‘Kejarlah Janji’, Film Buatan Garin dan KPU

JAYAKARTA NEWS— Jangan Golput (Golongan Putih) ! Pemilu Damai ! Pemilu sarana integrasi bangsa !

Beberapa jargon dan pesan moral lain berseliweran di dinding rumah dan kedai makan mengingatkan warga agar mencoblos dan ikut Pilkada di desa Banguntapan, Wates, Jogjakarta.

Film bertajuk ‘Kejarlah Janji’ yang disutradarai Garin Nugroho dan diinisiasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) jelang pemilu 2024 ini siap diputar di seluruh bioskop Tanah Air. “Kita ajak generasi muda sadar politik dan jangan golput. Politik itu indah kalau kita menerapkannya dengan benar dan taat aturan. Politik itu enggak kotor,” ujar Ketua KPU, Hasyim Asj’ari dalam peluncuran film ‘Kejarlah Janji’ di XXI Epicentrum, Jakarta, baru-baru ini.

Hasyim Asj’ari memaknai Pemilu itu peristiwa budaya dan bukan peristiwa kontestasi kekuasaan dan kontestasi ekonomi.

Garin Nugroho (foto KPU)

“Pemilu adalah persaudaraan, pertemanan, kekerabatan yang kita utamakan dan bagaimana kita mencari solusi menghadapi situasi ini,” imbuh Hasyim Asj’ari.

Diangkat dari skenario yang ditulis Alim Sudio, kisah fiksi ini divisualisasi Garin Nugroho secara apik dan bernas.

“Indonesia ini multi kultural, majemuk. Tiap lima tahun sekali berdasar konstitusi, kita sudah pasti menggelar Pemilu dan Pilkada. Film ini katakan sebagai tontonan tapi juga tuntunan agar enggak ada lagi kekerasan fisik dan verbal, seperti terjadi dalam Pemilu 1998,” tutur Garin Nugroho.

Mengikuti alur ceritanya, ada konflik yang terjadi dalam keluarga dan juga di masyarakat luas gegara Pemilu.

Lalu apa solusinya ? Pemilu damai atau perang saudara dan kekerasan fisik seperti terjadi di negara lain ? Kejarlah Janji adalah bertumpu pada genre politik yang fiktif yang dibungkus drama dan komedi.

Kisahnya : Pertiwi yang berstatus janda menghidupi 3 anaknya : Sekar, Adam dan Isham. Suami Pertiwi wafat paska kalah dalam Pilkada memperebutkan jabatan Kepala Desa (Kades).

Ia tak bisa mengalahkan Janji Upaya, pemuda desa yang ganteng, kaya raya dan populer di masyarakat. Janji Upaya sudah dua kali mengungguli Pilkada dan tahun 2024 adalah tahun ketiga mencalonkan diri lagi.

Keluarga Pertiwi menyimpan dendam kesumat terhadap Janji Upaya yang tahun ini mau melanggar konstitusi (untuk periode ketiga). Padahal Adam (anak ke 2 Pertiwi) mencalonkan sebagai Kades dan usianya juga masih muda.

“Ceritanya mengalir runtut dan menyimpan kisah penuh misteri,” timpal Garin tersenyum penuh arti.

Siapa yang menang ?

Nanti jadi spoiler. Ajak Garin agar masyarakat nonton sendiri di bioskop.

Diisi banyak nyanyian penuh satire, alur cerita Kejarlah Janji juga diwarnai kritik berbungkus parodi yang isunya kita kental karena lagi ngetren di masyarakat seperti politik identitas, politik dinasti, serangan fajar, intrik dan suap yang berlangsung tiap lima tahun sekali.

