Festival Tari ‘Semarak Budaya Indonesia 2023’

JAYAKARTA NEWS— Agenda tahunan Kota Surakarta, Semarak Budaya Indonesia  (SBI) 2023 kembali digelar untuk yang kesepuluh kalinya di Balaikota Surakarta. Acara pada hari pertama berlangsung pada Jumat (26/05/2023) malam dan akan dilanjutkan pada Sabtu (27/05/2023) malam. SBI 2023 digelar untuk masyarakat umum serta dapat disaksikan secara gratis mulai pukul 19.00 WIB. Acara ini juga akan disiarkan ulang melalui kanal YouTube SEMARAK BUDAYA INDONESIA. 

Festival seni tari ini diselenggarakan oleh Pemuda Indonesia Kreatif dan Semarak Candrakirana Art Center. Acara juga didukung oleh Pemerintah Kota Surakarta, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, serta Djarum Foundation. Tema “Satu Dasawarsa Gerak Bersama” diusung pada tahun kesepuluh diselenggarakannya acara ini. 

Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2023 merupakan wujud ikhtiar merajut jaringan sanggar-sanggar seni di Indonesia sekaligus membangun ruang apresiasi dan aktualisasi diri bagi generasi seni yang ada di dalamnya. Acara dibuka secara resmi dengan pemukulan Kethuk Kempyang oleh Apriza Rizaldi Naim S.H., Ibu R.Ay Irawati Kusumorasri M.Sn., Ibu Tuti Orbawati, S.Sen, M.Sn., dan Mr. Lee Jeong Eun. 

Pada laporan Ketua Festival Semarak Budaya Indonesia 2023, Apriza Rizaldi Naim S.H., disampaikan bahwa acara ini merupakan sebuah ruang apresiasi dan aktualisasi bagi generasi berbudaya yang ada di seluruh Indonesia. 

“Festival Semarak Budaya Indonesia merupakan sebuah etalase pagelaran seni yang mengemas budaya lokal asli dari seluruh penjuru Nusantara. Semarak Budaya Indonesia atau SBI bertujuan untuk membangun ruang apresiasi dan aktualisasi bagi generasi berbudaya yang ada di seluruh Indonesia. Satu Dasawarsa Gerak Bersama merupakan tajuk yang diambil dari gelaran SBI tahun 2023. Kita ingin menggambarkan budaya asli masyarakat Indonesia yaitu gotong royong yang selalu dilakukan oleh Dinas Pariwisata bersama seluruh komunitas dan sanggar seni dalam sebuah pelaksanaan Festival Semarak Budaya Indonesia. Kali ini merupakan tahun kesepuluh gotong royong itu telah selalu dilaksanakan,” ungkapnya. 

Walikota Surakarta menyampaikan ucapan terimakasih dan ajakannya dalam sambutan yang diwakili oleh Tuti Orbawati, S.Sen., M.Sn. selaku Kepala Bidang Seni dan Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surakarta. 

“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras serta mengupayakan Kota Surakarta menjadi rumah besar untuk sanggar seni di Indonesia. Merupakan kebanggaan yang sangat besar bagi Kota Surakarta apabila hal tersebut terwujud. Untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat Kota Surakarta ikut mensukseskan gelaran Festival Semarak Budaya Indonesia tahun 2023 ini dengan turut mempromosikan pada akun media sosial sehingga acara ini akan semakin meriah dan meningkatkan wisatawan untuk berkunjung ke Kota Solo.”

Berbagai sanggar yang memeriahkan acara hari pertama berasal dari kota-kota besar di Indonesia, diantaranya Semarak Candrakirana Art Center Solo, Sanggar Seni Dharma Budaya, Pasuruan, Ikatan Pelajar Mahasiswa Kepulauan Riau Surakarta, Timeless Dance Center Solo, Damar Art Banyuwangi, IKAMALA-SOLO Lampung, Dharma Budaya Art Performance Pasuruan, Sanggar Seni Diwangkara Pemalang, Sanggar Tari Tancep, Sragen dan Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Riau-Surakarta Riau.

