Jokowi: Kejayaan Minyak dan Kayu sudah Selesai

Presiden Joko Widodo dalam busana raja Bali— foto instagram jokowi

JAYAKARTA NEWS— Presiden Joko Widodo termasuk salah satu presiden di dunia yang rajin nge-vlog juga menulis di instagram pribadinya, baik itu tentang kejadian keseharian maupun pandangannya tentang sesuatu hal.

Seperti baru-baru ini dia menulis tentang tantangan manusia Indonesia ke depan. Menurutnya, kejayaan minyak dan kayu sudah selesai. Kejayaan komoditas sumber daya alam juga sudah hampir selesai. Ke depannya, ujar Jokowi, yang harus dibangun adalah pondasi sumber daya manusia yang berkualitas yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Kejayaan minyak dan kayu sudah selesai. Kejayaan komoditas sumber daya alam juga sudah hampir selesai. Untuk ke depan, percayalah, kita harus membangun pondasi sumber daya manusia yang berkualitas, yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.”

“Dan kualitas SDM itu harus dibangun, sejak di dalam kandungan. Oleh sebab itu, tidak boleh ada lagi yang namanya stunting pada anak. Kesehatan ibu dan anak menjadi kunci, terutama pada usia emas, sampai tujuh atau delapan tahun,”  tulis Jokowi diakun instagramnya.

“Lalu, kita tingkatkan kualitas pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Bukan hanya untuk membuat generasi muda menjadi pintar dan mampu berkarya, tetapi juga jangan lupa, mencetak generasi Pancasilais, yang toleran, yang kokoh bergotong royong,” tambahnya.***ebn

Megawati: ‘Capek Tempur Terus, Nanti Tempur Lagi 2024’

Suasana pembukaan Kongres ke 5 PDIP di Sanur Bali, Kamis (8/8/2019)—foto istimewa

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang hadir di acara pembukaan kongres V partai itu.

Hal itu terjadi di hadapan Presiden Jokowi, Prabowo, dan ribuan kader partai maupun tamu yang hadir di acara pembukaan kongres di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Denpasar, Kamis (8/8/2019). Demikian rilis yang diterima redaksi.

Awalnya, Megawati menyapa para petinggi negara yang hadir di acara itu. Dari Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla, KH Ma’ruf Amin, para ketua umum partai, hingga ke Prabowo.

Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP saat pindato pembukaan Kongres ke 5 PDIP di Sanur Bali, Kamis (8/8/2019)—foto istimewa

“Pak Prabowo terima kasih sudah hadir menghangatkan suasana kongres kami,” kata Megawati yang disambut tepuk tangan peserta acara.

Megawati lalu bercerita bahwa saat dirinya makan siang dengan Prabowo di kediamannya beberapa waktu lalu, media massa sangat heboh.

“Padahal saya cuma tanya, ‘Mas, nanti mau endak saya undang ke kongres PDIP? Kalau endak mau, ndak apa’,” kata Megawati yang disambut tawa.

“Eh ternyata dia mau,” lanjutnya.

Mendengar hal itu, Prabowo yang duduk disamping KH. Ma’ruf Amin menjawab secara spontan,”siap” sambil memberi hormat ke arah Megawati.

Setelah semua tertawa dan tepuk tangan berhenti, Megawati bicara lagi.

“Lah kan capek kalau tempur terus. Nanti tempur lagi, di 2024,” kata Megawati yang kembali disambut tawa para peserta acara.

Setelahnya, kepada para kadernya, Megawati bertanya. “Siap (bertempur di 2024, red)?” kata Megawati.

“Siap,” jawab para kader serentak. ***/ebn

Kongres PDIP: Golkar dan Nasdem Minta Tambahan Fasilitas

JAYAKARTA NEWS— Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan hadir di kongres V PDI Perjuangan (PDIP) di Grand Inna Bali Beach Hotel, Sanur, yang akan dimulai pada 8-11 Agustus. Juga akan hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla serta Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024 KH Ma’ruf Amin.

Selain itu, PDI Perjuangan juga mengundang sejumlah ketua umum partai politik untuk hadir. Selain seluruh parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK), juga diundang ketua umum parpol di luar koalisi.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, undangan untuk Ketua Umum Gerindra Prabowo disampaikan langsung oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Megawati mengharapkan kehadiran mantan Danjen Kopassus itu.

