Anda suka badminton? Tentu familiar dengan aktivitas mengganti senar raket. Pada usia tertentu, senar seperti sudah tidak lagi enak digunakan. Merasa sudah mengayunkan pukulan keras, tetapi laju shuttle cock biasa-biasa saja. Itu salah satu tanda-tanda senar sudah minta diganti.
Berapa lama senar raket digunakan? Ada yang beranggapan, satu bulan, dua bulan, bahkan empat bulan. Tetapi bagi penggila bulutangkis, ada kalanya, nyenar hari ini, malam dipakai main dan merasa tidak enak, besoknya sudah diganti lagi.
Jayakarta News – Pandemi Covid-19 tidak menghalangi Persija untuk terus berinovasi dan membuat terobosan. Kali ini, klub kebanggaan Jakmania ini meresmikan kerja sama dengan produsen sepeda ternama, Pacific Bike.
Peresmian kerja sama bersamaan dengan jumpa pers peresmian kerja sama antara PersijaJakarta dengan Pacific Bike dilangsungkan secara virtual, Rabu (14/10/2020). Hadir Wakil Direktur Komersil Persija Azwan Karim, Silvana selaku Direktur PT Pacific Indah Pratama dan Yudy Purwanto Product Development PT Pacific Indah Pratama.
Azwan Karim menyatakan, kerja sama dengan Pacific Bike berdurasi dua tahun. Hal ini merupakan kabar baik bagi seluruh Jakmania terutama pecinta sepeda. Persija ingin menghadirkan untuk penggemar Macan Kemayoran yakni sepeda khusus Persija.
“Saya berharap semua penggemar Persija dan gowes menikmati produk dari Persija dan Pacific Bike. Sepeda edisi spesial Persija ini bisa didapatkan di Persija Store dan toko-toko yang bermitra dengan Pacific Bike,” ujar Azwan Karim.
Sementara perwakilan Pacific Bike, Silvana menyatakan bangga dengan terjalinnya kerja sama ini. Persija dipilih karena memiliki basis penggemar yang sangat besar di Indonesia. Ia berharap para Jakmania, terlebih yang hobi bersepeda dapat memiliki sepeda khusus edisi Persija.
“Kami dari Pacific Bike tentunya sangat bangga dapat bekerja sama dengan Persija yang merupakan tim besar di Indonesia. Persija memiliki penggemar yang sangat banyak di Indonesia, dan kami berharap para Jakmania dapat memiliki sepeda yang kami desain khusus untuk Persija,” tutur Silvana.
Sementara itu Yudy Purwanto menjelaskan, tipe sepeda yang dijual adalah sepeda lipat, sepeda BMX dan sepeda gunung. Seluruh sepeda tersebut memiliki desain yang kental dengan nuansa Persija dan Jakmania.
“Kami memproduksi sepeda lipat, sepeda BMX dan sepeda gunung. Nuansa yang akan ditampilkan di ketiga tipe sepeda tersebut tentunya berkaitan dengan Persija, Jakarta dan Jakmania. Untuk harga akan dimulai dari 1 juta rupiah,” jelas Yudi Purwanto. (*/rr)
Jayakarta News – Manakala pelestari ikan cupang bermunculan di seantero Indonesia, terutama di Pulau Jawa, mari sejenak mengalihkan perhatian pada kegiatan lain yang juga tak kalah bergengsi. Kendati terbilang baru dan jarang teramati, namun potensinya untuk menyebar di masyarakat, cukup tinggi dan menjanjikan.
Nun di Kampung Sulam Jaya, Desa Panamping, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, Banten, ada seorang pemuda kelahiran Serang, 13 Maret 2000, yang menggandrungi permainan daring Battle Royal PUBGMobile dengan cara lain. Uniknya, pemilik nama Muhammad Iqbal ini sehari-harinya bekerja sebagai seorang pelayan masyarakat dengan menjadi aparatur desa, bagian kepala tata usaha umum.
