KM Tidar Disiapkan Jadi Faskes Terapung Mendukung PON ke-20

JAYAKARTA NEWS— Dalam mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 di Papua, Pemerintah telah menyiapkan fasilitas isolasi terpusat dan fasilitas vaksinasi setempat secara terapung. Fasilitas ini akan memanfaatkan KM Tidar yang akan bersandar di Pelabuhan Jayapura. 

“Hal ini upaya antisipasi yang dilakukan pemerintah mengingat pelaksanaan PON akan meningkatkan kegiatan sosial masyarakat,” Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Jumat (10/9/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. 

Walaupun demikian, pemerintah akan tetap melakukan upaya preventif, dsengan memastikan Proto kesehatan dijalankan secara disiplin. Dan karena itu dibutuhkan komitmen masyarakat agar pelaksanaan PON ke-20 ini dapat berjalan dengan lancar dan bebas Covid-19.***/bnt

Menko PMK Lari Keliling Dua Putaran Stadion Papua Bersama Para Atlet

JAYAKARTA NEWS – Ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 merupakan momentum sangat berharga bagi Provinsi Papua. Sebagai tuan rumah, wilayah Indonesia paling timur itu bisa memanfaatkan gelaran akbar pesta olahraga nasional tersebut untuk mendulang sukses.  

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy berpesan ada tiga sukses yang harus dicapai oleh Provinsi Papua. Pertama, sukses penyelenggaraan PON XX. Kedua, sukses prestasi bagi para atlet Papua. Ketiga, sukses pembinaan atlet pasca-PON agar menjadi atlet berprestasi internasional.

“Karena itu, tiga ini supaya dijadikan program jangka panjang oleh Pemerintah Provinsi Papua. (PON XX Papua) ini harus dimanfaatkan betul karena momentum ini belum tentu datang dalam 10 tahun,” ujarnya saat duduk bersama para atlet kontingen Papua di rumput hijau lapangan Stadion Mandala, Jayapura, Papua, Jumat (10/9) pagi.

Menteri yang hobi olahraga itu sebelumnya berjalan kaki sepanjang 2 km dari tempatnya menginap menuju Stadion Mandala. Disambut para atlet bela diri pencak silat, tarung drajat, gulat, taekwondo, dan karate, lalu mereka berlari bersama mengelilingi lapangan stadion sebanyak 2 putaran.

Wansi, atlet pencak silat Papua, salah satu yang ikut lari bersama Menko PMK mengaku sangat antusias dan semangat dalam menyambut gelaran PON XX Papua yang akan dihelat pada 2-15 Oktober mendatang.

“Saya ingin menjadi juara dan mendapatkan emas untuk mengharumkan nama Papua,” tuturnya.

Walaupun masih diselimuti pandemi dengan segala keterbatasan, kata Menko PMK, pesta olahraga terbesar nasional itu adalah awal yang bagus untuk kembali bangkit usai dua tahun terhimpit wabah Covid-19.

Menurut dia, sukses tidaknya PON XX Tahun 2021 di Papua sangat tergantung beberapa hal. Antara lain, semua venue dibangun dengan telah berstandar internasional sehingga jangka panjang ke depan dapat terus dimanfaatkan untuk pembinaan atlet-atlet bertalenta.

“Jadi nanti Papua akan kita arahkan menjadi pusat pembinaan talenta olahraga nasional. Talenta kan macam-macam, untuk yang olahraga akan dipusatkan di sini,” cetusnya.

Muhadjir meyakini melalui ajang PON XX, Papua akan mampu melahirkan atlet-atlet bertalenta yang nantinya akan menjadi atlet berprestasi internasional. Bukan hanya mengangkat derajat Papua di level nasional, lebih dari itu mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

Sebagai akhir rangkaian kunjungan kerja Menko PMK di Provinsi Papua, ia turut meninjau venue menembak yang berada di Lukas Enembe Stadium, Stadion Papua Bangkit. Secara keseluruhan, venue yang akan digunakan untuk penyelenggaraan PON XX sudah siap digunakan. (*/uli)

Jelang PON XX, Mendagri Cek Kesiapan Sejumlah Venue di Jayapura, Papua

JAYAKARTA NEWS— Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Menko Polhukam mengecek sejumlah venue olahraga di Jayapura, Provinsi Papua. Peninjauan itu untuk memastikan kesiapan gelanggang olahraga jelang perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 di Jayapura. Mendagri menjelaskan, meski dibuka secara resmi pada 2 Oktober 2021, akan tetapi beberapa cabang olahraga telah mulai dikompetisikan lebih awal pada bulan September. Untuk itu, pihaknya ingin memastikan seluruh persiapan telah dimaksimalkan.

