Jakarta tanpa Reklamasi

DILEMA yang dihadapi Pemprov DKI Jakarta terkait penolakan reklamasi sebetulnya bisa diatasi dengan membangun tanggul raksasa di depan Teluk Jakarta. Bahkan, dengan membangun tanggul raksasa, maka Pemprov DKI Jakarta bisa memperoleh penghasilan langsung sedikitnya Rp200 triliun dari para pengembang, tanpa harus melakukan pinjaman. Demikian pendapat Dipl. Ing John Wirawan, Presiden Direktur Ecolmantech dalam diskusi di Financial Club Jakarta, Selasa (28/2/2017).

Menurut John, solusi yang disampaikannya merupakan hasil pemikiran selama 20 tahun atas biaya sendiri bersama banyak ilmuwan senior berbagai keahlian, baik lembaga penelitian di luar kampus maupun perguruan tinggi se-Indonesia. “Kami bermimpi tentang pembangunan bertahan berkelanjutan yang holistik di negara kepulauan, bukan benua, yang hanya ada dan satu-satunya di dunia yaitu Indonesia,” ujarnya.

Ditegaskan, dalam menawarkan solusi tersebut, proyek bukanlah tujuan utama, melainkan tempat proses pembelajaran bagi semua pihak dengan menempatkan manusia secara utuh dan sederajat. “Rakyat tidak boleh dicabut dari akarnya atau dipindahkan begitu saja, karena local wisdom itu sangat penting. Nelayan harus terfasilitasi dengan sangat baik, sehingga terangkat harkat dan martabatnya secara utuh,” tutur John Wirawan.

Kondisi hutan bakau, tambak udang dan tambak bandeng yang ada harus terlestasi untuk menjadi lebih baik. Di samping itu, diciptakan hutan bakau baru di lepas pantai dalam skala besar, sehingga larutan nutrisi dan mineral dari air darat (tanpa sedimen) dapat meningkatkan pertumbuhan biota laut dan terumbu karang sedemikian rupa, sehingga populasi jumlah ikan dapat bertumbuh selaras dengan membaiknya lingkungan estuari pantai (pengurangan kadar logam berat sangat signifikan).

Meskipun dibangun tanggul raksasa, tetapi kontrak Pemprov DKI Jakarta dengan investor untuk lahan 3.800 hektare tetap dapat dilaksanakan tanpa mengambil material urug sebesar 330 juta meter kubik pasir dari tempat lain. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah kerusakan lingkungan yang sangat dahsyat di tempat lain. Sementara pasir yang yang sudah terlanjur ada (Pulau C, D, G dan N) dapat dipakai untuk perapihan ‘daratan yang timbul’ seluas lebih kurang 7.000 hektare tanpa reklamasi.

Pembangunan tanggul raksasa itu juga mendatangkan manfaat luar biasa. Diantaranya, ada danau raksasa seluas lebih kurang 17.669 hektar tanpa pembebasan lahan. Ada air baku tawar dalam jumlah yang sangat besar. Aliran air dari darat tanpa halangan mengalir ke danau raksasa . bahkan air dari darat dapat terjun bebas dengan selisih ketinggian 5 meter atau lebih. Air terjun ini sekaligus dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan energi listrik terbarukan yang ramah lingkungan sepanjang 40 kilometer di Teluk Jakarta. “Masih banyak lagi manfaat lainnya, seperti penggunaan pompa air yang sangat sedikit dan sangat efisien. Kedalaman laut kolam pelabuhan Tanjung Priok setinggi 20 meter tanpa pengerugan. Di samping itu masih bisa dibangun lapangan terbang internasional di atas batu karang sepanjang 7 kilometer dan lebar 3 kilometer,” ungkap John Wirawan.

