Bamsoet: Peleburan BP Batam dan Pemkot Perlu Kajian Mendalam

Ketua DPR Bambang Soesatyo–foto IG bambangsoesatyo

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan pemerintah bahwa rencana peleburan Badan Pengusahaan (BP) Batam dengan Pemerintah Kota Batam berpotensi menabrak sejumlah peraturan perundang-undangan. Perlu pengkajian lebih dalam sebelum rencana tersebut diputuskan pemerintah.

“Berbagai peraturan perundangan yang berpotensi dilanggar antara lain UU. No. 17/2003 tentang Keuangan Negara, UU. No. 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara, UU. No. 23/2014 tentang Pemerintah Daerah serta PP. No. 23/2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. ”

“Sebagai mitra kerja, fokus DPR RI adalah jangan sampai dalam menyelesaikan sebuah masalah, pemerintah justru menabrak berbagai peraturan perundangan,” ujar Bamsoet saat menerima Ketua KADIN Provinsi Kepulauan Riau, Ahmad Ma’ruf Maulana dan Ketua KADIN Batam, Jadi Rajagukguk, di ruang kerja Ketua DPR RI, Jakarta, Senin, (14/1/19). Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto dan Anggota Komisi II DPR RI Firman Soebagyo.

Legislator Partai Golkar Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara dan Kebumen ini menjelaskan, dalam pasal 76 ayat 1 huruf C UU. No 23 tahun 2004, disebutkan kepala daerah dan wakil kepala daerah dilarang menjadi pengurus suatu perusahaan, baik milik swasta maupun milik negara/daerah atau pengurus yayasan di bidang apapun. Karena itu, adanya rencana Walikota Batam sebagai Ex-Officio Kepala BP Batam perlu ditinjau lebih jauh lagi. Pasalnya, BP Batam merupakan lembaga yang mengikuti ketentuan APBN dan mengelola barang milik negara.

“Selain itu, melihat UU. No.1 tahun 2004, jika Walikota Batam menjadi Ex-Officio Kepala BP Batam, akan terjadi kerancuan dalam pelaksanaan UU Perbendaharaan dan Pengelolaan Keuangan Negara. Konsisten pemerintah pusat dalam menjalankan peraturan perundangan sangat diperlukan. Sehingga, tidak menjadi preseden buruk dikemudian hari,” jelas Bamsoet, sebagaimana dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

Lebih jauh Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) ini menambahkan, selain dari segi peraturan perundang-undangan, pemerintah juga perlu mempertimbangkan dari segi ekonomi. Pemerintah perlu melibatkan berbagai pelaku ekonomi, seperti KADIN, APINDO, HIPMI, dan berbagai organisasi lainnya, sehingga bisa mendapatkan pandangan yang lebih utuh mengenai kondisi di Batam.

“Karena menyangkut aktivitas ekonomi daerah yang juga turut mempengaruhi geliat ekonomi nasional, BP Batam perlu dijaga agar tetap stabil. Terlebih, aktifitas di Batam terus tumbuh signifikan. Pada 2017, misalnya, investasi di sana tumbih di kisaran dua persen, kemudian meloncat menjadi 4 persen di 2018. Jangan sampai karena hirup pikuk rencana peleburan tersebut malah mengganggu petumbuhan investasi di Batam,” terang Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga mengingatkan kepada pemerintah pusat, daerah, maupun seluruh lapisan masyarakat agar saat ini lebih fokus menghadapi Pemilihan Umum 2019 yang sudah di depan mata. Berbagai hal yang berpotensi mengganggu kestabilan politik maupun ekonomi hendaknya diendapkan terlebih dahulu.

