Jackie Chan Seleb Terkaya di Asia  

Jackie Chan (AFP)

BINTANG  film laga (aksi) Jackie Chan, dinobatkan menjadi selebriti dengan bayaran tertinggi di dunia setelah dia mengumpulkan US $ 49 juta  selama 12 bulan terakhir ini.

Forbes mencantumkannya sebagai selebriti Asia dengan peringkat teratas dalam daftar global mereka, yang masuk ke posisi ke-39.

Tahun lalu, Chan dinobatkan sebagai aktor dengan bayaran tertinggi kedua di dunia, dalam daftar global Forbes. Bintang film berusia 62 tahun itu telah meraup penghasilan  total US $ 61 juta.

Jackie sejauh ini  belum pernah masuk  box office  di Amerika Serikat,  tetapi ia tetap aktif di pasar hiburan China dengan beberapa film,  termasuk ‘Dragon Blade’.

Jackie Chan juga menangani barang dagangannya sendiri dan memiliki jaringan  bioskop di Beijing yang tumbuh, demikian laporan NextShark.

Pendiri Festival Film Asia, New York Grady Hendrix pernah menyebut Jackie Chan sebagai “Mickey Mouse of Chinese culture” karena kesuksesan dan ketenaran yang dia dapatkan selama ini.

Bintang Asia lainnya yang berhasil masjuk ke  daftar Forbes tahun ini adalah  aktor Bollywood, Shah Rukh Khan (Salin Khan), Salman Khan (37 juta dolar AS) dan Akshay Kumar (35,5 juta dolar AS) yang masing-masing masuk nomor 65, 71 dan 80.

Rapper yang menjadi  produser dan pengusaha, Diddy menduduki puncak daftar, dengan karir terbaik US $ 130 juta. Sebagian besar kekayaannya berasal dari kemitraannya dengan Diaseo’s Ciroc vodka dan juga penjualan saham mayoritas pada lini pakaian Sean John-nya.

Di belakang Diddy ada  bintang pop AS, Beyonce, penulis J.K. Rowling, rapper Drake dan pesepak bola Cristiano Ronaldo. Menghiasi sampul edisi Selebriti 100 tahun ini adalah penyanyi The Weeknd, yang masuk di posisi keenam dalam daftar Forbes.

Kety Parry Ajak Taylor Swift Akhiri “Perang Dingin”

 

SETELAH tiga tahun terlibat perang dingin dengan Taylor Swift, kini  Katy Perry siap mengakhirinya, seraya menyebut  Taylor  sebagai sosok “penulis lagu fantastis”. Menurut Katy, mereka berdua bia  menjadi contoh bagaimana sosok perempuan yang kuat di industri musik.

Sayangnya, niat baik yang diutarakan Katy, belum direspon oleh Taylor Swift, guna mengakhiri episode panjang pertengkaran antara kedua penyanyi pop perempuan terbesar itu.

“Saya siap mengakhirinya,” kata Katy di podcast global, Sabtu (10/6/2017) waktu setempat, saat mempromosikan album baru “Witness”.

“Saya memaafkannya (Taylor Swift) dan minta maaf atas semua yang saya lakukan, dan say apun berharap dia  melakukan hal yang sama. Saya menyukainya dan ingin yang terbaik untuknya. Dan saya pikir, dia seorang penulis lagu yang fantastis,” kata  Katy.

Kedua penyanyi pop papan atas di dunia itu, terlibat perang dingin sejak tiga tahun lalu. Pemicunya adalah, pertengkaran soal penari latar. Pertengkaran itu kemudian menghiasi terus berlanjut baik  menyangkut kehidupan pribadi dan profesional kedua penyanyi tersebut. Lagu-lagu mereka pun akhirnya tidak lepas dari konflik keduanya.

Swift misalnya, sempat menghentikan penggunaan sebuah layanan  streaming podcast, termasuk untuk merilis  lagu-lagunya. Pada akhirnya, dia bersedia menggunakan layanan tersebut. Nah, langkah itu dilakukan pada hari yang sama ketika Katy Perry merilis album baru “Witness”, yang mengesankan upayanya untuk merebut perhatian dari karya Katy.

