‘Jomblo Fi Sabillilah’, Saatnya Tentukan Pilihan

JAYAKARTA NEWS— Fi Sabillilah adalah konsep dalam agama Islam yang mengacu pada pengorbanan di jalan Allah SWT. Singkatnya : jalan Allah. Tapi Jomblo Fi Sabillilah? Ini judul film drama komedi romantis yang diadaptasi dari novel karya Asma Nadia dan Helvy Tiana Rosa.

Produksi Warna Pictures yang akan tayang di bioskop 14 September 2023 ini disutradarai Jastis Arimba.

Kisahnya tentang Ali yang berusia 30 tahun belum pernah pacaran dan tak punya teman dekat wanita. Istilahnya: Ali mengidap ‘venustraphobia’ dan kerap pingsan jika bersua wanita cantik.

Ayahnya, Hasan khawatir kalau anak semata wayangnya disorientasi dan tak tertarik pada lawan jenis (apalagi ada isu LGBT) memaksa Ali segera menikah dalam waktu satu bulan.

Ricky Harun (foto Warna)

Ali panik bin bingung. Ia lalu meminta bantuan kepada tiga sobatnya yaitu Anton, Yusuf dan Imron untuk mencarikan solusi. Padahal ketiga sahabat Ali juga masih jomblo alias jomblo fi sabillilah.

Atas nama solidaritas, Yusuf berusaha membujuk Anton dan Imron agar mau membantu Ali dengan berbagai cara guna menemukan jodohnya. Lalu, bagaimana nasib Ali, Yusuf dan Imron? Berhasilkah mereka mengakhiri status jomblo dan menemukan pasangan halal mereka?

“Film ini memuat renungan makna kebenaran dari bahagia. Arti setia dan peran takdir dalam menjalani kehidupan,” ujar Jastis Arimba.

Mario Irwinsyah (foto Warna)

Deretan aktor dan aktris ternama menghiasi film ini, yaitu Adhin Abdul Hakim, Ricky Harun, Mario Irwinsyah, Masaji Wijayanto, Nabilah Ayu, Indah Nada Puspita, Dewi Yull, Dayu Wijanto, Zyeda Mattersyd, Humaidi Abas dan Andi Boim. Soundtrack diisi duet Nabilah Ayu dan Hafiz Bara serta Jumpakustik.

Skenario ditulis Asma Nadia, Hayati Ayatilah dan Jastis Arimba. Selain Asma Nadia dan Helvy Tiana Rosa, ‘Jomblo Fi Sabillilah’ juga diisi sederet produser eksekutif yaitu Oki Setiana Dewi, Erick Yusuf, Iman T Saptono dan Mohd Nafidz bin Abdul Razaq.

Walhasil, selain sangat menghibur, film ini juga kaya akan nilai-nilai kehidupan yang memberi alternatif tontonan dan inspirasi bagi penonton.

Tertawa sembari merenung.
Merenung sembari tertawa. (pik)

SIPA 2023 Semakin Meriah dengan Penampilan dari Mancanegara

SURAKARTA, JAYAKARTA NEWS— Solo International Performing Arts (SIPA) 2023 hari kedua diramaikan oleh 5 penampil dari dalam negeri dan 4 penampil luar negeri pada Jumat (2/09/2023) malam. Tak kalah meriah dari hari pertama, acara berlangsung dengan penampilan dari seniman asal Bandung, Solo, Kendari, Banjarmasin, Riau, Medan, Singapura, Korea Selatan, dan Taiwan.

Seniman Bandung, S. Sophiyah. K, berkolaborasi dengan Tilik Sarira Creative Process dari Solo, membawakan pertunjukkan bertajuk How Erectus Are We? :The First Masterchef, sebuah karya yang menggabungkan seni teatrikal, project mapping, dan animasi dalam satu sajian yang merepresentasikan pencarian residu dari homo erectus pada budaya memasak.

Disusul Korea Selatan yang diwakili N-Lions Taekwondo Demonstration Team dari Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) yang hadir kembali di hari kedua SIPA 2023 dengan membawakan penampilan Taekwondo berjudul “Spirit of Korea” sebagai penggeloraan semangat Taekwondo ke seluruh dunia dan menyatukan dunia.

Sanggar Seni 8 Art Sultra asal Kendari juga turut unjuk bakat dalam panggung SIPA 2023 dengan karyanya Wiwitahi. Melalui karya Wiwitahi, Sanggar seni 8 Art Sultra mencoba menampilkan kekayaan maritim yang melimpah ruah di perairan Sulawesi Tenggara. Usai penampilan dari Kendari, delegasi Singapura yang diwakili oleh Maya Dance Theatre tampil dengan Random Chapters 2023, sebuah duet kolaborasi yang memaknai keintiman hubungan pertemanan.

