‘Sosok Ketiga’, Kejadian Mistis dalam Rumah Tangga Poligami

JAYAKARTA NEWS— Terkadang manusia lebih jahat daripada iblis. Sebuah kejadian mistis pernah dialami dalam rumah tangga yang jalani nikah poligami. Yuni jatuh hati kepada sahabatnya, Anton. Untuk memikatnya, Yuni lakukan ritual pelet.

Anton terpikat dengan Yuni. Padahal dengan isteri Anton bernama Nuri terikat janji untuk tak merebut pasangan sahabatnya. Yuni mengingkari janji. Alasan Nuri izinkan Anton nikah dengan Yuni karena pernikahan mereka tak kunjung diwarnai keturunan.

Nuri kecewa. Anton lebih memperhatikan isteri muda dibanding dirinya.

Muncul hal-hal gaib. Yuni kerasukan setan. Janin yang dikandungnya pindah ke punggungnya. Fisik dan mental Yuni diganggu.

“Film ini memperlihatkan ketangguhan sisi wanita yang tak biasa,” ujar sutradara Dedy Mercy.

Produksi Leo Pictures ini dimeriahkan ansambel Celine Evangalista, Erika Carlina, Samuel Rizal, Dewi Irawan, Donny Alamsyah, Nunu Datau, Marshel Widianto dan Roweina Umboh. “Bagaimana selanjutnya akhir kisah nyata sepasang pasutri ? Harap bersabar,

‘Sosok Ketiga’ akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia tanggal 22 Juni 2023,” janji Dedy Mercy. (pik)

Iko Uwais Main di Film ‘Expendables 4’, Perang Antar Grup Tentara Bayaran

JAYAKARTA NEWS— Setelah sukses membintangi film laga ‘The Raid’ dan ‘The Raid 2’, tampaknya aktor laga Uwais Qorny (Iko Uwais) lebih kerap bermain dalam film-film Hollywood. Film terbarunya berjudul ‘The Expendables 4’ yang disutradarai oleh Scott Waugh.

Berdasar skenario yang ditulis Kurt Wimmer, Tad Daggerhart dan Max Adams, film berbujet 100 juta USD ini beredar lebih dulu trailer berdurasi 2 menit 21 detik dan posternya.

Didistribusikan Lionsgate, selain Iko Uwais, film ini juga dibintangi bintang-bintang top di antaranya Sylvester Stallone, Jason Statham, Megan Fox, Andy Garcia, grup 50 Cent, dan Tony Jaa (aktor dari Thailand).

Berperan sebagai tokoh antagonis bernama Suarto (kok mirip Suharto ya?), Iko Uwais tampil jelas di poster.

“Syuting bersama aktor-aktor Hollywood sangat mengesankan. Mereka hormat dan ramah. Saling bantu. Enggak ada kompetitif,” jelas Iko Uwais.

Dalam satu pertarungan melawan Jason Statham, Iko Uwais memperlihatkan keahlian bela dirinya di kapal tanker, yang diiringi musik cepat.

Expendables 4 yang sekuel dari Expendables 3 menceritakan perang antar grup tentara bayaran. Sekelompok tentara bayaran kerap menerima misi berbahaya dan mempertaruhkan nyawanya sendiri agar misi tersebut sukses.

Kali ini, mereka bertarung melawan sekelompok teroris yang memperdagangkan senjata secara ilegal.

“Ceritanya menarik dan seru. Saat mengatasi krisis nuklir dan mencegah meletusnya Perang Dunia 3. Tentara bayaran berusaha menumpas penjahat dan teroris yang menguasai rudal nuklir di atas kapal kargo di lepas pantai,” timpal Iko Uwais.

Penasaran dan ingin melihat akting Iko Uwais?

Harap bersabar, film ini akan beredar di seluruh dunia tanggal 22 September 2023. Dahsyatnya, promosi trailer dan poster sudah tersebar dimana-mana. (pik)

Industri Film Terbuka bagi Anak Muda

JAYAKARTA NEWS— Industri film nasional saat ini perlu tenaga-tenaga anak muda. “Sangat terbuka. Mereka yang berminat tidak hanya dididik menjadi aktor, tapi juga sutradara, penulis skenario, juru kamera, penata suara dan penata artistik. Banyak kru film kini digawangi orang tua,” ujar Yan Wijaya, pengamat film dalam acara bincang-bincang sinema ‘Film maker Goes to School’ (FMGC) yang dihelat oleh Direktorat Jenderal Perfilman, Musik dan Media Kemendikbud Ristek bekerja sama dengan Demi Film Indonesia.

