Album OST Ayat Ayat Cinta 2 Gandeng Penyanyi Muda

Para pendukung album “The Greatest Love Story”.

MD Music, Jagonya Musik & Sport Indonesia dan KFC dengan bangga mempersembahkan album Original Soundtrack Ayat-Ayat Cinta 2.

Dalam balutan tema “The Greatest Love Story” dalam album ini terdapat tiga Diva ternama menyanyikan lagu tema cinta. Adalah Krisdayanti (Ayat-Ayat Cinta 2), Rossa (Bulan Dikekang Malam), dan Raisa (Teduhnya Wanita).

Selain itu, balutan tema-tema lagu cinta semakin terasa dengan keterlibatan para musisi muda dalam album ini di antaranya Calvin Jeremy, Sarah Saputri, Yeshua, Ryan Ho, Dengarkan Dia, Cassandra, dan Payung Teduh.

“Kami sangat senang dengan album ini. Karena ini film yang besar. Menurut saya kita mempunyai penyanyi paling hebat dalam album ini,” ujar Steve Lillywhite, CEO Jagonya Musik & Sport Indonesia saat temu pers di KFC Kemang, Jakarta Selatan, Senin (4/12).

Dari barisan composer, sang maestro OST Melly Goeslaw pun turut terlibat dalam pembuatan lagu OST AAC2 yang dinyanyikan Rossa dan Krisdayanti.

Sebenarnya penyanyi cantik Isyana Sarasvati juga mengisi soundtrack AAC 2. Sayang penyanyi asal Bandung itu tidak masuk dalam album ini karen bentrok dengan promosi album Solonya.

Bisa dibilang AAC 2 tengah melakukan proyek besar menjelang penutupan tahun 2017. Selain melakukan peluncuran album hari ini, sebelum rilis 21 Desember, sehari sebelumnya akan dihelat konser AAC 2 di JCC Senayan. ***

Film “Aisyah” Masuk Nominasi Golden Silk Award di Tiongkok

FILM Aisyah yang dibintangi Laudya Cinthya Bella, berhasil menjadi salah satu nominasi penghargaan Golden Silk Award, pada The 4th Silk Road International Film Festival yang diselenggarakan di Fuzhou, Provinsi Fujian, Tiongkok, 28 November – 3 Desember 2017.

Silk Road International Film Festival yakni festival yang diorganisisr oleh State Administration for Press and Publication of China, pemerintah kota Fuzhou, serta pemerintah kota Xi’an. Festival tahunan yang biasanya dilangsungkan di dua kota, yakni Fuzhouu dan Xi’an, untuk pertama kalinya diselenggarakan bersama di satu tempat.

Partisipasi Indonesia dalam Film ini, yakni didukung Badan Ekonomi Kreatif (Bekrat), juga menyertakan film My Stupid Boss, Salawaku, dan Cek Toko Sebelah. Pemenang penghargaan Golden Silk Award akan diumumkan pada  penutupan, 3 Desember 2017 lalu.

Penayangan film selama festival berlangsunng dilakukan d0 bioakop kota Fuzhou. Red and White Beijing Cultural Development yang membantu mengordinir delegasi Indonesi dalam kegiatan pertemuan dengan media da membuka paviliun bersama-sama dengan negara-negara lain, seperti Malaysia, Kazakhstan, Jepang dan Perancis.Paviliun mempromosikan berbagai tempat di Indonesia, sebagai lokasi pembuatan film kepada rumah produksi dan calon investor dari Tiongkok. ***

Nobar “Vainglory World Championship”, SEMC Kerjasama dengan Coca-Cola

SUPER Evil Megacorp (SEMC), pembuat permainan daring (online games) Vainglory, hari Minggu ini (3/12/2017) telah mengumumkan secara resmi kerjasama mereka dengan perusahaan Coca-Cola untuk menyelenggarakan Nobar (nonton bareng) bersamaan final turnamen dunia Vainglory (Vainglory World Championship) pada 17 Desember nanti di Singapura.