Kota Banjarmasin turut berpartisipasi dengan ditampilkannya The Legend Of Borneo oleh Nuansa Etnik Ansambel. Setiap karya dari Nuansa Etnik Ansambel,

mencoba memadukan instrumen tradisi dan instrumen modern dengan berbagai genre atau aliran musik, tetapi tidak menghilangkan identitas lokal.

Delegasi dari Taiwan, Chinese Youth Goodwill Association, tak ketinggalan meramaikan acara di hari kedua dengan membawakan penampilan yang diberi judul Oriental Celebration of Spinning Light and Shadow. Karya ini dirancang khusus dengan menggabungkan akrobatik diabolo, pencahayaan yang bersinar, dan bayangan yang indah, untuk merayakan suasana festival orientalis.

Delegasi kedua dari Korea Selatan yang tampil adalah Parknahoon Company yang berkolaborasi dengan Prof. Juju Masunah dari Universitas Pendidikan Indonesia dan Aryo Sunaryo dari Korea Selatan. Kolaborasi yang berjudul Endless Flow ini mempertontonkan representasi hubungan antara manusia dan alam di masa perubahan iklim.

Sajian Tari Zapin bertajuk Zapin Tradisi dan Serumpun Kampung Zapin ikut menyumbang daftar kemeriahan SIPA 2023 yang ditampilkan oleh Sanggar Manjulang Budaya Meskom Bengkalis. Penampil asal Riau ini mencoba merepresentasikan esensi dari Tari Zapin melalui paduan syair dan iringan music melayu yang bertujuan sebagai media edukatif bagi masyarakat.

Penampil dari Medan, De Tradisi, menjadi penutup rangkaian pertunjukan pada hari kedua SIPA 2023 dengan sinopsis bertajuk Suara Sumatera. Karya ini berisikan 5 nomor lagu dengan masing-masing berjudul Ningkah, Welcome to Deli, Tenah Lau Binge, Bintang Simarondang, dan Anak Beru.

Layaknya perjalanan hidup, Suara Sumatera menyajikan nuansa dan makna perihal kehidupan di tanah kelahiran De Tradisi, yakni Medan, Sumatera Utara. Selain disuguhkannya berbagai pertunjukan di panggung utama, SIPA Urban Market juga ramai dikunjungi masyarakat sejak dibuka pukul 16.00 WIB.

Pada sesi sore dari rangkaian acara SIPA hari kedua, juga diadakan penandatanganan kerjasama antara SIPA dan Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara.

Rangkaian kegiatan SIPA 2023 tinggal tersisa satu hari dan pada hari terakhir akan ditutup dengan penampilan dari Adicipta Paundrakarna Production serta pesta kembang api. Selain dapat disaksikan secara langsung dan gratis di Benteng Vastenburg Solo, panggung SIPA 2023 juga dapat ditonton di kanal YouTube SIPA Festival, Pariwisata Solo, dan Gibran TV.***PR

Perayaan 50 Tahun Kiprah Christine Hakim di Film

JAYAKARTA NEWS—- Herlina Christine Natalia Hakim alias Christine Hakim (66 tahun) adalah ikonik perfilman Indonesia. Dia adalah legenda dan satu-satunya artis Indonesia yang meraih piala Citra terbanyak (9) dalam perhelatan FFI yang dihelat setiap tahun.

Karier Christine membentang dari era analog hingga digital dan membintangi film karya sutradara-sutradara besar dan ternama Indonesia lintas generasi. Dari Teguh Karya, Syumanjaya, Ami Priono, Wim Umboh, Slamet Rahardjo, Garin Nugroho hingga Joko Anwar.

Tidak hanya di depan kamera, ia juga melebarkan kiprahnya menjadi produser dan juri di berbagai festival film bergengsi dunia, termasuk FF Cannes. Keterlibatannya di serial HBO dalam film ‘The Last Of Us’ memperoleh pujian dan menjadi pembicaraan media hingga sinefil (penggemar fanatik film).

Christine Hakim dan suami, Jerone Lezer (foto : Istimewa)

“Christine Hakim adalah wanita yang menghidupi era global peta sejarah perfilman Indonesia pasca 1965. Mampu menghidupkan sinema di tengah krisis mati suri lewat film ‘Daun di Atas Bantal’ (DdAB) karya sutradara Garin Nugroho dan diproduseri Christine sendiri. Film DdAB tayang di FF Cannes tahun 1998 bertepatan dengan era reformasi.”

“Christine tak kenal menyerah, punya energi dan statement pribadi atas karya. Ia juga contoh daya hidup seorang aktris, seniman dan budayawan yang mampu melewati segala zaman dengan ruang hidup luas dan terus tumbuh adaptif ke generasi lebih muda,” beber Garin Nugroho dalam acara ‘The Journey of Christine Hakim’ perayaan 50 tahun kiprah Christine Hakim di industri film’ di Lounge XXI Plaza Senayan, Jakarta, baru-baru ini.

