Erdogan Akan ke Bogor, Menag Ingin Perbanyak Kirim Mahasiswa Indonesia ke Turki

JAYAKARTA NEWS – Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima kunjungan Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama di kantor Kementerian Agama, Jakarta. Pertemuan ini membahas persiapan kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Indonesia pada 12 Februari 2025, serta penguatan kerja sama Indonesia-Turki, khususnya dalam bidang keislaman dan pendidikan.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti tren peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Turki dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, penting untuk memperkuat dasar hukum melalui nota kesepahaman (MoU) guna memastikan keberlanjutan program tersebut.

“Volume mahasiswa Indonesia kuliah ke Turki 3 tahun terakhir kan makin banyak. Dan itu kebanyakan dari pondok pesantren. Nah MoU ini menjadi sangat penting supaya nanti ada dasar buat kami juga untuk mengirim mahasiswa kita lebih banyak. Kita membutuhkan payung hukum agar pengiriman mahasiswa ke Turki lebih terstruktur dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Menag, Kamis (6/2/2025).

Menag menilai bahwa metode pengajaran Islam modern yang dikembangkan di Turki bisa menjadi referensi bagi Indonesia, mengingat kebutuhan akan khatib dan ulama yang memiliki basis pendidikan modern semakin meningkat.

“Kalau itu sudah ditanda tangani, pengiriman mahasiswa Indonesia ke Turki. Anak-anak itu, sekarang ini kalau kita provokasi orang tuanya, daripada ke Amerika, daripada ke Eropa, lebih baik ke Turki,” ucapnya.

Sementara itu, Dubes Achmad Rizal menyampaikan bahwa kunjungan Presiden Erdogan ke Indonesia pada 12 Februari 2025 akan memperkuat hubungan bilateral kedua negara dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan dan keislaman.

“Pak Erdogan mau datang tanggal 12 ini, mau ketemu Bapak Presiden Prabowo. Beliau juga mengatakan bisa ngobrol langsung dengan Pak Menteri, untuk nantinya menjadi basis kerjasama Indonesia-Turki ke depan. Insya Allah Pak Menteri nanti bersama dengan Bapak Presiden Prabowo nanti di Bogor, mudah-mudahan tanggal 12 jadi,” ungkap Dubes.

“Rencananya, dalam kunjungan tersebut, MoU terkait kerjasama antara Kementerian Agama RI dan pihak Turki akan ditandatangani sebagai langkah konkret dalam mempererat hubungan kedua negara. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan Islam Indonesia dan Islam Turki dapat saling berkontribusi dalam mewarnai dunia dengan ajaran Islam yang moderat dan inklusif,” tuturnya.

Dubes menekankan pentingnya kerjasama strategis antara Indonesia dan Turki dalam menampilkan wajah Islam yang moderat kepada dunia. Menurutnya, di bawah kepemimpinan Erdogan, Turki memberikan ruang besar bagi nilai-nilai keislaman dalam kebijakan pemerintahannya. Oleh karena itu, kolaborasi dengan Indonesia menjadi penting untuk memperkuat posisi Islam yang moderat dan menghadapi isu global seperti Islamofobia.***/mel

PBB Harus Stop Agresi Israel ke Palestina

JAYAKARTA NEWS –  Indonesia dan Turki mengutuk keras agresi Israel ke Palestina dan menekankan campur tangan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dalam konflik tersebut untuk menghentikan pertumpahan darah.

Demikian hasil pembicaraan antara Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dengan  Ketua Parlemen Turki  Mustafa Sentop melalui jaringan telepon. Kedua pemimpin parlemen itu  membahas kondisi terkini di Israel dan Palestina.

Bamsoet menggariswahi bagaimana  Presiden Joko Widodo dan Presiden Turki Erdogan mengambil posisi dalam konflik di Timur Tengah tersebut. Kedua pemimpin itu dalam perbicangan melalui telepin  telah mengutuk keras pelanggaran dan agresi yang berulang kali dilakukan Israel. Serangan itu  menargetkan warga sipil di seluruh wilayah Pendudukan Palestina, khususnya di Yerusalem Timur dan Jalur Gaza. Aksi Israel  telah membunuh, melukai, dan menyebabkan penderitaan bagi banyak orang, termasuk wanita dan anak-anak. 

“Kita juga menekankan pentingnya Indonesia dan Turki bekerjasama menggalang dukungan global, khususnya dari negara-negera berpenduduk muslim yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI), maupun organisasi lainnya, guna menekan PBB  untuk segera mengeluarkan resolusi mengutuk dan menghentikan agregasi Israel terhadap Palestina. Mengingat Sidang Dewan Keamanan PBB yang dilakukan pada Minggu (16/5/21), gagal mengambil tindakan tegas terhadap Israel,” ujar Bamsoet seusai menerima telepon  Mustafa Sentop, di Bali, Selasa (18/5/21). 

Bamsoet menegaskan, Indonesia mengecam tindakan Israel yang juga menduduki wilayah dan merampas bangunan-bangunan di pemukiman warga Palestina di wilayah Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. Tindakan Israel tersebut  harus dihentikan sesegera mungkin, untuk meredakan situasi dan menghentikan jatuhnya lebih banyak korban jiwa.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini yakin dan percaya, bahwa Indonesia dan Turki dapat terus bersama-sama menyuarakan perjuangan bagi rakyat Palestina. “Sebagai ketua Majelis Permusyawartan Rakyat Republik Indonesia, saya mendukung upaya pemerintah Indonesia dan Pemerintah Turki saat ini, yang telah menyuarakan keadilan bagi Palestina melalui berbagai forum internasional,” katanya.

