“Happy Puppy” Bertahan di Tengah Persaingan

Kiri, counter resepsionis Karaoke Keluarga Happy Puppy, Jl Fatmawati Jakarta Selatan. Kanan, Eddi Natara, sang pengelola. (foto: syahdina)

JAYAKARTA NEWS – Dulu… dulu sekali, karaoke adalah fasilitas entertainment yang mewah. Hanya kelab malam papan atas saja yang menyediakan fasilitas karaoke dengan VIP room. Selain harga selangit, karaoke pada era itu, sempat diasosiasikan tak jauh dari diskotek dengan segala stigma negatif yang melekat.

Adalah karaoke Happy Puppy yang hadir menawarkan konsep karaoke keluarga. Selain mengikis stiga negatif, Happy Puppy juga mengusung image baru, bahwa karaoke adalah ruang rekreasi yang menyenangkan. Bisa dilakukan bersama teman kerja, atau bersama keluarga. Konsep karaoke keluarga itulah yang diusung Happy Puppy saat pertama kali berdiri 14 November 1992 di Surabaya.

Kini, Happy Puppy memiliki banyak outlet di seluruh Indonesia. Salah satunya hadir di Jl Fatmawati Raya, Jakarta Selatan, di bawah pengelolaan Eddi Natara (52). Kepada Jayakarta News, Eddi sempat menuturkan, bahwa saat ini bisnis karaoke penuh tantangan. Untuk bisa bertahan, harus mampu membuat terobosan-terobosan menarik agar bisa bertahan. “Kami bersyukur hingga kini, Happy Puppy Jl Fatmawati masih bisa bertahan di tengah persaingan yang ketat,” ujarnya.

Eddi memainkan beberapa strategi mengikat para pengunjung. Antara lain memberi diskon 50% antara pukul 12.00 – 18.00, dari rate Rp 70.000 per jam. Ia juga memberi fasilitas freee room dengan syarat memesan makanan sebesar Rp 150.000. Trik lain adalah memberi bonus satu jam untuk tiap pemesanan dua jam. “Tapi tidak berlaku hari Sabtu dan Minggu,” tambahnhya. (syahdina)

GIGI Siap Gelar Konser 25 Tahun Berkarya di Jogjakarta

Foto–istimewa

JAYAKARTA NEWS—Grup band Gigi yang beranggotakan Armand Maulana, Dewa Budjana, Thomas Ramdhan, dan Gusti Hendy, akan menggelar konser di Yogyakarta, 14 September 2019 mendatang. Konser dilakukan untuk merayakan tahun perak keberadaan Gigi di belantika musik Tanah Air yang jatuh pada Selasa, 26 Maret 2019.
 
Pada 2017 lalu, Gigi diketahui sempat merayakan ulang tahunnya dengan menggelar Showcase #GOALS (Gigi On Anniversary Live Stream), di Shoemaker Studio, Jakarta. Disusul dengan peluncuran website www.gigibandofficial.com sebagai portal informasi digital band Gigi, yang berisi biografi, diskografi, dan jadwal manggung.

Kemudian, pada 2018, Gigi kembali merayakan hari jadinya dengan menggelar Showcase GIGI 24th Anniversary di Beer Hall, SCBD, Jakarta.
Berbeda dengan perayaan-perayaan sebelumnya, ulang tahun Gigi pada tahun ini memang tak lagi dilakukan di Jakarta, serta tanpa musisi lainnya.

Foto istimewa

Konser akan dikemas senyaman mungkin untuk penonton, disertai konsep panggung, multimedia dan lighting yang spektakuler. Thomas mengatakan alasan dipilihnya Yogyakarta sebagai tempat perayaan ulang tahun Gigi karena suasananya yang cenderung lebih santai.

“Karena Yogya kota yang cenderung lebih santai. Kalau di sini (Jakarta) sibuk banget. Kalau di sana (Jogja) kayaknya lebih warm buat kami. GIGIKITA juga kuat sekali d sana,” kata Thomas. Namun venue di Jogjakarta belum ditentukan.

Tak lupa ia pun berharap agar perjalanan band Gigi tetap mendapatkan kemudahan dan kelancaran untuk ke depannya.”Mudah-mudahan perjalanan kami tetap mulus, karya kami yang sudah kami tulis bisa berbalik ke kami, bisa ada di kenangan kami semua, mudah-mudahan tetap bahagia di dunia yang kami tekuni,” tuturnya. (pik)

Eros Djarot Ajak Rakyat tak Mudah Percaya Janji Politisi

Eros Djarot—foto istimewa

Eros Djarot turun gunung. Musisi yang juga tokoh pers, politisi sekaligus budayawan ini tengah resah melihat suasana kampanye politik sekarang ini. Kampanye politik yang panjang dan berlarut-Iarut telah membangun suasana kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi tidak sehat.