Suguhan tari pertama diawali oleh Semarak Candrakirana Art dari Surakarta dengan tarian “KRIDHANINGGAR, Kridhaning Adaninggar Wanodya Tamtama”. Karya ini terinspirasi dari sosok karakter tokoh di cerita wayang menak serat Wong Agung Jayeng Rana. Dengan menggunakan properti kipas berwarna merah, tarian ini menunjukkan makna (kipas) sebagai perwujudan dari seorang wanita, warna merah yang memiliki arti lambang dari sebuah keberanian. 

Penampilan ditutup dengan suguhan tarian “Zapin Beradat” oleh Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Riau-Surakarta. Tarian ini mengangkat tema kehidupan masyarakat Melayu, yang mana digunakan sebagai sarana hiburan masyarakat karena mengandung makna dan nilai filosofis yang berkaitan erat dengan kehidupan sosial masyarakat setempat.

Acara SBI 2023 hari pertama berlangsung dengan meriah dan diakhiri dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada para penampil. Gelaran seni ini sukses digelar dengan dukungan dari Djarum Foundation, Kamar Dagang dan Industri Kota Surakarta, Batik Danar Hadi, Universitas Surakarta, Yoyic, serta LT Pro Professional Make Up dan sponsor lainnya.***PR

Dewa 19 All Stars Gebrak 4 Kota

JAYAKARTA NEWS— Ahmad Dhani Prasetya akan menggelar konser musik bertajuk ‘Dewa 19 All Stars’ di 4 kota. Kota-kota tersebut adalah Stadion Manahan, Solo (29/7), Gelora Bung Karno, Jakarta (12/8), sedangkan di Surabaya dan Bandung sedang dicari stadion yang cocok dan mampu menampung jutaan penonton.

“Kali ini, kita memilih venue berstandar internasional,” ujar Ahmad Dhani di Jakarta, baru-baru ini.

Musikus multi talenta ini menambahkan konsernya bakal menggandeng 5 musisi asing berkelas internasional.

Mereka adalah Derek Sherinian (eks keyboardis Dream Theater), Dino Jelusick (vokalis Trans Siberian Orchestra), Jeff Scott Soto (vokalis Sons of Apollo), Phil X (eks gitaris Bon Jovi) dan Ron Bumblefoot Thal (gitaris Sons of Apollo).

“Nantinya kita akan menyenandungkan lagu-lagu yang masterpiece dan terkenal seperti ‘Bohemian Rhapsody’ dari Queen dan ‘Rosanna’ punya Toto,” papar Ahmad Dhani yang menambahkan selain melantunkan nomor-nomor Legit milik Dewa 19.

Ia juga mengingatkan ada sebuah lagu Dewa 19 yang dibahasa Inggriskan yaitu ‘Imortal Love Song’.

Ihwal harga tiket, Dhani menegaskan konsernya kali ini dengan harga lokal tapi kualitas internasional. Tiket termurah dibanderol Rp 270.000 dan termahal Rp 470.000.

Dani juga menambahkan dalam konsernya nanti akan tampil mantan personel Dewa 19 yaitu Ari Lasso dan Tyo Nugros. Dua vokalis baru Dewa 19 juga bakal unjuk diri yaitu Virzha dan Ello. Mengapa vokalis Once Mekel enggak dihadirkan, Dhani hanya menutup mulut. (pik)

Jin Khodam, Antitesis Film Horor

JAYAKARTA NEWS— Jin Khodam adalah film horor terbaru yang diproduksi oleh Mercusuar Films dan 786 Productions yang akan tayang 25 Mei 2023 mendatang. Disutradarai Tema Patrosca dan Dedy Mercy.

Mengisahkan tentang Bagas, santri yang kembali ke kampung halamannya setelah beberapa waktu menuntut ilmu di pesantren. Bersama dua temannya, Ayu dan Hadi, Bagas bertekad ingin mengembalikan norma-norma sosial di kampungnya.

