“Ibu Tiri” tanpa Hipertensi

VICKY BURKI, pemeran ibu tiri Aldi dalam sinetron ‘Cinta di Langit Taj Mahal’  ternyata rutin meminum urine sendiri demi menjaga kesehatan. Menurutnya,  terapi urine dilakukannya sejak belasan tahun lalu. Gara-gara terapi urine jugalah yang menyebabkan ia akhirnya memutuskan menjadi vegetarian.

“Jadi kalau kita mengonsumsi segala macam, apalagi daging-dagingan maupun ikan, maka air seni kita selain berbau tak sedap juga rasanya sungguh tidak enak. Karena itu, aku menjadi vegetarian,” kata Vicky yang sempat dua tahun tidak ke restoran lantaran takut upayanya menjadi vegetarian gagal.

“Vicky takut kalau datang ke restoran, trus melihat orang-orang makan macem-macem, jadi tergoda. Makanya Vicky jadi jarang banget ke restoran selama dua tahun,” katanya.

Ia merasa, dengan manfaat yang didapatnya dari pola hidup sehat yang dijalaninya, sebanding dengan pengorbanan yang telah dia lakukan. Terapi urine, juga menjadi vegetarian, membuat tubuhnya sehat. Penyakit-penyakit yang banyak ‘menghantui’ orang zaman sekarang seperti kolesterol, diabetes, hipertensi, dll, jauh dari hidupnya.

“Manfaatnya sangat Vicky rasakan. Badan terasa lebih kuat, jarang sakit, jarang lemas. Untuk emosional juga lebih terkontrol. Kalau dulu, Vicky kan mudah emosi, tapi kini tidak lagi. Vicky menjadi lebih tenang. Tapi itu semua diperoleh tidak instan, setelah bertahun-tahun baru dirasakan hasilnya. Semua ada prosesnya”.

“Beberapa teman Vicky sempat meledek  ‘Ya ampun Vicky, hidup ini sudah susah, kenapa sih elu bikin tambah susah.. Hahaha…aku tertawa saja. Biar orang bilang apa, yang penting Vicky enjoy kok. Kalau kangen makanan-makanan yang dulu, ya aku datang ke restoran-restoran vegetarian. Di restoran-restoran itu bisa ditemukan makanan-makanan yang dibuat seperti ayam, sate, dll, tapi semuanya dari bahan-bahan yang bebas daging-dagingan. Ya tampilannya sih mirip tapi rasanya…hahahahha,” kata Vicky sembari tertawa.***

Vicky – Daging, “End”

MENJADI vegetarian itu tidak mudah. Apalagi untuk orang-orang yang doyan makan. Tak heran kalau banyak yang gagal ketika mencoba. Sebut saja Julia Perez alias Jupe yang mengaku hanya tahan beberapa hari.

Masa-masa berat itu juga dialami oleh Vicky Burki, artis senior, yang mengaku sudah menjadi vegetarian sejak 13 tahun lalu. “Aku vegetarian tapi bukan vegan. Aku tidak mengonsumsi semua hewan bernyawa, tapi masih mengkonsumsi produk turunannya, seperti  keju, telur, susu. Kalau vegan, kan, juga tidak mengkonsumsi produk turunannya,” jelas Vicky yang pernah menjadi Ratu Aerobik se-Asia 1988, ini.

Vicky yang dulu penggemar makan, khususnya daging-dagingan, memutuskan menjadi vegetarian tanpa tahapan. Dia langsung mengalihkan menu hariannya dengan hanya memakan tempe, tahu, sayur-sayuran dan buah-buahan.

“Begitu aku memutuskan menjadi vegetarian, aku langsung menyetop semua makanan daging-dagingan. Karena aku tahu, kalau melakukannya secara bertahap, pasti gagal. Pasti tergoda dan akhirnya niat menjadi vegetarian akan sia-sia. Maka itu aku langsung berhenti,” ungkapnya. Sejak itu pula, Vicky menyatakan “end” kepada daging-dagingan.

