Adi Garin Bikin Film ‘Wakaf’, Sodorkan Isu Sosial Masyarakat Muslim

JAYAKARTA NEWS— Wakaf adalah adalah tanah yang dimiliki oleh wakif (pemberi wakaf) dalam kurun waktu tertentu atau selamanya guna keperluan ibadah.

Jelasnya, harta benda wakaf menjadi harta benda abadi milik Allah SWT yang berfungsi sosial untuk kepentingan masyarakat yang kekebalannya dijamin dan dilindungi oleh Undang Undang dan tak boleh diperjualbelikan. Lahannya dapat dipakai menjadi lahan produktif yang dapat dimanfaatkan dari generasi ke generasi.

Film horor religi yang disutradarai Adi Garin dan diproduseri Unchu Viejay ini adalah mengangkat sekaligus mendiskusikan problematik wakaf dengan balutan nilai hiburan dan religi.

“Sejak awal, film ini diniatkan untuk menyodorkan isu sosial masyarakat muslim yang jarang atau belum pernah divisualkan, terlebih dalam genre horor,” ujar Adi Garin.

Singkatnya, Adi Garin ingin menawarkan cerita yang tak sekadar menghibur, namun juga di kehidupan nyata.

“Ada persoalan sosial masyarakat muslim yang perlu dibangkitkan awareness bagi masyarakat dengan cara yang entertain,” cetus Adi Garin.

Tokoh sentral Putri Delina (anak pelawak Sule) digambarkan menjadi saksi dari malapetaka yang melanda keluarganya yang disebabkan oleh ulah keji seorang fasik yang serakah merebut tanah wakaf.

Wakaf berkisah tentang Della dan Farhan yang menjadi saksi timbulnya ambisi keji diantara kedua orang tua mereka yang berseteru memperebutkan tanah wakaf milik Amrullah. Diatas tanah wakaf ini berdiri sebuah musholla yang telah diniatkan  untuk kemaslahatan warga kampung.

Kekuatan kejam dari bangsa jin akhirnya ikut campur dibawah perantara Ki Japa.

Teror demi teror merebak akibat satu dosa besar.

Selain Putri Delina, wakaf ikut dibintangi Kiki Amalia, Arswendy Beningswara, Egi Fedly, Julian Kunto, Yusuf Al Lampung, Yan Widjaya dan Oce Permatasari.

Film produksi Super Media Pictures ini mulai meramaikan gedung bioskop 26 Oktober 2023. (pik)

‘Mohon Doa Restu’: Film Penuh HaHa HiHi

JAYAKARTA NEWS— Cerita-cerita drama menuju pernikahan hampir kerap kita jumpai. Terlebih di Indonesia yang memiliki keragaman budaya, pernikahan yang menyatukan dua keluarga menjadi satu tentu tak terhindarkan dari segala urusan, baik adat maupun seremonialnya.

Screenplay Films bekerjasama dengan ifi Sinema dan Rapi Films menghadirkan film ‘Mohon Doa Restu’ secara apik dan penuh kelucuan.

Ody Harahap (Ocay) memaparkan proses produksi film ini sangat menyenangkan. “Suasana kerja selama syuting di Bandung menjadi seperti para anggota keluarga yang saling bekerja sama menyiapkan pernikahan beneran,” ucap Ocay.

Mulai dari dramanya persahabatan dua ibu yang menjodohkan anaknya, sampai perbedaan karakter Mel dan Satya yang bisa saja relate ke banyak calon pengantin saat menghadapi segala drama menuju persiapan pernikahan.

“Lewat film ini, saya juga ingin menunjukkan budaya yang tercipta dari kehidupan bersosial masyarakat Indonesia,” kata Ocay.