“Nanti setelah Pemilu selesai, baru kita buka lagi berbagai pembahasan yang sempat tertunda, termasuk mengenai BP Batam. Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk memajukan Batam tanpa perlu mengganggu stabilitas yang saat ini sudah berjalan baik,” pungkas Bamsoet. ***/ebn

Puluhan Artis Pantura Siap “Ngamen” untuk Kemenangan Pasangan 01

Direktur Relawan TKN Jokowi Amin, Maman Imanulhaq mengatakan bahwa seni dan budaya adalah penunjang ekonomi bagi masyarakat. Di bidang lain seperti IT, Indonesia bersaing secara ketat dengan negara lain, tapi dengan kekayaaan seni dan budaya yang melimpah seperti di Pantura ini, Indonesia bisa mengembangkan core bisnis di bidang seni dan budaya.

“Kita butuh peran para seniman dan budayawan termasuk Para artis Pantura untuk mengembangkan core bisnis di bidang seni dan budaya yang bisa kita kaitkan dengan pengembangan pariwisata”,  tutur Maman  saat menerima dukungan puluhan artis Pantura untuk kemenangan Jokowi Amin di Pilpres 2019 di Ciasem Subang, Sabtu (12/1/2019).

Yustin Nuriawan, tokoh seniman Pantura mengatakan bahwa selama ini di setiap penampilan para seniman pantura selalu melibatkan partisipasi masyarakat yang luas, baik artis, pemain musik, penyedia panggung dan sound, penonton dan pedagang yang selalu melimpah ruah. Mereka juga membawakan lagu khas daerah seperti Cherbonan.

“ Ini adalah modal besar untuk ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga jati diri dan semangat nasionalisme. Kami dukung Jokowi untuk membawa Indonesia lebih maju, berdaulat dan mandiri”, ujar penyanyi sekaligus pencipta beberapa lagu Pantura.

Maman sangat mengapresiasi dukungan ini. Apalagi mereka akan “ngamen” yaitu keliling menghibur masyarakat Pantura mulai Bekasi, Karawang, Subang, Cirebon bahkan Brebes dan Tegal dengan lagu Cherbonan sekaligus sosialisasi pilpres yang gembira, cerdas dan tanpa hoax.

Beberapa bintang tamu akan ikut gabung dalam “ngamen” mendukung Capres Cawapres nomor urut 01 Jokowi Kyai Maruf Amin, di antaranya penyanyi Dangdut Camel Petir dan Bang Shandy, pencipta lagu “Bang Thoyyib”.

“ Mereka akan mengusung tema ‘ Bang Thoyyib Pulang Kampung untuk coblos Jokowi”, ujar Maman.***

Relawan Targetkan Jokowi-KH Ma’ruf Menang 100% di Taiwan

Relawan targetkan perolehan suara 100% untuk pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 di Taiwan. Target itu mereka canangkan dalam Deklarasi Akbar Dukungan untuk Jokowi-KH Ma’ruf di Taipei Main Stasiun, Taiwan. Target seoptimistis itu bukan hal mustahil karena pada Pilpres 2014, Jokowi meraup suara 97% lebih di Taiwan.

“Pada Pemilu 2014, Pak Jokowi mendapat suara 97% lebih. Pada Pilpres 2019, Jokowi kita targetkan mendapat suara 100%. Bisa kita memangkan Pak Jokowi-Kiai Ma’ruf 100%?” tanya Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Meutya Hafid.

Para relawan spontan menjawab,”Bisa!”

Selain dihadiri Meutya Hafid, acara deklarasi akbar dukungan kepada Jokow-Kiai Ma’ruf juga dihadiri Usman Kansong, Direktur Komunikasi Politik TKN dan Juru Bicara TKN Lena Maryana Mukti.

Usman Kansong dan Lena Maryana mengingatkan warga Indonesia di Taiwan yang punya hak pilih untuk datang ke tempat pemungutan suara pada 14 April 2019. Di Taiwan pencoblosan dilakukan 14 April 2019 karena tanggal tersebut adalah Hari Minggu hari libur pekerja.

