Perjalanan Nostalgia Raja Salman ke Indonesia

SELALU ada kisah menarik pada setiap pertemuan. Apalagi jika pertemuan itu melibatkan pertemuan orangorang yang namanya sudah besar. Hal ini terjadi ketika dua pemimpin negara bertemu dalam kunjungan antar negara. Raja Salman bin Abdulaziz menemui Presiden RI, Joko Widodo dan sejumlah menteri—salahsatunya Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani.

Setiba di Bogor, Indonesia, Raja Salman atau yang lebih akrab disapa King Salman segera mencari cucu Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Sukarno. Hal itu disampaikan langsung Raja kepada Presiden Joko Widodo, “Mana cucu Sukarno?” tanya Raja Salman.

Maka Presiden Jokowi memanggil Puan Maharani, yaitu anak dari mantan presiden Megawati. Menko Puan bernostalgia soal pertemuan kakeknya, Sukarno, dengan Raja Arab Saudi kedua, Saud bin Abdulaziz pada 1955.

Ingatan pertemuan dengan Bung Karno rupanya masih membekas dalam benak Raja Salman. Ia menyatakan bahwa saat Bung Karno kunjungan kerja ke Saudi, Raja Salman ikut mendampingi Raja Saud dan sempat berbincang dengan Bung Karno.

Pertemuan Bung Karno dan Raja Saud saat itu terjadi ketika ia dan rombongan melakukan ibadah haji pada 1955. Setelah beribadah, Raja Saud menemui Bung Karno yang dianggapnya kawan dekat.

Disebut kawan dekat karena memang Indonesia dan Arab Saudi punya hubungan diplomatik yang baik. Salah satu buktinya adalah saat Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung pada tahun yang sama, pihak Arab Saudi mendukung penuh ide Dasa Sila Bandung.

Dasa Sila Bandung adalah konsep bernegara yang merupakan hasil dari KAA.Kembali ke pertemuan Raja Saud dan Bung Karno, saat itu Raja Salman masih berusia 19 tahun. Ia ikut menemani Raja Saud saat menerima rombongan dari Indonesia.

Kepada Puan, Raja Salman begitu terngiang dengan sosok Bung Karno.

“Saya ingat sekali Presiden Sukarno yang selalu mengatakan, ‘Saudara-saudara,” ucap Raja Salman.

Saat pertemuan 62 tahun silam itu,Bung Karno dan Raja Saud terlihat begitu akrab. Sebelum pulang ke Indonesia, Bung Karno diberikan cinderamata oleh Raja Saud. Ia memotong-motong Kiswah (kain penutup Ka’bah)yang dibikin dari tenunan kain sutera berhiaskan kaligrafi.Terbuat dari 120 kilogram emas murni dan berpuluh-puluh kilogram perak. Potongan-potongan Kiswah tersebut kemudian dibagikan kepada tamu-tamu kerajaan.

Di Madinah, rombongan Bung Karno juga diberi kehormatan melakukan upacara inaugurasi menandai selesainya pemugaran Masjid Rasulullah Nabawi yang telah dimulai sejak Raja Saud bertahta pada 1953. Hal menarik lainnya yaitu, selama berada di Arab Saudi, Bung Karno diberi fasilitas mobil buatan Amerika, Chrysler Crown Imperial oleh Raja Saud.

Kunjungan Bung Karno ke Saudi itu, kemudian dibalas Raja Faisal bin ‘Abdul ‘Aziz (penguasa ketiga Arab Saudi) pada Juni 1970. Ia adalah seorang reformis, modernis, pro-Palestina garis keras, dan pendukung pan-Islamisme. Akhir hidupnya tragis: dibunuh keponakannya sendiri.. Ia mengunjungi Indonesia dan sempat berpidato di ruang paripurna DPR.Sejak saat itu, Raja Arab Saudi tak pernah berkunjung lagi ke Indonesia hingga kedatangan Raja Salman pada Rabu, 1 Maret 2017—yang turut membawa investasi senilai Rp94 triliunan.Semoga jadi berkah bagi Indonesia. ***

‘Dinner under the Stars”

SUDAH punya rencana untuk akhir pekan nanti? Jika belum, tak ada salahnya jika Anda mencoba sensasi baru di All Seasons Gajah Mada Hotel yang beralamat di Jalan KH Zainul Arifin 5 – 7 Petojo Utara, Jakarta.