“Saya juga berharap bahwa persatuan negara-negara Organisasi Kerjasama Islam perlu terus dijaga untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina. Indonesia selalu mendukung perjuangan rakyat Palestina sehingga tercapainya perdamaian berdasarkan two-state solution,” ujar Bamsoet.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan,  konstitusi Indonesia secara tegas menyatakan bahwa kemerdekaan ialah hak segala bangsa. Bangsa Indonesia dan Palestina bahkan sudah saling mendukung kemerdekaan masing-masing sejak tahun 1944. 

“Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Presiden Soekarno kembali menegaskan, selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel,” jelas Bamsoet. 

Bamsoet  juga menyesalkan pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menyatakan penghentian serangan tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Bahkan menegaskan serangan Israel ke Gaza terus berlangsung dengan kekuatan penuh. 

“Padahal Sekjen  PBB Antonio Guterres, dalam pembukaan sidang Dewan Keamanan PBB telah mendesak Israel dan kelompok Hamas untuk segera menghentikan serangan. Berbagai negara dunia, seperti Qatar, Mesir, Jerman, Malaysia, Brunei Darussalam, dan bahkan Pemimpin Umat Katolik Paus Fransiskus, juga sudah menyerukan agar serangan bisa segera dihentikan,” tandas Bamsoet. (sm)

TNI AL Butuh 12 Kapal Selam untuk Amankan NKRI

JAYAKARTA NEWS – TNI Angkatan Laut setidaknya membutuhkan 12 kapal selam untuk mengamankan wilayah perairan Indonsia yang sangat luas.

Sebuah sumber yang dikutip Jane, para perencana pertahanan Indonesia
menyebutkan bahwa, setelah 2024 TNI AL akan memiliki kekuatan total 12 kapal selam yang memadai, demi memastikan kemampuan TNI dalam mempertahankan wilayah kepulauan yang sangat luas itu secara memadai.

Dalam pengadaan kapal selam, bukan hanya Korea Selatan yang tertarik, Turki juga menawarkan kerjasama dengan Indonesia. Untuk kerjasama tersebut, kabarnya pembuat kapal Angkatan Laut Turki, Savunma Teknolojileri Mühendislik ve Ticaret (STM) telah menyampaikan presentasi resmi mengenai desain kapal selam Tipe 214 dan Type 209 kepada para pejabat senior TNI-AL. Turki berharap, Jakarta akan tertarik untuk bekerjasama dengan Ankara.

Presentasi tersebut dilaksanakan di Gedung Neptunus di markas TNI-AL di Cilangkap, Jakarta Timur, pada 12 Februari 2019, demikian menurut dokumen-dokumen pertemuan yang tidak diklasifikasikan yang didapat Jane.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut adalah perwakilan lokal STM di Indonesia, PT Cipta Citra Perkasa, dan awak kapal selam kelas Nagapasa kedua di Indonesia, KRI Ardadedali (404).

Indonesia telah menandatangani kontrak untuk batch pertama dari tiga kapal selam tipe 209/1400 Nagapasa kelasnya dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Korea Selatan pada tahun 2011.

Dua dari kapal yang dibeli dalam batch ini, KRI Nagapasa (403), dan Ardadedali, telah menjalani tugas dari TNI AL, sedangkan kapal ketiga, Alugoro (405), baru diluncurkan pada 11 April 2019.

Sehari kemudian, Jakarta menandatangani kontrak untuk kapal selam Type 209/1400 batch kedua dengan DSME.

Batch ini akan membawa armada kapal selam Indonesia memiliki delapan armada pada tahun 2024, dengan menyertakan sepasang kapal kelas Cakra buatan Jerman yang ditugaskan pada awal 1980-an.

Kekuatan armada ini sejalan dengan tujuan TNI AL yang tekah direvisi, sebagaimana tercantum dalam cetak biru modernisasi Angkatan Bersenjata Indonesia yang dikenal menganut Minimum Essential Force (MEF).****

Pesona Kota Cantik yang Terhampar di Dua Benua

ANDA boleh iri dengan warga Istanbul, Turki, karena mereka memiliki kota yang terhampar di dua benua, yakni Eropa dan Asia. Ia menjadi satu-satunya kota di dunia yang terbentang di dua benua.

Bukan itu saja. Istanbul bukan hanya menyuguhkan pemandangan ala Asia dan Eropa, pun terpampang juga  tampilan kota Afrika Utara atau Timur Tengah. Itulah kemudian, Istanbul tidak cukup didefinisikan dengan dua benua atau wilayah tertentu.

Apabila Anda berkunjung ke Istanbul, cobalah berdiri untuk susana di persimpangan Timur dan Barat. Anda akan melihat  landmark indah kota ini yang menakjubkan. Kota ini  juga lengkapa dalam menggabungkan budaya dan agama.

Hagia Sophia yang terkenal telah menjadi sebuah gereja dan masjid, sementara sisa-sisa inkarnasi kota sebelumnya sebagai Bizantium dan Konstantinopel, kita dapat menemukannya di mana-mana di kota yang luas ini.

Sejarah juga seperti  mengalir dari setiap jalan. Istanbul adalah kota abad ke-21 yang memadukan tempat-tempat kontemporer yang menarik dengan monumen abadi. Tempat ini  juga merupakan kota metropolitan modern dengan berbagai kafe dan klub yang trendi, yang merupakan kejutan yang menarik bagi setiap pengunjung.

