Menpora Amali: DBON untuk Perluas Cabor Peraih Prestasi di Olimpiade

JAYAKARTA NEWS— Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Zainudin Amali mengatakan, dirinya tengah mengubah paradigma masyarakat Indonesia dengan menjadikan Olimpiade sebagai sasaran utama dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) karena itu adalah event olahraga paling bergengsi di di dunia, sementara Asian Games dan SEA Games hanya sasaran antara saja.

Menurutnya, hal itu dilakukan karena ingin memperluas cabang-cabang olahraga yang ditargetkan untuk meraih medali atau prestasi di ajang tertinggi olahraga dunia tersebut dan tidak bertumpu pada satu cabang olahraga saja.

“Saya ingin menyampaikan kepada masyarakat, mulai sekarang kita akan merubah cara berpikir kita yang tertumpu kepada cabang-cabang olahraga tertentu. Tetapi kita harus luaskan basis-basis prestasi kita untuk cabang-cabang olahraga yang kita sudah perkirakan memungkinkan untuk bisa berprestasi lebih baik di tingkat dunia,” ujar Menpora Amali saat menjadi narasumber secara live program Presisi Siang, Polri TV, sebagaimana dikutip dari laman kemenpora.go.id

Menpora Amali menjelaskan, dalam DBON yang merupakan tindaklanjut dari arahan presiden Joko Widodo tersebut, pemerintah tidak lagi menargetkan jumlah perolehan medali pada tiap-tiap cabang olahraga yang dipertandingkan. Melainkan menargetkan kenaikan peringkat olimpiade dunia setip mengikuti ajang tersebut. 

Misalnya, pada Olimpiade Tokyo 2020 ditargetkan berada di urutan 40 dan naik dari olimpiade sebelumnya di Rio De Jeneiro 2016 dengan urutan 46, dan seterusnya hingga olimpiade 2044.

“Insya Allah ini kalau ini konsisten kita lakukan dan tentu kalau kita sama dengan apa yang sudah digariskan dalam Desain Besar Olahraga Nasional, insya Allah capaian-capaian kita akan makin baik,” harapnya.

Hal itu sekaligus mengubah paradigma masyarakat yang selalu menjadikan jumlah perolehan medali sebagai ukuran. Menurut Menpora Amali, kalau diukur dari perolehan medali, apa yang dicapai kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 sudah memenuhi target karena berhasil meningkatkan jumlah perolehan medali dimana mendapatkan 1 emas, 1 perak dan 2 medali perunggu. Sementara olimpiade Rio De Jeneiro hanya mendapat 1 emas dan 2 perak saja.

“Karena ini kan perubahan paradigma ini baru ya, kalau kita masih tetap dengan target yang lama sudah tercapai yakni perolehan medali sudah tercapai bahkan melampaui. Tetapi sekarang kita mengubah cara kita mengukur. Kita harus konsisten menempatkan parameter yang hendak kita capai yakni kita ingin mencapai peringkat-peringkat olimpiade,” jelasnya.

Kemudian untuk regenerasi atlet, Menpora mengungkapkan bahwa dalam Desain Besar Olahraga Nasional pembinaan akan dilakukan sejak dari usia dini bahkan di tingkat anak-anak, SD, SMP dan SMA.

Pemerintah tidak ingin lagi memperoleh prestasi dengan cara-cara seperti yang ada saat ini yakni menemukan atlet tanpa didesain dan tidak ada generasi penerusnya.

“Jadi kami akan menerapkan pembinaan atlet secara terstruktur, kemudian sistematis dan masif di seluruh daerah untuk mendapatkan talenta. Karena talenta itu ada daerah bukan ada di Ibukota,” jelasnya.

Menpora mencontohkan, beberapa talenta yang mendapat medali di olimpiade baru-baru ini dating dari daerah seperti peraih medali perunggu angkat besi Windy Cantika Aisah dan peraih medali emas Bulutangkis, Apriani Rahayu. Dengan demikian, bakat-bakat lebih banyak lagi didapatkan dengan pembinaan.

“Dengan cara ini akan kita lebih pertajam lagi, sehingga kita bisa mendapatkan tim yang kuat dan siap untuk bisa bertanding di level olimpiade,” ungkapnya.

Meski begitu, Menpora memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada para atlet yang sudah bertanding di olimpiade 2020 terutama yang sudah meraih medali.

“Saya bersyukur dan berterima kasih serta apresiasi terhadap capaian dari kontingen Indonesia yang sudah mengharumkan nama bangsa di kancah olimpiade atau tempat pertandingan olahraga paling tinggi, paling bergengsi dan paling prestisius di dunia,” pungkasnya.***/ctr

Perunggu Anthony Ginting, Penutup Penampilan Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

JAYAKARTA NEWS— Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting menutup penampilan Kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo dengan manis. Pemuda kelahiran 20 Oktober 1996 ini mampu merebut medali perunggu pada debutnya di pesta olahraga paling prestisius se-dunia. 

Anthony berkibar seusai menumbangkan Kevin Corfon (Guatemala) dengan skor 21-11, 21-13 pada Senin (2021) di Musashino Forest Sport Plaza. Dengan raihan ini, Indonesia mendapatkan satu medali emas, satu perak, dan tiga perunggu. Koleksi tersebut menempatkan Merah Putih di urutan 35 klasemen medali sementara pada 22.45 waktu setempat atau 20.45 WIB.

Anthony bersyukur bisa menjadi penyumbang medali bagi Indonesia. Total, bulu tangkis meraih dua medali. Selain perunggu Anthony, ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu mengukir sejarah besar dengan merengkuh keping emas usai menumbangkan Chen Aingchen,/Jia Yifan (China) dengan skor 21-19, 21-15.