Lantaran menggemari permainan daring itu, Iqbal pun bisa mempunyai banyak kenalan teman dari pelbagai daerah hinga ke manca negara. Ia pernah mengikuti beberapa turnamen kompetitif seperti Piala Wagub Banten; Kualifikasi PINC (2019), dan Piala Kapolres Kutai sebagai pelatih; E Johanan My Ladies PUBG Mobile (2020), serta puluhan musim permainan daring lain, yang kemudian melecutnya harus terus berlatih agar bisa menjadi pemain profesional. Sampai kemudian ia bertemu seorang teman yang mempunyai tim kompetitif wanita, dan mengajaknya bekerjasama.
“Saya punya cerita menarik. Dari pertemanan itu alhasil saya dipercaya menjadi pelatih tim wanita Malaysia, yang saya kenal di PUBGM, untuk mengikuti kompetisi di Selangor dan Kuala Lumpur, Malaysia.”
Iqbal mulai ngegame sejak masih duduk di bangku kelas 3 SMP. Permainan daring pertama yang ia mainkan yaitu, Point Blank. Lalu berlanjut ke PUBGM Season 9 sedari 2019. Menurutnya, “komunitas pegiat permainan daring khusus PUBGM di Indonesia, adalah yang terbaik di tingkat dunia, karena sudah terbukti dalam beberapa kali kompetisi, dan tim yang paling ditakuti para pemain dunia di bidang ini, salah satunya ya dari sini.” Berdasar data fakta di lapangan, tim e-sport PUBGM terbaik dunia saat ini adalah Bigetron RA, yang menjadi kampiun di ajang PMWL East 2020.
Muhammad Iqbal
Masih menurut penuturan Iqbal, “kelebihan pemain Indonesia adalah pola permainan mereka yang tidak bisa terbaca oleh lawan, hingga membuat lawan sulit melakukan perlawanan dan cenderung bertahan.”
Iqbal beruntung berada di bawah asuhan orangtua yang mengapresiasi dan selalu mendukung penuh apa pun kegiatan yang ia lakukan. Tidak seperti beberapa rekan sebayanya yang cenderung dipaksa orangtua mereka untuk mewujudkan mimpi terpendam orangtuanya yang tak kesampaian. Selaku pegiat yang tangguh, Iqbal menitipkan pesan semangat pada generasi seangkatannya yang sedang menekuni dunia e-sport.
“Untuk pemula, teruslah berlatih yang cukup. Jangan banyak mengeluh. Apa pun perangkat gawai yang dipakai, gunakan secara maksimal untuk melatih kemampuan. Kekurangan itu jangan dijadikan alasan, karena pasti sulit bertumbuh. Nanti kalau sudah bisa masuk tim besar, kan ada gaji dan bonus, belum lagi ditambah endorsement (dukungan). Lumayan…”
Semakin berkembangnya teknologi—terutama komunikasi, memaksa para generasi muda untuk belajar akan sesuatu yang baru. E-sport adalah olahraga yang mengasah tenaga dan pikiran pemainnya.
“Di sini kesempatan para pegiat permainan daring lokal yang berbakat, bisa mengembangkan diri dan sesering mungkin mengikuti ajang kompetisi tatap muka atau kompetitif, karena salah satu kebutuhan utama tim besar saat ini, mereka sedang mencari bibit unggul di derahnya sendiri,” ujar Iqbal pada Jayakartanews.com.
PUBGM masih sangat mungkin tumbuh subur, lantaran banyak disukai dan dimainkan para pecinta permainan daring dunia, apalagi sudah dibentuk e-sport per daerah bahkan setingkat negara. Sebagaimana yang juga mungkin dirasakan pemain lain, Iqbal menuturkan pandangannya terkait kondisi dunia kita sekarang.
