JAYAKARTA NEWS—Habis marah-marah dan nyaris buka baju di
depan Deddy Corbuzier, kini Lucinta Luna memuji-muji host ‘Hitam-Putih’ itu. Lucinta menyebut,
ternyata Deddy orangnya baik hati dan lemah lembut.
“Buat para nitizen yg
budiman..manusia tidak ada tempat yg sempurna, Lucinta dan om @mastercorbuzier udah
damai..Ratu cinta akan perdamain, tak kenal maka tak sayang..dulu Ratu blm
mengenal lebih jauh tentang om deddy dan ternyata beliau orang yg sangat lemah
lembut dan baik hati..nasehat nasehat om dedy sangat bermanfaat bagi Lucinta
..makasih ya om Deddy udah banyak nasehatin Lucinta setelah kita damai ?? damai itu Indah …. tonton full video YouTube nya ”
Deddy Corbuzier ” channel like and subscribe ya … link ada di story
Lucinta,” tulis Lucinta Luna di instagramnya.
Dalam cuplikan videonya Lucinta mengingatkan Deddy agar
tidak macam-macam. “Jangan macem-macem ama gua ya. Gua udah pacar lho, bae-bae ‘digibeng’
lho sama laki gua,” ujar Lucinta yang disambut Deddy dengan ketawa geli. “Ini
orang datang marah-marah, stres sendiri. Trus gua bingung ngadepin,” hahah.
Lucinta Luna marah besar pada
Deddy yang dianggapnya sangat menyakiti dirinya. Dia sudah mencoba DM Deddy di
instagram, namun tidak dibalas. Saking jengkelnya, mantan personil Duo Bunga
ini pun nekat mendatangi Deddy. Kabar yang beredar, Lucinta kesal karena Deddy menyebutnya
sebagai seorang pria.
Awalnya, Deddy yang dilabrak
Lucinta juga tak terima dengan sikap Lucinta bahkan sempat mengusir perempuan
cantik itu. “Lo yang dateng ke sini kan, ya udah, sekarang keluar, ini
punya gue, yang berurusan sama polisi lo bukan gue,” tegas Deddy
Corbuzier. “Lo ngaku cowok gue sikat,” ujar Deddy.
“Hey gue perempuan, lu lihat. Ini gue buka nih,”
jawab Lucinta Luna sembari menanggalkan jaket yang ia kenakan. Saat hampir
melepas tank top-nya, Deddy buru-buru mencegah Lucinta Luna.
Setelah kejadian itu, Lucinta
pun menangis tersedu-sedu. Momen pertikaian mereka kemudian berakhir dengan
pelukan padahal belum ada kesepakatan untuk berdamai.***ebn
JAYAKARTA NEWS – Dunia hatu, nggak dipercaya Dea Annisa. Tapi pemilik nama populer Dea Imut saat menjadi penyanyi cilik ini, percaya nggak percaya hal-hal horor yang dalam pemahaman umum terkait dengan hantu, ada di depan matanya saat pengambilan gambar film Malam Jumar the Movie.
Kenjadian nyata. Bukan ilusi. “Saya melihat para kru film (sepertinya) kerasukan roh halus dan (mereka) berteriak-teriak histeris. Yang sukar dipercaya, ada seorang kru ketika tidur, dia pindah ke tempat lain,” kata Dea menceritakan pengalaman horornya saat menjalani syuting film horor.
Dea bersyukur, dirinya tidak mengalami kejadian itu. Hanya menjadi saksi.
“Amit-amit deh…semoga saya jangan sampai melihat hantu. Sewaktu kecil saja, bersama teman melihat permainan Jailangkung, saya takutnya minta ampun…,” ujar Dea seusai menonton trailer film ‘Malam Jumat the Movie’ di Jakarta.
Disutradarai Hadrah Daeng Ratu, film ini diangkat dari saluran YouTube Ewing HD yang populer di kalangan anak muda milenial.
Di kalangan YouTuber horor, Ewing dan saluran Ewing HD, adalah nama besar. Ewing HD rutin mengunggah konten horor bertajuk #MalamJumat yang sudah menghantui penggemar YouTube. Setidaknya dalam tiga tahun terakhir ini, setiap Kamis malam, ada suguhan horor dari Ewing. Tidak mengherankan, kalau subcribernya menembus 1,5 juta.