Acara tersebut digelar di hadapan sejumlah pelajar SMA N 5, SMA N 8 dan SMA Muhammadiyah 6, Makasar, baru-baru ini.

Yan Wijaya mengatakan, kali ini film maker menyasar anak muda agar cinta film Indonesia. Mengajak pelajar dan remaja agar lebih kenal industri film.

“Belakangan banyak film kurang mengangkat budaya kearifan lokal. Kita kaya nilai-nilai filosofis tersebut. Makassar sudah lama berhasil memupuk sineas-sineas lokal dengan membuat film pendek (short movie) dan bahkan sukses membuat film bioskop seperti ‘Uang Panai’ yang diputar lebih sebulan di bioskop-bioskop Makassar,” jelas Yan Wijaya.

Sebagai pintu gerbang Indonesia Timur, Makassar menjadi pelopor pembuatan film daerah dan disusul Bandung, Jogjakarta dan kota lain. Beberapa film produksi daerah bisa mengungguli film-film produksi Jakarta. Misalnya ‘Uang Panai’, ‘Dumba Dumba’, ‘Tarung Sarung” dan beberapa judul film daerah lain.

Seniman Asmin Amin yang kini menjabat sebagai Direktur Pinisi International Film Festival menggarisbawahi bahwa apa yang tersirat kini juga menjadi pesan tersurat. “Kita bangga film-film daerah mengangkat pesan-pesan leluhur dan keadaban bangsa” ungkap Asmin Amin.

Gayung bersambut tatkala sineas Bayu Pamungkas sependapat dengan dua paparan di atas.
“FMGS bertujuan demi kecintaan terhadap film-film nasional. Disini ada acara kampanye film dan bincang-bincang film diluar kelas’ timpal Bayu Pamungkas yang terakhir membuat film ‘de Toeng, misteri ayunan nenek’.

Demi Film Indonesia (DFI) adalah yayasan cinta film nasional. Didirikan oleh Yan Wijaya dan Fachrul Muchsen. (pik)

Sandiaga Uno Dukung Launching Trailer ‘Onde Mande’

JAYAKARTA NEWS— Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mendukung penuh launching trailer film ‘Onde Mande’. “Ini upaya membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja di sektor ekonomi kreatif. Karena film perdana karya sutradara Paul Fauzan Agusta ini kaya akan tradisi dan budaya lokal Minang,” kata Sandiaga Uno di Jakarta, baru-baru ini.

Sedangkan Ni Made Ayu Marthini selaku Deputi budaya pemasaran Kemenparekraf dan Baparekraf meyakini bahwa film yang mengambil syuting di Jorong Sigiran, Nagari Tanjung Sani, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, ini sarat nilai-nilai kekeluargaan dan keharmonisan keluarga.

“Prospeknya bagus. Kita dukung penuh. Mempromosikan keelokan Danau Maninjau sebagai destinasi wisata baru di Indonesia,” beber Ni Made Ayu Marthini.

Produksi Visinema yang menggandeng Ceneng Film dan Visionari Capital ini memvisualkan gambaran kehidupan sehari-hari masyarakat nelayan di Jorong Sipiran, tepian danau Maninjau.

“Kami tawarkan keunikan film ini, dialognya 90% berbahasa Minang,” jelas Paul Fauzan Agusta, anak penyair asal Minang, Leon Agusta. Film drama komedi yang akan tayang 22 Juni 2023 dimeriahkan sederet pelakon asal Minang seperti Jajang C Noer, Shenina Cinnamon, Emir Mahira, Jose Rizal Manua, Ajil Ditto, Shahabi Sakri dan Musra Dahrizal.