“Semalam sempat sulit tidur terus saya mecoba menenangkan diri dengan berdoa. Puji Tuhan, saya bisa tampil dengan baik,” kata Anthony usai pertandingan. 

Medali perunggu Anthony memiliki arti spesial di sektor tunggal putra. Setelah 17 tahun, Anthony tampil sebagai tunggal putra pertama yang mampu mempersembahkan medali lagi untuk Merah Putih. Sejak Taufik Hidayat mendapat emas di Olimpiade 2004 Athena, belum ada lagi wakil dari tunggal putra yang bisa menjejak semifinal.

Anthony berterima kasih  kepada masyarakat Indonesia yang telah mendukungnya dalam dua pekan ini. Memang sulit, tetapi pemain berusia 24 tahun itu bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik. Anthony menganggap pencapaiannya ini juga akan menjadi tolok ukur menjelang event-event penting yang akan dimainkan Anthony ke depannya. 

“Sejak awal persiapan juga berusaha fokus dan tenang, berusaha untuk meminimalisasi kesalahan,” ujar Anthony yang mengaku mengidolakan Taufik.  

Anthony mengaku cukup sedih karena belum berhasil final,  tetapi ia merasa capaiannya di Olimpaide menjadi pembelajaran bagus bagi nya . Sebab, ia belajar bagaimana caranya mengatur pikiran mental, teknik, serta aspek-aspek  lainnya.

“Yang pasti, ada banyak yang harus ditingkatkan.  Setelah tak berhasil maju ke final, saya mencoba dan berusaha bangkit. Laga ini juga berarti untuk saya karena saya ini menjadi medali terakhir dari bulu tangkis yang diperebutkan Indonesia di Olimpiade Tokyo,” kata Anthony.

Lebih lanjut, Anthony mengatakan dukungan orang tua juga menjadi pelecut semangat. Sebab, keluarga telah memotivasi dirinya agar tak sedih dari kekalahan di semifinal, melainkan harus fokus pada laga yang tersisa. Mereka juga tak menyangka langkah di Tokyo bisa sampai merebut medali.
 
Disebutkan Anthony, inspirasinya terjun ke bulu tangkis lantaran ia melihat Olimpiade. Lalu, ia terbersit keinginan untuk bisa tampil di ajang olahraga paling bergengsi di dunia ini. Kini, mimpi itu terwujud. Ia tak hanya tampil, tetapi juga pulang ke Tanah Air membawa medali.

Chef de Mission Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo Rosan P Roeslani mengaku gembira dengan capaian prestasi atlet-atlet Indonesia. “Hari ini luar biasa, perjuangan atlet-atlet Indonesia kian sempurna dengan tambahan satu medali emas dan satu medali perunggu dari cabang olahraga bulu tangkis,” kata Rosan. 

Kontingen Indonesia akan kembali ke Tanah Air pada 4 Agustus. Rombongan akan dipimpin langsung oleh Chef de Mission Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo Rosan P Roeslani.***/nocindonesia

Saat Presiden Jokowi Telepon Sang Peraih Emas Olimpiade Tokyo

JAYAKARTA NEWS – Presiden Joko Widodo melakukan panggilan video dengan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, setelah pasangan ganda putri bulutangkis Indonesia tersebut meraih medali emas di perhelatan olahraga akbar Olimpiade Tokyo 2020. Melalui panggilan video yang dilakukan Presiden dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (2/8/2021) tersebut, Presiden juga mengucapkan terima kasih secara langsung kepada keduanya.

“Terima kasih. Selamat sore Greysia dan Apriyani, saya mewakili seluruh rakyat Indonesia mengucapkan selamat atas keberhasilan emasnya. Sekali lagi, selamat atas keberhasilan mempertahankan tradisi emas Olimpiade bagi Indonesia,” kata Presiden mengawali panggilan video tersebut.

Pasangan Greysia dan Apriyani menjadi juara ganda putri Olimpiade setelah mengalahkan wakil Tiongkok, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan, dengan skor 21-19, 21-15 dalam laga final yang digelar di Musashino Forest Sports Plaza. Presiden Jokowi mengaku sangat bangga ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang.

“Saya betul-betul senang banget. Jujur, saya sangat bangga apalagi waktu Indonesia Raya berkumandang,” imbuhnya.

Kepala Negara yang turut menonton laga final mengaku ikut merasakan deg-degan, terutama saat set pertama di mana perolehan angka pasangan Indonesia nyaris terkejar oleh ganda putri Tiongkok.

“Tapi set kedua saya lihat jauh lebih tenang,” lanjut Presiden seraya mengacungkan jempol.

Dalam panggilan video lewat ponsel milik Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari tersebut, tampak turut juga pelatih ganda putri Indonesia, Eng Hian. Presiden pun mengucapkan selamat kepada pelatih atas capaian atletnya meraih podium tertinggi di ajang Olimpiade Tokyo.

“Selamat juga untuk pelatih Eng Hian, selamat! Dan salam dari seluruh rakyat Indonesia yang sangat bangga, sangat senang, semuanya, bangga terhadap Greysia dan Apriyani. Selamat sekali lagi, saya tunggu di Istana nanti,” ungkap Presiden.

“Terima kasih Pak Okto, terima kasih. Merdeka!” ujar Presiden mengakhiri panggilan video tersebut.

