Icha Christy Bikin Babang Berdebar-debar

JAYAKARTA NEWS – Pendatang baru bersuara emas yang juga  jago acting, Icha Christy, mampu membuat Babang Tamfan tidak berkutik dan berdebar-debar.

Sesuatu yang tidak pernah dilakukan Babang Tamfan selama ini, karena demi Icha dia rela melakukannya.

Menjadi penyanyi bisa dibilang Andika juaranya di genre musik Melayu. Tetapi sebagai Model Klip apa lagi harus bertemu dalam satu scene adegan mesra dengan cewek cantik kelahiran Jember berusia 20 tahun ini membuat Babang serba salah dan berdebar-debar

Lagu yang diciptakan Tama Wijaya, gitaris Kangen Band yang berjudul “Sandaran Jiwa” adalah keinginan Icha mau memberikan lagu tersebut  sebagai persembahan untuk seseorang yang sangat berarti dalam hidup Icha.

Icha Christy dan Andika (Foto:Istimewa)

Klip lagu ini mengambil lokasi di daerah tidak jauh dari kediaman Babang Tamfan tepatnya di Villa Dangau Kedaung.

Yang menarik dari Klip ini selain menjadikan Babang Tamfan sebagai model klip, Icha juga bisa menggandeng senior mantan anggota dewan, DPR RI, Krisna Mukti.

Saat ditanyakan ke Andika, apa yang menarik dari Icha. Andika bicara lugas, “Icha membuat saya deg-deg-an.”

Apakah ini pertanda Andika Jatuh cinta terhadap Icha? Kita lihat saja bagaimana selanjutnya.

Shooting satu hari berjalan lancar diakhiri dengan kulineran Mabox duren bersama dan Babang Tamvan serta Krisna Mukti menikmati suara Icha yang indah. (agus)

Madani Film Festival – Diikuti 22 Negara

JAYAKARTA NEWS – Mengusung tema Ufuk, Madani Film Festival (MFF) ke V diikuti 70 film dari 22 negara. Festival film internasional ini tetap dihelat di Indonesia, tepatnya di XXI Epicentrum (pemutaran film), Kineforum Studio Sjuman Djaya Taman Ismail Marzuki (diskusi, pergelaran musik) dan XXI Metropole (diskusi).

“Ufuk adalah batas terjauh dari pandangan kita, batas antara bumi dan langit. ‘MFF mengambil relung unik. Berposisi merayakan yang inklusif dengan mengambil isu terkini. MFF memunculkan film-film bertema Islam di kehidupan sehari-hari dalam berbagai aspek dan perspektif,” kata Direktur Perfilman, Musik dan Media Kemdikbud Ristek, Ahmad Mahendra ketika membuka MFF di Epicentrum, Jakarta, baru-baru ini.

Senada dengan sambutan Direktur Jenderal Kebudayaan, Dr Hilmar Farid bahwa MFF adalah festival film luar biasa. “Bertujuan keragaman, toleransi, dan mengangkat isu-isu penting lain. Penuh inisiatif dan terobosan baru,” papar Hilmar Farid.

Direktur PMM Kemdikbud Ristek, Ahmad Mahendra membuka MFF V (foto : Humas MFF)

MFF yang digelar 8 hingga 15 Oktober 2022 ini bersifat gratis dengan kuota terbatas ini tidak hanya berisi ajaran Islam yang inklusif dan moderat, tapi juga mengedepankan nilai-nilai manusia dan kehidupan Islam di banyak negara secara mayoritas dan minoritas.

“Film-film yang kita putar tentang keberislaman di banyak negara dan latar belakangnya, juga tentang mimpi dan harapan,” ungkap Krisnadi Yuliawan selaku Board of Festival.

Dalam pembukaan MFF dimeriahkan musik rap dan hip hop religi oleh Zein Panter dari Maluku, kemudian diputar film  ‘Perfect Candidate’ yang disutradarai Haifa al Mansour dari Arab Saudi. Film penutup adalah ‘Until Tomorrow’ dari Iran. (pik)

Menggandeng Tama “Kangen Band”, Icha Christy Luncurkan Single “Terbaik Untuk Mu”

JAYAKARTA NEWS – Musik adalah bahasa yang paling universal dan mudah untuk menyatukan persepsi diantara kita. Dengan musik kita bisa saling memahami dan saling mengerti. Setelah kurang lebih 2,5 tahun Negri ini dilanda Pandemi, namun kita tetap harus berjalan dan melanjutkan untuk menghasilkan karya.