Ibnu Jamil sebagai Kades Janji Upaya dan Cut Mini sebagai Pertiwi bermain cemerlang dan gesture serta improvisasinya menawan dan penuh kejutan. Pemeran lain adalah Shenina Cinnamon, Bima Zeno, Thomas Rian, Theresia WD, Irene Vista, Asriuni Pradipta dan Trio Timus juga perlu diberi punten. Tak ayal segerobak pemeran teater dari Wates dan Jogjakarta juga perlu direken. (pik)

‘Kisah Tanah Jawa, Pocong Gundul’

JAYAKARTA NEWS— Dari sekian banyak hantu rekaan orang Indonesia (sundel bolong, jailangkung, banaspati, genderuwo), ternyata kuntilanak dan pocong paling populer.

Kini, sutradara Awi Suryadi: menggedor jantung penonton melalui pocong berkepala gundul dalam film bertajuk ‘Kisah Tanah Jawa’ (chapter 1 : Pocong Gundul) yang akan dirilis di bioskop mulai 21 September 2023.

Masih sama temanya: jahat lawan baik dan yang jahat akan musnah dan mati.

Berlokasi full di kota budaya Yogyakarta yang penduduknya masih kental memegang teguh ajaran Kejawen plus bermacam kepercayaan dan keyakinan campur mistik dan tahyul.

Hao, seorang pemuda yang retrokognisi alias mampu melihat kejadian masa lalu.
Dikisahkan, ia harus menolong Sari, siswa SMU yang raib diculik pocong berkepala gundul yang menyeramkan.

Dibantu Rida, sahabatnya, Hao dengan segala upaya menyelamatkan Sari.

Pocong gundul murka. Dengan kekuatannya, Hao menggali makhluk pocong gundul. Ternyata, pocong gundul itu berasal dari dukun sakti bernama Walisdi yang lihai menggelar ritual kuno dengan mantra-mantra bahasa Jawa.

Teror pocong gundul membahayakan warga desa karena terus berkeliaran dan memakan banyak korban.

Diangkat dari buku karya om Hao (semula dibuat konten lalu YouTube) yang ikonik, sineas Awi Suryadi dan produser Manoj Punjabi (kemudian disponsori BNI) menghidupkan kembali kisah bangkitnya pocong gundul ini.

Sederet bintang muda dan terkenal mendukung film ini yaitu Deva Mahenra, Della Dartyan, Iwa K (Kusuma), Pritt Timothy, Muh Abe Basyin, Nayla Purnama, Joanna Dyah, Anissa Hertami dan banyak lagi.

Iwa K yang juga seorang rapper mengaku sempat merinding selama syuting karena acap diganggu makhluk halus dan terjadi ‘panic attack’ yang tak diduga.

“Iwa jadi pocong dan dililit kain kafan. Ketika adegan pemakaman, berkali-kali terjadi break. Kaki Iwa sempat ditarik ke bawah. Lalu kami datangkan pemuka agama yang bisa mengusir roh jahil, Iwa baru tenang dan syuting bisa dilanjutkan,” cerita Awi Suryadi.

Lain lagi pengalaman Deva Mahenra. Jenazah suami Mikha Tambayong ini semula akan dikuburkan dan sudah disediakan bubuk kopi dan coklat sebagai pengganti tanah.

“Saya ingin tekstur tanah yang asli. Lebih emosional dan real,” kata Deva.

“Saya berterima kasih sama mas Awi Suryadi karena saya jadi kenal bau tanah yang sebenarnya. Bayangkan mata saya sempat kelilipan karena ditimbun tanah. Tapi ini pengalaman berharga jadi orang mati yang mungkin enggak bisa terulang lagi,” urai Deva polos.

Naskah film yang ditulis oleh Agsyah Karim, Khalid Kashogi dan Awi Suryadi ini memang dari segi alur cerita, sangat menyeramkan. Jantung penonton sempat digedor-gedor kengerian.

O ya, Iwa K juga sempat mendendangkan sebuah lagu bernuansa mistis.
Tapi ingat, seperti pesan Manoj Punjabi, produser : ‘Kisah Tanah Jawa baru mulai’. (pik)

‘Teori Cakrawala’, Kisah Guru yang Obsesif dan Penuh Cinta

JAYAKARTA NEWS— Dalam falsafah Jawa, guru itu berarti digugu dan ditiru. Secara etimologis, guru berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti orang yang harus dihormati.
Singkatnya : orang yang memberikan suatu ilmu, pengajaran dan keteladanan kepada peserta anak didik.