Pada masa awal, tuturnya, terasa sangat berat. “Pada masa itu, ya ampunnnnn menderitanya. Rasanya sulit Vicky lukiskan, berattt,..rat..banget,” ungkap wanita bernama lengkap Victorine Cherryline Soedarjono Burki, penuh ekspresi.***

Banjir dan Kuda di Taman Duta

TINGGINYA intensitas hujan sejak sore hingga malam hari di Kota Depok Jumat (25/2) menyebabkan sejumlah kawasan rawan banjir di Kota Depok terendam. Seperti  kawasan perumahan Taman Duta, Cisalak, Pondok Duta, dan Bukit Cengkeh, juga di kawasan terkenal Margonda terendam air dengan ketinggian bervariasi mulai dari 15 Cm hingga 1 meter.

“Tiga hari lalu juga banjirnya tinggi sampai paha orang dewasa,” kata Wardono, warga perumahan Taman Duta, Cisalak, Kota Depok, Jumat (25/5). Menurutnya, malam ini lebih parah lagi, airnya sudah meluap dari pembatas kali. Dan kali ini banyak rumah-rumah yang kemasukan air yang meluap.

Penulis menerobos banjir dengan berkuda.

Ketinggian air akibat luapan anak kali tersebut beravirias mulai dari 20 Cm hingga 1 meter hingga membuat kendaraan tak dapat melintas di kawasan perumahan tersebut. Kalaupun dapat melintas kebanyakan kendaraan besar seperti truk, tuturnya.

Air yang meluap sejak sore hingga tengah malam belum juga surut, Wardono menjelaskan bila hujan lagi tentunya banjir akan lebih parah lagi karena debit air kiriman akan bertambah tinggi di kawasan perumahan Taman Duta ini. “Walaupun sudah dibuatkan tembok atau turap tetap saja banjir terjadi,” ujarnya yang mengaku sudah lebih dari 15 tahun merasakan banjir seperti ini.

Reporter JAYAKARTANEWS yang ingin masuk ke rumahnya di Taman Duta sekitar pukul 22.00 terpaksa menunggu air lebih sudut sedikit. Setelah menunggu satu setengah jam air tetap saja deras. Perahu karet yang sebelumnya disediakan Pemkot Depok untuk membantu warga masuk ke perumahan sudah dialihkan ke Perumahan Bukit Cengkeh. Yang ada adalah kuda yang tadi ikut menarik perahu karet. Bukit Cengkeh lebih parah lagi kondisinya. Puluhan rumah warga terendam.

Karena harus pulang ke rumah akhirnya reporter JAYAKARTANEWS naik kuda. Ketar-ketir rasanya karena takut kudanya marah. Walau airnya masih deras, reporter ini akhirnya tiba selamat dan bisa tersenyum. ***

Deddy atau Netty ?

PARTAI Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat, meski belum memastikan sikap, tetapi ada kecenderungan untuk merestui pasangan Deddy Mizwar dan Netty Prasetyani sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat pada Pilkada 2018. Sejumlah kader PKS ketika dikonfirmasi mengatakan hal itu.

Sekalipun, ada juga kemungkinan lain, Achmad Syaikhu sebagai Ketua DPD PKS Jawa Barat maju dalam Pilkada. “Kemungkinan itu ada, tetapi kemungkinan pak Syaikhu maju dalam Pilkada Kota Bekasi, juga ada. Jadi, memang belum bisa ada yang dikonfirmasi kepastiannya. Masih lama kok,” kata sumber itu.

Deddy Mizwar, aktor kelahiran Jakarta 5 Maret 1955, tak bisa menyembunyikan hasratnya untuk terus berkantor di Gedung Sate. Dari kalangan dekat menyebutkan, ia berhasrat menjadi gubernur didampingi Netty Prasetyani sebagai wakil. Seperti dikethaui, Netty adalah istri gubernur Ahmad Heryawan atau yang akrab disapa Aher. Karena Aher sudah menjabat dua periode, maka dia tidak bisa lagi maju. Karena itu, Aher mempromosikan istrinya untuk maju.

Dalam banyak kesempatan, tampak sekali Netty “jualan program”. Atas nama Ketua Penggeak PKK Provinsi Jawa Barat, Netty memanfaatkannya untuk berdialog dengan masyarakat. “Maklumlah, dia kan mau nyalon,” ujar seorang PNS di Gedung Sate.