Maka di era endemi ini, lahirlah sebuah nama yang bertujuan untuk mencetak artis seniman baru dan sekaligus menaungi artis senior dan pencipta lagu Mahajaya.

Visi Mahajaya adalah, membangun dan menghantarkan para seniman dalam menyalurkan karya seninya hingga ke puncak prestasi dalam berkarya. Sedangkan Misi Mahajaya adalah, mengajak kepada insan seni pendatang baru maupun seniman senior untuk berkarya inovatif dan inspiratif dan dapat memenuhi keinginan penikmat musik Tanah Air.

MEI dengan nama panjang, Mahajaya Entertainment Indonesia, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang posiitif kepada perkembangan dunia Hiburan di Indonesia

Artis cetakan pertama MEI adalah : Icha Christy yang baru saja mengeluarkan single #1 diawal bulan Juli 2022 berjudul “Terbaik Untuk Mu”.

Icha Christy (Foto: Istimewa)

Single Ballad ini karya dari seorang penyanyi dan musisi, Ressa Herlambang dimana kita kenal Reza Herlambang yang mengawali kariernya pada ajang Asia Bagus tahun 1999 bersama Rio Febrian.

Single ini menceritakan seorang wanita yang sudah menemukan kekasih belahan jiwanya (soulmate), ungkapan tulus cintanya kepada pria kekasih pilhannya itu, bahwa dia ingin menjadi kekasih dan selalu ingin memberikan yang terbaik.

ICHA CHRISTY, lahir di Kota Jember 1 Februari 2002 sebagai anak ke 3 dari 3 bersaudara. Hobby menyanyi Icha dari usia 3 tahun, dan lagu pertama yang dinyanyikan “ambilkan bulan bu”

Icha dari TK hingga SMP sering mengikuti lomba nyanyi di Kota Jember dan sering diundang menjadi penyanyi acara pernikahan dan acara besar lainnya di Kota Jember Icha Christy mampu membawakan berbagai genre musik Pop, Dangdut hingga Mandarin.

Masuk dunia rekaman pertama kali di Kota Jember tahun 2020, membuat album album cover, dan Hijrah ke Jakarta akhir tahun 2021. Pada November 2021 Icha Christy menjadi presenter off air di ajang World Super Bike Mandalika dan di bulan maret 2022 Moto GP Mandalika.

Hobby Icha Christy selain tarik suara, ia menyukai olah raga dan travelling.

Semoga lahirnya single pertama dari Icha Chisty dapat menambah warna dan diterima oleh seluruh pencinta musik Tanah Air. (agus)

FFWI Tolak Menilai Karya Pelaku Perundungan Seksual

JAYAKARTA NEWS – Di tengah penjurian Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) XII, mencuat pertanyaan dari juri dan wartawan bagaimana sikap Panitia FFWI terhadap pelaku perundungan seksual dan kekerasan verbal dan fisik yang karya atau aktornya akan dinilai.

Apakah karya film dari pelaku yang sedang bermasalah tersebut layak dinilai oleh dewan juri ? “Kami tegas menolak karya dari pelaku perundungan seksual dan dewan juri yang seluruhnya wartawan enggak akan menilainya,” ujar Wina Armada Sukardi selaku Ketua Pelaksana FFWI XII di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat (7/10).

“Kami Panitia dan Dewan Juri FFWI harus bersikap tegas. Kami enggak akan menilai karya dari pelaku  yang sedang bermasalah tersebut ” imbuh Wina Armada. Sedangkan seorang staf Panitia, Tertiani ZB Simanjuntak berpendapat hal ini merupakan pelajaran berharga bagi insan film.  “Satu orang pelaku bermasalah dan terlibat dalam kekerasan fisik akhirnya bisa merusak semuanya,” timpal Tertiani ZB Simanjuntak.

Dewan Juri Akhir FFWI XII menilai 54 film pilihan yang terdiri atas 30 genre drama, 13 horor dan 11 komedi. Seluruh film yang dinilai telah beredar di bioskop dan Over The Top (OTT) dari 1 Oktober 2021 s d 30 September 2022. Unggulan (nominasi) akan diumumkan 20 Oktober 2022. (pik)

Achmad Syaban Lolo Resmi Jadi Ketua Terpilih Pengurus AJV Divisi Hiburan 2022 – 2025

JAYAKARTA NEWS – Bertempat di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Ketua Umum Pengurus Pusat Aliansi Jurnalis Video, (AJV), Syaefurrahman Al Banjary secara resmi melantik Achmad Syaban Lolo selaku Ketua Pengurus AVJ Divisi Hiburan Terpilih Periode 2022 – 2025, Jumat  (7/10).