“Kami kira apa yang disampaikan Bapak Menko tadi 3 (tiga) hal, yang pertama mungkin adalah kesiapan, mau melihat kesiapan venue dan kemudian kesiapan organisasi manajemen pendukung kegiatan untuk kegiatan itu sendiri,” kata Mendagri di Lukas Enembe Stadium Jayapura, Jumat (10/9/2021).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Menko Polhukam mengecek sejumlah venue olahraga di Jayapura, Provinsi Papua–foto puspen kemendagri

Dalam kunjungannya itu, Mendagri menuturkan, seluruh venue yang ditinjaunya di Jayapura masih dalam proses persiapan untuk disempurnakan jelang hari H pelaksanaan perhelatan olahraga nasional itu. Ia pun meminta panitia penyelenggara bersama tim pendukung yang melakukan pendampingan, betul-betul mengecek kesiapan per venue.

“Dicek betul terutama dari panitia, cek betul secara rinci tiap-tiap venue dan kesiapan dari organisasi, baik komite yang untuk mengelola organisasi secara keseluruhan maupun yang spesifik teknis, ini perlu persiapan,” tandasnya.

Ihwal keamanan, Mendagri juga memastikan Polda dan Kodam setempat telah memiliki kewaspadaan dan pemetaan dalam memberikan jaminan keamanan kepada seluruh kontingen yang hadir di PON Papua. “Kemudian yang kedua adalah masalah keamanan dan saya yakin sudah tau petanya di sini, dan Merauke saya kira cukup aman,” ujarnya.

Mendagri juga mengatakan, sehubungan dengan pelaksanaan PON XX Papua 2021 dilaksanakan masih dalam masa pandemi Covid-19, hal ini menjadi tantangan dan atensi tersendiri dari Presiden Joko Widodo. Untuk itu, diminta agar percepatan vaksinasi terus dilakukan. Tak hanya akselerasi vaksinasi, pihaknya juga akan terus memastikan seluruh perhelatan cabang olahraga dilakukan dengan taat protokol kesehatan Covid-19.

“Bapak Presiden sudah memerintahkan kepada Menkes kemudian Kapolri, Panglima TNI untuk melakukan percepatan vaksin untuk 5 daerah: Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom karena aglomerasi, kemudian Merauke dan Mimika,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Mendagri, Menko Polhukam, bersama rombongan meninjau beberapa venue olahraga di Jayapura, di antaranya venue baseball dan venue rugby. Tak hanya itu, Mendagri beserta rombongan juga melihat jalannya simulasi alur masuk dan penerapan prokes bagi penonton pada upacara pembukaan. Kemudian, Mendagri bersama Menko Polhukam juga sempat melakukan rapat dengan sejumlah stakeholder terkait dalam penyelenggaraan PON XX Papua tersebut. (ont)

Kontingen Jatim Ke PON XX Papua Menurunkan 544 Atlet

JAYAKARTA NEWS– Kontingen Jatim yang akan berlaga di PON XX di Papua mendatang menurunkan sebanyak 544 atlet dan 260 pelatih/mekanik/manager asal Jatim dalam gelaran olahraga tersebut.

Tak hanya itu, didukung pula oleh 55 orang ekstra official, 150 orang Satgas, 35 orang pendukung satgas, 75 orang tim sport sciences dan 26 orang tim media.

Dari total seluruh Cabang Olahraga (Cabor) yang diperlombakan, Jawa Timur sendiri akan mengikuti 47 Cabor dan hanya menyisakan sembilan Cabor. Pemberangkatan kontingen Jatim diresmikan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pada Kamis(9/9) di Grahadi.

Dihadapan para Atlet, pelatih dan official yang akan berlaga di Papua, secara luring maupun daring itu, Gubernur Khofifah menyampaikan dua misi utama yang harus diemban Kontingen Jatim pada gelaran PON XX Papua kali ini.