Namun, upaya Bagas mendapat pertentangan dari Wirya, orang paling kaya di kampungnya.
Dan Wirya dan kelompoknya memutuskan membunuh Bagas dan membuang mayatnya ke sungai.

Mendadak Wirya cs merasa kaget karena mendengar suara shalawat yang biasanya dilantunkan Bagas di masjid. Mereka ketakutan saat melihat Bagas yang ternyata masih hidup.
Sejak saat itu, teror demi teror terus terjadi.

Benarkah ustad Bagas hidup kembali dan menghantui kehidupan warga ataukah itu adalah sosok gaib alias jin yang menyerupai Bagas ?

Aktor Boy Hamzah yang berperan sebagai Bagas mengemukakan sisi lain dari cerita film ini.
“Jin Khodam enggak hanya memberikan kejutan-kejutan khusus seperti film horor umumnya, tapi juga menampilkan sisi realitas yang terjadi di kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Saat berperan sebagai ustad Bagas, Boy diharuskan menghafal mukadimah dan beberapa doa yang harus diucapkan secara baik dan benar.

“Kondisi ini mengharuskan saya selalu fokus dan tenang agar saya mampu menjadi karakter Bagas” jelasnya. “Film ini juga bisa ditonton oleh berbagai kalangan, enggak cuma untuk penganut agama tertentu saja,” imbuhnya.

Sedangkan Haviza Devi Anjani yang jadi Ayu mengaku sebelum syuting sempat merasa tegang dan deg-degan.

Sementara sutradara merangkap produser, Dedy Mercy menjelaskan bahwa konsep film Jin Khodam adalah antitesis dari film horor pada umumnya.

“Konsep ceritanya sangat jujur dan dekat dengan masyarakat. Kami berupaya menjaga konflik agar berimbang, baik konflik horisontal maupun vertikal” pungkas Dedy Mercy. (pik)

‘Lagu Rindu Tentang Kita’

JAYAKARTA NEWS— “Dalam keramaian dunia, hanya dirimu yang kudengarkan, meskipun tak berjumpa. Dalam derasnya air mata, kau lah tawa di setiap nafas. Rinduku tak terucap, biar lagu yang sampaikan…” itu adalah sepotong bait yang disampaikan oleh Krista Yuyu dalam “Lagu Rindu Tentang Kita” kepada seorang sahabatnya.

Ya, melalui lagu ini, Krista Yuyu ingin menyampaikan rasa rindu yang teramat dalam namun tak dapat ia ungkapkan kepada sahabatnya, yang kini harus berpisah jauh dengannya. Mereka adalah dua manusia yang telah bersahabat selama 14 tahun lamanya. Pasang surut hubungan persahabatan telah mereka lalui. Dengan lagu ini, Krista Yuyu berharap dapat menguatkan hati sahabatnya dalam menjalani hidup yang sudah tak lagi dapat bertemu setiap saat seperti dulu.

“Lagu Rindu Tentang Kita” menjadi single kedua Krista Yuyu. Proses penggarapan lagu ini berdekatan dengan single pertamanya, maka dalam perilisannya, lagu ini pun diterbitkan berbarengan dengan lagu pertama, yaitu tanggal 22 Januari 2023. Masih seperti lagu sebelumnya, lagu ini ditulis sendiri oleh Krista Yuyu, baik lirik maupun musiknya.

Yohanes Sony Pratama kembali berperan sebagai produser dalam proses perekaman lagu. Rekaman pun dilakukan di studio milik Sony, yaitu Rawxson Record yang terletak di kota Jogja, Indonesia.

