Hazard, Prioritas Belanja Punggawa Baru Real Madrid

Eden Hazard, gelandang Chelsea yang digadang-gadang Real Madrid bisa berlabuh di Santiago Bernabeu.

JAYAKARTA NEWS – Musim 2018/19 Real Madrid telah berakhir dalam segala hal kecuali capaian tropi.

Sedikit lega. Paling tidak, mereka telah mengamankan kepesertaannya di Liga Champions untuk musim depan, walaupun musim ini mereka tidak dapat memenangkan gelar.

Madrid sudah melihat ke musim depan dan mereka percaya akan memiliki Eden Hazard, segera setelah saat ini misi di musim ini selesai.

Chelsea, bagaimanapun, sampai saat masih harus banyak bermain dengan ruang mereka di empat besar di Liga Premier dan belum terkonfirmasi untuk “aman” di Liga Champions musim depan.

Sementara itu mereka kini juga masih mengambil bagian dalam semi-final Liga Eropa melawan Eintracht Frankfurt pada Kamis malam.

Karena alasan inilah masalah yang hampir diselesaikan, pemindahan Hazard ke Los Blancos, belum dibuat resmi.

Klub London itu tidak ingin merusak upaya Maurizio Sarri untuk lolos ke Liga Champions dengan mengumumkan pemain terbaik mereka akan berangkat ke ibukota Spanyol, sehingga negosiasi telah dilakukan jauh dari mata publik.

Jika Chelsea tidak mencapai final Liga Eropa, maka 12 Mei telah ditandai sebagai tanggal ketika penandatanganan pelepasan Hazard dapat diumumkan.

Itu adalah tanggal untuk putaran terakhir pertandingan Liga Premier, meskipun akal sehat akan menyarankan bahwa ini mungkin sedikit terlalu dini.

Biasanya, Los Merengues menunggu hingga penutupan resmi misi domestik mereka sendiri, sebelum mengumumkan penandatanganan, dan ini bisa meninggalkan pengumuman Hazard sampai setelah 19 Mei.

Hazard dipandang sebagai pemain untuk memacu tim Real Madrid ini menjadi lebih hidup, terutama dengan kepergian Cristiano Ronaldo yang telah meninggalkan kekurangan besar dalam hal gol dan peluang.

Zinedine Zidane sangat ingin melatih pemain internasional Belgia, dan kesepakatan antara kedua klub tetap di jalurnya.

Satu hal yang belum sepenuhnya disepakati adalah biaya yang harus dibayar Los Blancos, dan Chelsea masih berharap untuk menerima 140 juta euro, meskipun faktanya pemain berusia 28 tahun itu hanya memiliki satu tahun tersisa di kontraknya di Stamford Bridge .

Awalnya, Real Madrid tidak mau membayar biaya yang begitu besar untuk pemain dengan begitu sedikit kontrak, tetapi karena musim semakin buruk, Florentino Perez dan rekannya. telah menyetujui bahwa menandatangani Hazard akan membuat klub memecahkan rekor transfer mereka sendiri.

Setelah pertama kali mengajukan permintaan agar raksasa Spanyol menandatangani Hazard pada 2012, Zidane sekarang akan melatih pemain yang tidak diinginkan Jose Mourinho di Madrid, dan ia akan menjadi bagian pertama dari restrukturisasi musim panas Los Blancos.***

Jorginho Susul Maurizio Sarri dari Napoli ke Chelsea

JORGINHO  telah mengikuti Maurizio Sarri dari Napoli ke Chelsea, dan mewarnai penandatanganan kontrak transfer pertama  musim panas bagi the Blues.

Menurut rilis resmi Chelsea FC, Jorginho akan  membela klub London itu  lima tahun dan akan mengenakan jersey  Nomor  5.

“Saya benar-benar senang berada di sini di Chelsea. Tidak mudah untuk menjadi bagian dari tim besar seperti itu. Jadi saya sangat, sangat bahagia. Saya senang bermain di liga yang begitu ketat, untuk tim yang memberikan segalanya untuk dimainkan dan menang, ” kata Jorginho.