Selain misi kemenangan, Gubernur Khofifah menitipkan misi khusus bagi Kontingen Jatim yaitu misi persaudaraan. Orang nomor satu di Jatim ini memastikan agar Kontingen Jatim bisa menyatu dengan masyarakat yang ada di Papua sebagai tuan rumah.

“Harus menjadi satu kesatuan bahwa Kontingen Jawa Timur sukses di dalam berlaga di berbagai cabor, juga sukses menyatu dengan masyarakat Papua,” pesan Khofifah.

Misi khusus ini menjadi penting bagi Gubernur Khofifah karena nuansa persatuan dan persaudaraan harus menjadi ruh utama dalam setiap turnamen olahraga. Bahkan sempat berbagi pengalamannya saat berkunjung ke Papua. Suasana persaudaraan yang hangat di bumi Cenderawasih begitu membekas di hati Gubernur perempuan pertama di Jatim itu.

Dengan sama-sama memiliki latar belakang budaya yang beragam, dirinya meyakini bahwa Jatim dan Papua bisa berseiring.

“Insya Allah, Jatim ini sangat berseiring dengan budaya Papua yang juga sangat menghormati tatanan kehidupan yang begitu beragam,” tuturnya.

Tak hanya itu, dirinya menekankan keseriusan dari semua pihak yang terlibat dalam event ini. Sangat penting untuk tidak mengabaikan hak-hak para atlet, seperti kesehatan misalnya. Kesehatan atlet, baginya merupakan salah satu aspek prioritas yang perlu dijaga.

“Persiapan akhir sudah dilakukan. Kami melihat itu semua sudah dipersiapkan, semua penginapan sudah 96% dipersiapkan untuk ini. Sehingga mudah-mudahan ini lancar,” tutur Khofifah.

“Mudah-mudahan ada kejayaan dan keluarbiasaan yang terlahir dari atlet-atlet yang akan berlaga di PON XX ini, Capailah prestasi setinggi-tingginya,” harap Gubernur Khofifah.

Berdasarkan jadwal pertandingan yang telah ditetapkan, rencananya Kontingen PON Jatim akan berangkat pada 17 September mendatang guna memulai pertandingan pada tanggal 22 September 2021. Pada PON XX Papua kali ini akan mempertandingkan 37 Cabang Olahraga, 56 Disiplin Olahraga, dan 679 nomor pertandingan atau perlombaan. (poedji)

Ketum PWI Pusat Atal S Depari Terima Penghargaan Anugerah Olahraga

JAYAKARTA NEWS— Pemerintah mengapresiasi para insan olahraga yang terdiri dari olahragawan, wasit, pembina olahraga, akademisi, dan wartawan, menerima penghargaan pada peringatan Haornas ke-38 Tahun 2021. Menpora Amali mengumumkan secara langsung, di GOR POPKI Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (9/9) . Karena keterbatasan waktu serta penerapan protokol Kesehatan dalam penyelenggaraan peringatan, sehingga hanya dibacakan untuk20 penerima dari keseluruhan yang akan menerima.

“Seiring dengan telah ditandatanganinya Prepres No 86 Tahun 2021 tentang DBON oleh Presiden RI Joko Widodo, pemerintah memberikan penghargaan kepada para atlet yang berprestasi di tingkat dunia, Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo,” kata Menpora Amali dalam pengantarnya.

“Bagi para atlet Paralimpiade teruslah bersemangat, tidak ada perbedaan apa yang diberikan kepada atlet Olimpiade, semua sama, Kemenpora merupakan kementerian yang ramah terhadap para difabel,” imbuhnya.

Adapun 20 di antara para penerima penghargaan itu, ada olahragawan Apriyani Rahayu, Greysia Polii, peraih medali emas Ganda Putri Bulutangkis pada Olimpiade Tokyo 2020 beberapa waktu yang lalu. Leani Ratri Oktila, Hary Susanto, Khalimatus Sadiyah, peraih emas dan perak Para Badminton Paralimpiade Tokyo 2020. Selain atlet, ada Wasit Bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020 asal Indonesia Wahyana. 

“Selain para atlet dan wasit, pemerintah juga memberikan penghargaan kepada insan olahraga yang telah berkontribusi terhadap prestasi olahraga, seperti kategori pembina olahraga, dosen olahraga, dan wartawan olahraga,” ucapnya.

