Danjen Kopassus Semangati Atlet Terjun Payung Papua Barat

JAYAKARTA NEWS— Danjen Kopassus, Mayjen TNI Mohammad Hasan memberikan motivasi sekaligus melepas 15 atlet serta pelatih terjun payung kontingen Papua Barat yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua.

Selain Danjen,turut hadir pula dalam acara pelepasan atlet tersebut, yakni pelatih kepala Kolonel Inf Suwondo Ass Manager Adri Benny Terok beserta para atlet yang juga mayoritas sebagai Anggota Kopassus.

“Saya rasa persiapan teknis sudah maksimal untuk meraih medali dan prestasi. Namun perlu diingat, disamping aspek teknis, yang lebih penting adalah kesiapan mental tarung dan pengendalian diri,” kata Mohammad Hasan, di Markas Kopassus Cijantung Jakarta,Rabu (29/09/21) sebelum Tim bertolak ke Mimika Papua.

Saya sangat menaruh harapan besar terhadap para atlet untuk meraih hasil maksimal serta prestasi tertinggi, serta yang paling penting selalu menjaga nama baik Kopassus.

Meskipun tim mewakili daerah dalam ajang PON XX Papua, namun sebagai prajurut harus menjaga nama baik dan tentu mengedepankan sportivitas yang tinggi dan tetap mengedepankan faktor keselematan yang utama. Ujar Jenderal Bintang dua penganti Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa yang kini dipercaya mengemban jabatan sebagai Pangdam XVIII/Kasuari Papua Barat.

Sementara itu, pelatih kepala terjun payung Papua Barat Kolonel Inf.Suwondo mengatakan terima kasih atas motivasi serta dukungan penuh Danjen Kopassus kepada atlet serta oficial yang akan berjuang pada Cabor terjun payung di PON XX Papua.

Suwondo berharap dengan motivasi ganda yang diberikan bisa lebih memacu semangat tim terutama bagi para atlet untuk memberikan hasil terbaik.

Suwondo juga mengatakan sebelum acara pertemuan dengan Danjen Kopassus baik para atlet dan oficial melakukan kunjungan silaturahmi ke asrama yatim mizan amanah kalisari pimpinanan Ade Muhhamad guna melaksanakan doa bersama untuk kesehatan keselamatan dan keberhasilan bagi peterjun Papua Barat.

Seperti diketahui untuk Cabang Olahraga terjun payung sendiri akan berlangsung pada tanggal 3 sampai 14 oktober di halaman kantor Bupati Mimika Papua.**ketty

Jelang PON XX Papua, Kepala BNPB Minta Percepat Vaksinasi dan Perketat Prokes di Daerah Venue

JAYAKARTA NEWS— Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito meminta dilakukan percepatan vaksinasi Covid-19 di Papua yang sebentar lagi akan menggelar Pekan Olah Raga Nasional ke-20. Ganip juga meminta penguatan penerapan protokol kesehatan demi kelancaran dan keamanan pelaksanaan acara ini.

Hal tersebut disampaikan Ganip dalam rapat yang bertajuk Perkembangan Pelaksanaan Vaksin di Daerah Venue PON XX bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, beserta unsur Forkopimda Provinsi Papua di Ballroom Swissbel Hotel, Kota Jayapura, Rabu (29/9).

Berdasarkan data yang telah dihimpun Kementerian Kesehatan, Selasa (28/9), ada empat kabupaten tempat beberapa venue telah mencapai vaksinasi Covid dosis pertama di atas 50% . Adapun rincian cakupan vaksinasinya yakni Kabupaten Jayapura dosis pertama 58 % dosis kedua 36 %, Kota Jayapura dosis pertama 65 % dosis kedua 39 %, Kabupaten Mimika dosis pertama 61 % dosis kedua 42 %, dan Kabupaten Marauke dosis pertama 70 % dosis kedua 44 %.

Lebih lanjut, Ganip juga menyampaikan pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 memastikan penyelenggaraan PON XX agar terhindar dari penularan Covid-19. Oleh karena itu, diimbau melalui jajaran unsur Forkopimda yang hadir, untuk selalu mengajak seluruh masyarakat menerapkan disiplin protokol kesehatan.

