Emotion Ent & Dispen TNI AU bakal Garap Serigala Langit

JAYAKARTA NEWS – Emotion Entertainment menggandeng Dinas Penerangan TNI AU (Dispen AU) akan memproduksi Serigala Langit.

Ini adalah film tentang prajurit yang tergabung dalam tim Aerobatic TNI Angkatan Udara. Film yang akan dirilis pada April tahun 2020 akan melibatkan para pemain muda Indonesia dan para pemain dari para penerbang TNI AU.

Film itu juga akan menggunakan berbagai pesawat tempur tercanggih yang dimiliki TNIAU.

Adapun lokasi shooting akan dilakukan di Makasar, Madiun, Jakarta dan Yogyakarta. Adapun soundtrack film akan diisi oleh Bams.

Bagi TNI AU, Film tentang prajurit Angkatan Udara menjadi film keduanya, setelah pada tahun1991, merilis film Perwira dan Ksatria yang dibintangi oleh Dede Yusuf dan Donny Damara.

Setelah 28 tahun, E-Motion Entertainment mengagas kembali film kedirgantaraan ini menjadi film cerita yang layak ditunggu pada 2020. Drama aksi tentang seorang anak muda yang terobsesi menjadi penerbang pesawat tempur dan menjadi tim utama aerobic TNI AU.

Kisah film ini dimulai, tentang hubungan anak lelaki (Gadhing) dengan ayahnya, (Bagus), yang sudah lama tidak berkomunikasi. Gadhing minta izin untuk menjadi Taruna TNI AU, namun ayahnya Gadhing, tidak mendukung niat Gadhing. Padahal Bagus merupakan mantan pilot
terbaik TNI AU. Mereka mencari jalannya sendiri sampai pada waktunya, mereka bertemu kembali dalam sebuah tim aerobatic TNI AU. Keduanya harus memilih.

Film ini juga dihiasi kisah cinta segitiga, antara Gadhing, Nadia dan Herman. Sementara itu, Tami, seorrang WARA senior juga jatuh hati pada Gadhing. Kisah cinta yang melodramatik dalam visualisasi dunia kedirgantaraan.

“Kami berharap dengan tema drama aksi para prajurit TNI AU, dapat memberikan khasanah cerita dalam perfilman nasional juga memberikan inspirasi kepada siapapun tentang kesetiaan, semangat dan komitmen” kata Arnold JLimasnax, produser (E-Motion Entertainment). (pik)

Addie MS tentang “Konser Putih Bersatu”

Addie MS beri keterangan tentang konser dan kampanye akbar Konser Putih Bersatu. (foto: ist)

JAYAKARTA NEWS – “Warna putih adalah ketulusan dan kesucian sesuai dengan baju kerja Joko Widodo sejak melaksanakan tugas negara dan dipilih mayoritas rakyat Indonesia untuk menjadi Presiden,” dijelaskan konduktor dan komposer Addie MS, sebagai salah seorang penggagas apa dan kenapa konser musik kampanye akbar Jokowi-Ma’ruf Amin di area stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta memakai tajuk Konser Putih Bersatu “Menuju Kemenangan Indonesia Maju” hari Sabtu (13/4/2019) mulai jam 14.00 WIB.

“Maka amat logis dan natural, kalau sekarang beliau ingin diasosiasikan dengan corak warna putih secara konsisten. Kebetulan, kebanyakan pendukung Jokowi tulus, ataupun saya secara pribadi didalam kegiatan mendukung Jokowi paling nggak mau terima uang untuk yang saya yakini harus didukung. Saya tidak akan seperti tuduhan orang bilang karena mau jabatan, mau jadi komisaris karena sampai kapanpun saya ingin ingin mati sebagai seniman. Saya sebenarnya tidak suka politik, tapi mendukung Jokowi dengan ketulusan tanpa pikir nanti dibayar atau memperoleh jabatan,” tegas panjang lebar pria bernama lahir Addie Muljadi Sumaatmadja ini.