Film drama berjudul ‘Teori Cakrawala’ yang disutradarai Ivan Oche ini berkisah ihwal perjuangan seorang guru yang punya obsesi, asa dan cinta.

Diproduksi Filosofi Dunia Khayalan dan didukung penuh Pemkab Jember, film ini bergelut di ranah pendidikan yang diseling percintaan. Bernarasi perspektif sosok seorang guru dengan cara pengajarannya.

Rizky Mickey, pemeran Rajasa ( foto Filosofi )

“Teori Cakrawala sebenarnya sangat realistis. Bagaimana kita menempatkan diri ketika prinsip yang kita pegang teguh harus menyentuh dengan kenyataan sebenarnya dan sejujurnya kita harus mengakui hal itu sebagai kebenaran,” kata Ivan Oche.

Cakra adalah perempuan terkenal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jember yang ditempatkan sebagai guru keliling di suatu daerah. Tatkala berdebat dengan ayahnya, pak Sya’roni, ia tidak setuju karena soal waktu yang bertabrakan dengan padanya pekerjaan Cakra. Namun, ibunya, Siti Pertiwi, justru mendukung cita-cita Cakra.

Dalam pandangan Cakra, cara mendidik guru-guru lain masih konservatif, monoton dan membosankan. Enggak ada respon dari para murid yang menginginkan perubahan pengajaran yang dinamis dan sesuai zamannya.

Awalnya, Cakra nyaris putus asa dan menyerah. Datang relawan Rajasa yang bergelar S2 dan mau jadi supir untuk mobil antar jemput para guru.

“Kamu jangan seperti tong kosong yang nyaring bunyinya. Lakukan dan buktikan. Biar mata anak didik terbuka,” saran Rajasa kepada Cakra.

Gebrakan Cakra pelan tapi pasti ada hasilnya. Guru Cakra mengubah sistem pengajaran yang terlalu eksklusif menjadi inklusif dan terbuka. Belajar di alam terbuka diterapkan.

Murid-murid kini sangat antusias diberi pengajaran yang menatap ke masa depan khas Cakra. Sekolah jadi hidup dan bernyawa. Guru-guru lain mengakui hal itu.

Di sisi lain, Cakra membuka hati terhadap Rajasa. Namun, Rajasa harus melanjutkan studi S3nya ke Belanda pasca pandemi.

“Saya memvisualkan cerita yang skenarionya ditulis apik oleh Goetheng Ibnu Akhim. Ceritanya sangat realistis dan kekinian,” tutur Ivan Oche.

Line up pemeran yang berhasil menghidupkan cerita film ini adalah Elissa Knapp, Rizky Mickey, Awam Rambaho, Agnes Rambaho dan puluhan murid plus guru-guru sekolah sebagai cameo. (pik)

‘Orpa’ ,Pentingnya Pendidikan untuk Masa Depan Tanah Papua

JAYAKARTA NEWS— Nikah dini menjadi problematika utama di tanah Papua. Film ‘Orpa’ (Orang Papua) mendasarkan pada persoalan tersebut.

Seorang gadis Papua bernama Orpa (Orsila Murib) berusia 16 tahun tak berdaya melawan budaya patriarki di Papua. Ayahnya (Arnold Kobagua) memaksanya untuk segera menikah dengan orang kaya dari Jayapura.

Orpa tegas menolak. Dia ingin belajar tinggi-tinggi dan meraih impiannya.

Orpa dihadapkan dalam pilihan hidup : tinggal bersama orangtuanya atau mengejar mimpinya.

Pada suatu malam Orpa kabur ke Wamena guna meraih pendidikan yang lebih baik.
Di tengah jalan, dia bertemu dengan seorang musikus dari Jakarta bernama Ryan (Michael Kho) yang ingin mencari suara-suara alam untuk mengisi lagunya.