Adapun Provinsi Papua sendiri sudah memenuhi syarat Inmendagri No.44/2021 mengenai syarat dalam penyelenggaraan kegiatan besar. Di antaranya sudah mencapai angka vaksinasi minimal 50% di empat Kabupaten/Kota dimana tempat venue perlombaan berlangsung. ***ebn

Jelang PON XX: Gerakan Mobil Masker untuk Masyarakat di Papua

JAYAKARTA NEWS— Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX di Provinsi Papua akan segera digelar. Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan perhelatan tersebut digelar dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat demi mencegah adanya lonjakan kasus Covid-19.

Mendukung hal tersebut, BNPB dan Satuan Tugas Protokol Kesehatan (Subsatgas Prokes) PON XX Papua memberikan penguatan prokes dengan menurunkan gerakan mobil masker yang disebar di empat wilayah pusat pertandingan yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke.

Operasi pembagian masker di Kota Jayapura akan dimulai hari ini, Sabtu (25/9). Total ada 12.000 masker yang akan dibagikan hari ini. Penguatan protokol kesehatan di Kota Jayapura tersebut didukung oleh 123 relawan prokes PON XX Papua dari berbagai lembaga. Sebelumnya para relawan sudah mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas dengan dibekali pendalaman materi terkait protokol kesehatan dan sistem pelaporan aplikasi inaRISK.

Selain mobil masker, penguatan protokol kesehatan juga dilakukan melalui kampanye dan edukasi protokol kesehatan secara langsung kepada para atlet, pendamping atlet/official, dan masyarakat di sekitar venue pertandingan.

“Tujuannya adalah agar event besar seperti PON ini terselenggara dengan sukses dan aman dari Covid-19,” kata dr. Riswandi, Ketua Subsatgas Prokes Kota Jayapura, Sabtu (25/9).

Kegiatan Mobil Masker dan kampanye protokol kesehatan menyasar wilayah yang berpotensi menimbulkan kerumunan di antaranya di Lapangan Mandala, Gelanggang Olahraga (GOR) Cendrawasih, Lapangan Universitas Cenderawasih, Jembatan Youtefa, GOR Politeknik Penerbangan, dan GOR Waringin.

Selain gerakan mobil masker, akan ada 6 gerai masker yang ditempatkan di pusat-pusat kegiatan selama PON XX berlangsung. Sebanyak 1.000 masker akan di sebar di gerai-gerai tersebut setiap harinya.***ebn

BMKG akan Kawal Informasi Cuaca Seluruh Klaster Pertandingan PON Papua

JAYAKARTA NEWS— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2021. Sejumlah skenario pun telah dipersiapkan untuk menyukseskan agenda olahraga 4 tahunan tersebut.

“Dari awal pembukaan hingga berakhir kami (BMKG-red) akan support penuh penyelenggaraan PON. Kesuksesan penyelenggaraan PON otomatis menjadi kebanggan seluruh rakyat Indonesia,” ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati di Jakarta, aebagaimana dikutip dari laman bmkg.go.id

Sejumlah skenario yang dipersiapkan, kata Dwikorita, di antaranya yaitu memperbaharui informasi cuaca publik Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Merauke, dan Kabupaten Mimika yang menjadi lokasi penyelenggaraan PON setiap tiga (3) jam sekali. Informasi tersebut akan ditampilkan pada seluruh display yang berada di masing-masing venue dan sarana informasi lainnya seperti website dan aplikasi mobile PON.

Menurut dia, hal ini cukup krusial mengingat cuaca ekstrem dapat muncul sewaktu-waktu. Terlebih penyelenggaraan PON XX 2021 sendiri bertepatan dengan kalender musim penghujan Indonesia.

“Pemantauan cuaca dilakukan secara kontinyu dengan peringatan sedini mungkin. Dengan begitu, panitia penyelenggara dapat segera merespon dan mengantisipasi kondisi alam saat itu. Khususnya untuk cabang olahraga yang sensitif cuaca,” imbuhnya.

Skenario lainnya, BMKG akan menyediakan informasi cuaca maritim, di antaranya prakiraan cuaca perairan, prakiraan tinggi gelombang, dan informasi pasang surut air laut untuk mendukung penyelenggaraan cabang olahraga yang dilangsungkan di klaster Kota Jayapura.