Abdee Negara beri keterangan. (foto: ist)

“Konser Putih Bersatu, bakal dihadiri langsung Jokowi mungkin sekira jam 16.00 hingga 16.30 ditengah komunitas massa pendukung yang dilarang membawa atribut-atribut partai politik dengan keharusan berbaju putih berlogo komunitas masing-masing yang dilengkapi hashtag #BarengJokowi,” dijanjikan gitaris band Slank, Abdee Negara selaku juga penggagas.

Oleh karena kepadatan pengunjung di GBK nantinya, lanjut keterangan Abdee, maka di luaran stadion disediakan fasilitas layar gede sehingga segala kegiatan konser dan kampanye akbar Jokowi-Amin bisa ikut disaksikan secara langsung oleh seluruh publik yang memenuhi area GBK secara gratis. (john js)

Review Film: Hasrat yang Terlarang

JAYAKARTA NEWS - Sebuah  tema yang sangat langka untuk diangkat dalam sebuah film. Mungkin malah agak tabu. Tapi, itulah daya pikat yang coba diraih  sutradara Robby Ertanto Soediskam. 

Film yang tayang mulai  11 April 2019 ---lolos sensor untuk 17 tahun ke atas--- ini berkisah tentang perjalanan karir Suster Maryam, 40 tahun, yang diperankan oleh Maudy Koesnaedy. Suster  ini bertugas mengurus suster sepuh di Kesusteran Gedangan, Semarang. 

Suatu hari, Romo Martin (Joko Anwar) memperkenalkan suster Monik (Tutie Kirana) sebagai penghuni baru Kesusteran. Suster Monik juga ditemani Romo Yosef (Chicco Jerikho) yang tampan. Usianya baru 30 tahun. 
Romo Yosef adalah 'anak angkat' suster Monik. Cuma,  tidak begitu jelas kapan dan dari mana anak tersebut dipungut. 

Suster Mila (Olga Lydia) sebagai penanggungjawab Kesusteran, menyambut riang kedatangan dua penghuni baru tersebut. 

Terlebih lagi, Romo Martin menjanjikan kepadanya bahwa Romo Yosef akan mengajari orkestra bagi para  'pelayan Tuhan' itu.

Ternyata mereka  ternyata bukan hanya sebagai pelayan agama, tapi juga sebagai manusia. Ada deviasi dari akar pemahaman publik mengenai pelayan Tuhan yang selama ini dikenal 'suci'. Fakta itu apakah  pembenaran atau sebuah excuse, bahwa  'suster juga manusia'?

Singkat kata,  melihat kepiawaian  Romo  dalam bermain musik dan mengajak para suster sepuh berdansa, suster Maryam jatuh hati. 

Demi melihat adanya perkembangan yang tidak lumrah  di Susteran, Suster Monik yang rapuh namun berpengalaman itu, mencoba menasehati Romo Yosef.

Sedih. Dia tak sanggup mencegah apa yang seharusnya tidak terjadi di kesusteran, karena Suster Maryam dan Romo Yosef  dia-diam menjalin hubungan terlarang. 

Sebuah adegan bagus divisualisasikan di film ini. Didorong  hasrat yang meledak-ledak, mereka berhubungan pasir putih, pantai di Semarang. 
Penata kamera Ical Tanjung menggarap dengan  beberapa adegan artistik. Kedunya basah kuyup naik mobil yang dikemudikan Romo Yosef, mengantar Suster Maryam ke Susteran. 

Titik-titik air hujan lebat nan mengguyur bumi, berhasil dipindahkan ke layar lebar. Tengok adegan Romo Yosef yang kedinginan tengah mengisap rokoknya dalam-dalam di depan Kesusteran. Di sini, peran seorang penata rias Didin Syamsudin, menunjukkan kelasnya.  