Untuk diketahui, medali emas yang diraih pasangan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu merupakan emas pertama bagi kontingen Merah Putih di ajang Olimpiade Tokyo 2020 ini. Selain itu, Greysia dan Apriyani juga mencetak sejarah dengan meraih medali emas pertama bagi Indonesia sepanjang sejarah keikutsertaan ganda putri bulutangkis Indonesia di ajang Olimpiade. (Setpres/mel)

Air Mata Sejarah Greysia/Apriyani Terukir di Olimpiade Tokyo 2020

JAYAKARTA NEWS— Pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu mengukir sejarah di Olimpiade 2020 Tokyo. Mereka tampil sebagai ganda putri Indonesia pertama yang sukses merebut medali emas di Olimpiade. Tak cuma itu, torehan tersebut sekaligus menjaga tradisi medali emas dari cabang olahraga bulu tangkis.

Kejutan demi kejutan dipersembahkan Greysia/Apriyani. Setelah tampil menjadi ganda putri Indonesia pertama yang mengamankan tiket semifinal Olimpiade pada 29 Juli, Greysia/Apriyani melanjutkan kisah manis itu dengan melaju ke final. Perjalan kian sempurna karena Greysia/Apriyani menabiskan diri sebagai perengkuh medali emas di Olimpiade usai melibas unggulan dua asal China Chen Qing Chen/Jia Yi Fan 21-19 21-15 pada Senin (02/08) siang waktu setempat.

Airmata juara Greysia/Apriani pun menetes ketika lagu Indonesia berkumandang dan Bendera Merah Putih dikibarkan. Greysia mengaku masih tidak menyangka bisa tampil menjadi juara Olimpiade. Terlebih, challange yang diajukan Chen/Jia pada poin penentuan game kedua sempat membuat dirinya nervous. 

“Saya tidak parcaya ketika shuttlecock out dan menjadi poin bagi kami di akhir game kedua. Sejujurnya saya masih tak meyangka menjadi juara Olimpiade. Kami hanya mencoba menang poin demi poin. Kami memang ingin membuat sejarah bagi bulu tangkis, sejarah untuk indonesia,” kata Greysia usai pertandingan.

Musashino Forest Plaza menjadi saksi kedigdayaan Greysia/Apriyani. Dalam laga berdurasi 57 menit itu, Greysia/Apriyani tampil percaya diri sejak memasuki lapangan utama. Tak mau membuang waktu, Greysia/Apriyani langsung mengambil interval game pertama. 

Saat kedudukan 19-15, Chen/Jia sempat mengejar empat poin beruntun menjadi 19-18. Beruntung, Greysia/Apriyani bisa kembali fokus dan menutup game kedua dengan skor 21-19. 

Pada game kedua, Greysia/Apriyani tak mengendorkan permainan. Meski bermain reli panjang, mereka tetap bisa mengontrol permainan lawan. Greysia/Apriyani pun berhasil membuat lawan frustrasi dan menutup kemenangan dengan skor 21-15 pada game kedua.

“Rasanya bercampur aduk. Mungkin orang tak percaya kami, tapi kami percaya kami. Tuhan percaya kami. Korea dan China lawan yang kuat. Kami hanya mau memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” kata Greysia.

“Medali emas ini bukan hanya impian Ka Greysia, tetapi juga saya. Medali emas ini untuk almarhum orang tua saya dan kakakku,” tambah Apriyani.

Greysia dipasangkan dengan Apriyani pada 2017. Tepatnya, setelah Nitya Krishinda Maheswari cedera. Kala itu, Greysia bahkan sudah berniat menggantung raket. Namun,  rencana itu akhirnya ditunda karena pelatih Eng Hian memintanya untuk mendampingi junior, yang kebetulan saat itu Apriyani datang ke Pelatnas PBSI Cipayung.

“Saya berpasangan dengan Greysia empat tahun lalu. Perjalanan panjang, di mana saya belajar untuk mendewasakan diri. Hari ini kami mendapatkan semua, berkat dari Allah dan doa keluarga serta masyarakat Indonesia. Kami sangat senang dan Bahagia,” kata Apriyani.

Terpisah, Chef de Mission Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo Rosan P Roeslani mengapresiasi perjuangan Greysia/Apriyani yang sukses merebut medali emas. Medali emas ini tak cuma menjadi medali pertama di Olimpiade Tokyo, tetapi juga menjadi pencapaian sejarah ganda putri Indonesia.

“Penampilan Greysia/Apriyani membuat bangga kami semua, bahkan seluruh masyarakat Indonesia. Mereka berhasil membuat sejarah di Olimpiade Tokyo,  Greysia/Apriyani menjadi penyumbang emas sekaligus ganda putri pertama yang mampu meraih medali di Olimpiadę,” kata Rosan.

Keping emas Greysia/Apriyani sekaligus mendongkrak peringkat Indonesia di klasemen medali. Hingga 16.45 JST, Indonesia menempati ranking 34 dengan perolehan 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Medali Indonesia masih bisa bertambah karena masih ada atlet Merah Putih yang akan bertanding, yaitu Anthony Sinisuka Ginting di perebutan medali perunggu serta lifter Nurul Akmal yang akan turun di kelas +87kg putri. ***/nocindonesia

Greysia/Apriyani Selangkah Menuju Emas Olimpiade

JAYAKARTA NEWS— Sejarah besar menanti diciptakan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Mereka berpotensi membawa pulang medali emas Olimpiade 2020 Tokyo setelah memastikan tiket final di Mushashino Forest Plaza pada Sabtu (31/07). Meski perjalanan tinggal selangkah lagi, Greysia/Apriyani berusaha fokus menjaga ketenangan dan motivasi agar dapat memberi hasil terbaik bagi Merah Putih.