Melihat kekuatan tema yang digarap Erwing, Hadrah Daeng Ratu bersama Dee Company dan Blue Water Films, sepakat mengumpulkan cerita-cerita #MalamJumat kedalam satu film layar lebar berjudul #MalamJumat the Movie. Film ini diperankan langsung oleh Ewing dan Dea Imut.
Bintang lain yang terlibat dalam produksi film horor ini di antaranya adalah Randy Pangalila, Zoe Abbas Jackson, Ade Firman Hakim, Ajil Ditto, Putra Dinata, Sonia Alysa dan Harris Illano Vriza.
Film ini berkisah tentang Ewing yang mencoba hal baru untuk memberikan pengalaman berbeda pada subcribernya. Mereka menjelajah sebuah taman bermain Wonder Park, yang telah lama terbengkalai. Namun, mereka menghadapi kenyataan yang mengerikan. Bukan hanya soal penampakan, tapi juga pembunuhan.
Dea Imut berpesan agar para YouTuber sekali-sekali mengintip kehidupan dibalik kameranya. “You’d be surprised,” ungkapnya. (pik).
JAYAKARTA NEWS - Untuk menggaet penonton, kehadiran sosok perempuan tangguh dalam sebuah film laga, selalu diperhitungkan oleh produser dan sutradara.
Police Evo, sebuah film produksi negara jiran Malaysia (Astro Shaw, SCM dan Blackflag) yang bekerjasama dengan Screenplay Films (Indonesia), mempercayakan Raline Shah sebagai pemeran utamanya.
Kali ini, Raline Shah tidak bermain drama. Karakter keras dan tegas terhadap lawannya, menjadi karakter utama Raline. Dia harus menunjukkan kepiawaian berakting laga dan skill menggunakan senjata.
"Saya berperan sebagai Rian, seorang anggota Polisi Indonesia yang ditugaskan untuk membongkar jaringan mafia narkoba," kata Raline.
Bagi Raline, ini adalah film laga pertamanya. Selama delapan bulan, aktris asal Medan ini menjalani latihan fisik, mulai belajar beladiri sampai menembak. Kedua sutradara Malaysia, Joel Soeh dan Andre Chew mengaku puas dan bangga melihat hasilnya.
"Raline punya peran penting dalam film ini. Ia menghidupkan karakter Rian sebagai perempuan yang sangat kuat dan tangguh. Dia berhasil memberikan sesuatu yang lebih dari sekedar yang ada di script, begitu juga dengan para pemain lainnya dari Indonesia, seperti Tanta Ginting dan Mike Lucock," kata Joel Soeh.
"Raline tak mudah menyerah. Saya sangat mengapresiasi profesionalisme Raline. Saya enjoy bekerjasama dengan Raline dan para pemain lain. Mereka semua sangat menyenangkan. Peran antagonis pun (sebagai teroris) mereka mainkan dengan baik," ujar Andre Chew mengungkapkan kepuasannya.
Police Evo mengisahkan usaha Rian bersama dengan rekan-rekan polisinya untuk menuntaskan misi memberantas jaringan narkoba. Usaha tersebut tidak mudah.
Kelompok mafia yang diincar, berubah menjadi kelompok teroris, dengan menyandera ratusan penduduk di sebuah pulau terpencil. Saat itulah Rian dkk harus melumpuhkan kelompok tersebut. Tembakan bertubi-tubi dan suara ledakan granat mewarnai aksi Rian.
"Filosofi paling penting dari film ini adalah polisi bekerja dan berkorban mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan banyak orang. Human point adalah yang ingin disampaikan di film ini," jelas Rian.
Selain tiga bintang dari Indonesia, Police Evo juga dibintangi aktor dari Malaysia: Shaheizy Sam, Zizan Razak dan Hasnul Rahmat. Film ini mengawali tayangnya di Malaysia, setelah itu baru penonton di tanah air mendapat giliran pada April ini.
Laporan: Ipik Tanoyo
JAYAKARTA NEWS – Chloe Lowery, vokalis dan penulis lagu the Powerhouse, mengumumkan akan merilis album solo debutnya yang sudah lama ditunggu-tunggu. Album bertajuk The In-Between itu, akan dirilis pada Jumat ini, 19 April 2019.