Cobalah untuk menghabiskan waktu  pagi Anda dengan menjelajahi Grand Bazaar, lalu  sore Anda datang ke  Masjid Biru, kemudian berkunjunglah ke Museum Seni Modern Istanbul.

Jangan lupa untuk mengambil kesempatan  makan di resto-resto  Asia dan menikmati berpesta ala   Eropa hingga subuh.

Apa yang Dapat Anda Lihat dan Lakukan di Istanbul

Putuskan apa yang benar-benar ingin Anda lihat di Istanbul berdasarkan minat Anda – apakah itu seni, arsitektur, kehidupan jalanan, atau hanya mengambil beberapa foto dari landmark utama. Di antara yang menarik adalah:

Hagia Sophia & Masjid Biru
Hagia Sophia adalah gereja terbesar  Kristen sampai abad ke-15, yang kemudian berubah  menjadi masjid. Pada 1935  bangunan itu berubah menjadi museum dan menjadi salah satu bangunan terbesar di dunia.

Satu lagi yang istimewa adalah Masjid Biru. Lokasinya hanya beberapa langkah jauhnya dari Sophia. Ini pertama kali dibangun pada abad ke-17 sebagai masjid termegah di dunia, dan nama populernya berasal dari ubin biru yang menghiasi dinding interior.

Di arah tenggara Istanbul lainnya, ada Menara Galata, yang sebelumnya dikenal sebagai Menara Kristus. Menara itu dibangun oleh komunitas kota Genoa  dan menawarkan platform tampilan di atas.

Oya,  jangan lewatkan Dolmabahçe Sarayi, istana tempat para sultan yang pindah pada tahun 1856. Ini adalah konstruksi yang  luar biasa dengan interior mewah, yang meliputi lampu gantung terbesar di dunia dan hampir 300 kamar dan enam hamam.

Modern dan Seni Kontemporer 
Istanbul Modern adalah museum seni kontemporer nasional pertama di Turki. Obyek wisata ini dibuka pada tahun 2004 di bekas gudang, dan mempromosikan seni Turki dalam koleksi permanennya bersama dengan   pameran sementara yang dilakukan oleh seniman internasional. Tempat ini juga merupakan rumah bagi  kafe yang populer dan menawarkan pemandangan kota dari lantai dua.

Arsitektur dan Monumen Utama 
Jembatan Bosphorus yang terlihat dari Masjid Barak Ortakoy Camii merupakan  sumber gambar-kartu pos terbaik di Istanbul. Jembatan gantung itu menghubungkan Eropa dengan Asia dan dibuka pada 1973.

Situs Kuno 
Yerebatan Sarayi (Basilica Cistern) adalah instalasi  bawah tanah yang merupakan salah satu pemandangan paling mengesankan di kota ini. Obyek ini  berasal dari abad ke-6 dan memiliki lebih dari 300 kolom marmer, dua di antaranya dengan balok diukir di kepala Medusa.

Kota dan Jalan Utama 
Setiap pengunjung ke Istanbul pastinya ingin melewati Grand Bazaar. Lokasinya terletak di jantung bersejarah kota, ia memiliki lebih dari 4000 vendor, dan itu adalah pengalaman yang sangat menarik.   Dari lokasi ini, Anda bisa melanjutkan berbelanja  di Jalan Istiklal dengan pejalan kaki. Ini adalah kawasan kota yang paling ramai di Istanbul, tempat  bagi banyak toko internasional dan kafe.

Tempat Belanja
Pasar-pasar besar  dari zaman kuno di Istanbul sekarang digantikan oleh mal-mal canggih seperti Kanyon dengan hampir 200 toko merek internasional dan Turki. Tapi tentu saja Grand Bazaar masih ada di sana, meskipun itu lebih merupakan pengalaman wisata daripada tujuan belanja yang sebenarnya.

Kita bisa mencari suvenir di sekitar gang-gang tertutupnya, memilih karpet, rempah-rempah, kain, atau perhiasan. Anda juga bisa  pergi ke distrik Nisantasi, yang  merupakan tempat untuk berburu  merek-merek mewah.

Tempat turis dan penduduk lokal berbelanja bersama berada di Istiklal Caddesi. Ini kawasan untuk  pejalan kaki yang terkenal dengan toko-toko dan kafe-kafenya. Ini adalah jalan kosmopolitan yang tidak boleh dilewatkan oleh siapa pun yang mengunjungi kota ini, dari Taksim Square ke Menara Galata yang ikonik.

Makan dan Minum 
Tidak ada tempat lain di dunia ini yang eksotis pemandangannya saat Anda menghadap ke Bosphorus di sejumlah restoran di Eropa atau Asia. Di sini Anda bisa menikmati hidangan Turki kontemporer atau menu fusion internasional. Sejumlah besar kafe dan restoran dapat ditemukan di Istiklal Caddesi.***

Terbawa Film Turki

Winter in turkey–gambar holidayme.com

Oleh: Dahlan Iskan

Hampir tidak percaya. Ingin kuliah di Turki gara-gara ini: nonton sinetron Turki. Yang dulu banyak disiarkan di Indonesia. Oleh AN-TV.

Saya pikir mengada-ada. Tapi Hassanatul Azni tidak sendirian.