Single  Swift bertajuk  “Bad Blood”  diyakini ditujukan untuk Perry. Sedangkan katy Perry mendeksripsikan single terbarunya  “Swish Swish”, yang dia rilis  Mei  lalu sebagai  “lagu kebangsaan yang bisa dipakai kapan saja saat kau ditindas orang lain.”

Katy  mengatakan dia berharap mereka berdua “bisa jadi perwakilan perempuan kuat yang bisa bersatu meski punya perbedaan.”

“Saya hanya ingin bersatu di tempat penuh cinta dan maaf serta pengertian dan belas kasih,” ujar Katy Perry. Sejauh ini Taylor Swift yang sejak rilis albumnya yang terakhir pada 2014, tak banyak muncul di depan publik. Taylor  juga tidak mengunggah postingan baru di sosial media.

Konser Amal Ariana Grande Sukses Raup Rp 34,2 M

Mac Miller dan Ariana Grande di panggung dalam konser amal “One Love Manchester” yang dilangsungkan di Stadion Old Trafford pada 4 Juni 2017 di Manchester, Inggris. (Photo: Kevin Mazur/One Love Manchester/Getty Images for One Love Manchester)

KAMI tidak takut dengan teroris. Itulah pesan yang dilayangkan Ariana Grande, ketika menggelar konser amal “One Love” yang dimaksudkan untuk menggalang dana bagi para korban ledakan di konsernya di Manchester beberapa waktu yang lalu.

Konser itu disambut baik kalangan selebriti dan masyarakat Inggris, yang ditandai dengan terkumpulnya dana lebih dari 2 juta pound sterling stau sekitar Rp34,2 miliar. Hasil pengumpulan dana itu akan disumbangkan bagi para korban aksi terorisme di kota Manchester tersebut. Semua artis yang tampil pada konser amal yang digelar pada hari Minggu di stadion Old Trafford itu, tidak sesen pun meminta bayaran. Untuk aksi itu, Live Nation menanggung semua biaya konser.

“Manchester kami mencintaimu,” teriak Ariana. Will.i.am (Black Eyed Peas) pun berujar, “Manchester, London, kita di sini bersama-sama dan bersatu.”

 

Saat tampil, Ariana Grande mengenalkan Imogen Heap, yang duduk memainkan piano menyanyikan lagu “Whatcha Say”. Lalu, sebuah video dari David Beckham ditayangkan.

“Sebagai seorang ayah, apa yang telah terjadi membuat saya benar-benar sedih dan ini adalah hari yang tak akan kita lupakan. Saya bangga pada setiap orang di sana hari ini, para penonton dan semua artis,” kata mantan punggawa Manchester United itu.

Tak lama kemudian, Ariana pun bergabung bernyanyi bersama paduan suara dari SMA Parrs Wood, yang menyanyikan lagu “My Everything” miliknya dengan versi yang berbeda sebelum dia menyambut kekasihnya, Mac Miller. “Malam ini semua tentang cinta kan?” kata Ariana.

Manrik. Dua sejoli yang sedang kasmaran itu lantas berjoget dalam kolaborasi senandung mereka “The Way” lalu disusul dengan lagu milik Miller “Dang!”.

Fitspiration Bersama Celebrity Fitness

CELEBRITY Fitness, pada Sabtu (20/5) lalu merayakan acara fitnes yang megah di tahun 2017 bertema Fitspiration, di Soehanna Hall The Energy Building di Pusat Bisnis Jakarta SCBD. Acara ini menghadirkan maraton fitnes yang terdiri dari 5 program olahraga di dalam nuansa seru penuh dengan musik ala Celebrity Fitness.

Fitspiration sendiri adalah sebuah gerakan revolusioner yang menginspirasi gaya hidup fitnes dengan menikmati kepuasan dari olahraga dance dan intensitas dari latihan kardiovaskular dengan  musik yang cepat.WIB dengan performa tarian Dance ‘N’ Attitude (DNA) oleh Superstar Dancer Erick Liman dan Frans Ferdinand. Dipadu oleh gerakan dance moderen dan getaran musik yang seru, para Superstar tersebut menggoyangkan tubuh mereka dan memberikan nuansa energi yang luar biasa.

