Yure Andini Rilis Single Perdana “Lagi Sayang Sayangnya”

JAYAKARTA NEWS—- Yure Andini Penyanyi pendatang baru di blantika musik Indonesia hadir dengan single perdananya yang di produksi oleh Cadaazz Pustaka Musik berkolaborasi dengan SS Enterprise.

Single Perdana Yure Andini ini Bertajuk “Lagi Sayang Sayangnya” ( LSS ) Fransiscus Eko sebagai Eksekutif produser sekaligus produser Cadaazz Pustaka Musik pas dengan karakter suaranya yang saat itu ia kenal lewat media sosial.

“Kenal atau tahu profil Yure lewat instagram sudah lama sekitar akhir 2020. Dasar pemilih Yure sebagai artis yang di produksi CPM ya karena menurut kita vokal dan sosok Yure cocok dengan apa yang dibutuhkan kita dan kebutuhan lagu single “Lagi Sayang Sayangnya”, “ujar Fransiscus Eko produser Cadaazz Pustaka Musik (CPM)

“Ya waktu itu Mas Eko mengajak saya untuk merilis single, cukup lama sih mempertimbangkannya apalagi saya tinggal di Pekan Baru dan kebetulan saya sedang banyak kerjaan sebagai MC dan Nyanyi disana, tapi akhirnya saya ke Jakarta untuk proses rekaman hingga syuting video musik, dan Alhamdulillah hari ini rilis,”kata Yure Andini.

Mengenai Lagu “Lagi Sayang Sayangnya” awalnya adalah lagu yang akan dinyanyikan oleh penyanyi lain tapi karena beberapa kendala akhirnya Yure Andini yang merilis lagu ini.

“Sebenernya lagu “Lagi Sayang Sayangnya” ini saya dapat dari gitaris Halus Lembut ‘Alexander Ongko’ di sekitar tahun 2022, waktu itu lagu ini akan di bawakan oleh salah satu penyanyi pendatang baru tapi gak jadi karena beberapa kendala, setelah itu lagu ini sempat saya tawarkan untuk di bawakan penyanyi lain yang merupakan jawara dari Karaoke World Championship tahun 2021, tapi management penyanyi ini kayaknya merasa kurang pas dengan lagu ini sampe akhirnya saya ingat warna vokal Yure yang saya rasa cocok banget dengan lagu ini. Menurut saya lagu ini sangat berjodoh dengan Yure.”kata Fransiscus Eko.

“Karena lagu LSS ini simple ya. Dari segi lirik lagu dan related banget buat anak – anak muda atau orang-orang yang lagi jatuh cinta hehe. Jadi karena pembawaan lagunya ceria makanya memutuskan untuk mengeluarkan lagu ini sebagai single perdana aku,”ujar Yure.

Seperti kebiasaan para musisi setelah merilis single baru, akan melakukan promosi – promosi untuk single begitu pula yang di lakukan Yure.

“Strategi CPM untuk Yure sederhana aja, paling gak kita akan menjaga eksistensi dia di industri musik tanah air dengan cara tetap rutin merilis karya musik, memperbanyak awareness Yure melalui medsos dan off air, serta terbuka terhadap berbagai kemungkinan kolaborasi dengan siapapun. Rencananya selama 1 tahun ini Yure akan terus merilis single setiap 2 bulan nya, ini penting mengingat dia adalah pendatang baru. Banyaknya karya musik atau single yang telah dirilis akan membantu Yure untuk meningkatkan awareness di industri musik Indonesia. Untuk showcase atau tur nanti kita liat respon pasar dulu ya. Yang jelas kita fokus memperbanyak rilisan dulu.”kata Fransiscus Eko.

“Kita sudah menyusun strategi untuk peluncuran Single terbaru dari Yure Andini, salah satunya kita akan roadshow ke beberapa tempat. Kita juga akan memperkenalkan dulu Yure Andini melalui beberapa media,” kata Mami Nonnie dari SS Enterprise

Konsep Video Klip :
Video klip single bertajuk “Lagi Sayang Sayangnya” milik Yure Andini di sutradarai Ruly B Soeratie dibuat simpel dan lebih menunjukkan seorang Yure yang sedang merasa jatuh cinta.