Sesuatu yang bikin Anda ketagihan, terlebih bagi Anda penyuka kuliner laut atau seafood. Di lokasi ini menyiapkan paket BBQ Dinner Under The Stars. Bertempat  di sTREATs Restaurant ini dapat menjadi hidangan yang sempurna bagi yang ingin menghabiskan akhir pekan bersama sambil menikmati santapan yang lezat dan memuaskan.

Resto ini memiliki fasilitas seperti free wifi dan tempat duduk di luar (courtyard). Beragam menu mulai dari appetizer yang berupa: cold cut plater & cheese dengan beragam opsi, mixed salad dengan beragam pilihan, dan juga soup chicken dan corn soup.

Main course terdiri dari western station dengan beragam pilihan, live cooking station, chinese ramen, carving roasted chicken mushroom sauce, dan juga fresh from the grill dengan beragam opsi.

Untuk menambah kelezatan disiapkan berbagai macam pilihan saus untuk main course seperti BBQ sauce, black pepper sauce, mushroom, dabu-dabu, sambal matah, dan lain sebagainya. Untuk dessert ada beragam pilihan seperti slice fresh fruit, assorte mousse in glasses, pudding, mini black forest, dan lain-lain.

Seluruh hidangan yang ada dibanderol dengan harga Rp130.000 nett per orang. Ada juga promo Buy 3 Get 4, selain harganya yang terjangkau tamu disuguhkan Live Acoustic Performance. Resto itu  sendiri memiliki kapasitas 90 orang, begitu pula dengan courtyard yang juga memuat 90 orang. ***

Korupsi Liang Kubur

TERKUAKNYA praktek nakal jual beli lahan kuburan dengan modus makam fiktif di Jakarta beberapa waktu lalu, disinyalir masih terjadi. Untuk itu, Keberadaan makam fiktif di Taman Pemakaman Umum (TPU) terus ditelusuri dan diinventarisir.

Kepala Suku Dinas Kehutanan Jakarta Pusat, Munjirin Rasyid menuturkan, pihaknya terus memonitor agar tidak terjadi kasus makam fiktif di wilayah kerjanya. “Cara tercepat mengatasi persoalan ini, warga harus mengembalikan izin penggunaan tanah makam (IPTM),” ujarnya, beberapa waktu lalu.

‎Selain itu, sambung Munjirin, berbagai bentuk sosialisasi dan imbauan terus dilakukan, baik di lokasi TPU maupun tempat lainnya. Upaya ini sebagai bentuk antisipasi agar warga paham aturan dan mencegah terjadinya kasus serupa. “Bukan hanya makam fiktif, pungutan liar (pungli) terkait makam juga kita berantas,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini masyarakat tidak lagi diperbolehkan memesan makam sebelum waktunya. “Petugas yang terlibat izin ilegal atau pungli bisa di BAP dan terancam sanksi hingga pemecatan,” tandasnya.

Munjirin Rasyid

Beberapa waktu lalu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat turun tangan melakukan investigasi. Ahok awalnya mengungkapkan makam-makam fiktif bertebaran di tempat pemakaman umum (TPU) di Jakarta.

Makam tanpa isi itu kebanyakan ada di posisi-posisi favorit, misalnya di bagian depan makam yang mudah diakses. Makam itu memang dibiarkan seolah-olah sudah terisi, padahal itu sebenarnya adalah makam yang dipesan jauh-jauh hari sebelum ada orang meninggal yang mengisinya di hari depan. Semacam dipesan atau di-booking terlebih dahulu. Dengan kata lain, korupsi liang kubur. Kongkalikong makam tanpa isi.

Salah satunya, makam fiktif ini ada di TPU Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta. Ahok dan Djarot lalu memerintahkan anak buahnya melakukan investigasi. Modusnya memang cukup unik, mereka membuat makam fiktif, yang sebenarnya lahan makam masih kosong, belum terdapat jenazah di dalam, mereka menjualnya kepada warga yang hendak memakamkan di TPU tersebut. ***

Ular Sanca Dibilang Permen

DUA ekor ular sanca dari Sumbawa Besar gagal diselundupkan berkat kesigapan petugas Badan Karantina Pertanian Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Penyelundupan ular sanca batik dengan modus mengirim via Kantor Pos tersebut berhasil digagalkan saat paket akan diterbangkan.