Deklarasi dihadiri ratusan relawan yang hampir seluruhnya ialah pekerja migran Indonesia di Taiwan. Selain dari Taipei, mereka datang dari sejumlah kota di Taiwan antara lain kota Taichung dan Kaohsiung. Acara diramaikan dengan pentas sejumlah tari tradisional.

Ketua Panitia Deklarasi Kaswan mengatakan acara terselenggara berkat kontribusi baik moril maupun materil dari para relawan. “Ini semua demi memenangkan Pak Jokowi-Kiai Ma’ruf,” katanya.***/ebn

Bamsoet: Masih Banyak Orang Manfaatkan Badan Peradilan bukan untuk Kepastian Hukum

INFORMAL MEETING. Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan kembali komitmennya agar di tahun politik ini DPR RI tetap fokus menjalankan tugas kedewanan. Khususnya, dalam penyelesaian kinerja legislasi—gambar instagram bamsoet

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berharap para calon hakim agung yang lolos fit and proper test Komisi III DPR RI dapat menjaga marwah, harkat, dan martabat Mahkamah Agung. Sehingga dalam memutuskan suatu perkara, tidak hanya bisa memberikan kepastian hukum kepada para pencari keadilan. Namun juga bisa menegakan kehormatan dari hakim yang memutuskan perkara tersebut.

“Tantangan yang dihadapi Mahkamah Agung tidaklah kecil. Masih banyak orang-orang yang memanfaatkan badan peradilan bukan untuk mencari kepastian hukum. Tetapi, justru untuk merusak keadilan itu sendiri. Karena itu, setelah menyeleksi para Hakim Agung, tugas Komisi Yudisial (KY) belum selesai. KY juga harus terus melakukan pengawasan terhadap para hakim agung agar dapat menjaga keluhuran mereka,” ujar Bamsoet usai memimpin rapat konsultasi Pimpinan DPR RI dengan Pimpinan Komisi Yudisial terkait seleksi calon Hakim Agung, di ruang kerja Ketua DPR RI, Jakarta, baru baru ini.

Pimpinan KY yang hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Jaja Ahmad Jayus, Wakil Ketua Maradaman Harahap, Anggota Sukma Violeta, Joko Santoso dan Aidul Fitriaciada. Bamsoet ditemani Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, Wakil Ketua Komisi III Erma Suryani, Anggota Komisi III DPR Asrul Sani dan Anggota Komisi III DPR TB Soemandjaya.

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, seleksi calon hakim agung yang dilakukan KY telah selesai. Proses seleksi didasarkan pada UU No 22 Tahun 2004 tentang Komisi Yudisial. Dari seleksi yang diikuti 12 calon hakim agung, hanya lolos sebanyak 4 orang.

“Mereka yang lulus seleksi KY adalah Dr. Ridwan Mansyur, S.H., M.H (kamar perdata), Matheus Samiaji, S.H., M.H (kamar perdata), Cholidul Azhar S.H., M. Hum (kamar agama) dan Dr. Sartono, S.H., M.H., M.Si (kamar tata usaha negara). Sebenarnya dibutuhkan 8 calon hakim agung untuk mengisi Kamar Perdata, Kamar Agama, Kamar Tata Usaha, Kamar Militer dan Kamar Pidana. Untuk kamar militer dan pidana tidak ada yang lulus seleksi,” urai Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menuturkan langkah berikutnya adalah Komisi III DPR RI akan melakukan fit and proper test bagi keempat calon hakim agung tersebut. Hasil fit and proper test itulah yang akan menentukan siapa saja yang disetujui oleh DPR RI untuk menjadi hakim agung yang diharapkan mampu menjadi benteng terakhir keadilan.

“Hakim Agung bukan hanya sebagai penjaga benteng keadilan sebagaimana lazimnya diketahui masyarakat. Namun lebih dari itu, mereka lah cerminan keadilan itu sendiri. Karenanya proses pemilihan hakim agung yang dilakukan oleh KY dengan melibatkan sejumlah pakar teknis, media massa, dan juga LSM, sepatutnya menghasilkan hakim agung yang tidak hanya profesional dan kredibel, namun juga punya kewibawaan dalam mengakan hukum dan keadilan,” kata Bamsoet.

Legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini juga mendorong KY untuk terus melakukan berbagai tindakan pendisiplinan terhadap para hakim di lingkungan Mahkamah Agung maupun di berbagai badan peradilan dibawahnya. Selain tindakan pendisiplinan yang bersifat penindakan (represif), KY juga harus mengedepankan tindakan pencegahan (preventif) dalam struktur kekuasaan kehakiman.

“Masyarakat juga tidak boleh tinggal diam. Jika ada tindakan hakim atau badan peradilan yang menyimpang, segera laporkan ke KY. Jika tidak ada progres, bisa melaporkan ke DPR RI. Kita akan dorong KY dan Mahkamah Agung untuk tidak main-main dalam menjamin tegaknya hukum dan keadilan di masyarakat,” pungkas Bamsoet. ***/ebn

Mega: Ada Orang Pemerintah Datangi Saya Bilang Hak Saya untuk Dipilih Ditiadakan

Megawati pidatopada HUT ke-46 PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/1/2019)–foto istimewa

“Saya tak pernah lupa. Beberapa hari sebelum pencoblosan saya didatangi orang dari pemerintah yang mengatakan hak saya untuk dipilih ditidadakan. Tapi saya diizinkan untuk memilih. Saya jadi bingung. Badan saya satu tapi saya nggak boleh dipilih tapi diizinkan memilih,” ungkap Megawati Soekarnoputri  saat berpidato dalam HUT Ke-46 PDI Perjuangan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis 10/1/2019. Dalam pidato tersebut Mega bercerita tentang perjalanan partainya selama 46 tahun, termasuk kejadian tahun 1997 ketika dia dilarang untuk dipilih.

Dirinya, tutur Mega, lalu membuat surat terbuka kepada warga PDI bahwa tidak diizinkan untuk dipilih tapi boleh memilih. “Kepada warga PDI saya meminta untuk tetap memilih partai kita PDI. Saya pikir waktu itu mereka (warga PDI)  akan menurut,” ujarnya.

Persis pada hari pencoblosan, lanjut Mega, keluarganya di Blitar ada yang meninggal dunia dan dirinya pun pergi ke Blitar. Ternyata, di sana pun selama menunggu sampai penguburan dirinya tetap ditunggu dan diminta mempergunakan hak  pencoblosan di Blitar. “Tapi saya katakan, itu tidak mungkinkarena saya harus ikut bawa jenazah ke pemakaman,” tutur Mega.

Mega mengungkapkan, dirinya sedih karena pada waktu itu banyak warga PDI tidak mau memilih. Akibatnya, suara PDI menurun drastis. Malah ada di satu tempat, PDI hanya dapat dua suara. “Tapi justru warga PDI bukannya sedih malah bersorak-sorai,” kata Mega.

Tahun 1999 ketika akan dilakukan lagi Pemilu, dirinya diberitahu boleh ikut asalkan mengubah nama. “Karena sudah kadung waktu itu selalu mengatakan ‘perjuangan’ maka ketika mengubah nama pun menjadi PDI Perjuangan yang disahkan pada 1 Februari 1999 saat kongres kelima. Jadi itulah Bapak Presiden salah satu perjalanan luar biasa dari PDI ke PDI Perjuangan.Sejarah ini selalu saya sampaikan agar partai ini punya ingatan kolektif untuk selesaikan tugas sejarah,” paparnya.

Komitmen dalam politik ialah memegang teguh dan menjaga ideologi Pancasila 1 Juni 45. Sejarah mendidik kita untuk tak lupa partai ini didirikan bukan sebagai alat kekuasan personal tapi  alat perjuangan rakyat untuk mewujudkan cita cita Pancasila yakni  keadilan sosial.