Sementara itu, Kepala Balai Besar BMKG Wilayah V Jayapura, Cahyo Nugroho mengatakan BMKG juga menyediakan informasi cuaca khusus untuk mendukung penyelenggaraan cabang olahraga dirgantara. Diantaranya, informasi prakiraan arah dan kecepatan angin lapisan 700 meter, 1.500 meter, dan 3.000 meter serta SDM pendukung yang akan memberi briefing kondisi cuaca kepada penyelenggara lomba.

“Untuk memaksimalkan informasi cuaca, kami juga memasang sejumlah peralatan pendukung di arena cabor paralayang, gantole, dan olahraga layar. Kinerja perangkat radar cuaca di Sentani, Merauke, dan Timika juga akan dimaksimalkan untuk mendukung cabor dirgantara,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, lanjut Cahyo, BMKG memberikan layanan kalibrasi untuk peralayan yang dimiliki oleh penyelenggara PON tanpa dipungut biaya. BMKG juga menyediakan fasilitas ruangan untuk tim panitia pelaksana cabor paralayang sehubungan dengan dekatnya lokasi dengan kantor Balai Besar BMKG Wilayah V Jayapura.

“Panitia bisa memonitor pergerakan atlit paralayang melalui radar yang dipasang di panic room, mengingat area lintasannya sangat luas sehingga tidak memungkinkan dipantau secara visual mata. Ada alat yang dipasang pada paralayang sehingga bisa dimonitor perjalanan atlet,” paparnya.

Cahyo menyebut, informasi prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG dapat menjadi rujukan bagi seluruh kontingen provinsi dalam menentukan strategi untuk mengoptimalkan hasil lomba atau pertandingan. ***ebn

Sebanyak 123 Relawan Dikerahkan untuk Menegakkan Prokes Selama PON XX Papua

JAYAKARTA NEWS— Protokol kesehatan (prokes) merupakan langkah penting mencegah lonjakan kasus Covid-19 selama penyelenggaan PON XX pada 2 – 15 Oktober 2021 di Papua. BNPB dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional menyiapkan sejumlah relawan prokes jelang kompetisi 37 cabang olahraga tersebut.

Sebanyak 123 relawan dari berbagai lembaga mendapatkan peningkatan kapasitas dalam rangka persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX. Mereka akan bertugas di wilayah Kota Jayapura, sedangkan untuk wilayah lain, seperti Kabupaten Jayapura, Merauke dan Mimika, lebih banyak relawan akan dilibatkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nasional melaksanakan kegiatan tersebut pada hari ini, Jumat (24/9) di Kota Jayapura, Papua.

Saat pembukaan Deputi Bidang Pencegahan BNPB Prasinta Dewi mengharapkan keterlibatan pentaheliks, khususnya relawan, dalam mendukung penguatan disiplin protokol kesehatan dalam pesta olehraga nasional ini.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan para relawan yang hadir di sini untuk mendukung penerapan protokol kesehatan dan mencegah bersama-sama potensi lonjakan kasus Covid-19 jelang PON XX ini,” ujar Prasinta.

Prasinta menyampaikan bahwa tugas para relawan mencakup tiga hal. Mereka ditugaskan untuk membagi masker kepada masyarakat umum, khususnya warga yang akan menyaksikan pertandingan olahraga di berbagai tempat penyelenggaraan PON.

“Sosialisasi penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat guna mengurangi penyebaran virus Covid-19 selama penyelenggaraan PON,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, relawan akan bertugas di enam gerai yang tersebar di tempat penyelenggaraan PON dan juga titik-titik yang berpotensi menimpulkan berkerumunan.

Selanjutnya Direktur Kesiapsiagaan BNPB Pangarso Suryotomo memandu kegiatan peningkatan kapasitas relawan yang akan bertugas di Kota Jayapura. Mereka mendapatkan dua materi utama, yaitu prokes dan pemanfaatan inaRISK. Materi prokes disampaikan narasumber dari Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, sedangkan pemanfaatan inaRISK untuk pelaporan dari BNPB.

Sebanyak 123 relawan berasal dari organisasi, antara lain Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdatul Ulama, Muhammadiyah Disaster Management Center, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, Radio Antar Penduduk Indonesia, Senkom, Badan Amil Zakat Nasional, Palang Merah Indonesia, relawan BPBD Kota Jayapura, Resimen Mahasiswa Universitas Cenderawasih dan Squad PBI.