“Hambatan dalam bidang yang saya geluti saat ini adalah, pandemi yang membuat gerak peluang untuk mengikuti turnamen kompetitif ditiadakan dan diganti menjadi daring dengan cara seleksi. Menurut saya itu tidak adil karena dengan bermain di rumah permainan masing-masing, bisa saja melakukan kecurangan dalam permainan tersebut, yang tidak diketahui oleh penyelenggara kompetisi,” demikian Iqbal. [ren]
Jayakarta News – Dengan tagline “Bersatu Hati”, Mayjen TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak siap memimpin PB Pertina masa bakti 2020 – 2024, melalui ajang kongres dalam waktu dekat. “Setidaknya sudah ada dukungan 23 dari 34 Pengda Pertina se-Indonesia,” ujar Komaruddin, kepada Jayakarta News di Jakarta, hari ini (28/9/2020).
Sejumlah Pengda Pertina lain masih melakukan penjajagan untuk bergabung dalam tim “Bersatu Hati”. “Sedangksn sisanya masih mendukung calon lain, dengan berbagai alasan. Saya bisa memahami. Beliau (calon lain) adalah junior saya. Kongres harus berlangsung baik, kondusif, transparan, dan ksatria. Tegakkan sikap ksatria dalam dunia tinju, baik di atas ring maupun di luar ring. Ini penting,” ujar jenderal berkumis tebal itu.
Komar juga mendapat support dari sedikitnya 28 jenderal TNI (AD, AL, AU) yang terdiri dari letting 1984, 1985, dan 1986 yang baru mengakhiri pengabdiannya di TNI. “Meski sudah mengakhiri tugas kedinasan, tetapi masih ingin berbuat untuk negara. Semboyan kami soldier never die, they just fade away,” ujar KS, sapaan inisial Komaruddin Simanjuntak.
Para pendukung KS menamakan diri kelompok “Bersatu Hati”. “Mayoritas suara hati di Pertina sama, yakni sama-sama menginginkan perubahan ke arah kemajuan. Yang sudah baik kita pertahankan, yang belum maksimal, kita maksimalkan. Pertina harus berpijak pada rel yang benar,” ujarnya.
Silaturahmi “Bersatu Hati”, para pengurus Pengprov Pertina dengan Calon Ketua Umum PB Pertina, Mayjen TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak. (ist)
KS sudah melakukan SWOT analysis terhadap Pertina pada umumnya, dan tinju amatir pada khususnya. Jawaban kunci atas persoalan organisasi adalah mengaktualisasikan program. “Ingat, roda zaman begerak cepat. Cabang tinju juga mengalami kemajuan dengan segala tantangan. Tidak bisa menjalankan organisasi secara konvensional. Harus out of the box,” ujarnya.
Untuk prestasi, Komar akan memberi tekanan (heavy) pada sport science dalam hal ini boxing science. “Hanya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi serta ilmu pengetahuan, kita bisa mendongkrak prestasi secara terukur. Dukungan sains olahraga tinju, tidak hanya untuk atlet tetapi juga unsur pelatih,” tegas Komar.
Sedangan untuk sustainability (keberlanjutan), Komar menekankan pada aspek pembinaan usia dini. Ada banyak program untuk itu. bisa melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, atau dengan inovasi membentuk “perkampungan tinju” di seluruh Tanah Air. Bisa pula dengan semangat “satu desa satu sasana”. “Kita lihat nanti kondisi riil di tubuh PB Pertina. Seberapa dalam pedal gas mampu diinjak,” ujar Komar sambil tertawa.
Mayjen TNI Isack Markus, pendamping yang mendapat tugas dari KS/Bersatu Hati dengan ketua bidang bin pers Pengda Pertina Papua Beni Maniani yang masuk kubu Bersatu Hati.
Sport Science (Boxing Science) dan pembinaan usia dini (youth program), adalah dua hal mendasar yang mutlak harus mendapat perhatian serius Pertina ke depan. Sedangkan dua hal lagi, adalah manajemen yang akuntabel serta adanya sarana dan prasarana memadai.
“Kita ingin transparansi. Jangan ada dusta di antara kita. PB dan Pengda harus bahu-membahu, kerja sama meraih target yang kita canaangkan bersama. Setiap daerah memiliki karakteristik berbeda dengan daerah lain. Penanganan pun harus spesifik,” papar KS.