‘Mohon Doa Restu’ dikatakan salah seorang pemerannya, Syifa Hadju, tentang komunikasi yang menjadi hal krusial dalam suatu hubungan. Baik terhadap pasangan maupun anak dan orangtua

“Saya banyak belajar dari film ini. Intinya keterbukaan komunikasi antara pasangan maupun anak dan orangtua adalah hal krusial,” jelas Syifa. Dan jelas, ketika komunikasi tak berjalan lancar akan berdampak ke semuanya dan malah bisa jadi drama.

Jefri Nichol yang memerankan Satya, juga belajar dari katakter yang diperankannya.
“Aku jadi sosok penurut. Ini jauh berbeda dari karakter yang pernah aku perankan di film-film lain,” jelas Jefri.

Cut Mini dan Sarah Sechan dipertemukan kembali dan Ocay memberikan ruang keduanya untuk berimprovisasi dengan batasan yang juga telah ditentukan.

“Zaman kiwari banyak anak muda pacaran lewat aplikasi…,” celetuk Cut Mini.

Dipenuhi obrolan bahasa Sunda dan bahasa Indonesia, ‘Mohon Doa Restu” akan tayang di bioskop 26 Oktober 2023.

O ya, penampilan Dea Panendra, Kiki Narendra dan Abdurrahman Arif juga sangat menghangatkan suasana. (pik)

‘Saranjana: Kota Ghaib’, Berhubungan dengan Benua Atlantis yang Hilang?

JAYAKARTA NEWS— Ingat benua Atlantis yang hilang dan tenggelam 200 meter di bawah permukaan laut?

Atlantis yang hilang dalam satu malam terjadi 11.600 tahun silam memiliki peradaban maju dan tenggelam akibat kemarahan para Dewa.

Menurut hipotesa para ahli di dunia Barat, benua Atlantis ada di Eropa Utara (termasuk Swedia) hanya mitos yang dibuat oleh filsuf Junani kuno, Plato untuk mengilustrasikan teori politiknya dalam 2 karya bukunya berjudul ‘Timaeus’ dan ‘Critias’.

Dan yang menggegerkan, benarkah benua Atlantis itu ada di Indonesia yang dikaitkan dengan meletusnya Gunung Krakatau purba yang menggelapkan seluruh dunia, menewaskan 20 juta manusia dan terbukanya Selat Sunda serta memisahkan antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera ?

Wallahu alam bissawab.

Bagaimana dengan film ‘Saranjana: Kota Ghaib’ (di poster dan lolos di LSF beristilah ‘ghaib’ dan bukan ‘gaib’) ?

Dalam film produksi DHF Entertainment ini, masyarakat Kalimantan Selatan khususnya daerah Kotabaru, Saranjana ini digambarkan memiliki peradaban yang maju dan modern. Dan tenggelam di dasar laut.

Banyak makhluk air yang mistis berseliweran di film ini, superi kuyang, anak Sima, pocong Rawa dan tari Batopeng. “Syuting 95 % seluruhnya full di Kalsel. Kenapa ada pocong Rawa? Karena zaman dulu ada pemakaman bawah air dan memang ada. Tradisi ini dilakukan oleh orang Nagara saat musim hujan,” ujar sutradara Johansyah Jumberan yang menjadikan ‘Saranjana’ menjadi debutnya.

“Selain akan membuka gerbangnya 26 Oktober 2023 dan juga akan tayang di beberapa negara jiran seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam,” imbuh Johansyah.

Kisahnya berawal saat band Signifikan asal Jakarta menghelat tur konser di Kotabaru, Kalsel. Sang vokalis, Shita menghilang secara misterius. Mencari informasi, personel band lainnya meyakini bahwa Shita berada di Saranjana, kota ghaib dibawah air yang punya peradaban maju dan modern.

Dalam tempo 7 hari mereka pun harus melakukan petualangan yang penuh kejadian horor dan mistis. Sang vokalis harus dibawa pulang kembali.

