BPK Sosialisasikan Hasil Audit

Ekonom UI, Dr Talisa Aulia Falianty. Foto: Roso Daras

BADAN Pemeriksa Keuangan (BPK) harus lebih banyak menjalin kerja sama dengan kementerian dan lembaga di luar. Demikian antara lain saran ekonom UI, Dr. Telisa Aulia Falianty ketika mengikuti FGD (Focus Group Discussion) yang diselenggarakan Humas BPK RI, di Kantor Pusat BPK, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (21/8).

Menurut Telisa yang juga anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) RI itu, sebagai lembaga negara, BPK selama ini sudah sangat bagus. Di tingat negara saja, kredibilitas BPK nomor tiga, setelah lembaga kepresidenan dan KPK. “Itu artinya, BPK sebagai lembaga audit, sangat kredibel. Belum lagi fakta bahwa BPK juga diminta oleh banyak lembaga dunia untuk mengaudit negara dan lembaga dunia lain,” ujar wanita berkacamata itu.

Dr Talisa Aulia Falianty

Sementara, dalam FGD yang berlangsung di auditorium lantai dua Tower BPK itu, Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara mengatakan, ke depan diharap para pemangku kepentingan lebih dapat bersinergi dalam menjalankan perannya. Di sisi lain, BPK dapat menjalankan perannya secara optimal, sedangkan para pemangku kepentingan dapat meningkatkan dukungannya kepada BPK. Bukan saja mendukung, tetapi juga memberi pandangan, masukan serta menjadi agen informasi untuk memperoleh pemahaman kepada publik terkait wewenang, peran, dan pertanggungjawaban hasil pemeriksaan BPK.

Narasumber lain dalam FGD siang itu antara lain Wakil Ketua BPK Bahrullah Akbar, Anggota BPK Agus Joko Pramono, dan beberapa narasumber lain, di antaranya Indra J. Piliang, Indonesia Budget Center, Institut Akuntan Publik Indonesia, Transparency International Indonesia, dll. ***

Presiden Bagikan Sertifikat Tanah Saat Car Free Day

 

 

ADA yang berbeda dari acara Car Free Day, Minggu (20/8) dari biasanya. Pasalnya, Presiden Jokowi ikut hadir dalam acara ini. Berangkat pukul 08.00 WIB dari Istana Merdeka, Presiden mengayuh sepedanya dengan santai. Sesekali melambaikan tanggannya kepada warga yang tengah berjalan kaki dan juga bersepeda.

Hal menarik lain dalam acara Car Free Day kali ini yakni, Presiden Jokowi bertempat di Lapangan Park & Ride di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat menyerahkan Sertifikat Hak Atas Tanah Program Strategi Nasional se-Jabodetabek. Menurut Presiden, dibandingkan dengan daerah lain, DKI Jakarta paling banyak terjadi kasus sengketa tanah.

“Sengketa tanah di DKI Jakarta terjadi antara masyarakat dengan masyarakat, antara masyarakat dengan perusahaan, dan antara masyarakat dengan pemerintah,” cetus Presiden Jokowi saat penyerahan Sertifikat Tanah Program Program Strategi Se-Jabodetabek, di Lapangan Park and Ride, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (20/8).

Terkait kasus sengketa tanah, Presiden memberi contoh, satu bidang tanah ada yang punya sertifikat 3 -4. Akibatnya, muncul sengketa. Bahkan, Pemerintah DKI saja, eks Wali Kota Jakarta Barat, menurut Presiden, kalah. “Coba bayangkan, Pemerinrah saha kalah,” paparnya.

Bahkan waktu dirinya masih jadi Gibernur DKI Jakarta, menurut Presiden Jokowi, nurus yang namanya sertifikat BMW buat stadion enggak rampunng – rampung. “Sampai saya sudah jadi Gubernur belum juga rampung. Coba. Apalagi rakyat? Benar ndak?,” kata Presiden dengan nada bertanya.

Oleh karena itu, Presiden mengingatkan agar berhati – hati, sekarang dirinya memantau, dan mengawasi terus menerus terkait urusan sertfikat tanah ini. “Saya ingatkan, jangan ada yang bermain main dengan urusan ini. Saya peringatkan semuanya, semuanya harus cepat, semuanya harus dilayani,” tegasnya.