“Yang kami undang adalah partai Koalisi Indonesia Kerja. Dan Pak Prabowo diundang secara khusus oleh Ibu Mega pada saat pertemuan di Teuku Umar,” kata Hasto di lokasi penyelenggaraan Kongres V PDIP di Hotel Grand Inna, Sanur, Bali, Rabu (7/8/2019). Demikian rilis yang diterima redaksi.

Prabowo sendiri disebutnya sudah menyatakan kesiapan untuk hadir. Selain Prabowo, kata Hasto, pihaknya juga mengundang Ketua MPR RI Zulkifli Hasan yang notabene Ketua Umum PAN. Meski diundang, kata Hasto, pria yang akrab disapa Zulhas itu berhalangan hadir. “Pak Zul izin karena sedang ibadah haji,” kata Hasto.

Mengenai partai koalisi yang sudah mengonfirmasi kehadirannya antara lain Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto dan Ketua Umum NasDem Surya Paloh. Bahkan kedua ketua umum parpol tersebut ingin diberikan fasilitas tambahan dalam acara Kongres V PDIP. “Golkar dan NasDem minta tambahan kursi, jadi kami sediakan,” tutup Hasto.***/ebn

Dana Kongres PDIP Sudah Cukup, Jangan Ada Lagi Pengumpulan Dana Oleh Kader

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dan Djarot Saiful Hidayat–foto istimewa

JAYAKARTA NEWS— PDI Perjuangan mengumumkan kepada masyarakat bahwa biaya pelaksanaan kongres V yang dilaksanakan di Grand Inna Bali Beach Hotel 8-11 Agutus 2019 menghabiskan biaya Rp17,6 miliar. Pengumpulan dana gotong royong itu sudah ditutup sejak tiga minggu sebelum kongres. Karenanya dilarang ada upaya pengumpulan dana mengatasnamakan biaya kongres.

“Surat instruksi ini sangat penting. Kami instruksikan kepada seluruh daerah terutama legislatif dan eksekutif partai untuk tidak menyalahgunakan kekuasaan, terlebih mengatasnamakan kongres,” kata Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Sanur, Bali, Rabu (7/8/2019). Demikian rilis yang diterima redaksi.

Kata Hasto, seluruh biaya kongres telah dipenuhi secara gotong royong dan akan menjadi bagian tanggung jawab parpol. “Untuk nanti dilaporkan dalam audit partai politik,” kata Hasto.

Wakil Bendahara DPP PDIP, Rudianto Tjen, menjelaskan biaya total pelaksanaan kongres adalah Rp17,6 miliar. Biaya itu dikeluarkan, termasuk untuk membayar 1200 kamar di 13 hotel di sekitar lokasi kongres.

“Untuk membiayai kongres, kita lakukan gotong royong sesama kader partai dan anggota partai. Dan tiga minggu terakhir sudah kita tutup karena pendanaan gotong royong sudah cukup,” kata Rudianto Tjen.

Kongres akan dilaksanakan dari 8-10 Agustus di Grand Inna Bali Beach Hotel. Rencananya, Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla, dan Wapres RI periode 2019-2024 KH Ma’ruf Amin akan hadir.***/ebn

Wujudkan Indonesia Poros Maritim Dunia: Ini Rekomendasi KKP

Sjarief Widjaja, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) dalam seminar di Jakarta, Selasa (6/8/2019)–foto humas KKP

JAYAKARTA NEWS— Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki potensi untuk menjadi Poros Maritim Dunia. Poros Maritim Dunia bertujuan menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang besar, kuat, dan makmur melalui pengembalian identitas Indonesia sebagai bangsa maritim, pengamanan kepentingan dan keamanan maritim, memberdayakan potensi maritim untuk mewujudkan pemerataan ekonomi Indonesia.

Dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, papar Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja, Presiden Joko Widodo mencanangkan lima pilar utama dalam mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai poros maritim dunia. Yakni Pembangunan kembali budaya maritim Indonesia; komitmen dalam menjaga dan mengelola sumber daya laut; komitmen mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim; diplomasi maritim; serta membangun kekuatan pertahanan maritim.

“Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)  memiliki beberapa rekomendasi dalam hal membangun pertahanan maritim Indonesia. Yakni membangun kekuatan pertahanan  maritim di area perbatasan dengan menyertakan partisipasi masyarakat maritim perbatasan (hankamrata); mengidentifikasi dan merumuskan potensi ancaman pada pertahanan maritim nasional secara komprehensif”

“Mengidentifikasi dan merumuskan lokasi strategis sebagai pusat pertahanan maritim daerah dengan kapasitas yang saling memperkuat; membangun kekuatan industri strategis dan logistik pertahanan maritim secara menyebar sesuai dengan penetapan lokasi serta menggunakan teknologi ICT (information and communication technology) sebagai basis kekuatan pengendalian operasi,” papar Sjarief yang berbicara dalam Seminar Nasional bertajuk ‘Prospek Poros Maritim Dunia di Periode Kedua Jokowi’, di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, Selasa, 6 Agustus 2019, mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan.

Dalam hal menjaga dan mengelola sumber daya kelautan, KKP merekomendasikan untuk mengidentifikasi potensi sumber daya alam maritim secara terpadu, dengan memperhatikan keberlanjutan dan kapasitas optimal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi; merumuskan pusat pertumbuhan ekonomi maritim baru yang berbasis komoditas dan skala ekonomi; merumuskan jenis komoditas dan strategi hilirisasi yang bertumpu pada penciptaan nilai tambah yang optimal; serta membangun sistem trasnportasi nasional yang menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan tersebut dalam kerangka logistik nasional.

“Dalam hal pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim,  KKP merekomendasikan untuk menyediakan sarana transportasi darat, laut, udara sebagai sarana logistik yang menghubungkan setiap lokasi berbasis komoditas antar supply dan demand serta merumuskan kerangka regulasi terpadu baik di tingkat daerah ataupun nasional sebagai bentuk keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan,” jelas Sjarief.

Terkait dengan pembangunan kembali budaya maritim Indonesia, beberapa rekomendasi KKP antara lain, mengidentifikasi masyarakat adat maritim, potensi geografis, sumber daya alam, kehidupan sosial ekonomi dan kekuatan budaya lokal; merumuskan dan mengembangkan kearifan lokal sebagai pola kehidupan masyarakat maritim;  membangun kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis inovasi; membangun pemukiman nelayan yang bersih, sehat, dan mandiri; serta merumuskan plan of action program transformasi budaya maritim masyarakat Indonesia.

Rekomendasi KKP dalam mewujudkan diplomasi maritim, disampaikan Sjarief yakni dilakukan dengan kerja sama bilateral untuk penyelesaian isu batas wilayah laut antar  negera, pertahanan dan keamanan maritim bersama; kerja sama regional terkait isu-isu maritim (Combating IUU Fishing/ Sea-related Crime); kerja sama multilateral pada forum United Nation; serta kerja sama perdagangan baik dalam forum Multilateral (WTO), regional Asean, Asia Pasific dan Uni Eropa untuk non tariff barrier, quota, dan pengendalian kualitas dan sertifikasi.

“Untuk mewujudkan itu semua, perlu blue print pembangunan Indonesia sebagai poros maritim dunia, perlu adanya kerangka regulasi terkait dengan alokasi sumberdaya dan sinergitas antar kelembagaan, plan of action yang menjabarkan tahapan pembangunan Indonesia sebagai poros maritim dunia, serta team kerja lintas Lembaga yang mengawal dan memonitor pelaksana plan of action tersebut,” tegas Sjarief.

Hadir sebagai narasumber dalam acara Semnas, Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Gotong Royong, Rokhmin Dahuri; Deputi V Kantor Staf Presiden, Jaleswari Pramodhawardani; Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Danang Girindrawardana; dan Peneliti The Habibie Center, Muhammad Arif.***/lkw

Pangdam, Kapolda,Danrem, Kapolres akan Dicopot jika tak Bisa Atasi Karhutla

Ilustrasi–kebakaran hutan–istimewa

JAYAKARTA NEWS— Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Gubernur, Pangdam, Kapolda berkolaborasi, bekerja sama dibantu dari Pemerintah Pusat, Panglima TNI, Kapolri, BNPB, dan Badan Restorasi Gambut (BRG) dan mengatasi dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Usahakan jangan sampai kejadian baru kita bergerak, api sekecil apa pun segera padamkan, kerugian gede sekali kalau kita hitung,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2019, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/8) siang. Demikian dikutip dari setkab.go.id

Presiden Jokowi menyampaikan arahan pada Rakornas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2019, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/8) siang. (Foto: Deny S/Humas)

Presiden mengingatkan, bahwa aturan main untuk Pangdam, Danrem, Kapolda, Kapolres tetap sama sebagaimana yang disampaikan tahun 2015 lalu. “Saya telepon ke Panglima TNI saya minta dicopot yang tidak bisa mengatasi, saya telepon lagi mungkin 3 atau 4 hari yang lalu kepada Kapolri dengan perintah yang sama dicopot atau enggak bisa mengatasi yang namanya kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.