“Kami senang Jorginho memilih bergabung dengan Chelsea. Dia adalah salah satu gelandang paling didambakan di Eropa dan akan menjadi anggota penting dari skuad yang bermain. Dia telah menunjukkan kualitasnya bekerja di bawah Maurizio Sarri, dan kami yakin penandatanganannya akan membantu membawa kesuksesan lebih lanjut ke Stamford Bridge, ” kata Direktur klub Chelsea, Marina Granovskaia.

Dari posisinya sebagai playmaker pendiam dalam trio gelandang, Jorginho adalah roda penggerak penting di  Napoli. Pemain berusia 26 tahun itu adalah pemain yang sangat teknis yang mampu mendikte tempo permainan dalam kepemilikan dengan passing cepat, akurat dan gerakan yang gesit.

Di Napoli, kemampuannya untuk menghubungkan pertahanan dan serangan sangat menonjol. Memang, di lima liga besar Eropa musim lalu, tidak ada pemain yang memiliki lebih banyak sentuhan bola per menit daripada Jorginho.

 

Bersamaan dengan kualitas teknisnya, ia adalah pemain agresif yang bersedia untuk merebut kembali posisinya, dan posisinya tanpa bola semakin membantu efektivitasnya di depan pertahanan.

Jorginho sangat cocok untuk gaya permainan berbasis tempo tinggi, dan ia akan terus melanjutkan dari tempat ia tinggalkan di Italia, negara yang baginya ia memiliki delapan caps di level internasional.***

 

Credit foto: Chelsea FC

Gulingkang Chelsea, Arsenal Koleksi 13 Piala FA

GAGAL di Liga Primer, menyemangati Arsenal untuk merebut trofi Piala FA 2017 saat final derby London melawan Chelsea. Tim “Meriam London” itu menang tipis 2-1 atas the Blues, untuk memastikan gelar ke-13 Piala FA bagi the Gunner.

Dalam kemanangan pada final yang berlangsung di Stadion Wembley, London, Inggris, pada Minggu (28/5/2017) dini hari WIB itu, tidak lepas dari pincangnya Chelsea setelah pasukan Antonio Conte, harus bermain dengan 10 pemain semenjak Victor Moses diusir wasit Anthony Taylor pada menit 68.

Gelar Piala FA ini menjadi hiburan bagi Fans Arsenal, setelah tim mereka gagal masuk Liga Champions pada musim depan, karena tidak masuk empat besar pada klasemen akhir Liga Primer. Tiket Liga Champions diraih oleh Chelsea sebagai pemuncak, diikuti Tottenham Hotspur, dan Manchester City. Manchester United juga langsung melaju di fase grup,setelah mengantongi tiket dengan menjuarai Piala Eropa. Adapun Liverpool, harus melakuni babak kualifikasi, karena finis di urutan keempat Liga Primer. Arsenal,yang finis diurutan ke-5, akan berlaga di Liga Eropa musim depan.

Gol Sanchez pada Final The Emirates FA Cup antara Arsenal dan Chelsea di Stadion Wembley, Minggu dini hari WIB. [Getty]
 

 

 

 

 

 

Dengan sukses di Piala FA ini, Arsenal menjadi klub dengan 13 kali juara kompetisi tertua di dunia itu. Pahlawan dalam pertandingan ini adalah Alexis Sanchez dan Aaron Ramsey, yang mencetak kemenangan untuk laga final tersebut. Adapun gol balasan Chelsea dibuat Diego Costa.

Arsenal membuka keunggulan lewat gol kontroversial Sanchez saat laga baru berjalan empat menit. Sebuah sepakan Sanchez berhasil mengecoh penjaga gawang Thibaut Courtois, yang keluar meninggalkan sarangnya.

Para pemain Arsenal sempat memprotes gol tersebut, yang dianulir hakim garis saat dia karena mengangkat bendera tanda offside bagi Aaron Ramsey sebelum gol terjadi. Namun, wasit Anthony Taylor menilai, Sanchez tak melakukan kontak dengan bola, sehingga putusan offside dianulir dan gol tetap disahkan.

Peluang lain yang dibuat Arsenal gagal dikonversi menjadi gol. Misalnya, tendangan lambung Sanchez yang sudah melewati kepala Courtois, sukses disapu di garis gawang oleh Gary Cahill pada menit 16. Demikian pula sundulan Danny Welbeck yang menyambut sepak pojok Mesut Oezil, masih membentur mistar gawang.