Selanjutnya, mereka memperagakan tarian favorit para member, Zumba Dance, selama 90 menit. Tarian berintensitas tinggi ini menggambarkan perpaduan berbagai tema tarian populer seperti Hip Hop, Merengue, Samba, Salsa dan mambo.

Di samping itu diluncurkan tiga  program Les Mills. Yang pertama adalah Body Balance, sebuah olahraga mental dengan teknik pernapasan menggunakan gerakan Tai-Chi dan Yoga seperti Sun Salutation, peregangan, pelengkungan inti tubuh.

Program Les Mills yang kedua adalah Body Jam, sebuah olahraga pembakar kalori berbasis dance dengan ekspresi gerakan gaya yang ditemani oleh berbagai musik bertema dance elektronik, seperti House, Hip-Hop dan juga Drum ‘N’ Bass.

Performa Les Mills yang ketiga, Body Combat. Sebagai olahraga terfavorit para member, Body Combat memberikan olahraga tanpa kontak yang terinspirasi dari berbagai gerakan bela diri seperti Karate, Kung Fu Kicks, Capoeira, Boxing, Taekwondo, Tai Chi dan Muay Thai. ***

CEO Snapchat Nikahi Miranda Kerr

SUPER Model Miranda Kerr resmi menikah dengan  tunangannya CEO Snapchat, Evan Spiegel, pada Sabtu (27/5/2017) di depan keluarga dan teman dekat mereka.

Pernikahan super model asal  Australia dan milyuner yang berumur  26 tahun itu, dilangsungkan  pada Sabtu petang   lalu di halaman belakang rumah mereka di Brentwood, California. Kira-kira ada 50 undangan yang datang pada pesta terbatas itu.

Evan Spiegel   kali pertama mengajak kencan Miranda  pada 2015, yang kemudian melamarnya pada Juli 2016. Bagi Miranda, ini adalah pernikahan keduanya, setelah sebelumnya gagal merajut bahtera rumah tangga dengan  Orlando Bloom. Dalam pernikahannya dengan Bloom, Miranda  dikaruniai seorang putra yang bernama Flynn. Pasangan itu bercerai pada 2013 setelah tiga tahun menikah.

Bagi Miranda, Evan adalah pria  spesial, yang memberinya  bersemangat dalam hidup dan  pernikahan. Tidak salah, kalau Miranda menginginkan pernikahan dilangsungkan dalam suasana intim di  lingkungan Brentwood mewah di Los Angeles, dan hanya dihadiri oleh  keluarga dan teman-teman terdekat saja. Namun sejauh ini, foto dari hari yang sangat berarti bagi keduanya itu,  belum dirilis.

Dalam resepsi itu, anak Miranda dari pernikahannya dengan Bloom,  Flynn, tampak hadir. Anak laki-laki yang kini berusia 6 tahun itu,  terlihat berkeliaran di sekitar properti pernikahan itu bersama dengan  sekelompok gadis cantik,  bersenang-senang. Flynn tampak   sangat gembira, kata seorang sumber.  Sumber itu menambahkan,  Flynn tampak aktif ke sana ke mari  menyusuri are pesta, dan tampak menikmati sekali.

Sutradara Ruben Oustland Rebut Palme d’Or di Cannes

Ruben Oustland dengan penghargaan Palme d’Or untuk film garapannya The Square. [Photo: Stephane Cardinale – Corbis/Corbis via Getty Images]
SUTRADARA  Swedia, Ruben Östlund, meraih penghargaan utama  Cannes,  untuk seni film yang menampilkan satire  yang dimainkan oleh Elisabeth Moss dan Dominic West

Satire dunia seni “The Square” telah mengantar  Ruben Östlund  untuk raihan tertinggi,  Palme d’Or di festival film Cannes tahun 2017. Film yang disutradari  Östlund itu bertutur tentang  direktur museum (yang diperankan oleh Claes Bang) yang sangat ingin membuat galeri  sukses. Dia kemudian membuat sebuah instalasi baru yang disebutnya “The Square” untuk mempromosikan museumnya itu.