Alkisah, Angku Wan, pensiunan guru menang atas hadiah bermiliar rupiah dari sebuah perusahaan sabun. Angku Wan bertujuan mulia, dengan hadiah uang tersebut ingin membangun desa demi kesejahteraan warga bersama

Malang tak dapat ditolak. Angku Wan mendadak wafat. Keluarga, kerabat, rekan dekat dan orang-orang disekelilingnya berusaha meyakinkan perusahaan sabun bahwa Angku Wan masih hidup dengan harapan uang hadiahnya bisa segera diwujudkan.
Bisakah rencana ini terwujud ? (pik)

Balinale Film Festival 2023, Ini Para Pemenangnya

JAYAKARTA NEWS— Bali International Film Festival (Balinale) 2023 yang dihelat di Park 23 Creative Hub, Cinema XXI, Tuban, Kuta, Bali, dari 1 s d 4 Juni 2023 diikuti 45 film dari 13 negara, termasuk dari negara tuan rumah, Indonesia.

Selama empat hari, pengunjung dapat menonton beberapa film peserta di antaranya ‘Sisu’, ‘Where Wind Blows’, ‘Women Talking’ dan ‘Guilty Conscience’ di Cinema XXI, Tuban, Kuta, Bali, selain diumumkan nama-nama pemenang kompetisi pada sejumlah kategori.

Dewan Juri Balinale 2023 adalah Michela Scolari (sineas Italia), Richard Todd (pembuat film dokumenter asal Australia), Jason Allan Neal (GM konten asli dan inovasi Fremantle Media), Djenar Maesa Ayu (sutradara dan aktris dari Indonesia) dan Jomon Thomas (produser).

Inilah pemenang-pemenangnya : dokumenter pendek – ‘Behind the Seen’ (Robin Gurney dan Lawrence Blair dari Indonesia). Penghargaan juri khusus :

Forgotten’ (Roberto Natali dari Indonesia). Film cerita pendek : ‘Please Hold the Line’ (Tan Ce Ding dari Malaysia). Penghargaan juri khusus : ‘Las Visitantes’ (Enrique Buleo dari Spanyol). Film dokumenter : ‘Crows Are White’ (Ashen Nasdeem dari Irlandia). Film cerita panjang : ‘Women Talking’ (Sarah Polley dari AS). Penghargaan Komite : ‘The Art of Giving’ (Michael Couturier dari Indonesia). Penghargaan Gary L Hayes : ‘The Tone Wheels’ (Yuda Kurniawan dari Indonesia). Penghargaan NCEF : ‘Orpa’ (Theo Rumaniara dari Indonesia).

Dewan Juri Balinale 2023 menilai film ‘Behind the Seen’ adalah kisah epik yang berfungsi pengingat yang menyentuh akan tempat tinggal kita yang sederhana.
Dan kita sebagai tamu berada di alam semesta yang menakjubkan.

Film maker film tersebut berhasil mengeksplorasi narasi lebih jauh dan menyimpan harapan bahwa filmnya akan dilanjutkan dalam versi panjang dan serial menarik. (pik)

Gilang Dirga: Menaikturunkan Berat Badan Demi Peran Utama

JAYAKARTA NEWS— Aktor, komika, presenter dan penyanyi Gilang Dirga diwajibkan menaikturunkan berat badannya sampai 20 kg demi peran utamanya dalam film berjudul ‘Star Syndrome’ garapan sutradara Soleh Solihun.

“Sebagai vokalis band, saya berperan menjadi Jay. Pas berat badan saya naik, sutradara kasih perintah kamu harus diet lagi dan berat harus turun 20 kg. Yah…semua kru harus menanti sebulan agar berat badan saya turun,” ujar Gilang Dirga. Selain peran utama, Gilang juga wajib mengisi sound track di film ini.

Jay adalah vokalis utama. “Dan saya juga harus bisa main gitar. Toh demi menghayati peran ini, saya kursus cepat main gitar,” jelasnya.

Yang mengherankan, untuk perannya ini, Gilang merogoh kocek sendiri.

“Enggak apa…meski saya harus bokek. Toh kesempatan langka ini enggak datang dua kali,” imbuh Gilang tertawa.

Gilang melantunkan lagu ‘Simpang Siur’ ciptaan Denny Chasmala.