“Coba unjuk tangan. Siapa yang sama dengan Azni,” tanya saya. Di restoran Malaysia di Istanbul itu. Di lantai atas yang dipenuhi 40 mahasiswa Indonesia itu. Tanggal 1 Januari kemarin sore itu.

Azni mengambil studi jurnalistik. Di Universitas Istanbul. Kini sudah tahun ketiga. “Saya terkesan dengan tempat-tempat yang digambarkan dalam sinetron itu,” kata Azni.

Saat itu Azni masih di SMA. Lalu mencari bea siswa Turki. Mendapatkannya. “Seandainya tidak dapat pun saya akan tetap kuliah di Turki,” katanya.

Ada tiga sinetron Turki yang mengesankannya. Saat ia masih di SMAN 1 Sungai Rumbai. Saya tahu kota kecil  itu. Di Kabupaten Dharmasraya. Di pedalaman Sumatera Barat. Saya pernah ke sana. Menyelesaikan kelangkaan listrik di Sumbar  dulu.

Simaklah keterangan Azni ini. Ia masih hafal judul-judulnya:

Cansu dan Hazal. Atau disebut Paramparça. Dengan pemainya: Leyla Tanlar, Alina Boz dan Ebru Ozcan.

Lalu sinetron berjudul Shehrazat. Atau Binbir Gece. Dengan pemain Berguzar Korel dan Halic Ergen.

Sebenarnya Azni juga suka film Korea. Dan ingin kuliah di Korea. Sudah mulai menghafal beberapa kalimat dalam film Korea. Tapi, katanya, sulit cari bea siswa ke Korea.

Selama di Turki Azni juga pernah nonton film Turki. Judulnya “Ayla-the daughter of war”. Film tentang tentara Turki. Yang membantu tentara Korea Selatan.

Apa pun alasannya, kini ada sekitar 1.200 mahasiswa Indonesia di Turki. Terbanyak dibanding masa lalu. Peminatnya naik terus. Banyak pula sumber bea siswa. Azni mendapat yang langsung dari pemerintah Turki.

Pun yang tanpa bea siswa. Seperti Fikri Khodari. Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Istanbul.

Fikri harus cari biaya sendiri. Tidak sulit baginya. Mahasiswa sastra Turki mudah berkomunikasi. Ia sering diminta membantu pedagang Indonesia. Yang kulakan tekstil di sini.

Di bidang tekstil Turki memang  masih bisa bersaing. Dengan Tiongkok sekali pun. “Selisih harganya sangat tipis. Tapi kualitasnya lebih baik,” ujar Fikri.

Belakangan Fikri dapat rejeki tambahan. Saat Rumah Zakat memintanya jadi perwakilan di Turki. Membayarkan sewa apartemennya. Dua kamar. Tambah satu ruang tamu. Untuk empat orang.

Pun meski kelak lulus di sastra Fikri bertekad jadi pengusaha. Atau bekerja di kementerian luar negeri.

Riza Muarrif, mahasiswa S-3 jurusan Tafsir Quran asal Aceh itu, punya saran: yang akan kuliah di Turki sebaiknya kuat dulu dasar fikihnya. Agar tidak mudah ketularan kultur di Turki.

Misalnya, mazhab di Turki itu Hanafi. Beda dengan. Mazhad orang Islam di Indonesia: Syafii. “Berwudlunya tidak seperti kita yang Syafii,” katanya. “Kalau terkena liur anjing mestinya kan dibasuk 7 kali. Yang sekali pakai tanah. Di sini cukup basuh sekali dengan air,” ujar Riza.

Demikian juga saat berwudu. Sebelum salat. Basuh tangannya tidak sampai siku. Basuh kakinya tidak sampai tumit. Sedikit-sedikit tayamum. Musim dingin pun dipakai alasan untuk cukup tayamum. (Tayamum adalah berwudu tanpa air. Sebagai jalan darurat kalau lagi tidak ada air).

Saya jadi ikut merasa bersalah.

Malam sebelumnya saya kedinginan. Suhu udara 0 derajat. Saya tidak berwudu. Saya tayamum. Sudah terlanjur.

Di Tiongkok pun saya juga sering begitu. Kalau udara di bawah 0 derajat. Ikut cara orang setempat. Yang mazhabnya juga Hanafi.

Atau ketularan tidak salat. Seperti kata Iklil Atros Arfan. Yang lagi kuliah studi Islam. Yang SMS-nya di pondok Al Maarif Singosari.

“Di sini banyak yang tidak salat. Alasannya, masih berbuat maksiat,” ujar Iklil. “Jadi,” katanya “orang di sini kalau sudah salat alimnya bukan main.”

Kultur di Turki juga jelas: merasa negara hebat. Merasa di atas Arab. Merasa di atas yang lain. Turki memang pernah lama jadi penguasa dunia. Dari Eropa sampai Asia.

Sampai-sampai orang seperti Hasanatul Azni ditanya begini:

“Apakah di Indonesia ada ice cream?” ujarnya.***

Berniat Cari Dokumen Buat Nikah Lagi, Jamal Khashogi Malah Dimutilasi

Jaksa Arab Saudi al-Mojeb, Saudi, memberikan pernyataan tentang implikasi terhadap dua pejabat yang terlibat operasi pembunuhan Jamal Khashoggi.

ADA kabar baru tentang skandal  pembunuhan jurnalis Washington Post, Jamal Khashogi. Kabarnya, tim agen Arab Saudi yang dikirim ke Istambul salah menerjemahkan perintah pemerintah. Lho?