Sebanyak delapan bioskop di Jepang dan Amerika Serikat dijadwalkan menjadi tuan rumah nobar tersebut. Di Indonesia, penyelenggaraan nobar direncanakan berlangsung di Jakarta dan Surabaya.

Ini menjadi pengalaman keterlibatan nobar Asia dan Amerika pertama bagi Coca-Cola. SEMC akan bekerjasama dengan komunitas Vainglory untuk mengadakan nobar di non-bioskop area lainnya seperti di Belarusia, Brasil, Chile, Korea Selatan, Rusia, Thailand, Vietnam dan Indonesia.

Di nobar tersebut, para penggemar dan pemain Vainglory dapat menyaksikan demonstrasi global resmi dari Vainglory 5V5 yang sangat dinantikan, dan sekaligus upacara penobatan juara dunia Vainglory secara langsung di layar lebar.

“Vainglory adalah game yang bersifat sosial yang dimainkan bersama teman-teman kapan saja, di mana saja melalui perangkat mobile mereka. Nobar Coca-Cola adalah bentuk perayaan bersama komunitas Vainglory untuk menyaksikan event dunia,” ungkap Evan Denbaum, General Manager dari Esports dan Editorial dalam keterangan tertulisnya.

“Bagi para fans yang tidak dapat mengunjungi Singapura untuk melihat event ini secara langsung, Nobar ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk dapat pula melihat demonstrasi pertama Vainglory 5v5, yang juga adalah momen terbesar dalam sejarah Vainglory sejak awal rilisnya,” tambahnya.

Lokasi dari bioskop dimana Nobar akan diadakan bisa dilihat di fanpage resmi Vainglory Game Indonesia (https://www.facebook.com/VaingloryID/). Para penggemar Vainglory yang hadir akan mendapatkan limited edition eksklusif Vainglory Worlds yang hanya bisa didapatkan saat itu saja. Informasi registrasi bisa di cek nanti di fanpage resmi Vainglory. Bioskop yang akan berpartisipasi secara langsung adalah Aeon Entertainment (Jepang) dan Cinemark (Amerika Serikat).

“Kami sangat senang dapat menjadi partner dari Super Evil Megacorp, dan senang sekali dapat bergabung dengan komunitas Vainglory untk merayakan World Championship ini,” kata Alban Dechelotte, mewakili pihak perusahaan Coca-Cola.

“Kami sangat antusias dan senang, karena dapat membawa fans untuk menonton bersama, menyemangati, dan menunjukkan passion mereka terhadap Esports Vainglory bersama fans lainnya, dan tentu saja sambil menikmati Coca-cola dingin yang menyegarkan,” lanjutnya.

Turnamen dunia Vainglory, Vainglory World Championship, dijadwalkan berlangsung di Theater Kallang di Singapura pada 14 -17 Desember mendatang, diikuti oleh 12 tim Vainglory terbaik sedunia. Di hari final, mode 5v5 yang sangat ditunggu-tunggu akan didemonstrasikan kepada publik untuk pertama kalinya, sebelum tahap Grand Final untuk menentukan sang juara dunia.

Indonesia tidak mau ketinggalan, dan mengirimkan tim profesional esport Elite8 sebagai wakil dari Indonesia ataupun Asia Tenggara setelah memenangkan kejuaraan Vainglory8 SEA di Manila, Filipina saat musim panas lalu. Tiket untuk dapat hadir di acara ini bisa didapatkan di Vaingloryworlds2017.peatix.com. ***

Nonton Film Sambil Kemah di Tepi Danau Toba

Berkemah di tepian Danau Toba.

LAKE Toba Film Festival (LTFF) 2017, digelar 1-3 Desember 2017. Acara yang digagas Rumah Karya Indonesia (RKI) ini disetting Kemah 1000 Tenda. Lokasinya ada di pinggiran Danau Toba, Desa Parmonangan, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir.