Penyelesaian sengaja dibuat  open ending setelah pengakuan dosa suster Maryam yang menangis tersedu-sedu di ruang pengakuan dosa di gereja, dia siap 'dihukum' (dan uniknya, pastor yang dilapori curhat suster Maryam adalah romo Yosef. Sebuah satire yang elok), akhirnya suster Maryam dihadapkan oleh dua pilihan : bertahan pada 'kaul'-nya atau memilih Yosef. 
 Dengan memilih Yosef, berarti suster Maryam dan romo Yosef harus keluar dari Kesusteran dan suster Maryam tidak lagi menjadi 'pelayan Tuhan'.
 Jujur, 'Ave Maryam' adalah sebuah film tentang cinta, kejujuran, toleransi dan pengabdian pada kemanusiaan. 
  "Saya muslim. Tapi semua penganut agama apapun,  pasti ingin berbagi pengalaman mencintai diri Anda dan dunia," ungkiap Robby Ertanto Soediskam. 
  Seni peran Maudy Koesnaedy dan Tutie Kirana boleh diacungi jempol. Suster Maryam melayani Suster Monik dengan teliti, dari memandikan, memberinya lauk di meja makan, memberikan obat  hingga menyelimutinya menjelang tidur malam. Bahkan, tatkala suster Monik sakit dan badannya panas, suster Maryam tetao menjaganya. 
   Lain lagi suster Monik. Dia banyak terdiam dan ingatannya sering sedikit hilang. Justru dengan keterdiamannya itulah, Tutie Kirana unggul mengekplorasi perilakunya sebagai seorang biarawati sepuh nan renta dan dingin melalui bahasa tubuh. Sangat tidak mudah berakting seperti itu, tapi Tutie Kirana berhasil memerankannya dengan baik,
   Tak boleh dilupakan juga kerja penata musik RooftopSound yang menampilkan musik melankolis saat adegan 'perpisahan' suster Maryam dan romo Yosef di Kesusteran dan musik nan riang saat romo Yosef mengajarkan orkestra yang mengiringi 'anak-anak Tuhan' berlatih lagu-lagu Natal karena perayaan hari kelahiran Yesus Kristus sebentar lagi tiba. Saat adegan memandikan suster sepuh dan beberapa adegan sendu yang lain, musik dibiarkan kosong. 

    Sebuah film bagus dan bermutu yang sudah jarang kita jumpai di masyarakat. Meski dipotong 2 menit oleh sutradaranya (adegan di pantai antara dua insan Tuhan), toh inti cerita film 'Ave Maryam' secara keseluruhan tetap bisa dinikmati dan direnungkan.
    Tabik buat Robby Ertanto Soediskam, sutradara dan penulis skenario. (Ipik Tanoyo)

Deddy Corbuzier Seriusi Bisnis Sehat Gimnastik

Deddy Corbuzier mencoba alat gym yang baru di Osbond Gym Corbuzier. (foto: JJS)

JAYAKARTA NEWS – Hasrat akbar Deddy Corbuzier memiliki fasilitas ruang gimnastik gede kini terwujud. Ia baru saja menyelesaikan gimnastik dengan ragam perlengkapan berteknologi terbaru dari Amerika Serikat. Selain itu, juga dilengkapi Fitness Trainer profesional.

Gimnastik yang terletak di Jakarta Selatan, Indonesia atau tepatnya di lokasi terjangkau, One Belpark Mall, Pondok Labu, itu diberi nama Osbond Gym Corbuzier Series. “Gimnastik ini bertujuan sederhana. Bahwa kesehatan itu penting banget bagi anak-anak milenial yang kerap anggap enteng kesehatan,” ujar Deddy.

Sebagai tokoh publik Deddy bukan sekadar mengoceh, tapi juga melakukan tindakan dukungan dana guna membangun area lokasi gimnastik di One Belpark Mall yang tidak mau tanggung-tanggung dilengkapi kolam renang dan sauna di dalam. Sedangkan di luar untuk kegiatan olahraga lain. “Melalui Osbond Gym Corbuzier saya mengajak para milenial mau menyadari tentang apa gunanya kesehatan buat kita,” tambah lelaki berkepala plontos itu.