Album dengan konsep 15-track ini, untuk vokalnya ditulis dan diproduksi sendiri oleh Chloe Lowery, sedangkan musikal diproduksi oleh Travis Laws.
Lagu-lagu dalam album tersebut lahir dari perjalanan penemuan diri seorang Chloe, setelah patah hati secara emosional/ Yang menarik di setiap lagu disertai dengan selingan video.
Setiap lagu menanamkan emosi dan kekuatan suara Chloe untuk melukiskan kisah yang sangat berhubungan dengannya. Informasi lebih lanjut tentang ini dapat ditemukan di www.chloelowery.com
“Kita diberi tahu; saat-saat puncak kehidupan kita terdiri dari serangkaian suka dan duka yang menghasilkan fondasi di mana kita memperkuat karakter kita. Album ini lahir dari saat-saat yang biasanya tak terucapkan di mana semuanya berdiri diam, masa depan tidak diketahui, dan kebutuhan untuk perubahan adalah yang terpenting – The In-Between.”
“Ini adalah saat-saat ketika saya menemukan siapa saya dan apa yang ingin saya katakan. Catatan ini adalah perpanjangan dari teriakan hati saya yang paling keras, ketakutan terbesarnya, iman yang mendasarinya dalam cinta, dan penyesalan terdalam,” papar Chloe.
Chloe juga merilis video resmi untuk “Renegade.” Video one-shot ini menghidupkan emosi dan perasaan yang saling bertentangan yang mengarah ke perpisahan.
Beberapa adegan dimainkan secara artistik dalam warna hitam dan putih, sebelum menghilang untuk mewarnai resolusi cerita ini. Lihat video untuk “Renegade” berikut ini:
Dari duet sinematik “Giving Up On You” bersama Nathan James (Inglorious, Trans-Siberian Orchestra), hingga “Crazy” yang menampilkan legenda gitar Al Pitrelli hingga “Dirty Disco” yang asyik, Chloe membangun narasi yang menawarkan penampilan pribadi di metamorfosisnya.
Album ini juga menyertakan pengaturan unik dari klasik 80-an “It Must Have Been Love” yang sangat fenomenal dari Roxette.
Mungkin yang paling kuat dari trek album ini adalah “Don’t Let Yourself Down,” sebuah balada yang terbentuk dari kata-kata yang ibu Chloe katakan padanya di salah satu momen paling menyedihkan.
Lagu ini berfungsi sebagai katalis untuk sisa album dan memiliki makna universal jauh melampaui niat awal.
Lagu penutup akustik, “The Words You Wanted,” adalah akhir yang sempurna dari kisah kesedihan, penemuan diri, dan penerimaannya.***
JAYAKARTA NEWS – Film garapan sutradara Garin Nugroho ini, bercerita tentang perjalanan tubuh Wahyu Juno yang dalam kehidupannya penuh trauma dan drama.
Di balik itu, tubuh juga menyimpan banyak memori (ingatan). Rangkaian ingatan tersebut menjadi sebuah sejarah manusia, sejarah tubuh dan trauma. Bukan hanya personal, juga merupakan representasi sosial dan politik yang dialami seorang individu, dalam hal ini seorang penari lengger.
Seorang penari lengger yang yang harus menamplkan sisi maskulin dan feminin dalam satu tubuh adalah sebuah pergolakan ingatan tubuh yang sangat menantang.
Cerita hidup Rianto (penari lengger, sebagai narator) adalah cerita tentang perjalanan tubuh Juno yang menjadi magnet sekaligus bencana bagi dirinya.
“Kie omahe inyong..ya awake inyong..bisa ndeleng urip sekang bolongan..” (Ini rumahnya saya..ya tubuh saya..dapat melihat kehidupan dari lubang…). Demikian ujar Rianto dalam bahasa Jawa dialek Banyumas yang membuka film bertajuk ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ (Memories of My Body) yang tayang di bioskop di seluruh Indonesia paska Pemilu 2019.
Film produksi Fourcolours Films berdurasi 105 menit ini kemudian menyuguhkan kehidupan seorang anak kecil bernama Wahyu Juno (yang berarti ‘wahyunya Arjuna’), penari lengger di sebuah desa kecil di Jawa. Kisah Juno diceritakan dalam 3 masa yaitu Juno kecil (diperankan oleh Raditya Evandra), Juno remaja (Muhammad Khan) dan Juno dewasa (Rianto).
