Jakarta Kecolongan Rollin

HEBOH soal Rollin Handika, remaja 17 tahun warga Utan Kayu, Rawamangun, Jakarta Timur, yang menderita gizi buruk selama enam tahun, menjadi pukulan bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Bahkan, Wakil Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat, mengaku kecolongan.

Diakui Saiful, seharusnya, Rollin bisa dideteksi lebih dini sehingga tidak perlu selama enam tahun menderita gizi buruk dan penyakit paru-paru basah. “Ini sudah kecolongan. Tidak boleh terulang kembali,” kata Djarot seusai melakukan sidak di Kelurahan Utan Kayu Selatan, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Senin (27/2).

Setelah mendapatkan kabar adanya penderita gizi buruk, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur segera membawa Rollin ke RSUD Budhi Asih, Jakarta Timur untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. “Sudah dibawa ke rumah sakit tadi pagi. Sekarang dirawat di RSUD Budhi Asih,” ujarnya.

Djarot menegaskan, Pemprov DKI melalui Pemkot Jakarta Timur akan memberikan bantuan baik kepada Rollin maupun kepada keluarganya, agar mampu memberikan makanan bergizi kepada Rollin. “Ya semuanya (bantuan) kita kasih,” tuturnya.

Agar tidak terulang kembali, lanjutnya, Pemprov DKI akan melakukan deteksi kesehatan anak-anak sejak usia dini. Berdasarkan pengalaman kasus Rollin, DKI sudah kecolongan selama enam tahun.

“Ini kan sudah kadaluarsa istilahnya. Makanya, Rollin harus diperbaiki gizinya terlebhi dahulu. Dan supaya tidak kecolongan lagi, kita akan lakukan deteksi kesehatan anak-anak sejak usia dini. Seperti bayi lima tahun ke bawah itu harus kita deteksi kesehatannya,” terang Djarot. ***

Bom Arjuna dan Panci Bima

TAMAN Pandawa kreasi Walikota Ridwan Kamil, tentu tidak dibikin dengan tujuan untuk dibom. Tapi, itulah yang terjadi, Senin (27/2) pagi kemarin. Sebuah bom meledak di taman yang terletak di Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung.

Pelaku pengeboman berinisial Y (43) langsung ditembak mati petugas tim anti-bom Polda Jabar di lantai dua kantor Kelurahan Arjuna (tempat dia bersembunyi). Sebelumnya, Y sekitar pukul 09.00 meledakan  “Bom Panci” di Taman Pandawa, yang hanya berjarak puluhan meter dari kantor kelurahan.

Petugas kepolisian yang sigap mendatangi TKP, langsung mengepung lokasi kantor kelurahan yang diketahui dijadikan tempat persembunyian Y. Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Carlian, turut hadir di TKP. Tampak pula Walikota RK di situ.

Menurut saksi mata, pelaku (Y) seperti orang stres. Usai meledakkan bom, ia tertawa-tawa, bahkan tidak takut ketika dikejar para pelajar SMA yang sedang berolahraga tak jauh dari TKP. Ia jalan santai saja sambil mengacung-acungkan senjata tajam.

Ia menyuruh masyarakat yang memburu untuk menjauh, sebaliknya ia menantang anggota Densus untuk datang menangkapnya. “Kayaknya dia musuhan tuh sama polisi,” ujar Iwan, seorang pelajar, saksi mata. Dan memang, akhirnya ia berhadapan dengan timah panas yang memupus hidupnya, seketika.

Lokasi tempat kejadian, memang dikelilingi jalan-jalan yang menggunakan nama wayang. Tak jauh dari jalan Arjuna, ada jalan Bima. Nah, anehnya, bom yang dikenal dengan sebutan “bom panci” itu diledakkan, tak jauh dari Jalan Bima. Dan di Jalan Bima, memang terdapat pabrik panci merek Bima, juga.