Tertinggal satu gol, Antonio Conte memasukkan Cesc Fabregas pada menit 61 untuk menggantikan Nemanja Matic. Sayangnya, tujuh menit berselang, Moses malah menerima kartu kuning kedua sehingga harus meninggalkan lapangan. Sekalipun pincang, dengan memasukkan Willian yang menggantikan Pedro Rodriguez pada menit 72, the Blues berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelag gol Diego Costa yang sukses menyambut umpan silang dari Willian pada menit 76.

 

Diego Costa merayakan golnya bersama rekan-rekannya saat Chelsea menghadapi Final FA Cup Final melawan Arsenal di Stadion Wembley. (Photo by Ian Walton/Getty Images)

Sayang, tiga menit berselang Arsenal menggandakan keunggulan melalui servis Olivier Giroud yang baru masuk pada menit 78 menggantikan Welbeck, lewat umpan tarik yang disambut Ramsey untuk mengubah kedudukan menjadi 2-1.

Pada menit ke 87, Oezil hampir saja mencatatkan namanya di papan skor, namun tendangannya belum tepat karena bola membentur tiang gawang.

Susunan pemain kedua tim seturut laman resmi FA:

Arsenal (4-2-3-1): David Ospina (PG); Hector Bellerin, Per Mertesacker, Rob Holing, Nacho Monreal; Aaron Ramsey, Granit Xhaka; Alex Oxlade-Chamberlain (Francis Coquelin), Mesut Oezil, Alexis Sanchez (Mohamed Elneny); Danny Welbeck (Olivier Giroud).
Pelatih: Arsene Wenger.

Chelsea (3-4-3): Thibaut Courtois (PG); Cesar Azpilicueta, Gary Cahill, David Luiz; Victor Moses, N’Golo Kante, Nemanja Matic (Cesc Fabregas), Marcos Alonso; Pedro Rodriguez (Willian), Diego Costa (Michy Batshuayi), Eden Hazard.
Pelatih: Antonio Conte.

Kemenangan Perdana Chelsea Usai Rebut Trofi

CHELSEA membuktikan  kualitasnya sebagai juara Liga Primer Inggris, setelah pekan lalu memastikan meraih trofi, ketika Selasa (16/5/2017) dinihari tadi meraih  kemenangan perdananya dengan mengalahkan  Watford  4-3 dalam laga tunda pekan ke-28 di Stadion Stamford Bridge.

Pertandingan itu diwarnai dengan hujan gol, dimana Chelsea harus kembali berlaga setelah istirahat tiga hari. Pada laga ke-37, Chelsea memastikan gelar Liga Primer.

Gelandang Spanyol, Cesc Fabregas, yang baru masuk ke lapangan pada menit 79 menggantikan Nathaniel Chalobah, menjadi pencetak gol penentu kemenangan Chelsea. Gol itu dicetak pada menit ke-88 setelah dia melepaskan tendangan dari tepian kotak penalti. Bola pun  melesak ke sudut kiri bawah gawang Watford.

Watford yang mencoba kembali untuk  menyamakan kedudukan, malah harus kehilangan satu pemain dari lapangan pada menit-menit pengujung laga. Sebastian Proedl menerima kartu kuning kedua dari wasit Lee Mason, setelah menjegal  Pedro Rodriguez.

John Terry menjadi aktor utama di awal-awal laga dengan membuka keunggulan Chelsea pada menit 22, dengan memanfaatkan bola liar dalam situasi sepak pojok. Dua menit berselang,  Terry tiba-tiba menjadi pecundang, saat melakukan blunder dengan menyundul bola dengan lemah di dalam kotak penalti yang kemudian  disambut tandukan Etienne Capuoe dan  menyarangkan bola ke dalam gawang Chelsea sehingga  skor imbang 1-1.

Sebuah tendangan  Cesar Azpilicueta yang menyambar bola liar dari upaya  pertahanan Watford, yang menghalau sepak pojok pada menit 36, membjuahkan gol.   Chelsea pun  menutup babak pertama  2-1.