“Kalau diliat kenapa umurnya 46? Karena dari saat fusi    bendera banteng moncong putih dikibarkan.  PDI Perjuangan  mengalami pasang naik dan pasang surut. Kita alami kekalahan dalam pemilu. Contoh pada 2004 dan 2009. Meskipun kalah partai ini tak pernah pilih jalan pintas, tak asal comot caleg apalagi dari parpol lain. Tak asal rekrut tokoh pendokrak elektabilitas,” tuturnya.

Memang  PDI Perjuangan adalah partai terbuka bagi siapa saia. Apa pun latar belakangnya . Tapi harus berideologi  Pancasila 1 Juni 45. Pintu PDI selalu terbuka bagi siapapun yang siap dan berani ditugaskan sebagai ‘ The Guardian of Pancasila’.

Meski terbuka, tegas Mega,  dirinya tak ingin partainya diisi oleh kader karbitan. Orang yang mengaku kader tapi ketika tidak direkomen lalu loncat ke partai lain. “Partai bagi kami bukan kendaraan lompat kekuasaan,” tegasnya.  Ada fenomena pragmatisme politik, kata Mega.  Beberapa kali peristiwa serupa terjadi di PDI Perjuangan  tapi kita tak kecil hati kehilangan politisi pragmatis seperti itu.  “Justri itu seleksi alam.  Seleksi akan memilih mana kader dan bukan kader. Secara alamiah ideologis mereka akan menyingkir atau tersingkir dari PDI P,” ucapnya.***/ebn

Ini Sikap MUI Dalam Menghadapi Pileg dan Pilpres

Gedung Majelis Ulama Indonesia–foto istimewa

Dalam rangka menghadapi pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) bulan april yang akan datang Ketua Umum MUI  KH Maruf Amin telah memberikan arahan dalam rapat dewan pimpinan MUI hari selasa tgl 8 januari 2019 yang kemudian dirumuskan dan diputuskan menjadi sikap dan  pandangan  dari MUI.

Berikut ini paparan Anwar Abbas, Sekjen MUI, lewat rilis yang diterima redaksi.

Sikap dan  pandangan  tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Agar pelaksanaan pileg dan pilpres yang akan datang berjalan dengan baik dan lancar maka MUI sebagai organisasi harus mendukung secara aktif untuk menyukseskan dàn menciptakan pileg dan pilpres yang bebas, jujur, adil dan berakhlak.
  2. Agar kredibilitas MUI di tengah2 masyarakat tetap terjaga dan terpelihara maka seluruh personalia pimpinan MUI harus bisa menjaga netralitas organisasi. Oleh karena itu seluruh personalia MUI secara organisasi tdk boleh me nyeret2 MUI ke dalam praktek dukung mendukung calon yang ada. Tetapi ini tidaklah pula berarti bahwa pengurus MUI secara personal tidak boleh terlibat dalam dukung mendukung salah satu calon atau pasangan calon. Masing2 anggota pimpinan dipersilahkan saja untuk mendukung , memperjuangkan dan memilih salah satu calon atau paslon yg disukai dan didukungnya tetapi  jangan mem bawa2 nama organisasi MUI.
  3. Agar soliditas diantara pimpinan MUI tetap dapat terjaga dan terpelihara maka di dalam memperjuangkan dan menyalurkan aspirasinya seluruh personalia pimpinan MUI agar   tetap menjaga ukhuwah islamiyah dan atau persatuan dan kesatuan. Untuk itu MUI mengimbau kepada para anggota pimpinan dan kepada semua pihak  untuk saling menghormat dan tidak saling  jelek menjelekkan antara satu dengan lainnya agar  jangan sampai terjadi  kontestasi yg diselenggarakan satu kali dalam lima tahun ini akan merusak hubungan  persudaraan yg harus dan wajib  kita bangun dan kita pertahankan untuk se lama2nya.
  4. Agar dalam pileg dan pilpres ini tauhidul ummah dan atau persatuan dan kesatuan umat tetap dapat terjaga dan terpelihara maka seluruh personal pimpinan mui harus bisa membangun dan mengembangkan sikap tawadud dan tarohum atau sikap saling mencintai dan saling menyayangi di kalangan umat dan warga bangsa dan   menjauhkan sikap taghadhub dan tahasud atau saling marah dan saling membenci agar persatuan dan kesatuan diantara umat dan warga bangsa di negeri ini tetap terjaga dan terpelihara sehingga pembangunan yang kita jalankan  dapat terselenggara sesuai dengan yang kita harapkan.***/ebn