Gagalnya pengembalian kok dari pasangan Korea Selatan Sohee Lee/Shin Seungchan menjadi kesuksesan besar bagi Greysia/Apriyani. Ganda putri andalan Merah Putih ini menutup babak empat besar dengan kemenangan 21-19 21-17. Dengan hasil ini, Greysia/Apriyani maju ke laga pamungkas kontra Qing Chen Chen/Yi Fan Jia, Senin (02/08). Unggulan dua asal China ini maju usai menang atas Soyeong Kim/Heeyong Kong 21-15 21-11.

Greysia/Apriyani mengaku ingin lebih berkonsentarasi dengan persiapan diri. Terutama dalam menjaga spirit pertandingan. Soal strategi menghadapi lawan, dikatakan Greysia, secara tipe permainan keduanya sudah saling mengetahui karena sering bertemu.

“Kami ingin terus menjaga pikiran seperti datang awal ke Tokyo.  Kami ingin menikmati game agar bisa menunjang reforma di lapangan. Kami tak mau berpikir lawan seperti apa, begini atau begitu. Paling persiapan yang harus kami lakukan adalah menjaga ketenangan agar dapat mengontrol permainan serta mempersiapkan diri untuk recovery,” kata Greysia kepada Tim Media NOC Indonesia usai pertandingan. Demikian dikutip dari laman kemenpora.go.id

Greysia menjelaskan, kunci sukses di laga semifinal adalah kekuatan chemistry yang sudah terjalin antar keduanya. Terutama, ketika mereka tertinggal 8-11 pada game pertama dan berhasil menyamakan kedudukan di poin 11-11 hingga akhirnya mengamankan set pertama.

Penampilan Greysia/Apriyani di empat besar tadi disaksikan langsung oleh Chef de Mission Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo Rosan P Roeslani, Ketua Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari yang didampingi Komite Eksekutif Teuku Arlan Perkasa Lukman, Rafiq Hakim Radinal dan Jadi Rajagukguk

“Dari masuk lapangan, saya bilang kepada Apriyani harus menang dua game. Atmosfer ini harus kami dapatkan. Sebenarnya, strategi game pertama berjalan dan kami juga diuntungkan karena menang angin, tetapi lawan gak mau menyerah. Tapi, setelah poin 11-11, kami mengubah strategi, bermain pola lebih pendek dan memancing mereka agar sehingga kami punya kesempatan untuk menyerang,” kata Greysia.
 
Pada game kedua, Apriyani menyebut, mereka sempat kesulitan karena kalah angin. Namun, semangat juang dan pola komunikasi yang baik antarkeduanya membuat mereka berhasil merebut kemenangan dua game langsung.

“Smash lawan itu kenceng karena mereka menang angin di game kedua. Tapi, seperti yang sudah dikatakan, kami sudah punya spirit lebih dulu,” kata Apri yang juga mengakui adanya sikap saling pengertian antarpatner yang menjadikan kekompakan keduanya lebih erat sejak dipasangkan pada 2017.

Terpisah, pelatih ganda putri Eng Hian meminta masyarakat Indonesia bisa meredam ekspetasi berlebihan kepada anak-anak latihnya. Menurutnya, biarkan Greysia/Apriyani dengan caranya sendiri di babak final.

“Sebenarnya masalah nonteknis saat pemain tidak bisa mengontrol ekspetasi. Olimpiade ini banyak unggulan tumbang karena bermain berbeda dengan standar karena beban berat. Mohon pemberitaan jangan terlalu berlebihan. Mohon doanya saja,” kata Didi, sapaan karib Eng Hian.

Didi mengakui, Greysia/Apriyani tertinggal secara head-to-head dari Qing/Yi dengan agregat 3-6. “Kami sudah mendekati fase terpenting. Secara teknis sudah disiapkan, terapi apakah strategi berjalan apa tidak bergakung di lapangan nanti,” kata Didi.***/ctr

PON XX dan Peparnas XVI Papua Terapkan Sistem Bubble Ketat

JAYAKARTA NEWS— Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menegaskan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI yang akan digelar di Papua Oktober dan November mendatang akan menerapkan sistem gelembung atau bubble yang sangat ketat. Indonesia akan menerapkan sistem yang digunakan pada pelaksanaan Olimpiade Tokyo yang digelar pada bulan ini.

“Saya kira kita akan melakukan aturan yang sangat ketat. Ada satu yang berada di depan kita pelaksanaan Olimpiade Tokyo, itu akan kita lihat betul bagaimana kita belajar dari situ, karena mereka menerapkan sistem bubble,” ujarnya dalam keterangan pers, usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), melalui konferensi video, Selasa (13/07/2021). Demikian dikutip dari laman setkab.go.id

Dengan sistem bubble tersebut, papar Menpora, semua pihak terkait akan dijaga untuk hanya melakukan aktivitas yang terkait dengan penyelenggaraan PON dan Peparnas.

“Jadi sistem bubble itu maksudnya hanya dari penginapan ke tempat pertandingan, tempat pertandingan kembali ke penginapan,” ujarnya.

Ditambahkan Zainudin, pihaknya sudah punya pengalaman terkait penerapan protokol kesehatan dalam gelaran olahraga sepak bola dan bola basket.

Keterangan Pers usai Rapat Terbatas mengenai Persiapan Penyelenggaraan PON XX dan Peparnas XVI Papua, secara virtual, Selasa (13/07/2021). (Foto: Humas Setkab/Agung)

“Kita sudah berpengalaman, walaupun itu single event ya, di sepak bola dan bola basket dan sukses kita. Dan sistem bubble saya kira sistem yang aman buat kira dan kita jaga agar tidak ke sana kemari,” ujarnya.