Keduanya menerabas hutan lebat. Menghindari rintangan kejaran ayahnya dan warga yang menuduh Ryan terlibat dalam kasus pembunuhan.

Film Orpa adalah bentuk karya dalam lomba Jendela Papua yang disutradarai Theogracia Rumansara.

Produksi Qun Film n Studio yang berbasis di Jakarta ini sudah melanglangbuana ke beberapa festival film di mancanegara dan juga di Jogja Netpac Asian FF 2021 dan Balinale 2022.

“Sejujurnya, saya hanya ingin menuangkan gambaran realita yang terjadi saat ini di tanah Papua,” tutur Theogracia Rumansara yang sebelumnya dikenal sebagai biduan hip hop.

Orpa sebagai karya anak bangsa tayang di Jabodetabek mulai 7 September 2023 dan akan dikelilingkan ke 22 kota di Indonesia. (pik)

‘Aku Tahu Kapan Kamu Mati’, Desa Bunuh Diri Remetuk

JAYAKARTA NEWS— Bunuh diri dalam agama apa pun dilarang. Belakangan, karena putus asa dan melihat masa depan suram, banyak penduduk melakukan tindakan bunuh diri.
Desa Remetuk yang kental tradisi kejawennya hampir seluruh warganya mengalami beberapa kejadian misterius. Hampir tiap hari ditemukan penduduk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri: mengikat dan menggantung lehernya dengan tali.

Siena, gadis kota, terpanggil membantu warga desa. Siena memiliki kemampuan melihat tanda-tanda kematian seseorang.

Semula ia kuat mental. Kematian teman-temannya satu persatu menghantuinya.
Lalu ia mencari bantuan psikiater.

“Isu kesehatan mental dan bunuh diri sangat penting dan related. Dulu kala, ini tabu dan sensitif. Tapi ini paling penting dan harus diungkapkan musabab dan solusinya,” tutur sutradara Anggy Umbara yang membuat film bergenre horor berjudul ‘Aku Tahu Kapan Kamu Mati – Desa Bunuh Diri’ (ATKKM) yang tayang gala di bioskop baru Cinepolis, Senayan Spark, Jakarta, baru-baru ini.

Produksi Unlimited dan Umbara Brothers yang seluruhnya syuting di Bali ini dari segi cerita memang menyeramkan. Juga visualisasi gambar dan iringan musik menambah unsur ketegangan. Darah dan darah mengalir deras.

ATKKM disesaki sederet artis terkenal yaitu Natasha Wilona, Acha Septriasa, Marsha Aruan, Ratu Felisha, Giulio Parengkuan, Otig Pakis, Pritt Timothy, Jajang C Noer, Nadya Alma, Ence Bagus dll.

Acha Septriasa yang kini bermukim di Australia mengaku di era kiwari banyak orang mengalami depresi yang mengakhiri hidupnya dengan tindakan bunuh diri. “Ini membahayakan orang lain. Makanya saya mau mengambil peran psikiater dalam film ini,” ungkap Acha.

Sebaliknya, Natasha Wilona yang di ATKKM rambutnya dicat biru dan awut-awutan ini selama syuting suaranya serak dan berat.

“Ini memang yang diinginkan sutradara. Tapi juga kurang tidur,” aku Nathasa.

Baru kali ini, Natasha melihat kejadian-kejadian aneh dan misterius di hadapannya.
“Di satu adegan, teman saya melukai tangannya dengan pisau sehingga darah mengalir dimana-mana. Dan pas adegan pemakaman yang dipenuhi doa-doa dalam bahasa Jawa dan tarian ritual, di sekeliling tubuh yang membiru ditaruh bunga dan beras,” papar Natasha.

ATKKM Desa Bundir ini merupakan sekuel dari ATKKM yang dibuat sutradara Hadrah Daeng Ratu tahun 2000. Kala itu, Siena masih duduk di bangku SMA dan pernah mengalami mati suri.