“Video klip nya simpel banget malah. Ga banyak ina inu. Tapi memang harus menaikkan mood untuk bisa take beberapa scene. Mengingat object nya cuma aku yaaa jadi PR nya memang itu.”kata Yure

“Menerjemahkan dari musik Yure Andini yang sedang jatuh cinta di dalam kesendiriannya dalam mengenang cintanya yang tidak disamping dia. Tetapi dia selalu merasakan kehadiran sang pacar disampingnya. Kebetulan Menggunakan warna black and white dalam video juga untuk bisa memberikan warna dramatic. Yang ditampilkan dalam video ini suatu kebahagiaan yang mendalam dari setiap langkah yure selalu memberikan senyuman kecil untuk pacarnya. Pengerjaan video klip ini kurang lebih 2 minggu,”tambah Ruly B Soeratie. (Pik)

Bilal Indrajaya, Solois Rilis Single nan Melankolis

JAYAKARTA NEWS— Nama biduan Bilal Ahmad Indrajaya (27 tahun) boleh dikata naik kelas sejak ia unjuk diri di Synchronise Festival tahun ini. Ia tampil lebih percaya diri setelah ia bergabung bersama band Rhym. Bilal bertugas sebagai gitaris. Itu tahun 2018.

“Gue ingin seperti Paul McCartney, gitaris The Beatles,” lontar Bilal dalam acara gathering singlenya bertajuk ‘Ku tak tahu apa yang Kau inginkan’ di Uma Kopi, sarana nongkrong baru di Melawai, Jaksel. Lagu btersebut ciptaan Candra Darusman.

“Semasa kuliah gue mengidolakan The Beatles dan Dewa 19,” cerita Bilal polos.
Menurut Anda, bagaimana cara menyanyi yang baik ?

“Gue enggak tahu tekniknya. Gue main aja. Yang penting modal gue nyanyi aja. Tapi gue enggak pernah mendeclare menjadi solois terbaik. Yah main sembari nyanyi aja. Bukan berarti gue harus jadi Paul McCartney lho. Tapi dia telah menginspirasi gue jadi solois,” imbuh Bilal yang di Uma Kopi itu melantunkan 2 lagu lawas yaitu ‘Fatime’ (PSP) dan ‘Nurlela’ (Bing Slamet).

Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Bina Nusantara ini mengawali karir musiknya secara profesional dengan menjadi gitaris band Rhym. Tahun 2018, lagu ‘Biar’ masuk nomonasi kategori alternatif terbaik Anugerah Musik Indonesia (AMI).

Bilal kuliah sembari bekerja sebagai staf SDM dan lulus tahun 2017. Rutinitas ini dianggapnya membosankan dan ia cabut diri dan kini mantap berkarir di seni musik.

Candra Darusman dan Gideon Momongan (foto ipik)

Meski Bilal selalu dianggap sebagai penyanyi jazz tapi ia lebih senang ditulis sebagai biduan indie pop yang lirik dan nadanya melankolis.Dalam acara gathering yang difasilitasi oleh Demajors itu, hadir juga para pengamat musik diantaranya David Tarigan, Gideon Momongan dan Jovie Widiyanto.

Peluncuran single terbaru Bilal dimaksudkan ‘road to concert Jejak’ Candra Darusman di Ciputra Artpreneur, Jakarta, 13 Oktober 2023 yang dimeriahkan segudang artis musik dan band terkenal seperti Rio Febrian, Fatur, Yura Yunita, Marcell Siahaan, Yovie n The Nuno, The Groove, Humania, Ardhito Pramono, Rendy Pandugo dan banyak lagi. (pik)

15 Film Indonesia Ikut Kompetisi Busan International Film Festival

JAYAKARTA NEWS— Difasilitasi Kemdikbud Ristek RI, 15 judul film Indonesia ikut kompetisi dalam Busan International Film Festival (BIFF), Korea Selatan, yang berlangsung 4 s d 13 Oktober 2023.

Indonesia dalam ajang festival film bergengsi tersebut ikut kompetisi Renaissance of International Cinema yang meliputi film cerita panjang, cerita pendek dan serial.

“BIFF adalah festival film tahunan paling signifikan di Asia. Dimulai pertama tahun 1996, tahun ini berlangsung yang ke 28,” ujar Alex Sihar, Staf Khusus Mendikbud Ristek RI, Nadiem Makarim dalam perbincangan dengan Jayakartanews.com di ruang Ki Hajar Dewantara, Kemdikbud Ristek RI, baru-baru ini.

Dikatakannya, dalam rombongan besar RI sebanyak 50 orang dalam gelaran tersebut sebagai upaya memperkuat ekosistem film Indonesia.

Keikusertaan RI dalam BIFF kali ini bisa terlaksana atas pembicaraan antara Nadiem Makarim yang berbincang dengan panitia BIFF di FF Cannes, Perancis, Mei 2023.