Untuk itu, Presiden meminta kepada Pemda, Gubernur, Bupati, Walikota agar di backup (upaya ini, red) karena kerugian ekonomi besar sekali.

“Jadi Pak Panglima Pak Kapolri, saya ingatkan lagi masih berlaku aturan main kita. Aturannya simpel saja kan, karena saya engga bisa nyopot Gubernur, engga bisa nyopot Bupati atau Walikota, jangan sampai ada yang namanya status siaga darurat, jangan sampai, ada api sekecil apapun segera diselesaikan sudah,” sambung Presiden.

Ia mengingatkan, masing-masing punya infrastruktur organisasi sampai ke bawah, di desa ada Kamtibmas ada Babinsa ada semuanya. Mestinya itu begitu muncul kecil ketahuan dulu.

Presiden merasa perlu menyampaikan kembali aturan main itu karena mungkin ada Kapolda baru yang belum tahu aturan mainnya, ada Pangdam baru yang belum tahu aturan mainnya, ada Danrem, ada Kapolres baru yang belum tahu aturan mainnya.

“Aturan mainnya tetap, jangan meremehkan adanya hotspot. Jika api muncul langsung padamkan, jangan tunggu sampai membesar. Saya nggak perlu segera bicara banyak-banyak karena semua sudah tahu lah cara menanganinya seperti apa, cara pencegahannya seperti apa, nggak perlu kita ulang-ulang,” tutur Presiden.

Jadi, lanjut Presiden, yang pertama prioritaskan pencegahan melalui patroli terpadu deteksi dini sehingga kondisi harian di lapangan selalu termonitor, selalu terpantau. Kedua, penataan ekosistem gambut dalam kawasan hidrologi gambut, kalau musim panas di cek bener dan harus dilakukan secara konsisten, tinggi permukaan air tanah gambut agar tetap basah dijaga terus terutama di musim kering.

Kemudian yang ketiga sesegera mungkin pemadaman api kalau memang ada api. Jangan biarkan api itu membesar, langkah-langkah water bombing yang kalau sudah terlanjur gede itu juga tidak mudah, tapi memang harus dilakukan kalau api sudah besar.

“Terakhir saya minta langkah-langkah penegakan hukum, saya lihat ini sudah berjalan cukup baik, saya pantau, saya monitor di lapangan dilakukan tanpa kompromi,” ucap Presiden.

Presiden mengaku malu di Malaysia dan Singapura, masalah kebakaran hutan dan lahan ini sudah menjadi headlinemedia. “Jerebut lagi lagi ke negara tetangga kita. Saya cek jerebu ini apa ternyata asap. Hati – hati malu kita kalau enggak bisa menyelesaikan ini,” tegasnya.

Sempat Turun 81 persen

Sebelumnya pada awal sambutannya Presiden Jokowi mengatakan, kebakaran hutan dan lahan sering terjadi di hampir semua provinsi. Pada tahun 2015 lalu, kerugian akibat kebakaran hutan dan lahan ini mencapai Rp221 trililun dan mencakup 2,6 juta hektar.

Sementara pada tahun 2018, angka tersebut telah berhasil diturunkan hingga mencapai 81 persen. Namun ada kecenderungan jika tahun angka angka kebakaran hutan dan lahan menunjukkan gejala kenaikan.

“Ini naik lagi, ini yang tidak boleh. Harusnya tiap tahun turun, turun, turun, turun, turun, turun,” kata Presiden Jokowi.

Presiden mengakui menghilangkan total kebakaran hutan dan lahan memang sulit. Tetapi ia menekankan, harus ditekan turun, dan yang paling penting pencegahan, jangan sampai api sudah membesar baru bingung.