Menarik memang, melihat sepak terjang Deddy Mizwar dan Netty Prasetyani. Dua-duanya getol turun ke masyarakat, dalam rangka menggalang dukungan. Tetapi, keduanya belum ada satu pun yang bernai men-declare soal siapa calon gubernur dn siapa calon wakil gubernur PKS nanti. ***

Karena Hobi jadi Enjoy

MESKI artis Titi Kamal punya bisnis restoran tapi ternyata yang jago masak di keluarga itu justru Christian Sugiono, suaminya. Bahkan gara-gara Tian jago masak Titi akhirnya ikut ‘nyemplung’ di dapur.  Kini Titi pun jadi hobi masak.. Bagi keduanya hari libur atau week end adalah hari yang pas untuk kegiatan masak-memasak atau berburu kuliner enak.

“Kami sama-sama suka makan, juga hobi masak. Jadi kalau libur, kerap masak bareng. Kadang Tian (Christian Sugiono) yang masak atau aku yang masak atau bareng-bareng mencoba resep baru,” ungkap wanita bernama lengkap Kurniati Kamalia, ini.

Menurut Titi, hobi memasak dan berburu kuliner itulah yang kemudian menginspirasinya terjun ke bisnis kuliner. “Aku pikir kenapa nggak sekalian terjun ke bisnis kuliner. Bisnis yang didasari dengan hobi pasti bikin enjoy, seperti yang aku jalani sekarang,” ungkap ibu Arjuna Zayan Sugiono, ini.

Saat ini Titi yang memiliki beberapa restoran dan selalu berupaya mengeksplore makanan-makanan baru, bercerita bahwa awalnya dia suka berburu kuliner enak, kemudian ia menjadi hobi memasak.  “Awalnya karena aku suka makan, berburu makanan enak lalu jadi senang memasak, mencoba resep-resep baru. Kadang tanya sama teman atau liat-liat di internet, buku-buku resep dan coba sendiri,” tutur Titi.

Titi beruntung karena memiliki kesamaan hobi dengan suaminya, Tian yang lebih dulu menekuni hobi memasak. Bahkan Tian ketika di Jerman sempat bekerja di restoran. Itu juga yang membuat mereka, kata Titi, makin kompak karena selain hobi masak juga gemar berburu kuliner enak.

“Aku dan Tian punya hobi yang sama, selera makanannya juga sama, jadi lebih simple. Jadi kalau masak-masak ya sekitar sea food, daging-dagingan seperti steak, ikan, pasta, dll. Atau kita coba-coba resep. Nah kalau enggak masak di rumah, biasanya kita makan di luar,” ujar penggemar makanan gudeg ini. ***

Kumpul Dapur Saat Libur

LAZIMNYA, ibulah yang bertugas mendidik anak-anak memasak. Tapi tidak demikian di keluarga Soraya Haque – Ekki Soekarno.  “Yang punya hobi di dapur (memasak) itu Ekki bukan saya. Dia yang mengajar anak-anak memasak sejak kecil. Makanya mereka semua bisa memasak. Kalau saya hobi berbenah rumah, hobi makan juga hahaha… Tapi bukan berarti saya tidak bisa masak lho,” ujar Soraya  tentang hobi memasak di keluarganya.

Kegiatan memasak di keluarga, menurut peragawati top era 80-an ini, merupakan salah satu kegiatan yang paling menyenangkan di keluarganya. Kalau pada hari-hari biasa masing-masing anggota keluarga sibuk dengan kegiatannya, maka ketika mereka mendapat kesempatan kumpul, biasanya diisi kegiatan masak-memasak. “Akhir pekan ngumpul di dapur,” ujar ibu dari Valeri, Nadia dan Belmiro, seraya menambahkan, ia dan suami kadang juga mencoba resep-resep masakan baru.