Deddy Corbuzier

“Usia gue yang udah 49 tahun pastinya lebih merasakan kebutuhan berolahraga setiap hari sampai akhirnya punya gym sendiri, dari sekadar hobi, bangun gym sendiri di rumah, dan ini moga-moga ada gunanya buat masyarakat sekitar sini,” imbuh presenter pemandu program bincang Hitam Putih di Trans 7 ini.

“Gym ini ya harus ngikut gaya gue yang nggak suka suasana gelap sesuai karakter Deddy Corbuzier. Dengan 11 fitness trainer profesional terlatih, harus jaga ideal tubuhnya nggak boleh kegemukan atau kekurusan. Ini bisnis beneran yang gue jalanin. Bukan di-endorse, bukan sebagai ambassador atau cuma sekadar dipakai nama buat jualan. Ini benar-benar passion gue dan 50 persen duit gue. Selain itu, tidak ada public figures dari dunia entertainment yang melakukan ini,” singgung mantan Mentalist yang mengawali penampilan dengan membengkokan sendok makan itu.

Gym dibangun dengan dana kurang lebih Rp 8 miliar. Itu artinya, Deddy menyetor modal sekitar Rp 4 miliar. “Saya pastikan ada diskon menarik buat pelajar dan member bulanan dan tahunan. Harganya juga masuk akal,” kata Deddy.

“Kenapa milih di sini, ya sebagai lifestyle mall dengan lingkungan perumahan dan apartemen dan berlokasi dekat rumah kediaman sendiri. Dengan membuka kelas Cardio, Zumba dan Renang pokoknya lengkap. Daftar dan konsultasikan bersama kami,” terang Deddy. (John JS)

BJ Habibie Puji Akting Maudy Ayunda yang Jadi Ainun

Habibie & Ainun 3—foto kapanlagi

JAYAKARTA NEWS—Mantan presiden RI ke 3, BJ Habibie menilai Maudy Ayunda, selain cantik juga pintar seperti Ainun, tokoh yang bakal diperankannya di film ‘Habibie & Ainun 3’ garapan Hanung Bramantyo.

“Bukan hanya cantik perilakunya penampilannya, saya banyak masukan dari generasinya, intelektualnya sama seperti Ibu Ainun,” puji BJ Habibie di MD Place, Jakarta Selatan, Kamis (4/4).

Foto–istimewa

Sebagai pengambil keputusan, Presiden Indonesia Ke-3 itu sempat mencari tahu kualitas akting Maudy Ayunda.

BJ Habibie sengaja menonton film yang dibintangi Maudy Ayunda yakni Perahu Kertas.”Saya lihat di film Perahu Kertas, waktu itu akting dia bagus banget,” jelas BJ Habibie.

Perakit pesawat itu menilai Maudy Ayunda adalah pilihan tepat untuk memerankan sosok Ainun muda dalam film Habibie & Ainun 3. Dia juga berjanji akan membantu Maudy untuk mendalami sosok istrinya itu nantinya.

“She is the best bagi saya seleranya Habibie,” imbuh BJ Habibie. (pik)

Sunyi, Film Horor Kerjasama Indonesia-Korea-China yang Bikin Merinding

Jumpa pers film horor “Sunyi’–foto istimewa

JAYAKARTA NEWS— MD Entertainment dan Pichouse Films akhirnya kembali merilis sebuah film bergenre horor dengan judul Sunyi. Film ini diadaptasi dari film horor terkenal Korea berjudul Whispering Corridors yang tayang pada tahun 1998 silam.

Sunyi adalah film hasil kolaborasi internasional antara MD Entertainment, Pichouse Films dengan Xing Xing, Studio Invictus, Mixx Entertainment dan CJ Entertainment. Film ini diproduseri oleh Manoj Punjabi dan disutradarai oleh Awi Suryadi.