Menanggulangi kalau udah gede apalagi di hutan gambut, menurut Presiden, sangat sangat sulit sekali padamnya. Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menko Polhukam Wiranto, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.  ***/setkab/ebn

Presiden Minta Kajian Lebih Detail Soal Pemindahan Ibu Kota

Presiden Joko Widodo–foto instagramjokowi

JAYAKARTA NEWS— Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, setelah ke lapangan dan mendapatkan beberapa kajian meskipun belum selesai 100%, saat ini pilihan pemindahan ibu kota sudah semakin mengerucut, juga sudah jelas bahwa ibu kota negara akan dipindahkan di Kalimantan.

“Provinsinya dimana, ini yang harus didetilkan lagi,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas mengenai Pemindahan Ibu Kota, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (6/8) siang. Demikian dikutip dari setkab.go.id

Menurut Presiden, banyak pilihan yang telah ditindaklanjuti oleh Bappenas dan Kementerian PUPR. Baik itu di Kalimantan tengah, Kalimantan Timur, maupun Kalimantan Selatan. Ia pun berjanji  akan segera memutuskan setelah dipaparkan secara detil.

Tapi, Presiden mengingatkan,  kajian-kajian yang berkaitan dengan kebencanaan baik itu banjir, gempa bumi, kajian yang berkaitan dengan daya dukung lingkungan termasuk di dalamnya ketersediaan air, lahan, infrastruktur, kajian yang berkaitan dengan keekonomian, dari sisi demografi, sosial politik, pertahanan keamanan, semuanya harus dilihat lebih detil lagi sehingga keputusan nanti adalah keputusan yang benar dalam visi ke depan bangsa.

Menurut Presiden, dirinya nanti akan memutuskan pemindahan ibu kota negara dari Jakarta bukan sebagai kepala pemerintahan tetapi sebagai kepala negara.

“Kita harus melihat visi besar 10 tahun yang akan datang, 50 tahun yang akan datang, 100 tahun yang akan datang dalam kita berbangsa dan bernegara,” tegas Presiden.

Untuk itu, Presiden juga meminta agar pengalaman negara lain dalam pemindahan ibu kota dipelajari. Faktor-faktor apa yang menjadi hambatan sehingga kita lebih bisa mengantisipasi sedini mungkin, dan sebaliknya, faktor-faktor kunci keberhasilan yang bisa diadopsi ya kita adopsi, yang kita bisa adaptasi kita ambil.

Terakhir, Presiden Jokowi meminta agar mulai disiapkan mulai dari sekarang mengenai skema pembiayaan, baik yang bersumber dari APBN maupun non APBN. Juga yang berkaitan dengan desain kelembagaan yang diberi otoritas nantinya. Dan juga yang paling penting adalah payung hukum, regulasi mengenai pemindahan ibu kota ini.

Tampak hadir dalam rapat terbatas itu antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Jalil, Menhut Siti Nurbaya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly, Menkominfo Rudiantara, dan Mendikbud Muhadjir Effendy.***/ebn

Ini Penjelasan BMKG tentang Buruknya Kualitas Udara Jakarta

Ilustrasi—Kualitas udara buruk di Jakarta—gambar tvone youtube

JAYAKARTA NEWS— Belakangan ini pemberitaan tentang buruknya kualitas udara Jakarta sedang marak. Berikut ini penjelasan BMKG lewat rilis yang disampaikan  Nasrullah, Plh Deputi Bidang Klimatologi BMKG. Disebutkan, pemantauan konsentrasi partikulat polutan PM10 oleh BMKG sepanjang bulan Juni hingga Juli menunjukkan peningkatan konsentrasi sering melampaui nilai ambang batasnya (NAB) sejak tanggal 20 Juni hingga sekarang.

Nilai Ambang Batas (NAB) adalah batas konsentrasi partikel polusi udara yang diperbolehkan berada dalam udara yang kita hirup. NAB harian PM10 adalah 150 µg/m3 dan 50 µg/m3 untuk tahunan.

KOnsentrasi debu polutan meningkat drastis di antaranya disebabkan beban tinggi transportasi—gambar medcom id

Pada jam-jam tertentu, konsentrasi partikel polusi udara terukur di BMKG dapat melonjak sesuai dengan kadar polutan yang ada di udara. Nilai kadar atau konsentrasinya bahkan melewati 180 µg/m3 yaitu terjadi pada tanggal 20, 24, 25, 27, dan 28 Juni 2019, serta 14 dan 25 Juli 2019.