“Film yang diakurasi LSF untuk 17 tahun ke atas ini memang sengaja dibuat untuk yang kuat jantung. Dan alhamdullilah, seluruh adegan ATKKM lolos sensor. Enggak ada yang dipotong,” timpal produser Oswin Bonifanz. (pik)

Ribuan Cosplayer dari Tua hingga Muda Ada di Indonesia

JAYAKARTA NEWS – Arti Cosplay sendiri merupakan gabungan kata dari costume (kostum) dan play (bermain). Cosplay adalah sebuah kegiatan di mana seseorang mengenakan kostum, riasan wajah, dan berperan menyerupai karakter fiksi, seperti anime, manga, video game hingga film favorit mereka, sehingga orang yang melakukannya disebut sebagai Cosplayer.

Cosplay di Indonesia, mulai dikenal sekitar tahun 1998, namun tidak seramai pada akhir-akhir ini, di mana dalam satu kegiatan dihadiri ribuan orang dengan kostum aneka ragam sesuai imajinasi dan kreatifitas mereka masing-masing.

Pada tahun 2012 beberapa Cosplayer asal Indonesia berhasil menjadi juara 3 WCS (World Cosplay Summit) yang diadakan di Nagoya, Jepang, dan kembali meraih juara ke-3 pada WCS di tahun 2014. Suatu prestasi yang membanggakan bagi anak Bangsa Indonesia.

(Foto: Ist)

Sementara, di Jepang, setiap tahunnya digelar ajang tahunan bagi Cosplayer dari seluruh Indonesia, yaitu World Cosplay Summit. Dulunya, ajang ini merupakan acara kecil yang diadakan oleh TV Aichi Jepang. Namun , sejak tahun 2015, event ini menjadi ajang perebutan gelar cosplay terbaik di seluruh negeri.

“Cosplay tidak hanya sekedar menggunakan kostum dan wig seperti karakter anime, tapi dibaliknya ada proses memainkan karakter dan persiapan dalam melakukan cosplay,” kata salah satu Cosplayer, Teresa Yulia Suwono, Jumat (8/9).

Diterangkannya, cosplay dapat melatih akting di atas panggung saat mendalami karakter tokoh tetentu. Seorang Cosplayer tidak hanya sekedar berusaha meniru karakter, tapi harus terlibat dalam proses pembuatan kostum, aksesoris hingga mendalami karakternya, sehingga saat di atas panggung dapat memberikan penampilan yang maksimal dan enak dilihat.

(Foto: ist)

“Proses ini membutuhkan berbagai usaha dan persiapan dari seorang Cosplayer, mereka harus mampu mendalami dunia seni peran hingga belajar untuk menghasilkan sebuah kostum yang sesuai,” kata Lia.

Memang benar bahwa cosplay erat kaitannya dengan anime, sayangnya masih tidak banyak yang tahu bahwa cosplay tidak hanya sebatas dari anime saja.
di-Amerika sendiri sudah banyak cosplayer yang terinspirasi dari film fantasi dan game, termasuk superhero dari marvel dan DC yang sering dijadikan sebagai inspirasi cosplay.

Banyak yang tidak menyangka bahwa istilah cosplay sendiri bukan berasal dari Jepang. Istilah ini pertama kali dibuat setelah melihat cukup banyak orang yang senang mendalami karakter sebuah toko fantasi, hingga menggunakan kostum dan pernak-pernik yang mirip.

(Foto: Ist)

“Akhirnya istilah ini muncul dari penggabungan dua kata, yaitu costum dan play. Menggambarkan kegiatan seni peran menggunakan aksesoris dan kostum yang senada dengan karakter tersebut,” kata Lia yang anaknya pun seorang Cosplayer bernama Pauline.***/mel

Coto Vs Kondro: Berlatar Kuliner Khas Makassar

JAYAKARTA NEWS— Bosan dengan cerita-cerita horor dan drama? Sutradara Irham Acho Bahtiar, lulusan IKJ tahun 2000 memfilmkan perseteruan pemilik warung Coto dan Konro.
Coto dan Konro makanan khas dari Makassar yang terkenal dimana-mana.
Berbahan dasar daging sapi (terutama iga), dimana saja kedua makanan ini tak bisa dipertemukan.