Christine Hakim dan Roy Marten di film ‘Badai Pasti Berlalu’ (foto Sinematek)

Yang menarik, Garin memaparkan bahwa sifat Christine Hakim adalah keras kepala.

“Justru dengan kekeraskepalaannya, dia punya konsistensi yang hidup, yang bergejolak dalam dirinya,” urai Garin Nugroho.

Sebagai orang rumah, Christine Hakim mengungkapkan rasa syukurnya atas perjalanan karier selama 50 tahun.

“Saya enggak ingin berangan-angan. Saya lebih senang merenungkan apa yang harus dipersiapkan setelah saya meyakini bahwa ada tugas dan amanat yang Tuhan telah berikan kepada saya. Keyakinan ini yang membuat saya harus terus berkarya,” tutur Christine yang memulai debutnya berperan di film ‘Cinta Pertama’ (1973) karya Teguh Karya.

Film ‘Sesuatu Yang Indah’ karya Wim Umboh (Foto Sinematek)

Program The Journey of Christine Hakim yang mendapat dukungan dari Kemendikbud Ristek RI akan berupa rangkaian kegiatan pemutaran film yang pernah dibintangi Christine Hakim, pameran dan peluncuran buku. Pemutaran film beserta diskusi akan dilakukan di beberapa kampus di Jakarta, komunitas film di lima kota dan program retrospektif di beberapa featival film dalam dan luar negeri.

Christine Hakim lahir di Kuala Tungkal (Jambi) dan dalam dirinya mengalir darah Aceh, Minang, Jawa dan Timur Tengah.

Pemeran Tjoet Nyak Dhien ini bersuamikan Jerone Lezer, mualaf dari Belanda dan dikaruniai seorang anak bernama Shena. (pik)

Pesta Kembang Api Meriahkan Opening SIPA 2023

JAYAKARTA NEWS— Seremonial pemukulan kenong dan sajian kembang api menjadi tanda bahwa pergelaran mahakarya seni pertunjukan Solo International Performing Arts (SIPA) 2023 resmi dibuka pada Kamis (31/09/2023) di Benteng Vastenburg Solo.

Pemukulan kenong yang diwakili oleh Gibran Rakabuming Raka, Angela Tanoesoedibjo, Irawati Kusumorasri dan sejumlah tokoh lain menjadi simbolis pembukaan acara, dilanjutkan pesta kembang api bersama penonton dan pertunjukan kembang api megah di langit Benteng Vastenburg Solo.

Direktur SIPA 2023, R. Ay. Irawati Kusumorasri, M.Sn., menyampaikan SIPA 2023 mengusung tema Say All with Arts, yang bermakna kesenian semestinya dapat mengambil peran ketika dunia mulai kehilangan keindahan. Keindahan yang dipancarkan seni diharapkan dapat menjadi harmoni kehidupan dunia.

“Ketika kita memikirkan seni, kita sesungguhnya sedang merayakan keindahan dunia,” ungkap Irawati. “Say All with Arts; Katakan semuanya dengan seni agar keindahan terus mewarnai kehidupan,” tambahnya.

Maskot SIPA 2023, Wirastuti Susilaningtyas, tampil membuka rangkaian pertunjukan dengan balutan busana biru megah bersama Semarak Candrakirana Art Center membawakan karya bertajuk “Symphony Selaras”. Tarian yang dibawakan merepresentasikan perwujudan harmoni antara elemen suara, gerak, dan properti dalam visual performatifnya. Fokus utama dalam sajian ini adalah semangat dan keberagaman yang seirama.

Seniman dari Lithuania, AURA Dance Theatre, tak ketinggalan memamerkan teater berjudul “Without The Moon” yang merepresentasikan kesendirian dalam kegelapan. Selain itu, Sumatra Ethnic dari Medan juga turut mempersembahkan karya “Horas Oppung” yang mengisahkan perbedaan karakter dalam kehidupan kost perantau daripada Batak.

Salah satu penampilan di pembukaan SIPA 2023, (31/8/2023)/foto: dok panitia

Gubang Art Community dari Kutai Kartanegara turut mempersembahkan “Tudung Saji” sebagai simbol pemaknaan tentang bertingkah laku sesuai adab masyarakat juga dipentaskan. Dilanjutkan penampilan dari seniman Malaysia, College of Creative Arts UiTM (CCA) yang menyuguhkan pertunjukan bertajuk “SAPTA”, sebuah karya yang terinspirasi oleh pencarian setiap individu akan seseorang, sesuatu, cinta, komunitas, keyakinan yang berlanjut.