Film yang mengangkat urban legend ini dibintangi oleh Adinda Azani, Lutfi Aulia, Irzan Faiq, Betari Ayu, Ajeng Fauziah, Gusti Gina, Ananda George dan beberapa aktor lokal Kalsel yang mengambil peran penting seperti Putri Intan Kasela, Fauzi Rahman, Acil Imas, M Sajad dan Dhiki Sinanang

OST film ini berjudul ‘Saranjana’ diciptakan oleh JEFBanjar, band lokal asal Kalsel. Ada beberapa lagu yang juga jadi scoring film, total ada 4 lagu : 3 judul berbahasa Banjar dan 1 nomor berbahasa Inggris.
Ternyata, sebelum perilisan film, ‘Saranjana : Kota Ghaib’ menjadi trending di twitter dan medsos Tiktok. (pik)

‘Wedding Agreement’ 2: Perceraian Sesuatu yang Disukai Iblis

JAYAKARTA NEWS— Bagaimana kisah selanjutnya antara Biyan (Refal Hady) dan Tari (Indah Permatasari)?

Di film ‘Wedding Agreement (2019), perjalanan cinta mereka yang berakhir indah dan mengubah nikah kontrak menjadi kisah manis sukses memikat penonton.

Dan sekuel Wedding Agreement 2 yang akan tayang di OTT Disney +HotStar mulai 28 Oktober 2023 (sebanyak 10 episode) ini akan melanjutkan kisah Biyan dan Tari disertai hiruk pikuk konflik mereka berdua.

Di sekuel ini tampil sosok baru bernama Salman (Yoshi Sudarso), seorang pria salih yang bakal memberi warna baru.

Biyan dan Tari hadir tiga tahun kemudian setelah kelahiran anak mereka, Fatih.
Dikisahkan, Biyan mengambil alih bisnis keluarga dan menjadi CEO dari jaringan supermarket sang ayah. Sementara Tari juga sibuk dengan bisnis kafenya yang berkembang pesat.
Kesibukan adalah pemicu konflik mereka.

“Tari fokus urus anak. Saya juga sibuk bisnis di kantor dan selalu pulang malam hari. Kurang waktu. Akhirnya muncul pertengkaran dan perdebatan. Ini menjadi masalah baru,” ujar Refal Hady yang bermain mumpuni sebagai Biyan.

Bagaimana kelanjutan drama rumah tangga Biyan dan Tari ?

“Ini baru mulai. Apa yang akan terjadi ? Konflik ini sangat seru dan menantang kami,” beber Refal Hady yang menambahkan mereka dihadapkan pada konflik yang yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya

Cerai talak satu? Perceraian adalah sesuatu yang disukai iblis, ini kata ayah Tari yang ikut cawe-cawe dalam masalah anak dan menantunya. Cerita ini pasti menggiring penonton baper ya.

Di season 2 ini nantinya akan banyak muncul tokoh baru yang lebih mencuatkan konflik anyar yang jelas sangat menantang sosok lama.

“Munculnya Salman yang berpacaran dengan Aisyah (Valentine Payen Wicaksono), pria salih yang aktif di pengajian masjid juga membuat saya ‘insecure’. Tapi ini menarik dan memberi ruang cukup lebar buat saya berakting lebih bagus,” imbuh Refal Hady.

Sutradara Archie Hekagery mengatakan sangat terbantu oleh seni peran para pemeran yang bermain pas. Baik ketika syuting di Jakarta maupun tatkala mengambil lokasi di Australia. Karena cerita yang ditulis Mia Chuz berihwal pada rumah tangga muslim, hampir seluruh pemeran bersedia mengenakan jilbab dalam film.

Diproduseri Chand Parwez Servia dari Starvision, Wedding Agreement 2 ini diramaikan sederet bintang terkenal seperti Refal Hady, Indah Permatasari (ingat sinetron ‘Si Manis Jembatan Ancol’), Susan Sameh, Yoshi Sudarso, Mathias Muchus, Cut Mini, Yatty Surahman, Ibrahim Risyad, Bucek, Unique Priscilla, Joshua Pandelaki, Zsazsa Utami, Christopher Nelwan, Chantiq Schagerl, Widyawati Sophiaan (dengan karakter barunya), Panji Zeni, Gilang Saming, Valentine Payen Wicaksono dan masih banyak lagi.