Sementara untuk pembina olahraga yang memperoleh penghargaan, Agung Firman Sampurna Ketua BPK yang menjabat Ketum PBSI, Raja Sapta Oktohari President NOC Indonesia, Senny Marbun Ketum NPC Indonesia, Marciano Norman Ketum KONI Pusat, Rosan Perkasa Roeslani CDM Olimpiade Tokyo 2020/Ketum PB PABSI, Listyo Sigit Prabowo Kapolri sebagai Ketum PB ISSI, Hadi Tjahjanto Panglima TNI sebagai Ketum PB FORKI, Hayono Isman Ketum KORMI Pusat, Heri Ahmadi Dubes LBBP Indonesia untuk Jepang.

Selanjutnya untuk para akedemisi, penghargaan diberikan kepada Sumaryanto Rektor UNY, Jamal Wiwoho Rektor UNS, Mochammad Asmawi Guru Besar Keolahragaan UNJ, Tandiyo Rahayu Dekan FIK Unnes. Sedangkan untuk pewarta berita olahraga, diberikan kepada wartawan senior Atal Sembiring Depari yang juga Ketua Umum PWI Pusat. (ks)

Video Call Presiden Jokowi dengan Tim Paralimpiade: Luar Biasa, Saya Tunggu Semuanya di Istana

JAYAKARTA NEWS— Presiden Joko Widodo mengaku sangat bahagia dan bangga atas kiprah para atlet di multievent Paraliampiade Tokyo 2020. Apalagi atas kiprah mereka, Indonesia berhasil menyabet medali emas untuk pertama kalinya sejak 41 tahun lalu.

Sebagaimana diketahui, Indonesia membukukan sembilan medali dari ajang Paralimpiade Tokyo yakni dua emas, tiga perak dan empat perunggu.  Adapun medali emas diperoleh dari cabang para-badminton nomor ganda putri, Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah. Satu emas lagi didapat dari ganda campuran Leani Ratri Oktila/Hary Susanto.

“Ini kabar yang sangat menggembirakan sekaligus membanggakan: Indonesia kembali meraih medali emas di Paralimpiade setelah 41 tahun berlalu. Bukan satu, tapi dua emas dari atlet-atlet para-badminton Indonesia,” ungkap Presiden Joko Widodo saat melakukan video call dengan Tim Paralimpiade Indonesia, Minggu (5/9/2021) siang.

Presiden mengawali sapaannya dengan ‘Selamat siang! Sehat semuanya?” Yang dijawab serempak oleh Tim Paralimpiade Indonesia.”Sehat Bapak Presiden!”

Presiden Joko Widodo video call dengan Tim Paralimpiade Indonesia, Minggu (5/9/2021)—foto instagram Presiden Joko Widodo

Presiden mengungkapkan dirinya mewakili seluruh masyarakat Indonesia mengucapkan selamat untuk medali emas cabang para-bulutangkis dari ganda putri dan ganda campuran.

“Ini kabar yang sangat sangat menggembirakan. Membanggakan kita semua setelah 41 tahun kita bisa kembali meraih medali emas di Paralimpiade, langsung dua emas,” ujar Presiden sambil geleng-geleng kepala tanda takjub.

Tim Paralimpiade pun serentak menjawab,” Itu berkat doa Bapak Presiden dan restu seluruh rakyat Indonesia!”

Menurut Presiden, dirinya tidak bisa banyak berkomentar. Namun dia melihat betapa luar biasanya penampilan ganda putri Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah dan ganda campuran Leani Ratri Oktila/Hary Susanto. “Luar biasa sekali. Permainannya sangat bersemangat. Saya sempat takut Ratri/Sadiyah kehilangan set kedua, karena sempat tertinggal, kan? Tapi Ratri/Sadiyah bisa bangkit mengejar dan juara. Kemudian Ratri/Hary juga bagus saat tampil di ganda campuran,” ujar Jokowi bersemangat sambil memberikan dua jempol.

Presiden juga menyampaikan bahwa dirinya menunggu kedatangan Tim Paralimpiade Indonesia ke Istana. “Saya tunggu nanti di Istana semuanya,” ujar Presiden.***ebn

Cabang Bulutangkis Sukses Berikan Emas Pertama Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020

JAYAKARTA NEWS – Ganda putri di cabang bulutangkis Indonesia,  berhasil mempersembahkan emas pertama di Paralimpiade 2020 di Tokyo. Ganda putri itu adalah Khalimatus Sadiyah dan Laelani Ratri Oktila. Khaelani sendiri adalah pebulutangkis asal Jawa Timur.