Benar. Kata jaksa penuntut  umum  Saudi dalam rilisnya kepada media menyebutkan, bahwa  penyidik mereka menemukan  fakta yang tengah ditunggu-tunggu atas kematian  Khashoggi. Dikatakan,  bahwa tim agen Saudi yang dikirim ke Istanbul yang diperintahkan untuk membawanya pulang hidup-hidup Khashogi, justry malah membunuh wartawan dan memutilasi  tubuh ‘musuh’ Saudi itu.

Dalam ada konferensi pers di Riyadh, ibukota Saudi,  juru bicara jaksa Shaalan al-Shaalan menjelaskan bahwa Putra Mahkota  Saudi tidak memiliki pengetahuan tentang operasi pembunuhan tersebut.   .

Jubir tersebut mengungkapkan,  ke-11 tersangka dalam kasus ini  telah didakwa. Lima di antara mereka, dituntut hukuman mati.  Namun, tak satu pun dari para tersangka tersebut diungkap nama mereka.

Skandal perintah untuk membunuh Khashoggi,  orang yang banyak mengritik  monarki Saudi selama setahun terakhir ini, berasal dari salah satu pemimpin tim Saudi di Istanbul, kata Shaalan.

Kesimpulan jaksa penuntut Saud al-Mojeb – bahwa pembunuhan itu diberi wewenang oleh pejabat tingkat rendah yang tidak menaati perintah dan bertindak dengan cepat dan gegabah- pernyataan yang bertentangan dengan para penyelidik Turki, yang mengatakan itu adalah operasi yang direncanakan dengan teliti, dengan persiapan yang rumit untuk menutupi kejahatan, termasuk memilih lokasi di mana tubuh Khashoggi bisa dibuang secara rahasia.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebelumnya mengatakan pembantaian itu direncanakan dan perintah berasal dari “tingkat tertinggi pemerintah Saudi.” Namun, tudingan Turki itu tanpa menunjuk  siapa yang bertanggung jawab.

Turki telah menyerukan penyelidikan internasional atas pembunuhan itu.  Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, Kamis mengatakan bahwa beberapa pernyataan Saudi terbaru tentang pembunuhan itu tidak “memuaskan.”

“Ini bukan sesuatu yang terjadi secara instan,” katanya. “Orang-orang dan peralatan dibawa untuk mencabik-cabik tubuh.”

Khashoggi, seorang kolumnis yang berkontribusi di The Washington Post, terbunuh pada 2 Oktober 2018, segera setelah dia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul untuk mendapatkan dokumen yang dia butuhkan untuk menikah lagi.

Departemen Keuangan AS mengatakan, mereka akan menjatuhkan sanksi terhadap 17 orang yang terkait dengan “pembunuhan yang menjijikkan.” Dalam daftar itu, Saud al-Qahtani, penasihat dekat Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dan konsul jendral misi Istanbul, Mohammad al-Otaibi, masuk di dalamnya.

“Orang-orang yang menargetkan dan secara brutal membunuh seorang wartawan yang tinggal dan bekerja di Amerika Serikat harus menghadapi konsekuensi atas tindakan mereka,” kata Departemen Keuangan dalam sebuah pernyataan.

Para pejabat di beberapa negara menilai,  tidak mungkin Khashoggi terbunuh tanpa sepengetahuan putra mahkota, pemimpin de facto Arab Saudi. Tetapi sejauh ini memang tidak ada bukti pasti bahwa Muhamad memerintahkan operasi itu. Yang jelas, para pejabat Saudi menyangkal bahwa putra mahkota itu bertanggung jawab atas kematian Khashoggi.

“Dia tidak memiliki pengetahuan,” kata Shaalan.

Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir menggambarkan pembunuhan itu sebagai “kesalahan” dan menyangkal keterlibatan Muhammad. “Yang mulia, putra mahkota tidak ada hubungannya dengan masalah ini,” kata Jubeir kepada wartawan di Riyadh.

Pernyataan Mojeb  melibatkan dua pejabat tingkat lebih tinggi dalam apa yang dikatakan jaksa itu adalah operasi yang dimaksudkan untuk membujuk atau memaksa Khashoggi  kembali ke Arab Saudi. Salah satunya, Ahmed al-Assiri, mantan wakil kepala intelijen, mengeluarkan perintah untuk kembalinya Khashoggi pada 29 September, kata jaksa.

Itu satu hari setelah Khashoggi pertama kali mengunjungi Konsulat Saudi di Istanbul dan diberitahu untuk kembali minggu berikutnya.

Qahtani, pada daftar sanksi AS hari Kamis, juga terlibat dalam perencanaan pemulangan Khashoggi, menurut jaksa.

Para pejabat Saudi telah mengubah kisah mereka tentang pembunuhan Khashoggi beberapa kali sejak dia menghilang, pertama-tama mengingkari pengetahuan tentang keberadaannya dan kemudian mengatakan bahwa dia terbunuh dalam perkelahian.

Dalam versi terbaru yang ditata oleh jaksa, sebuah tim beranggotakan 15 orang dibentuk untuk membawa Khashoggi kembali dari Istanbul, “dengan cara persuasi, dan jika persuasi gagal, untuk melakukannya dengan paksaan.” Tim itu memasukkan seorang ahli forensik “untuk tujuan untuk menghapus bukti dari tempat kejadian dalam kasus kekerasan harus digunakan untuk mengembalikan korban, ” demikian menurut ringkasan pernyataan jaksa yang diemail kepada wartawan.