Kepala Badan Karantina Pertanian Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banun Harpini mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Kantor Pos mengungkap kasus penyelundupan tersebut. “Jadi ular ini dibungkus kardus berlakban cokelat dan akan diterbangkan melalui Bandara Soekarno-Hatta,” ujarnya, Rabu (1/3).

Dalam paket tersebut, ditulis isi kardus adalah permen. Padahal, kata dia, berisi ular sanca batik.  “Paket kiriman berasal dari Sumbawa Besar. Tujuannya daerah Kudus melalui Jakarta,” tuturnya. Pihaknya, hingga kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait data pengirim dan maskapai yang digunakan. “Kami ketahui karena isi kardus bergerak,” ujarnya. ***

Banten Geus Boga Gubernur Baru

REALITA dan fakta. Hasil rapat pleno perhitungan suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten, pasangan nomor urut satu di Pilgub Banten berhasil mengungguli pasangan nomor urut dua. Pasangan nomor urut satu unggul dengan meraih 2.411.213 suara atau 50,95 persen, sedangkan pasangan nomor urut dua  2.321.323 atau 49,05 persen. Selisih 89.890 suara atau 1,90 persen dengan tingkat partisipasi 62,78 persen.

“Realitas dan fakta itu membuktikan, kini Banten ‘geus boga’ gubernur baru,” kata H. Haetami Kastura, pengamat politik dan tokoh pendidikan di Kabupaten mengomentari gugatan tim sukses dan kuasa hukum Rano Karno ke MK (Mahkamah Konstitusi), kemarin di Pandeglang. Menurut dia, secara hukum, gugagatan pilkada ke MK sesuai UU No 2016 dan PMK dibuat oleh MK, ada batasan jumlah persentase selisih suara.

Gugatan tim kuasa hukum Rano Karno (calon kalah) akan kandas di MK. Karena MK dalam menangani kasus gugatan pilkada akan mengacu pada PMK No. 1 Tahun 2015 jo Psl 157, 158 UU No.8 Tahun 2015, Tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 2015 Penetapan PERPU Nomor 1 TAHUN 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi UU dan  Perma MK Pasal 6 c. Provinsi dengan jumlah penduduk lebih dari 6.000.000 (enam juta) sampai dengan 12.000.000 (dua belas juta) jiwa, pengajuan perselisihan perolehan suara dilakukan jika terdapat perbedaan paling banyak sebesar 1% (satu persen) dari penetapan hasil penghitungan perolehan suara oleh KPU Provinsi.

“Otomatis, kalau mengacu pada UU dan PMK tersebut, gugatan tim kuasa hukum Rano Karno akan kandas di gedung MK, karena tidak memenuhi legal formil gugatan,” tegas pengamat politik lokal tersebut.  “Sudahlah… Pasca Pilgub, Banten kini sudah kondusif, legowo-lah paslon kalah! Percuma gugat menggugat kalau tidak memenuhi legal formil gugatan,” tambah H. Turisnadi, Ketua TTKDH Kabupaten Pandeglang ketika ditemui sacara terpisah.

Perlu diketahui, kini warga di Bumi Jawara Banten sudah melupakan Pilkada. Karena berdasarkan hasil pleno rekapitulasi perhitungan suara, KPU Banten telah mendapatkan calon pemenang. Bahwa ‘ Sang Juara’ Pilgub Banten itu belum diumumkan secara resmi oleh KPU Banten, karena KPU Banten masih menunggu waktu tiga hari setelah mendapatkan nama ‘Sang Juara’ pilgub tersebut.

Lagian, lanjut jawara putih Pandeglang itu, maoritas warga Banten sudah menerima ‘Sang juara’ Pilgub Banten (DR. H. Wahidin Halim, MSi) sebagai gubernur baru Banten. Dan kini pun mereka tidak lagi mempersoalnan soal gugatan paslon kalah. Karena gugatan itu, adalah warna demokrasi di Pilgub Banten.