Lalu, Irham Acho Bahtiar mempertemukan keduanya, apa yang terjadi?

Dikisahkan, coto H Matto punya racikan nenek moyang. Warungnya kecil, tapi laris manis. Tiap hari pengunjung berjubel.

Suatu hari, datang pengusaha Daeng Sangkala ingin beli warung Coto H Matto. Dia ingin merenovasi warung dan memiliki franchise. Ditolak dan Daeng Sangkala diusir.

Otak Daeng Sangkala berputar. Ia mendadak sontak mendirikan warung konro yang letaknya berhadapan dengan warung coto H Matto. Daeng Sangkala menerapkan sistem manajemen dan promosi yang jempolan. Orang-orang pintar direkrut guna mempromosikan warung konronya.

Perseteruan semakin seru. Apa yang terjadi dikemudian hari?

“Syuting 20 hari seluruhnya di Makassar. Saya respek dan salut sama pemeran-pemeran lokal yang matang aktingnya,” ujar Irham Acho Bahtiar.

Produksi Duta Cahaya Utama yang bekerjasama dengan rumah produksi Rumah Semut Film ini dimeriahkan bintang-bintang dari Makassar seperti Zakaribo (komedian), Musdalifah, Ichal Kate, Anjas Chamband, Adit Triyudha, Nielam Amir, Pieter Ell, Aty Kodong (pedangdut) dan Putri Nilam Cahyadi (selebgram). Dua pemeran utama yaitu Awaludin Tahir (kini almarhum) dan Luthi Sato berperan bagus.

Film ini diakurasi untuk 13 tahun ke atas. (pik)

Sleep Call, Antara Senyum dan Marah, Isu Sosial dan Plot Twist yang Rumit

JAYAKARTA NEWS— Sleep Call adalah bahasa gaul yang lagi populer di kalangan anak muda dan generasi milenial. Artinya teleponan atau video call dengan aktivitas utama untuk tukar cerita dengan kekasih hingga tertidur.

Fajar Nugros, sutradara dalam perilisan Sleep Call produksi IDN Pictures ini sangat antusias membuat film ini. “Saat membuat film ini, kami semua berusaha menghadirkan pengalaman yang sistematik dan mendalam bagi penonton,” tutur Fajar Bustomi.

Film ini adalah thriller yang sangat stylish. “Lebih dari sekedar hiburan, Sleep Call juga mengajak penonton merenungkan berbagai isu sosial yang diangkat dalam ceritanya. Kami membuka pintu dialog agar penonton lebih peduli pada kesehatan mental yang saat ini jadi prioritas bagi generasi muda,” ujar Susanti Dewi, Head of IDN Pictures dan produser.
Dengan kata lain, film ini mencerminkan realitas sosial yang tengah kita alami.

“Melalui Sleep Call kami memberikan ruang bagi karakter wanita untuk berkembang. Ihwal kisah mereka dengan autensitas dan menghadirkan narasi yang kuat,” imbuh Susanti Dewi.
Berpusat pada kehidupan seorang mantan pramugari bernama Dina yang terjebak dalam hutang yang menumpuk. Dina kemudian memutuskan banting setir dan bekerja di sebuah perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal demi melunasi hutangnya.

Laura Basuki sebagai Dina penagih hutang yang terlilit hutang (foto: IDN)

Dina terjebak dalam kehidupan keras dan kesepian di Ibukota yang rumit. Sleep call jadi pelarian agar hutang pinjol bisa terobati oleh sleep call tiap malam dengan Rama, temannya yang dikenal melalui aplikasi kencan.

Komunikasi mereka yang intens terjadi di malam hari. Dan hal ini memberikan sedikit kebahagiaan bagi Dina dalam hidupnya yang penuh tekanan.