Pemimpin tim Saudi juga menghubungi seorang kolaborator di Turki untuk mengamankan sebuah save house, jika Khashoggi secara paksa dipindahkan, kata pernyataan itu. Tapi setelah memutuskan bahwa memindahkan Khashoggi ke save house itu tidak akan mungkin, seorang pemimpin tim memutuskan untuk membunuh wartawan itu, demikian kata  jaksa.

“Penyelidikan menyimpulkan bahwa kejahatan itu dilakukan setelah pertengkaran fisik dengan korban di mana ia dipaksa menahan dan menyuntik dengan sejumlah besar obat yang mengakibatkan overdosis yang menyebabkan kematiannya, semoga Allah memberkati jiwanya,” katanya.

Tubuh Khashoggi dipotong-potong dan kemudian diambil oleh salah satu agen Saudi ke “kolaborator lokal,” kata  jaksa, yang mengatakan bahwa sketsa kolaborator telah dibuat.

Pejabat Turki telah mengeluh berulang kali tentang penolakan Arab Saudi untuk mengidentifikasi kolaborator dan mengatakan mereka menduga bahwa orang semacam itu tidak ada. Mereka juga menuntut agar Saudi mengungkapkan keberadaan jasad Khashoggi.

Jaksa Turki mengatakan akhir bulan lalu bahwa Khashoggi dicekik atau mati lemas segera setelah dia memasuki konsulat, sejalan dengan “rencana yang direncanakan sebelumnya.”

Putra sulung Khashoggi, Salah Khashoggi, mengumumkan Kamis di Twitter bahwa keluarga akan menerima kunjungan belasungkawa mulai Jumat.***

 

Jamal Khashoggi di Kesaksian Calon Istri

Sumber foto-dnaindia com

Oleh: Dahlan Iskan

Sudah sebelas jam calon istri itu menunggu calon suaminya. Belum juga keluar. Sang calon suami sudah berpesan. Sebelum memasuki bangunan rendah itu.

”Kalau saya tidak keluar, adinda hubungi X. Beliau tangan kanan presiden,” ujar calon suami.

Itulah dialog terakhir antara wartawan Jamal Khashoggi dengan calon istrinya: Hatice Cengiz.

Jamal adalah mantan Pimred Al-Watan. Koran nomor tiga terbesar di Arab Saudi. Cengiz adalah wanita Turki. Yang akan dikawini Jamal minggu ini.
Sambil mengatakan pesan itu Jamal menyerahkan dua buah HP-nya ke Cengiz.

Itu sesuai dengan prosedur di situ. Tamu yang akan memasuki gedung itu tidak boleh membawa HP.

Itulah gedung konsulat Arab Saudi di Istambul, Turki. Jamal adalah warga negara Arab Saudi. Yang lagi melarikan diri ke Amerika. Sejak dua tahun lalu. Ia merasa tidak aman di negerinya sendiri. Akibat pekerjaan yang dicintainya: wartawan, penulis.

Jamal banyak menulis tentang perjuangan pembaharuan politik di Saudi. Tentang hak-hak wanita. Dan tentang yang paling sensitif di sana: mengkritik ulama salafi yang doktriner.

Jamal sebenarnya tidak pernah mengusik soal istana. Atau keluarga raja. Ia tahu. Itu super sensitif. Tapi tetap saja Jamal mengalami banyak tekanan.
Pernah Jamal hanya jadi pemimpin redaksi selama 53 hari. Harus berhenti. Karena kebijakan redaksinya yang tidak sejalan dengan penguasa.

Begitu melarikan diri ke Amerika Jamal diterima dengan suka cita. Oleh harian Washington Post. Jadilah Jamal penulis di harian yang begitu terkenalnya.

Begitu memasuki ruang redaksi Washington Post Jamal berbinar. ”Begitu rindu saya dengan suasana ruang redaksi begini,” katanya. Seperti ditulis Washington Post.

Tapi Jamal juga mulai rindu tanah air. Rindu kultur Arabnya. Maka Jamal sering ke Turki.

Mei lalu Jamal menghadiri salah satu konferensi di Istambul. Ketemu Cengiz. Cocok. Tiga bulan kemudian sepakat menikah.

Jamal 59 tahun.
Cengiz 36 tahun.
Beda usia 23 tahun.

Hari pernikahan pun ditetapkan: Minggu pertama Oktober 2018.
Tempat pernikahannya juga sudah ditetapkan: masjid di Istambul. Yang arsitekturnya menjadi obat rindu bagi Jamal: mirip dengan masjid di tempat kelahirannya: kota Madinah al-Munawarah.

Jamal pun mulai mengurus surat-surat untuk nikah. Surat yang terpenting adalah: keterangan tertulis bahwa ia benar-benar telah menceraikan istrinya yang dulu.

Tanpa surat itu lembaga perkawinan di Turki tidak akan mengawinkannya.
Itulah sebabnya Jamal ke konsulat Arab Saudi di Istambul.

Itu ia lakukan tanggal 28 September lalu. Diantar oleh calon istrinya.

Jamal tidak mengalami kesulitan. Saat keluar dari konsulat ia terlihat senyun-senyum terus. Begitulah kesaksian Cengiz.

Jamal bercerita: orang konsulat baik-baik. Menyambutnya dengan ramah. Menjanjikan semuanya akan beres. Tapi perlu sedikit waktu. Disuruhnya kembali tanggal 2 Oktober. Untuk mengambil surat keterangan cerainya.

Lega.
Senang.
Gembira.
Persiapan nikah pun kian serius.