Atlet asal Mojokerto berusia 21 tahun yang lahir pada 17 September 1999 dan akrab disapa Alim ini memenangi final ganda putri bersama Leani Ratri Oktila saat melawan atlet Cina, Cheng Hefang dan Ma Huihui di Yoyogi National Stadium. Keduanya menang telak di dua babak dengan skor 21-18 dan 21-12 dalam waktu 32 menit saja.

Dalam pertandingan tersebut, Alim dan Leani masuk dalam klasifikasi SL3-SU5. Klasifikasi SL3 merupakan kelas atlet dengan gangguan berjalan atau tidak seimbang. Sedangkan klasifikasi SU5 untuk atlet dengan keterbatasan bagian tubuh atas seperti salah satu tidak bisa digunakan secara normal.

Dengan perolehan kemenangan itu, saat ini Kontingen Indonesia sudah mengantongi enam medali di Paralimpiade Tokyo 2020, yakni satu emas, dua perak, serta tiga perunggu.

Atas prestasi yang mengharumkan bukan hanya nama daerah, tapi juga bangsa dan negara Republik Indonesia ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku bangga dan bersyukur  serta apresiasinya  atas prestasi ini.

Menurut Gubernur Jatim yang lekat disapa Khofifah ini, capaian Alim merupakan kebanggaan besar bagi Jatim mengingat ia adalah salah satu putri daerah yang membawa harum nama Jatim hingga kancah dunia.

“Selamat untuk Khalimatus Sadiyah dan Leani Ratri Oktila yang telah berhasil mempersembahkan emas pertama Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020. Alhamdulillah, kita  bersyukur dan bangga bahwa ada puteri daerah yang mengharumkan nama Jatim dan Indonesia  di kancah internasional,” ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu  (5/9).

Khofifah menambahkan, betapa sosok Alim merupakan contoh nyata di mana kekurangan dalam diri tiap individu dapat menjadi kekuatan yang bisa membawanya pada kesuksesan. Hal tersebut, lanjutnya, sudah semestinya tertanam pada benak setiap orang khususnya generasi penerus di Jatim.

“Prestasi atlet kita ini adalah bukti bahwa kekurangan bukanlah batasan untuk tidak meraih kesuksesan. Bahkan, dengan berkaca pada Alim, kita sebenarnya bisa mengubah kelemahan menjadi kelebihan, kekurangan menjadi kekuatan,” tutur orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.

“Saya berharap, putera-puteri Jatim bisa mencontoh Alim dan menerapkan mental baja yang ia punya. Semoga, akan lebih banyak anak-anak kita yang dapat mengikuti jejaknya dan membuat bangga keluarga ,  daerahnya serta bangsanya,” lanjutnya.

Di akhir, Gubernur Khofifah juga menyemangati para atlet lain yang sedang berjuang untuk negeri. Ia berharap, semakin banyak kemenangan dapat diraih.

“Kita tentu juga sangat berharap atlet lainnya bisa menyusul membawa medali dan kemenangan untuk negeri kita tercinta Indonesia,” tutupnya.

Sebagai informasi, Alim adalah atlet binaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jatim yang saat ini tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Paralimpiade Tokyo 2020 bukanlah satu-satunya prestasi yang pernah Alim capai, berbagai prestasi telah berhasil ditorehkannya. Diantaranya yaitu, pada gelaran the 3rd Asian Para Games 2018, ia meraih medali emas untuk bulutangkis ganda putri kelas SL3-SU5, medali perunggu untuk bulutangkis tunggal putri kelas SL4, serta medali perunggu untuk bulutangkis ganda campuran kelas SL3-SU5.