Di samping wilayah Kota Jayapura, BNPB dan Satgas Penanganan Covid-19 akan melatih relawan yang akan di tempatkan di Kabupaten Jayapura, Merauke dan Mimika. Pelatihan di tiga wilayah tersebut akan dilakukan pada esok hari, Sabtu (25/9).

PON XX Papua akan menandingkan 6.442 atlet dari seluruh Indonesia yang didampingi tim pelatih berjumlah 3.000 orang. Tempat utama penyelenggaraan akan berlangsung di Stadion Lukas Enembe, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, yang berkapasitas 40.000 penonton.***ebn

Bangga! Pencak Silat Diakui sebagai Warisan Budaya Indonesia di Belanda

JAYAKARTA NEWS – Direktur Dutch Center for Intangible Cultural Heritage (Kenniscentrum Immaterieel Erefgoed Nederland/KIEN), Marco van Baalen menandatangani sertifikat yang menginvetarisasi Pencak Silat sebagai intangible cultural heritage (warisan budaya takbenda) di Belanda.

Penandatanganan dilakukan di sela-sela pembukaan latihan bersama Federasi Pencak Silat Belanda (Nederlandse Pencak Silat Federatie/NPSF) di Amersfoort, Belanda pada  Minggu (19/9). Latihan bersama NPSF  diikuti lebih dari 200 pesilat dari 22 perguruan di seluruh Belanda. Turut hadir dalam Latihan tersebut Dubes RI untuk Belanda, Mayerfas.

Menurut Direktur KIEN, pengajuan Pencak Silat untuk diinventarisasi sebagai warisan budaya yang berada di Belanda disampaikan  langsung oleh NPSF. “Berdasarkan pengajuan dari komunitas (NPSF) tersebut, kami melakukan riset mengenai Pencak Silat dan mendapatkan Pencak Silat sebagai shared intangible cultural heritage di Belanda yang terkait dengan Indonesia. Selain Pencak Silat, terdapat juga 3 (tiga) warisan budaya takbenda lain yaitu Gamelan Jawa, Restoran Chinese-Indonesian, dan Rijstafel,” jelas Direktur Marco, dikutip dari laman resmi Kemlu RI, Senin (20/9).

Dubes Mayerfas dalam kesempatan tersebut menyatakan kebanggaan melihat Pencak Silat yang kaya akan nilai, tradisi, dan budaya Indonesia diajarkan secara luas di Belanda. “Ini pertama kali saya melihat latihan pencak silat yang dihadiri lebih dari 200 orang di luar negeri. Jumlah ini baru sebagian kecil dari jumlah total pesilat di Belanda. Kita akan terus bekerja untuk mempromosikan Pencak Silat dan budaya Indonesia lainnya di Belanda,” tutur Dubes enerjik ini. 

KIEN adalah lembaga yang bertugas untuk menginventarisasi warisan budaya yang terdapat di Belanda sesuai dengan UNESCO Convention for the Safeguarding of Intangible Cultural Heritage.

Presiden NPSF, Olivier Blancquaert, menjelaskan bahwa pihaknya mengajukan pendaftaran Pencak Silat sebagai warisan budaya mengingat Pencak Silat tidak hanya sebagai olahraga tapi juga warisan budaya Indonesia yang sejak dulu ada di Belanda. “Dengan pengakuan ini, Pencak Silat dapat semakin luas dipromosikan di Belanda, dengan harapan Pencak Silat dapat diusulkan untuk menjadi bagian dari kurikulum di sekolah atau universitas di Belanda,” papar Olivier.

NPSF merupakan federasi Pencak Silat yang membawahi lebih dari 50 perguruan silat di Belanda dengan anggota lebih dari 500 pesilat. Kedutaan Besar RI (KBRI) di Den Haag telah beberapa kali bekerja sama dengan NPSF untuk mempromosikan Pencak Silat di Belanda, termasuk dengan membawa pelatih dari Indonesia untuk melatih di Belanda. (KBRI Den Haag/uli)  

Lomba Catur dan Tenis Meja Antar Wartawan Pemprov Jatim

JAYAKARTA NEWS – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Pemerintah Provinsi (Pemprov Jatim) ke 76, wartawan Pokja Pemprov mengadakan turnamen Tenis Meja  dan Catur pada 20 sampai 24 September 2021.