The Square diterima dengan baik setelah debutnya pada  19 Mei 2017, dan mendapatkan serangkaian ulasan yang memujinya.  Peter Bradshaw dari Guardian misalnya, memberi empat bintang untuk karya tersebut. Dia mengatakan,  The Square menciptakan “tontonan aneh dan keterlaluan, dengan momen-momen keajaiban murni”.

Sutradara Swedia Östlund terkenal dengan film sebelumnya, Force Majeure, yang juga berbicara tentang sifat negatif dari rasa bersalah kelas menengah. Film ini juga dibintangi Mad Men’s Elisabeth Moss dan The Wire’s Dominic West. Tampil pula dengan ciamik,  Terry Notary, yang memainkan pertunjukan yang meniru kera.

Aktor dan Aktris Terbaik

Peran  pembunuh bayaran dalam sebuah film yang mengangkat masalah  psikologis, bertajuk  “You Were Never Really Here”, mengantar aktor asal  Amerika Serikat, Joaquin Phoenix meraih  penghargaan sebagai aktor pria terbaik dalam  festival film Cannes.

Gelar itu diumumkan Senin (29/5/2017) dinihari waktu Indonesia. Dalam pidato singkatnya, Joaquin yang vegetarian itu  meminta  maaf karena dirinya pada kesempatan menghadiri upacara yang mewah itu,  harus mengenakan sepatu olahraga  karena posisi sikap “moralnya”.  “Saya tidak pakai sepatu kulit,” katanya.

Aktor Joaquin Phoenix dengan penghargaan sebagai aktor terpuji, yang bermain pada film You Were Never Really Here. [Photo: Jean-Paul Pelissier/Reuters]
Bintang Hollywood kelahiran Jerman, Diane Kruger, mendapat penghargaan piala untuk  aktris terbaik melalui  perannya dalam film “In The Fade”. Film tersebut mengangkat sisi kelabu bagaimana keadaan seorang ibu yang kehilangan keluarganya dalam serangan neo-Nazi.

Kruger mengaku  sangat terharu, tatkala  menerima penghargaan tersebut. Dia menyatakan  terima kasihnya pula  kepada sutradara keturunan Jerman-Turki, Fatih Akin, yang dia gambarkan  sebagai “kakak.”

Pada festifal kali ini,  sutradara terbaik diraih oleh  Sofia Coppola melalui  karyanya pada film “The Beguiled.” Dalam sambutannya, Sofia menyampaikan bahwa penghargaan ini dia dedikasikan  kepada ayahnya,  Francis Ford Coppola , yang sukses menyutradari  film “Apocalypse Now”. Menurutnya,  ayahnya telah  mengajarkannya menulis dan menjadi sutradara.

Sumber: AFP

Trauma, Fans Minta Justin Bieber Batalkan Konser di Eropa

PARA penggemar Justin Bieber berharap agar bintang pujaan mereka itu, membatalkan tur di Eropa, menyusul aksi bom bunuh diri pada konser Ariana Grande di Manchester Arena, Inggris.

Pada Juli mendatang, penyanyi imut asal Kanada tersebut, dijadwalkan tampil di Hyde Park, London. Namun melalui akun media sosial manajer Justin, para penggemar mengatakan agar membatalkan tur tersebut. “Tolong batalkan konser Justin di Inggris! Kami ingin dia aman,” tulis seseorang di akun Instagram manajer Bieber, Scooter Braun.

Braun sendiri ternyata juga manajer Ariana Grande, mantan bintang Nickelodeon yang memiliki basis penggemar kaum Hawa yang besar, mayoritas remaja. Konser Ariana Grande di Manchester, Senin malam waktu setempat, diwarnai bom bunuh diri yang menewaskan 22 orang dan melukai puluhan orang.

Daily Mail melaporkan Grande pulang ke Florida, Selasa waktu setempat, untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya. Perwakilan perusahaan rekaman Grande tidak merespons pertanyaan apakah tur dunianya akan berlanjut.

Leanne Murray (20) yang tinggal di Irlandia sudah punya tiket untuk menonton pertunjukan Bieber di Dublin bulan depan. Namun setelah ada bom yang terjadi, Senin lalu, dia berpikir untuk menjual tiketnya. “Saya hanya tidak mau malam yang saya harap menyenangkan akan berakhir seperti kemarin,” kata Murray kepada Reuters.