Warga Kabayan Gelar Lomba Karaoke

Suasana kemeriahan peringatan HUT RI di Kelurahan Kabayan, Pandeglang. (Foto: Andang)

DALAM rangka memeriahkan HUT RI ke 72 warga RW 13 Kelurahan Kabayan, Kecamatan Pandegang Kota, Kab.Pandeglang, Banten, menggelar lomba karaoke, sekaligus menjadi  pengisi malam  puncak acara peringatan hari kemerdekaan.

Pada acara yang digelar pada Jumat (18/8/2017) itu, diikuti oleh  peserta dari berbagai ragam  usia, mulai dari anak -anak, remaja hingga orang tua. Peserta lomba dan para warga yang menonton acara itu, mengaku puas. Menurut warga,  selain dapat memupuk rasa solidaritas dan kebersamaan antar warga, kegiatan itu  juga memberikan suasana meriah di lingkungan  Kabayan.

“Kami warga Kelurahan Kabayan mengucapkan terima kasih kepada Ibu Yanti selaku donatur tunggal atas terselenggaranya acara peringatan HUT RI ini. Karena menurut kami kegiatan ini memberikan dampak positif bagi warga”, ujar seorang penonton, Vera yang mengaku kalau dirinya juga asli warga kelurahan kabayan.
Hal senada disampaikan nonon ibu rumah tangga, yang antusias menyaksikan peserta lomba berlagak dipanggung gembira yang telah disediakan panitia. Menurut dia, lomba puncak dari lomba yang sebelumnya sudah dilaksanakan. Paling meriah tidak ada lagi lomba karaoke.
“Ya menurut saya kemeriahan HUT RI tiap tahunnya adalah lomba karaoke. Karena menariknya dilomba ini peserta tidak hanya remaja. Akan tetapi anak-anak hingga ibu-ibu rumah tangga turut berlomba menyumbangkan suaranya demi memeriahkan puncak peringatan HUT RI ke 72 tahun ini”, tutur Nonon
Sementara panitia penyelenggara, Budi mengaku puas lantaran penyelenggaraan HUT RI dilingkungan Kelurahan Kabayan dapat berjalan dengan lancar. Bahkan dia juga merasa bangga terhadap warga Kabayan atas antusiasnya mengikuti sekaligus menyaksikan setiap kegiatan yang diperlombakan dalam memeriahkan hari lahirnya kemerdekaan bangsa ini.
“Kami panitia menggelar setiap kegiatan lomba pada peringatan HUT RI, bertujuan selain memeriahkan lingkungan. Hal ini juga untuk memupuk rasa kebersamaan demi menjalin silaturahmi antar warga agar memiliki jiwa nasionalisme tinggi yang terus mencintai akan negeri indonesia tercinta ini”, ujar Budi
“Untuk lomba karaoke bagi juara pertama akan menerima hadiah dari sponsor PT Panji Panjalu Butiq Papilon sebesar Rp.1 juta”, imbuhnya. Usai acara pembagian hadiah para pemenang lomba. Peringatan HUT RI kelurahan kabayan pun menggelar acara hiburan group marawis remaja putri Kabayan dan seni budaya debus khas budaya tradisional banten dilanjutkan dengan gebyar musik dangdut ria semalam suntuk, dimeriahkan oleh artis-artis lokal maupun ibu kota.
Hadir pada acara puncak, selain lurah Kelurahan Kabayan, serta lurah kelurahan Kadomas, hadir pula Muspika Kecamatan Pandeglang, seperti Camat, Danramil dan Kapolsek.***

Moon Jae-In Jamin tak Ada Perang di Semenanjung Korea

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-In. [Reuters]
PRESIDEN  Korea Selatan Moon Jae-In menjamin  tidak akan terjadi lagi perang di Semenanjung Korea, karena Seoul punya  hak veto terhadap aksi militer AS dalam menanggapi program nuklir dan peluru kendali Korea Utara.

“Semua warga Korea Selatan telah bahu membahu bekerja keras membangun kembali negara ini dari reruntuhan Perang Korea,” kata Moon dalam jumpa pers menandai 100 hari pemerintahannya, Kamis (17/8/2017)

“Saya akan mencegah perang, apa pun caranya. Oleh karena itu,  saya ingin semua rakyat Korea Selatan percaya dengan keyakinan tinggi, bahwa tak akan ada perang,” ujarnya seperti dikutip AFP.

Pekan lalu Korea Utara mengancam akan menembak Guam,   wilayah Amerika Serikat di Pasifik. Ancaman itu membuat Presiden Donald Trump meradang, dan balik mengancam, dengan menyatakan bahwa militer AS siap mencegat dan membalas. Terhadap pernyataan Trump tersebut, Moon mengatakan bahwa Korea Selatan memiliki hak veto yang bisa mengekang AS menggunakan kekuatan militer.