Celakanya, hubungan antara Dina dan Rama ternyata berubah menjadi adiktif dan rumit bahkan merenggut nyawa mereka. Apa sebenarnya yang terjadi di balik layar telepon?

Menjelang ending, Fajar Nugros sangat lihai memvisualkan plot twist yaitu pemelintiran alur cerita agar memberikan efek kejutan.

Meski kemunculan banyak tokoh yang sedikit mengganggu konsentrasi penonton, toh kita harus angkat topi tinggi-tinggi buat Fajar Nugros yang mengaduk-aduk emosi lewat plot twist yang mengejutkan penuh ketegangan yang berdarah-darah.

Misteri sleep call yang rumit dan penuh makna ini dimeriahkan segudang pemeran kuat di ranah perfilman yaitu Laura Basuki (yang berakting cemerlang hampir tanpa cacat), Juan Bio One, Della Dartyan, Kristo Immanuel, Bront Palarae, Rukman Rosadi (merangkap pelatih akting), Erika Carline, Jenny Zhang, Rachel Viennya, Niken Anjani, Dimas Danang, Benedictus Siregar dan masih banyak lagi.

Perhatikan gesture dan improvisasi Laura Basuki (sebagai penagih hutang yang terlilit hutang) tatkala berlatih muka antara senyum dan marah di kantor pinjol, benar-benar mendapat punten tinggi.

Walhasil, kalau mau melihat betapa kerasnya kehidupan Ibukota yang dilengkapi dengan isu-isu sosial yang brengsek, penuh intrik dan saling jegal, tontonlah Sleep Call. (pik)

bank bjb Berikan Kemudahan Mendapatkan Tiket VIP Kerlap Kerlip Festival 2023

BANDUNG, JAYAKARTA NEWS – Industri kreatif, khususnya industri musik tanah air semakin ramai. Kali ini, Kerlap-Kerlip Festival akan kembali digelar pada 1 Oktober 2023, bertempat di Area Parkir Outdoor ICE BSD Tangerang, Banten. bank bjb, sebagai salah satu sponsor menyiapkan berbagai program menarik.

Jangan lewatkan keseruan Kerlap Kerlip Festival 2023 yang akan menghadirkan NOAH, Yura Yunita, Tiara Andini, The Changcuters, JKT 48, Feel Koplo, Club Dangdut Racun, Lomba Sihir, Okaay, KOTAK, Winky Wiryawan x MC Breew dan masih banyak musisi lainnya

Pemimpin Divisi Corportate Secretary bank bjb Widi Hartoto menyampaikan, untuk mendapatkan tiket dapat langsung mengunjungi kantor cabang bank bjb terdekat dan membuka tabungan bjb Tandamata Berjangka/SiMuda atau bjb SIAP (bjb DPLK). Dengan setoran awal mulai dari Rp250.000 dan setoran bulanan Rp100.000 selama 12 bulan, sudah bisa mendapatkan satu tiket VIP. Kemudian bisa juga dengan skema hold Dana dengan setoran mulai dari Rp1.000.000 dan jangka waktu mulai dari 3 bulan akan mendapat 1 tiket VIP.

“Program tiket bjb pada Kerlap-Kerlip Festival adalah salah satu bentuk dukungan bank bjb terhadap industri kreatif tanah air,” ucap Widi.

Disampaikan Widi, industri kreatif seperti musik terbukti turut mendorong roda ekonomi masyarakat dan juga industri turunan lainnya. Karena itu bank bjb senantiasa terus mendukung industri kreatif agar semakin berkembang yang juga sejalan dengan komitmen bank bjb yaitu untuk terus memberikan kemudahan layanan perbankan kepada khususnya bagi generasi milenial.

Informasi lebih lanjut dapat diakses di laman resmi bank bjb www.bankbjb.co.id (Infobjb.id/kerlapkerlip) atau hubungi call center bjb Call 14049. Promo ini berlaku mulai dari 1 September hingga 30 September 2023, atau selama kuota tiket masih tersedia.