Juno kecil terpaksa harus hidup sendiri sejak ditinggal pergi ayahnya. Selain menjual sate jangkrik (didapatkannya lewat lubang di tanah yang dikencingi Juno), Juno kecil juga kemudian bergabung dengan tari Lengger. Di tengah kesendiriannya berlatih menari Lengger, Juno kecil acap mengintip pasangan cowok dan cewek yang tengah bercinta lewat lubang kecil di rumah tersebut.
Ihwal lubang (bolongan), lagi-lagi ditemui dalam hidup Juno kecil. Ketika mengintip, ia ketahuan guru tari Lengger (Sujiwo Tejo) dan dipukul pantatnya. Namun, guru tari ini berbaik hati dengan menceritakan falsafah tari Langger yang terdiri atas dua kata yaitu ‘leng’ yang berarti lubang (bolongan)yang bisa diterjemahkan sebagai lubang urip (lubang kehidupan) dan ‘ger; dari jengger ayam, yang bisa diterjemahkan sebagai simbol kejantanan, simbol lelaki-lakian.
Sejak itu, Juno kecil yang kini sudah menjadi Juno remaja harus hidup berpindah-pindah tempat. Karena tampan dan gemulai, Juno mendapat perhatian dari kasih sayang dari beberapa orang terdekat disekelilingnya, baik perempuan maupun laki-laki. Ada guru tari, bibi Juno yang menjual ayam (lagi-lagi, Juno acap disuruh orang-orang untuk menyelidiki lubang ayam apakah bertelur atau tidak, paman penjahit, petinju tampan, warok dan Bupati berpengaruh.
Semua pengalaman Juno yang dilaluinya membuat dia memiliki sebuah perjalanan hidup yang membawanya kepada pemahaman akan keindahan hidup.
Ada empat babak dalam kehidupan Juno yang diseling narasi oleh Juno dewasa, kita digiring Garin Nugroho bahwa tubuh yang indah dari Juno itu adalah ‘kutukan’ bagi siapa saja yang melihat dan menidurinya di ranjang. Ini adalah perjalanan Juno di atas panggung sekaligus di atas ranjang.
Garin secara detil menampilkan darah dan darah. Penghukuman guru sekolah dan bibinya yang menusukkan jarum ke jari tangan Juno, hingga beberapa kali Juno juga menghukum diri sendiri dengan menusukkan peniti ke jarinya, adalah sebuah ‘keindahan tubuh’ Juno bahwa didalam tubuh yang indah ada pertumpahan darah. Sebuah cerita yang cukup unik dan kontroversial dari seorang Garin yang kali ini lebih banyak bertutur daripada film-film Garin sebelumnya yang banyak bicara ‘bahasa gambar’ dan minim dialog.
Secara simbolis dengan tembakan foto-foto nan indah dan artistik dari Teoh Gay Hian (Director of Photography dari Singapura), menonton ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ ibarat menonton kehidupan kita sendiri. Kalau di film tokoh utamanya adalah penari lengger, kita adalah insan kamil yang setiap hari ‘berperang’ dengan ‘darah’ dan ‘air mata’ memperjuangkan hakekat kita sebagai wartawan, budayawan, guru, pejabat, petinggi partai, pengusaha, bupati, Gubernur, menteri, bahkan calon Presiden dan calon Wakil Presiden.
Kerja keras dari Ong Hari Wahyu (production designer yang sering membantu Teater Gandrik di Jogjakarta) dan Edy Wibowo (art director) boleh diberi punten tinggi. Suasana pedesaan yang tampak damai – namun, ternyata didalamnya penuh pertikaian saat Pilkada tiba – ditambah perilaku tokoh-tokoh di film ini yang hipokrit dan munafik adalah persingguhan antara yang tabu dan yang terlarang. Tengok, sang Bupati (Teuku Rifnu Wikana) yang ambisius ternyata melakukan seks menyimpang dengan meniduri Juno, sedangkan isterinya adalah seorang lesbian.
Tidak adakah tokoh baik di film ini ? Ada dan banyak. Si petinju tampan (Randy Pangalila) yang dibuatkan baju pengantin oleh Juno memiliki sisi yang lembut, meski harus bertinju hingga mengeluarkan darah demi mencari uang buat kehidupan adik-adiknya. Sebuah adegan artistik ditampilkan Garin Nugroho, tatkala si petinju tampan berciuman dengan Juno didalam becak ditengah hujan deras.Atau mengelap badan atletisnya dengan kaos yang dikenakannya dan memijat organ-organ tubuhnya usai berlatih tinju.