Pembangunan tanggul raksasa ini jika berhasil dapat menjadi contoh pembangunan bertahan dan berkelanjutan yang holistik. Sehingga nantinya, polanya dapat dipakai untuk pembangunan revitalisasi dan restorasi seluruh pantai utara Pulau Jawa dan pulau-pulau lain di Indonesia sesuai daya dukung lingkungannya. ***

Banten seperti Jakarta

KETIKA palu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten jatuh menetapkan Dr. H. Wahidin Halim, MSi sebagai gubernur Bumi Jawara, maka Banten segera berbenah untuk menjadi seperti Jakarta. Karena, hal itu  merupakan tekad bulat putra terbaik Tangerang dalam rangka membangun provinsi tetangga dekat ibu kota negara itu secara utuh.

Menurut Wahidin Halim, Banten memiliki segudang potensi untuk bisa mengimbangi dan maju seperti Jakarta. Industri hulu hingga hilir ada di Banten. Dan isi perut bumi Banten pun belum digarap secara profesional. Seperti kandungan gas, batubara dan bahan bakar serta bahan-bahan logam berharga. Begitupun dengan sektor pariwisata, belum tergarap secara profesional.

Di samping itu, Banten pun merupakan pintu gerbang Indonesia. Karena, hampir semua orang asing ke Indonesia masuk melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. “Jakarta cuma mengandalkan jasa dan perdagangan, bisa maju. Kenapa Banten tidak bisa. Padahal, potensi Banten sangat besar,” kata Wahidin Halim, belum lama ini.

Untuk menuju Banten seperti Jakarta, langkah awal Wahidin Halim, adalah membangun infrastruktur, sektor kesehatan, dan pendidikan. Karena tiga sektor tersebut merupakan modal dan landasan pijakan Banten untuk seperti Jakarta. “Kalau Banten bisa seperti Jakarta, otomatis kesejahteraan pun meningkat pesat,” kata dia.

Kendati KPU Banten belum menetapkan secara resmi bahwa Wahidin Halim sebagai Gubernur Banten, namun suasana dan kondisi Banten saat ini seperti sudah dipimpin oleh putra terbaik Tangerang. Keceriaan warga terpancar dimana-mana. Dan mereka pun tidak peduli atas aksi protes olah kuasa hukum dan tim sukases calon kalah (Rano Karno).

Dan mereka pun optimis, Dr. H. Wahdin Halim, MSi, akan dilantik sebagai Gubernur Banten. Karena, KPU dan Panwaslu Banten selama menggulirkan perhelatan pilkada telah bekerja secara professional, dan selalu menutup celah kecurangan. Alhasil, provokasi adanya pilkada curang di Banten, sangat tidak berdasar. ***

Ribuan Botol Miras Digilas

DIIRINGI hujan rintik-rintik, Walikota Tangerang H. Arief R. Wismansyah dan Wakil Walikota  H. Syahrudin  didampingi Kapala Satpol PP Kota Tangrang H. Mumung Nurwana, pejabat Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Polres Metro Kota Tangerang dan Dandim 0506 melemparkan botol-botol minuman keras ke tempat di mana 7.128 lebih botol miras lainnya, kemudian dihancurkan dengan digilas kendaraan berat.

Walikota Arief mengharapkan agar petugas Satpol PP Kota Tangerang terus meningkatkan penertiban pedagang miras (minuman keras) di Kota Tangerang sesuai Perda Nomor  7 tahun 2005 tentang larangan perdagangan minuman keras. Penghancuran ribuan botol miras tersebut dalam rangka memperingati HUT Kota Tangerang ke-24, disaksikan pejabat Pemerintah Kota Tangerang, Selasa (28/2).

Penertiban pedagang minuman keras harus ditingkatkan, sehingga generasi muda selamat dari pengaruh minuman beralkohol, termasuk narkoba karena keduanya merusak moral generasi muda Kota Tangerang. Petugas Satpol  PP diminta meningkatkan kerjasama dengan Polres Metro Kota Tangrang, sehinggga Kota Tangerang makin kondusif dan semakin aman dan nyaman, bebas dari gangguan miras, narkoba, dan efek negatifnya.