“Setiap orang punya titik puncak dan turunan. Pesan lagu ini mengingatkan agar orang selalu ingat teman-temannya di bawah. Jangan melihat ke atas terus. Jangan memandang masa keemasan. Jay di film ini harus ingat pesan moral bahwa kondisi musik terus berubah, enggak lagi kayak dulu,” timpal Gilang.

Sutradara Soleh Solihun berharap film buatannya yang ketiga ini bisa relate bagi semua orang.
“Saya enggak muluk-muluk. Ini film hiburan. Kepungan film asing yang selalu box office plus banyaknya film horor yang tayang di bioskop, menjadikan saya percaya diri,” urai Soleh Solihun yang mantan wartawan musik majalah Rolling Stones Indonesia.

Film produksi Mahakarya Pictures berdurasi 113 menit ini dimeriahkan sederet pelakon seperti Kezia Aletheia, Tora Sudiro, Tanta Ginting, Tissa Biani, Ariyo Wahab, Sita Nursanti, Randy Danistha (Nidji), Thomas Ramdhan (Gigi), Gusti Hendy (Gigi), Denny Chasmala dan Gilang Dirga. (pik)

Java Jazz 2023 Digelar Besok di Kemayoran

JAYAKARTA NEWS— Festival musik jazz terbesar dan terlama bakal dihelat 2 s d 4 Juni 2023 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta. Menampilkan 140 jazzer lokal dan mancanegara yang unjuk diri di 12 panggung, Java Jazz BNI International Festival ke 18 ini memperoleh apresiasi dari Menparekraf, Sandiaga Uno.

“Ini pesta musik terbesar yang pernah ada di dunia. Bagi mereka yang tak dapat tiket Coldplay, tetap optimis menyaksikan Java Jazz Festival 2023. Harga tiketnya juga lebih murah,” ujar Sandiaga Uno.

Sejauh mana persiapan penyelenggara, President Director Dewi Gontha memastikan, kurang H-1 JJF 2023 besok siap digelar pukul 4 sore.

“Puji syukur kita sudah siap 100 %,” jelas Dewi Gontha Wanita ulet ini juga mengimbau agar penonton datang lebih awal dan buat daftar musisi yang mau ditonton. “Agar enggak bingung mencari lokasinya,” kata Dewi Gontha.

Tahun ini, JJF 18 akan diramaikan sederet jazzer dan musisi lokal dan mancanegara baik yang sudah populer maupun yang baru tampil pertama kali.

Inilah line-up musisi yang mengisi JJF 2023 selama 3 hari : Fariz RM, Bob James Trio, Vina Panduwinata, Titi DJ, Rizky Febian, Cakra Khan, Cockpit, Indonesian Brazil Project, Trisum (Budjana, Bontot dan Balawan), Cory Wong, Max, Stephen Sanches, Joey Alexander (pianis muda dari Bali), Deddy Dukun, Nonaria kolaborasi Tetty Kadi, Alonzo Brata, Fico Nainggolan, Fiersa Besari, Ecoutez, The Chicago Experience feat Danny Seraphine, 5 Petani, Perunggu, Ali, Ardhito Pramono, G Pluck, Rendy Pandugo, Andien, Gugun Blues Shelter, Barry Likumahuwa, Lyodra, Mahalini, Patti Austin dan masih seabreg lagi.

“Nantinya ada suguhan baru yaitu penampilan spesial duet Ariel Noah dan Bunga Citra Lestari (BCL) di panggung utama,” ungkap Nikita Dompas selaku Tim Program JJF.
Ihwal digandengnya Ariel Noah dan BCL guna melanjutkan tradisi di JJF tahun lalu berupa Ahmad Dhani feat Ron King Big Band.

Latihan kolaborasi antara musisi lokal dan asing juga mulai diintensifkan dari kemarin.
“Tinggal menghitung jam karena Jumat sudah dimulai. Kami berharap khalayak JJF tahun ini bakal meningkat lebih banyak lagi,” harap Dewi Gontha optimistis. (pik)

‘Mbutik’ Karya Sineas Tegal Gaet 3 Penghargaan Internasional

JAYAKARTA NEWS— Tegal, kota di pantura adalah ibukota Kabupaten Brebes. Dikenal sebagai kota bawang merah karena penghasilan utama penduduknya adalah memanam, memanen dan menjual bawang merah ke kota lain.