Hoax dan Fitnah Bikin Militansi Parpol dan Tim Kampanye Meningkat

Hasto Kristiyanto
Sekretaris Tim Kampanye 01–foto tribunnews

Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengungkap survey terakhir dengan keunggulan Jokowi-KH Maruf Amin 54.9% dibandingkan Prabowo-Sandi 34.8% dengan undecided 9.2%. Atas berbagai survey lembaga ternama yang diakui kredibilitasnya tersebut, Sekretaris Tim Kampanye Paslon 01, Hasto Kristiyanto menegaskan agar seluruh jajaran tim kampanye dan Parpol KIK terus bekerja keras dan tidak cepat puas diri.

“Hal positif dari survey tersebut semakin memerkuat dalil pokok strategi kami bahwa rakyat menghargai pemikiran dan tindakan positif; rakyat lebih mengapresiasi politik santun dan rakyat berpikir kritis serta jernih, dan tidak terpengaruh hoax. Dengan demikian the power of positive thinking-lah yang menjadi keunggulan Paslon Jokowi-KH Ma’ruf Amin,” ujar Hasto, sebagaimana dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

Dengan kesimpulan hasil survey Indikator tsb, Hasto semakin percaya bahwa elektoral Jokowi-KH Marif Amin sebagai buah kerja politik positif; kerja politik untuk bangsa dan negara.

“Terbukti bahwa hoax dan fitnah hanya berdampak pada peningkatan militansi parpol dan tim kampanye masing-masing, tetapi tidak memiliki dampak elektoral yang signifikan. Rakyat juga menilai bahwa Pak Jokowi-KH Maruf Amin yang menjadi korban fitnah. Jadi pertanyaan yang sering saya ajukan ke rakyat, mau memilih yang baik atau yang buruk, mau memilih yang putih atau hitam, mau memilih yang nasionalis agamis sebagai satu kesatuan, menjadi sangat relevan, dan telah dijawab oleh rakyat dengan elektoral Pak Jokowi yang jauh di atas Pak Prabowo,” ujarnya

Atas temuan hasil survey tersebut, Hasto percaya bahwa komitmen Jokowi untuk hijrah dari politik hoax menuju wajah politik yang memerjuangkan kebenaran, keadilan, kemanusiaan, dan pada saat bersamaan membangun harapan yang berkemajuan, menjadi semakin relevan.***/ebn

 

Mengintip Gagasan Ekonomi Arus Baru Ma’ruf Amin

Foto -istimewa

Calon wakil presiden Ma’ruf Amin menjelaskan lebih detail arus baru Indonesia sebagai salah satu visi yang hendak dicanangkan pada 2019 ini. Tonggak dari arus ini merupakan kelanjutan dari visi pembangunan yang telah dilakukan pasangannya, Joko Widodo (Jokowi) selama masa pemerintahan.

Jokowi telah meletakan main stone dalam pembangunan awal berupa pembangunan infrastruktur, kesejahteraan sosial, ekonomi kreatif, kesehatan dan sebagainya. Nah, tugas selanjutnya, ujar Ma’ruf, adalah maximize utility atau memaksimalkan manfaat.

“Jadi kita tingkatkan satu kali lipat, bisa dua kali lipat, tiga kali lipat, bahkan empat kali lipat, begitu!” tegas Ma’ruf saat menjadi pembicara utama pada Peluncuran Grand Launching Master C19 Portal KMA, Menteng, Selasa, (8/1). Demikian rilis yang diterima redaksi.