Korea Selatan diwakili N-Lions Taekwondo Demonstration Team dari Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) membawakan penampilan Taekwondo berjudul “Spirit of Korea” sebagai penggeloraan semangat Taekwondo ke seluruh dunia dan menyatukan dunia.

Kolaborasi lain datang dari Miray Kawashima dan Yuuka Koyama, delegasi asal Jepang, dengan “Sora No Oto” yang menceritakan dua dimensi berbeda di antara benda angkasa dan dunia yang menyuarakan peristiwa alam sebagai symbol kehidupan universal.

Sebagai penutup rangkaian pertunjukan pada hari pertama, tampil Pulung Dance Studio dari Yogyakarta dengan karya “Bang Bintulu” yang menjadi representasi kepercayaan tentang keblat papat, lima pancer yang juga menjadi simbol keseimbangan hidup dalam diri manusia.

Rangkaian kegiatan SIPA 2023 masih tersisa dua hari. Selain dapat disaksikan secara langsung dan gratis di Benteng Vastenburg Solo, panggung SIPA 2023 juga dapat ditonton di kanal YouTube SIPA Festival, Pariwisata Solo, dan Gibran TV.***PR

Wirastuti dan Sanggar Candrakirana Art Center akan Membuka Panggung SIPA 2023

JAYAKARTA NEWS— Pergelaran mahakarya seni pertunjukan, Solo International Performing Arts (SIPA) 2023 tinggal menunggu hitungan jam. Penampil dari penjuru negeri hingga mancanegara mulai berdatangan menuju Kota Solo dari tanggal 29 Agustus hingga 1 September 2023.

SIPA 2023 akan dimeriahkan oleh 14 penampil dari dalam negeri dan 8 penampil dari luar negeri dengan total 291 seniman dan official. Delegasi dalam negeri datang dari Riau, Medan, Yogyakarta, Solo, Banjarmasin, Bandung, Kendari, Kupang, Kalimantan Tengah, dan Tenggarong, Kutai Kartanegara. Delegasi luar negeri datang dari tujuh negara, yakni Korea Selatan, Malaysia, Singapura,Lithuania, Jepang, dan Taiwan.

Panggung SIPA 2023 akan dibuka pada Kamis, 31 Agustus 2023 oleh Wakil Menteri Kemenparekraf, Angela Tanoesoedibjo, dan Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka dilanjutkan dengan pesta kembang api.

Penampilan pertama akan dibawakan oleh maskot SIPA 2023, Wirastuti Susilaningtyas, berkolaborasi dengan Sanggar Candrakirana Art Center. Delegasi luar negeri yang akan tampil pada hari pertama berasal dari Lithuania, Malaysia, Korea Selatan, Jepang, sedangkan delegasi dalam negeri berasal dari Medan, Kutai Kartanegara, dan akan ditutup dengan penampilan dari Pulung Dance Studio Yogyakarta.

Acara ini akan diselenggarakan dengan konsep hybrid selama tiga malam berturut-turut dan dapat disaksikan oleh masyarakat umum secara gratis.

Masyarakat sudah bisa memasuki area festival sejak pukul 17.30 WIB dan pertunjukan akan dimulai pada pukul 19.00 WIB. Selain diselenggarakan secara langsung di Benteng Vastenburg Solo, panggung acara juga disiarkan secaradaring melalui kanal YouTube SIPA Festival.***PR

Angela Tanoesoedibjo dan Gibran Rakabuming Raka akan Buka SIPA 2023

JAYAKARTA NEWS—  Solo International Performing Arts (SIPA) akan kembali digelar pada 31 Agustus hingga 2 September 2023 mendatang. Panggung SIPA 2023 akan dibuka oleh Wakil Menteri Kemenparekraf, Angela Tanoesoedibjo, dan Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka.

Kemudian dilanjutkan penampilan maskot SIPA 2023 dan pesta kembang api, sedangkan untuk seremoni penutup akan dihadiri Puan Maharani dan suguhan penampilan dari Adicipta Paundrakarna Production dengan diiringi pesta kembang api.

Demikian terungkap dalam jumpa pers gelaran SIPA yang dihadiri oleh Direktur SIPA, R. Ay. Irawati Kusumorasri, Wirastuti Susilaningtyas sebagai maskot SIPA 2023, dan Shofa Sophiyah Kosasi, perwakilan penampil dari Bandung.

Disebutkan, SIPA 2023 akan dimeriahkan oleh 14 penampil dari dalam negeri dan 8 penampil dari luar negeri dengan total 291 seniman dan official. Pertunjukan dapat disaksikan secara hybrid dan gratis untuk masyarakat umum dengan datang langsung ke Benteng Vastenburg Solo atau melalui kanal YouTube SIPA Festival.