Rakyat terbelah menjadi dua yang saling sengaja diperhadapkan, saling hujat, dengan sikap permusuhan yang serius dan cenderung menjadi permusuhan permanen.

Keresahan inilah yang membuat Eros ambil tindakan. Melalui dua single lagu, Eros berharap masyarakat kembali bersatu tanpa harus bermusuhan gara-gara politik. Dua lagu tersebut, ‘1 & 2 Bukan Segalanya’ dan ‘Politisi Jaman Edan’. Di lagu yang pertama, Eros mengajak agar rakyat Indonesia tidak mudah untuk mempercayai janji-janji para politisi.

“Saya malu, karena saya sudah berumur. Tapi saya harus menyelamatkan bangsa ini dari perpecahan dua kubu. Saya prihatin melihat ulah tingkah orang-orang yang sudah tak waras lagi.

Selain itu, ia pun mengajak agar para calon pemilih tidak perlu sampai bermusuhan dan saling hujat karena berlebihan mendukung calon presiden pilihannya sehingga pentingnya persatuan antar sesama anak bangsa terlupakan.

“Angka 1 & 2 itu bukan angka sempurna. Kedua angka itu hanya pilihan yang berlaku untuk hanya lima tahun ke depan,” ujar Eros.

“Ada yang lebih penting lagi dan merupakan angka yang sempurna, yaitu 17 08 45. Angka keramat yang merupakan dasar dari keberadaan kita semua sebagai anak bangsa inilah yang harus dijaga lewat persatuan dalam semangat kekeluargaan,” tambah Eros lagi.

Sedangkan yang kedua (Politisi Jaman Edan), lagu Ini menyoroti perilaku politisi yang banyak melakukan praktik-praktik transaksional dalam meraih posisi dan tujuan politik. Tidak hanya itu, banyak perilaku menyimpang yang sangat merendahkan martabat dunia politik di negeri ini.

“Banyak yang di depan publik menyuarakan keadilan, kemakmuran, moral dan sebagainya. Namun di belakang mereka melakukan korupsi berjamaah yang merugikan rakyat dan negeri ini,” sebut Eros.

Dua single inilah, Eros berharap bangsa Indonesia tetap kritis melakukan pilihan presiden dan para wakil rakyat. Tetap mengedepankan persatuan dan hidup damai berdampingan.

“Karena bersatu klta kuat dan kuat karena berasatu! Maka tetaplah bersatu. Jangan biarkan mereka memecah belah kita lewat politik, agama dan budaya. Saya tidak ke blok sana dan tidak ke blok sini. Sila pilih 01 atau 02 sesuai rasa,” tegas Eros. 

“Bangsa kita siap menang tapi tidak siap kalah. Akibatnya terjadi bentrok fisik,” ungkap Gigin Praginanto, wartawan senior eks Tempo. Lain lagi pendapat Bens Leo, pengamat musik. “Lagunya Eros ini boleh dikata adalah musik Persatuan. Bikin adem,” kata Bens. (pik).

Cinta Laura Main Film Horor, Roh Roh Gentayangan Menyingkir

“Mati Anak” merupakan pengalaman baru bagi Cinta yang baru pertama kali bermain film horor. Kendati tidak mempercayai hal mistis, Cinta mengaku asyik dan beruntung dapat bekerja sama dengan aktor-aktris cilik yang bertalenta dan bisa kerjasama dengan Derby Romero yang baru pertama jadi sutradara.

“Sejujurnya aku kurang percaya sama yang mistik mistik tapi ternyata asyik banget syuting horor,” ujar Cinta. “Yang aku suka dari film ini hantunya enggak kuntilanak aja, ada figur mistik yang jarang kita lihat di horor lain. Bisa dibilang ada anak kecil yang creepy.”
“Bisa dibilang yang main di film ini anak-anak dan mereka enggak rese’ dan talented,” imbuh Cinta. “Jadi aku ngerasa beruntung karena enggak urusin anak-anak yang rese’. Mereka nice dan profesional.”