Sekaligus mengukuhkan dan menetapkan Susunan Pengurus AJV Divisi Hiburan Periode 2022 – 2025 berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Pusat AJV Nomor : 043/ SK – PP/ PSSL/X/ 2022 tertanggal 7 Oktober 2022. 

Hadir pula Pengurus Pusat AJV seperti Dewan Pembina, Nugroho F. Yudho  Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Hermas Efendi Prabowo, Ketua Dewan Pembina Harris Jauhari berserta jajarannya, Pengurus AJV Divisi Hiburan, serta sejumlah artis yang datang seperti Roy Marten bersama Anna Maria, Icha Christy, Krisna Mukti, Talitha, Tama kangen band  Tiara, Mayang, Fahmi Sahab,  Clara Gopa,Camel Petir, Eza Saputra, Eyang Ratih dan para undangan lainnya, juga para sponsor dan media yang mendukung kegiatan ini.

Dalam kaitan itu pula diselenggarakan diskusi bertajuk  ‘Jurnalis di era Digital’  bertemakan  ‘Membuat berita berita dalam bentuk Videography dengan standar  Norma berita agar tidak melanggar Kode Etik Jurnalistik dan terkena Klaim ‘.

Ketua Umum AVJ Pusat, Syaefurrahman Albanjary dalam sambutannya menegaskan bahwa 15 tahun terakhir perubahan media khususnya produk  produk jurnalis video meningkat perkembangannya. Tak terkecuali termasuk produk dari video hiburan. Sehingga kita harus bisa menjaga kualitas dan justru bukan sebaliknya sebagai penyebar hoaks. Jadi sangat dibutuhkan akurasi dan verifikasinya. Hal inilah yang akan meningkatkan kualitas produk jurnalismenya. 

Hal berikutnya, lanjut  Syaefurrahman Albanjary yakni perubahan media sudah semakin jauh karena digitalisasi informasi yakni migrasinya televisi ke tayangan digital. Meski sempat tertunda namun 2 November 2022 mendatang migrasi sesungguhnya bakal terjadi, analog ke digital.

TV digital pun makin banyak, kebutuhan internet makin tinggi, konten hiburan pun dibutuhkan publik , publik figurpun membutuhkannya. Disinilah peran jurnalisme hiburan hiburan mrnjadi ranahnya. Perubahan itu pasti sehingga jangan para jurnalis sampai belum nyambung didalam ekosistem baru ini.

“Dalam ekosistem baru ini, jurnalis mandiri dituntut melakukan kolaborasi. Perusahaan yang menaungi media – media media ini payungnya satu, tentu dengan support systemnya. Juga membantu analisa algoratime, merekom pemberitaan yang memenuhi persyaratan, servernya kolaborasi bukan satu satu lagi, dan satu bidang usaha baru. Inilah menjadi ciri penyiaran model baru di era baru,” jelas Syaefurrahman Albanjary.

Pengurus AJV divisi hiburan bersama pengurus AJV pusat (Foto: Istimewa)

Syaefurrahman Albanjary berharap teman – teman jurnalis terus mengupdate kemampuannya, update informasi dan teknologinya, karena ke depan kita akan bersaing dengan para konten kreator. Jadi asah terus sebaik baiknya. Mari maju bersama Video Jurnalis. Rumah kita untuk peningkatan kompetensi teman teman jurnalis video dimana pun berada. 

Sementara itu, dalam Diskusi yang menghadirkan nara sumber seperti artis kawakan Roy Marten, Dewan Pembina  AJV Pusat Nugroho F Yudho, Artis Penyanyi Icha Christy dan Camel Petir serta dimoderatori Kiki Astrida. Nugroho F Yudho memberikan catatan bahwa tugas jurnalis video yakni membangun narasi dengan mengajak orang harus berfikir sistematis dan logis. Meski konten hiburan menjadi kebutuhan semua orang dan gosip merupakan hal menarik. Jurnalis harus hati hati, taati KEJ, Norma Hukum, juga UU Pers. Jangan terjebak informasi yang salah.  Jadi mohon berhati – hati dan akurasi diperhatikan. Apalagi sekarang di era semua bisa bikin media. 