“Biarkan anjing mengonggong, kafilah tetap berlalu“. Butiran kata pribahasa itu dilontarkan H. Saris Prada, tokoh parpol Bulan Bintang Pandeglang mengomentari gugatan paslon kalah ke MK pasca KPU menggelar rapat pleno perthitungan hasil suara Pilgub Banten. Kenapa dia melontarkan pribahasa itu? Karena, KPU Banten telah berkerja secara profesional tanpa ada kecurangan dan telah pula menemukan ‘Sang juara’ di Pilgub Banten tersebut. “Banten geus boga gubernur baru. Sudahlah, akhiri perselisihan dan gugatan itu,” pinta Dani, pengusaha jasa kontruksi di Kabupaten Sejuta Santri dan Seribu Ulama (Pandeglang)  itu. ***

Geliat “Shaniqua Bamboo”

MESKI prospek bisnis  furnitur bambu memiliki prospek bagus di pasar ekspor, namun di Indonesia sedikit sekali pemainnya. “Pasar furniture bambu di luar negeri bagus, tapi entah kenapa tidak banyak orang kita yang tertarik,” ucap Khairul Pulungan, pengusaha furnitur bambu.

Mungkin, katanya, karena mengerjakan furniture bambu butuh ketelatenan dan kesabaran tinggi, yang menyebabkan pengusaha menjadi tidak tertarik. “Mengerjakan produk bambu itu memang banyak masalahnya, namun bukan berarti tidak terpecahkan. Asalkan kita mau bersusah-susah dan tekun mencari solusi, pasti bisa. Saya pun menggeluti usaha ini bukannya tanpa masalah, tapi saya konsisten tidak berpindah ke produk lain selain bambu,” katanya.

Bercerita tentang bisnisnya, ia bertutur, tahun 2003 hingga 2008  adalah tahun keemasan baginya. Kala itu Khairul mengaku sempat kewalahan karena banyaknya permintaan dari pasar Eropa. Rata-rata setiap bulan dia mengekspor 15 kontainer  furnitur bambu ke berbagai negara, yang terbanyak adalah Perancis dan Jerman.

“Waktu booming, orderan yang datang melimpah, sampai-sampai kala itu saya punya karyawan 400 orang, hampir semuanya orang Rangkasbitung.  Bagi saya ini sungguh membahagiakan karena selain produk saya digemari juga karena bisa memberi masyarakat setempat lapangan pekerjaan,” ungkap peraih penghargaan ‘Primaniyarta 2013’, penghargaan tertinggi yang diberikan pemerintah  kepada eksportir yang dinilai paling berprestasi di bidang ekspor dan dapat menjadi teladan bagi eksportir lain.

Namun masa keemasan itu terhenti lantaran negara-negara di Uni Eropa terhantam krisis 2008 yang dipicu krisis perekonomian Yunani. “Saat itu banyak buyer saya menghilang. Hanya Jerman yang masih bertahan meski pesanan tidak sebanyak sebelumnya,” kata pemilik usaha ‘Shaniqua Bamboo’ ini.

Namun sekarang, dia merasa ada perbaikan di Eropa. Hal itu terlihat dari sejumlah buyer yang menghilang,  kini muncul kembali.  “Baru-baru ini buyer lama saya dari Italia datang dan berencana bisnis bambu kembali. Ia bilang kondisi di negaranya sudah membaik,” ungkap Khairul yang kini setiap bulan menangani ekspor ke Jerman dan Perancis. ***

Tusukan Bambu Pulungan

ADALAH Khairul Pulungan, mantan wartawan yang beralih ke bisnis furnitur bambu. Jika dulu ia bekerja menusuk kepincangal lewat tusukan pena, kini ia menusuk pasar Eropa dengan ekspor produk furnitur bambu kreasinya.

“Saya sudah hampir 20 tahun bisnis furnitur bambu, berkali-kali didera krisis ekonomi, bahkan Eropa yang menjadi pasar utama saya pun berkali-kali dihantam krisis, namun usaha saya ini tetap bertahan. Tren memang menurun ketika krisis, tapi masih bisa eksis karena di Eropa, meski krisis, permintaan furnitur bambu Indonesia, tetap tinggi,” ungkap Khairul yang menjalankan bisnis bersama istrinya, Sundari.