Selama shooting, Cinta mengaku tak mendapat gangguan dari makhluk gaib seperti yang biasa dialami artis peran di film horor. Bagi Cinta, hal menantang saat shooting film “Mati Anak” lebih kepada karakter perannya yang berbanding terbalik dengan keseharian.

“Enggak, aku enggak (digangguin). Kru-kru aja,” tutur Cinta. “Mungkin waktu aku ngerjain film ini bisa dibilang karakter aku yang namanya Ina sedikit jadi challenge buat aku, karena aku aslinya kan orangnya sangat penuh opini, straight power dan sangat berani tapi karakter aku di film ini sedikit pemalu, sedikit naif dan juga apa ya, pokoknya innocent.”

Derby sebagai sutradara pun banyak membantu Cinta mendalami karakternya tersebut. Oleh sebab itu, Cinta mengaku tak begitu menemui kesulitan yang berarti di film horor perdananya.

“Mungkin karena Derby yang jadi sutradaranya jadi lebih gampang untuk dalami karakter aku karena dia orangnya easy going banget and so pleasant to work with,” pungkas Cinta. Film ini akan tayang serentak 28 Maret 2029 (pik).

Aksi Acak-acakan Reza Rahadian di ‘My Stupid Boss2’

JAYAKARTA NEWS—Sama seperti film pertamanya, suguhan utama film ini adalah aksi menyebalkan Bossman (Reza Rahadian) terhadap para karyawannnya, termasuk Diana (BCL). Ada ada saja tingkah Bossman yang bikin kesal Diana dkk.

Bossman, Diana, dan yang lainnya terbang ke Vietnam untuk mencari karyawan. Rupanya karyawan di perusahaan milik Bossman banyak yang mengundurkan diri.

Alih-alih mendapatkan karyawan di sana, mereka malah dihadapkan berbagai masalah. Siapa lagi kalau bukan Bossman yang bikin ulah.
Masalah yang dihadapi pun beragam. Mulai dari berurusan dengan polisi hingga diamuk calon karyawan. Yang lebih serius lagi, mereka juga bakal berhadapan dengan gengster di Kuala Lumpur.

Selain BCL dan Reza Rahadian, film ini masih dibintangi oleh pemeran lamanya, yakni Chew Kin Wah, Atikah Suhaime, Alex Abad, dan Melisa Karim.
Ada juga tokoh baru yang diperankan oleh Morgan Oey, Verdy Sulaiman, dan Iedil Putra. yang menggantikan Bront Palarae. (pik)

Via Vallen Bangga Musik Dangdutnya Dapat Penghargaan di Moskow Rusia

Via Vallen terima penghargaan International Profesional Music Awards (BraVO Awards) 2019 di Moskow, Rusia–foto instagram viavallen

Heran, terkejut, campur-campur perasaan Via Vallen. Wajar saja, kekagetan Via Vallen, pedangdut yang tengah naik daun. Tiba-tiba dapat kabar kalau dirinya mendapat penghargaan International Professional Music Award (BraVo Awards) 2019 di Moskow Rusia.  Untuk diketahui BraVo Awards merupakan acara penghargaan untuk seniman yang berasal dari negara-negara di Asia dan Eropa.

Ajang penghargaan itu juga bertabur bintang terkenal seperti John Travolta, Timbaland, Michael Bolton, Leona Lewis, Rock Roach, Helen Mirren dan bintang-bintang lainnya. Tak mau sia-siakan kesempatan, Via Vallen pun berfoto dengan aktor terkenal asal Amerika Serikat, John Travolta.

Via Vallen ‘second time’—instagram viavallen

“Terima kasih banyak kepada Allah Swt atas segalanya dalam hidupku. Terima kasih kepada orang tua saya, keluarga saya yang selalu mendukung saya setiap saat. Terima kasih kepada tim saya Viva Management, Ascada Music Indonesia dan juga terima kasih terbesar kepada vyanisTy yang selalu mendukung saya apa pun saya,” ungkap Via Vallen lewat akun instagram pribadinya.

Menurut gadis bernama asli  Maulidyah Oktavia, dirinya bahagia namun juga terkejut karena musiknya (dangdut) diakui dunia. “Saya berharap semua orang di dunia dapat menikmati musik saya. Terima kasih BraVo Premia untuk penghargaan ini,” tambahnya.