Karena semua anggota keluarga hobi masak, tutur penyuka makanan pedas ini, persedian bahan-bahan masakan, selalu lengkap di kulkasnya. “Berbagai bahan sudah saya siapkan, mulai dari mie-mie-an, ikan, ayam, dll, termasuk aneka bumbu masak. Karena anak-anak suka memasak sendiri makanannya. Misalnya tidak suka makanan yang sudah disiapkan, mereka akan masak sendiri. Jadi kalau urusan makanan anak-anak sudah terbiasa mandiri,” tuturnya.

Itu juga sebabnya, ketika pembantu tidak, misalnya saat pembantu mudik,relatif tidak ada masalah. “Pembagiannya sudah jelas. Untuk masak-memasak Ekki dan anak-anak. Tinggal diatur bergilir. Sedang beres-beres rumah, saya,” ucap Aya  yang mengaku suka makanan khas Manado dan Padang. “Saya suka makanan yang pedas-pedas, seperti masakan khas Manado dan Padang. Untuk makanan Eropa, saya suka pasta Italia,” ungkapnya. ***

Semen Rembang Beroleh Izin Baru

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali menerbitkan izin lingkungan terbaru untuk PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang. Izin terbaru yang diterbitkan ini adalah untuk mengatur kegiatan penambangan dan pembangunan pabrik semen Indonesia.

Penerbitan izin dituangkan dalam Keputusan Gubernur Nomor 660.1/6 Tahun 2017. Keputusan Gubernur ditandatangani Kamis (23/2/2017) malam kemarin. “Sudah ditandatangani dan sudah diumumkan,” kata Ganjar, seperti dikutip dari laman kompas.com.

Penerbitan izin untuk pabrik semen Rembang malam tadi juga sudah mulai diumumkan di laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pengumuman disampaikan pada Kamis sekitar pukul 22.34 WIB. Ia mengatakan, penerbitan izin lingkungan terbaru ini merupakan tindak lanjut atas rekomendasi dari tim Komisi Penilai Amdal (KPA). Tim Komisi Amdal telah menggelar sidang adendum Amdal pada 2 Februari 2017 dengan dihadiri sejumlah pakar, pemerintah, akademisi, perwakilan masyarakat, hingga perwakilan lembaga swadaya masyarakat. “Tenggatnya sebelum 24 Februari izin lingkungan harus ditandatangani, maka saya tandatangani,” kata dia.

Penerbitan izin tersebut merupakan kebijakan yang dibuat tersendiri atau diskresi pasca-pencabutan izin oleh Mahkamah Agung. Terkait diskresi yang dibuatnya, Ganjar mengaku sudah melaporkan hal itu kepada Presiden Jokowi, baik sebelum dan setelah kebijakan tersebut dibuat.

Sebelumnya, Ganjar berencana melaporkan kepada Presiden soal kewenangannya menggunakan diskresi atau membuat keputusan tersendiri terkait kelanjutan operasional pabrik Semen Indonesia di Kabupaten Rembang. “Sebelum dikeluarkan (diskresi), saya sampaikan ke presiden. Usai dikeluarkan, sampaikan lagi. Nanti kalau diskresi, disampaikan ke Presiden,” ujar Ganjar, ketika diminta perkembangan pabrik Semen Rembang.

Atas kemenangan PT Semen Indonesia yang juga berarti kemenangan rakyat Rembang dari intervensi asing melalui anteknya, Gunretno, pengamat sosial Juni Thamrin mengatakan, sudah seharusnya Gubernur Ganjar mengambil keputusan tersebut.

Yang jelas, katanya, atas keputusan tersebut, warga dan pemerintah daerah Rembang menyambut baik. Tindakan Ganjar menunjukkan bahwa negara hadir di waktu dan situasi yang tepat. Karena sudah mematuhi amar keputusan MA, mengundang panel ahli amdal Jawa Tengah serta mengundang semua pihak baik yang kontra dan pro pendirian pabrik.

Perlu diingat bahwa pertimbangan yang matang telah dilakukan oleh Ganjar. Dia telah memperhatikan pertimbangan lingkungan, persaingan pasar global, ekonomi rakyat dan pemerintah daerah serta aset negara yang harus diselamatkan. Termasuk iklim usaha di Indonesia yang semakin mendapat kepercayaan dunia. Langkah kebijakan Ganjar adalah bentuk win-win solution atas keberatan warga yang kontra maupun pro. “Mari kita bangun Indonesia baru yang sejahtera, adil Dan berkelanjutan,” tandas pengajar di beberapa perguruan tinggi itu.