Buyer asing, tuturnya, sangat suka produk bambu Indonesia, salah satunya karena aset hingga puluhan tahun, juga harga yang relatif murah. “Mereka paling suka tempat tidur,” ucapnya.

Perjalanan Pulungan menjadi pengusaha furnitur bambu, boleh dibilang tidak sengaja. Sebelumnya lelaki 52 tahun ini adalah wartawan sebuah media cetak nasional.  Kariernya di bidang  jurnalistik lumayan moncer, bahkan dia sempat meraih penghargaan  ‘Adinegoro’, sebuah penghargaan tertinggi untuk karya jurnalistik yang diberikan oleh Persatuan Wartawan Indonesia.

Namun ketika terjadi perubahan manajemen di kantornya, ia mengundurkan diri. “Sejak itu saya jadi sering ke kampung istri di Rangkasbitung, Banten. Di sana saya melihat banyak pohon bambu, namun kurang dimanfaatkan, lalu muncul ide membuat furnitur dari bambu,” tutur alumi Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta, ini.

Berkat ketekunan dan keuletannya, Pulungan berhasil menembus pasar ekspor. Tak tanggung-tanggung,  dia mendapat kontrak pengiriman 11 kontainer furnitur bambu ke Spanyol.

“Itu terjadi tahun 1999, padahal waktu itu saya belum lama menekuni bisnis ini. Nah sejak itu, buyer saya di Eropa terus berkembang. Setiap bulan saya ekspor ke berbagai negara di Eropa, Perancis, Italia, Jerman, Austria, Yunani, dll,” kata Khairul Pulungan yang kini tengah giat mengembangkan ‘rumah bambu’ dan interior bambu. ***

Liburan Anak Rusun

KABAR gembira bagi penghuni Rumah Susun (Rusun) di ibukota. Ya, dalam menciptakan suasana ramah anak, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta berencana mengajak anak-anak yang tinggal di 22 rusun di Ibukota berekreasi ke tempat wisata setiap akhir pekan.

Rekreasi yang nantinya diikuti 1.011 anak dan 135 orang pendamping ini dilaksanakan 25 Februari-19 Agustus 2017. “Kami menggandeng sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) seperti Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. “Rekreasi akan dilaksanakan setiap Sabtu dan bergiliran di setiap rusun,” kata Kepala DPRKP DKI Jakarta, Arifin, beberapa waktu lalu.

Dalam kegiatan ini, anak-anak akan diantar-jemput di rusun menggunakan bus sekolah mulai pukul 07.00 WIB. Salah satu tempat wisata yang nantinya dikunjungi anak-anak rusun yakni Planetarium di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. “Dishub akan sediakan dua unit bus sekolah untuk antar jemput anak-anak rusun,” ujar Arifin.

Menurut dia, kegiatan rekreasi ini digelar dengan tujuan memberi pengetahuan, wawasan sekaligus penyegaran jasmani anak-anak rusun di Jakarta. “Planetarium dipilih supaya mereka bisa mengenal antariksa. Kegiatan ini kita mulai dari 25 Februari sampai 19 Agustus nanti,” tandas Arifin. ***

Komando Run-2 Lebih Heboh

BERBEDA dengan penyelenggaraan sebelumnya, gelaran Komando Run 2 yang merupakan hajat Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dalam merayakan HUT ke-65, akan dibuat lebih seru dan lebih menantang.

Ketua Panitia, Komandan Grup Kopassus, Kol. Inf Dion Ariandi mengatakan, tahun ini pihaknya menjanjikan rute yang lebih seru. Sedikit berbeda dengan rute sebelumnya pada tahun lalu, terutama pada kategori Ultra Marathon. “Jumlah peserta pun akan bertambah menjadi 5.000 pelari terlibat, dibandingkan 4.000 pelari pada tahun lalu. Komposisi jumlah peserta adalah 3.500 untuk umum dan 1.500 untuk kalangan TNI & Polri,” jelasnya.