Direktur SIPA (Solo International Performing Arts) R.Ay. Irawati Kusumorasri mengatakan, SIPA tahun ini akan menyuguhkan berbagai rangkaian kegiatan selain panggung seni pada hari utama, seperti SIPA Urban Market, SIPA Mart, workshop tari dari delegasi Korea Selatan untuk siswa SMKN 8 Surakarta dan Sanggar Candrakirana Art Center, dan panggung apresiasi siswa “Collaboration Stage” di gedung Padmo Negara SMKN 8 Surakarta yang akan menampilkan pertunjukan seni dari delegasi Medan, Kalimantan Tengah, Riau, Malaysia, dan Singapura. SIPA Urban Market akan diselenggarakan setiap hari selama tiga hari utama SIPA, yakni mulai pukul 16.00 WIB di area Benteng Vastenburg Solo.

Berbagai komunitas di Solo akan menampilkan pertunjukan, di samping adanya bazar seni yang bekerjasama dengan Solo Art Market dan bazar kuliner yang bekerjasama dengan berbagai UMKM dan komunitas.

Selain SIPA Urban Market, pada hari terakhir SIPA 2023 akan diselenggarakan SIPA Mart, yakni pasar seni pertunjukan yang mempertemukan penyelenggara festival seni pertunjukan domestik maupun internasional dengan para seniman di bidang seni pertunjukan.

“Sabtu, 2 September akan diselenggarakan SIPA Mart, pasar seni pertunjukan. Ini menghadirkan buyer dari dalam dan luar negeri dan seller. Seller adalah seniman yang mempunyai karya, terutama yang tampil di SIPA. Mereka kita pertemuan dalam table top di Loji Gandrung jam 12 siang,” jelas Irawati.

Shofa Sophiyah Kosasi, perwakilan delegasi dari Bandara mengatakan, dirinya akan berkolaborasi dengan Tilik Sarira Creative Process dengan membawakan karya bertajuk How Erectus we are: The First Master Chef yang akan mempertemukan seni teatrikal, project mapping dan animasi.

Karyanya merepresentasikan pencarian residu atau sisa-sisa budaya dari homo erectus yang berfokus pada budaya memasak sebagai produktivitas yang membentuk manusia modern.

“Kita mencoba bagaimana merepresentasikan penelitian ilmiah atau edukasi teman-teman yang diserap tentang kajian prasejarah melalui seni yang sekreatif mungkin dan se-fun mungkin dan bisa dinikmati lintas usia,” tambah Shopiyah.***PR

Adele Kolaps di Las Vegas Akibat Serangan Siatalgia

JAYAKARTA NEWS – Kisah ini dimulai dengan kejadian tak terduga di panggung Las Vegas, tempat Adele tengah menggelar pertunjukan residensi.

Sebuah laporan kali pertama yang dirilis The Sun, mengabarkan bahwa Adele mengungkapkan masalah kesehatannya setelah kolaps saat tampil di panggung. Dilaporkan bahwa “seorang anggota tim produksinya menemukan Adele tak bisa bergerak di belakang panggung” akibat serangan siatalgia yang tiba-tiba melanda — ini serangan yang terkait dengan sebuah kondisi tulang belakang.

“Dia mengangkat seluruh tubuhku dari lantai,” katanya kepada para penggemar yang hadir, seperti yang dilaporkan oleh The Sun.

Penyanyi tersebut juga menceritakan kepada penonton bahwa dia harus istirahat di tengah pertunjukan akibat siatalgia yang kambuh, dengan berkata, “Saya akan duduk dan istirahat sejenak karena siatalgia-ku.”

Ini terjadi setelah dia beristirahat selama sebulan dari jadwal pertunjukan residensinya yang direncanakan hingga November.

Ternyata, Adele sebelumnya telah berbicara terbuka tentang perjuangannya melawan siatalgia pada awal tahun ini. Di bulan Januari, Adele yang berusia 34 tahun ini mengungkapkan kepada penonton acara “Weekends With Adele” di Malam Tahun Baru bahwa kemampuannya untuk berjalan terganggu.

“Aku harus berjalan dengan gontai akhir-akhir ini karena aku memiliki siatalgia yang sangat parah,” ujarnya sambil berjalan di atas panggung dan membagikan barang dagangan kepada penonton di The Colosseum di Caesars Palace, seperti yang dilaporkan oleh majalah Cosmopolitan.

Bukan yang pertama kalinya penyanyi lagu “Easy On Me” dan “Hello” ini berbicara terbuka mengenai masalah kesehatannya.

Dalam wawancara dengan majalah The Face yang diterbitkan pada November 2021, penyanyi kelahiran Inggris ini menjelaskan beberapa masalah kesehatan yang dialaminya sejak remaja.