“Tak ada seorang pun yang boleh membuat keputusan untuk aksi militer di Semenanjung Korea, tanpa persetujuan kami,” kata dia.

“AS dan Presiden Trump sendiri juga sudah berkata, apa pun opsi yang mereka ambil terhadap Korea Utara, semua keputusan menyangkut itu dibuat setelah berkonsultasi dengan dan mendapatkan persetujuan Republik Korea (Korea Selatan),” kata Moon.

Moon enggan mengkritik retorika Trump terhadap Korea Utara. “Presiden AS Trump hanya berusaha menekan Korea Utara, dengan menunjukkan resolusi yang tegas. Saya tak menganggap dia berusaha membuktikan hasrat tertentu melancarkan aksi militer.” ***

Mensos Ajak Warga Retrospeksi Perjalanan Bangsa

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa

MENTERI  Sosial Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh warga untuk retrospeksi atau mengenang kembali perjalanan sampai terwujudnya bangsa Indonesia, yang salah satunya mengajak serta pertemuan dengan putra dan putri pendiri bangsa.

“Putra dan putri pendiri bangsa turun gunung di HUT Ke-72 Kemerdekaan RI ini. Mereka memanggil kembali memori warga bangsa, bahwa dulu Indonesia merdeka karena bersatunya 714 suku, 15.676 pulau, kemudian agama dan akhirnya bisa menikmati kemerdekaan itu,” kata MensoS.

Mensos mengemukakan itu dalam acara pertemuan putra-putri pendiri bangsa dan tokoh lintas agama dengan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (13/8/2017).

Ia mengatakan, setelah Indonesia merdeka dan saat ini sudah yang Ke-72, secara tiba-tiba ada dinamika sosial, politik, ekonomi, pertahanan dan keamanan, yang akhirnya ada radikalisme, terorisme, bahkan ada yang secara eksplisit ingin mengganti Pancasila, NKRI.

“Maka kebersatuan mereka atas nama wakil dari para pendiri bangsa ini, menjadi sangat penting untuk hadiah ulang tahun yang ke-72 tahun ini, bahwa mereka tidak tinggal diam melihat ujian bangsa itu, yang hari ini kita rasakan. Mereka turun gunung dan merumuskan seruan nasional,” tuturnya.

Mensos juga mengatakan, dalam pertemuan itu ingin mengajak retrospeksi dari perjalanan bangsa ini bahwa ada proses sampai terwujudnya bangsa Indonesia. Proses tersebut sebagian adalah adanya persatuan, gotong royong.

“Para alim ulama, baik beragam agama, mereka bersama, demi persatuan. Mereka mengorbankan jiwa raga, dan jadilah Indonesia. Ada proses sampai menjadi Indonesia, dan ketika Indonesia merdeka, putra dan putri pendiri bangsa memanggil memori kita semua, turun gunung untuk isi jiwa kemerdekaan, jiwa perjuangan, pengorbanan, kepahlawanan,” ujarnya.

Mensos mengatakan, Kementerian Sosial mendapatkan mandat dari para putra dan putri pendiri bangsa tersebut, terkait dengan seruan kepada bangsa tersebut. Rencananya, hal itu akan disampaikan ke Presiden, bahkan diharapkan ada pertemuan langsung dengan Presiden, sehingga pesan yang ingin disampaikan tidak hanya tertulis melainkan juga lisan.

Ia juga menambahkan, seruan ini tidak hanya ditandatangani oleh putra putri pendiri bangsa, melainkan juga tokoh lintas agama. Dengan bersatunya lintas agama, diharapkan bisa menjadi perekat yang lebih kuat bagi NKRI, baik saat ini ataupun yang akan datang.

Lebih baik

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, KH Sholahudin Wahid mengatakan para putra dan putri pendiri bangsa ini memang sengaja membuat seruan kepada bangsa tersebut. Seruan itu sebagai saran, dengan harapan menjadikan bangsa ini lebih baik lagi.

“Kalau itu saran, bagaimana caranya tergantung pemerintah. Kami ingin menyampaikan langsung ke Presiden, mudah-mudahan bisa diterima dan jadi perhatian beliau (Presiden),” kata Gus Sholah, sapaan akrabnya.

Ia juga mengatakan, para putra dan putri pendiri bangsa rencananya juga akan menyampaikan seruan ini dengan berkeliling ke beberapa tempat. Hal itu diharapkan bisa mencegah perpecahan di antara bangsa.