Komando Run 2 rencanannya digelar oleh Kopassus pada 22-23 April 2017 mendatang. Ajang tersebut sebagai salah satu cara merayakan ulang tahun ke-65 Kopassus. Komando Run II akan membagi peserta menjadi empat kategori berbeda. Yakni, kategori Ultra Marathon 65km, Half Marathon, 10km dan 5km. Berkaca kesuksesan edisi sebelumnya, Komando Run 2 Kopassus berencana melanjutkannya. Race central ajang itu akan digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Kemudian, Kelompok Ultra Marathon menjadi kelas yang paling bergengsi dalam ajang itu. Kategori tersebut menjadi ciri khas Komando Run, yakni dengan jarak lari setiap tahunnya tak akan sama karena jarak tempuh disesuaikan dengan usia ulang tahun Kopassus

Sesuai temanya bertajuk “The Military Atmosphere Running”, atribusi dan dekorasi bernuansa Kopassus akan dihadirkan sepanjang race. Di antaranya, para pelari akan didampingi pacer berkostum Kopassus yang akan berlari bersama pada semua kategori, kecuali ultra marathon. Nuansa militer juga akan tampak dari sejumlah atraksi, di antaranya atraksi terjun bebas (freefall), demo Merpati Putih serta pameran Alutsista.

Para prajurit Kopassus berseragam lengkap pun akan dengan senang hati menemani pelari dan masyarakat berfoto bersama. “Kami berharap semua yang kami sediakan ini akan menguatkan ikatan antara Kopassus dan masyarakat,” papar Kol. Inf Djon Afriandi.

Untuk mendukung race tersebut, maka akan diadakan acara pendahuluan, dalam format Road to Komando Run 2 yang akan diadakan tiga kali pada tanggal 26 Februari, 19 Maret dan 26 Maret. Acara Road to Komando Run 2 adalah lari bersama Kopassus dan komunitas serta masyarakat, dan terbuka untuk umum. ***

Counselove, Anti Cerai

MARAKNYA kasus perceraian yang terjadi di Indonesia menggugah Tim peneliti Binus University yang tergabung dari beberapa disiplin ilmu, mengembangkan aplikasi untuk meningkatkan kepuasan pernikahan pasangan muda yang diberi nama Counselove.

Aplikasi berbasis Android yang diluncurkan baru-baru ini, diteliti dan dikembangkan oleh Dr. Widodo Budiharto, S.Si., M.Kom., Lecturer Specialist S3 – Computer Science, Pingkan C.B. Rumondor, M.Psi., Faculty Member Psikologi, dan Meiliana, S.Kom., M.Sc, Concentration Content Coordinator – Software Engineering, yang kesemuanya dari  Binus University.

Akademisi Binus pencipta aplikasi Councelove

Secara umum, aplikasi melakukan analisa terhadap kondisi kepuasan pernikahan saat ini, serta menyarankan aktivitas harian yang dapat mendukung kualitas hubungan dengan pasangan. Berbagai fitur yang ada dalam aplikasi dikembangkan dengan berbentukan kecerdasan buatan dalam mengolah data dan memberikan saran, yang didasari oleh beberapa penelitian di bidang Psikologi.

Penelitian ini menggandeng peneliti di bidang Psikologi, Pingkan C.B. Rumondor yang dikenal masyarakat sebagai akademisi di bidang hubungan romantis dan pernikahan, sehingga karakter hasil penelitian ini kental dengan Ilmu Psikologi dan Ilmu Komputer. “Saat ini banyak sekali kasus gugatan perceraian yang berakhir dengan perceraian, hal ini umumnya disebabkan oleh komunikasi yang kurang intens antar pasangan,” jelas Dr. Widodo Budiharto, S.Si.

Berdasarkan data Direktorat Jendral Badan Pengadilan Agama Mahkamah Agung (Ditjen Badilag MA) pada tahun 2010, ada 285.184 perkara yang berakhir dengan perceraian ke Pengadilan Agama se-Indonesia. “Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kualitas hubungan dengan pasangan dikarenakan pada era modern saat ini, masyarakat cenderung memanfaatkan gadget dalam aktivitas kesehariannya,” jelas Widodo.

Riset untuk mengembangkan aplikasi ini didanai oleh hibah Kompetensi Nasional Ristekdikti 2015-2016 Republik Indonesia selama dua tahun. “Aplikasi ini membantu masyarakat luas dan tidak komersil,” tambah Widodo Budiharto yang menangani dari sisi computer science-nya. Apikasi ini dapat diunduh secara gratis di Google Play Store. ***