Sedangkan Roy Marten dan sebagai penasehat Ajv divisi hiburan menegaskan bahwa kekuatan berita saat ini luar biasa. Lihat contoh seperti peristiwa Ferdy Sambo. Kalau tidak ada digital pasti pemberitaannya berbeda. Dan inilah revolusi industri komunikasi terkait hiburan, mau dipopulerkan atau dihancurkan cukup oleh satu berita digital. Media digital pun menjadi sesuatu yang dibutuhkan. Soal media mainstream atau bukan sudah tak lagi menjadi batas. Hari ini Kompas tidak muat tidak menjadi soal, ada ribuan media digital yang mau muat. Memang industrinya sudah berbeda, begitulah konsekuensi logisnya, tukasnya.

Disisi lain, Icha Kristy, penyanyi pendatang baru ini melihat peran jurnalis dalam mengembangkan karier atau karya lagu seseorang masih begitu besarnya. Tanpa media kita tidak jadi sesuatu juga meski sekarang banyak platform digital yang bisa dipakai mengangkat performa artisnya. Dan yang menjadi trending selalu dibicarakan, ini sangat amat penting. Tapi kita bisa memilih mana yang karya,  mana yang gimik. Tapi Icha memilih mau tunjukin karya Icha dulu deh. Jadi tinggal tergantung artisnya mau bagaimana dia bersikap, berlatih, berkarya atau semata mencapai trending, pungkasnya.

Dan perlu diketahui pula, Pengukuhan Pengurus AJV Divisi Hiburan Periode 2022 – 2025 didukung oleh sejumlah sponshorship antara lain seperti kangen band, mahajaya, deolipa Yumara, hotel ambhara, rawon bidadari, rasis entertainment

Semoga Pengukuhan Pengurus AJV Divisi Hiburan Periode 2022 – 2025 yang diketuai Acmad Syahban Lolo diharapkan menjadi penyambung lidah masyarakat, artis dan juga stakeholder hiburan lainnya, dimudahkan urusannya, diberi kekuatan menjalaninya serta menjadi tauladan masyarakat, demikian ucap Gus Roffi, dalam harapan yang disampaikannya. (agus)

Komisioner KPAI Kecam Artis Kriss Hatta yang Pacari Anak di Bawah Umur

JAYAKARTA NEWS— Komisioner KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) mengecam keras artis Kriss Hatta yang mengaku secara terbuka bahwa dirinya sedang berpacara dengan anak di bawah umur (14 tahun) dan sudah mendapat restu dari ibu dari sang pacar.

“Mengecam Kriss Hatta sebagai public figure yang telah memberikan contoh buruk pada masyarakat terutama para remaja. Hal ini berpotensi ditiru oleh masyarakat Indonesia,” tegas Retno Listyarti, Komisioner KPAI, Rabu (28/9/2022).

Sebagaimana diketahui, artis Kriss Hatta membuat pengakuan mengejutkan bahwa dirinya berpacaran dengan anak di bawah umur dan sudah mendapat restu dari ibunda sang pacar, dan diperkenankan menikah setelah anaknya lulus SMA.

“Kalau saat ini, usia 14 tahun sudah di jenjang SMA berarti ada kemungkinan anak akan dinikahkan pada usia sangat muda, yang belum memenuhi usia minimun dalam UU Perkawinan, yaitu 19 tahun,” ujar Retno dalam siaran persnya.

Terkait hal tersebut Retno sebagai Komisioner KPAI menyampaikan beberapa hal. Selain mengecam, Retno berpendapat, pernyataan Kriss Hatta yang mengatakan akan menikahi pacarnya setelah lulus SMA berpotensi menjadi glorifikasi pernikahan usia anak.

Padahal pemerintah pusat dan daerah sedang giat giatnya berjuang menurunkan angka perkawinan anak. Publik figure harusnya mendukung program pemerintah yang berdampak baik bagi bangsa ini. Perkawinan anak berpotensi kuat membuat anak kehilangan hak-hak nya utk tumbuh kembang secara optimal.