Mulai tanggal 22 Januari 2023, single “Lagu Rindu Tentang Kita” sudah bisa didengar dan dinikmati di berbagai platform musik digital streaming seperti Spotify, Apple Music, Youtube Music, dan lain-lain.***PR

Krista Yuyu: ‘Pelukku’

JAYAKARTA NEWS— Di awal tahun 2023, Krista Yuyu, yang merupakan musisi indie asal Jogja, merilis lagu baru yang berjudul “Pelukku”. Lagu ini sejatinya adalah single pertama Krista Yuyu yang berhasil dirilis pada tanggal 22 Januari 2023. Lirik lagu ditulis sendiri oleh Krista Yuyu, begitu juga dengan musiknya yang ia aransemen sendiri.

Lagu ini bercerita tentang hubungan jarak jauh sepasang kekasih yang terpisah oleh jarak karena tuntutan hidup dan pekerjaan masing-masing. Jarak itu memunculkan rindu yang mendalam di antara keduanya. Ingin sekali mereka berjumpa dan memeluk kekasihnya, namun tak bisa. Maka, sang wanita pun bersyair… “kumohon awan, dengarlah aku. Sampaikan rindu yang menggebu. Hembuskanlah angin hangat padanya, itu Pelukku”. Meski begitu, keduanya tetap saling mendoakan, mendukung dan berharap yang terbaik untuk mereka.  

Proses rekaman lagu ini dilakukan di Indonesia tepatnya di studio Rawxson Record, studio yang cukup terkenal di Kota Jogja. Pemiliki studio, Yohanes Sony Pratama, bertindak langsung sebagai produser dalam proses rekaman.

Mulai tanggal 22 Januari 2023, single “Pelukku” sudah bisa didengar dan dinikmati di berbagai platform music digital streaming seperti Spotify, Apple Music, Youtube Music, dan lain-lain.***PR

Hati Suhita, Mencintai dalam Diam di Balik Tembok Pesantren

JAYAKARTA NEWS— Falsafah wayang berkelindan dengan filosofi Islam sejak lama dalam pergumulan batin santriwan dan santriwati di pesantren-pesantren yang tersebar di Jawa. Empat pegangan utama selalu ditanamkan dalam mengarungi perjuangan hidup di dunia.

‘Mikul duwur mendem jero’ (memikul tinggi-tinggi, memendam dalam-dalam), ‘bekti nastiti ati-ati’ (jujur, adil, berhati-hati), ‘pengabsah wangsa’ (penerus wangsa luhur’ dan ‘wanita wani tapa’ (wanita berani bertapa). Sedangkan filosofi Islam untuk umat muslim yang akan menikah adalah ‘sakinah, mawaddah, warahmah’ (doa kepada pengantin agar selalu tenteram, cinta kasih dan penuh rahmat).

Kata-kata bijak tersebut yang coba diselipkan dan difatwakan oleh sutradara Archie Hekagery dalam film terbarunya yang bertajuk ‘Hati Suhita’.

Produksi Kharisma Starvision ini menggambarkan kisah perjalanan hidup seorang santriwati bernama Alina Suhita (diperankan oleh Nadya Arina) yang menikah dengan Gus Birru, anak pemilik pesantren (Omar Daniel) karena dijodohkan sejak Suhita masih kecil.

Apa yang terjadi pada Suhita, yang menikah tanpa cinta ? Ia sedih dan kesepian. Karena sejak akad nikah, Suhita tak disentuh oleh suaminya. Tidur pun, berpisah.

Gus Birru menikahi Suhita karena dijodohkan oleh orang tuanya. Sebelumnya, ia telah memiliki pujaan hati lain, yaitu Ratna Rengganis (Anggika Bolsterli). Bisakah Suhita mempertahankan pernikahannya ?

Liku-liku cinta segi tiga dan perjodohan yang unik dibalik tembok pesantren modern di Kediri divisualisasikan secara apik oleh sutradara.

Desy Ratnasari dan Ibrahim Risyad (foto : Dudut SP)

Diangkat dari novel karya santriwati wanita Khilma Anis, plot cerita mengalir utuh. Dialog-dialog segar yang di beberapa adegan diselipkan kalimat falsafah yang dicomot dari pujangga Ranggawarsita sesuai karakter wayang pas dipahami.