Point yang hendak disampaikan KS adalah “modernisasi organisasi”. Dengan begitu, akan lahir program kerja yang juga modern. “Modern dalam arti kontekstual atau sesuai dengan perkembangan dunia tinju amatir di dunia,” katanya.
Komar ingin, tinju kembali menjadi olahraga favorit ketiga di Indonesia, setelah sepakbola dan bulutangkis. “Melalui kerja total dan program yang sistematis, kita bisa,” tekadnya
Tanpa kerja keras tidak mungkin, karena posisi kita sudah tertinggal dibanding negara lain. Tanpa program modern juga sulit karena itu bertentangan dengan putaran zaman. “Kita akan tergilas kalau tidak paralel dengan kemajuan,” pungkas Komaruddin Simanjuntak. (roso d)
Jayakarta News – Polri diimbau tidak memberi izin pelaksanaan pertandingan sepakbola Liga 1 dan 2. Sebab pandemi Covid 19 saat ini makin menyalak, sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan banyaknya klaster baru. Selain itu dilarangnya Liga 1 dan 2 pada awal Oktober ini, sama artinya Polri akan menyelamatkan pelaksanaan Piala Dunia U-20 di Indonesia pada pertengahan 2021 mendatang.
Indonesia Police Watch (IPW) menilai, masalah pandemik Covid-19, adalah faktor utama Polri untuk tidak memberi izin kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI untuk melanjutkan kompetisi Liga 1, yang akan dimulai 1 Oktober serta Home Tournament Liga 2, yang digelar di empat kota Medan, Riau, Lampung dan Cilacap, pada 17 Oktober 2020.
Alasannya, kondisi Covid-19 di Indonesia, semakin meningkat. Jika, LIB tetap menggelar Liga 1 yang dipusatkan di Yogyakarta bagi enam klub di luar Jawa, seperti Persiraja Banda Aceh, Barito Putra, Borneo FC, Bali United, PSM Makassar dan Persipura Jayapura, dikhawatirkan akan melahirkan klaster baru pandemi Covid 19.
Ada dua alasan, kenapa Polri tidak memberi izin. Pertama, inskruksi Presiden Jokowi yang menegaskan, masalah kesehatan dan kemanusian lebih diutamakan, ketimbang masalah ekonomi. Kedua, maklumat Kapolri Jenderal Idham Aziz tentang semboyan “Salus Populi Suprema Lex Esto” yaitu Keselamatan Rakyat Merupakan Hukum Tertinggi”.
Jika Liga 1 dan 2 tetap digelar dikhawatirkan akan banyak melahirkan klaster baru. Tentunya ini bertolak belakang pada sikap semua kepala daerah, yang sudah memberi instruksi kepada bawahannya, untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat.
Jika, LIB dan PSSI tetap bandel menggelar kompetisi, dan melahirkan klaster-klaster baru penyebaran Covid-19 di Yogyakarta dan sekitarnya. Lembaga sepakbola dunia – FIFA pasti akan mempertimbangkan, apakah Indonesia masih pantas menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 atau tidak. Padahal Piala Dunia U20 itu dijadwalkan pada 20 Mei – 14 Juni 2021, diikuti 24 negara.
Artinya, jika Liga 1 dan 2 tetap digulirkan. Siapa yang menjamin protokol Covid-19 dijalankan oleh masing-masing penyelenggara? Siapa yang menjamin, suporter tidak datang ke sekitar stadion? Siapa yang menjamin, jika pemain dan ofisial klub yang datang dari luar Yogya, tidak membawa virus Covid-19?
Indikasi klaster-klaster baru di kota besar, semakin mewabah sudah terlihat. Event sepakbola, sangat mudah terindikasi pandemik. Karena, masyarakat sepakbola Indonesia, cenderung tidak disiplin, dan sulit diatur.
Jika, Liga 1 dan 2 tetap digulirkan, dan klaster Covid-19 semakin meningkat, khususnya di kota Yogyakarta. Bukan mustahil FIFA akan menunda atau membatalkan Piala Dunia U-20 di Indonesia. Sebab FIFA menilai PSSI dan Pemerintah dianggap lengah dan tidak peduli dengan pandemik Covid-19. Bukan mustahil pula ke 23 negara yang lolos ke Piala Dunia U-20 tahun 2021 akan menolak bermain di Indonesia.