Catatan Herman Affandi, wartawan Jayakartanews.com Bandung, di lokasi yang harusnya berjaga Satpol PP, karena dekat dengan instansi pemerintahan, tetapi pagi itu tidak satu pun petugas Satpol PP tampak batang hidungnya. “Ini harus jadi perhatian pemerintah kota Bandung,” kata Herman. ***

Lubang Makan Korban

BANJIR rupanya membuat beberapa ruas jalan di Jakarta rusak dan berlubang. Kondisi ini, tentu saja membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara kendaraan bermotor roda dua. Akibatnya, korban pun mulai berjatuhan.

Ya, beberapa titik jalan di Jakarta ditengarai rusak akibat sering tergenang. Akibatnya, pekerjaan rumah bagi Pemprov DKI Jakarta untuk segera memperbaikinya, sebelum banyak memakan korban.

Kini, ribuan titik jalan rusak akibat genangan dan banjir di Ibukota beberapa hari lalu mulai diperbaiki Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Perbaikan jalan rusak tersebut sementara dilakukan dengan cara tambal sulam karena bersifat darurat.

“Untuk perbaikan darurat, kami mengerahkan ratusan tim satgas mobile yang tersebar di lima wilayah kota,” ujar Yusmada Faizal, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Ia menjelaskan, tim satgas mobile yang dikerahkan memperbaiki jalan rusak terdiri dari enam personel dilengkapi mobil pengangkut aspal beserta peralatan.

Masing-masing Suku Dinas Bina Marga di tiap wilayah mengerahkan dua tim ditambah beberapa tim dari dinas. “Jadi setiap ada jalan lubang, petugas langsung tambal. Perkiraan, ribuan jalan berlubang sudah ditambal selama beberapa hari ini,” katanya.

Yusmada menambahkan, pihaknya juga akan melakukan perbaikan jalan yang bersifat permanen pada akhir Maret atau pertengahan April 2017 mendatang, tepatnya setelah melewati puncak musim penghujan. “Kalau perbaikan permanen dilakukan saat ini akan percuma karena jalan akan kembali rusak. Perbaikan permanen ini ada yang menggunakan material hot mix maupun beton,” tandasnya. ***

Putri Malu dari Jawa

NAWUNG-PUTRI MALU DARI JAWA, sebuah novel berisi tentang sikap hidup orang Jawa. Buku ini memang bukan buku baru, tetapi isinya tak lekang oleh waktu. Karya sastra ini “dilahirkan” wanita Jawa bernama Galuh Larasati yang begitu santun dan lembut ketika berbincang dengan  Jayakartanews.com di kediamannya, Jl Parangtritis, Yogyakarta.

Galuh yang akrab dipanggil Atik mengisahkan isi novelnya mengambil filosofi kehidupan manusia  dari Tembang Macapat. Macapat, jelasnya, “jika direnungi, macapat itu mengandung nilai yang amat dalam, yaitu bahwa setiap manusia telah dirancang kehadirannya di dunia sejak masih berada dalam kandungan hingga dewasa, bahkan kematiannya.”

Galuh Larasati

Dengan semangat Atik  menjelaskan bahwa buku ini berisi tentang tokoh bernama Nawung Sekar,  sosok putri yang lahir dari keluarga sederhana. “Kisah hidupnya bagaikan cakra manggilingan, penuh dengan lika-liku kebahagiaan, kesedihan, kebangkitan dan keterpurukan, serta harapan. Ceritanya  berlatar belakang Dinasti Syailendra  dan Nawung Sekar ditampilkan sebagai sosok yang kalem, namun memiliki rasa sosial yang tinggi dan kepedulian terhadap lingkungannya.”

Terlihat gairahnya ketika menuturkan isi Nawung. “Saya meggambarkan, wanita dalam novel ini memiliki pemikiran bahwa belajar merupakan bagian hidup yang paling penting. Pengetahuannya  juga harus diimbangi spiritual agama karena tanpa itu, pengetahuan akan menjadi benda padat namun kosong dalamnya sehingga sangat rapuh,” ujar Atik dengan tetap berbinar senyum menceritakan isi novelnya itu.