Manoj mengatakan bahwa film Sunyi adalah kerjasama pertama MD Entertainment dengan Korea dan China. “(Sunyi) Salah satu film horor dengan tampilan berbeda. Saya ingin sampaikan bahwa ini adalah kerjasama MD pertama dengan Korea dan China,” ucap Manoj di Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

Para pendukung film ‘Sunyi’–foto istimewa

Film ini bercerita tentang Alex (Angga Yunanda), seorang anak laki-laki yang baru saja masuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan mengalami hal-hal mengerikan. Alex bertemu dengan teman barunya, Maggie (Amanda Rawless).

Namun ternyata, masa-masa SMA tidak seindah yang dibayangkan. Alex sering ditindas oleh senior-seniornya, hingga aura mistis dan horor dari sekolah tersebut pun mencuat dan menimbulkan teror.

“Kita membuat sebuah adaptasi yang enggak benar-benar sama dengan aslinya. Kalau yang Korea kan persahabatan antara dua cewek,” ucap Awi.
Jika dalam film aslinya adalah bercerita tentang persahabatan dua perempuan, maka di film versi Indonesia ini menyandingkan pasangan Amanda Rawless dan Angga Yunanda. Hal itu disesuaikan dengan pasar film Indonesia.

“Kita tahu market Indonesia ada market film romance ya makanya mau mengarah ke sana makanya kita pilih protagonisnya cowok yakni Angga,” tutur Awi.

Lebih lanjut, Manoj menungkapkan harapannya agar film ini bisa laris dan menjadi box office. “Saya lihat film Korea-nya, semoga adaptasinya bisa diterima oleh penonton Indonesia. Animonya sangat bagus. Saya berharap bisa jadi box office,” tutur Manoj.

Tidak hanya Angga Yunanda dan Amanda Rawless, film yang akan tayang pada 11 April 2019 itu juga dibintangi oleh Teuku Rizky, Naomi Paulinda, dan Arya Vascol.

Awi Suryadi mengatakan,  meski film ini diadaptasi dari film Korea, tapi tidak dibuat semuanya sama. Salah satu yang berbeda adalah dari pemilihan pemeran utamanya. (pik)

‘Bumi Itu Bulat’ Gelorakan Toleransi

Mathias Mucus dan Christine Hakim dalam film ‘Bumi Itu Bulat’—gambar istimewa

JAYAKARTA NEWS—Komika Arie Kriting bermain cemerlang dalam film ‘Bumi itu Bulat’. Arie Kriting yang dalam film Bumi Itu Bulat bertindak sebagai pemain sekaligus produser mengatakan, di era perkembangan sosial media, terlebih menjelang pesta demokrasi, isu tentang toleransi menjadi hal yang penting. Menurutnya, perbedaan yang ada di Indonesia sepatutnya menjadi kekayaan budaya yang dilestarikan, bukan malah dijadikan isu untuk menjatuhkan satu sama lain.

“Kita yang hidup di Indonesia dengan kemajemukan, harusnya disyukuri dan lestarikan dengan cara menumbuhkan persaudaraan warga negara dan toleransi antar sesama,” ungkap Arie Kriting.

Arie Kriting, komika, pemain juga produser film ‘Bumi Itu Bulat’—foto instagram ariekriting

Hal senada pun diungkapkan Christine Hakim yang membintangi film Bumi Itu Bulat. “Kita selama ini kurang bersyukur. Dikasih kekayaan keberagaman dan kekaayaan alam selama puluhan tahun malah disia-siakan,” terang Christine Hakim.

Film Bumi Itu Bulat menyampaikan kesuksesan toleransi dalam kehidupan berbangsa melalui ajang Asian Games 2018. Melalui tema tersebut, para inisiator seperti Gus Yaqut (Ketua Umum PP GP Ansor), Robert Ronny (Produser Film), Christine Hakim, Arie Kriting, dan Jenahara Nasution merasa perlu memberi pesan melalui jembatan yang mudah dimengerti oleh anak muda.