“Ada 2 film kita masuk kompetisi untuk kategori cerita panjang yaitu karya Yosep Angga Noen berjudul ’24 Jam Bersama Gaspar’ (untuk program Jiseok) dan film karya Rein Maychaelson bertajuk ‘The Rootless Bloom’ (untuk program Wide Angle). Semoga membawa hasil yang baik dan mencerahkan,” ungkap Alex Sihar.

Film serial ‘Gadis Kretek’ (foto Kemendikbud Ristek)

Beberapa film cerita panjang lain juga akan tayang di program ‘Window on Asian Film Cinema’ yaitu ‘Sara’ (Ismail Bisbeth), ‘Ali Topan’ (Sidharta Tata) dan ‘Women from Rote Island’ (Jeremia Nyangoen).

Film serial : ‘Gadis Kretek’ (Kamila Andini dan Ifa Isfansyah). Film cerita pendek : ‘Basir & Salman in a Never Ending Comedy (Khozy Rizal), ‘Dancing Colours’ ( M Reza Fahriyansyah), ‘Laut Memanggilku’ (Tumpal Tampubolon), ‘Vania on Lima Street’ (Rayu Prihantono Fileman) ‘Where the wild Frapairs Crow’ (Nirartha Bas Diwangkora).

Lima film cerita panjang yang tak ikut program ‘Window on Asian Film Cinema’ : ’24 Jam Bersama Gaspar’ (Yosep Angga Noen), ‘Perempuan Tanah Jahanam’ (Joko Anwar), ‘Posesif’ (Edwin), ‘Ziarah’ (BW Purbanegara) dan ‘What they don’t talk about when they talk about Love’ (Mouly Surya).

Ada satu program lagi yang menarik dan Indonesia akan ikut serta yaitu ACFM yang meliputi webton, novel web dan konten film dalam platform BIFF. Sineas-sineas muda Indonesia akan ikut program ini.

“Sebelumnya, kita juga aktif menghelat program beasiswa non-degree bagi pelaku film dalam Merdeka Belajar dan kini terbuka untuk dana koproduksi film Internasional. Gotong royong antara insan film dan pemerintah ini diadakan guna mempererat ekosistem film Indonesia,” demikian Alex Sihar mengakhiri bincang-bincang ini. (pik)

‘Bangku Kosong: Ujian Terakhir’, Ladang Pembantaian di Sekolah

JAYAKARTA NEWS— Ingat film Hantu Bangku Kosong yang dibuat Helfi Kardit tahun 2006? Film horor yang jadi ikonik di Indonesia ini dibintangi oleh Cathy Sharon, Bella Esperance, Unique Priscilla dll.

Kini, rumah produksi yang sama, Starvision kembali hadir dalam reboot ‘Bangku Kosong: Ujian Terakhir’ yang kali ini lebih mengerikan dan brutal.

Pada film terbaru, kisah mengikuti ujian terakhir siswa kelas 3 SMA Bintang Bangsa yang berakhir menyeramkan, porak poranda dan digenangi darah.

Diawali kesurupan siswi yang mencelakai siswa lainnya. Tak lama siswa-siswi yang kesurupan bertambah banyak dan korban berjatuhan. Dalam sekejap, aula sekolah menjadi ladang pembantaian. Sebagian mencoba lari ke luar, tapi sekolah tertutup oleh kekuatan jahat.

Puluhan siswa-siswi tewas mengerikan. Kekuatan iblis menyandera dan mengancam nyawa mereka. Kepala Sekolah, ibu Amanda (Karina Suwandi) segera minta bantuan Abah Ayub (Teddy Syach) dan asistennya, Nakila (Lania Fira) guna mrnyelamatkan sekolah.

Ternyata, yang mereka hadapi adalah iblis berkekuatan luar biasa kejam yang berniat menghabisi siapa pun di sekolah.

Lalu, dalam pertarungan antara kekuatan putih dan kekuatan hitam, siapa yang menang?

Produser dan pemeran ‘Bangku Kosong : Ujian Terakhir’ (foto Starvision)

“Dengan cerita baru yang ada di ‘Bangku Kosong: Ujian Terakhir’ akan memberikan teror yang lebih mencekam. Film ini juga bisa mengenalkan kembali IP (intellectual property) populer yang dimiliki Starvision ke generasi muda saat ini dan membuktikan kita enggak pernah kehabisan cerita horor yang menjadi bagian dari masyarakat Indonesia,” tegas sutradara ‘Bangku Kosong: Ujian Terakhir’, Lakonde.