Sementara itu  Kepala Satpol PP  Mumung Nurwana Melaporkan 7.128  botol miras berbagai merk adalah barang bukti yang disita dari hasil operasi razia  minuman keras yang dilaksanakan petugas Satpol PP Kota Tangerang dari Maret  2016 – Februari 2017 di warung-warung jamu di wilayah 13 kecamatan se-Kota Tangerang.

Sedangkan Sekteraris Satpol PP Kota Tangerang Hendrasyah Reza yang tahun 2016 sebagai Kabid Penegakan Peraturan Daerah menjelaskan, dibanding tahun 2016 lalu, miras yang dihancurkan menurun. Tahun 2015 miras yang dihancurkan sebanyak 13.000  botol lebih.

Sekarang kesadaran masyarakat untuk melaporkan pedagang miras meningkat. Petugas melakukan operasi razia pedagang minuman keras sebagian berdasarkan laporan masyarakat. “Mudahan-mudahan di tahun-tahun akan datang, botol miras yang dihancurkan semakin sedikit jumlahnya,” harapnya. ***

Dari Jubir ke Sesmen

MENPORA Imam Nahrawi secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Gatot Sulistiantoro Dewa Broto yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga secara resmi diangkat menjadi Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) di Auditorium Wisma Menpora Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menpora menilai perubahan jabatan di Kemenpora merupakan rotasi biasa yang rutin untuk melihat dan mengevaluasi kinerja dan kerja yang dibutuhkan para pejabat dan kementerian. “Ke depan tantangan kementerian cukup besar dan kita harus bisa berusaha untuk konsolidasi nasional untuk percepatan dan program prioritas pemerintah yakni Asian Games, Asian Paragames dan beberapa even kepemudaan dan keolahragaan lainnya,” urai Menpora.

Ia menilai Kemenpora membutuhkan orang yang mampu melakukan komunikasi dan konsolidasi internal yang masif, terarah, terukur dan mampu secara sempurna menerapkan aturan tata kelola maupun percepatan organisasi di Kementerian. “Pak Gatot yang sebelumnya fokus di olahraga prestasi maka tugasnya akan semakin berat, harus mengakomodasi, mengkonsolidasi prestasi olahraga, pemuda dan olahraga, pemberdayaan pemuda, pengembangan pemuda dan sekretariat agar menjadi nyaman untuk olahragawan dan kita semua,” ujarnya.

Terkait kursi kosong dari jabatan di beberapa kedeputian, Menpora mengaku dalam waktu cepat segera menunjuk Plt serta rekrutmen atau open bidding pada semua pihak baik olahragawan, praktisi, akademisi, birokrasi birokrat yang ingin bersama melaksanakan tugas berat di Kemenpora.  “Kami akan tunjuk dan open bidding untuk jabatan tiga deputi dan staf ahli yang terpenting mengerti, memahami dan meresapi tugas-tugasnya, khususnya di Deputi Peningkatan Prestasi adalah tugas berat karena dalam waktu dekat akan ada Asian Games serta konsolidasi semua organ-organ non pemerintahan di dalamnya maka harus fleksibel, gembira dan falimiar dengan wartawan,” tukasnya.

Sementara Sesmenpora yang baru saja di lantik Gatot S. Dewa Broto menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan Menpora yang telah memberikan kepercayaan dirinya sebagai Sesmenpora. Pada jabatan barunya Gatot berupaya untuk percepatan perbaikan di Kemenpora salah satunya predikat negatif disclaimer Kemenpora dari BPK akan segera dihilangkan. “Meski sulit insya Allah bisa,” yakinnya.