Lebih lanjut Menpora mengatakan, seluruh kontingen yang akan mengikuti PON XX dan Peparnas XVI ini sudah divaksinasi. “Untuk vaksin atlet, pelatih, ofisial, dan tenaga pendukung, mereka yang datang dari 33 provinsi itu tadi dilaporkan bahwa sudah divaksin, dan juga untuk kontingen yang ada di Papua,” ujarnya.

Menpora menambahkan, vaksinasi juga dilakukan bagi masyarakat yang ada di sekitar venue maupun tempat akomodasi kontingen. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Jokowi pada Ratas bulan Maret yang lalu.

“Tadi arahan Bapak Presiden supaya dimasifkan. Bahkan vaksinnya akan ditambah jumlahnya untuk ke Papua dan akan diperkirakan bulan Agustus selesai semua divaksin,” imbuhnya.

Terkait kehadiran penonton, Zainudin menyebutkan hal itu akan diputuskan pada bulan September mendatang, sesuai dengan perkembangan pengendalian pandemi COVID-19. Ditegaskannya, jika diputuskan pertandingan dapat dihadiri penonton secara terbatas, maka semua penonton juga harus sudah divaksinasi.

“Sekali lagi saya tegaskan, kalau keputusannya semua pertandingan boleh ditonton maka bisa dipastikan semua yang nonton itu sudah divaksin. Bagi mereka yang tidak mau divaksin ya pasti tidak diperbolehkan untuk menonton,” tegasnya.

Persiapan Sudah Mencapai 90 Persen
Dalam keterangan persnya, Menpora juga menyampaikan mengenai persiapan infrastruktur baik venue maupun akomodasi untuk penyelenggaraan PON XX yang akan digelar pada tanggal 2-15 serta Peparnas XVI akan diselenggarakan satu bulan setelahnya, yaitu pada tanggal 2-15 November.

“Secara keseluruhan bahwa kesiapan dari prasarana itu sudah sekitar 90-an persen. Yang tersisa adalah melakukan finishing dan juga pengisian peralatan atau perlengkapan di dalam, baik itu tempat-tempat penginapan atau akomodasi maupun venue. Misalnya, harus ada segera kita masukkan AC, water heater, tempat tidur, dan sebagainya, itu menjadi tanggung jawab dari PB PON dan yang lain-lainnya,” ujarnya.

Sementara dari sisi peralatan, Zainudin memaparkan, peralatan untuk 26 cabang olahraga (cabor) yang disiapkan oleh pemerintah pusat melalui Kemenpora saat ini sedang dalam proses dan dipastikan semuanya sudah ada di Papua pada akhir Agustus mendatang. Bahkan, saat ini sudah ada yang terpasang karena beberapa cabor sudah mulai melakukan tes event.

“Di samping itu, ada 13 cabor yang peralatannya diadakan melalui APBD atau PB PON, itu juga sama statusnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut Menpora menjelaskan, PON XX akan mempertandingkan 37 cabor dan akan diikuti sekitar 6.400 orang atlet dan 3.500 orang ofisial. Gelaran ini akan diselenggarakan di empat tempat, yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke.

Sedangkan Peparnas XVI hanya akan mempertandingkan 12 cabang olahraga dan akan diikuti sebanyak 1.935 orang atlet dan 740 orang ofisial. Gelaran ini akan diselenggarakan di dua tempat, yaitu Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.

“Jadi untuk para atlet disabilitas, kita tidak perlu membangun lagi fasilitas-fasilitas yang baru karena setelah penggunaan untuk PON itu langsung bisa digunakan oleh para peserta Peparnas,” imbuhnya.

Terkait sisi keamanan, Menpora menyampaikan bahwa dalam Ratas yang juga dihadiri oleh Gubernur Papua dan Ketua Umum KONI ini Panglima TNI dan Kapolri telah menyatakan kesiapannya untuk mendukung penyelenggaraan PON XX dan Peparnas XVI Papua ini.

“Terakhir dari sisi keamanan, tadi juga Pak Kapolri dan Panglima TNI menyampaikan tentang dukungan penuh dari Pak Panglima dan Pak Kapolri, dan bahkan sudah menyampaikan tentang hal-hal yang akan dikerjakan oleh kedua institusi itu,” pungkasnya. ***/ebn

Presiden Jokowi Lepas Tim Indonesia ke Olimpiade Tokyo 2021

JAYAKARTA NEWS— Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) secara resmi melepas kontingen Indonesia yang akan berlaga di ajang olahraga Olimpiade Tahun 2021 yang akan dilaksanakan di Tokyo, Jepang. Acara pelepasan digelar di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (08/07/2021).

Dalam arahannya, Presiden meminta para atlet yang akan berangkat untuk fokus meraih prestasi yang membanggakan bagi negara dan seluruh rakyat Indonesia.

“Hari-hari ini sampai ke puncak pertandingan agar jaga kesehatan, jaga stamina, jaga motivasi, dan fokus pada pertandingan dan fokus pada prestasi. Rakyat menaruh harapan besar kepada Saudara-saudara dan prestasi Saudara-saudara akan menjadi prestasi negara kita Indonesia,” ujarnya. Demikian dikutip dari laman setkab.go.id

Pada Olimpiade yang akan digelar pada tanggal 23 Juli hingga 10 Agustus ini, Indonesia akan memberangkatkan sebanyak 28 atlet dan 17 ofisial dari 8 cabang olahraga (cabor) yang sudah sepenuhnya siap bertanding secara sportif dan berpotensi meraih medali juara. Kedelapan cabor tersebut yaitu atletik, panahan, rowing, menembak, bulu tangkis, angkat besi, renang, dan selancar.