Menurut Ketua Pokja Wartawan Pemprov Jatim, Fiqih Arfani turnamen ini diadakan hanya untuk internal pokja pemprov saja. “Karena ini pertama kali diadakan dan hanya ada dua cabang yang dilombakan maka hanya terbatas untuk pokja Pemprov Jatim saja,” kata Fiqih di Surabaya, Minggu (19/9).

Ke depan, lanjut Fiqih, jika memungkinkan cabang yang dipertandingkan akan lebih banyak dan pesertanya juga jadi terbuka. “Bisa antar pokja atau antar media atau bisa apa saja, namun karena ini yang pertama maka ini hanya untuk internal saja,” tuturnya.

Turnamen berhadiah jutaan rupiah ini bertujuan selain ikut memeriahkan Hari Jadi Pemprov ke 76 juga untuk mempererat tali persaudaraan antar anggota Pokja. “Kita sudah lama dipisahkan oleh pandemi Covid-19, dan ini kesempatan kita untuk bersilaturahmi tanpa mengabaikan protokol kesehatan harus tetap kita jaga,” tegas Fiqih.

Pada kesempatan tersebut, pengurus wartawan Pokja Pemrov Jatim sengaja memilih konsumsi yang merupakan usaha dari jurnalis.  Seperti Ketan Punel, Brownis, Wingko serta Minuman Jahe.

“Kami ingin memberi semangat kepada teman-teman jurnalis yang juga pelaku UMKM. Di saat pandemi seperti sekarang tidak waktunya menyerah meski terdampak, tapi justru menjadi motivasi agar terus bertahan. Apalagi rasa makanan dan minumannya tidak kalah sama yang sudah merek ternama,” kata Fiqih. (poedji)

Presiden Minta Kemenpora Bangun Pemusatan Latihan dan Sentra Olahraga untuk Atlet Disabilitas

JAYAKARTA NEWS— Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memerintah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali untuk membangun pusat pelatihan atau training camp berfasilitas lengkap yang dilengkapi dengan sport science sebagai pusat latihan para atlet disabilitas.

Selain training camp, juga akan dibangun sentra-sentra olahraga di sepuluh provinsi seluruh Indonesia. Hal ini sejalan dengan adanya Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang telah disusun Kemenpora bersama para pemangku kepentingan terkait sebagai pedoman dalam melakukan pembinaan atlet prestasi secara sistematis dan berkelanjutan.

“Pak Presiden kemarin sudah memerintahkan kepada saya langsung ketika beliau memberikan apresiasi [kepada para atlet]. Jadi Pak Presiden, Pak Jokowi, memberi arahan dan perintah kepada saya untuk segera membangun training camp atau pemusatan latihan buat atlet-atlet paragames kita atau atlet difabel kita dengan fasilitas yang lengkap,” ujar Menpora, dikutip dari laman Kemenpora, Minggu (19/09/2021).

Menurut Amali, langkah tersebut sebagai bentuk perhatian dan dukungan pemerintah, sekaligus untuk memberikan posisi dan fasilitas yang sama antara atlet olimpiade dan paralimpiade. “Sekarang dalam Desain Besar Olahraga Nasional, kita memberi tempat yang sama, yang setara antara atlet olimpiade dan atlet paralimpiade,” jelasnya.

Kesetaraan yang diusung dalam DBON tersebut, imbuh Menpora, akan membangkitkan semangat dari para atlet disabilita. “Mereka [atlet disabilitas] benar-benar merasakan perhatian pemerintah menyetarakan posisi disabilitas. Itu akan membangkitkan semangat dari atlet yang sekarang belum terekrut [calon atlet],” imbuhnya.

Menpora meyakini dengan adanya DBON sebagai panduan prestasi olahraga dan dibangunnya sentra-sentra olahraga maka pencarian dan pembinaan talenta atlet disabilitas akan menjadi lebih mudah. “Kalau ini [DBON] jalan, Perpresnya jalan, seluruh kementerian, lembaga mendukung, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota mendukung, saya optimis target tercapai. Yang penting kita konsisten dan fokus terhadap apa yang tertuang di dalam Desain Besar Olahraga Nasional,” ujarnya.

Jika kerja sama antara seluruh pemangku kepentingan berjalan dengan baik dan pemerintah terus memberikan perhatian kepada para atlet disabilitas, Menpora yakin hal tersebut akan membangkitkan semangat mereka untuk berkarir menjadi atlet.