 

AFP
John Terry rayakan gol [AFP]
 

Chelsea kembali memperlebar  keunggulan mereka menjadi 3-1 atas Watford. Gol tersebut dikreasi dengan  memanfaatkan situasi sepak pojok.  Michy Batshuayi berhasil mencetak gol perdananya di Stamford Bridge setelah menyelesaikan umpan pendek Nathan Ake. Sayang,  Watford kembali  memperkecil ketertinggalannya  menjadi 2-3 lewat tembakan lengkung Daryl Janmaat pada menit ke-51.

Pada  menit 74, penyerang pengganti Stefano Okaka, yang baru dimainkan  pada menit ke-71  untuk menggantikan M’Baye Niang, berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Tendangan kerasnya itu sukses membuahkan gol, setelah  mendapat umpan silang Tom Cleverley. Kiper  Asmir Begovic pun tidak berdaya menyelamatkan gawangnya.

Untunglah,  Antonio Conte menurutkan gelandang  Fabregas, yang kemudian  berhasil mencetak gol kemenangan perdana mereka berstatus sebagai Juara Liga Inggris. \

 

Susunan Pemain

Chelsea (3-4-2-1): Asmir Begovic (PG); Kurt Zouma, John Terry, Nathan Ake; Cesar Azpilicueta, N’Golo Kante, Nathaniel Chalobah (Cesc Fabregas), Kenedy (Ola Aina); Willian, Eden Hazard; Michy Batshuayi (Pedro Rodriguez)

Pelatih: Ronald Koeman

Watford (3-5-1-1): Heurelho Gomes (PG); Adrian Mariappa, Sebastian Proedl, Jose Holebas; Nordin Amrabat, Tom Cleverley, Valon Behrami, Abdoulaye Doucoure, Daryl Janmaat; Etienne Capoue (Troy Deeney); M’Baye Niang (Stefano Okaka)

Pelatih: Walter Mazzarri.

Chelsea Juara, Michy Batshuayi Pahlawan

DEALAPAN menit menjelang laga usai,  pemain pengganti Michy Batshuayi memastikan Chelsea meraih gelar Liga Primer Inggris, menyusul gol tunggalnya ke  gawang  West Bromwich Albion pada pertandingan yang digelar Jumat malam.  The Blues harus berjuang keras  untuk meraih poin penuh  pada laga tandang di The Hawthorns tersebut.

Sebelum berangkat ke The Hawthorns, pelatih Chelsea Antonio Conte telah berpesan kepada para anak asuhnya untuk “menikmati” tekanan harus menjadi juara. Penampilan gemilang para pemain West Browmich Albion, benar-benar menjadi tekanan bagi Chelsea, yang sepertinya mengancam  tim London itu memperpanjang penantiannya meraih gelar juara. Syukurlah,  Batshuayi yang ditugasi Conte untuk menjadi pemain pengganti menunaikan tugasnya dengan sempurna, untuk mengantar timnya  dengan gol penentu kemenangan pada menit ke-82. Gol yang membuat manajernya,  Antonio Conte larut dalam kegembiraan.

 

Michy Batshuayi

 

Ini adalah kemenangan  ke-28  Chelsea pada  musim ini, yang mengantar   pemuncak klasemen ini surplus 10 poin  atas kesebelasan Tottenham Hotspur yang berada di undakan kedua dengan  sisa tiga laga yang masih perlu dimainkannya.  Conte menjadi manajer yang memenangi Piala Liga Primer pada musim pertamanya melatih, menyusul pendahulunya  di Stamford Bridge, yakni Jose Mourinho dan Carlo Ancelotti, serta Manuel Pellegrini yang menukangi  Manchester City.

Sebelum hijrah ke Chelsea, Conte secara beruntun mengoleksi  gelar liga Italia saat melatih  Juventus. Conte larut berdansa dengan  para pemainnya di depan para penggemar the Blues yang melakukan perjalanan tandang  tatkala  peluit pamungkas pertandingan bersiul panjang di Midlands.

Semenjak dimiliki pengusaha Rusia Roman Abramovich pada 2003, Chelsea telah memenangi liga gelar Liga Primer Inggris.  Sekalipun demikian,  pencapaian kali pada musim kali ini  dapat dibilang sebagai yang sangat  impresif, karena musim lalu the Blues terjerembab di level ke-10.