Film Bumi Itu Bulat dipersembahkan oleh beberapa pihak seperti Inspira Pictures, Astro Shaw, GP Ansor, dan Ideosourse Entertainment sebagai sarana yang tepat untuk memberikan contoh tentang menyebarkan toleransi tanpa harus menggurui. (pik)

Europe on Screen 2019 Sajikan 101 Film dari 27 Negara

JAYAKARTA NEWS—Festival film Europe on Screen (EOS) kembali hadir tahun ini. Festival yang mempertontonkan film-film dari negara-negara di Eropa, akan berlangsung pada 18-30 April 2019 mendatang. Selama delapan hari, EoS 2019 siap menyajikan 101 film dari 27 negara Eropa. Helatan tahun ke-19 ini akan tersaji dalam 277 pemutaran di 6 kota di Indonesia : Jakarta, Bandung, Medan, Denpasar, Jogjakarta dan Surabaya.

“Film telah menjadi sektor ekonomi penting di Eropa. Kami percaya industri film ini lebih dari sekedar menyajikan tontonan menghibur. Adalah satu hal baik bahwa Uni Eropa dan Indonesia, kita bisa bersama mengembangkan industri kreatif,” ucap Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Guerend dalam konferensi pers EOS 2019 di Pusat Kebudayan Jerman, GoetheHaus di Menteng, Jakarta, Selasa (2/4).

Tahun ini, film Denmark, The Guilty (2018) mendapat kehormatan menjadi film pembuka. Thriller berdurasi 85 menit tersebut adalah film yang diajukan Denmark untuk masuk dalam kategori Film Berbahasa Asing Terbaik (Best Foreign Language Film) pada helatan Academy Awards 2019. Sementara, film penutup adalah What Have We Done to Deserve This (2018) yang merupakan komedi dari Austria. (pik)

Si Cantik Marilyn Monroe Ini Ternyata Gagap

JAYAKARTA NEWS – Sekalipun di antara kita ada yang tidak pernah menikmati kepiawaian acting Marilyn Manroe, tapi kita semua pernah mendengar tentang pesohor Hollywood ini.

Betapa pun Marilyn Monroe telah meregang nyawa pada awal 1960-an, namun dia masih dianggap sebagai ikon sampai hari ini. Ribuan atau bahkan jutaan orang bahkan masih terinspirasi oleh gayanya.

Terlepas dari bagaimana pandangan publik tentang eksistensi dirinya semasa dia masih hidp, ada berapa hal yang mungkin tidak Anda ketahui tentang Marilyn Monroe.

Nama Asli
Semua orang mengenalnya sebagai Marilyn Monroe. Nama asli aktris ini adalah Norma Jeane Mortenson.

Menjalani Operasi Plastik
Sebuah catatan medis yang ditemukan, memberikan bukti bahwa Marilyn telah melakukan dua operasi kecil, yakni satu untuk dagunya dan satu lagi ke ujung hidungnya.

Playboy Cuma Kasih Honor $ 50
Nama Marilyn Monroe termasuk di antara wanita yang ikonis di majalah dewasa Playboy. Tahukah berapa Playboy merogoh dompetnya untuk honor bagi Moenroe untuk tampil menggoda di majalah tersebut?

Hanya $50 !! Kedengarannya mustahil ya?! Jika sekarang Anda mencoba mengkalkulasikan dengan inflasi, honor untuk pemotretan itu hampir gratis.

Mengapa Monroe dengan nama besarnya itu bersedia tampil di Playboy dengan bayaran setara dengan satu sloki wine? Untuk ketenaran, sensasi atau ……. Monroe lah yang tahu jawabannya.

Pecinta Anjing
Marilyn Monroe sangat menyenangi anjing. Kecintaannya kepada anjing itu luar biasa!

“Aku suka binatang. Jika Anda berbicara dengan anjing atau kucing, itu tidak memberitahu Anda untuk tutup mulut, ” kata Marilyn Monroe.