Yuk, segera kunjungi kantor cabang bank bjb terdekat, dan nikmati berbagai promo dan kemudahannya.***PR

Puan Maharani Tutup Solo International Performing Arts (SIPA) 2023

SURAKARTA, JAYAKARTA NEWS— Solo International Performing Arts (SIPA) 2023 ditutup oleh 9 penampil yang berasal dari dalam negeri mau pun mancanegara. Deretan penampil hari ketiga meliputi Kalimantan Tengah, Surakarta, Nusa Tenggara Timur, Kutai Kartanegara, Singapura, Lithuania, dan Taiwan.

SIPA 2023 hari ketiga dibuka dengan pertunjukan dari Sanggar Seni dan Budaya Segah Batuah Tewah. Melalui penampilan bertajuk Manugal, secara tersirat mereka berupaya menampakkan kerukunan dan gotong royong dalam kehidupan agraris yang terjalin di daerah kelahiran mereka, Kalimantan Tengah.

Tak kalah menarik, penampil selanjutnya yakni Singapore Chinese Dance Theatre, yang membawakan sinopsis berjudul In motion. Sebuah penampilan yang menyajikan keluwesan gerak dan diiringi musik yang menghanyutkan dengan balutan atribut berwarna putih dan biru.

R. Danang Cahyo Wijayanto, turut menggebrak panggung SIPA 2023 melalui persembahan Mata Sempurna. Karya ini berusaha mencari arti sebenarnya dari kesempurnaan dan merayakan perbedaan dalam segala keindahan. Disusul dengan Singapore Chinese Dance Theatre yang kembali dengan menampilkan pertunjukan berbeda, yakni Phases within our Control.

Karya satu ini bercerita perihal hubungan indra dan pikiran yang memberikan setiap keleluasaan gerak secara penuh pada diri masing-masing manusia.

Gayung bersambut, Nusa Tenggara Timur turut andil dalam pergelaran SIPA 2023 dengan tampilnya Izhu Nisnoni. Kali ini, Izhu Nisnoni menggandeng grup sasando yang bernama Nusa Tuak, menyajikan karya yang bertajuk Magical Sound of Sasando. Melalui pertunjukan ini, Izhu Nisnoni berupaya menunjukan pesona dan keindahan juga keajaiban alat musik khas Pulau Rote Nusa Tenggara Timur, yaitu Sasando.

Salah satu penampilan di SIPA 2023/foto: dok panitia

Setelah tampil di hari kedua, Chinese Youth Goodwill Association kembali hadir dengan karya berjudul De-framing the Tradition with Top and Cube Dances. Terobosan desain dalam pertunjukan ini merupakan wujud tantangan dan semangat inovatif terhadap seni ekstrim spasial yang ada. Pertama, karya dikelompokkan dengan ritme, keterampilan, dan gerak tertentu dengan berbagai gaya seni populer Tiongkok yang relevan di kalangan generasi muda Taiwan.

Selain itu, menampilkan pemintalan kubus baja besar dan koreografi yang hidup akan memotivasi penonton untuk dapat memberikan apresiasi yang lebih tinggi.

Terminal Olah Seni dari Kutai Kartanegara menyajikan dua karya sekaligus yakni Musik Tradisi Tingkilan dan Jepen Kutai Menyapa. Kedua karya tersebut sebagai perwujudan semangat berkesenian dan pelestarian budaya lokal dari daerah Kutai Kartanegara.

Malam ketiga SIPA 2023 dihadiri oleh 6.946 pengunjung dari berbagai daerah.

Turut hadir Ketua DPR RI Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi menutup hari terakhir SIPA 2023. Puan menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kesuksesan penyelenggaraan SIPA 2023.

“Terima kasih karena sudah menunjukan dedikasi seni dan budaya yang begitu indah yang menyentuh hati kita semua. Kita dukung terus SIPA dari tahun ketahun untuk Kota Solo dan Indonesia,” ungkap Puan.***PR