Produser kreatif dan penulis ide cerita, Monty Tiwa mengungkapkan, kali ini Bangku Kosong 2023 akan menghadirkan teror yang paling menegangkan dan menyeramkan. “Melalui kerja sama dengan aktor baru, cerita baru, sutradara baru dan penulis skenario baru akan mencuatkan sajian horor yang enggak boleh dilewatkan di bioskop. Dan film ini telah lolos sensor LSF untuk 17 tahun ke atas,” ujar Monty Tiwa.

Chand Parwez Servia selaku produser memaparkan Bangku Kosong 2023 akan menjadi sajian horor Indonesia di tahun ini dan cerita-cerita baru pun bisa digali kembali.
“Bahkan, Bangku Kosong 2023 akan tayang di negara Asean seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand dan Myanmar. Mereka lebih suka nonton film horor kita karena dibuat serius,” urai Chand Parwez Servia.

Dengan skenario yang ditulis Alim Sudio, sederet pemeran juga ikut memeriahkan film ini, antara lain Aida Nurmala, Emiliano Cortizo, Dinda Mahira, Andy/rif, Alex Rio, Irgi Fahrezi, Jessica Taroreh, Maisha Kanna, Allesandrio Karamoy, Zaki Malik, Dosi Nada, Jameelah Saleem dan masih banyak lagi.

Yang menarik adalah penampilan aktor senior Karina Suwandi dan Teddy Syach.

“Ini benar-benar surprise buat saya. Baru di film ini saya dapat peran utama sebagai Kepala Sekolah Bintang Bangsa di antara banyak film lain yang mendapuk saya sebagai pemeran pendamping atau cuma tampil sekejap,” cerita Karina Suwandi.

Gayung bersambut di tangan Teddy Syach yang lama nian tidak main film. “Sebagai senior, saya senang bermain bersama pemeran-pemeran junior yang muda usia. Semangat mereka boleh dipuji. Kerja kerasnya oke banget,” timpal Teddy Syach. (pik)

Sigit Wardana Rilis Lagu Baru “S.A.K”, Pemanasan sebelum Rilis Mini Album

JAYAKARTA NEWS—Sigit Wardana, kembali merilis lagu baru berjudul S.A.K pada tanggal 29 September 2023. Ini merupakan single ketiga Sigit Wardana kolaborasi Swaradana Music bersama Cadaaz Pustaka Musik di tahun 2023 ini.

“Ini single ketiga dari proyek perilisan single – single Sigit Wardana di tahun 2023. Lagu simpel, musiknya ringan tapi tema yang diangkat sangat related dengan bakal pendengarnya direntang usia berapapun. Seperti juga 2 single sebelumnya yaitu “Kisah Hidup Bapak Bapak” dan “Lelaki Satu Wanita.”

“Kematangan seorang Sigit Wardana sebagai solois senior dan penulis lagu di industri musik Indonesia sangat terasa. Dia paham banget lagu seperti apa yang cocok dengan karakter vokalnya untuk diluncurkan ke pasar musik Indonesia. Keren. Semoga lagu S.A.K ini bisa disukai banyak orang,”ujar Fransiscus Eko dari Cadaaz Pustaka Musik.

Lagu ini bercerita tentang perasaan berbunga-bunga saat seseorang sedang jatuh cinta. Saat dimana sang pujaan hati selalu terbayang-bayang dalam pikiran sehingga selalu ada kerinduan untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama.

“S.A.K bercerita tentang betapa berartinya kehadiran orang yang kamu sayangi dalam kehidupanmu,” kata Sigit Wardana.

Seperti tema lagunya, musik di lagu S.A.K juga terdengar ringan dan ceria. Tetap dalam balutan musik pop yang ditambah sedikit sentuhan reggae. Selain itu, instrumen terompet juga terdengar dominan sehingga semakin mempermanis lagu yang diciptakan Caturadi Septembrianto ini.

“Yang istimewa buat saya, lagu S.A.K ini punya 2 intepretasi. Pertama adalah tentang kehadiran istri dalam kehidupan saya yang membuat semuanya menjadi lebih baik dan penuh cinta,” jelas Sigit. “Nah intepretasi kedua adalah tentang kehadiran anak2 dalam kehidupan saya yang semuanya menjadi penuh warna dan sempurna”

“Jadi jatuh cinta yang diceritakan di lagu S.A.K bukan hanya kepada pasangan tapi juga perasaan berbunga-bunga saat melihat putri-putri saya lahir,” tambah penyanyi yang juga vokalis band Base Jam ini.

Sigit Wardana memulai kariernya sebagai vokalis grup musik Base Jam yang merilis album pertama tahun 1996. Setelah merilis enam album studio bersama Base Jam, Sigit memulai projek solonya dengan merilis album solo pertama di tahun 2009 berjudul Biru Langit.