Happy atau sad ending ? Nanti spoiler. Tonton saja di Disney+HotStar ! (pik)

Nominasi FFI 2023 Diumumkan, Film Horor tak Ada yang Masuk

JAYAKARTA NEWS— Genderang perang antar bintang telah ditabuh. Banyak kejutan mencuat dalam acara pengumuman nominasi FFI 2023 yang disiarkan dari Museum Nasional, Jakarta. Dari 22 kategori, tidak ada satu pun film horor masuk unggulan. Film ‘Budi Pekerti’ terbanyak mengumpulkan 17 nominasi, disusul ‘Like & Share’ menggaet 11 nominasi.

Bertema ‘Piala Citra’, banyak wajah baru masuk. Namun muka-muka lama yang kerap jadi langganan nominasi juga diunggulkan, seperti Christine Hakim, Jajang C Noer, Reza Rahadian, Vino G Bastian dan Dewi Irawan.

Di kubu pemeran utama wanita, dua wajah baru yaitu Asha Smara Darra (‘Sara’) dan Aurora Ribero (‘Like n Share’) berhadapan dengan tiga nomine yang sudah karatan berkecimpung di ranah film, yaitu Jajang C Noer (‘Onde Mande’), Laura Basuki (‘Sleep Call’) dan Sha Ine Febriyanti (‘Budi Pekerti’).

Asha Smara Darra alias Oscar Lawalata (foto : FFI)

Satu catatan kecil atas diri Asha Smarra Darra yang dulu bernama Oscar Lawalata (model dan perancang busana). Pasca operasi kelamin, Oscar Lawalata menjelma menjadi aktris rupawan dan terjun sebagai aktris.

Sedangkan di kubu pemeran utama pria, dua aktor senior yaitu Reza Rahadian (‘Berbalas Kejam’) dan Vino G Bastian (‘Buya Hamka’ volume 1) dikeroyok tiga nomine yaitu Abimana Aryasatya (‘The Big 4’), Angga Yunanda (‘Budi Pekerti’) dan Jose Rizal Manua (‘Onde Mande’).

Persaingan seru juga terjadi di kubu pemeran pendamping wanita.

Nominenya adalah : Aulia Sarah (‘Like n Share’), Christine Hakim (‘Sara’), Dewi Irawan (’24 Jam Bersama Gaspar’), Lutesha (‘The Big 4’) dan Prilly Latuconsina (‘Budi Pekerti’).

Angga Yunanda (foto FFI)

Bagaimana yang terjadi di kubu pemeran pendamping pria. Muncul wajah baru Arnold Kobogou (‘Orpa’) yang kali ini bertarung melawan Dwi Sasono (‘Budi Pekerti’), Marthino Lio (‘The Big 4’), Omara Esteghlal (‘Budi Pekerti’) dan Yoga Pratama (‘Berbalas Kejam’).

Nomine sutradara : Gina S Noer (‘Like n Share’), Jaremias Nyangun (‘Women from Rote Island’ alias ‘Perempuan Berkelamin Darah’), Timo Tjahyanto (‘The Big 4’), Wregas Bhanutedja (‘Budi Pekerti’) dan Yosep Anggi Noen (’24 Jam Bersama Gaspar’).

Nomine film cerita panjang : ’24 Jam Bersama Gaspar’, ‘Budi Pekerti’, ‘Like n Share’, ‘Sleep Call’ dan ‘Women from Rote Island’ (‘Perempuan Berkelamin Darah’).

Mendikbud Ristek Nadiem Makarim menyambut baik acara nominasi FFI 2023 di Museum Nasional. “Saya bangga banget dengan film-film karya sineas nasional yang diputar di panggung internasional. Bahkan sudah banyak dari mereka yang meraih prestasi mengagumkan,” ujar Nadiem Makarim.