“Ada rencana akan berkeliling ke beberapa tempat menyampaikan seruan ini. Kami merasa, ada yang menganggu, potensi perpecahan ada, seberapapun kecilnya harus dicegah. Namun, kuncinya supaya jangan sampai pecah, adalah toleransi, menghargai perbedaan,” ucap Gus Sholah.

Dalam kegiatan tersebut, selain dihadiri Mensos, juga dihadiri sejumlah putra dan putri pendiri bangsa, di antaranya KH Sholahudin Wahid (Putra KH Wachid Hasjim), SR Handini B Maramis (istri keponakan AA Maramis), Agustanzil Sjahroezah (Cucu Haji Agus Salim), MA Rohadi Subardjo (Putra Prof Mr Achmad Soebardjo), Muhammad Afnan Hadikusumo (Cucu Ki Bagus Hadikusumo), Nugroho Abi Kusno (Cucu Abikoesno Tjokrosoejoso), dan Meutia Farida Hatta Swasono (Putri Muh Hatta).

Malam ini, Sejarah Seni Rupa Terukir di Epicentrum

Display ruang pamer lukisan “72 Tokoh dan 7 Presiden” di Epiwalk, Epicentrum. Foto: Istimewa

JUMAT, 11 Agustus 2017 malam ini pukul 19.00 WIB, gelar karya lukis bertajuk “72 Tokoh dan 7 Presiden” dibuka dan diresmikan di Epiwalk, Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan. Sebanyak 72 lukisan pahlawan nasional dan tokoh bangsa, tujuh presiden RI, dan satu lukisan masterpiece, karya pelukis Sohieb Toyaroja dipamerkan untuk umum hingga tanggal 17 Agustus 2017.

Pameran persembahan Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) dalam rangka syukur atas 72 tahun kemerdekaan Republik Indonesia itu, adalah sebuah torehan sejarah. Malam ini, sejarah seni rupa terukir di Tanah Air. Pertama kali terjadi, seorang perupa menggelar pameran tunggal berisi karya lukis tokoh dalam jumlah besar. “Menjadi patut dicatat dalam lembar sejarah, juga karena pertama kali sebuah pameran lukisan digelar dengan kolaborasi penulisan buku. Semua tokoh dalam yang dilukis Sohieb, ditulis oleh Roso Daras dan menjadi sebuah buku setebal hampir seribu halaman,” ujar Ali Akbar, promotor pameran tersebut.

Keseluruhan lukisan yang dipamerkan, merupakan hasil kontemplasi Sohieb Toyaroja. Dengan teknik palet, serta gaya ekspresionisnya, Sohieb seperti orang trans ketika sedang melukis. Bahkan, dalam satu malam, tak jarang Sohieb mampu menyelesaikan tiga buah lukisan berukuran besar. “Entahlah… bisa jadi karena dorongan semangat yang luar biasa. Tapi yaaa…. selesai melukis seperti lepas semua tulang ini… ha…. ha… ha….,” ujar pelukis kelahiran Kediri itu.

Ide melukis tokoh-tokoh nasional dan tokoh-tokoh bangsa itu, memang sudah lama mengendap di benak Sohieb. Sudah hampir dua tahun yang lalu. Kebetulan, Ali Akbar, sahabat sekaligus promotor, menangkap dan mewujudkan keinginan Sohieb. “Jarang pelukis memikirkan pembangunan karakter bangsa. Sohieb termasuk yang jarang. Ia ingin generasi muda tidak putus hubungan dengan sejarah tokoh-tokoh bangsanya,” kata Ali, seraya menambahkan, “karena itu, muncul pemikiran saya untuk juga membuatkan narasi atas tokoh-tokoh yang dilukis, dan menerbitkan serta meluncurkannya bersamaan pembukaan pameran ini.”

Ali berharap, pameran yang memberi warna beda pada 72 tahun peringatan kemerdekaan Indonesia ini mendapat apresiasi masyarakat dan pemerintah. ***

Perindo Ikut Main di Luar Ring

Asep Hendrayana, Pengelola DPD Perindo Kota Cimahi.

PARA pegiat politik Jawa Barat sedang fokus ke Pilgub Jabar 2018. Mereka mengaku paham, bagaimana tabiat politik warga di provinsi ini. Mayoritasnya hampa fanatisme partai, cenderung mengambang (swing voter).  Keteguhan politik yang rapuh dan mudah dikunjungi parpol baru, Perindo.