“Anda harus menghargai momen-momen ini, Anda bekerja begitu keras sepanjang musim untuk berada di sini. Secara konsisten kami menjadi tim terbaik di liga. Tidak ada perasaan yang lebih baik di sepak bola,” kata bek dan kapten Chelsea Gary Cahill seperti dikutip  Sky Sports.

“Orang-orang meremehkan kami sebagai tim dan individu, dan hal ini menutup mulut mereka. Kami adalah juara. Ini merupakan satu ( koleksi trofi) lagi di lemari (kami).” Meskipun Chelsea tidak memainkan gaya permainan klasik mereka, pada akhirnya tim ini  sukses melakukan pekerjaannya sepanjang musim ini.

 

 

Tampil dengan semangat untuk segera mengantongi juara Liga Primer, para pemain Chelsea tampak  mendominsi penguasaan bola atas  tim yang menghuni peringkat kedelapan tersebut. West Brom memang tidak memliki banyak hal untuk melawan Chelsea selain  mempertaruhkan harga diri, sehingga mereka mati-matian mempertahankan diri dari  gempuran yang dilakukan secara bertubi-tubi oleh Chelsea.  Sebelum turun minum, Cesc Fabregas dan Pedro nyaris mencetak gol untuk timnya.

West Brom mengandalkan serangan baliknya untuk menjaga poinnya tak direnggut Chelsea di kandang mereka.  Tetapi, permainan satu arah, dimana bola terus mengalir ke arena pertahanan West Brom yang dilakukan oleh  Victor Moses dkk, dapat  digagalkan Ben Foster.

Eden Hazard pun punya  peluang membuat gol, namun  usahanya digagalkan di garis gawang. Anak-anak London itu terus berupaya  mendapatkan  gol kemenangan mereka, tatkala melihat celah adanya “kelelahan” di lini  belakang West Brom. Sebuah serangan balik  West  Brom yang dilakukan  Salomon Rondon, berhasil dipatahkan  Cahill.

Chelsea pada akhirnya berhutang budi  kepada Batshuayi, pemain  yang sepanjang musim ini  tidak menonjol,  dengan perannya menceploskan gol ke gawang lawan.  Enam  menit setelah diminta menggantikan Pedro yang tampak kelelahan, penyerang Belgia yang dibeli dari  Marseille  dengan bandrol  33 juta pound ini,  menyambar umpan tarik Cesar Azpilicueta tanpa dapat dicegah dengan baik oleh kiper Ben Foster. (Reuters).

The Blues Siap Angkat Tropi, Middlesbrough Turun Kasta

CHELSEA selangkah lagi memenuhi ambisiya untuk menjuarai Liga Inggris setelah dalam pertandingan Selasa dinihari WIB, memaksa Middlesbrough menangis, menyesali hasil tersebut yang memaksa mereka harus meninggakan kasta tertinggi perhelatan sepakbola di negeri the three Lions itu.

Penggrafir untuk trofi Liga Primer, kini bersiap mempertajam alat kaligrafinya untuk menuliskan klub asal London itu kembali menjadi juara. Persaingan perebutan juara Ligra Primer dapat dikatakan sudah selesai, karena Chelsea hanya membutuhkan tiga poin lagi untuk memastikan mahkota juara, yang secara matematis the Blues akan dapat menuntaskan misi juara liganya pada Jumat (Sabtu WIB) mendatang saat mereka bertemu bertandang ke markas West Bromwich Albion.

Mereka dapat mengantongi nilai penuh saat melawan Baggies dan itu akan sebuah judul berita yang sangat layak, dimana mereka untuk keempat kalinya dalam 12 tahun meraih tropi ini, yang artinya itu hanya seperlima dari sejarah klub yang telah berdiri sejak 112 tahun silam.

Dengan sukses mengalahkan Middlesbrough ini tidak salah kalau para penggemar the Blues secara konstan menyanyikan dukungannya kepada tim kesayangan mereka, dan terutama kepada pelatih Antonio Conte. Piala Liga Primer kali ini akan menjadi prestasi yang luar biasa bagi pelatih Italia di musim pertamanya di sepakbola Inggris, dimana dia tidak bisa berbahasa Inggris pada setahun lalu saat masuk ke London—namun dia membuktikan telah mampu mengangkat Chelsea, di mana hari ini posisi Chelsea setidaknya hampir juara, lagi.