S.A.K adalah lagu ketiga belas yang dirilis Sigit sebagai penyanyi solo dan merupakan lagu ketiga yang dirilis tahun 2023 ini setelah “Kisah Hidup Bapak Bapak” dan “Lelaki Satu Wanita”. Lagu ini adalah bagian dari mini album Sigit Wardana berjudul November yang rencananya akan dirilis tanggal 10 November 2023.

“Tungguin mini album saya ya. Semoga semuanya berjalan lancar. Mohon doa dan support teman-teman pecinta musik semua,” tutup Sigit.

S.A.K dapat didengarkan di seluruh digital musik platform dan video musiknya bisa ditonton di kanal Youtube Sigit Wardana. (pik)

‘Mohon Doa Restu’, Pernikahan Urusan Besar yang Selalu Timbulkan Kekacauan’

JAYAKARTA NEWS— Dalam urusan pernikahan yang menjadi cerita utama, sutradara Ody Chandra Harahap adalah jagonya. Setelah ‘Kapan Kawin’, kini Ody siap merilis film buatannya bergenre drama komedi yang berjudul ‘Mohon Doa Restu’.

“Proses pernikahan begitu khas dengan budaya Indonesia. Menyatukan dua keluarga dengan perbedaan latar dan budaya akan sangat dekat dengan penonton Indonesia. Drama-drama menjelang pernikahan pun biasanya kerap ditemukan,” ucap Ody polos.

Dikatakannya, pernikahan itu urusan besar yang selalu menimbulkan kekacauan. “Dan itu Indonesia banget. Dengan ragam budaya, menyatukan dua keluarga tentu bukan hal yang gampang,” tutur Ody.

Film ‘Mohon Doa Restu’ produksi Screenplay Films, Ifi Sinema dan Rapi Films mengangkat cerita tentang Mel dan Satya.

Cinta Mel dan Satya hadir karena terbiasa. Terutama karena ibu mereka, Widi dan Ira, bersahabat erat.

Walhasil, saat kedua anak mereka mau menikah, ini adalah penyegel persahabatan yang begitu sempurna. Masa tua mereka tak akan sepi. Tentu jadinya merencanakan pernikahannya pun berempat.

Tapi tiga bulan sebelum pernikahan, Mel mendadak punya kegelisahan baru : apakah dia benar-benar bahagia ? Termasuk benarkah dia menginginkan Satya di masa depannya ?

Kini, pasangan anak dan orangtua itu ‘berperang’ untuk membatalkan atau melanjutkan pernikahan. Saling menguji satu sama lain apa arti persahabatan, memilih dan kebahagiaan.

Berdasar skenario yang ditulis Yayu Yuliani dan Cassandra P. Cameron, diperlihatkan Satya adalah sosok yang sangat penurut. Ia mengiyakan semua keinginan ibunya sampai membuat Mel pun khawatir dengan rencana pernikahannya bersama Satya. Apakah ia sosok yang tepat untuk menjadi suaminya ?

Sementara Mel terlihat seperti sosok yang tampak lebih sibuk dengan segala urusan persiapan pernikahan. Mel juga terlihat sebagai sosok yang justru menjadi pengambil segala keputusan ketimbang Satya yang setiap keputusan dalam hidupnya harus mendapat izin dari ibunya.

Mendekati hari pernikahan, keduanya pun terlibat pertengkaran. Termasuk kedua orangtua mereka yang sudah bersahabat lama. Ikatan persahabatannya terancam rusak.

Apakah Mel dan Satya akan tetap menikah meski harus mendapat campur tangan dari kedua ibu mereka ?

Empat pemeran film ini benar-benar mendominasi hampir seluruh adegan. Dua bintang muda yaitu Jefri Nichol dan Syifa Hadju yang tiap hari selalu berdebat dan mengurusi tetek bengek pernik-pernik pernikahan dengan dua aktris senior (Cut Mini dan Sarah Sechan) yang menjadi ibu kandungnya.

Ada juga pemeran lain yaitu Kiki Narendra dan Dea Panendra yang mempunyai jam terbang tinggi dalam kancah perfilman nasional.

Mohon dimaklumi : ‘Mohon Doa Restu’ calon pengantin dan mertua ini akan memeriahkan gedung bioskop 26 Oktober 2023. (pik)

Ganjar Pranowo Nonton Film ‘Petualangan Sherina 2’

JAYAKARTA NEWS— Bacapres Ganjar Pranowo berkesempatan menonton gala premier film ‘Petualangan Sherina 2′ di sebuah bioskop di Jakarta, baru-baru ini. Ganjar didampingi isterinya’ Siti Atikoh Supriyanti dan anaknya.