Selain itu, juara 1 (Emas), Indonesia Para Badminton International tahun 2016 di Solo, Juara 2 (Perak), PEPARNAS ke XV tahun 2016 di Bandung, Juara 1 ( Emas), ASEAN Para Games ke 8 tahun 2015 di Singapura, dan Juara 1 ( Emas),Juara 2 ( Perak), Juara 3 ( Perunggu),Pada ajang ASIAN Para Games ke 8 di Singapura tahun 2015 (Piagam Penghargaan Dari KEMENPORA). Serta masih banyak lagi prestasi yang berhasil diraihnya.  (poedji)

Indonesia Raih 9 Medali di Parilimpiade Tokyo 2020

JAYAKARTA NEWS— Pasangan pebulu tangkis Leani Ratri Oktila/Hary Susanto mempersembahkan medali emas kedua bagi kontingen Indonesia di ajang Parilimpiade Tokyo 2020. Ratri/Hary yang berlaga pada partai final cabang olahraga (cabor) para-badminton nomor ganda campuran SL3-SU5, di Yoyogi National Stadium, Minggu (05/09/2021), berhasil menyabet medali emas setelah mengalahkan pasangan asal Prancis Lucas Mazur/Faustine Noel dalam dua gim langsung 23-21, 21-17.

Sebelumnya, Rarti yang hari ini juga turun pada nomor tunggal putri SL4 berhasil menyabet medali perak setelah pada laga puncak takluk atas Cheng Hefang dari Cina melalui pertandingan sengit rubber game dengan skor 19-21, 21-17, 16-21.

Indonesia juga memperoleh tambahan medali di cabang para-badminton melalui atlet Fredy Setiawan. Fredy yang hari ini turun di nomor tunggal putra SL4 berhasil meraih medali perunggu setelah menang atas atlet asal India Tarun dalam dua gim langsung 21-17, 21-11. Dengan tambahan tiga medali tersebut, total Kontingen Merah Putih telah membukukan sembilan medali (dua emas, 3 perak, dan empat perunggu) dan saat ini berada pada peringkat 43.

Adapun rincian sembilan medali tersebut adalah sebagai berikut: 1. Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah, cabor para-badminton nomor ganda putri SL3-SU5 (medali emas); 2. Leani Ratri Oktila/Hary Susanto, cabor para-badminton nomor ganda campuran SL3-SU5 (medali emas); 3. Ni Nengah Widiasih, cabor powerlifting nomor 41kg putri (medali perak); 4. Dheva Anrimusthi, cabor para-badminton nomor tunggal putra SU5 (medali perak); 5. Leani Ratri Oktila, cabor para-badminton nomor tunggal putri SL4 (medali perak); 6. Saptoyogo Purnomo, cabor atletik nomor 100m – T37 putra (medali perunggu); 7. David Jacobs, cabor tenis meja tunggal putra kelas 10 (medali perunggu); 8. Suryo Nugroho, cabor para-badminton nomor tunggal putra SU5 (medali perunggu); dan 9. Fredy Setiawan. cabor para-badminton nomor tunggal putra SL4 (medali perunggu).***setkab/ebn

Ni Nengah Widiasih Persembahkan Medali Pertama untuk Indonesia di Paralimpiade Tokyo

JAYAKARTA NEWS— Kontingen Indonesia memperoleh medali pertama di Paralimpiade Tokyo 2020. Medali tersebut dipersembahkan oleh atlet Ni Nengah Widiasih yang berhasil meraih medali perak di cabang olahraga para angkat berat atau para powerlifting.

Bertanding di Tokyo International Forum, Kamis (26/08/2021), pada kelas 41kg putri, Ni Nengah Widiasih berhasil meraih perak dengan angkatan 98kg. Sedangkan medali emas diperoleh oleh atlet Cina Guo Lingling dengan raihan 108kg dan perak oleh atlet Venezuela Clara Fuentes Monasterio dengan angkatan 97kg. Demikian dikutip dari laman setkab.go.id

Medali ini adalah medali kedua yang dipersembahkan Widiasih untuk kontingen Merah Putih. Sebelumnya, di ajang Paralimpiade Rio de Janeiro 2016, Widiasih menjadi wakil Indonesia satu-satunya yang menyumbangkan medali setelah meraih perunggu di nomor 41kg putri dengan angkatan 95kg. Kala itu, medali emas diraih wakil Turki Nazmiye Muratli dengan 104kg dan perak disabet oleh Zhe Chui dari Cina dengan 102kg.***/ont

Presiden Berikan Penghargaan untuk Atlet Olimpiade Tokyo 2020

JAYAKARTA NEWS— Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima kontingen Indonesia yang telah berjuang di Olimpiade Tokyo 2020, di halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/08/2021) pagi. Mengawali sambutannya, Presiden mengucapkan rasa syukur karena seluruh kontingen Indonesia telah tiba kembali di Tanah Air dalam keadaan sehat dan selamat.