Sebab Pemerintah Indonesia dinilai tidak mampu menurunkan penyebaran virus pandemik. Apalagi sampai hari ini, tingkat kematian bertambah. Kenaikan yang terkena Covid-19 di Indonesia juga semakin besar.
Saat ini saja, 59 negara telah “melockdown” Indonesia karena melonjaknya angka Covid-19 dan penyebaran virus seakan tidak bisa dikendalikan. Jadi, lebih baik Polri melakukan pencegahan untuk tidak memberi ijin kepada Liga 1 dan 2. Tujuannya agar Piala Dunia U-20 bisa diselamatkan dan berlangsung di Indonesia yang diikuti 23 negara. Daripada, dibatalkan FIFA, karena pemerintah Indonesia, tak mampu mengendalikan pandemik Covid-19. Demikian siaran pers Ketua Presidium IPW, Neta S. Pane, yang diterima Jayakarta News, hari ini (24/9/2020). (*/rr)
JAYAKARTA NEWS— Setiap penyelenggara ajang olahraga wajib berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid 19, Dinas Kesehatan dan Dinas/Lembaga lainnya di daerah, baik di tingkat kabupaten, kota dan provinsi. Terkait dengan kompetisi sepak bola dan bola basket yang akan digelar, tidak diperkenankan adanya penonton.
Demikian disampaikan Ketua Satgas Penanganan Covid 19 Doni Monardo dalam jumpa pers, kemarin. “Mengacu pada aturan protokol kesehatan, implementasi daripada pertandingan dua cabang olahraga, yakni sepakbola dan basket tidak boleh ada penonton,” ujarnya,
Oleh sebab itu, Doni meminta hal tersebut menjadi perhatian bersama antara penyelenggara, atlet maupun para penonton dan suporter. “Perlu dipastikan untuk seluruh kompetisi sepakbola dan bola basket akan dilaksanakan tanpa penonton. Mohon ini menjadi atensi bagi para penyelenggara untuk betul-betul mentaati konsensus yang telah dilakukan,” tegas Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, itu.
Selain itu, Doni juga meminta agar seluruh personel dan pemain harus melalui pemeriksaan kesehatan swab tes/tes PCR dan dilakukan secara berkala, untuk memastikan penyelenggaraan berjalan dengan aman.
Dalam hal ini, kesehatan dari para penyelenggara maupun pemain atau atlet tetap menjadi prioritas yang utama. “Pertandingan olahraga sangat penting, tetapi kesehatan seluruhnya baik itu pemain maupun penyelenggaranya juga harus menjadi prioritas kita,” jelas Doni.
Kemudian Doni juga meminta agar penyelenggara dapat memastikan para personel dan pemain atau atlet adalah benar-benar sehat dan tidak memiliki penyakit penyerta atau komorbid.
Sebagaimana yang diketahui bahwa penyakit komorbid berpotensi membuat penderitanya semakin parah apabila terjangkit Covid 19 hingga berujung kematian. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid 19, sebanyak 92 persen kasus kematian Covid 19 dipicu karena adanya faktor komorbiditas dari para penderitanya.
“Ini penting dipedomani dan ditaati, karena 85-92 persen angka kematian yang terjadi di Indonesia adalah saudara kita yang memiliki komorbid,” jelas Doni.
Dia menekankan apabila salah satu atlet atau personel penyelenggara ajang olahraga memiliki komorbid, maka diharapkan tidak mengikuti penyelenggaraan.
Memperhatikan Zonasi Wilayah
Dalam kesempatan yang sama, Doni Monardo yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), juga meminta agar penyelenggaraan kompetisi olahraga dapat memperhatikan zonasi Covid 19 pada tiap-tiap daerah.
“Manakala ada perkembangan tentang zonasi daerah, tentu kita harus memperhitungkan aspek-aspek keamanan yang lebih diperlukan,” jelas Doni.