Zinedine Alam Ganjar Pranowo. Berbusana zalf zipper merah dipadu jaket kulit biru dan jeans horn yang diserasikan dengan sepatu sneakers model terkini. Sedangkan Siti Atikoh berpakaian tunik hitam dan jeans hitam serta Alam memakai kaos dan celana biru. Menginjak karpet merah, bertiga disoraki dan dielu-elukan penonton dan undangan.

Banyak ibu dan kalangan wanita meminta berfoto Ganjar.

“Yuk, ini bocah-bocah belum masuk gedung bioskop. Film sebentar lagi main. Sama bapak ya,” sapa Ganjar ramah.

Sampai diantar ke tempat duduk pun, penonton terus berkerumun mendekati Ganjar.
Sembari mengobrol dengan isteri dan mencicipi kudapan ringan, Ganjar terus melempar senyum.

Ternyata, di deretan kursi VIP, datang juga Menteri BUMN, Erick Thohir dan puterinya, Magisha (Asha) Thohir. Lalu ada Triawan Munaf (ayah Sherina Munaf), Luna Maya, Mira Lesmana (produser), Riri Riza (sutradara) menyambut kehadiran Ganjar dan Erick Thohir.

Mereka kemudian berfoto bersama pemeran-pemeran ‘Petualangan Sherina 2’ seperti Sherina, Derby Romero, Mathias Muchus, Randy Dhanista, Kelly Tandiono dan banyak lagi.
Film drama musikal ini memang menyiratkan nostalgia bagi Ganjar.

“Nonton sekuel ini serasa nostalgia ke 23 tahun silam, ketika saya masih bersekolah”, ujar Ganjar polos.

“Film ini sangat mengedukasi bagi penonton. Juga pesan moralnya pas benar bagi kalangan anak. Karena Petualangan Sherina diakurasi untuk semua umur,” imbuh Ganjar.

Adegan apa yang paling berkesan bagi Anda ?

“Penyelamatan orang utan dari tangan-tangan kotor yang hendak merusak habitat dan hutan lindung di Kalimantan. Ini perlu dicamkan bagi generasi muda,” timpal Ganjar yang berkali-kali memuji akting Sherina dan Derby Romero.

“Dulu Sherina dan Sadam (sosok yang diperankan Derby Romero) masih kecil. Kini sudah besar. Akting mereka berdua bagus. Juga apresiasi yang tinggi buat Riri Riza dan Mira Lesmana yang berani membesut film bergenre drama musikal ini. Saya rasa perlu dibuat film-film dengan corak dan gaya seperti Petualangan Sherina 2 ini,” tutur Ganjar lagi.

Sedangkan sutradara Riri Riza menjelaskan semula ia hendak membuat reboot Petualangan Sherina yang dibintangi aktor muda masa kini. Lalu kami dan produser serta pemeran berdiskusi. Kenapa enggak dibuat sekuel saja dengan Sherina dan Sadam di masa depan. Akhirnya semua acc.

“Syuting selama 43 hari di Kalimantan benar-benar melelahkan. Tapi hasilnya sangat menyenangkan. Boleh dibilang Petualangan Sherina 2 ini menjadikan kami semua bertualang hunting lokasi sebelum syuting, lalu ada pandemi dan alhamdullilah, syuting dan post location ini bisa terlaksana dengan berjibaku dan melelahkan. Sampai-sampai Miles (Mira Lesmana) menangis begitu usai syuting…,” papar Riri Riza dengan nada bergetar. (pik)

‘Diambang Kematian’, Horor yang Brutal dan Dark

JAYAKARTA NEWS— Ilmu hitam pesugihan dilakukan agar pelakunya menjadi kaya dan sukses. Namun, biasanya iblis yang disembah selalu meminta tumbal dari pelakunya.
Ayah setiap sepuluh tahun sekali selalu mengorbankan keluarganya demi mematuhi keinginan iblis kepala kambing.

Tahun 2002, isterinya mati. Berikutnya, tahun 2012, anak pertamanya (cowok) menyusul ke alam baka. Dan kini, 2022, anak keduanya (cewek) diambang kematian.

Nadia, anak keduanya itu, sudah bersiap menyerahkan dirinya sebagai tumbal pesugihan ayahnya.

Namun, teror yang terjadi di sebuah desa di Jawa justru membuat Nadia berusaha melawan kekuatan jahat dari iblis tersebut.

Iblis kepala kambing

Berhasilkah Nadia atau akhirnya dia harus mati menjadi tumbal dari ilmu sesat ayah?