“Dalam film ini semua sosok adalah protagonis. Enggak ada peran antagonis,” beber Chand Parwez Servia selaku produser.

Kemudian cerita novel bergenre drama romansa ini ditulis kembali ke bentuk skenario oleh Alim Sudio. “Kisahnya sudah jadi. Saya enggak mengubah atau menambahkan cerita atau tokoh lain,” jelas Alim Sudio yang termasuk jajaran penulis skenario film produktif ini.

Tiga pelakon utama bermain cemerlang yaitu Omar Daniel, Nadya Arina dan Anggika Bolsterli. Namun, pemain lain juga berhasil memerankan sosoknya sesuai karakter dan porsinya. Ada aktor gaek Slamet Rahardjo, Widyawati, Desy Ratnasari, Ibrahim Risyad, Wafda Saifan, Joshua Suherman, David Chalik, Devina Aureel, Tanta Ginting dan dan masih banyak lagi.

Yang mengejutkan adalah kemunculan kembali Desy Ratnasari setelah 15 tahun ‘beristirahat’. Desy hadir dengan seni peran memukau dan kata-kata yang diucapkan enak didengar. Misalnya tatkala Desy mengucapkan kata ‘Njenengan’, terasa medok sekali.

Omar Daniel, pendatang baru yang didapuk jadi santri ganteng Gus Birru mengaku ia hanya sekali bertemu Nadya Arina. “Baru sekali bertemu dan ngobrol saat dinner. Tapi saya berusaha membangun chemistry saat syuting dengan Nadya Arina,” urai Omar Daniel.

Penata musik di tangan Tya Subiakto juga patut diberi punten. Tya lihai mengisi score musik yang enggak kaku kedalam gambar namun di beberapa adegan, ia sengaja membiarkan keheningan dan kediaman.

Seperti kata pepatah, film adalah potret kecil tentang sebuah kehidupan manusia yang sesungguhnya.

Dan ‘Hati Suhita’ adalah sebuah contoh ihwal percintaan (yang santun dan Islami) antar santriwan dan santriwati di pesantren modern yang ditulis oleh santriwati.
Meski ada kekurangan kecil disana sini yang berhasil ditutup oleh sutradara, toh menonton ‘Hati Suhita’ tak merugi.

‘Hati Suhita’ adalah hati wanita Indonesia. Hati kita semua. Ini harapan besar bagi perfilman nasional ditengah derasnya genre horor yang melanda industri ekonomi kreatif ini.
‘Hati Suhita’ sangat ‘kita’.
Sangat Indonesia. (pik)

Afgan Rambah Bisnis Brand Fellow

JAYAKARTA NEWS— Biduan Afgansyah Reza (33 tahun) kini mulai menjajal bidang baru di luar dunia tarik suara. Ia baru-baru ini meluncurkan brand male grooming product bernama Fellow.

“Saya ingin punya karya baru di luar profesi saya sebagai entertainer,” tutur Afgan yang berdarah Minang ini.

Dikatakannya, meluncurkan produk fellow sebagai permulaan dengan dua varian berupa Stage Matte Paste (natural) dan Studio Slick Hybrid Pomade (klimis) yang dapat digunakan sesuai kondisi formal, semi formal dan casual.

“Saya ingin menghadirkan solusi bagi para gentlemen guna menciptakan representasi diri yang baik lewat hairstyle yang tertata rapi,” jelas Afgan.

Sebagai seorang artis musik, penataan rambut adalah satu hal yang vital bagi dirinya.
“Saya sangat memerhatikan gaya rambut saya setiap hari karena penataan rambut yang baik dapat menciptakan kepercayaan diri yang baik. Kurang pantas seorang artis rambutnya awut-awutan seperti baru bangun tidur,” ujarnya.

Rambut adalah sangat penting yang membuat Afgan menyadari betapa berharganya penampilan kala dirinya manggung.