“Artinya kalau suatu daerah zonasinya meningkat ancaman Covid 19-nya, maka harus ada langkah-langkah untuk evaluasi untuk bisa dilakukan relokasi tempat pertandingan,” pungkas Doni.***/ebn
JAYAKARTA NEWS— Kompetisi sepak bola dan bola basket akan kembali digelar. Situasi kali ini berbeda, kompetisi olah raga tersebut akan digelar di tengah pandemic Covid 19. Karenanya, sebelum kompetisi di dua cabang olah raga itu digelar dilakukan berbagai persiapan yang ditujukan agar kompetisi olah raga ini aman dari Covid 19.
Salah satu yang dilakukan adalah dilaksanakannya nota kesepahaman dan kerja sama dilakukan untuk menjamin pelaksanaan dengan memperhatikan secara penuh protokol Kesehatan. Penandatanganan dokumen tersebut dilakukan antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan beberapa pihak pada Kamis (17/9).
“Kompetisi ini akan kembali meningkatkan kualitas olah ragawan kita, yang memang harus mampu mempertahankan keterampilan maupun kemampuan fisiknya. Juga, menjadi hiburan bagi masyarakat kita dalam menjalankan hidup di masa pandemi ini,” ujar Kepala BNPB Doni Monardo.
Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan dengan beberapa pihak. Pertama, penandatanganan nota kesepahaman antara BNPB dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tentang penanggulangan bencana pada bidang kepemudaan dan keolahragaan. Selanjutnya ada tiga nota kesepahaman lain, yakni antara BNPB dengan Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI), BNPB dengan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi). Penandatanganan dokumen terakhir mengenai perjanjian kerja sama antara Direktorat Sistem Penanggulangan Bencana, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB dengan PT Bola Basket Indonesia.
Penandatanganan nota kesepahaman dengan Kemenpora dan sejumlah pihak di bidang olah raga dilakukan secara virtual–foto bnpb
“Perjanjian kerja sama atau PKS antara BNPB dan PT Bola Basket Indonesia memiliki ruang lingkup mengenai penerapan pedoman Kesehatan dalam penyelenggaraan kegiatan olahraga yang aman Covid 19,” ujar Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Wisnu Widjaja dalam pesan pembuka acara yang digelar secara virtual pada Kamis (17/9).
Ketua Umum PP Perbasi Danny Kosasih mengatakan, dengan dapat berjalannya liga profesional bola basket ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi bola basket Indonesia yang khususnya menjelang pelaksanaan FIBA Asia Cup 2021 dan World Cup 2023 mendatang.
“Serta dapat memberikan hiburan kepada masyarakat penggemar olahraga, khususnya penggemar olahraga bola basket,” ucap Danny.
Pada kesempatan itu, ia berpesan bahwa pelaksanaan kompetisi bola basket Indonesian Basketball League (IBL) melakukan pengawasan dalam implementasi kegiatan sesuai dengan protokol kesehatan.
Sementara itu, Ketua Umum PSSI Muhammad Iriawan menyampaikan bahwa PT LIB sebagai operator Liga 1 dan Liga 2 akan kembali melanjutkan kompetisi. Liga 1 akan dilanjutkan mulai 1 Oktober 2020 dengan mempertemukan antara PSS Sleman dan Persebaya Surabaya di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
“Kemudian Liga 1 akan dimulai pada 17 Oktober-5 Desember 2020. Sebanyak 24 tim peserta dibagi ke dalam 4 grup dengan 4 tuan rumah. Finalis akan lolos ke Liga 1 pada 2021,” terangnya.
Iriawan menambahkan bahwa kelanjutan Liga 1 akan dipusatkan di Pulau Jawa. Ada enam tim di luar Pulau Jawa yang akan menjadikan Provinsi Yogyakarta dan Kota Malang sebagai home base mereka.
Doni yang juga Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid 19 mengatakan bahwa ia mengharapkan kompetisi yang bergulir kembali dapat menjadi simbol terhadap terlaksananya sebuah erah kehidupan baru, sebuah masyarakat yang tetap produktif dan aman Covid 19.