“Saya beserta seluruh rakyat sangat bangga atas perjuangan, atas kerja keras yang telah Saudara-saudara lakukan di Tokyo. Terima kasih kepada seluruh atlet, para pelatih, para ofisial, para pendamping, dan juga Chef de Mission, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Jepang juga, serta berbagai pihak yang telah menyukseskan perhelatan besar ini,” ujar Presiden.

Secara khusus Kepala Negara juga kembali menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada para atlet yang telah berhasil mempersembahkan medali untuk Indonesia.

“Terima kasih atas medali emas yang diberikan oleh bulu tangkis ganda putri. Ini melanjutkan tradisi medali emas Indonesia di Olimpiade dari cabang bulu tangkis. Sekali lagi, selamat kepada para juara, medali emas yang diraih oleh ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu,” ujarnya.

Ucapan selamat dan apresiasi juga disampaikan Presiden kepada Eko Yuli Irawan yang berhasil meraih medali perak di cabang olahraga (cabor) angkat besi putra kelas 61 kilogram. Kemudian peraih medali perunggu yaitu Anthony Sinisuka Ginting di cabor bulu tangkis tunggal putra, Windy Cantika Aisah di cabor angkat besi putri kelas 49 kilogram, serta Rahmat Erwin Abdullah dari angkat besi putra kelas 73 kilogram.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga secara simbolis memberikan penghargaan berupa bonus kepada para atlet dan juga para pelatih. “Jadi untuk peraih medali emas Rp5,5 miliar, kemudian peraih medali perak Rp2,5 miliar, kemudian peraih medali perunggu Rp1,5 miliar. Bonus juga diberikan kepada para pelatih, kemudian juga para atlet non peraih medali juga diberikan,” ujar Presiden.

Menutp sambutannya Presiden Joko Widodo menyampaikan harapan agar prestasi yang diraih oleh atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 ini dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat Indonesia.

“Semoga prestasi yang Saudara-saudara raih saat ini dapat menjadi inspirasi, dapat menjadi teladan, dapat menjadi dorongan dan motivasi bagi para atlet dan masyarakat kita semuanya agar terus bekerja keras, terus berprestasi dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

Sementara itu Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dalam laporannya menyampaikan bahwa pada ajang olahraga paling bergengsi di dunia ini kontingen Indonesia turun dengan 28 atlet dan 26 ofisial dan mengikuti delapan cabang olahraga, yaitu bulu tangkis, angkat besi, panahan, atletik, selancar, menembak, dayung, dan renang. Total medali yang berhasil diraih adalah lima medali dengan rincian satu medali emas, satu medali perak, dan tiga medali perunggu.

Ke-28 atlet yang diturun di Olimpiade Tokyo tersebut adalah Eko Yuli Irawan, Deni, Rahmat Erwin Abdullah, Windy Cantika Aisah, dan Nurul Akmal yang turun di cabor angkat besi. Kemudian, Lalu Muhammad Zohri dan Alvin Tehupeiory di cabor atletik.

Selanjutnya, di cabor bulu tangkis adalah Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Marcus Fernaldi Gideon, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan, Gregoria Mariska Tunjung, Greysia Polii, Apriyani Rahayu, Praveen Jordan, dan Melati Daeva Oktavianti.

Sedangkan, di cabor dayung yaitu Mutiara Rahma Putri dan Melani Putri serta di cabor menembak yaitu Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba. Cabor selanjutnya adalah panahan, yang menurunkan  Diananda Choirunisa, Riau Ega Salsabila, Arif Dwi Pangestu, dan Alviyanto Bagas Prastayadi. Cabor renang yaitu Aflah Fadlan Prawira dan Azzahra Permatahani serta cabor selancar diperkuat oleh Rio Waida.

Turut hadir dalam acara ini antara lain Menpora Zainuddin Amali, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari, Chef de Mission Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020 Rosan P. Roeslani yang juga merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI), Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Agung Firman Sampurna, dan perwakilan para atlet yang berlaga di Olimpiade Tokyo 2020.***/ebn