“Selama 15 tahun berkarier saya sadar harus dapat menjaga penampilan sampai akhir dan kerap berganti-ganti ragam produk untuk dapat hasil terbaik dan akhirnya saya memilih brand garapan sendiri, Fellow,” imbuh Afgan.

Enggak hanya penataannya saja, tetapi juga bagaimana memelihara kesehatan rambut terutama yang kaya vitamin E” ujar penyanyi yang tenar lewat tembang ‘Sadis’ dan ‘Terima kasih Cinta’ ini.

Ihwal bisnis, ia membeberkan menjadi hal menarik.
“Karena saya melihat hal ini menjadi kegiatan yang saya nikmati di luar keseharian saya sebagai musisi dan entertainer,” timpal Afgan yang optimis bisnis barunya bakal bisa diterima kalangan masyarakat. (pik)

‘Bukannya Aku Tidak Mau Nikah’, Dilema Seorang Wanita

JAYAKARTA NEWS— Mengusung tema ‘kapan menikah’, film bertajuk ‘Bukannya Aku Tidak Mau Nikah’ (BATMN) yang disutradarai Guntur Soeharjanto ini berkisah tentang ujian cinta menjelang pernikahan.

Seminggu sebelum pernikahan, Manda dan dua temannya pergi ke Bali untuk bridal shower. Tidak sengaja, mereka bertemu dengan Bossas, cowok lokal yang suka berkelahi dan bikin onar serta berhobi selancar di pantai.

Berbeda jauh dengan sosok Dimas, calon suami Manda yang berasal dari keluarga kaya raya yang hidupnya lebih lurus, formal dan monoton. Manda jadi merasa bosan jika bertemu dengan Dimas.

Meski sebentar, Manda merasa nyaman dengan Bossas dan menemukan kebahagiaan yang selama ini ia cari. Seakan Manda menemukan laki-laki yang tepat tapi di waktu yang tak tepat.
Namun, Manda tahu, semuanya tidak akan mudah. Apalagi ibunya sudah menantikan pernikahan puterinya dengan Dimas.

Manda kini di persimpangan dilema dan ragu-ragu : melanjutkan pernikahan dengan Dimas yang sudah di depan mata atau memilih Bossas ?

Bergenre drama romansa, produksi bersama Maxima Pictures, Cakra Film, Sinergi Pictures dan MAXstream Telkomsel ini full seluruh syutingnya di Pulau Dewata Bali. Panorama nan elok Uluwatu, Garuda Wisnu Kencana, pantai Seminyak yang dipadati turis-turis bule berbikini dan sabung ayam alias tajen menambah keasyikan menonton film ini.

BATMN dibintangi oleh aktor/aktris ternama diantaranya Amanda Rawles, Daffa Wardhana, Wulan Guritno, Roy Sungkono, Edward Akbar, Zsa Zsa Utari, Amel Carla dan Jeremiah Lakhwani. Ditambah lagi putera puteri Bali yang jadi cameo, seakan kita sedang berada di pulau yang jadi ‘first destination’ bagi turis-turis manca negara.

“Saya suka cerita film ini. Rekan-rekan pemain dan masyarakat Bali sangat ramah menyambut syuting BATMN, walau saya sebagai Bossas berkali-kali mengalami benturan dan tendangan dalam adegan perkelahian,” urai Daffa Wardhana, anak aktris Marini Zumarnis yang baru dua kali bermain film.

Film yang mendapat apresiasi dari Menparekraf Sandiaga Uno dijadwalkan akan tayang di bioskop mulai 11 Mei 2023. (pik)

Jonathan Kuo Bawakan Karya Rachmaninoff

JAYAKARTA NEWS— Sergei Rachmaninoff adalah salah seorang pianis paling berpengaruh pada abad 20. Ia mempunyai kemampuan secara teknis dan daya ritmis yang legendaris.
Sejak usia 4 tahun, pianis, komponis dan konduktor asal Rusia ini belajar piano. Ia banyak menggubah karya untuk piano dan orkestra. Ketika pecah Revolusi Rusia, Rachmaninoff hengkang ke New York. Sebulan sebelum wafat, ia mendapatkan kewarganegaraan Amerika Serikat.