Dipilihnya Museum Nasional sebagai tempat acara nominasi dikatakannya sudah tepat.
“Ini Museum terbesar di Asia Tenggara yang didirikan 1862 dan dibuka untuk umum 1968. Tempat ini sebagai saksi perjalanan panjang dan perkembangan peradaban bangsa Indonesia,” imbuh Nadiem Makarim.

Nah ! (pik)

‘Indigo’, What do You See

JAYAKARTA NEWS— Indigo adalah karakter manusia yang dicirikan cerdas dan mampu memahami dunia spiritual yang tinggi seperti dapat melihat masa depan, melakukan telepati dan berkomunikasi dengan alam dan membaca pikiran.

Film produksi Hitmaker Studio dan Legacy Pictures karya sutradara Rocky Soraya ini berkisah tentang aksi Zora (Amanda Manopo) yang membantu adiknya, Ninda (Nicole Rossi) yang ketakutan karena diganggu makhluk halus.

Mereka berdua kemudian meminta bantuan Sekar (Sara Wijayanto), wanita yang paham dunia metafisika dan hal-hal seputar alam gaib.

Teror dan kejadian-kejadian aneh makin mengancam kehidupan Zora dan Ninda.
Berbagai perkelahian dahsyat antara si baik melawan si jahat berulang kali terjadi. Sekar sembari membawa tasbih membaca doa mohon kekuatan Tuhan YME dan semoga iblis kembali ke neraka.

Dalam film ini tampil Aksa (Aliando Syarief) tapi belum jelas karakter dan perannya (bisa jadi akan nongol lagi di sekuel berikut ?).

Selain Amanda Manopo, Nicole Rossi, Sara Wijayanto dan Aliando Syarief, film Indigo juga dimeriahkan segudang pemeran lain seperti Marcellino Lafrand, Ferry Ardiansyah, Khadijah Arum, Amna Hasanah Shahab dan Ryuken Lie.

Sara Wijayanto di luar film memang kerap membantu rekan-rekan artis yang mengalami kejadian misterius dan hal-hal yang berhubungan dengan dunia gaib.

“Tapi saya kurang suka dibilang indigo. Saya hanya seniman yang bisa menolong mereka. Kehidupan pasca masa depan saya pelajari dan saya pernah bertemu dengan makhluk astral untuk tujuan baik. Ini ilmu turunan keluarga,” ujar Sara Wijayanto yang kakak aktris Adinia Wirasti.

Yang jelas, Indigo diakurasi LSF untuk 13 tahun ke atas dan akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia tanggal 19 Oktober 2023. (pik)

‘Jatuh Cinta Seperti di Film Film’, Konsep Baru 80% Hitam Putih

JAYAKARTA NEWS— Awalnya, skenario film ‘Jatuh Cinta Seperti di Film Film ‘ (JCSDFF) ditolak produser. Barulah Imajinari yang bekerjama dengan Jagartha dan Trinity Entertainment, bisa menyatukan visi dengan gagasan unik tapi elok yang disorongkan sutradara Yandi Laurens.

“Saya paham kesulitan produser. Konsep baru (80% visual hitam putih) ini di film modern enggak mudah diterima produser,” lontar Yandi Laurens.

Soal kenapa harus hitam putih, saya rasakan kehidupan gelap ketika mama mengalami kehilangan kesadaran dan menatap foto hitam putih ayah. “Saya ingin di kesempatan kedua ini salah satunya ingin menyajikan seperti juga yang mama alami ya foto hitam putih itu,” cerita Yandi dalam acara rilis teaser dan trailer JCSDFF di XXI Plaza Senayan, Jakarta (film utuhnya baru akan tayang 30 November 2023).

Ditambahkannya, penggunaan layar hitam putih menciptakan nuansa klasik yang memukau.
Setali tiga uang pendapat Ernest Prakasa dan Suryana Paramitha selaku produser.