Bagi Via, ini adalah kesempatan keduanya untuk datang kembali ke Moskow setelah tahun 2018 lalu. Kebetulan di Moskow salju masih turun. “It’s my second snowfall and i’ve been here in russia for the second time too How Lucky I am,” ucap gadis kelahiran 1991 ini.***ebn

BCL Rilis ‘Memilih Dia’

Bunga Citra Lestari–foto istimewa

Lagu “Memilih Dia” dipilih Bunga Citra Lestari menjadi single terbarunya kali ini, lewat konsep yang cukup sederhana namun kekinian.

Lagu yang diciptakan dan diaransemen oleh musisi Lale Ilman Nino ini cukup berhasil menyatu dengan style dan ciri khas suara BCL. Memilih Dia terdengar sangat hystorical dan terkesan mewah pada intronya,diiringi dengan sapuan orkestra yang  lite.

Lagu “Memilih Dia” menceritakan tentang kegelisahan hati BCL yang memilih pergi ketika cinta sudah tidak bisa lagi dipaksakan. Kegelisahan hati sangat tergambarkan di lirik lagu ini, dimana BCL harus memilih salah satu yang paling dicintainya. Namun seakan enggan untuk melepaskan karena tak ingin dianggap mengkhianati komitmen dan kesetiaan.

Kekuatan lirik dalam lagu “Memilih Dia” sangat didukung oleh suara khas BCL seperti lagu-lagu sebelumnya. Suaranya yang melankolis namun terdengar padat, mampu menyiratkan semburat kegelisahan yang sangat dirasakan dilagu ini.

Alunan emosi lagu ini makin terasa ketika sontak meningkatnya oktaf pada potongan refrain dan ditutup lewat alunan syair lembut BCL yang menggantung.

Tak banyak yang perlu disampaikan, lirik yang jelas dan lugas tanpa banyak kiasan menjadi sebuah persembahan bagi penyanyi yang telah sukses menelurkan beberapa album dan single lagu di blantika musik Tanah Air.Simak saja lirik dan lagu dari penyanyi yang akrab dipanggil Unge ini. (pik)

MemilihDia

Maafkanlah aku belahan hati

Tak  ingin kukhianati,kasih ku padamu

Namun ku tak kuasa

Dia hadir tanpa aku minta

Tapi dirimu pun tahu

Yang namanya cinta tak bisa disalahkan

Perlahan hangat pun menghilang

Tak mampu (lagi) ku pertahankan cinta

Maaf bila ku harus memilih dia

Bukan aku tak setia

Namun cinta tak bisa terpaksa

Izinkan aku‘tuk melangkah bersamanya

Maaf aku mencintainya

Melebihi cintaku padamu

Maafkan kasih kau bukan yang kupilih

Maafkan ku harus pergi
(pik)

Raffi Ahmad Bikin Film ‘Rumput Tetangga’

RA Pictures kembali merilis teaser film terbaru produksinya. Film bertajuk “Rumput Tetangga” ini dibintangi oleh Raffi Ahmad yang juga pemilik RA Pictures. Raffi sempat menyatakan akan merilis sekitar 10 film di tahun 2019. “Rumput Tetangga” menjadi film kedua RA Pictures di tahun 2019 setelah merilis “After Met You” pada 10 Januari lalu.

Tak hanya Raffi, “Rumput Tetangga” juga dibintangi oleh sederet artis kenamaan Tanah Air, di antaranya Titi Kamal, Donita, Gading Marten, dan Tora Sudiro.

Teaser “Rumput Tetangga” diawali aktivitas pagi hari di rumah keluarga Raffi dan Titi bersama kedua anak mereka. Titi lantas diceritakan berjalan-jalan ke dalam kehidupan orang lain dengan konflik mereka masing-masing.

Sebagai ibu rumah tangga, Titi yang berperan sebagai tokoh Kirana rupanya memiliki keinginan terpendam. Keinginan tersebut seperti tidak perlu repot mengurus anak dan suami, punya banyak uang, tinggal di apartemen mewah, dan jadi PR consultant yang hebat.

Film ini akan tayang di bioskop 18 April, kata sutradara Guntur Soeharyanto. Akan tetapi, warganet mengaku sudah tak sabar menantikan film terbaru RA Pictures ini. Bahkan, warganet menyebut bahwa ‘Rumput Tetangga’ adalah film RA Pictures terbaik lantaran cerita yang menarik serta tidak adanya gimmick yang biasa digunakan untuk ajang promosi.

“Makin kesini filmnya makin baguss RA,” komentar akun @PutriK***. “Menarik sepertinya di banding film2 sblumnya..tunggu trailernya aja ni…” tulis akun @Red***.