Marilyn Monroe memiliki banyak hewan peliharaan di masa hidupnya, yang sebagian besar adalah anjing. Hewan piaraan yang pernah dipeliharaya di antaranya:

  1. TIPPY. Tippy adalah seekor anjing hitam dan putih yang diberikan kepada Norma Jeane oleh ayah angkatnya, Albert Wayne Bolendar. Setiap hari, Tippy pergi ke sekolah menemani Norma Jeane. Dia akan menunggu dan bermain dengannya saat istirahat. Sekitar tahun 1932, ketika Norma Jeane berusia lima atau enam tahun, Tippy ditembak oleh seorang tetangga, yang mengklaim anjing itu berguling-guling di kebunnya. Marilyn dalam otobiografinya mengklaim bahwa tetangga itu “memutilasi Tippy menjadi dua dengan cangkul.”
  2. RUFFLES. Aning Ruffles tinggal bersama Norma Jeane ketika dia tinggal bersama keluarga Godard. Norma Jeane dan “saudara perempuannya” Beebe berbagi spaniel sebagai hewan peliharaan mereka, sekitar tahun 1940.
  3. MUGGSIE. Anjing ini diberikan kepada Norma Jeane oleh suami pertamanya, James Dougherty, pada akhir 1940-an. Norma Jeane senang merawat dan bermain dengan Muggsie dan keduanya menjadi sahabat terbaik. Namun, setelah Norma Jeane memulai karirnya sebagai model / aktris dan mengubah namanya menjadi “Marilyn Monroe,” dia tidak punya waktu untuk mengurusi Muggsie. Menurut Dougherty, Muggsie meninggal karena “patah hati”.

Gaun Putihnya Terjual Jutaan Dolar
Gaun putihnya yang terkenal mungkin adalah salah satu pakaian yang paling mahal di dunia. Gaun Monroe saat dilelang laku dengan harga 4,6 juta dolar.

Menikah dengan Dijodohkan
Dia menikah dengan tetangganya pada usia 16 tahun, untuk menghindari dirinya dikirim ke panti asuhan. Tanpaknya itu alasan yang masuk akal bukan?

Masalah Gagap Bicara
Meskipun kegagapannya tidak parah, cara berbicaranya yang lembut sebenarnya adalah sesuatu yang dia lakukan untuk mencegahnya.

Dia Senang Membaca
Dia sebenarnya memiliki koleksi lebih dari 400 buku, beberapa di antaranya bahkan menjadi edisi pertama yang cukup eksklusif. Dia suka membaca Freud, antara lain. Dia juga suka berkumpul dengan orang-orang pintar.

Kimo Stamboel Remake Film ‘Ratu Ilmu Hitam’

Kimo Stamboel–foto istimewa

JAYAKARTA NEWS—Film Ratu Ilmu Hitam yang pernah dibintangi oleh Suzzanna pada 1981 siap dihidupkan kembali oleh rumah produksi RAPI Films. Kimo Stamboel dipercaya sebagai sutradara dan Joko Anwar menuliskan kembali skenarionya sesuai dengan masa kini.

Semua kru bersama para pemain di antaranya Hana Al-Rasyid, Tanta Ginting, Ario Bayu, Miller Khan, Zara JKT48 serta Ari Irham mengikuti acara syukuran di kantor RAPI Films pada Senin, 25 Maret 2019.

“Semoga sebesar kejayaannya zaman dulu. Dengan kru dan pemain yang keren ini semoga bisa membawa Ratu Ilmu Hitam ke level selanjutnya, dan terkenal secara internasional,” kata Kimo dalam acara syukuran bersama anak yatim.

Kimo semakin merasa optimistis karena Joko Anwar yang menuliskan skenario film Ratu Ilmu Hitam 2019. Di satu sisi, sutradara film Dreadout ini mengakui  merasa tertekan untuk menghidupkan skenario Joko Anwar.

“Joko keluar dengan satu ide yang berbeda-beda, quite twisted dan keren. Semoga gue enggak mengecewakan dia aja untuk membuat ini. Jadi pressure juga buat gue,” ungkap Kimo usai acara. (pik)