“Saya tahu persiapan untuk menghadapi Olimpiade Tokyo ini telah dilaksanakan secara maksimal dan para atlet saya tahu juga telah bekerja keras untuk meningkatkan prestasinya,” ujar Presiden.

Dengan perjuangan dan usaha maksimal tersebut, Kepala Negara optimistis akan membuah hasil yang diharapkan oleh seluruh bangsa Indonesia.

“Selamat menjalankan amanat berat ini. Rakyat menunggu Saudara-saudara kembali ke Tanah Air dengan membawa medali yang membanggakan Indonesia. Semoga perjuangan Saudara-saudara berhasil,” pungkasnya.

Dalam laporannya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyampaikan pengiriman 28 atlet ke Olimpiade Tokyo ini melebih target yang telah ditetapkan sebelumnya, yaitu sebanyak 22 atlet.

“Hasil dari kualifikasi yang dihasilkan ini adalah melebihi dari target. Di dalam rencana awalnya hanya dapat memberangkatkan 22 atlet karena situasi pandemi COVID-19 tetapi karena usaha dan kerja keras dari semua pihak kita bisa memberangkatkan 28 atlet,” ujarnya Menpora.

Menpora menambahkan, pengiriman kontingen yang dipimpin oleh Chef de Mission (CdM) Rosan P Roeslani ini adalah wujud dari komitmen pemerintah untuk kemajuan olahraga di Indonesia.

“Perhatian Bapak Presiden terhadap olahraga Indonesia tetap ada dan ditunjukkan dengan pelepasan secara virtual. Ini adalah komitmen pemerintah untuk mendorong majunya olahraga di Tanah Air,” ujarnya.

Zainudin juga menegaskan bahwa seluruh kontingen ini telah memperoleh dosis vaksin COVID-19. “Para atlet, ofisial, dan tenaga pendamping semuanya sudah divaksin,” tandasnya.

Untuk diketahui, acara pelepasan kontingen ini juga dihadiri secara langsung oleh Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari dan CdM Rosan P Roeslani. Hadir juga empat orang perwakilan atlet yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo yakni Alviyanto Bagas Prastyadi (panahan), Arif Dwi Pangestu (panahan), Aflah Fadlan Prawira (renang), dan Windy Cantika Aisah (angkat besi).

Selain itu, acara pelepasan juga diikuti oleh para atlet, ofisial, dan ketua umum induk cabang olahraga secara virtual dari sejumlah tempat antara lain di Hotel Aston, Hotel Mulia, pelatnas dayung Pangalengan, pelatnas selancar Bali, pelatnas angkat besi di Mess Kwini, dan Hotel Century. (ont)

IMI Luncurkan IMI Sport TV dan Film Crazy Fast Indonesian 2

JAYAKARTA NEWS – Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo meluncurkan film pendek ‘Crazy Fast Indonesian 2’ (CFI 2) dan IMI Sport TV dalam acara ‘IMI Automotive Appreciation Night 2021’. Bamsoet turut terlibat sebagai produser eksekutif sekaligus pemain dalam film pendek ‘Crazy Fast Indonesian 2’ sebagai godfather, karya Mochamad Chandra Kurniawan (Charock). Diproduksi CRK Pictures, Premiere Works dan IMI, dengan disutradarai Christo Putra Aris. 

Film ‘Crazy Fast Indonesian 2’ merupakan kelanjutan dari ‘Crazy Fast Indonesian’ yang dirilis pada 6 November 2020, dengan jumlah viewer mencapai 891 ribu. Publik bisa menonton kedua film tersebut, baik CFI 1 dan CFI 2, melalui kanal Youtube CRK PICTURES dan kanal Youtube Bamsoet Channel.

“Film pendek karya anak bangsa ini tidak hanya mengangkat perkembangan industri modifikasi otomotif di Indonesia dengan latar keindahan alam dan pariwisata. Namun juga ajang kolaborasi antar komunitas yang mengangkat karakter ragam budaya lokal, dibalut view cinematic dengan menghadirkan artis, selebgram, pengusaha, serta tokoh otomotif. Antara lain Rizky Billar, Om Mobi, Fitra Eri, Melvin Tenggara, Husein Nasimov, Andreas Stanley, Jevon Andrean, Christopher Sebastian, Jupaka, Tami Paramitha, Tom Liwafa, Rendy Rupaya, Jackson Tsai, dan Debby Pramestya,” ujar Bamsoet dalam acara ‘IMI Automotive Appreciation Night 2021’, di Jakarta, Sabtu malam (19/6/21).

Turut hadir antara lain Wakil Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Komite eksekutif National Olympic Committees (Komite Olimpiade Indonesia) Indra Gamulya, serta Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Istiono.

Hadir pula para pengurus IMI Pusat, antara lain Ketua Pembina Letjen TNI AD AM Putranto, Komjen Pol (purn) Nanan Soekarna dan Tinton Soeprapto, Badan Pengawas Jeffrey JP dan Brigjen Pol Syamsul Bahri, Bendahara Umum Effendy Gunawan, Wakil Ketua Umum Olahraga Mobil Ananda Mikola, Wakil Ketua Umum Mobilitas Rifat Sungkar, Wakil Ketua Umum IT dan Digital Tengku Irvan Bahran, Plt Wakil Ketua Umum Olahraga Sepeda Motor Eddy Saputra, Direktur Road Racing – Internasional dan Event Happy Haryanto, Hubungan Antar Lembaga Junaidi Elvis, dan Andrys Ronaldi, wakil ketua bidang Komunikasi dan Media Sosial Atta Halilintar, Dwi Nugroho dan Hasby Zamri serta Komisi Sosial Kombes Pol Putu Putra Sedana dan Aroem Alzier.