Sore itu juga Jamal terbang ke London. Urusan nikah dianggap tidak ada masalah.

Di London Jamal diingatkan banyak temannya. Agar tetap waspada.
Tanggal 1 Oktober Jamal kembali ke Istambul. Untuk mengambil surat keterangan cerai. Keesokan harinya. ”Pukul 13:00,” kata petugas konsulat.

Calon istri kembali mengantarkan Jamal ke konsulat. Menunggu di luar pagar. Jamal menyerahkan dua HP-nya. Dan berpesan untuk menelepon tangan kanan Presiden Erdogan. Kalau terjadi sesuatu yang mencurigakan.

Itulah pertemuan terakhir si calon mempelai. Jamal tidak pernah keluar dari gedung itu.

Cengiz terus gelisah. Selama 11 jam panantiannya. Lalu berkesimpulan: Jamal mengalami sesuatu. Cengiz pun menelepon si tangan kanan presiden.
Gempar.
Turki turun tangan.
Minta konsulat Saudi membuka diri. Ada apa dengan Jamal.

Konsulat memberi jawaban: Jamal sudah keluar dari gedung konsulat. Tidak ada lagi urusan tersisa.

Cengiz bersaksi: tidak ada tanda-tanda Jamal keluar dari gedung. CCTV Turki juga tidak menunjukkan ada orang seperti Jamal meninggalkan konsulat. Termasuk CCTV di pintu yang satunya lagi.

Menurut Cengiz lalu-lintas keluar-masuk gedung itu mencurigakan.
Pemerintah Turki akhirnya mengumumkan kesimpulan penyelidikannya: Jamal dibunuh. Di dalam gedung konsulat. Oleh 15 orang intelijen. Yang siang itu tiba dari Saudi. Dengan pesawat khusus. Lalu balik lagi ke Saudi. Sore harinya. Dengan pesawat yang sama.

Mereka bisa lolos dengan mudah. Menggunakan fasilitas diplomatik.
Tiadanya gerakan ‘seperti mayat’ keluar gedung menandakan hal lain: kemungkinan tubuhnya dipotong-potong kecil.

Hubungan Turki-Saudi pun –yang tidak mesra itu– memanas. Jamal jadi berita dunia. Entah di mana ujungnya.

Penyelidikan yang juga penting adalah: isi HP Jamal. Yang di-connect-kan dengan jam tangan Apple warna hitam.

Mestinya semua informasi akhir terekam di jam tangan itu. Yang terhubung dengan HP itu.

Jam tangannya memang ikut lenyap. Tapi jejaknya sulit terhapus.***

Situasi Özil cerminkan realitas horor di Jerman

Melih Altınok @melihaltinok

SELAMA  berhari-hari belakangan ini,  media Eropa telah berbicara tentang pesepakbola Turki Mesut Özil, yang mundur dari tim nasional Jerman untuk memprotes diskriminasi yang berlaku di negara tersebut.

Hal terakhir yang mendorong Özil untuk menjauh dari tim nasional adalah foto yang diambil darinya bersama Presiden Recep Tayyip Erdoğan di Inggris.

Sebagai buntut dari gambar ini, Özil secara harfiah telah digantung di Jerman, dimana  banyak politisi Jerman mulai mempertanyakan “komitmennya terhadap nilai-nilai demokrasi Jerman.”

Selain itu, bukan hanya orang-orang Jerman sayap kanan dan rasis yang mempersoalkannya, tetapi juga beberapa politisi kiri, termasuk Ketua Partai Hijau Cem Özdemir, yang menyalahkan Özil karena tidak berasimilasi dan menyatu.

Mengikuti tekanan ini, pesepakbola kenamaan yang kini membela Arsenal itu  mengumumkan pengunduran dirinya dengan sebuah pernyataan yang mengatakan secara singkat, “Di mata mereka, saya orang Jerman ketika kami menang, tetapi saya adalah imigran ketika kami kalah.”

“Saya mendapat serangan rasisme dan tidak hormat. Keluarga saya dan saya sedang diancam,” kata Özil, mengingatkan orang-orang tentang pernyataan berikut yang dibuat oleh Presiden Asosiasi Sepakbola Jerman (DFB),  Reinhard Grindel saat menjabat sebagai anggota parlemen, “Multikulturalisme adalah sebenarnya sebuah mitos dan kebohongan seumur hidup. ”

Özil telah mengingatkan kita bahwa pengakuan ini sepenuhnya benar. Contoh-contoh yang dialami dalam sejarah saat ini dan hari ini adalah bukti kebohongan besar ini.

Terlebih lagi, masalah yang kadang-kadang sampai  membakar warga negara Turki saat tidur di tempat tidur mereka, tidak terbatas hanya di Jerman. Ini berlaku untuk seluruh Eropa.

Di banyak negara, gerakan populis sayap kanan yang menganggap warga Uni Eropa asal Turki sebagai “ancaman internal” sedang meningkat.

Namun, itu adalah kesalahan besar untuk berpikir bahwa peningkatan xenophobia ini adalah masalah orang Turki, Muslim atau “warga negara asing.”

Hal ini karena penguatan pendekatan populis yang mengarahkan orang-orang dengan menyentuh titik lemah mereka memiliki potensi untuk menyalakan api yang akan membakar semua orang di Eropa.

Ini seperti diskriminasi terhadap “beberapa warga negara” di Jerman pada tahun 1940-an yang akhirnya melukai semua bangsa Eropa.