Bagaimana kehidupan si Warok yang dimainkan secara cemerlang oleh dramawan Whanny Dharmawan yang berkarakter baik dengan memelihara dan menghidupi Juno sebagai Gemblak.
Semua pemain bermain selaras dan pas porsinya. Seni peran Muhammad Khan sebagai Juno remaja, mahasiswa jurusan Drama ISI Jogjakarta boleh dipuji. Juga, Whanny Dharmawan sebagai Warok dan Randy Pangalila sebagai petinju tampan. Randy Pangalila kali ini berhasil mengubah karakter stereotipenya sebagai bintang ftv menjadi seorang pemain yang andal. Kali ini, dia lihai meninggalkan di zona nyaman ke zona yang tidak biasa.
Penata musik dan komposer Mondo Gascaro juga boleh diketengahkan. Lagu-lagu Indonesia lama yang diremake – seperti ‘Rindu’ dan ‘Apatis’ – menjadi semacam penanda zaman yang berhasil memantik ingatan kita akan masa kecil dan masa lalu bangsa ini yang penuh trauma dan keindahan tersendiri.
Karena mencuatkan kesan dan trauma darah dan darah, Juno di ending diperlihatkan meninggalkan desa yang terakhir menuju desa yang baru kelak. Sebuah kehidupan baru telah menanti. ‘Ingatlah Juno, Pisah, Pindah dan Mati itu Biasa…,” pesan bibinya.
‘Kucumbu Tubuh Indahku’ adalah jawaban yang indah dari masalah tubuh kita. (Ipik Tanoyo).
Joe Jonas (kiri) dan Sophie Turner tiba di karpet merah di premier Season 8 “Game of Thrones.” Jonas bersiap untuk kembali dengan berperan sebagai Turner dari drama HBO.
JAYAKARTA NEWS – Joe Jonas, Leslie Jones, Jimmy Kimmel dan selebriti lainnya merayakan kembalinya Game of Thrones HBO melalui akun Twitter dan Instagram mereka.
Debut episode pertama musim kedelapan dan terakhir untuk Game of Thrones dilakukan pada hari Minggu, setelah Musim 7 berakhir pada Agustus 2017.
Musim terakhir akan mencakup enam episode secara total dan mengakhiri salah satu acara HBO paling populer yang dimulai pada 2011.
“MOOD,” kata Jonas di Instagram di samping video komedi tentang dirinya berpakaian sebagai tunangannya Sophie Turner yang menggambarkan Sansa Stark dalam drama fantasi. Penyanyi, yang mengenakan gaun dan wig merah, memodelkan pakaiannya sebagai lagu tema dari Game of Thrones.
“Siapa yang siap ?! Aku,” kata Jones sebelum pemutaran perdana Season 8 di Twitter bersama video dirinya menampilkan onesie yang tertutup naga yang dia kenakan dan makanan yang dia siapkan untuk pemutaran perdana yang termasuk bertema Game of Thrones. Oreo.
Who ready?! I am…. thank you @MeUndies for my dragon onesie DOPE!! Thank @Oreo for the props lol. I had Asia Kitchen for the meal( I know I ordered it but thank them anyway great food) LET GET IT CRACKING!! 15 more mins!! @GameOfThrones#GOTpic.twitter.com/idyTfoN63Y
Kimmel mengunggah ke Twitter foto dirinya yang duduk di Iron Throne acara itu sambil mengenakan mahkota dan syal bulu. “Di sofa runcingku, siap untuk malam ini,” kata pembawa acara larut malam.
Kimmel mengunggah ke Twitter foto dirinya yang duduk di Iron Throne acara itu sambil mengenakan mahkota dan syal bulu. “Di sofa runcingku, siap untuk malam ini,” kata pembawa acara larut malam.
“Melakukan pra-bacaan,” Kumail Nanjiani mengatakan di Twitter bersama foto yang diambilnya sendiri dari menonton episode Game of Thrones yang menampilkan Daenerys Targaryen (Emilia Clarke) dan Missandei (Nathalie Joanne Emmanuel).