Ketua DPR RI ke-20 ini menekankan, walaupun ditayangkan di Youtube dengan durasi sekitar 30 menit, ‘Crazy Fast Indonesian 2’ digarap dengan sangat serius. Sinematografi dan editingnya sudah sekelas film layar lebar. Tidak berlebihan kiranya jika publik mengharapkan film ini bisa digarap lebih lanjut untuk disajikan dalam film layar lebar.

“Berbagai kendaraan otomotif kelas dunia turut ditampilkan untuk memperkuat jalannya cerita film. Antara lain BMW M2 The Beast, Porsche Red Hot Chilli, Lamborghini Aventador, Nissan GTR, Bac Mono, Hotrod, McLaren 650S, Roll Royce, Hummar HI, dan Tubular,” urai Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan, dalam acara ‘IMI Automotive Appreciation Night 2021’ juga dilakukan launching IMI Sport TV, sebagai saluran olahraga dan edukasi. Diisi berbagai program acara menarik seputar olahraga dan industri otomotif. Antara lain siaran langsung maupun tunda pertandingan kejuaraan otomotif tingkat nasional dan internasional, profil para pembalap nasional dan klub balap, hingga aktifitas bengkel otomotif.

“Tidak ketinggalan berbagai kegiatan club seperti touring hingga acara sosial kemanusiaan yang digelar para komunitas otomotif. Materi konten di IMI Sport TV akan sangat beragam, mengingat ada sekitar 7.398 komunitas otomotif yang merepresentasikan sekitar 110.000 road users di 34 provinsi tergabung dalam keluarga besar IMI. Dalam tataran organisasi, IMI memiliki sekitar 5.210 sport clubs, 838 mobility clubs, dan 1.350 sport and mobility clubs,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menerangkan, keberadaan IMI Sport TV akan menyemarakan dunia hiburan pertelevisian. Sekaligus memberikan informasi dan pendidikan yang berkualitas bagi para pecinta otomotif di berbagai daerah. 

“Walapun saat ini era digital media yang ditandai kekuatan platform sosial media sudah sangat dahsyat, namun segmen masyarakat pecinta televisi juga tetap kuat. Karenanya selain berada di berbagai platform sosial media dari mulai Youtube hingga Instagram, IMI juga ingin hadir menyapa para pecinta televisi melalui IMI Sport TV,” pungkas Bamsoet. (*/mons)

Ronaldo Lampaui Rekor Platini


JAYAKARTA NEWS – Dua gol yang dicetak Cristiano Ronaldo di menit akhir untuk membantu juara bertahan Portugal, menandai awal yang mulus dalam kampanye mereka mempertahankan gelar juara Eropa.

Disaksikan 67.000 penonton yang memadati Puskas Arena di Budapes, Ronaldo dkk menenggelamkan Hungaria 3-0 dalam laga yang dihelat pada Selasa (15 Juni 2021). Gol Ronaldo tersebut mengantarnya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di gelaran Piala Eropa.

Hungaria mendapat dari Portugal sejak awal pertandingan Grup F tersebut. Kapten Ronaldo memastikan kemenangan dengan mencetak gol dari titik penalti di menit ke-87 untuk mengungguli Michel Platini sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di final Piala Eropa dengan 10 gol, yang dengan cepat ia ubah menjadi 11 gol saat dia sukses menggiring bola ke gawang ketika pertandingan berjalan pada tambah waktu.

“Itu adalah pertandingan yang sangat sulit tetapi kami mendapat tiga gol. Sangat penting untuk menang dan memulai turnamen dengan percaya diri dan sekarang kami ingin terus menang,” kata Ronaldo.

Pelatih Portugal Fernando Santos menambahkan, “Jika kami mencetak gol lebih awal, itu akan lebih mudah bagi kami. Kami melewatkan beberapa peluang kemudian memiliki momen-momen yang mengkhawatirkan tetapi kami kembali tenang dan menyelesaikan pertandingan dengan baik.”

Portugal dan Hungaria bermain imbang 3-3 di salah satu pertandingan Piala Euro 2016. Dalam laga kali ini, sekalipun jumlah gol yang tercipta lebih sedikit, tetapi tidak kalah menariknya karena penduduk setempat yang ramai memenuhi stadion Puskas.

Aksi di lapangan mencerminkan semangat di tribun penonton saat Portugal bermain dengan intensitas nyata, memainkan permainan langsung dan memukul Hungaria dengan tiga pemain depan mereka dengan memanfaatkan umpan-umpan yang cepat dan panjang.

Diogo Jota pertama kali melihat gawang dengan jelas ketika dia melepaskan tembakan yang dapat ditepis oleh kiper Peter Gulacsi, menimbulkan “kemarahan” Ronaldo yang berada di tempat yang lebih baik untuk menembak.

Ronaldo tampak menyalahkan dirinya sendiri di penghujung babak pertama, ketika dia tidak seperti biasanya melewatkan target dari jarak dekat setelah umpan silang tajam yang disodorkan oleh dari punggawa Manchester United Bruno Fernandes.

Striker Adam Szalai menjadi ancaman utama, saat dia menyundul tendangan bebas ke pelukan penjaga gawang Rui Patricio sesaat sebelum turun minum, dan kemudian menguji kiper Portugal lagi di awal babak kedua.

Bek veteran Portugal Pepe nyaris mencetak gol pada awal babak kedua, tetapi digagalkan oleh Gulacsi yang selalu waspada, yang kemudian juga menggagalkan sepakan Fernandes.