Jabatan Vice President II pada Asian Games 2018 tetap disandang pria kelahiran Yogyakarta itu. Ia akan membagi waktu untuk AG dan olahraga lainnya. “Nantinya setiap deputi akan saya beri kewenangan berinteraksi dengan media tetapi apabila ragu akan saya ambil alih,” ucapnya. ***

Asal-usul Tol Laut

MASIH ingat wacana pembangunan tol laut yang diperkenalkan Presiden Joko Widodo di awal masa pemerintahannya? Ada yang menganggap tol laut adalah jalan tol yang dibangun di atas laut. Bukan itu. Presiden Joko Widodo muncul melalui video You Tube menjelaskan gagasan tol laut yang diluncurkannya.

“Nenek moyang kita adalah pelaut. Nenek moyang kita berjaya karena berhasil menaklukkan laut, memanfaatkan laut. Mengambil kearifan leluhur kita, saya melihat laut sebagai peluang, bukan sebagai hambatan. Maka itu, kita menggagas tol laut,” kata Presiden Jokowi melalui video You Tube yang diunggahnya beberapa waktu lalu.

Menurut Presiden, tol laut adalah enam trayek jalur pelayaran bebas hambatan, yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan di seluruh Indonesia, yang menghubungkan antarpulau.  Setelah terhubung tol laut, Presiden berharap tidak ada lagi kelangkaan barang, seperti kelangkaan sembako, kelangkaan BBM, dan kelangkaan semen. “Kita juga berharap, dengan tol laut, harga barang lebih murah di seluruh tanah air,” sambung Presiden.

Dengan pulau-pulau di seluruh Indonesia yang akan terhubungkan tol laut, diharapkan rakyat Indonesia di berbagai penjuru Nusantara tak akan lagi mengalami kelangkaan komoditas. “Dengan laut pemerataan ekonomi akan tercapai. Laut akan menjadi sumber kejayaan dan sumber kemajuan Indonesia abad 21,” tutupnya.

Program tol laut yang dijalankan pemerintah selama dua tahun ini diklaim telah membuahkan hasil. Tol laut telah menurunkan disparitas harga antara wilayah Indonesia Bagian Barat dan Timur. “Program tol laut telah membuahkan hasil. Itu artinya transportasi laut telah menunjukkan peran dalam konektivitas nasional,” kata Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi.

Jumlah trayek perintis yang sudah dibuka dan beroperasi hingga saat ini mencapai 96 trayek. Sementara pengoperasian tol laut sebanyak 6 trayek. Hasil dari implementasi program tol laut sudah menurunkan perbedaan harga di wilayah Barat dan Timur Indonesia. ***

Maluku, Selalu di Hati

PRESIDEN Joko Widodo mendapat anugerah gelar Upu Kaletia Kenalean Dantul Po Deyo Routnya Hnulho Maluku, yang artinya Bapak Pemimpin Besar yang Peduli Terhadap Kesejahteraan Hidup Masyarakat Adat Maluku dari Majelis Latupati Maluku. Penganugerahan gelar disampaikan Ketua Majelis Latupati Maluku Bonifaxius Silooy, di Ambon, Maluku, Jumat minggu lalu.

Penganugerahan didahului pasawari adat, pemasangan jubah kebesaran, kain ikat pinggang, mahkota kebesaran, dan tongkat komando adat. Dalam sambutannya, Jokowi mengaku merasa terhormat dan mengucapkan terima kasih atas penganugerahan gelar adat kehormatan Maluku kepada dirinya.

Presiden memahami, bahwa gelar untuk dirinya disertai tanggung jawab untuk memajukan Maluku dan mensejahterakan masyarakat Maluku. “Panah gurita di ujung tanjong. Cari bia di ujung meti. Biar tapisah gunung deng tanjong. Orang Maluku selalu di hati Tabea!,” kata Presiden Jokowi.

Dengan menerima gelar adat ini, dirinya menyadari menjadi bagian dari laboratorium perdamaian di Maluku. Daerah yang kearifan lokalnya berbasis persaudaraan, daerah yang kearifan lokalnya berbasis persaudaraan pela gandong, menggunakan falsafah siwalima yang menyatukan semua perbedaan kelompok menjadi kekuatan perekat abadi. “Sejarah sudah menyaksikan bagaimana kearifan lokal Maluku dapat dengan cepat memulihkan keadaan pasca konflik sosial pada waktu yang lalu,” ujar Presiden.