Credit Photo: REX

 

Mereka pun memiliki 34 poin lebih banyak dari musim lalu. Para penggemar tentu berharap, mudah-mudahan Conte sekarang ini akan tetap bertahan menukangi Chelsea meskipun ia diminati oleh klub Italia milik pengusaha Indonesia, Inter Milan. Chelsea sangat membutuhkan Conte untuk membangun klub, mempertahankan gelar ini dan meraih tropi di Liga Champions. Itulah harapannya.

Ada harapan umum di Stamford Bridge. Roman Abramovich hadir saat Carlo Ancelotti, manajer Chelsea terakhir -dan orang Italia pertama- untuk memenangkan liga dan yang juga menyelesaikan gelar ganda dengan Piala FA, sebuah prestasi Conte. Ancelote dan Conte dulu berkawan, dimana mereka dulu pernah bekerja sama di Juventus saat posisi terakhirnya sebagai kapten. Pada gelaran Liga Champions musim depan, mereka dipastiak akan bersaing. Tentu saja kalau Anceloti masih dipercaya menukangi Munchen.

Tidak pernah ada keraguan bahwa Chelsea akan memenangkan ini. Pertanyaan kepada klub ini paling hanya tentang berapa banyak gol yang akan mereka ceploskan ke gawang lawan dan berapa nilai yang diraih pada akhir liga. Pertandingan dinihari tadi sedikit kurang sempurna, karena tidak tampilnya N’Golo Kante, yang mengalami sedikit cedera otot, dimana bertepatan dengan pengumuman bahwa dia terpilih sebagai Pemain Terbaik Sepak versi wartawan sepak bola pada tahun ini. Tapi Fabregas yang diberi kepercayaan pelatih, menunaikan tigasnya dengan baik.

Gelandang asal Spanyol itu menciptakan banyak peluang dan terlibat dalam ketiga gol tersebut saat ia menjadi pemain pertama yang membukukan 10 assist di Liga Premier dalam enam penampilannya. Chelsea mencapai tonggak sejarah lain – dengan kemenangan kandang ke-300 Liga Inggris, yang sekarang ini hanya diungguli oleh Manchester United (347) dan Arsenal (306).

Adalah sebuah kegembiraan di mana mereka menggulingkan Middlesbrough dan ini sekaligus menjadi tanda juara yang bakal direngkuh klub ini. Middlesbrough sendiri yang diambang “kehancuran” di Liga Primer, malah tampil dengan disiplin yang minim, sehingga dimanfaatkan betul oleh pasukan Conte.
Setelah melakukan tekanan bertubi-tubi dengan banyak peluang semenjak menit awal, Chelsea baru membuka keunggulan mereka pada menit ke-23 melalui penyerang Diego Costa. Striker timnas Spanyol itu sukses mengelabui Brad Guzan, dimana golnya diceploskan melewati celah di antara kedua kakinya. Dengan gol tersebut, Costa menjadi pemain ketiga yang mencetak minimal 20 gol per musim secara berturut-turut dalam dua musimnya di Chelsea. Dia menyusul rekor yang dicapai Jimmy Floyd Hasselbaink dan Didier Drogba.

Pada menit ke-34 pendukung the Blues kembali bersorak, setelah sepakan keras Marcos Alonso dari sudut sempit, lagi-lagi mengarah ke gawang melalui celah di antara kedua kaki penjaga gawang Middlesbroug. Gol ketiga Chelsea tercipta pada menit ke-65 melalui tendangan Nemanja Matic. Gelandang Serbia juga sukses menaklukkan Guzan, dengan mengarahkan bola ke celah kedua kaki kiper.

Dengan hasil ini, Chelsea berhasil memperlebar jarak mereka dengan Tottenham sebanyak tujuh poin, setelah klub sekota yang menjadi pesaing utamanya itu takluk 0-1 dari West Ham United pada pekan yang sama.