Berdasarkan data deret rata – rata harian debu partikulat PM10, secara umum periode 10 hari (dasarian) terakhir bulan Juni menunjukkan konsentrasi debu polutan yang lebih tinggi daripada kondisi bulan Juli kali ini.

Meningkatnya konsentrasi PM10 secara umum terjadi pada pagi hari sekitar pukul 07.00 – 09.00 WIB. Pada waktu-waktu ini konsentrasi debu polutan dimungkinkan meningkat drastis dikarenakan beban tinggi transportasi berkaitan dengan waktu berangkat kerja, sekaligus secara meteorologis bersamaan dengan waktu dimana dapat terjadi peristiwa inversi suhu pada atmosfer perkotaan.

Selain itu, data BMKG menunjukkan kualitas udara memang biasanya memburuk saat musim kemarau. Hal ini dikarenakan ketiadaan hujan dapat mengurangi pengendapan (pencucian) polutan di udara oleh proses rain washing.

Kepada masyarakat disarankan menggunakan masker— gambar tvone youtube

Pada hari-hari yang sudah lama tidak terjadi hujan, udara yang stagnan, cuaca cerah, adanya lapisan inversi suhu, atau kecepatan angin yang rendah memungkinkan polusi udara tetap mengapung di udara suatu wilayah dan mengakibatkan peningkatan konsentrasi polutan yang tinggi.

Penampakannya dapat dilihat dari kondisi udara yang kabur hasil reaksi kimia antara udara dengan kontaminan. Terlebih lagi pada saat ini masih terus berlangsung pekerjaan konstruksi pembangunan tol atas, jalur LRT, dan pengerjaan trotoar. Hal ini tentu akan menghasilkan debu partikel polutan dan menurunkan kualitas udara pada saat-saat tertentu.

Untuk diketahui, Juni – Juli adalah bulan menuju puncak musim kemarau bagi Jakarta. Data klimatologis rata – rata harian debu partikulat polutan 5 tahun kurun waktu 2014 – 2018 menunjukkan bahwa bulan Juni hingga Agustus merupakan waktu-waktu dimana konsentrasi partikulat polutan lebih tinggi dibandingkan bulan lainnya.***/ebn

Cak Imin Bertemu Mahasiswa Disabilitas Penemu Lima Aplikasi

Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar dan Anjas Pramono, Jumat (2/8/2019)–foto istimewa

JAYAKARTA NEWS— Wakil Ketua MPR RI A. Muhaimin Iskandar menerima kunjungan Anjas Pramono, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Brawijaya Malang. Pertemuan berlangsung di Ruang Kerja Wakil Ketua MPR, gedung Nusantara III lantai 7 Komplek MPR/DPR/DPD RI, Jumat. Ikut hadir pada pertemuan tersebut, Ketua Fraksi PKB MPR Jazilul Fawaid.

Anjas merupakan satu-satunya Ketua PMII yang difabel. Tetapi dalam keterbatasannya, itu ia mampu menciptakan lima  aplikasi yang berguna bagi sesama difabel. Kelima  aplikasi yang diciptakan Anjas adalah market place bagi para difabel dan UMKM, belajar mengaji bagi para difabel, cara mencari tempat-tempat yang nyaman bagi para difabel serta bahasa verbal bagi para difabel, serta sarana transportasi bagi kaum disabilitas.

Anjas bertemu Wakil Ketua MPR untuk menyampaikan laporan terkait undangan dari pemerintah Amerika. Rencananya, pada September nanti ia akan memenuhi undangan White House untuk mempresentasikan beberapa aplikasi yang sudah dibuatnya.

Saat bertemu dengan media,  Muhaimin menyatakan kebanggaannya kepada Anjas. Selain disabilitas yang berprestasi, menurut Muhaimin, Anjas adalah kader Nahdlatul Ulama yang patut didukung. Apalagi, ia merupakan ketua PMII, salah satu organisasi otonom NU yang pernah di pimpin Muhaimin.

“Saya Bangga kepada Anjas. Dia adalah penemu lima aplikasi dan satu-satunya pimpinan PMII yang menderita disabilitas. Padahal, untuk menjadi Ketua PMII di Universitas Brawijaya butuh perjuangan dan mental baja, tetapi Anjas memiliki semua itu”, kata Muhaimin menambahkan.