JAYAKARTA NEWS – Kali pertama main film laga, bertajuk ‘Valentine’, Estelle van der Linden (23) harus menurut syarat sutradara yang cukup berat: dikarantina selama penuh.
Tapi ini sebanding dengan peran yang dimainkan Estelle sebagai pemeran utama tokoh superhero wanita pertama di Indonesia. Dia perlu dikarantika, karena harus belajar beberapa cabang olahraga bela diri seperti Jujitsu, Taekwondo dan Pencak Silat.
“Saya senang, enggak peduli badan lecet dan keseleo. Sutradara Agus Pestol menugaskan saya harus konsentrasi, ya saya lakukan,” ujar gadis blasteran Belanda-Jawa ini.
Sebagai Valentine, Estelle harus menguras energi. Maklum, kostumnya super ketat dan dipakai pun selama berjam-jam. Bisa dibayangkan kan, betapa panas dan gerahnya.
Film Valentine diangkat dari cerita komik Skylar Comics. Dalam rilis yang diterima redaksi Jayakarta News disebutkan, sebenarnya film ini sudah main selama tiga hari, 23 hingga 25 November 2017 lalu.
Namun pada 25 November 2017, tiba-tiba film tersebut ditarik dari peredaran, karena kendala teknis demi menghindari kekecewaan masyarakat yang protes setelah melihat film tersebut.
“Hard drive tim CGI kami crash dan kehilangan data untuk 8 bulan pekerjaan CGI Valentine. Hal itu memaksakan untuk mengulang dari awal,” kata Agus Pestol.
Setelah penarikannya, Skylar Pictures dan Skylar Comics mengerjakan kembali dari awal, dengan harapan dapat dipasarkan kembali.
Selain tayang di Indonesia, Valentine akhirnya bisa didistribuskna di bioskop Amerika Serikat pada musim panas mendatang. untuk versi bahasa Inggris. (pik)
JAYAKARTA NEWS - TAK ada genre film yang jadi entitas dan mendominasi industri perfilman Indonesia, selain genre horor. Pada tahun 2018 ada sekitar 40 judul bergenre horor, dari 120-an judul film nasional. Selebihnya adalah genre drama dan komedi.
Menurut data di Sinematek Indonesia, banyak judul 'Pocong' dan 'Kuntilanak' mewarnai layar perak kita. Bahkan, ada yang dibuat sekuel, seperti Pocong 2, Kuntilanak 2, Danur 3 dan berapa judul lagi di tahun-tahun mendatang.
Selama masyarakat penonton masih menyukai dan membludak di bioskop-bioskop Indonesia, selama itulah film setan-setanan dan hantu-hantuan dibuat. Sineas Indonesia paling kreatif membuat bermacam-macam jenis hantu dan setan bergentayangan hampir tiap minggu.
Pada bulan April ini, tepatnya sehari paska pilpres/pileg dan jelang bulan puasa Ramadan, 'Pocong the Origin' datang juga. Adalah Chand Parwez Servia, produser dari Starvision yang memproduksi film ini. Sutradara Monty Tiwa, adalah yang menggagas sekaligus membawa ide cerita ini ke pihak produser.
"Ketika saya membaca skenarionya, saya langsung suka karena berbeda genre horornya," kata Chand Parwez Servia. Entah dimana perbedaannya dibanding film horor lain yang juga membuat judul seri Pocong.
Chand Parwez masih menambahkan embel-embel lain "Pocong sosok menakutkan yang paling dekat dengan kita. Sekaligus paling horor," tambah Chand.
Memang, melihat cerita dari awal sampai akhir film ini, sangat menyeramkan dan menegangkan. Tapi kalau dikatakan 'paling horor', terserah masing-masing penonton.
'Pocong The Origin' menyajikan horor konsisten sepanjang film. Tak ada celah yang dibiarkan kosong. Hampir semua penonton dibuat menjerit, terkejut kemudian tertawa. Ha..ha..haaa.. ah loe..cuma nakutin gue aja sih...
Sembilan puluh persen seluruh adegan dibuat gelap, kelam dan syuting malam hari di desa Cimacan, Jawa Barat. "Hanya 10 persen kita syuting pagi hari. Pokoknya, saya sengaja membuat kengerian penonton di malam hari," ungkap Monty Tiwa.
