hampir 1 tahun bersama-sama di TKN KIK, semakin menguatkan hubungan politis-profesional-individual ke-10 parpol. Kami meyakini sepenuhnya bahwa soliditas ini, akan terus membawa kebaikan untuk Bangsa dan Negara tercinta, Indonesia,” pungkasnya. ***/ebn

Megawati: Rileks Sajalah di Negeri Tercinta Ini

Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketum Partai Gerindra Prabowo, Rabu (24/7/2019)—foto istimewa

 JAYAKARTA NEWS— Akhirnya Megawati Soekarnoputri memenuhi janjinya memasakkan nasi goreng untuk Prabowo. Janji ini sebenarnya sudah lama, namun baru hari ini (Rabu 24/7/2019) bisa dipenuhi lantaran kesibukan masing-masing yang tinggi.

“Pertemuan ini harusnya sudah berjalan beberapa waktu lalu namun kita kan repot dengan masalah Pemilu dan lain-lain. Beliau (Prabowo) ini kan menagih terus. Beliau katakan nasi goreng yang saya buat enak sekali. Nah terbukti, beliau semua yang hadir bilang,’ Memang enak ya bu. Sering-sering diundang untuk makan nasi goreng’,” tutur Ketua Umum PDI Perjuangan itu dengan wajah semringah.

“Untunglah. Kalau seorang perempuan pemimpin  dan politisi rupanya ada bagian yang sangat mudah meluluhkan hati laki-laki. Nah. Itu namanya politik nasi goreng yang ternyata ampuh,” seloroh Mega yang disambut tertawa para hadirin.

Pertemuan Megawati dan Prabowo Subianto—foto istimewa

Dalam kesempatan itu Mega bercerita bahwa dirinya menyampaikan kepada Prabowo bahwa perbedaan pendapat itu suatu yang biasa, kenapa harus diterus-teruskan. Mari kita rukun kembali menjalin persahabatan untuk kepentingan bangsa dan negara. “Dan tentu kita bisamelakukannya dengan berdiskusi, silahkan datang ke tempat saya kapan pun,” tutur Mega menceritakan isi pertemuan itu.

Mega yang memanggil Prabowo dengan sebutan ‘Mas Bowo’ ini juga menyampaikan bahwa jika ingin bertemu Presiden Jokowi, dan ingin dirinya menyampaikan, ia akan melakukannya. Namun sarannya, sebaiknya Prabowo ngomong sendiri saja karena pasti Jokowi akan menerima dengan baik. ‘Saya juga katakan bahwa enggak ada koalisi, tidak ada oposisi dalam sistem ketatanegaraan kita. Tapi kalau berbeda hanya karena pilihan, itu monggo saja,” tambahnya.

Karenanya, lanjut Mega, yang namanya dialog sangat diperlukan. “Tapi saya bilang bahwa semuanya adalah keputusan Presiden terpilih. Karena pada beliaulah sebenarnya hak prerogatif ada, bukan pada saya. Kalau menyampaikan usul, saran, saya bisa sampaikan,  begitu juga dari teman-teman yang lain,” katanya.

Dalam kesempatan itu Megawati juga menyampaikan klarifikasi ketidakhadirannya dalam pertemuan para pemimpin Parpol koalisi tempat Ketua Umum Nasdem Surya Paloh. Menurut Mega dirinya ditanya Surya Paloh kenapa tidak hadir. Menurut Mega waktu itu dia sedang berada di luar negeri atau di luar daerah karena PDI-P memang sedang menghadapi rapat kerja daerah, rapat kerja cabang untuk penyelenggaraan Kongres PDI-P yang rencananya diadakan pada 8-11 Agustus 2019 mendatang.

Terkait kongres tersebut, daripada nantinya menjadi isu-isu yang tidak mengenakan, Mega pun langsung bertanya kepada Prabowo apakah berniat hadir jika diundang.  “Saya tadi tanya juga sama pak bowo– daripada menjadi hal yang ‘digoreng-goreng’ . Saya tanya mas mau diundang enggak? Kemana mbak? Saya bilang, ‘Ke Kongres’. Beliau bilang, ‘Ya mau dong’.  Kalau mau, saya undang, kalau ndak mau, ya ndak apa-apa. Nah, ini semua tolong ditulis ya, supaya nanti tidak ‘digoreng-goreng’,” ungkap Mega.

Jadi, tambah Mega, rileks sajalah di negeri tercinta ini. ***/ebn

Soal Hingar-bingar FaceApp, Ini Kata Dirjen Aplikasi Kementerian Kominfo

JAYAKARTA NEWS—Masyarakat diminta berhati-hati dalam mengunduh aplikasi apapun di gadget, termasuk aplikasi FaceApp yang akhir-akhir ini marak digunakan masyarakat untuk mengubah wajah menjadi tua dan viral melalui tagar #AgeChallenge.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, sebagaimana dikutip dari lama setkab.go.id, mengingatkan, sebelum mengunduh, masyarakat disarankan untuk mempelajari asal-usul dari aplikasi tersebut.

Belum lama ini, aplikasi FaceApp itu memicu kekhawatiran sebagian pengguna aplikasi dan internet karena beredar informasi dari Pemerintah Amerika Serikat yang sempat was-was soal privasi data pengguna yang bisa dimanfaatkan oleh aplikasi buatan Rusia ini.

Menurut Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, aplikasi FaceApp tidak secara khusus menyimpan data pribadi setiap pengguna dalam waktu yang lama.

“Yang kemarin kan dia sudah bilang, dia klarifikasi bahwa hanya menyimpannya 2×24 jam, abis itu tidak ada di servernya,” kata Semuel di Jakarta, Selasa (23/7).

Meskipun FaceApp mengklaim tidak menyimpan data pribadi, Dirjen Aptika Semuel tetap mengingatkan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati jika ingin mengunduh sebuah aplikasi yang baru. Bahkan, tidak hanya aplikasi FaceApp, Semuel menyarankan sebelum mengunduh aplikasi apapun di Gadget, masyarakat perlu untuk mempelajari asal-usul dari aplikasi tersebut.

“Jadi memang yang harus diperhatikan masyarakat, jangan hanya FaceApp saja, tapi semua aplikasi kalau mengunduh itu pelajari juga user-nya,” ujarnya

Oleh karena itu, lanjut Semuel, jika aplikasi yang baru dikenal meminta data pengguna yang permintannya berlebihan, maka baiknya tidak diunduh.  “Kadang-kadang aplikasi itu menawarkan sesuatu yang lucu-lucu supaya kita ngasih data. Jadi, kita bisa lihat datanya buat apa,” ungkapnya.

Terkait tanggapan pemerintah soal aplikasi FaceApp, Semuel mengatakan pihaknya belum melakukan evaluasi bersama pihak-pihak terkait. “Kita lagi pantau saja terus, di negara-negara lain juga kan lagi dipantau,” pungkasnya.***/ebn