“Aku pertama kali mengalami slipped disc (cedera cakram) saat aku berusia 15 tahun karena bersin. Aku sedang di tempat tidur dan tiba-tiba aku bersin, dan cakram kelima di tulang belakangku terlepas,” ujarnya kepada publikasi berbasis di London itu.

“Pada bulan Januari [2021], cakram keenam di tulang belakangku terlepas lagi, yaitu L6. Dan di bagian tempat aku menjalani operasi caesar, otot inti tubuhku menjadi lemah. Aku telah merasakan nyeri di punggungku selama setengah hidupku, sebenarnya. Nyerinya sering kambuh, biasanya akibat stres atau karena posisi duduk yang buruk.”

Apa itu siatalgia?

Siatalgia, seperti yang dijelaskan oleh My Health Alberta, adalah “nyeri, rasa kesemutan, atau mati rasa” yang disebabkan oleh iritasi pada akar saraf yang mengarah ke saraf siatik.

Lebih spesifik lagi, saraf siatik terbentuk oleh akar saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang ke bagian punggung bawah, menjalar melalui pantat, lalu bercabang ke bagian belakang paha hingga mata kaki.

Ada dua saraf siatik — satu di setiap sisi bagian bawah tubuh — yang merupakan saraf terpanjang dalam sistem saraf manusia, meskipun orang yang mengalami siatalgia biasanya hanya merasakan nyeri di satu sisi tubuh.

Penyebab dan faktor risiko siatalgia

Penyebab paling umum dari siatalgia adalah cakram tulang belakang yang menerjang atau pecah — juga disebut herniated disc — di tulang belakang.

Namun, siatalgia juga bisa disebabkan oleh kondisi seperti:

  • Stenosis tulang belakang (penyempitan saluran tulang belakang)
  • Taji tulang (pertumbuhan kecil di sepanjang sendi akibat arthritis)
  • Penyakit cakram intervertebralis degeneratif
  • Trauma
  • Tumor
  • Kehamilan

Beberapa kondisi dan gaya hidup dapat meningkatkan risiko siatalgia. Kelebihan berat badan, otot inti tubuh yang lemah, merokok, gaya hidup tidak aktif, dan diabetes semua dapat meningkatkan risiko Anda.

Pekerjaan yang memerlukan angkat beban berat atau duduk dalam jangka waktu lama juga dapat menyebabkan masalah pada punggung bagian bawah, yang dapat meningkatkan risiko siatalgia.

Apa saja gejala siatalgia?

Gejala utama siatalgia meliputi nyeri yang menjalar dari pantat hingga paha belakang dan kaki. Nyeri tersebut dapat berubah dari sensasi tembakan atau sensasi terbakar, menjadi perasaan tajam atau tumpul, serta rasa nyeri terus menerus atau intermiten.

Kebas dan kelemahan di bagian bawah punggung, pantat, kaki, atau kaki mungkin juga terjadi saat Anda mengalami siatalgia. Anda juga mungkin merasakan “kesemutan” atau nyeri yang memburuk saat bergerak.

Pengobatan dan pencegahan siatalgia

Banyak kasus siatalgia akan sembuh dengan waktu. Pengobatan untuk kondisi ini seharusnya difokuskan pada mengurangi nyeri dan meningkatkan mobilitas, baik itu dengan obat-obatan, fisioterapi, terapi pijat, atau peregangan.

Untuk mencegah siatalgia, disarankan untuk menghindari tidur tengkurap, berdiri setiap kali memungkinkan, duduk di kursi dengan dukungan punggung yang kokoh, dan pastikan kaki Anda datar di lantai saat duduk. Anda juga sebaiknya berolahraga secara teratur dan menjaga postur tubuh yang benar saat mengangkat benda-benda. (diolah dariberbagai sumber/sm)

Catatan Redaksi:

Tulisan ini hanya bertujuan untuk berbagai informasi dan bukan pengganti nasihat, diagnosis, atau perawatan medis profesional. Silahkan Anda hubungi tenaga medis profesional, sebelum Anda melakukan aktivitas fisik apa pun, atau melakukan perubahan apa pun pada pola makan, pengobatan, atau gaya hidup Anda.

‘Puspa Indah Taman Hati’, Masa Lalu dan Masa Depan

JAYAKARTA NEWS— Ingat Galih Rakasiwi dan Ratna Suminar di film ‘Gita Cinta dari SMA’ ?
Diangkat dari novel karya Eddy D Iskandar, film yang dibuat di tahun 80an dan dibintangi Rano Karno dan Yessy Gusman ini berlanjut kisahnya dalam film berjudul ‘Puspa Indah Taman Hati’ karya sutradara Monty Tiwa.