Bagi Middlesbrough, kekalahan ini memastikan mereka menjadi tim kedua yang terlempar ke Championship musim depan setelah sebelumnya nasib serupa diterima Sunderland. Dengan raihan 28 poin dimana tinggal sisa dua laga lagi, The Boro mungkin mampu mengejar poin tim terbawah di luar zona degreadi, Swansea City yang mengantongi 35 poin.***

Chelsea Kokoh Puncaki Klasemen Liga Inggris

CHELSEA FC hingga pekan ini masih mempertahankan posisinya sebagai pemuncak  klasemen sementara  Premier League dengan raihan  81 poin dari 34 laga yang dilakoninya. Posisi kedua ditempati tim sekota London,   Tottenham Hotspur yang mengumpulkan  77 poin dari  35 laga yang dijalaninya, sedangkan  kesebelasan  Manchester City berada di undakan ketiga dengan  69 poin dari  35 laga yang sudah diikutinya.

Berikut ini disampaikan  klasemen sementara Liga Utama Inggris, hingga pertandingan pada Sabtu (6/5) waktu Inggris;

kalah, mencetak gol, kebobolan gawang, poin:

Tim Total main Menang Seri Kalah Gol Bobol Poin
1 Chelsea FC 34 26 3 5  72 29 81
2 Tottenham Hospur 35 23 8 4 71  23 77
3 Manchester City 35 20 9 6 70 37 69
4 Liverpool 35 20 9 6 71 42 69
5 M United 34 17 14 3 51 25 65
6 Arsenal 33 18 6 9 64 41 58
7 Everton 36 16 10 10 60 41 58
8 West Bromwich Albion 35 12 9 14 41 45 45
9 Leicester City 35 12 7 16 45 54 43
10 Bournemouth 36 11 9 16 52 65 42
11 West Ham United 36 11 9 16 45 59 42
12 Southampton 33 11 8 14 39 44 41
13 Stoke City 36 10 11 15 39 52 41
14 Burnley 36 11 7 18 37 51 40
15 Watford 35 11 7 17 37 58 40
16 Crystal Palace 36 11 5 20 46 61 35
17 Swansea City 36 10 5 21 41 69 35
18 Hull City 36 9 7 20 36 69 34
19 Middlesbrough 35 5 13 17 26 45 28
R-20 Sunderland 35 6 6 23 28 60 24

 

Catatan:

R – Degradasi

1-3: Lolos ke Liga Champions

4: lolos ke Putaran kualifikasi Liga Champions

5: lolos ke Liga Europa

6-7 lolos ke Putaran kualifikasi Liga Europa

18-20: Degradasi.

Chelsea Masih Butuh Fabregas

Gelandang Chelsea, Cesc Fabregas.

CHELSEA disarankan untuk tidak melepas Cesc Fabregas. Gelandang asal Spanyol tersebut masih bisa diandalkan untuk memberikan kontribusi positif bagi The Blues.

Mantan pemain Chelsea, Ray Wilkins, menyarankan kepada manajemen Chelsea untuk mempertahankan Cesc Fabregas karena gelandang 29 tahun tersebut masih memiliki kemampuan untuk bermain di level atas.

“Anda harusnya tak bisa membiarkan Fabregas pergi begitu saja. Chelsea masih membutuhkan jasanya pada musim depan. Sebab, pemain tersebut cukup gesit dan mampu menjadi kreator di lini tengah Chelsea,” kata Ray Wilkins kepada Sky Sports.

“Chelsea sangat membutuhkan sentuhan bola dari Fabregas terutama saat berlaga di Liga Champions musim depan. Apalagi Fabregas sendiri memiliki banyak pengalaman berkiprah di kompetisi elit tersebut yang tentunya sangat berguna bagi kubu The Blues,” lanjutnya.

Cesc Fabregas sempat menjadi pilar utama Chelsea saat baru didatangkan dari Barcelona pada musim 2014/2015 lalu. Kiprahnya terbilang mengesankan dengan mengantarkan The Blues meraih trofi Premier League dan juga Piala Liga Inggris di musim pertamanya.

Akan tetapi, di musim berikutnya penampilan Fabregas mulai mengalami penurunan. Dia gagal menginspirasi tim sehingga Chelsea terpuruk di peringkat kesepuluh pada akhir musim 2015-2016.