Kita tidak tahu kapan Uni Eropa, yang didirikan setelah Perang Dunia II untuk mencegah populisme yang meningkat dan tetangga-tetangga di benua lama dari melawan satu sama lain, akan memahami gravitasi masalah ini dan kapan akan mengambil tindakan.

Namun, Eropa, yang telah dipecah menjadi pemerintah yang tidak stabil, karena bergerak menjauh dari persaingan ekonomi global, harus berhenti untuk bisa mengatasi masalah xenophobia ini. Karena “solusi akhir” ini tidak masuk akal, karena tidak bermoral.***

Dikambinghitamkan, Özil diminta tinggalkan skuad nasional Jerman

 

AYAH pemain tim nasional Jerman,  Mesut Özil mengatakan, putranya harus keluar dari skuad nasional Jerman, setelah dia “dijadikan kambing hitam” menyusul tereliminasinya  tim panser di babak pertama di Piala Dunia.

Özil, 29, telah mendapat kritik bertubi-tubi  di Jerman setelah juara bertahan itu  gagal menuntaskan misi perjuangan mereka di babak grup.

Tekanan telah meningkat terhadap  gelandang Arsenal tersebut dan rekan setimnya di Jerman Ilkay Gündoğan, yang juga berdarah Turki, di Piala Dunia menjelang pertemuan dengan mereka dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan. Publik ada yang mempertanyakan kesetiaan mereka  kepada Jerman.

Kedua pemain mengalami penghinaan dan serangan rasial selama berminggu-minggu dari pendukung Timnas  Jerman. Serangan mencapai titik ambang batas, di mana mobil Gündoğan dirusak di kota Cologne Jerman.

Gündoğan menanggapi pada saat itu dengan sebuah pernyataan, menjelaskan posisinya dan mengatakan itu bukan niatnya untuk membuat masalah politik dengan foto itu. Özil, bagaimanapun, tidak pernah mengomentari masalah ini bahkan setelah bertemu dengan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier. Dia  tinggal jauh dari hari media di kamp pelatihan pra-turnamen tim di Italia.

Pada hari Kamis,  Oliver Bierhoff memicu putaran baru protes atas pernyataan yang menunjukkan Özil seharusnya dikenai sanksi  setelah kegagalannya di Piala Dunia dan kemudian bertemu dengan  Erdogan.

“Pernyataan ini kurang ajar. Menurut pendapat saya, ini bertujuan untuk menyelamatkan diri  sendiri,” kata ayah mid-fielder Mustafa Özil dalam wawancara dengan Bild am Sonntag.

Bierhoff kemudian mundur, meminta maaf bahwa dia “salah.”

Ayah Özil  mengatakan, dia yakin putranya setuju untuk berfoto dengan Erdogan hanya karena “kesopanan” dan itu tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi pernyataan politik.

Dia juga membela Özil, karena tidak berbicara untuk mengklarifikasi posisinya.

“Dia tidak  ingin lagi menjelaskan dirinya sendiri, dia tidak  ingin lagi harus membela diri sepanjang waktu. Dia telah bermain selama sembilan tahun di tim Jerman … termasuk menjadi juara dunia dengan tim-A. Dia telah menyumbang banyak untuk negara ini. Selalu (yang terjadi): jika kami menang, kami menang bersama,” kata ayah gelandang Arsenal itu.

“Tapi ketika kita kalah, kita kalah karena Özil?,” katanya.

Özil merasa terhina karena dijadikan kambing hitam.  “Aku bisa mengerti, jika dia merasa terhina.”

“Rasa sakit telah tumbuh terlalu kuat. Dan siapa yang tahu apa yang akan terjadi pada pertandingan berikutnya. Di tempat Mesut, saya akan mundur. Tapi itu hanya pendapat pribadi saya,” katanya.

Hagia Sofia Tambatan Hati Yuza

MENGGAMBAR detil bangunan dan mengambil foto bangunan bersejarah adalah pekerjaan yang sangat digemari pemuda ini. Dia, Ayuza Kharizmi, lahir di Banda Aceh dan sedang merantau di Istanbul, Turki.

Setengah dekade sudah dia tinggal sebagai pelajar di salah satu universitas teknik bergengsi di kota peninggalan kekhalifahan Usmani ini. Bukan hanya sekadar hobi tapi juga ambisinya untuk membangun bangunan yang akan dikagumi sepanjang masa seperti Hagia Sofia di Turki yang masyhur itu.

Ayuza Kharizmi yang akrab disapa Yuza ini sering menemani kawan-kawan traveler dari Indonesia maupun manca negara mengelilingi Hagia Sofia sembari menjelaskan hal-hal penting mengenai peninggalan kaisar Justinian I yang sangat megah. “Dengan mempelajari lambang arsitektur Byzantium ini kita dapat mengembangkan arsitekur modern ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar calon sarjana teknik ini kepada penulis di restoran Doner Kebab Donerci Sahin Usta, beberapa waktu lalu.

Meskipun Hagia Sofia adalah bangunan favoritnya di kota terbesar di republik Turki ini, Yuza tidak hanya terpaku pada bangunan yang pernah menjadi katedral, mesjid dan sekarang menjadi museum ini. “Banyak bangunan lain di kota ini yang sangat megah gaya arsitekturnya dan juga kaya dengan nilai sejarah, this is Istanbul afterall,” kata pengagum Lionel Messi ini sambil menghirup tehnya. ***

Interior museum Hagia Sofia di Istambul, Turki.