Baru-baru ini, mendadak sontak nama kota Tegal meroket di bidang budaya khususnya film.
Seorang sineas (sutradara dan sinematografer) asal Tegal, Rizal Wimba (39 tahun) menggaet 3 penghargaan dalam Festival Film Internasional.

Karya Rizal Wimba bertajuk ‘Mbutik’ (petani bawang merah) baru saja diputar di pendopo Kabupaten Tegal untuk pertama kalinya dan memperoleh sambutan hangat dari warga Tegal.
‘Mbutik’ pertama menggondol penghargaan film drama terbaik (durasi 90 menit) di Dimensions Independent FF di Ubud, Bali.

Kemudian, dua awards lagi diperoleh Mbutik lewat ajang sebagai film feature terbaik di FF India. “Saya memperkenalkan kearifan lokal Tegal kepada dunia. Film ini seluruhnya menggunakan bahasa Jawa dialek Tegalan (atau bahasa ngapak) dengan subtitle bahasa Indonesia dan bahasa Inggris” ujar Rizal Wimba alias Fahrizal Subkhi.

‘Mbutik’ berkisah tentang perjuangan seorang anak bernama Rara, gadis berusia 19 tahun yang bekerja sebagai tukang mbutik (petani bawang merah) guna membantu ekonomi orang tuanya.
Rara menjual hasil panennya (setelah dipanen lalu dijemur sebelum dipasarkan) agar harga bawang merah membaik akibat permainan nakal para pengijon dan mafia bawang.

Seluruh syuting dilakukan di Tegal dan pelakon adalah anak-anak teater lokal seperti Silvia Fergina Debi Putri dan Basarah Eko. “Bawang merah menjadi ikon kota Tegal dan slogan pariwisatanya adalah Amazing Tegal,” imbuh Rizal Wimba.

Memulai karirnya tahun 2005 sebagai penata artistik di dunia film. Meningkat di tahun 2009 menjadi asisten kamera TV, iklan dan layar lebar.

Karyanya berjudul ‘Silent Hero (es)’ pernah meraih penghargaan sebagai pendatang baru terbaik yang dimainkan Nirina Zubir di ajang FFI.

Sebagai sinematografer, beberapa karya Rizal Wimba cukup mendapat apresiasi dari insan film, diantaranya ‘Temaram’, ‘Menunggu Bunda’ (sutradara Richard Oh), ‘Bisik Hati Lara’ dan ‘Love in Game’. Amazing Rizal Wimba. Amazing Tegal. (pik)

Detektif Jaga Jarak, Konsultan Pernikahan Urusi Perselingkuhan

JAYAKARTA NEWS— Bergenre drama komedi romantis dan dikemas secara apik oleh Rahabi Mandra, film ini mengangkat isu perselingkuhan.

Almond Surendra yang berprofesi konsultan pernikahan, mengurusi klien agar rumah tangganya utuh. Bagi dirinya, pernikahan adalah sesuatu yang sakral dan wajib diperjuangkan.
Datangnya masa pandemi Covid 19, Almond berniat menikahi Arum, sahabat masa kecilnya.
Sedapat-dapatnya, Almond mencari rezeki agar bisa menikahi Arum.

Mendadak sontak peruntungan Almond diterjang bada. Biro pernikahannya bangkrut. Benar-benar terpuruk. Nasibnya berada di titik nol.

Tapi Almond tetap tegar. Sifat pantang menyerah Almond benar-benar patut diteladani ketika ia bertemu Takdir yang selalu ditemani seekor anjing pugnya yang lucu. Ternyata Takdir selain pengamen jalanan, ia bekerja sebagai mata-mata bayaran.

Melihat situasi yang tidak genah, terpaksa Almond ikut Takdir. Takdir makin mahir dan berhasil mendamaikan perselingkuhan klien.

Produser Wida Handoyo mengatakan, film ini mempunyai pesan bahwa dalam membina hubungan rumah tangga harus punya rasa saling percaya diri. “Jaga jarak satu sama lain. Harus tahu batasan pertemanan,” ujar Wida Handoyo.