Novel Nawung begitu sarat nilai-nilai luhur tradisional Jawa. Atik berharap, “Nawung dapat memperkuat mental dan spiritual Gadis Jawa yang penuh rasa pangrasa ini, untuk mengingatkan  kita semua agar senantiasa mencintai budayanya, berpengetahuan dan memiliki spiritual yang matang.” Inti dari novel ini, ujar Atik lagi, “manusia harus selalu dapat menjaga hubungan batin dengan Sang Pencipta, senantiasa mengasihi sesama dan merawat bumi tempat berpijak.” ***

Festival Kopi dan Coklat

UNTUK kedua kalinya, Festival kopi dan coklat diadakan kembali digelar bagi para penikmat kopi. Tidak hanya itu, pengunjung juga mendapatkan edukasi mengenai kopi dari para ahlinya. Acara berlangsung pada  24-26 Februari 2017 di Pasar Modern Sinpasa, Summarecon Bekasi.

Selama tiga hari pengunjung menghabiskan waktu bersama dengan teman-teman terdekat dan keluarga sambil berkumpul dan menikmati kopi. Di sekitar tenant tersedia area tempat duduk agar pengunjung dapat menikmati kopi dan ragam snack dengan nyaman.

Setiap tenant membawa varian biji kopi yang beragam, sehingga pengunjung dapat merasakan keunikan rasa dan nikmatnya kopi nusantara seperti kopi arabica, kopi robusta, kopi liberica, kopi toraja, kopi kintamani Bali, kopi gayo dan aneka coklat.

Pengunjung dapat mencoba ragam olahan kopi mulai dari cold brew coffee, Green beans coffee yang mampu menurunkan berat badan, hingga coffee wine. Sementara bagi para pencinta coklat terdapat booth tenant yang menjual ragam olahan coklat dan waffles.

Tercatat beberapa tenant seperti Armor Wine Coffee, Jenny Coklat, Krueng Coffee, Kopi Ranger, Papous Coffee, Sapore Café, Tetirah Kopi, Merdeka 8 Coffee, Vedder Stroop Waffles, Owob Coffee, Terra Nendura, ambil bagian dalam momentum ini.

Selama digelar, para pencinta kopi mengaku puas menikmati ragam varian kopi beserta olahan yang tersedia dari 13 booth tenant. Tak hanya puas menyeruput kopi, pengunjung pun turut dihibur oleh live music yang tampil sepanjang festival. Tahun ini, festival kopi dan coklat menghadirkan pula edukasi bagi para pengunjung yang ingin mengetahui mengenai kopi.

Terdapat booth dari komunitas Barista Indonesia dan IBA (Indonesia Brewing Adventure) yang memberikan pengetahuan dan wawasan mengenai ragam kopi, manfaat serta teknik membuat kopi. Pengunjung dapat saling berdiskusi dan bertukar ilmu mengenai teknik latte art dan teknik brewing. ***

Denda Parkir Rp 1,8 Miliar

MASIH kurangnya kesadaran masyarakat pengguna kendaraan memarkirkan kendaraannya memberikan keuntungan bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Betapa tidak, untuk yang satu ini pemasukan yang didapat mencapai Rp1,82 miliar.

Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Maruli Tua Sijabat menyebutkan, sebanyak 3.481 kendaraan terkena sanksi penderekan. Denda parkir liar di DKI Jakarta selama periode 3 Januari hingga 24 Februari 2017 mencapai Rp 1,82 miliar.

‎Hingga kini, masih banyak pengguna kendaraan pribadi yang memarkirkan kendaraan di bukan lokasi resmi. Akibatnya, kendaraan baik roda empat maupun roda dua itu pun dirazia petugas. “Masih banyak para pengendara yang tidak sadar aturan atau mematuhi rambu larangan parkir,” papar Maruli, Minggu (26/2).

Menurut Maruli, dalam periode yang sama, pihaknya juga menindak 6.437 kendaraan dengan sanksi ditilang, 1.574 kendaraan disetop operasi, 6.029 cabut pentil, 4.312 di BAP Polisi dan 1.002 kendaraan roda dua dijaring. “Penindakan terhadap parkir liar akan terus diintensifkan. Karena, parkir liar memicu terjadinya sumber kemacetan,” pungkasnya. ***

Kejahatan Pemilu (9-Selesai)

BAGIAN kesembilan atau terakhir ini Ir. Andrari Grahitandaru MSc, Kepala Program Sistem Pemilu Elektronik pada lembaga Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengungkapkan kesiapan BPPT untuk meminjamkan peralatan e-verifikasi kepada KPU DKI agar Pilkada di DKI benar-benar bisa berlangsung jujur dan bisa menepis keraguan masyarakat akan rombongan orang bukan warga DKI ikut mencoblos. Simak penuturannya.