“Yandi Laurens itu sutradara idola saya. Banyak gagasannya selalu unik dan mengejutkan,” ujar Ernest Prakasa.

Kisahnya tentang Bagus (Ringgo Agus Rahman) tanpa sengaja bersua dengan Hana (Nirina Zubir), kawan lamanya semasa di SMA. Bagus lalu mengadakan pedekate terhadap Hana. Benih-benih cinta yang menuangkan kasih ini mendapat tantangan berat, karena Hana menutup hati setelah suaminya wafat.

Drama romantis ini endingnya sungguh tak terduga.

“Saya harus turunkan berat badan 5 kg. Saya geli karena syutingnya saya harus pelukan dengan Ringgo. Saya di film ini harus jatuh cinta lagi. Masalahnya, kami berdua sudah punya anak,” beber Nirina Zubir tertawa.

“Saya enggak berkomedi. Ini berakting,” imbuh Nirina Zubir.

Film bergenre drama romantis berbungkus komedi ini juga diwarnai 2 lagu yang disenandungkan Yura Yunita yaitu ‘Sudut Memori’ dan ‘Bercinta Lewat Kaca’ karya Donne Maula sebagai sound track film ini. Selain Ringgo Agus Rahman dan Nirina Zubir, JCSDFF juga dibintangi Sheila Dara, Dion Wiyoko, Julie Estelle dan Alex Abbad. (pik)

‘Janin Iblis Neraka’: Iblis Memasuki Rumah Pasutri

JAYAKARTA NEWS-— Hati-hati menempati dan memasuki rumah baru. Pasangan suami isteri (pasutri) muda usia, Dika (Samuel Rizal) dan Ranti (Aliyah Faizah) menempati rumah yang baru dibeli. Karena itulah Ranti memutuskan berhenti bekerja agar bisa mempunyai keturunan.

Tapi iblis makhluk pembawa celaka terus menguntit dan mengganggu mereka. Di malam pertama, Ranti mulai merasakan hal-hal aneh yang dihantui oleh mimpi. Ketika hal itu diceritakan ke Dika dan Dika merasakan hal itu hanya sekadar mimpi belaka.

Namun, Ranti merasa kejadian aneh itu seperti mimpi nyata berupa petunjuk, sehingga mereka beradu argumen.

Di kantor, Dika ketamuan karyawan dari kantor pusat, Lusi (Birgi Putri) yang ditugaskan menjadi asisten Dika hingga mengharuskan Dika pulang larut malam. Di malam yang sama Ranti menemukan seekor kucing hitam di dalam rumahnya.

Esoknya, Dika pamit dinas keluar kota selama 3 bulan dan meminta Ranti untuk mencari bedinde yang bisa membantu Ranti di rumah.

Kebetulan ada seorang ibu paruh baya bernama mbok Darmi (Oce Permatasari) menawarkan jasa ART kepada mereka dan akhirnya diterima.

Sekembalinya dari dinas ,Ranti memberikan kejutan bahwa Ranti hamil.

Dika bingung karena selama ini ia merasa tak pernah berhubungan dengan Ranti.

Persoalan menjadi berlarut-larut. Hingga Dika didatangi pria misterius bernama Galang (Yama Carlos) yang membuka tabir misteri ihwal apa yang terjadi pada keluarga Dika dan rumah yang ditempatinya.

Disutradarai Joko Nugroho, film produksi White Collar Pictures dan Happening Films berjudul ‘Janin Iblis Neraka’ ini ceritanya dibuat dari kompilasi pengalaman followers mengenai pengalaman mereka seputar kehidupan keluarga dan kisah misteri mereka.

Guna mendukung promosi film ini, kedua label film menggelar special price ‘Goceng All The Way’ di empat hari pertama penayangan di jaringan bioskop XXI dengan penonton hanya membayar sebesar Rp 5000 (goceng) pada tanggal 12 – 15 Oktober 2023 secara terbatas.