“Netizen gak tertarik lagi gimic tapi film berkualitas. Ini kayaknya bagus banget cocok utk buibu yg memilih rumah tangga atau karir,” sahut akun @sherlyanda***. “Sukses buat film nya smoga hasilnya jauh lebih baik dari film2 sebelumnya dan smoga film box office…” balas akun @MayangN***.(pik)

Pierre Fitz Gandeng Tiga Komposers

Pierre Fitz berbaju kotak-kotak memakai kacamata—foto istimewa

JAYAKARTA NEWS— Pierre Fitz memulai langkah dalam industri musik Indonesia dengan single “T’lah Berubah” yang berkolaborasi dengan tiga komponis. Tiga komponis yang dimaksud Pierre itu adalah Bemby Noor, Tengku Syafiq, dan Mario Kacang. Mereka berperan sebagai pencipta dan aransemen lagu.

“Lagu Pierre itu sesuai apa yang di-inginkan. Ada tema cerita yang ingin disampaikan dalam lagu itu. Saya juga sudah mendengar lagu yang dia buat di Amerika Serikat,” kata Bemby.

Pierre yang pernah bersekolah musik di Marymount California University, Los Angeles, AS juga mengatakan keputusannya untuk berkarir sebagai penyanyi di Indonesia merupakan sebuah langkah besar. Keputusan itu menyusul kehadiran keluarganya yang juga tinggal di Indonesia.

“Karena keluarga aku di sini. Aku butuh dukungan mereka dalam proses ini,” tutur pria yang menyukai musik pop era 1980-an hingga 1990-an itu.
Selain tiga komponis itu, Pierre juga menggaet produser Maya Naratama, yang sebelumnya menjadi produser dan pendiri Acha Productions di kota New York.

Lagu “T’lah Berubah” merupakan lagu yang diciptakan berdasarkan pengalaman Pierre. Lagu itu bercerita tentang orang yang punya kesempatan baru dan terlepas dari kesalahannya pada masa lalu. (pik)

Penembakan Brutal di Selandia Baru: Prilly Shock dan Menangis

Prilly Latuconsina–instagram prilly

JAYAKARTA NEWS—Kasus penembakan brutal di Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru, 15 Maret 2019 lalu membuat shock seluruh dunia. Betapa tidak, tindakan biadab itu dilakukan pada saat jemaah sedang salat Jumat siang. Pelakunya adalah Brenton Harrison Tarrant, seorang pemuda kulit putih usia 28 tahun.

Prilly Latuconsina termasuk yang sangat shock dengan peristiwa itu. Ia pun lantas teringat ayahnya yang rajin shalat di masjid. Meski dalam keadaan mendesak pun, kata Prilly, ayahnya tetap mencari masjid untuk shalat. Sejujurnya diakui Prilly, peristiwa penembakan itu membuat dirinya takut.

“Semoga Allah selalu melindungi kita semua. Dari kemarin nangis dan takut jadi satu karena selalu ingat Papaku adalah orang yang selalu shalat di Masjid. Dalam keadaan mendesak aja tetap harus cari Masjid. Lalu dengan adanya kejadian seperti ini rasanya takut melihat dia pergi ke Masjid.  Tapi balik lagi mengingat “Hasbunallahu Wa Ni’mal Wakiil” cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah sebaik-baiknya Sandaran. Semoga kita semua, apapun Agamanya, Apapun Rasnya, Dimanapun tempat tinggalnya, semoga kita selalu di Lindungi oleh Allah SWT. Aamiin,” tulis Prilly di akun instragramnya.

“Terrorism has no religion! We are Muslims and our religion Islam is all about peace, charity & brotherhood,” tambahnya.

Sebagaimana diberitakan, Breton Tarrant, pelaku penembakan brutal itu, langsung disidangkan 16 Maret lalu. Ia terlihat mengenakan borgol dan pakaian tahanan berwarna putih. Eks instruktur kebugaran kelahiran Australia ini duduk tanpa ekspresi saat hakim membacakan dakwaannya. Pengadilan berikutnya dijadwalkan 5 April mendatang.

Berdasarkan data, sebanyak 49 orang tewas, terdiri dari 41 orang di masjid Al Noor, 7 orang di masjid Linwood dan seorang lagi tewas di rumah sakit. Sementara jumlah yang luka-luka, puluhan. ***ebn