Cak Imin berharap bangsa Indonesia bisa ikut bangga terhadap prestasi yang diraih Anjas. Dan terus mendorong, agar ia mampu menciptakan aplikasi-aplikasi lain, baik yang diperuntukkan bagi kaum difabel maupun masyarakat normal lainnya. Apalagi, prestasi yang diraih Anjas juga sudah dihargai oleh Internasional.***/ebn

Hati-hati, Gunung Tangkuban Perahu Erupsi Lagi Kini Level Waspada

Ilustrasi–Erupsi Gunung Tangkuban Perahu–foto istimewa

JAYAKARTA NEWS— Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terhitung Jumat (2/8) pukul 08.00 WIB menaikkan status Gunung Tangkuban Parahu yang berlokasi di wilayah  Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang, Jawa Barat (Jabar) dari dari Level 1 (Normal) menjadi Level II (Waspada).

“Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu dan pengunjung/wisatawan/pendaki, (diimbau) tidak mendekati kawah yang ada di puncak Gunung Tangkuban Parahu dalam radius 1,5 Km dari kawah aktif,” kata Kepala PVMBG, Kasbani dalam konferensi pers di kantor PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (2/8) pagi.

Status waspada diberikan menyusul terjadinya erupsi dua kali berturut-turut setelah erupsi yang terakhir terjadi pada Jumat (26/7) lalu. Kasbani menjelaskan, Gunung Tangkupan Parahu kembali erupsi pada Kamis (1/8) pukul 20:46 WIB dan pada Jumat (1/8) pukul 00:43 WIB, dan Jumat (2/8) pukul 00:43 WIB.

Kepala PVMBG Kasbani memberi penjelasan pada pers, Jumat (2/8/2019)–foto kementerian ESDM

“Aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu saat ini masih berada dalam kondisi yang belum stabil dan aktivitas serta potensi erupsi dapat berubah sewaktu-waktu,” jelas Kasbani.

Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM itu menyebutkan, ancaman bahaya yang terjadi saat ini berupa hujan abu serta hembusan gas vulkanik dengan konsentrasi berfluktuasi di sekitar Kawah Ratu yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan jiwa pengunjung, pedagang, masyarakat sekitar, bila kecenderungan konsentrasi gas-gas vulkanik tinggi.

“Erupsi freatik dan hujan abu di sekitar kawah berpotensi terjadi tanpa ada gejala vulkanik yang jelas,” ungkap Kasbani.

Hasil pemantauan PVMBG secara visual, menurut Kasbani, menunjukkan bahwa aktivitas permukaan paska erupsi yang terjadi pada tanggal 26 Juli 2019 masih didominasi oleh hembusan asap dari kawah utama (Kawah Ratu) dengan ketinggian sekitar 20 – 200 meter dari dasar kawah, bertekanan lemah hingga sedang dengan warna putih dan intensitas tipis hingga tebal.

Secara seismik, lanjut Kasbani, aktivitas Gunung Tangkuban Parahu masih didominasi oleh gempa-gempa yang mencerminkan aktivitas di kedalaman dangkal berupa Gempa Hembusan. Setelah erupsi terjadi, rekaman seismik didominasi oleh gempa Hembusan dan Tremor menerus dengan amplitudo maksimum 0.5-31 mm (dominan 0.5-20 mm).

“Terekamnya Tremor ini berkaitan dengan pelepasan tekanan berupa hembusan-hembusan yang terjadi sampai saat ini diikuti oleh rangkain erupsi tanggal 1 dan 2 Agustus 2019,” ujar Kasbani.

Waspadai Letusan Freatik

Selain mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 1,5 Km dari kawah aktif, Kepala PVMBG Kasbani dalam konferensi pers itu juga meminta masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala vulkanik yang jelas.

Selain itu, Kasbani meminta masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu untuk tenang, beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu-isu tentang letusan, dan tetap memperhatikan perkembangan kegiatan Gunung Tangkuban Parahu dan mengikuti arahan yang dikeluarkan oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) setempat.

“Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (BPBD Provinsi Jabar) dan BPBD Kabupaten Bandung Barat serta BPBD Kabupaten Subang,” pungkas Kasbani.***/setkab/ebn