“Ini film pertama saya bergenre horor. Co Produser pak Amrit Punjabi (dari Multivision Plus) meyakinkan saya film yang saya buat harus brutal, sadis dan dark banget,” lontar sutradara Azhar ‘Kinoi’ Lubis usai gala premier film ‘Diambang Kematian’ di XXI Epicentrum, Jakarta.

Menyimak adegan demi adegan yang tersaji di layar putih, memang membuat penonton bergidik. Jantung berdegup kencang. Acara ritual khusus meminta tumbal bersimbah darah demi memenuhi hasrat penguasa kegelapan. Pesugihan selalu demikian; gue buat loe kaya raya, tapi loe harus menyerahkan tumbal anggota keluarga loe.

Kinaryosih (foto MVP)

Film ini diangkat dari utas di Twitter tanggal 15 April 2023 yang dibaca lebih dari 10 juta orang. Kemudian cerita yang viral dari thread (twitter) itu dibuat novel dan terakhir baru divisualisasikan ke film.

“Ini menjadi tanggung jawab saya. Agar bisa mencapai hasil yang sesuai dengan ekspektasi para pembaca,” imbuh Azhar Lubis.

Mengambil lokasi syuting di area hutan di sebuah desa di Jawa Tengah, menggiring penonton merasakan nuansa wingit yang menyeramkan dan menegangkan.

Deretan pemeran memperkuat definisi horor yang dark ini: Kinaryosih, Teuku Rifnu Wikana, Taskya Namya, Wafda Saifan, Farras Fatik, Giulio Parengkuan dan Raya Ardena sungguh membuat kita terpaku di tempat duduk selama hampir dua jam. Dan Diambang Kematian diakurasi LSF untuk 17 tahun ke atas dan mulai tayang di bioskop 28 September 2023. (pik)

Kisah Hidup Glenn Fredly Difilmkan

JAYAKARTA NEWSKarena kau tak lihat/terkadang malaikat tak bersayap/tak cemerlang tak rupawan/namun kasih ini silakan kau adu/malaikat juga tahu/siapa yang jadi juaranya

Penggalan lirik lagu ciptaan Dewi Lestari dan disenandungkan oleh Glenn Fredly begitu sangat menyentuh. Melankolis dan menggetarkan sukma.

Hampir tiap hari aktor Marthino Lio berlatih vokal dan berusaha semirip mungkin dengan suara Glenn Fredly.

“Apapun yang terjadi, terjadilah. Ternyata mas Daniel Mananta (produser) dan bang Lukman Sardi (sutradara) bel saya. Kamu, Lio yang jadi Glenn Fredly,” ujar aktor Marthino Lio yang meraih piala Citra sebagai pemeran utama pria terbaik dalam FFI 2022.

Marthino Lio memang didapuk memerankan diri sebagai Glenn Fredly Deviano Latuihamallo, biduan asal Ambon yang wafat dalam usia 45 tahun karena penyakit komplikasi meningitis

Marthino Lio –foto Daniel

Semula Marthino ragu menerima peran ini. “Saya berat memikul tanggung jawab ini. Almarhum Glenn Fredly ikon musik pop dan dari Ambon. Sedangkan saya memang berdarah Ambon, tapi tinggal di daerah lain. Saya lebih tahu bahasa Jawa daripada bahasa Maluku,” tutur Marthino tersenyum.

Namun, isteri Glenn yaitu Mutia Ayu meyakinkan Daniel Mananta dan Lukman Sardi bahwa hanya Marthino yang cocok dan pas jadi Glenn Fredly.

“Kata mbak Mutia Ayu, perut dan kumis kamu sama. Dan dia katakan, aktor film pertama yang dikenalkan oleh Glenn ke dirinya adalah Marthino Lio,” imbuh Marthino.

Lukman Sardi tak meragukan akting Marthino. “Tuhan memberkati kita. Untukmu Bung…Glenn Fredly the movie,” urai Lukman Sardi.

Daniel Mananta selaku produser bersama Robert Ronny mengaku belakangan dia melihat sosok Glenn Fredly ada dalam diri Marthino. “Saya bilang ke dia, kamu harus ngurusin badan. Dan menghafal lagu-lagu Glenn yang populer seperti ‘Kasih Putih’, ‘Januari’, ‘Adu Rayu’ dan ‘Malaikat Juga Tahu’,” timpal Daniel Mananta yang merasa optimis film biopic tentang Glenn Fredly bakal diterima penggemar musik Indonesia.

Siapakah pemeran lain selain Marthino ?