Juni menambahkan, pasca penerbitan izin baru bagi semen Rembang, babak baru dan tantangan berikutnya adalah pengawalan semua proses produksi SI di Rembang agar dapat memenuhi rencana produksi dengan tetap ramah lingkungan. “Indonesia saat ini sedang mengalami tekanan oleh Freeport McMorran. Ini justru merupakan tantangan bagi semua anak bangsa yang perlu mendapat perhatian bersama,” tegasnya. ***

Gerson Poyk Wafat

MANTAN wartawan Sinar Harapan dan sastrawan Gerson Poyk meninggal dunia, Jumat (24/2). Ibadah kebaktian penghiburan dilaksanakan di Jalan Pemuda Nomor 100 Pancoran Mas, Depok.

Gerson Poyk lahir di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, 16 Juni 1931; umur 85 tahun adalah sastrawan berkebangsaan Indonesia. Pendidikan terakhirnya SGA Kristen Surabaya, 1956. Pernah menjadi guru SMP dan SGA di Ternate (1956-1958) dan Bima, Sumbawa (1958). Dia juga pernah menjadi wartawan Sinar Harapan (1962-1970). Antara tahun 1970-1971, ia menerima beasiswa untuk mengikuti International Writing Program di University of Iowa, Iowa, Amerika Serikat. Sempat mengikuti seminar sastra di India pada tahun 1982. Gerson menikah dengan Atoneta Saba, dan dikaruniai lima orang anak.

Namanya dikenal secara luas melalui karya-karyanya yang dimuat di media massa dan dijadikan rujukan dalam pelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Dia mengawali debutnya sebagai penulis sejak tahun 1950. Atas prestasinya, dia menerima banyak penghargaan, baik sebagai sastrawan maupun sebagai wartawan.

Karya-karya Gerson antara lain Hari-Hari Pertama (1968), Sang Guru (1971), Cumbuan Sabana (1979), Giring-Giring (1982), Matias Akankari (1975), Oleng-Kemoleng & Surat-Surat Cinta Rajagukguk (1975), Nostalgia Nusa Tenggara (1976), Jerat (1978), Di bawah Matahari Bali (1982), Requim Untuk Seorang Perempuan (1981), Mutiara di Tengah Sawah (1984), Impian Nyoman Sulastri (1988) Hanibal (1988), Poli Woli (1988).

Sejumlah penghargaan pernah diterimanya. Antara lain, karangan yang ditulis di kelas 5 di Batutulis Bogor menjadi karangan terbaik dibacakan di depan kelas 5 SD oleh guruku bernama Sintus de Rodreques, sebagai Aktor pembantu terbaik pada Festival Seni Drama di Surabaya 1956 , Hadiah sastra dari majalah Horison dan Sastra, Jurnalistik Adinegoro 1965, Anugerah Jurnalistik Adinegoro 1966, Anugerah Southeast Asia Write Award 1982, Academy Award dari Forum Academy NTT, Inspirator Award dari majalah Lider 20, Anugerah Kebudayaan dari Pemerintah Indonesia.

Tahun 1985 dan 1986, dia kembali menerima Hadiah Adinegoro. Tahun 1989 menerima hadiah sastra ASEAN, Sea Write Award. Serta, Lifetime Achivement Award dari Harian Kompas ***

Sumber: netralitas.com

Jempol Jokowi di Semanggi

SANGAT sedikit kontraktor yang mengerjakan suatu proyek selesai tepat waktu seperti yang dijadwalkan. Salah satu kontraktor yang dinilai memiliki kinerja bagus itu yakni PT Wijaya Karya. Bahkan, tidak tanggung-tanggung yang memberikan apresiasi yakni Presiden Joko Widodo.