“Promosi ini bertujuan menggairahkan minat masyarakat menonton film nasional dengan tiket harga murah,” ucap Joko Nugroho. (pik)

Syakir Daulay: Umur 21 Tahun Jadi Produser dan Sutradara

JAYAKARTA NEWS— Setelah rilis film perdananya yang bertajuk ‘Aku Bukan Jodohnya, kini rumah produksinya Syakir Films memproduksi film keduanya berjudul ‘Imam Tanpa Makmum’ (ITM).

Syakir Films milik aktor, penyanyi dan hafiz (penghafal) Al Quran Syakir Daulay ini diproduseri dan disutradarainya sendiri. Juga, Syakir Daulay sebagai pemeran utama pria.
Berbujet 7 miliar rupiah, ITM akan beredar 19 Oktober 2023.

“Modalnya pede (percaya diri) aja. Saya banyak belajar dari senior-senior di film,” aku Syakir Daulay (21 tahun) kelahiran Bireuen, Aceh ini.

Ia mengaku sangat senang dengan karyanya saat ini yang dipersiapkan hampir setahun.

“Sebagai pemuda harus punya integritas yang kuat dalam profesi yang ditekuninya yaitu film.
Selain sarana menghibur, ITM saya buat sebagai metode pembelajaran yang dibumbui budaya Indonesia. Film ini juga mempunyai nilai moral yang baik ke semua masyarakat Indonesia, khususnya para pemuda. ITM ada komedinya, romantisme dan pesan-pesan agamanya,” ucap Syakir.

Pesan moral dari film ITM ini, dia ingin anak-anak muda Indonesia enggak terpaku untuk cepat menikah tanpa ada kesiapan diri dari hati.

“Sebelum menjadi Imam bagi orang lain, kita harus bisa menjadi Imam untuk diri sendiri dulu,” pesan Syakir.

Mengangkat sisi anak muda saat ini yang kerap membicarakan ihwal menikah muda, namun Imam (Syakir Daulay) mempunyai pemikiran dan sudut pandang sendiri dalam melanjutkan hidupnya.

Syakir Daulay di film ini menggabungkan tiga elemen : Hollywood, Bollywood dan budaya Indonesia. Bahkan, Syakir ikut bernyanyi dan menari dalam satu adegan.

Selain Syakir Daulay, ITM juga dibintangi Cut Mini, Lukman Sardi, Vonny Felicia, Arif Brata, Rayisa, Mamat Alkatiri dan masih banyak lagi.

“Syakir punya bakat dan keberanian. Dia berani di usianya yang masih muda. Ini juga dapat menjadi contoh kepada pemuda lain dalam hal keberanian,” urai Lukman Sardi.

Segendang sepenarian dengan komentar Cut Mini. “Ini pembelajaran bagus buat dia. Kalau filmnya sukses jangan cepat puas dan arogan. Sebaliknya, kalau filmnya flop dan penonton minim, pesan saya, jangan rendah diri dan terus belajar. Kesuksesan sebuah film jangan diukur dari banyaknya penonton. Kalau pun penonton sedikit, tapi berkualitas, saya salut. Teruslah belajar Syakir,” pungkas Cut Mini.

O ya, ITM juga akan tayang di Beirut, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. (pik)

HOLEO, Mini Golf Bertema 4 Musim

JAKARTA, JAYAKARTA NEWS – HOLEO Golf & Museum muncul sebagai angin segar bagi industri hiburan dan pariwisata. HOLEO Golf & Museum menghadirkan sejumlah inovasi yang menarik, yaitu mini golf bertema 4 musim dan museum dessert yang menggemaskan.

Selain seru untuk bermain, HOLEO juga seru untuk menggelar berbagai acara, seperti networking night dan acara korporat. Ini dia 5 alasan mengapa HOLEO Golf & Museum adalah destinasi seru untuk bermain dan menggelar berbagai acara!