Pemain pengganti Hungaria Szabolcs Schon membuat stadion bergemuruh pada menit ke-80 ketika tembakannya melewati Patricio, tetapi bendera hakim garis dengan cepat mengibarkan bendera offside untuk merusak selebrasi Hungaria.

Guerreiro lantas membuat tuan rumah lebih sedih ketika tembakannya yang meleset masuk ke sudut jauh gawang setelah memantul dari kaki bek Hungaria Willi Orban, yang beberapa saat kemudian melanggar Rafa Silva untuk mengantar Ronaldo mencetak gol dari titik putih.

Ronaldo kemudian bergabung dengan Silva untuk menari dengan tenang melewati Gulacsi dan menyelesaikan satu hari rekor, untuk menjadi satu-satunya pemain yang tampil di lima Kejuaraan Eropa dan bermain paling banyak di final.

Pertarungan Hungaria vs Portugal benar-benar menarik perhartian warga setempat, ditandai dengan berjibunnya penonton di stadion. Dalam kaitan pandemik Covid-19, Hungaria mencatat kematian per kapita terbanyak di dunia, menurut data Universitas Johns Hopkins. Tapi Perdana Menteri Viktor Orban yang gila sepak bola, berniat mengisi stadion baru yang mengkilap, yang dibuka pada 2019, saat ia berusaha meningkatkan popularitasnya di masa pemilihan tahun depan.

Orban, yang hadir dalam pertandingan itu, telah menyalurkan miliaran euro dana negara untuk meningkatkan infrastruktur sepak bola yang sudah tua. Langkah itu menimbulkan kritik luas karena memprioritaskan sepak bola daripada dana perawatan kesehatan, terutama ketika pandemi berkecamuk.(rtr/sm)

IMI Terima Motor Trail KTM 125 SX

JAYAKARTA NEWS – Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo menyaksikan penyerahan 1 unit motor Trail Motorcross KTM 125 SX dari Wakil Ketua Umum IMI Pusat Bidang Internasional dan Event Alfonsus Judiarto yang juga CEO PT Premium Motorindo Abadi selaku distributor KTM dan Husqvarna, kepada Wakil Ketua Umum IMI Pusat Olahraga Sepeda Motor Sadikin Aksa dan Ketua Bidang Roda Dua Eddy Saputra. Motor tersebut akan menjadi hadiah untuk juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motocross 2021 Piala Ketua MPR RI yang akan digelar bulan Juli 2021.

“Kejurnas Motocross rencananya akan mempertandingkan berbagai kelas. Antara lain MX2 – SE 250Cc, MX 125 – SE 125Cc, MX 85 -SE 85Cc, MX 65 – SE 65Cc, MX 50 – SE 50 Cc. Melalui penyelenggaraan event Kejurnas Motocross, diharapkan bisa melahirkan lebih banyak lagi atlet balap motocross Indonesia yang mampu menembus kancah internasional, minimal bersinar di level Asia,” ujar Bamsoet dalam acara penyerahan hadiah motor Trail KTM 125 SX, di Jakarta, Senin (26/4/21).

Turut hadir para pengurus IMI Pusat, antara lain Sekjen IMI Pusat Ahmad Sahroni, Wakil Ketua Umum Olahraga Sepeda Motor Sadikin Aksa, Wakil Ketua Umum Internasional dan Event Judiarto, Wakil Sekretaris Jenderal Putra Rizky, Direktur off the Road Olahraga Sepeda Motor Eddy Saputra, serta Komunikasi dan Media Sosial Dwi Nugroho dan Hasby Zamri.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI ini menekankan, seiring telah ditunjuknya Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan motocross dunia, MXGP 2021, menandakan bahwa para atlet motocross nasional pun harus mulai bersinar. Terlebih Indonesia sedang menikmati kekuatan bonus demografi yang menunjukan besarnya kalangan belia dan muda Indonesia. Sebanyak 27,94 persen atau sebesar 75,49 juta jiwa merupakan Generasi Z kelahiran 1997-2012 yang kini berusia 8-23 tahun.

“Jika diturunkan lagi, sebanyak 10,88 persen penduduk Indonesia atau sekitar 29,3 juta penduduk masuk dalam Post Gen Z, yakni penduduk kelahiran tahun 2013 ke atas dengan perkiraan usia saat ini sampai dengan 7 tahun. Dari puluhan juta penduduk belia dan muda Indonesia tersebut, seharusnya tidak sulit mencari atlet motocross yang handal. Dengan catatan penyelenggaraan kejuaraan dilakukan secara kompetitif, serta pembinaan dilakukan secara rutin,” tandas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menerangkan, melalui penyelenggaraan Kejuaraan Nasional Motocross, IMI juga ingin berkontribusi memajukan perekonomian rakyat melalui sport tourism. UNWTO (United Nations World Tourism Organizations) menekankan sport tourism merupakan sektor wisata yang pertumbuhannya paling cepat di dunia. Mencapai 6 persen per tahun atau senilai USD 600 miliar per tahun. Tidak itu saja, sport tourism memberikan kontribusi 25 persen dari total penerimaan industri wisata dunia.

“Penyelenggaraan Kejurnas Motocross diperkirakan juga akan memberikan sumbangsih yang luar biasa bagi perekonomian masyarakat sekitar. Perputaran uangnya bisa mencapai puluhan miliar. Dari mulai sektor homestay, jasa transportasi, UMKM kuliner, souvenir, dan berbagai kerajinan lainnya akan merasakan dampaknya secara langsung,” pungkas Bamsoet. (*/rr)