“Saya meyakini kalau seperti ini perhatian kita, orang akan berbondong-bondong untuk menjadi atlet difabel kita. Selama ini mereka memandang bahwa mereka berada di pinggir-pinggir tidak pernah diurus secara serius seperti sekarang,” pungkasnya.***/ebn

Dojo Renzo dan Pertangungjawaban Mas Kikiek

JAYAKARTA NEWS -Wajah pendiri Dojo Renzo, Hermawan Sulistyo berseri-seri, karena pembangunan padepokan karate di Depok dan Cibadak, Sukabumi menunjukkan perkembangan yang sangat pesat.

Sebenarnya  yang membuat Kepala Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ) itu sumringah adalah, kedatangan para sahabatnya dalam acara selamatan yang digelar di Dojo Renzo, Perumahan Griya Lembah Depok.

Hadir menyambangi Dojo Renzo antara lain Kapolda Metro Jaya Irjen  Pol. Fadil Imran, Rektor UBJ Irjen Pol. (Purn.) Bambang Karsono, mantan Humas Mabes Polri Irjen Pol. (Purn.) Sisno Adiwinoto, Komisioner Komisi Kejaksaan Bathara Ibu Reza, Board of Director PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Aulia Mulki Oemar (Dirut) dan Agung Wiharto (Direktur Human Capital, Legal, and Corporate Affair), dan beberapa tokoh lainnya.

“Saya senang, karena ini kesempatan untuk mempertanggungjawabkan semua bantuan yang saya terima dari kawan-kawan. Memang kita belum pernah bikin selamatan sejak pembangunan dojo ini. Semua bantuan saya alokasikan untuk pembangunan Dojo Renzo yang menjadi tempat melatih para juara nasional karate ini,” kata karateka yang akrab dengan sapaan Mas Kikiek sambil menunjuk belasan remaja putri yang nyantrik di Dojo Renzo. Selain berlatih karate untuk mengejar pretasi dunia, mereka juga mendapat tunjangan pendidikan gratis dari Mas Kikiek. Ada yang masih duduk di bangku SMP, SMA dan sekitar 10 orang dikuliahkan di UBJ. 

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imron mengapresiasi usaha “Mas Kikiek” dalam mencetak generasi muda yang kuat dan petarung sejati, tidak jadi “ayam sayur”.

Dalam pembangunan Dojo Renzo, Mas Kikiek banyak mendapat dukungan dari berbagai pihak seperti PT Semen Indonesia Group melalui SBI, tokoh-tokoh nasional dan sejumlah pengusaha.  Setelah rampung Dojo berlantai 4, kini tengah mulai dibangun asrama untuk atlet dan kolam renang.

“Supaya menjadi salah satu sarana untuk refreshing para atlet,” jelasnya. Untuk pembangunan Asrama atlet, Kapolda Metro Jaya berkenan meletakkan batu pondasi.

Kapolda mengungkapkan, dirinya banyak belajar dari Prof Kikiek, termasuk keberanian. Soal keberanian dan ketulusan, juga diungkapkan Agung Wiharto, yang berharap Mas Kikiek bisa mengkader para cerdik pandai yang memiliki keberanian dan ketulusan dalam berbuat untuk masyarakat dan bangsa. “Tolog cetak 1000 orang seperti Prof Kikiek,” pinta Agung kepada Mas Kikiek. 

Dalam kesempatan tersebut Hermawan juga menjelaskan, pada Juli 2022 Dojo Renzo akan menggelar kejuaraan karate internasional di Renzo Dynamic Edupark, Cibadak Sukabumi. (mel)

Atlet Indonesia Paralimpiade Tokyo Terima Bonus dari Presiden

JAYAKARTA NEWS— Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima kontingen Indonesia yang telah berjuang di Paralimpiade Tokyo 2020, sekaligus menyerahkan bonus apresiasi bagi para atlet dan para pelatih. Acara tersebut digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat di halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/09/2021) pagi.