Pertama, arena mini golf pertama di Indonesia yang memiliki 18 hole.

HOLEO Golf & Museum yang berlokasi di Jl. Cilamaya No.3, Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat ini hadir sebagai wahana permainan mini golf pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memiliki 18 hole dengan tema 4 musim yang memanjakan mata. Keempat musim tersebut, yaitu spring, summer, fall, dan winter. Keempat musim tersebut memiliki ciri khasnya masing-masing, seperti bunga, dedaunan, igloo, dan ombak.

Kedua, pernah menghadirkan konsep “Golf by the Sea” dan “Glow in the Dark Golf”

Selain HOLEO Golf & Museum yang terletak di Cideng, HOLEO juga pernah membuka Pop-Up Mini Golf di COVE Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara dengan konsep “Golf by the Sea”, yakni mini golf 9 hole yang mengasyikkan dengan pemandangan tepi laut yang indah dan bermain mini golf dengan konsep “Glow in the Dark” di malam hari.

Ketiga, bisa untuk menggelar berbagai acara

HOLEO Golf & Museum ternyata tidak hanya seru untuk bermain saja. Di sini, kamu juga bisa menggelar sejumlah acara mulai dari tingkat lokal sampai internasional. Salah satu acara yang pernah digelar di HOLEO adalah sebuah seminar yang bertajuk “Entrepreneurship, Family Business, and Venture Capital” pada 8 September 2023 dengan narasumber Prof. David Choi, Conrad N. Hilton Chair of Entrepreneurship at Loyola Marymount University & Andrew Fielding, seorang investor dan entrepreneur yang berbasis di Los Angeles.

Di acara tersebut, Prof. David Choi dan Andrew Fielding membahas seputar perkembangan Artificial Intelligence di Asia Tenggara, seluk-beluk edukasi kewirausahaan di Loyola Marymount University, dan perkembangan kewirausahaan di Asia Tenggara dan Amerika Utara. HOLEO adalah tempat mini golf yang juga bisa digunakan untuk berbagai acara, seperti acara korporat dan networking night.

Keempat, ingin menyajikan alternatif hiburan baru yang disruptif dan inovatif

Selain menyajikan arena mini golf dan museum dessert, HOLEO juga turut memberdayakan lahan tak produktif untuk memberikan alternatif hiburan baru bagi masyarakat. “Di HOLEO, kami memanfaatkan lahan yang tak terpakai menjadi sarana hiburan yang disruptif dan inovatif. Berpusat dan beroperasi di Jakarta, Indonesia, industri hiburan saat ini sangat siap untuk inovasi.” ujar Andre Husada, Co-Founder & CEO HOLEO.

Kelima, harga tiket masuk HOLEO Golf & Museum dan HOLEO Pop-Up Mini Golf Untuk kamu yang tertarik mengunjungi HOLEO, berikut ini rincian harga tiket masuk HOLEO Golf & Museum:

Weekdays:

Golf (include 1 putter & 1 ball, durasi maks 3 jam): 80k
Museum (Include 1 totebag/canvas & painting kit, durasi maks 3 jam) 80k
All access: golf & museum masing-masing arena berdurasi 3 jam 129k
Unlimited all access: golf & museum tanpa batas waktu 179k

Weekends:

Golf (include 1 putter & 1 ball, durasi maks 3 jam): 90k
Museum (Include 1 totebag/canvas & painting kit, durasi maks 3 jam): 90k
All access: golf & museum masing-masing arena berdurasi 3 jam 149k
Unlimited all access: golf & museum tanpa batas waktu 199k

Kehadiran HOLEO Golf & Museum diharapkan menjadi referensi utama sarana rekreasi yang menyenangkan bagi seluruh warga Jakarta dan dapat menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan selama bermain dan menggelar acara di HOLEO.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi media contact kami: WhatsApp: 081299955088, Email: hello@holeomuseum.com. (pr)