Presiden Jokowi berharap Musyawarah Besar Para Latupati se-Maluku akan dapat terus merawat kebhinnekaan, kemajemukan, yang ada di Maluku dan di negara kita. “Mengikat keharmonisan yang ada dan membingkai perdamaian Maluku dalam semangat hidup orang bersaudara,” tuturnya. ***

Wajah Baru Kramatjati

KABAR gembira bagi warga Jakarta! Pemerintah Provinsi DKI akan memiliki pusat perkulakan terbesar di Ibukota. Rencananya pada Mei mendatang, pusat perkulakan di Pasar Induk Kramatjati mulai dioperasikan. Di tempat ini seluruh harga kebutuhan pokok dijual murah dengan sistem grosir.

Pusat perkulakan di Pasar Induk Kramatjati diharapkan bisa mendorong pelaku usaha menghadapi pasar bebas, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Selain itu juga untuk menghadapi persaingan dengan pasar modern.

Saat ini, pasar tradisional cenderung kalah saing dengan pasar modern. Salah satu penyebabnya adalah, pedagangnya belanja dengan harga tinggi. Sehingga saat dijual ke konsumen pun tinggi. Padahal harga di pasar modern jauh lebih murah. Konsumen tentunya memilih harga yang jauh lebih murah dengan kualitas bagus.

Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasrudin

Direktur PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan lelang kedua. Diharapkan semua proses, mulai dari lelang hingga pembangunan lancar, sehingga pengoperasiannya bisa tepat waktu. “Targetnya buka Mei tahun ini. Prosesnya, saat ini sudah pelelangan kedua. Semoga lancar dan sesuai target,” kata Arief, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (28/2).

Arief menambahkan, perkulakan ini akan menyediakan berbagai macam kebutuhan pokok dan bertujuan memotong mata rantai berbagai komoditas pangan. “Kami namakan Pasar Jaya Grosir. Konsepnya retail ini akan jadi kapal induk untuk seluruh kebutuhan pokok di Jakarta,” ucapnya.

Dijelaskan Arief, perkulakan yang dibangun di atas lahan seluas 2.000 hingga 5.000 meter persegi ini mensasar pelanggan dari PD Pasar Jaya serta pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Selain di Kramat Jati, rencananya PD Pasar Jaya juga akan membangun perkulakan di Terminal Terpadu Pulogebang. “Kami juga kembangkan di Kepulauan Seribu. Semula rencananya di Pulau Karya, tapi diganti dengan Pulau Untung Jawa,” tandasnya. ***

Makin Kukuh Bersama Ulama

MAKIN kukuh saja kemenangan Wahidin Halim – Andika dalam Pilgub Banten. Makin mendekati kepastian saja, kemenangan Wahidin – Andika atas Rano Karno – Embay. Pertama, menang versi lembaga survei nasional (quick count). Kedua, menang versi real count KPU Banten. Ketiga, tetap menang dalam rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pilgub Banten.

Sebagai rasa syukur atas terlewatinya tiga tahapan menuju “Banten-1”, pada hari Minggu yang lalu, Wahidin Halim pun menyambangi para ulama dan kiai di Serang, yang selama ini mendukungnya. Dia mengatakan, kemenangan ini tidak lepas dari takdir Allah SWT, serta doa para alim ulama di Banten.

}Kenapa ulama memilih dan selalu berdoa agar Wahidin Halim jadi pemimpin Banten? Karena dia memiliki konsep untuk menjadikan Banten baldatun toyyibatun wa robbun ghofur,” kata KH Djunaedi saat menerima kunjungan Wahidin.