Argumen di atas diakui politikus sebagai isyarat yang menantang. Kompetisi Pilgub Jabar kali ini terbilang lebih ketat, dibanding Pilgub 5 tahun lalu. Hal itu terjadi selain akibat kian tingginya pemahaman demokrasi, juga efek dari hadirnya pemain baru di luar ring seperti Partai Perindo.  Banyak pihak menilai, eksistensi basis area Perindo pada 27 Kabupaten kota se-Jabar, memberi dampak penting pada parpol peserta Pilgub Jabar 2018.

Respon Parpol Perindo Jawa Barat terhadap opini pihak eksternal tadi, sampai pekan pertama Agustus masih terkesan pasif. Sebagian pegiat mengira, parpol itu memang sengaja tampil ‘dingin’ karena Pilgub Jabar 2018 cuma dijadikan lahan evaluasi pengembangan. Separuh pegiat lain malah mengucap, kalau perahu milik HT itu ingin punya posisi tawar. Kehadiran kader dan penambahan habitatnya  di daerah, memang tidak bisa dipungkiri jadi potensi lumbung suara untuk kemenangan Cagub dan Cawagub.

Kabar tentang Perindo di beberapa Kabupaten Kota sekaitan Pilgub kali ini, terdengar cukup variatif. Di wilayah Pantai Utara dan Selatan misalnya, jejeran bendera parpol itu nampak leluasa berkibar. Demikian halnya untuk Kota Cimahi. Pemilih pemula rela gabung di programnya. Sekarang ini mereka dibina secara masif.

Pengurus teras DPD Partai Perindo Kota Cimahi, Asep Hendrayana saat ditemui Jayakartanews baru-baru ini di kantor sekretariat Jln Raya Sangkuriang Cimahi, juga ennggan bertutur panjang soal Pilgub Jabar 2018. Namun demikian jajaran elite partai ini mengiyakan bila partainya sekarang sedang giat membina generasi muda di Cimahi. Anak-anak itu adalah komunitas intelektual muda sebagai pemilih pemula. Mereka kelak baru pertama masuk ke bilik suara Pemilu atau Pilkada tahun depan.

Kepemilikan 30% populasi pemilih pemula dalam kantung DPD Perindo Cimahi disebutkan Asep Herndrayana tidaklah serupa dengan DPD wilayah lain di Jabar. Perindo beda daerah disebutkan Asep beda pula metoda pengembangannya. Namun demikian ia yakin tiap wilayah dipastikan punya populasi hak pilih yang tidak sedikit. Optmisme Asep didasari kinerja pengembangan parpolnya secara nasional melalui metoda realisasi yang cukup logik. Semisal bantuan penyediaan sekian perahu nelayan di banyak daerah pesisir pantai, puluhan gerobak bisnis kuliner, bantuan traktor petani dan seterusnya.

“Kalau ditanya, kepada pasangan calon gubernur mana seharusnya massa Perindo mendukung, kita mah di DPD sekarang belum bisa ngucap apa-apa. Kan harus tunggu instruksi pusat,“  tandas Asep. Intinya DPD Perindo mana pun di Jabar untuk urusan Pilgub saat ini, semuanya nunggu instruksi DPP di Jakarta. Mereka untuk sementara enggan diajak menanggapi dukungan formal DPP pada Presiden Jokowi di Pilpres 2019. Formasi kekuasaan di Istana jadi kian kentara siapa bakal lawan siapa di Pilgub Jabar nanti. ***

Warga Cimoyan Terima CSR Sarana Air Bersih

WARGA Desa Cimoyan Kecamatan Patia belum lama ini menerima bantuan berupa infrastruktur sarana air bersih, yang bersumber dari Corporate Sosial Responsibility (CSR) dari perusahaan jasa kontruksi yang   berdomisili di Kabupaten Pandeglang, .

Direktur CV. Karya Agung Utama, H Toton Saripudin,  Selasa (8/8/2017) mengatakan,  hibah  diberikan kepada warga Desa Cimoyan, karena pihaknya  prihatin atas kondisi  warga  yang  kekurangan  air bersih.

“Berawal dari rasa kepedulian melihat kebutuhan warga dilingkungan permukiman Kampung Cimoyan, akan kebutuhan air bersih, menjadikan saya berinisiatif menyumbangkan sebagian laba perusahaan untuk membangun sarana air bersih di daerah tersebut”, ujar Toton.