“Ngeri sekali membayangkan itu terjadi pada siapa saja dan kau tak akan tahu apa yang akan terjadi,” imbuh dia.

Perwakilan Bieber belum merespons pertanyaan Reuters atas rencana pertunjukan selanjutnya.

Konser jadi salah satu sumber pemasukan utama musisi beberapa tahun terakhir. Sepuluh tur dunia menghasilkan 1,67 miliar dolar AS tahun lalu, kata publikasi industri musik Pollstar.

Permintaan fans agar Justin Bieber batalkan konser di Eropa.

Bintang seperti Taylor Swift, Justin Bieber dan Ariana Grande termasuk dalam jajaran musisi dengan pemasukan terbanyak dari konser. Grande meraup pendapatan kotor lebih dari 25 juta dolar AS dari tur yang berlangsung April 2016 – April 2017, kata Pollstar, sedangkan Bieber mendapat 163 juta dolar AS tahun lalu.

Ariana Grande Merasa Hancur

ARIANA Grande pantas sedih. Betapa tidak, puluhan penggemarnya yang menonton performance-nya akhirnya harus bersimbah darah saat di penghujung konsernya di Manchester Arena bom bunuh diri meledak. Booooom…. Sebanyak 22 orang meregang nyawa, dan setidaknya 50 orang menderita luka-luka.

Situasi ini benar-benar membuat hatinya hancur.  “Hancur dari lubuk hatiku. Saya sangat sedih. Saya tidak dapat berkata-kata,” kata Ariana mengungkapkan perasaannya melalui media sosial twitter pada akun  Twitter pribadinya. Ini adalah  tanggapan pertamanya, yang disampaikan lima jam pasca-ledakan di Manchester Arena, pada Senin malam (Selasa pagi WIB).

Sebelumnya pihak  manajemen Ariana Grande menjelaskan,  mega bintang  berusia 23 tahun itu dalam keadaan “baik” secara jasmani terkait ledakan di akhir konsernya itu.

Polisi Inggris menyebut kasus peledakan di area konser tersebut adalah  serangan teroris. Dua pejabat Amerika yang dikutip Reuters menyatakan,  ada tanda-tanda awal pelaku pemboman itu melakukan aksinya dengan  bom bunuh diri.

Ariana Grande tampil di Manchester dalam rangka tur konser Eropa guna mempromosikan album terbarunya, “Dangerous Women.” Dia dijadwalkan tampil di arena O2 London pada Kamis (25/5/2017), dan berlanjut ke Belgia, Polandia lalu Jerman beberapa pekan mendatang.

Belum jelas apakah konser-konser tersebut akan mengalami perubahan jadwal menyusul serangan itu. Namun, Grande kemungkinan besar membatalkan konser lanjutan. Ariana  sebelum merilis album debut solonya, dikenal mempunyai jangkauan vokal sangat luas untuk ukuran bintang pop. Bintang yang digandrungi anak muda ini melejit berkat lagu seperti “Problem” dan “Break Free” dari albumnya, “My Everything”.

RI Kutuk Aksi Serangan Bom di Manchester Arena

PEMERINTAH dan rakyat Indonesia mengutuk keras serangan bom yang terjadi saat konser penyanyi Ariana Grande di Manchester Arena, Inggris, Senin malam waktu setempat (Selasa pagi WIB) yang menewaskan 22 orang.

“Tentu saja Indonesia mengutuk serangan yang baru saja terjadi, dan pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan duka cita yang sangat dalam bagi korban dan keluarga korban dari serangan teror yang baru saja terjadi di Manchester,” kata Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi di Jakarta, Selasa.

Polisi Inggris mengatakan 22 orang, termasuk beberapa anak-anak, tewas dan 59 orang lainnya terluka dalam serangan bunuh diri tunggal setelah pergelaran musik Ariana Grande di Manchester, Inggris, Senin. Polisi mengkonfirmasikan,  pelaku ledakan bunuh diri tersebut tewas di tempat kejadian.