Dr. H. Wahidin Halim MSi, menurut ulama itu, juga memiliki kesepahaman untuk melindungi Banten dari ancaman budaya negatif, termasuk bahaya laten komunisme. Dia pun memiliki hubungan dan kedekatan dengan para ulama dan kiai di Banten, termasuk ulama besar Abuya KH Muhtadi Dimyati. Maka, tak aneh kalau Wahidin Halim selalu diajak oleh kiai besar Banten itu untuk keliling ke ponpes-ponpes di Bumi Jawara tersebut. ***

Cisadane Menyeramkan

SENIN (27/2) dinihari, sungai Cisadane memuntahkan air keruhnya. Ketinggian debit air, serta derasnya arus, membuat semua jembatan yang melintas di atas Cisadane, Kota Tangerang, terambah air. Ini menakutkan sebagian masyarakat yang hendak melintas. “Serem pak… lihat tuh airnya deras sekali. Takut jembatan roboh,” ujar Hamdan, seorang sopir angkot.

Luapan air Cisadane, tak urung merendam permukiman di Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang. Ketinggian air mencapai satu meter. Rumah Rokiah, warga RT 004/01 termasuk yang terendam. “Sekitar jam 12 malam air mulai masuk. Jam tiga pagi sudah satu meteran,” katanya.

Warta lain bernama Khoirah, rumahnya lebih tinggi dari rumah Rokiah. Meski begitu, banjir tetap menghampirinya. “Jam 12 malam sudah ada pemberitahuan lewat spekar masjid. Makanya, saya langsung ngungsi,” ujar Khoirah. Menurut warga setempat, banjir serupa datang tiga tahun lalu. Seperti banjir tiga tahun lalu, maka warga pun mengungsi ke kantor kelurahan dan sekolah yang ada di belakang kelurahan.

Pantauan di lokasi, banjir mulai surut sekitar pukul 07.00 WIB. Tampak di lokasi petugas dari kepolisian, TNI, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang, Dinas Lingkuangan Hidup dan Kebersihan Kota Tangerang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Kota Tangerang, Palang Merah Indonesia telah siaga. Sementara warga membersihkan rumahnya dari lumpur dan kotoran. ***

Heboh Gizi Buruk

JAKARTA kembali heboh. Kali ini bukan lantaran hingar bingar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), tapi justru menyangkut warganya yang ketahuan menderita gizi buruk. Sang penguasa wilayah, Basuki Tjahaja Purnama pun buka suara.

Diakui Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, gizi buruk biasanya terjadi karena seorang anak tidak pernah diperiksakan kesehatannya saat bayi ke posyandu. “Kalau gizi buruk sering karena keluarga enggak bawa anaknya ke posyandu,” kata Basuki, di Balai Kota, Jakarta, Senin (27/2).

Menurut Basuki, dia belum mendapat laporan mengenai Rollin, seorang anak berusia 17 tahun yang menderita gizi buruk. Kasus yang sama juga pernah ditemukan di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Keluarga penderita gizi buruk kurang mendapat informasi mengenai pencegahan dan pengobatan.

“Kalau mereka mau bawa ke puskesmas, pasti dibantu. Enggak mungkin enggak diurus,” ujarnya. Dikatakan, hal yang sama juga berlaku bagi warga KTP non-DKI. Hal itu dilakukan atas dasar kemanusiaan.

Menurut informasi, Rollin menderita gizi buruk sejak enam tahun lalu. Rollin merupakan bungsu dari enam bersaudara pasangan Wastara (63) dan Supriyatin (60). Mereka tinggal di kontrakan kecil di kawasan TPU Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur. Ayahnya yang bekerja sebagai buruh gali kubur, sementara ibunya mengidap penyakit stroke tidak bisa berbuat banyak untuknya.

Wastara mengaku tidak mengetahui penyebab penyakit anaknya. “Saya enggak tahu anak saya sakit apa, tahu-tahu waktu itu enggak bisa jalan dan menjadi seperti ini,” kata Wastara. Mengingat kondisi ekonominya yang kurang, Wastara dan keluarganya cuma bisa mengurus anaknya di rumah. ***