Lebih lanjut kata Toton, pihaknya meminta kepada pemerintah daerah Kabupaten Pandeglang khususnya instansi terkait untuk terus melakukan monitoring lapangan. Hal itu penting, guna mengetahui sejauh mana program percepatan pembangunan daerah sekaligus menganalisa terhadap kelangsungan hidup masyarakat pelosok desa yang nota bene masih banyak warga yang hidup dan tinggal dibawah garis kemiskinan.

“Dengan CSR yang kami berikan tersebut semoga dapat banyak membantu bagi warga untuk mendapatkan air bersih. Sehingga warga dapat hidup layak, nyaman dan higienis”, terangnya seraya menambahkan, hidup sehat adalah dambaan semua orang.

Trump Ancam Korea Utara dengan Kemarahan yang Belum Pernah Dilihat Dunia

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Presiden Trump menanggapi provokasi nuklir terbaru dari Korea Utara dengan peringatan yang tidak menyenangkan, dengan mengatakan bahwa  ancaman itu   “akan disambut dengan api dan kemarahan seperti yang belum pernah terlihat dunia”. 

Diktator Korea Utara Kim Jong dinilai  “telah sangat mengancam di luar keadaan normal, dan saat saya mengatakan bahwa mereka akan disambut dengan api dan kemarahan dan kekuatan yang terus terang, hal-hal seperti yang belum pernah dialami dunia ini sebelumnya. Terima kasih, ” kata Mr. Trump dalam sebuah pernyataan singkat di klub golfnya di Bedminster, New Jersey, tempat dia sedang berlibur.

Presiden mengeluarkan peringatan tersebut kepada Presiden Kim, setelah Washington Post melaporkan bahwa badan intelijen A.S. percaya bahwa rezim nakal tersebut telah membuat senjata nuklir miniatur yang dapat dibawa oleh rudal jarak jauh. Korea Utara baru-baru ini menguji rudal balistik antar benua (ICBM) yang diyakini mampu menyerang daratan A.S.

“Korea Utara lebih  baik tidak usah membuat ancaman lagi ke Amerika Serikat,” kata Mr Trump. “Mereka akan bertemu dengan api dan kemarahan seperti dunia belum pernah kita lihat.”**

Beasiswa Anak PKH Berprestasi

 

 

MOMENTUM  bertemu ibu-ibu Keluarga Penerima Manfaat (KPM)  juga dimanfaatkan Khofifah untuk menyuntikkan motivasi, menanamkan kemandirian dan kepercayaan diri mereka.

Jika selama ini dalam pencairan PKH anak-anak berprestasi selalu dipanggil ke depan untuk mendapat apresiasi, kali ini ada yang berbeda saat bertemu ibu-ibu PKH di Bondowoso dan Jember.

Khofifah memanggil putra-putri KPM yang berprestasi dalam bidang akademik tingkat nasional, yakni penerima beasiswa Bidikmisi. Dihadapan para ibu ini, Mensos dengan bangga menyebutkan detil penerima beasiswa dari pemerintah itu.

“Di Bondowoso ada 3 anak KPM PKH dari satu kecamatan yang mendapat beasiswa Bidikmisi. Masing-masing diterima di Universitas Jember, UIN Maulana Malik Ibrahim, dan Poltek Jember. Sementara di Jember ada 7 anak KPM yang diterima di sejumlah fakultas di Universitas Jember. Ini prestasi yang luar biasa,” tutur Mensos disambut tepuk tangan ibu-ibu PKH.

Beasiswa Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Ristek dan Dikti.

Beasiswa ini diberikan kepada calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik, untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada program studi unggulan sampai lulus tepat waktu.

“Prestasi anak-anak penerima PKH sungguh membanggakan. Ini adalah bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan menjadi penghalang anak-anak meraih prestasi setinggi-tingginya di berbagai bidang. Tekuni dengan hati. Ibunya membantu doa dan puasa. Mudah-mudahan ikhtiar ini dapat mendorong kehidupan semakin sejahtera, produktif dan mandiri,” harapnya.

Format ini, lanjutnya, sengaja dilakukan sejak Juli lalu yang bertepatan dengan Tahun Ajaran Baru Sekolah untuk mendorong dan memotivasi ibu-ibu dan anak-anak penerima PKH agar terpacu dan terus bersemangat mengantarkan kesuksesan putra-putri mereka.

“Meski kondisi serba terbatas, tapi anak-anak harus sekolah, hidup mereka harus berubah, mereka harus berusaha untuk keluar dari garis kemiskinan. Salah satunya untuk keluar dari kemiskinan adalah melalui pendidikan,” tutup Khofifah.