“Kriss Hatta juga mengaku sudah mendapatkan restu dari ibunda sang kekasih. Sang calon mertua disebut melarang Kriss Hatta untuk mempublikasikan hubungan mereka karena takut dikira panjat sosial alias pansos. Tidak diungkap nama pun,  cepat atau lambat publik akan tahu. Hal ini akan berpotensi kuat terjadi glorifikasi  kisah cinta orang dewasa yang sudah pantas menjadi ayahnya dengan anak di bawah umur. Jangan sampai hal ini dianggap wajar oleh public,” tegas Retno.

Dalam kesempatan itu Retno juga menyinggung soal pernyataan Kriss Hatta di medsosnya yang secara tersirat merasa mirip seperti Leonardo DiCaprio karena sama-sama memacari wanita yang lebih muda 20 tahun darinya. Sebagaimana diketahui, Leonardo DiCaprio berusia 47 tahun, sedangkan Gigi Hadid 27 tahun.

Betul bahwa itu contoh beda usia 20 tahun. Namun, tandasnya, Gigi Hadid sudah perempuan dewasa bukan anak di bawah umur.

“Usia 14 tahun masih anak-anak yang belum memiliki kematangan psikis sebagaimana Gigi yang berusia 27 tahun. Anak usia 14 tahun belum memiliki emosi yang stabil dan belum mengetahui risiko dari hubungan percintaan yang sedang dijalaninya. Anak usia 13-15 tahun adalah usia yang baru saja jadi anak-anak, namun belum masuk remaja, jadi ini masa peralihan. Pada masa ini, terjadi perubahan besar pada diri seorang anak secara fisik dan psikis,” ujar mantan Kepala Sekolah SMAN 13 Jakarta itu panjang-lebar.

Anak usia 13-15 tahun yang sudah dibentuk sejak dini untuk menentukan kecenderungan terhadap minat dan karir yang akan mereka jalani biasanya akan lebih mudah didorong dan dimotivasi pada usia ini.

Jadi seharusnya orangtua mendukung ananda yang berusia 14 tahun ini untuk menggali potensinya, mendukung bakatnya, menfasilitasi kesempatan berkarir dan berkarya di masa muda, bukan malah mengijinkan untuk menikah muda karena berpacaran dengan laki-laki yang jauh lebih tua darinya.

Bahkan pada usia 13-15 tahun ini, orang tua sudah bisa mulai memberi tanggung jawab atas kemampuan yang anak miliki. Kehidupan orang-orang hebat dalam sejarah menunjukkan, pada usia remaja setingkat SMP anak-anak sudah secara matang mampu mengenali kemampuannya, matang secara keilmuan dan kepribadian. Hal seperti ini bukan suatu yang terjadi secara tiba-tiba, tetapi telah ditempa cukup lama selama bertahun-tahun sejak usia dini.

“Saya mendorong media massa untuk memgedukasi masyarakat dengan tidak melakukan glorifikasi kisah cinta kriss Hatta dengan anak usia 14 tahun,” tegas Retno.***din

Soundrenaline 2022 – Back to Jakarta

JAYAKARTA NEWS –  Dua tahun sudah pesta musik terbesar Soundrenaline enggak dihelat. Pandemi Covid memorakporandakan semuanya. Setelah vakum, kini Soundrenaline bakal ‘come back live and louder’

Enggak di GWK Bali (karena di Bali ada penyelenggaraan G 20), tapi di Eco Park, Ancol, Jakarta. Tepatnya 26 dan 27 November 2022. Tahun ini, Soundrenaline telah mencapai usia 18 tahun.

November 2002 silam, Soundrenaline digelar pertama di Parkir Timur Senayan. Lalu dikelilingkan ke beberapa kota di Indonesia dan belakangan selama tiga tahun terus dihelat di GWK, Bali.

“Kami ingin membawa kembali Soundrenaline yang sempat redup dengan menggelar kembali festival musik akbar itu bersemangat pop culture terdepan yang lintas genre dan lintas generasi terbesar di tanah air,” ujar Ravel Junardy selaku CEO Ravel Entertainment, promotor Soundrenaline 2022, kepada penulis di Hard Rock Cafe, Jakarta, baru-baru ini.