Menghadirkan nuansa 80an secara akurat melalui gaya busana, model rambut, musik kaset, dansa dansi dan berbagai aspek lainnya, Galih dan sosok baru bernama Marlina terlibat jalinan cinta yang rumit dan penuh liku, dia atau doi?

Hebatnya, Prilly Latuconsina kali ini berperan ganda sebagai Marlina dan juga sebagai Ratna. Tokoh Galih masih diperankan aktor Yesaya Abraham Sitanggang.

Empat tahun paska peristiwa ‘Gita Cinta dari SMA’, Galih kini telah jadi mahasiswa tingkat akhir di kampus seni di Jakarta. Galih telah sukses merilis album dan namanya meroket sebagai biduan terkenal di Indonesia. Galih juga sudah memboyong ibunya tinggal di Jakarta.

Yesaya Abraham (foto Starvision)

Mendadak sontak muncullah Marlina, gadis yang mirip Ratna yang menggemari musik Galih.
Galih terpaku melihat kehadiran Marlina yang mirip Ratna dalam kehidupan masa lalunya. Namun, Marlina memiliki sifat berbeda dengan Ratna. Lebih modern dan lebih berani. Dan lebih terbuka mengungkapkan pandangan dan pikirannya.

Namun, Galih dihantui ketakutan masa lalunya bahwa dirinya akan ditolak oleh keluarga Marlina. Sekali pun Galih berhasil mendekati Marlina, tapi dia ragu untuk bersikap terbuka dan menemui orangtua Marlina.

Galih hanya akan maju jika dia sudah berhasil menunjukkan kesuksesannya di mata orangtua Marlina. Apalagi ada saingan Galih, Awang yang mapan dan tampaknya disetujui orang tua Marlina.

Di tengah kegalauan tersebut, Ratna muncul kembali. Pertemuan Galih dan Ratna membuat Marlina ragu ketulusan perasaan Galih padanya.

Berdasar skenario yang ditulis Alim Sudio, film ini dihiasi 8 lagu populer yang pernah top di tahun 80an, yang dilantunkan Prilly dan Yesaya. Antara lain lagu ‘Kidung’, ‘Puspa Indah Taman Hati’, ‘Cewek Rumpi’ dan sederet tembang lain akan menggiring penonton ke alam nostalgia.

Produksi Starvision ini diwarnai segudang pemeran menjanjikan antara lain Dewi Gita, Ariyo Wahab, Lukman Sardi, Arnold Leonard, Vladimir Rama, Yasmine Nadya, Nala Amrytha, Sadha Triyudha, Shelomita, Dicky Wahyudi, Frans Nicholas, Emmie Lemu dan tentu saja Prilly Latuconsina dan Yesaya Abraham.

“Nantikan saja Puspa Indah di bioskop 31 Agustus 2023.,” timpal Chand Parwez Servia selaku produser. (pik)

‘Galaksi’, Perang Geng Masa Putih Abu Abu

JAYAKARTA NEWS— Berkisah tentang Galaksi, Ketua geng motor Ravispa dari SMA Ganesha jatuh cinta pada Kejora, gadis Paskibra di sekolah itu. Kedekatan mereka memicu konflik dengan geng Avegar dari SMA Kencana yang kerap berselisih.

Kejora adalah titik lemah dalam diri Galaksi dan sejak perkenalan itu Galaksi lebih terbuka terhadap Kejora tentang kehidupannya.

Pentolan geng Ravispa melihat cinta membuat Galaksi tak segarang seperti biasanya.
Hingga sebuah peristiwa besar terjadi, salah satu pilar Ravispa dihajar geng Avegar dan masuk rumah sakit.

Kejora juga terancam gagal dari seleksi Paskibra. Galaksi dan Kejora berada dalam lingkaran yang membingungkan. Cinta mereka dikepung dari segala penjuru, menjadi kisah cinta paling rumit penuh konflik dan tantangan.

“Dengan pendekatan treatment yang realis dan mengusung ciri khas masa putih abu-abu, film Galaksi diharapkan bisa menjadi warna segar dalam cross genre high school drama action film di Indonesia. Selain menjadi mesin waktu bagi para penonton film Indonesia untuk kembali ke masa-masa SMA, mengingat dan mengunjungi kenangan terindah,” tutur Kuntz Agus selaku sutradara.

Diadaptasi dari novel laris karya Poppi Pertiwi dengan judul sama. “Galaksi adalah karya yang sangat kuat dengan karakter yang dicintai. Ceritanya bukan romansa remaja biasa, tapi ada masalah keluarga yang menyentuh dan penuh adegan laga yang menegangkan,” beber produser Rapi Films, Sunil G. Samtani yang bekerjasama dengan Screenplay Films dalam acara gala premier Galaksi di Jakarta.