Mengawali sambutannya, Presiden mengucapkan rasa syukur karena seluruh kontingen Indonesia telah tiba kembali di tanah air dalam keadaan sehat dan membawa prestasi yang membanggakan. “Saya dan seluruh rakyat Indonesia menyambut kepulangan Saudara-saudara dengan gembira, dengan senang dan bangga. [Juga] menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas perjuangan dan kerja keras Saudara-saudara yang telah berhasil meraih prestasi dan mengharumkan nama bangsa dan negara,” ujarnya sebagaimana dikutip dari laman setkab.go.id

Secara khusus Kepala Negara juga mengucapkan selamat kepada seluruh peraih medali, baik medali emas, perak, maupun perunggu. Tak lupa ucapan terima kasih juga disampaikan Presiden kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, pendamping, Chef de Mission, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Jepang, serta berbagai pihak yang telah menyukseskan keikutsertaan Indonesia pada perhelatan besar tersebut.

“Juga terima kasih atas medali emas yang diberikan di cabang bulu tangkis, bukan hanya satu emas tetapi langsung dua emas. Ini adalah sebuah lompatan dan Saudara-saudara mampu membuktikan bisa bersaing, mampu bersaing di kancah global. Selamat juga untuk para juara yang sudah mempersembahkan baik medali perak maupun medali perunggu,” ujarnya.

Menurut Presiden, perolehan medali yang dicapai dalam Paralimpiade Tokyo 2020 merupakan sebuah lompatan, bila dibandingkan dengan Paralimpiade sebelumnya. Atas prestasi yang diraih para atlet Indonesia di Paralimpiade Tokyo tersebut, pemerintah memberikan penghargaan dan apresiasi berupa bonus.

Peraih medali emas mendapatkan bonus sebesar Rp5,5 miliar, medali perak sebesar Rp2,5 miliar, dan medali perunggu sebesar Rp1,5 miliar. “Bonus juga diberikan kepada para atlet non-peraih medali serta pelatihnya. Tetapi jumlahnya tidak saya sebutkan di sini, nanti yang membisiki biar Pak Menpora,” ujar Presiden.

Pada kesempatan itu, Kepala Negara juga meminta para atlet untuk tidak lalai mempersiapkan diri guna menghadapi Paralimpiade Paris 2024 yang tinggal tiga tahun lagi. “Kita harapkan di Paralimpiade 2024 nanti, kita bisa meraih medali dan prestasi yang lebih tinggi lagi,” pesannya.

Menutup sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan harapan agar prestasi yang diraih para atlet di ajang Paralimpiade Tokyo ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi semua pihak. “Semoga prestasi ini dapat menjadi inspirasi kita semuanya, dapat menjadi motivasi kita semuanya, bagi para atlet maupun masyarakat Indonesia, agar terus bekerja keras meraih prestasi, memberikan yang terbaik untuk bangsa, untuk negara,” pungkasnya.

Seperti dilaporkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, pada ajang Paralimpiade Tokyo 2020 Indonesia mengirimkan 23 atlet yang turun di tujuh cabang olahraga (cabor). Kontingen Merah Putih berhasil membukukan sembilan medali, yaitu 2 emas, 3 perak, dan empat perunggu serta berada di peringkat 43.

Capaian ini meningkat jauh dari pencapaian di Paralimpiade Rio de Janeiro 2016 lalu di mana Indonesia berada di peringkat 76 hasil torehan satu medali perunggu.

Berikut rincian sembilan medali yang diperoleh Indonesia pada Paralimpiade Tokyo:

1. Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah, cabor para-badminton nomor ganda putri SL3-SU5 (medali emas)

2. Leani Ratri Oktila/Hary Susanto, cabor para-badminton nomor ganda campuran SL3-SU5 (medali emas)

3. Ni Nengah Widiasih, cabor powerlifting nomor 41kg putri (medali perak)

4. Dheva Anrimusthi, cabor para-badminton nomor tunggal putra SU5 (medali perak)

5. Leani Ratri Oktila, cabor para-badminton nomor tunggal putri SL4 (medali perak)

6. Saptoyogo Purnomo, cabor atletik nomor 100m – T37 putra (medali perunggu)

7. David Jacobs, cabor tenis meja tunggal putra kelas 10 (medali perunggu)

8. Suryo Nugroho, cabor para-badminton nomor tunggal putra SU5 (medali perunggu)

9. Fredy Setiawan, cabor para-badminton nomor tunggal putra SL4 (medali perunggu).

Turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain Menpora Zainudin Amali, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Ketua Komite Paralimpiade Indonesia (NPC) Senny Marbun, Chef de Mission Kontingen Indonesia untuk Paralimpiade Tokyo 2020 Andi Herman, serta para atlet yang berlaga di Paralimpiade Tokyo 2020.***ebn