Ada cerita lain menyangkut penolakan sistem e-verifikasi ini?

Setelah FGD itu, kami pernah rapat terbatas di Bawaslu. Lagi-lagi LSM komentarnya begini, bu jangan salahkan pemilih ya kalau ada yang milih lebih dari satu kali. Kan yang salah datanya. Hahahah…. yang salah DPTnya katanya. Hahahaha… Terus yang aneh lagi, ini nanti perlu diklarifikasi ya. Ada yang komentar, bu kalau pakai e-verifikasi nanti Pilkadanya jadi mahal. Karena nanti harus ada PSU (Pemungutan Suara Ulang). Kenapa harus ada PSU? Karena dalam satu TPS ada satu saja yang ganda, ada satu yang curang, ada satu yang haknya tidak dipakai dan ketahuan, harus ada PSU. Jadi nanti semua PSU bu. Ketawa nggak sih dengar pernyataan seperti ini? Logikanya di manaa…

Kalau ada yang menolak perbaikan sistem, bukankah itu suatu indikasi pihak tersebut ikut bermain dalam kecurangan Pilkada DKI?

Ini peraturan baru sesuai dengan Peraturan KPU nomor 8 tahun 2016 yang disahkan September kemarin. Inilah yang kemudian membuka peluang satu jam. Karena satu jam ini orangnya bebas. Siapa saja yang tidak ada dalam DPT boleh memilih. Jadi tidak ada lagi DPT tambahan. Dahulu itu, DPT tambahan itu seperti proses pembuatan DPT lalu diumumkan, ini lho DPT tambahan satu. Ini lho DPT tambahan dua, gitu. Sekarang? Ada satu jam yang sangat kacau. Satu jam yang sangat manipulatif potensinya. Nah, makanya isu KTP-el palsu muncul karena ada  peluang SATU JAM.

Sejauh ini sikap KPU DKI bagaimana?

Bagian DPT KPU DKI kan menyatakan di koran, menanggapi isu adanya KTP palsu. Katanya, iya memang harusnya diverifikasi KTPnya. Apakah asli apa nggak. BPPT pernah menunjukkan itu. Saya kan memang pernah ke KPU DKI. Waktu itu mereka bilang, yang bagus sih BPPT bisa meminjamkan alat itu. Kami kan nggak sempat menganggarkan, katanya begitu.

Seberapa mahal alatnya?

Ya di atas Rp 10 juta mbak per satuan unitnya. Jadi dengan adanya pernyataan itu, kalau boleh meminjam BPPT, ya kami langsung tanggapi. Ya kalau pinjam dari dulu untuk kepentingan merah putih, kami bisa menghimpun semua produsen yang memproduksi KTP-el untuk dipinjamkan ke DKI. Nggak masalah. Langsung kami menulis di website BPPT bahwa BPPT siap meminjamkan alat baca untuk e-verifikasi kepada KPU DKI. Walaupun, TPS nya kan 13.000 tapi, paling nggak kalau 100 saja dapetlah untuk ditempatkan di TPS-TPS yang pemilih tambahannya banyak. Sebetulnya, pemilih tambahan itu yang diberi peluang antara jam 12.00 sampai jam 13.00 sesuai aturan, itu dia harus melapor. Melapor dari awal. Tapi, pada prakteknya kalau nggak melapor juga diterima. Hahahah….

Tapi kami tetap menawarkan peralatan untuk e-verifikasi itu untuk ditempatkan di daerah-daerah yang paling banyak pemilih tambahannya sesuai laporan. Atau, daerah rawan sesuai pilihan KPU DKI.

Responsnya bagaimana?