“Ada Bucek Deep dan sejumlah nama aktor besar lain. Nanti kita umumkan segera,” janji Daniel Mananta.

Glenn Fredly sepanjang karinya di dunia musik berawal ikut bergabung dalam band Funk Section dan lalu mendirikan Trio Lestari dan terakhir membangun band Bakuucakar bersama Andre Dinuth, Bonar Abraham dan Rifka Rachman.

Berdasar rekomendasi dan beberapa kali workshop yang dihadiri produser, sutradara dan keluarga Glenn Fredly, kita sorong dengan doa dan semangat kepada Marthino Lio ya. (pik)

‘Satu Hari dengan Ibu’, Deja Vu, Ibadah dan Takdir

JAYAKARTA NEWS— Dalam hadits Al Bukhari dan Muslim, dikisahkan ketika seorang muridnya bertanya kepada Nabi Muhammad SAW ‘wahai Rasullullah, dalam berbakti kepada orangtua, siapakah orang pertama yang harus kita hormati ?’

Jawab Nabi ‘Ibumu’. Yang kedua ? ‘Ibumu’. Yang ketiga ? “Ibumu. Baru ayahmu’ jawab Nabi tegas.

Hal tersebut menandakan bahwa sosok ibu tak bisa dipisahkan dari kehidupan kita. Sosok ibu lah yang menanggung tiga kesulitan kita : mengandung, melahirkan dan menyusui.

Tanpa ibu, dunia tidak ramai. Tidak ada regenerasi.

Sutradara Muh Amrul Ummami dalam film drama religi bertajuk ‘Satu Hari dengan Ibu’ (Sahdu) mengisahkan ihwal kehadiran dan perjuangan seorang ibu demi karier dan kesuksesan anaknya, Dewa.

Chand Kelvin berperan sebagai Dewa (foto Ruang 29)

Dikisahkan, berkali-kali Dewa mengalami ‘deja vu’ alias time loop. Deja Vu adalah perasaan yang dialami sekarang pernah terjadi di masa lampau.

Tiap hari, Dewa mengalami deja vu. Peristiwa berulang terus. Hampir 12 kali. Sampai dia frustrasi dan mengadu kepada Tuhan ‘apa dosa dan salah hamba ya Allah’. Di masjid dalam setiap ibadahnya dan kepada guru mengajinya, Dewa mempertanyakan hal itu.

Perjalanan Dewa menjadi dewasa dan hidup bersama ibunya (yang single parent sejak kematian suaminya alias ayah Dewa) kerap mencuatkan konflik. Namun, ibu tetap setia dan melayani segala kebutuhan Dewa.

Beda pandang ini menjadi alur utama yang hendak dikisahkan di film ini. “Film ini mencoba mencari jalan tengah dengan banyak kejadian yang menyentuh. Ibu tetap puas dan anak juga bangga bahwa apa yang dialaminya – deja vu – adalah cobaan dari Allah SWT.

“Kiat atau cara yang cespleng dan menyentuh adalah sesuai Al Quran. Takdir tak dapat ditolak. Anak harus terus berbakti kepada ibu,” urai Amrul Ummami.

Di Sahdu, sosok ibu menjadi sangat istimewa. Siapkan dirimu menyayangi ibumu, mencium tangannya dan mempertaruhkan segalanya demi ibumu. Selama kamu lahir dan dewasa, ibumu telah memberikan kasih sayang tak terhingga sehingga kamu bisa mandiri.

“Ajaran Islam itu universal. Kitab suci agama lain pun sama : berbakti kepada ibu adalah prioritas utama. Tanpa reserve,” timpal Amrul Ummami.

Sahdu yang mengusung jalinan relasi antara ibu dan anak ini dibintangi banyak pemeran yang kaya pengalaman yaitu Chand Kelvin, Vonny Anggraini, Poppy Palwinta, Muzakki Ramdhan, M Ricky, Hifdli Khoir dan penampilan khusus dari Rizal Armada, Ivan Govinda, Ricky Perdana, dan Cupink Topan.

“Penampilan khusus ini menjadi daya tarik dan ikut mewarnai film ini,” imbuh Amrul Ummami.

Chand Kelvin sebagai anak dan Poppy Anggraini sebagai ibu pas memerankan seni aktingnya. Perpaduan antara artis senior dan junior ini berjalan harmonis dan keduanya bisa saling mengisi.

Produksi Ruang 29 Pictures yang diinisiasi Komunitas Masjid Kapal Munzalan, BKMT, Sahabat UAS Dan Kajian Musawarah ini siap mengharu biru penonton di bioskop Indonesia mulai 21 September 2023. Untuk semua umur. (pik)