Guna memperingati 150 tahun kelahiran Rachmaninoff, pianis Jonathan Kuo (20 tahun) menggelar konser ‘Rachmaninoff Con Appassionato” yang berarti Rachmaninoff dengan gairah (passion : gairah, semangat, cinta) di Aula Simfonia, Jakarta, baru-baru ini.

“Saya tertantang. Karena enggak semua pianis bisa membawakan karya Rachmaninoff,” jelas Jonathan Kuo yang merupakan impiannya sejak dulu.

Jonathan Kuo bersama orkes yang melibatkan 61 pemusik memainkan piano Concerto No 3 dan Symphony No 2 (tampil orkes saja) dihadapan penikmat musik klasik. Iswargia R Sudarno (konduktor dan guru pianonya) mengatakan karya Rachmaninoff butuh instrumentasi yang besar dan variatif.

“Konser ini full dari Jonathan. Musiknya sangat melodis dan ekspresif. Jadi, rileks saja dan menikmati. Khalayak pasti akan terbawa suasana, ekpresi dan harmoni musiknya,” beber Iswargia R Sudarno.

Jonathan Kuo merasa senang bisa kembali ke Indonesia. “Saya jalani latihan intens selama 3 bulan jelang konser. Ini karya musik tersulit di dunia,” papar Jonathan.

Di sisi lain, ia ingin menularkan hobinya kepada generasi penerus agar mencintai musik klasik.
“Karena musik klasik ada kedalaman emosi jiwa yang enggak didapat di jenis musik lain,” pungkas Jonathan Kuo. (pik)

Ketua KPK Firli Bahuri Launching Festival Film Antikorupsi 2023

JAYAKARTA NEWS—- Film adalah metode paling efektif dalam memberantas korupsi. Jelas, pesan melalui audio visual sangat mudah dipahami.

“Media film menjadi pendekatan budaya memberantas korupsi demi membangun kesadaran dan menilai kejujuran,” kata Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri ketika melaunching Festival Film Antikorupsi (Anti Corruption Film Festival alias ACFFest 2023) di Gedung Penunjang Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (5/5).

Dalam kesempatan itu, diputar film pemenang ACFFest 2022 dan film bioskop ‘Autobiography’ karya perdana sutradara Makbul Mubarak yang menggaet banyak penghargaan dalam ajang festival film di mancanegara.

ACFFest 2023 adalah ajang eksibisi, diskusi, kompetisi film antikorupsi yang digagas oleh Direktorat Sosialisasi dan Kampanye antikorupsi KPK.

Tahun ini, penyelenggaraan ACFFestival ke 9 mengusung tema ‘suaramu, suara kita, suara nurani’ ini memuat nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, kemandirian, keberanian dan keadilan.

Kompetisi ini terbuka untuk umum dan menilai film fiksi pendek dan film ide cerita. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu karya dan harus karya orisinal. Hasil seleksi akan diumumkan lewat media sosial, email dan telepon.

“Melalui ACFFest 2023, kami berharap para insan film bisa mengisi ruang-ruang kosong untuk menggugah kesadaran masyarakat ihwal pentingnya berdemokrasi, berbuat adil dan jujur demi pendidikan antikorupsi,” imbuh Firli Bahuri

Terlebih lagi, menghadapi Pilpres dan Pileg 2023 di Tahun Politik, tujuan dan misi ACFFest 2023 lebih mengedukasi kaum muda agar menjauhi praktik jual beli suara dan politik uang. “Ini dalam rangka memilih calon pemimpin-pemimpin di masa depan yang sesuai dengan tujuan negara yang bebas dari korupsi,” demikian Firli Bahuri mengakhiri bincang-bincang ini. (pik)