Sejak kedatangan Antonio Conte pada musim panas 2016, nasib Chelsea mulai berubah. Namun, sang manajer mengurangi peran Fabregas di skuat utama. Gelandang asal Spanyol itu cuma berstatus sebagai pemain pelapis dari dua gelandang favorit Conte, yaitu N’Golo Kante dan Nemanja Matic.

Keadaan itulah yang membuat mantan pemain Arsenal tersebut santer dikabarkan akan meninggalkan Chelsea pada akhir musim 2016-17. Dan saat ini, sang pemain menjadi incaran AC Milan, Liverpool dan Manchester United. ***

Chelsea Kian Dekati Gelar Liga Inggris

CHELSEA membuat langkah penting  dalam upayan untuk memastikan meraih  gelar Liga Inggris, setelah sukses membukukan  kemenangan 3-0 atas Everton dalam laga tandang mereka di Goodison Park,   Minggu (30/4/2017).

Memang, tuang rumah berupaya menggedor pertahanan tim besutan Antonio Conte di menit-menit awal. Sebuah skema serangan pada menit kedua melalui  Dominic Calvert-Lewin, namun sayangnya tendatanganya masih  membentur tiang gawang. Setelah itu, tampak sekali  pasukan yang diracik Ronald Koeman kesulitan menciptakan peluang-peluang bersih. Situasi itu dimanfaatkan  Chelsea, terutama pada pada babak kedua.

Kebuntuan pasukan London biru dipecahkan oleh Pedro melalui  cara nan  spektakuler. Pedro membuka ruang untuk dirinya sendiri, lantas  menaklukkan Maarten Stekelenburg melalui tendangan  kaki kirinya  dari jarak 25 meter. Bola melesat tajam di sudut atas gawang. Gol!

Pasukan Conte kemudian berhasil menggandakan keunggulan mereka, saat  Stekelenburg hanya mampu  menepis tendangan bebas  dari Eden Hazard. Bola munth tepisan kiper Everton itu disambar sang kapten Gary Cahill. Gol. Everton 0, Chelsea 2.

Gol ketika diracik dua pemain  pengganti Chelsea yang bekerja sama dengan cantik.  Pada empat menit sebelum peluit bubaran,   pemain gelandang yang tengah diincar AC Milan, Cesc Fabregas,  menyodorkan upan  kepada Willian yang dengan sempurna  dikonversi menjadi gol dari jarak dekat.

Dengan kemenangan ini, The Blues kini  unggul em pat angka atas tim sekotanya,  Tottenham, yang sukses membekuk  Arsenal dalam  “derby” London Utara.

Sumber: Reuters.

Foto: Getty Image, Reuters/Phil Noble 

Bintang Chelsea, Pemain Terbaik Versi PFA

Displaying kante.jpg
N’Golo Kante, gelandang dan pekerja keras Chelsea.

DEWI fortuna lagi berpihak pada N’Golo Kante. Ya, gelandang dan pekerja keras Chelsea ini didaulat sebagai Pemain Terbaik Liga Premier atau PFA Player of the Year 2016-2017. Sementara itu, bintang Tottenham Hotspur, Dele Alli, untuk kedua kalinya merebut penghargaan Pemain Muda Terbaik atau Young Player of the Year.

Kante, menyingkirkan rival terberat dan rekan setimnya Eden Hazard yang di musim sebelumnya dinobatkan sebagai pemain terbaik. Selain Hazard, Kante pun mengalahkan sejumlah bintang lainnya semisal Harry Kane (Tottenham), Romelu Lukaku (Everton), Alexis Sanchez (Arsenal), dan Zlatan Ibrahimovic (Manchester United).

Keberhasilan Kante tak lepas dari kontribusinya yang sangat vital dalam mengantarkan pasukan Antonio Conte yang sangat berpeluang meraih gelar juara Liga Premier di musim ini.

Kante pun di ambang rekor langka, pemain pertama yang merebut gelar juara premiership dalam dua musim beruntun dengan dua klub berbeda, setelah di musim lalu Kante mendapatkannya bersama Leicester City.

Sementara itu, Dele Alli menyingkirkan lima kandidat lainnya, seperti Kane, Michael Keane (Burnley), Lukaku (Everton), Jordan Pickford (Sunderland), dan Leroy Sane (Manchester City). ***