Arus baru Indonesia berpijak pada sila kelima Pancasila yang mengatasi berbagai kesenjangan atau disparitas. Tumpuan gagasan ini berada pada beberapa hal utama yaitu, menciptakan ekonomi keumatan, mengangkat kemitraan antar sesama pengusaha serta semangat optimisme.

Sebagai contoh, sambung Ma’ruf, dalam penjualan bahan makanan, Indonesia tidak lagi fokus pada bahan-bahan mentah melainkan dalam bentuk olahan yang bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Di Sulawesi Selatan ada coklat dijual dengan harga Rp1.000. Setelah diolah ke luar negeri naik menjadi Rp20.000. Coklat ini kemudian di jual ke kita, berarti ada nilai tambah Rp19.000. Nilai tambah ini bukan untuk rakyat kita tetapi yang lain,” ujar Ma’ruf.

Dalam pemberdayaan ekonomi umat mengutamakan konsep kemitraan yaitu kolaborasi antara pengusaha besar dengan pengusah kecil atau rakyat pada umumnya. Menurut Ma’ruf, tujuan dari kemitraan ini adalah mengatasi kekurangan sumber daya ekonomi dari masyarakat.

“Jadi yang kuat tetap kuat, dan yang lemah akan kuat. Konsep ini yang ingin kita bangun dalam arus baru ekonomi Indonesia,” ujar Ma’ruf.***/ebn

Sri Mulyani: Indonesia Negara Berkembang dengan Reputasi Baik

Sri Mulyani, Menteri Keuangan–foto instagram srimulyani

Indonesia dipandang sebagai negara berkembang yang memiliki reputasi baik. Momentum pertumbuhan Indonesia yang baik di tengah ketidakpastian global telah memicu ketertarikan investor asing terhadap Indonesia. Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat acara diskusi Outlook Perekonomia Indonesia 2019 di Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Diskusi tersebut dihadiri antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekenomian  Darmin Nasution, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Rosan Perkasa Roeslani serta Ekonom Mandiri Anton Gunawan.

“Dalam diskusi tersebut saya menyampaikan bahwa Indonesia dipandang sebagai negara berkembang yang memiliki reputasi baik. Momentum pertumbuhan Indonesia yang baik di tengah ketidakpastian global telah memicu ketertarikan investor asing terhadap Indonesia,” ungkap Sri Mulyani lewat akun instagramnya.

Kita menutup tahun 2018 dengan pertumbuhan yg baik, inflasi rendah dan ekonomi tetap stabil. Indonesia dilihat sebagai negara emerging yang besar, growth-nya tinggi, stabilitas baik, pihak moneter dan fiskal bekerja sama dengan baik secara pragmatis dan fleksibel. “Untuk dunia internasional itu adalah sesuatu yang mengesankan,” ujar peraih penghargaan ‘Finance Minister of The Year 2019 Global and Asia Pacific’ dari majalah keuangan The Banker, ini.

Salah satu faktor untuk mengembangkan ekspor, kata Sri Mulyani,  adalah dengan telah terselesaikannya beberapa infrastruktur. Dengan sudah terbangunnya infrastruktur utamanya di Jawa, maka perbedaan antara Jakarta dan sekitarnya dengan Jawa Barat, Jawa Tengah dan Timur menjadi tidak terlalu besar sehingga opsi para investor menjadi semakin banyak.