Seorang anak perempuan bernama Sasthi (Nadya Arina) ingin agar jenazah ayahnya yang bernama Ananta (Surya Saputra) yang berprofesi sebagai penjahat kelas kakap, mendapatkan pemakaman yang layak.
Ananta telah dieksekusi mati oleh negara. Tapi ajaib, karena memiliki ilmu hitam Banaspati, Ananta tidak mati dan hanya darah dagingnya yang dapat membunuh dia. Putri tunggalnya, Sasthi dijemput sipir penjara usai eksekusi kedua yang kembali gagal.Sasthi tiba di Lapas. Dan dalam keadaan tidak terduga, Sasthi menembak ayahnya yang kerasukan iblis Banaspati.
Sesuai permintaan terakhir ayahnya, Sasthi harus mengantar jenazah ayahnya di kampung halamannya, desa Cimacan. Mengendarai ambulance yang disopiri Yama (Samuel Rizal), Sasthi berpacu dengan waktu. Tidak boleh lewat 24 jam, bertepatan gerhana bulan merah (Blood moon). Jika terlambat, iblis Banaspati yang merasuki Ananta akan semakin kuat.
Perjalanan penuh gangguan gaib ini, mencuat beberapa peristiwa lain. Situasi bertambah pelik oleh kehadiran Jayanthi (Della Dartyan), seorang wartawati dari koran Metropolitan yang memburu berita karena sahabatnya sekeluarga dibantaI Ananta. Kengerian atau 'kelucuan' terjadi di desa Cimacan sebelum jenazah Ananta tiba, mendadak sontak pak Lurah bunuh diri dengan manggantung tubuhnya di rumahnya karena dituduh berselingkuh dengan wanita lain.
Apakah usaha Jayanthi mengungkap kasus pocong ini berhasil ? Apakah jenazah Ananta benar-benar telah dimakamkan di desa Cimacan ? Dan mengapa ketika dimakamkan, ternyata bukan jenazah Ananta, melainkan jenazah pak Lurah. Kenapa bisa terjadi pertukaran jenazah ini ? Di ending film, ternyata Sasthi membawa pocong ayahnya entah menuju kemana. Ahh...ternyata Sasthi juga kerasukan ilmu hitam Banaspati. Regenerasi pocong terjadi lagi, untuk dilanjutkan ke sekuel 'Pocong The Origin 2'.
Selain cerita yang dibuat sedikit berbelit, tata musik juga mencuatkan kengerian dan ketengan luar biasa. Andi Rianto sebagai penata musik paling laris berhasil mengisi visual film ini. Sebuah lagu bertajuk 'Bumi' ciptaan Monty Tiwa disenandungkan Nadya Arina dengan bagus. Untuk lagu tema, lagu 'Dibawah Sinar Bulan Purnama' nyanyian Sundari Sukoco menghiasi awal film.
Kali ini, Monty Tiwa mengajak duet jempolan yaitu Anggi 'Cumit' Frisca sebagai Cinematoprapher dan Tepan Kobain sebagai Art Director. Suasana sunyi, muram dan nglangut di sepanjang jalan yang tidak rata dan kondisi pemakaman Cimacan di malam hari berhasil dipindahkan ke layar perak.
Penulis: Ipik Tanoyo
JAYAKARTA NEWS— Mantan personil AB Three, Lusy Rahmawaty dengan gembira memamerkan jari-jarinya yang berhias tinta tanda dirinya telah melakukan pencoblosan Pemilu 2019. Tidak usah heran, karena Lusy dan keluarganya kini menetap di Australia dan hari ini (13/4/2019) WNI yang tinggal di negeri kanguru itu melakukan haknya dalam Pemilu 2019.
Lusy Rahmawaty dan suaminya, Chandra memamerkan jari kelingkingnya yang berhias tinta seusai pencoblosan Pemilu 2019 di Sidney, Australia—foto instagram lusyrahmawaty
Sebagaimana diketahui, pencoblosan diluar negeri dilakukan lebih dini ketimbang di dalam negeri, Rabu 17 April mendatang. Berdasarkan jadwal, Pemilu diluar negeri dimulai sejak 8 April hingga 14 April 2019. Meski dilakukan lebih dulu, namun perhitungan suara tetap dilakukan secara serentak yakni pada Rabu 17 April.