Ya, Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi yang tinggi kepada kontraktor pelaksana pembangunan proyek pengembangan infrastruktur simpang susun Semanggi, Jakarta Pusat. Apresiasi tersebut diberikan karena pembangunan jalan sepanjang 1,8 kilometer tersebut berjalan sesuai dengan target yang telah direncanakan.

“Saya acung jempol pada kecepatan cara-cara kerja cepat PT Wijaya Karya dalam menyelesaikan simpang susun Semanggi ini,” ujar Presiden Joko Widodo kepada para jurnalis usai meninjau proyek pengembangan simpang susun Semanggi, Kamis (23/2).

Presiden Jokowi di Semanggi.

Selain soal kecepatan, Presiden juga mengapresiasi atas efisiensi yang dilakukan dalam proses pembangunan proyek tersebut. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono serta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang turut mendampingi Presiden, menyebutkan bahwa proyek tersebut menghabiskan dana sebesar Rp360 miliar. “Saya melihat kecepatan pembangunan ini betul-betul sangat cepat sekali dan pembiayaan yang dikeluarkan untuk ini juga sangat efisien, sangat murah,” kata Presiden.

Presiden Jokowi meyakini bahwa proyek pengembangan Simpang Susun Semanggi akan mengurangi sekitar 30 hingga 40 persen kemacetan di sekitar Semanggi, yang telah terjadi bertahun-tahun, baik pagi, siang, maupun malam. “Dan ini menjadi salah satu solusi bagi kemacetan di Semanggi yang sudah bertahun-tahun kita rasakan, baik pagi, maupun sore, dan malam,” tegas Presiden seraya menambahkanm  sebelumnya kemacetan terjadi karena semua ruas jalur, masuknya di titik sentral di Semanggi ini.

Simpang Susun Semanggi ini dibangun sepanjang 1,8 kilometer atau 1.800 meter dengan trase struktur jembatan yang melintasi Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan Tol Dalam Kota. “Kita harapkan dengan selesainya ini, Simpang Susun Semanggi ini, insya Allah pertengahan tahun ini sudah bisa kita pakai, kita resmikan,” tambah Presiden seraya menargetkan proyek ini bisa selesai di bulan Juli, atau selambat-lambatnya bisa diresmikan pada 17 Agustus. ***

Dayung Perahu di Kali Puri

SIAPAPUN tahu kalau Kali Puri Indah dulunya kotor dan kumuh. Kali ini kerap menjadi langganan banjir dan mungkin sama sekali tak dilirik untuk penanganan lebih baik. Namun kini, setelah mengalami pembangunan dan revitalisasi, akan dirubah menjadi wisata air oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI,

Ya, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta berencana menyulap Kali di Jalan Puri Indah, Kembangan Selatan, Kembangan, Jakarta Barat ininmenjadi salah satu destinasi wisata air di Ibukota. Di kali tersebut nantinya warga bisa berwisata dengan menjelajahi kali dengan perahu dayung mini atau sepeda air hingga satu kilometer.

Kali PUri sudah bersih.

Kepala UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Junjungan Sihombing mengatakan, kondisi Kali  Puri Indah saat ini terbilang bersih karena dilakukan perawatan rutin. Selain itu, di sekitar juga ada berbagai macam kuliner dan lahan parkir yang memadai. “Sudah kami survei. Kali itu layak jadi tempat wisata. Warga nanti bisa menikmati wisata air dan kuliner di sana,” katanya.

Di kali tersebut, pihaknya juga berencana menebar benih ikan. Sehingga ke depannya pengunjung bisa menjelajahi kali sambil memberi makan ikan. “Ini juga bertujuan untuk menjaga ekosistem,” ujarnya.

Menurut Junjungan, untuk merealisasikan rencana ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) serta Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) DKI Jakarta.

Ia menambahkan, selain Kali Puri Indah, tempat penampungan air lainnya yang potensial dijadikan wisata air seperti Kanal Banjir Timur (KBT), Setu Rawa Dongkal di Ciracas, Setu Mangga Bolong di Jagakarsa dan Waduk Melati di Tanah Abang. “Kita targetkan wisata air di Kali Puri Indah paling lambat dilaunching pada pertengahan tahun ini,” tandasnya. ***