Oh iya bu. Terima kasih. Tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya. Hehehe… ***

Kejahatan Pemilu (8)

Bagian ke delapan ini Ir. Andrari Grahitandaru MSc, Kepala Program Sistem Pemilu Elektronik pada lembaga Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengungkapkan bahwa sistem e-verifikasi bisa menangkal kejahatan Pemilu. Namun, bagaimana respons KPU dan masyarakat? Simak hasil perbincangannya berikut ini.

Peraturan KPU untuk memberi peluang kepada pemilik KTP-elektronik ikut mencoblos meski tidak memiliki surat undangan. Bagaimana pengawasannya?

Ya bawa KTP el aja tetap bisa diverifikasi. Dari KTP dicocokkan fotonya, sama nggak.

Kalau KTP-el nya palsu bagaimana?

Ya nggak bisa. Makanya itu, karena ada peraturan bisa ikut nyoblos dari jam 12.00 sampai jam 13.00 tanpa surat undangan itulah akhirnya menjadi peluang orang memalsukan KTP-el. Karena di situ terbuka lebar kan.

Memang nggak akan ketahuan kalau KTP el nya palsu?

Nggak ketahuan. Coba kalau dulu desain KTP-el itu chipnya kelihatan kayak kartu kredit. Ini kan dibungkus. Nggak kelihatan jadinya. Dan yang terjadi kan memalsu KTP-el jadi mudah. Apa susahnya sih? Kartu PVC biasa diisi sendiri datanya terus dilaminating saja udah jadi. Makanya dengan reader ini, begitu ditempel nggak ada bunyi ‘NUT’, berarti KTP-el nya palsu.

Sebetulnya, fungsinya apa sih DPT itu diupload ke laptop?

Fungsinya adalah pertama, mencegah NIK ganda. Kedua, mencegah NIK tidak sesuai domisili, ketiga, mencegah NIK fiktif. Kalau secara manual, bayangkan ini kan cuma secarik kertas kan? Nanti pada prakteknya pemilih yang datang dengan nomor urut sekian, ditulis. Nah, ketika ini kami praktekkan di Pilkades, apa yang terjadi? Terbukti banyak pelanggaran kan? Karena ini sistem. File nya di up load ke sini (laptop). Kalau ada NIK ganda, ditolak mbak. Nggak bisa. Ini sudah dipraktekkan di 160 desa lho.

Hasilnya bagus ya?

Oh iya. Kalau nggak, kami nggak akan rekomendasikan e-verifikasi ini ke tingkat nasional.

Konsep e-verifikasi ini sudah diajukan ke KPU Pusat?

Sudah, berulang kali.

Tanggapannya bagaimana?

Hehehe… ya begitulah. Mungkin dengan kejadian KTP-el palsu ini, baru mereka mau membuka mata. Ceritanya begini. Waktu FGD (Focus Group Discusion) pertama kami menyampaikan konsep ini, awal Mei 2016 lalu. Apa katanya? Yang ribut LSM. Bu, kan nggak semua orang punya KTP. Begitu dia bilang. Lalu saya katakan, coba Pak Dukcapil yang jawab, jangan saya. Jawaban Pak Dukcapil apa? Kalau nggak punya KTP ya bukan WNI dong. Hehehe…

Mengada-ada nih LSM. Terus apa lagi komentar yang lain?

Ada lagi yang tanya, kalau orang Tanah Tinggi dan banyak daerah yang abu-abu bagaimana? Kan pemerintah nggak akan memberikan KTP bagi warga yang tinggal di daerah abu-abu? Contohnya Tanah Tinggi. Pak Dukcapil tak suruh jawab lagi pertanyaan ini.

Jawaban Dukcapil apa?

Yaa.. pemerintah itu boleh memberikan KTP tapi tidak harus di alamat daerah abu-abu. Satu rumah boleh KKnya ada 10. Lebih juga boleh. Orang-orang yang tinggal di daerah abu-abu itu, coba ditanya, belum tentu nggak punya KTP. Kalau nggak, dia nggak bisa ngurus apa apa. Tapi, KTPnya tentu KTP daerah. KTP nebeng tetangganya. KTP nebeng keluarganya. Tapi, dia pasti punya KTP. Ini celah ya. Nanya terus orang itu.

Ada lagi komentar miring?