“Semoga, penandatanganan nota kesepakatan ini, dapat menjadi awal yang baik bagi geliat olah raga di negeri kita. Selamat berkompetisi, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan secara penuh,” tambahnya.
Menutup acara penandantanganan nota kesepahaman, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kepala BNPB dan berbagai pihak untuk komitmen dalam penyelenggaran kegiatan kompetisi olahraga sepakbola dan basket. Ia berpesan untuk penyelenggaraan kompetisi tanpa dihadiri para penonton mengingat masih adanya penyebaran virus SARS-CoV-2.
“Dengan pergertian dan pengalaman sangat tinggi dan arahan Pak Doni jelas. Ini harus menjadi komitmen bersama. Pemerintah sekuat tenaga menanggulangi pandemi ini sehingga tidak terjadi klaster baru dari kegiatan ini,” pesan Amali. ***/ebn
JAYAKARTA NEWS— Olahraga bisa menjadi salah satu pendongkrak perekonomian dan mengembangkan sport tourismnasional.
“Olahraga merupakan industri yang cakupannya sangat luas, mulai dari industri events, industri pakaian, sepatu, bola, dan lain-lain,” tutur Presiden saat memberikan sambutan pada Puncak Hari Olahraga Nasional (Haornas) XXXVII secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Rabu (9/9). Demikian dikutip dari laman setkab.go.id
Lebih lanjut, Presiden juga menyampaikan dalam olahraga juga terdapat industri media dan industri penyiaran, termasuk industri suvenir, piala, stiker, dan lain-lain, yang dapat melibatkan UMKM sampai perusahaan raksasa multinasional.
“Target pasarnya bukan hanya masyarakat daerah, bukan hanya pasar nasional, tetapi juga pasar global,” imbuh Presiden.
Olahraga, menurut Presiden, juga membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan sport tourism.
“Sport tourism telah menjadi tren pariwisata baru yang pasarnya sangat besar, sangat luas, yang akan memberikan multiplier effectpada kegiatan ekonomi masyarakat,” kata Presiden.
Indonesia, menurut Presiden, memiliki banyak tempat indah untuk pengembangan sport tourism, mulai dari gunung, laut, dan danau, yang selain alam yang indah juga kaya dengan seni dan budaya.
Hal ini, sambung Presiden, bisa dimanfaatkan untuk berbagai acara olahraga, seperti terbang layang, menyelam, bersepeda, atletik, dan olahraga rekreatif lainnya.
“Peluang pengembangan sport tourism ini semakin besar pasca pandemi nanti,” katanya. Masyarakat, menurut Presiden, akan lebih memilih berolahraga dan berwisata di ruang terbuka, di alam bebas.
“Peluang ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk Indonesia yang alamnya indah,” tandas Presiden.***/ebn
JAYAKARTA NEWS— Presiden Joko Widodo meminta prestasi olahraga dan tata kelola pembinaan atlet di-review total. “Kalau selama ini prestasi olahraga kita masih masih kurang berhasil. Itu artinya cara-cara yang selama ini kita lakukan mungkin tidak tepat, mungkin kurang tepat. Kita harus melakukan review total,” tutur Presiden saat memberikan sambutan pada Puncak Hari Olahraga Nasional (Haornas) XXXVII secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat.
Kepada Menpora, KONI, dan KOI, Presiden berpesan agar meningkatkan prestasi olahraga nasional dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru.
“Rancang tata kelola pembinaan atlet yang tersinergikan dengan baik dari daerah sampai pusat, dari lembaga pendidikan umum sampai lembaga pendidikan olahraga. Tingkatkan sinergi antara organisasi cabang olahraga sampai ke Kemenpora,” kata Presiden seperti dikutip dari laman setkab.go.id.
Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa pemanfaatan Iptek bukan hanya untuk pengembangan pusat pelatihan yang berbasis sains tetapi juga pengembangan manajemen baru yang lebih baik.