Kali ini, Soundrenaline 2022 benar-benar memuaskan music maniac dan luar biasa yaitu menghadirkan 18 musisi internasional diantaranya New Deep, FKJ, Mono,  Plain White Ts, Hollow Coves dan banyak lagi. Sedangkan musisi nasional juga dipastikan ikut menyemarakkan pesta musik ini, antara lain Seringai, The Brandals, Mocca, Feel Koplo, The S.I.G.I.T, St Loco, Pure Saturday, Rocket Rockers  Burgerkill, Isyana Sarasvati, Deadsquad (Stevi Item cs), Tiket, Stars and Rabbit, Barasuara, Rock n Roll Mafia, The Upstairs, Indra Lesmana Project, D’Cinnamons, Potret, Prediksi hingga Polyester Embassy dan masih banyak lagi yang akan di ‘line up’ Panitia.

Stevi Item, Isyana Sarasvati dan Aska Rocket Rockers (foto : Elang)

Isyana Sarasvati mengaku merasakan energi dan antusiasme berbeda ketika didapuk tampil kembali di Soundrenaline 2022. “Nantinya saya akan menyuguhkan nomor-nomor lagu di album Lexicon. Ini pengalaman yang menyenangkan,” kata Isyana.

Senada Stevi Item dari Deadsquad. “Kami bangga bisa unjuk diri di Soundrenaline. Ini jadi ajang silaturahmi bagi para musisi lintas genre melebur dalam satu acara,” beber Stevi Item, anak musikus Jopie Item yang dikenal sebagai pemusik jazz.

Oke, Soundrenaline dijuluki ‘Lebaran’ nya para musisi Indonesia. Selain itu, Ravel Entertainment juga menggandeng Samara Live untuk ikut serta menyuguhkan sajian berupa konten-konten terbaik di luar musik sehingga Soundrenaline 2022 kali ini berbeda dengan festival musik lainnya. (pik)

QODRAT – Film Horor Religi tentang Seorang Ustad

JAYAKARTA NEWS – Aktor Vino Giovanni Bastian baru sekali ini berperan jadi ustad alias ahli agama. Ia didapuk sutradara Charles Gozali sebagai ustad yang pintar merukyah dalam film ‘Qodrat’. Rukyah adalah metode penyembuhan dengan cara berdoa untuk orang sakit, gila, gangguan jin, kerasukan dan terkena sihir.

“Isteri saya, Marsha Tomothy (yang juga ikut main) bilang, mengaji saya cukup bagus. Di lokasi syuting, saya dapat bimbingan membaca dan mengaji secara baik dan benar dari ahlinya,” aku Vino usai melihat trailer Qodrat berdurasi 1 menit. Vino mengatakan, selama ini ia bisa baca ayat ayat suci Al Quran, tapi teknik bacanya belum baik. “Cara baca saya banyak dikoreksi ahlinya. Saya sebagai Qodrat malah ingin ada di dunia asli. Jadi sesuatu yang riil. Biar enggak lebay,”  ujar Vino.

Kisahnya tentang ustad Qodrat yang enggak bisa merukyah anaknya. Lalu ia pergi ke pesantren tempat ia dulu menuntut ilmu agama. Di sini, Qodrat berhadapan dan menghadapi setan Assuala dan menyelamatkan pesantrennya dari genggaman pengaruh setan.

 “Ceritanya benar-benar riil dan menegangkan saat saya melawan setan, saya sampai merinding. Dan disamping saya ada ahli agama yang terus membimbing saya agar saya konsentrasi. Meski ini cuma film fiksi, toh saya seakan-akan nyata berhadapan dengan kekuatan jahat,” timpal Vino lagi.

Selain Vino G Bastian dan Marsha Timothy, juga ikut bermain Randi Pangalila,  Cecep Arif Rahman, Jason Bangun, Keanu Alka Briansyah, Maudy Effrosina dan masih banyak lagi. (pik)

Jailangkung Sandekala – Gabungkan Mitos, Ritual dan Drama Keluarga

JAYAKARTA NEWS – Jailangkung adalah permainan mistis (memanggil roh) yang telah lama melegenda dan familiar di masyarakat. Namun, sutradara Kimo Stamboel membuat film ‘Jailangkung Sandekala’ ini bukan kelanjutan dari film-film Jailangkung sebelumnya.

“Film ini adalah reboot dari franchise Jailangkung. Bertema Sandekala. Sandekala adalah mitos tentang sejenis bangsa jin atau makhluk halus yang datang ketika pergantian sore dan malam untuk menganggu anak kecil yang masih bermain di luar rumah,” ujar Kimo Stamboel.

Segendang sepenarian dengan pendapat Wicky V Olindo selaku produser dari Sky Media mengatakan “Di film ini kami menggabungkan ritual jailangkung  dengan mitos sandekala  yang tak asing, kemudian ceritanya diperkuat dengan drama keluarga yang harus berhadapan dengan kehilangan seorang anak,” ungkap Wicky  V Olindo.