“Buat warga negara Indonesia yang tinggal di
Sydney-Australia, hari ini kami melakukan hak&kewajiban kami untuk
melaksanakan Pemilu 2019. For those lucky enough to do it back home…gunakan
hak pilih sebaik-baiknya,” ujar tulis Lusy di akun instagramnya.
Lusy, Chandra dan anak bungsunya– foto instagram lusyrahmawaty
Lusy bersama keluarganya telah menetap di
Sidney, New South Wales, sejak 2016. Ia mengikuti sang suami, Soewito Chandra
Widjaja yang memang berkerja di sana. Dari pernikahan keduanya ini, Lusy
memiliki seorang anak laki-laki. Dengan demikian kini Lusy menjadi ibu lima
orang anak—dua anak bawaan dari pernikahan sebelumnya dengan Jose Purnomo dan
dua anak bawaan dari pernikahan Chandra sebelumnya.***ebn
JAYAKARTA NEWS – Bintang K-Pop, Ha Sung Woon atau yang juga dikenal
dengan sebutan Cloud, bakal ke Jakarta untuk bertemu dengan para
penggemarnya selaku solois.
Pesohor yang naik ke orbit popularitas lewat grup musik Wanna One itu, menyatakan
keinginannya untuk bertemu dengan para penggemarnya yang ada di Indonesia.
“Saya sangat ingin berkumpul dan bertemu secara langsung dengan para penggemar di Indonesia yang selama ini begitu
tulus dalam mendukung saya,” tuturnya, Kamis (11/4/2019).
Hal itu disampaikan oleh penyanyi Korea Selatan yang baru saja merilis lagu berjudul “Bird” itu, dalam sebuah pernyataan pers yang disampaikan melalui promotor CK Star Entertainment.
Kedatangannya ke Indonesia menurut Cloud, merupakan bentuk apresiasi atas dukungan massa penggemarnya di sini.
“(Ini) sebagai sebagai bentuk apresiasi terhadap dukungan mereka. Saya berjanji akan bersungguh-sungguh dalam menampilkan pertunjukan yang terbaik saat fan meeting nanti, sehingga kita bisa bersama-sama mengukir kenangan manis yang tak terlupakan,” tambah Ha Sung Woon.
Sementara itu Promotor CK Star Entertainment menjelaskan, acara dengan bintang K-Pop itu akan diadakan pada 22 Juni 2019 di The Kasablanka,
Kota Kasablanka Jakarta.
Untuk dapat melepas kangen dengan Cloud, para penggemar
bisa membeli tiket yang disediakan promotor.
Promotor membagi empat kategori tiket. Untuk 1-3, penonton bisa duduk sesuai nomor bangku. Sedangkan mereka yang membeli di zona 4, duduk di kursi tanpa nomor kursi.
Tiket zona 1 dijual seharga Rp2.150.000, zona 2 seharga Rp1.650.000, untuk zona 3 harus dibayar Rp1.250.000, sedangkan zona 4 penggemar cukup merogoh kocek Rp800.000.
Pihak Promotor CK Star Entertainment menambahkan, bahwa tempat duduk zona satu
terletak persis di depan panggung, sedangkan zona 4 posisinya berada di paling belakang.
Menariknya, untuk para pemegang tiket zona satu dan dua, mereka diberi
kesempatan untuk melakukan hi touch
dengan Cloud.
Pemegang tiket zona 1 dan 2 yang beruntung,
dapat kesempatan untuk berfoto
beramai-ramai dengan Ha Sung Woon.
Beberapa pemegang karcis
dari zona 1-3, juga berpeluang
memperoleh poster yang sudah ditandatangani sang bintang.
Untuk mendapatkan tiket pertunjukan ini, para penggemar
dapat membelinya secara online melalui http://www.loket.com.
Pastinya, semua memilik tiket akan
mendapatkan poster Cloud.
Ha Sung Woon adalah artis Korea yang naik daun dari ajang pencarian bakat “Produce 101”. Woon
terpilih sebagai salah satu anggota Wanna One.
Setelah dua tahun bersama Wanna One sebagai vokalis, gadis ini
kemudian memutuskan
untuk meneruskan karirnya sebagai penyanyi solo. Tahun lalu, Ha Sung Woon juga datang ke Indonesia untuk menyapa penggemarnya dalam sebuah konser. ***