Terkait informasi mengenai Warga Negara Indonesia (WNI) yang mungkin terdampak kejadian itu, Retno menyampaikan informasi terkini (update) dari wakil ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Manchester, terdapat tiga WNI yang ikut menyaksikan konser tersebut, yakni dua mahasiswa strata satu (S1) dan satu mahasiswa strata dua (S2). “Ketiganya sudah kembali dengan selamat, jadi itu update terakhir yang kami peroleh dari duta besar kita di London,” katanya.

Retno mengemukakan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London telah menugasi seorang diplomat fungsi kekonsuleran ke Manchester guna mendapatkan informasi langsung terkait korban.

“Seperti yang saya sampaikan tadi pagi bahwa kita juga mulai melakukan kontak dengan rumah sakit-rumah sakit sekitar Manchester,” demikian Retno LP Marsudi.

Otoritas Inggris menetapkan status keamanan siaga dua yang berarti serangan susulan oleh teroris dianggap sangat mungkin terjadi setelah ledakan bom bunuh diri di akhir konser penyanyi asal Amerika Serikat (AS) Ariana Grande, di Manchester, Senin

Performance Neonomora “Sihir” Publik dan Label Amerika

NEONOMORA sukses memakau publik Amerika Serikat, saat mereka tampil dalam “MUSEXPO”, sebuah konferensi musik, media dan teknologi tingkat dunia yang diselenggarakan di Los Angeles, California.

“Kalau dari tanggapannya mereka pada senang, terus juga sampai ingin aku manggung lagi di (AS) untuk next showcase, kemungkinan bulan (Mei) juga. Jadi senang banget sih, maksudnya untuk pertama kalinya hadir di Amerika terus langsung disambut sebaik mungkin sama orang-orang sini,” papar Neonomora seperti dilaporkan VOA.

MUSEXPO pertama kali diselenggarakan pada tahun 2005. Pada gawe ini ini, para musisi dari berbagai negara diundang, demikian pula para pelaku industri musik, dan termasuk produser. Para para petinggi perusahaan rekaman, hadir di forum ini untuk mencari artis-artis baru.

Noenomora mengaku, sejatinya dirinya tidak terlalu berharap banyak yang datang jumlahnya melimpah, baik yang berasal dari publik maupun industri rekaman. Beberapa perusahaan rekaman yang hadir di MUSEXPO, bahkan menjadi label para musisi-musisi papan atas, misalnya the Weeknd dan Florence and the Machine. Rupanya, mereka begitu takjub bahwa Neonomora, yang bernama asli Ratih Suryahutamy, ini berasal dari Indonesia.

“Mereka pun sempat kaget ‘oh ternyata ada musik Indonesia kayak gini’ karena mereka mengira Indonesia itu kebanyakan lebih ke ballad, pop, sedangkan aku bawain yang rock, electronic, folk rock gitu. Jadi mereka senang banget, kaget banget ada dari South East Asia country yang bawa lagu kayak gitu,” ujarnya.

Untuk penampilan musik kali ini, dilakukan di SIR Studios, Hollywood, tempat Neonomora menyanyikan lima lagu dari album perdananya yang bertajuk “Seeds,” dan dua lagu baru. “Jadi lebih kayak intimate showcase gitu,” kata Noenomora yang apik menyanyikan “Be Still, My Soul” ini.

 

Neonomora mengaku, pada 2016 sebenarnya dia dijadwalkan ikut tampil di “MUSEXPO.” Sayangnya, undangan tidak bisa dipenuhi karena ada hambatan dalam pengurusan pita. Menurutnya, visa ke AS memang sulit untuk kalangan artis. “Akhirnya baru tahun ini dapat visanya, baru bisa manggung tahun ini,” katanya.

Selain manggung, Neonomora di Amerika Serikat juga sempat bertemu dengan beberapa perusahaan rekaman. Ada tiga perusahaan rekaman yang bertemu dengannya. Tapi, sejauh ini pertemuan tersebut baru pada tahap pitching. “Pitching ibaratnya untuk kontraknya dan segala macam gitu. Kemungkinan sih bulan depan udah ada goal,” kata Neonomora.

Setelah manggung di Amerika Serikat, Neonomora bergegas terbang ke Inggris untuk performancenya di kota London dan di Alternative Escape Festival di kota Brighton.