Teror supranatural jailangkung sandekala berpusat pada sebuah keluarga yang sedang melakukan perjalanan liburan ke luar kota. Tak disangka petaka datang ketika mereka membuat detour ke sebuah area danau wisata. Anak terkecil bernama Kinan tiba-tiba secara misterius menghilang tanpa jejak saat matahari terbenam.

Pemain dan sutradara (foto: Dudut SP)

Keluarga kecil tersebut putus asa mencari anak yang hilang di daerah yang terkenal mempunyai legenda dengan sebutan Sandekala. Hilangnya Kinan tak meninggalkan jejak, hanya sebuah boneka jailangkung yang mereka temukan di tengah pencarian mereka. Pelahan mereka terperangkap kedalam suatu keadaan yang tak mereka mengerti.

Film produksi Sky Media dan CJM ENM dan juga didukung oleh Rapi Films, Legacy Pictures dan Nimpuna Sinema yang diakurasi 13 tahun ke atas ini akan tayang di bioskop Indonesia mulai 22 September 2022. Deretan pemain yang memeriahkan film ini adalah Titi Kamal, Syifa Hadju, Dwi Sasono, Muzakki Ramdhan, Giulio Parengkuan, Teuku Rifnu Wikana dan lain-lain. (pik)

‘Nasionalisme dan Film’ – Webinar FFWI XII yang Seru dan Menggugah

JAYAKARTA NEWS – Film ‘Sayap Sayap Patah’ (SSP) garapan sutradara Rudi Soedjarwo termasuk bergenre drama romantis. Adegan laga (action) hanya sebagai bumbu.

“Penyerbuan menyerang teroris dalam kerusuhan di Mako Brimob adalah tragedi sebagai sejarah, meski beberapa tokohnya ada yang fiktif,” ujar produser eksekutif Denny Siregar dalam webinar seri tiga bertema ‘Nasionalisme dan Film’ oleh  Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) XII yang dihelat secara zoom, baru-baru ini.

Denny Siregar yang dikenal sebagai aktifis sosial dan penulis ini tak terduga SSP bisa meraih 2 juta penonton. “Banyak yang memprediksi SSP gagal. Pas saat itu meledak kasus Ferdy Sambo. Hari pertama, hanya ditonton 14.000 orang. Lalu naik menjadi 46.000 orang dan terakhir mencapai 2 juta penonton.

Kenaikannya sangat fantastis,” papar Denny Siregar. Dia juga menjelaskan ketika membuat film ini sama sekali tak punya dana promosi. “Saya ingin memvisualkan orang yang berjasa kepada negara, dalam hal ini lima anggota Densus 88 yang dibunuh teroris.

Jadi bukan karena pemainnya yaitu Nicholas Saputra dan Ariel Tatum yang ternyata bisa menggiring orang ke bioskop. Jujur, kedua pemain ini bermain cemerlang,” imbuh Denny Siregar. Dalam webinar yang dipandu wartawan senior Rita Sri Hastuti, juga hadir pengajar Filsafat dari UI dan Binus, Dr Zinggara Hidayat.

Penulis buku ‘Jejak Usmar Ismail’ ini mengatakan nasionalisme jangan diartikan secara kaku dan mesti harus melawan kolonialisme atau ada keseragaman dan upacara bendera. “Zaman sudah berubah. Ada pergeseran makna bahwa nasionalisme di era terkini berkaitan dengan muatan dimensi kultural, pakaian, olahraga dan kuliner,” urai Zinggara Hidayat.

“Nasionalisme di film ‘Tiga Dara’ karya Usmar Ismail yang skenarionya ditulis Alwi Dahlan berhubungan dengan musik dan lagu, bahkan vespa yang dikendarai pemainnya sudah trending kala itu,” timpal Zinggara Hidayat.

Acara webinar yang seru dan menggugah ini akhirnya diakhiri sebagai gong puncaknya saat Ketua Pelaksana FFWI dan advokat Wina Armada Sukardi menutup diskusi. “SSP berhasil mematahkan mitos bahwa film bertema nasionalisme dan patriotisme enggak laku. SSP yang ditonton 2 juta orang sukses meraup cuan 40 miliar rupiah,” tegas Wina Armada Sukardi. (pik)