Kali ini, produser Galaksi akan bekerja sama dengan platform distribusi video, Tik Tok sebagai official content partner dan pengguna Tik Tok di Indonesia akan mendapatkan akses ke berbagai konten eksklusif seperti trailer, sinopsis, bloopers, behind the scenes hingga klip wawancara bersama para kru dan pemain Galaksi.

Galaksi dibintangi Bryan Domani, Mawar Eva de Jongh, Yesaya Abraham, Pangeran Lantang, Fadly Faisal, Omara Esteghlal, Zoul Panjoul dan sederet aktor muda bertalenta lainnya. (pik)

Desainer Tom Ford Beli Rumah Mantan Ibu Negara Jackie Kennedy di Hamptons seharga Rp 794,8 Milyar

JAYAKARTA NEWS – Tom Ford mungkin adalah salah satu desainer mode Amerika yang paling ikonik. Ia pernah menjadi direktur kreatif di Gucci, Yves Saint Laurent, dan memulai rumah mode ternamanya sendiri, Tom Ford, pada tahun 2005. Tidak heran jika sekarang ia telah membeli sepotong sejarah Amerika yang ikonis.

Lasata, sebuah properti di East Hampton dengan warisan yang mengesankan, baru-baru ini dibeli oleh desainer terkenal tersebut. Meskipun rumah ini telah mengalami beberapa kali perombakan, Lasata menawarkan ide dekorasi tak terbatas yang tidak akan pernah ketinggalan zaman. Lihatlah foto-foto yang diposting oleh Robb Report Real Estate di bawah ini.

Properti baru yang dibeli Tom Ford (Foto: Courtesy Instagram @robbreportrealestate)

Jackie Kennedy, mantan Ibu Negara dan perwujudan dari keanggunan yang abadi, menghabiskan musim panas masa kecilnya di rumah klasik ini. Properti ini dikenal sebagai salah satu properti paling indah dan penting di New York. Nama ‘Lasata’ berarti ‘Tempat Perdamaian’ dalam bahasa Algonquin dari suku asli Montaukett.

Rumah ini dirancang oleh arsitek terkenal, Arthur C. Jackson, pada tahun 1917. Lasata dengan cermat dipugar pada tahun 2007 dan 2019, dengan tetap mempertahankan struktur ruang klasik yang asli. Interior dari kediaman mantan Jackie Kennedy diremajakan oleh perancang interior terkenal, Pierre Yovanovich.

Rumah ini memiliki sembilan kamar tidur dan sembilan kamar mandi, serta luas bangunan 4.876 meter persegi yang berdiri di atas tanah seluas 7,15 hektar yang indah di East Hampton yang bersejarah. Fasilitas meliputi sebuah pondok tamu dengan dua kamar tidur, rumah penjaga, dan rumah kolam renang.

Mansion ini tampil sekaligus modis dan abadi dengan arsitektur klasik pertengahan abad yang ditingkatkan oleh kombinasi furnitur seni antik dan modern. Lantai parket kayu gelap menyoroti sejarah properti ini. Tidak mengherankan bahwa ikonik Tom Ford sangat ingin menambahkan rumah ini ke portofolio real estatenya, terutama mengingat kecenderungannya pada kombinasi desain modern dan klasik yang tercermin dalam rumah London sebelumnya.

Salah satu ruangan di rumah eks IbuNegara AS. (Foto: Courtesy Instagram @robbreportrealestate)

Salah satu sorotannya adalah ruang makan yang keren, didekorasi dalam gaya Skandinavia modern. Meja kayu panjang dikelilingi oleh perapian berwarna biru kobalt dan memiliki lampu gantung salju yang sangat langka dari Paavo Tynell menggantung di atasnya. Jendela berpanel memenuhi ruangan dengan cahaya alami, sementara rak buku bawaan menampung koleksi impresif pemiliknya.

Balok putih panjang di langit-langit mengingatkan penonton bahwa kita berada di sebuah rumah bersejarah, meskipun sentuhan-sentuhan modern. Di ruang ini, unsur dekorasi tradisional dan modern berpadu dalam harmoni yang sempurna.

Meskipun tempat berkumpulnya salah satu desainer terbaik dunia dan Ibu Negara ikonis mungkin sedikit di luar jangkauan bagi sebagian besar dari kita, mereproduksi perpaduan kontemporer dan antik yang indah di ruang kita sendiri sepenuhnya memungkinkan. Belanja koleksi di bawah ini untuk memulai.

Lampu gantung asal Swedia dari tahun 1960-an ini dibuat oleh perusahaan pencahayaan terkenal, Temde. Desain pertengahan abad ini terbuat dari kain dan kayu jati. (yahoo!live/sm)