Ada lagi yang komentar, itu orang Ahmadiyah kan nggak mau ditulis agamanya Islam. Jadi dia nggak mau punya KTP. Soalnya nanti ditulis agamanya Islam, padahal dia nggak mau. Ya ampun sampai segitunya lho. Terus jawaban Dukcapil begini, kan kolom agama boleh nggak diisi. Hahaha… mati kutu dia. (bersambung)

Pendukung Rano Demo Lagi

MASSA pendukung Rano Karno – Embay melakukan unjuk rasa di depan Hotel Royal Krakatau, Cilegon, Minggu (26/2), tempat berlangsungnya rapat pleno KPUD penetapan rekapitulasi penghitungan suara Pilgub Banten. Massa semula hendak menerobos barikade kawat berduri, dan sedia memasuki ruang rapat.

Petugas kepolisian yang sudah mengantisipasi dengan baik, berusaha melakukan negosiasi dengan massa. Antara lain disampaikan bahwa di dalam rapat pleno, sudah hadir perwakilan kedua pasangan calon gubernur-wakil gubernur. Massa sempat berusaha merobohkan barikade, dan perang mulut dengan petugas.

“Kami juga ingin dihargai, saya juga tahu bapak-bapak sedang bertugas, kami juga punya hak konstitusi untuk dihargai,” kata seorang pendukung Rano-Embay, Ocing, Minggu.

“Tolong hargai kami, ini batas kita,” ucap seorang polisi.

Para pendemo meminta, jika mereka tak diizinkan masuk, cukup perwakilan anggota KPU maupun Bawaslu Banten dihadirkan ke tempat demo. Harapan mereka pun sulit dikabulkan, karena yang mereka kehendaki hadir menemui demonstran, sedang rapat di dalam. ***

Bu Hebring Rajin ke Lab

SUNGGUH tepat julukan Bu Hebring bagi artis senior Connie Sutedja. Jalannya masih sigap, wajahnya juga masih terlihat segar. Di usianya yang sudah 72 tahun, Connie masih “bekerja” dari Senin hingga Jumat. “Seperti orang kantoran saja, saya masih ada syuting dari hari Senin sampai Jumat, Sabtu Minggu baru libur”, ujar nenek cantik kelahiran 10 November 1944 di sela-sela kesibukan belanja di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sampai sekarang pemeran Bu Hebring dalam serial Pondokan ini, masih bermain film dan sinetron, meski diakuinya dia lebih banyak sebagai peran pendukung. Ada beberapa film dimana Connie bermain sebagai pemeran utama, di antaranya yang terkenal sebagai Mirah dalam ‘Singa Betina dari Marunda’ (71).

Diungkapnya, ibu satu putera dan nenek satu cucu ini, setiap hari ke Cibubur tempat syuting sinetron Orang-orang Kampung Duku (OOKD). “Saya tiap hari dianter ke Cibubur. Dengan adanya kegiatan, tubuh kita malah tetap segar,” ujar Connie yang tinggal di Cilandak.

Dengan ramahnya Connie semangat ngobrol tentang awal dia berkiprah di kancah perfilman Indonesia akhir tahun 1960 an. Film-film awal Connie antara lain Maju Tak Gentar, Deru Campur Debu, dll.

Film besar pertamanya Ratu Amplop, yang pembuatannya tahun 1974 bersama Ida Kusuma, Benyamin, Ratmi B -29, Rahayu Efendi dan Ida Royani. Beberapa film yang dibintanginya, mendapat sambutan positif penonton film di Tanah Air. Di antaarnya Si Pitung, Dibalik Cahaya Gemperlapan, Benyamin Tukang Ngibul, Guna-guna Istri Muda, Seruling Sakti.

Dalam hal menjaga kesehatannya, pemeran sinetron Tukang Bubur Naik Haji ini, rajin memeriksakan diri ke laboratorium terutama untuk kandungan gula darah, kolesterol asam urat dan tekanan darah. “Alhamdulilah kondisi kesehatan saya baik, hari Sabtu lalu saya baru periksa di lab BPJS yang baru di TB Simatupang. Tempatnya bagus, bersih,” ujarnya memuji sembari mengutarakan bahwa dirinya ikut peserta BPJS kelas satu. ***