Terkait kemajuan teknologi yang dapat berdampak pada kesempatan kerja, bisa saja di masa depan ada skema pajak untuk robot. Bisa saja nantinya robot yang bekerja harus tetap membayar pajak penghasilan, kemudian penerimaan pajaknya akan digunakan untuk “unemployment benefit”. Kami di Kemenkeu yang menjadi penjaga kebijakan fiskal akan coba terus melihat masa depan tapi tetap fokus mengelola masa kini agar Indonesia terus dilihat sebagai negara yang memiliki reputasi baik.***/ebn

 

Jadikan Parlemen Terbuka dan Modern, Bamsoet Resmikan PIPP

Ketua DPR Bambang Soesatyo meresmikan Pusat Informasi dan Penyiaran Parlemen, di Gedung Nusantara I DPR RI, Jakarta, Senin (07/01/19)-foto istimewa

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo terus mewujudkan DPR RI menjadi Parlemen Modern. Selain sebagai legacy, wujud Parlemen Modern merupakan political will bagi internal DPR RI dalam memperkuat kinerja keparlemenan berstandar internasional.

“Peresmian Pusat Informasi dan Penyiaran Parlemen akan menampilkan wajah DPR RI yang sesungguhnya. Ruangan ini menjadi Big CCTV, rakyat bisa melihat berbagai sidang dari Komisi I sampai Komisi XI serta berbagai alat kelengkapan dewan lainnya. Wartawan juga tak perlu repot-repot naik turun ke ruang sidang, cukup nongkrong di ruangan ini, semua sidang bisa langsung diliput,” ujar Bamsoet saat meresmikan Pusat Informasi dan Penyiaran Parlemen, di Gedung Nusantara I DPR RI, Jakarta, Senin (07/01/19).

Legislator Partai Golkar Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara dan Kabumen ini menilai, sarana dan prasarana di Pusat Informasi dan Penyiaran Parlemen bisa dikatakan berstandar internasional. Selain bisa menyaksikan secara langsung sidang dari layar berukuran lebar, pengunjung juga disajikan update berbagai berita seputar keparlemenan melalui layar besar DPR NOW!.

“Kehadiran DPR NOW! yang kemudian disempurnakan melalui kehadiran Pusat Informasi dan Penyiaran Parlemen menjadikan demokrasi kita akan terus tumbuh pesat. Selain memudahkan kinerja rakyat dan pers dalam memantau kinerja dewan, disisi lain juga bisa menumbuhkan kesadaran kepada setiap anggota dewan dalam meningkatkan kinerja kedewanannya,” tutur Bamsoet.

Lebih jauh Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menjelaskan, sebagai pemain kunci dalam pentas politik, keberadaan Parlemen tak boleh dilepaskan dari profesionalitas, transparansi dan akuntabilitas. Adanya ruang Pusat Informasi dan Penyiaran Parlemen juga semakin menguatkan DPR RI menjalankan Parlemen Terbuka. Bahkan, bukan hal yang mustahil jika DPR RI menjadi pioneer bagi parlemen negara-negara lainnya dalam menjalankan Parliamen Terbuka.

“Saya sudah berkunjung ke berbagai Parlemen negara lain. DPR RI merupakan yang terdepan dalam menjalankan Parlemen Terbuka. Disini pers bisa bebas keluar masuk, wawancara apapun kepada anggota dewan tanpa terlebih dahulu membuat janji. Berbagai sidang kita lakukan secara terbuka, data maupun informasi yang bukan bersifat rahasia negara kita buka seluasnya,” terang Bamsoet.

Selain meresmikan Pusat Informasi dan Penyiaran Parlemen, Ketua Badan Bela Negara FKPPI ini juga meresmikan Ruang Tunggu VIP DPR RI yang terletak di loby Gedung Nusantara II DPR RI. Ruangan ini akan menjadi tempat transit bagi para Duta Besar, Delegasi Parlemen dari negara sahabat, maupun Menteri dan mitra kerja DPR RI lainnya.

“Ruangannya dibuat sederhana seperti lounge di bandara. Karena memang fungsinya untuk transit para tamu sebeum mereka masuk ke ruang sidang atau melakukan kegiatan kunjungan di DPR RI. Ruangan ini juga bisa kita jadikan sebagai tempat focus group discussion (FGD) dengan teman-teman wartawan ataupun elemen masyarakat lainnya,” pungkas Bamsoet. ***/ebn