Rodney Louis Vincent, produser lain, mengaku cerita skenario yang ditulis Rahabi Mandra yang juga sutradara, dramanya sangat kental pesan moral.

“Ritmenya benar-benar terjaga. Unsur komedinya pas,” urai Rodney Louis Vincent.
‘Detektif Jaga Jarak’ produksi bersama Seven Sunday Films dan Temata Studios dibintangi sederet pelakon yang berakting kuat, yaitu Marthino Lio, Givina Lukita, Bima Sena, Debby Sahertian, Hana Malasan, Tubagus Ali dan banyak lagi. (pik)

Festival Tari ‘Semarak Budaya Indonesia 2023’ Ditutup dengan Flashmob Penampil dan Penonton

JAYAKARTA NEWS— Semarak Budaya Indonesia  (SBI) 2023 sebagai agenda tahunan Kota Surakarta kembali digelar untuk yang kesepuluh kalinya di Balaikota Surakarta. Acara pada hari pertama telah digelar pada Jumat (26/05/2023) malam dan dilanjutkan pada Sabtu (27/05/2023) malam. SBI 2023 ditujukan bagi masyarakat umum serta dapat disaksikan secara gratis mulai pukul 19.30 WIB. Festival tari ini juga akan disiarkan ulang melalui kanal YouTube SEMARAK BUDAYA INDONESIA. 

Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2023 diselenggarakan oleh Pemuda Indonesia Kreatif dan Semarak Candrakirana Art Center. Acara juga didukung oleh Pemerintah Kota Surakarta, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, serta Djarum Foundation. Pada tahun ini, tajuk “Satu Dasawarsa Gerak Bersama” dipilih sebagai simbol tahun kesepuluh diselenggarakannya acara.

Sanggar-sanggar dan komunitas tari dari kota-kota besar di Indonesia ikut memeriahkan acara pada hari kedua, diantaranya Sanggar Hangsun Gandrung – Surakarta, Sanggar Pradnya Swari – Bali, Loka Budaya Bimala Chahna – Malang, Sanggar Seni Balanga Tingang – Kalimantan Tengah, Perempuan Xpresif – Bangkalan, Madura, dan Semarak Candrakirana Art Center – Solo.

Penampilan meriah disuguhkan Sanggar Seni Balanga Tingang dengan “Tari Penyang Hinje Simpei” sebagai interpretasi kekuatan-kekuatan yang ada dan berbeda membentuk simpul yang kuat sehingga membentuk jiwa yang membangunkan rasa semangat persatuan dan kesatuan untuk kemajuan bersama. 

Semarak Budaya Indonesia 2023/foto: dok.panitia

Acara SBI 2023 hari kedua tidak kalah meriah dari hari pertama dengan ratusan penonton yang memenuhi pelataran Balaikota Surakarta. Penutupan festival tari ini diakhiri dengan penampilan dari Semarak Candrakirana Art Center, Solo dan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada para penampil. Sertifikat diserahkan oleh Wakil Wali Kota Surakarta, Drs. Teguh Prakosa didampingi Dr. R. Agus Trihatmoko sebagai Wakil Rektor Universitas Surakarta, Nugroho Joko Prastowo selaku Kepala Bank Indonesia Surakarta, Ketua Komisi IV DPRD Surakarta oleh Janjang Sumaryono Aji, S.P., Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surakarta, Aryo Widyandoko,  Ketua Festival, Apriza Rizaldi Na’im, S.H., dan R.Ay. Irawati Kusumorasri, M.Sn., selaku penasihat acara.

“Tidak lupa kami ucapkan bangga dan apresiasi pada seluruh masyarakat Surakarta yang ikut menyaksikan dengan tertib,” ungkap Wakil Wali Kota Surakarta, Drs. Teguh Prakosa dalam closing statement

Rangkaian acara berakhir dengan flashmob bersama seluruh penampil hari kedua dan penonton dipimpin oleh Semarak Candrakirana Art Center, Solo. Melalui dukungan dari Djarum Foundation, Kamar Dagang dan Industri Kota Surakarta, Batik Danar Hadi, Universitas Surakarta, Yoyic, serta LT Pro Professional Make Up dan sponsor lainnya, Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2023 sukses digelar dengan meriah.***PR