“Kembangkan sistem informasi dan big data analytics yang bisa mendeteksi calon-calon atlet yang berkualitas. Ingat bahwa penduduk kita 267 juta lebih dan mayoritas adalah generasi muda,” imbuh Presiden.
“Sangat tidak masuk akal jika kita kekurangan calon atlet yang berbakat, pasti jutaan yang berbakat,” tuturnya.
Kalau kurang calon, menurut Presiden, pasti yang salah adalah manajemennya, bukan kekurangan bakatnya sehingga sistem pembinaan atlet nasional harus di-review total.
Pada kesempatan itu, Presiden juga meminta kepada Menpora untuk segera mengajak semua pihak yang terkait untuk merancang ulang sistem pembinaan atlet secara besar-besaran dan segera melaporkan hasilnya.
“Sekali lagi, sebagai sebuah negara besar kita harus punya nama besar di kompetisi olahraga-olahraga di arena internasional. Kita pernah mempunyai nama-nama besar di tingkat internasional di beberapa cabang olahraga, dan saat ini kita juga masih mempunyai nama-nama besar,” imbuhnya.
Kepala Negara juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada para atlet yang telah berjuang mengibarkan bendera Merah Putih dan mengumandangkan Indonesia Raya, serta telah mengharumkan nama Indonesia di arena-arena internasional.
“Kontribusi Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara selalu melekat dalam coretan sejarah olahraga Indonesia,” tandas Presiden.
Di akhir sambutan, Presiden mengajak untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari pola hidup sehat.
“Masyarakat sehat, negara kuat. Dan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, kita memulai semangat baru olahraga untuk negara kita Indonesia Maju,” pungkas Presiden. ***/ebn
JAYAKARTA NEWS— Rasa frustasi petenis nomor satu dunia Novak Djokovic berbuah cedera tenggorokan pada hakim garis wanita di AS Terbuka 2020. Pasalnya Djokovic yang tertinggal 5-6 pada set pertama melawan Pablo Carreno Busta begitu frustasi ketika gagal membalikkan serangan Pablo. Saking kesalnya dia pun memukul bola asal-asalan, naasnya, mengenai tenggorokan hakim garis yang berada di belakangnya. Kencangnya bola membuat hakim garis tumbang.
Djokovic sangat kaget dan langsung menghampiri sang hakim garis yang kesakitan memegang lehernya. Dengan sungguh hati dia meminta maaf. Namun tetap saja dia menerima hukuman. Atas perbuatannya selain dia didiskualifikasi dari turnamen Grand Slam AS Terbuka, Djokovic juga dedenda Rp3,6 miliar.
Tertunduk sedih. Novac Djokovic didiskualifikasi dari turnamen AS Terbuka setelah mencederai hakim garis– foto instagram djokovic
Lewat akun instagramnya, Djokovic mengaku sangat menyesal atas peristiwa yang tidak disengajanya itu. Dia sudah menanyakan kondisi hakim garis itu dan dikatakan oleh pihak turnamen bahwa baik-baik saja. “Terima kasih Tuhan,” tulis Djokovic.
“Seluruh situasi ini membuatku sangat sedih dan hampa. Saya memeriksa hakim garis itu dan pihak turnamen mengatakan kepada saya bahwa, terima kasih Tuhan, dia (hakim garis) merasa baik-baik saja. Saya sangat menyesal telah membuatnya stres seperti itu. Sangat tidak disengaja. Jadi salah,” ucapnya lagi.
“Saya tidak mengungkapkan namanya untuk menghormati privasinya. Mengenai diskualifikasi, saya harus kembali ke dalam dan mengatasi kekecewaan saya dan mengubah ini semua menjadi pelajaran untuk pertumbuhan dan evolusi saya sebagai pemain dan manusia.”
“Saya minta maaf kepada turnamen @usopen dan semua orang yang terkait atas perilaku saya. Saya sangat berterima kasih kepada tim dan keluarga saya karena telah menjadi pendukung rock saya, dan penggemar saya karena selalu ada bersama saya. Terima kasih dan maafkan saya,” paparnya. ***ebn