Ketua panitia RKI, Ojax Manalu menyebut, ada beberapa kegiatan menarik di event tersebut. Pertama malam penganugerahan. Setelah itu, workshop film, screening film atau kemah film, 1000 tenda, pentas budaya, sharing travelling dan travelling video sharing.

“Lake Toba Film Festival yang dibalut dengan Kemah Film 1000 Tenda merupakan dukungan dari teman-teman traveller di Indonesia khususnya Sumut, terhadap eksisnya keberadaan budaya leluhur sejak dahulu,” kata Ojax, belum lama ini.

Ojax menjelaskan, LTFF 2017 adalah sebuah bentuk festival film yang berjuang mengangkat harkat dan martabat film-film lokal di kancah indsutri film yang berbasis kearifan budaya masyarakat Indonesia. Isu-isu kebudayaan dengan spirit kreatifitas dan inovasi tanpa batas dapat dikembangkan dan mampu menyentuh dinamika sosial di wilayah pedesaan.

“Danau Toba dipilih dengan alasan Sumatera Utara memiliki potensi perfilman yang kaya dari sudut kebhinekaan, lingkungan, dan budaya. Lewat film festival ini diharapkan kreatifitas anak muda dari seluruh daerah di Indonesia khusuanya Sumatera Utara akan mampu mengungkapkan kondisi kekinian kearifan lokal nusantara,” jelas Ojax.

Menurut Ojax, latar kegiatan ini melihat Danau Toba dan sekitarnya adalah tanah budaya. Konon mengingat pengembangan Danau Toba yang sudah berjalan pada saat ini semakin pesat.

“Kita juga dapat mengambil peran dalam prosesnya. Festival yang melibatkan kegiatan budaya harus tetap dipertahankan, perkembangan zaman dan teknologi tidak serta merta harus melunturkan budaya,” pungkasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi kegiatan LTFF 2017 ini. Menurutnya, event ini bisa menggali dan mengembangkan keragaman seni tradisi yang ada di Sumatera Utara dan Indonesia pada umumnya. Selain itj menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan karya seni tradisi di Sumatera Utara dan Indonesia.

“Juga merangsang minat generasi muda terhadap karya seni tradisi, membangun sinergi di antara pekerja seni tradisi serta lembaga lain yang memiliki tujuan yang sama dengan lembaga, menjadikan seni tradisi sebagai salah satu industri ekonomi kreatif. Ini sejalan dengan visi dan misi pariwisata,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya berharap, generasi muda menciptakan agenda seni dan budaya berbasis kearifan lokal yang terencana dan sistematis. Sejauh ini aktivitas-aktivitas kesenian di Sumatera Utara belum memiliki grand design, masih bersifat musiman. “Kalender kegiatan ini membuka ruang kepada seniman di Sumatera Utara untuk mengekpresikan kreativitasnya,” tukas Menpar Arief Yahya. ***

Diskusi tentang Festival Film Danau Toba 2017.

Catat: 8 Desember Konser Tunggal Ita Purnamasari

Ita Purnamasari

SELAMA 3 dekade perjalannya merangkai karya di dunia musik !ndonesia, lta Purnamasari, sebagai seorang pribadi, merasakan betul akan peran besar keutuhan pertemuan cinta dari Dwiki Dharmawan sang suami dan Muhammad Fernanda Dharmawan buah hati mereka serta uluran cinta dari orang-orang sekelilingnya yang lain sebagai “tangan” dari Sang Maha Kuasa yang selalu siap memberikannya kekuatan hidup dan berkarya.

Di samping itu, tiga hal yang bermakna dalam lainnya : dedikasi, eksistensi dan penuh syukur adalah ekspresi cinta dari seorang lta Pumamasari untuk selalu memberikan hal terbaik bagi. masyarakat Indonesia melalui karyanya hingga di usianya emasnya kini.

Sebagai persembahan bentuk syukur itulah, disalenggarakan konferensi press peluncuran buku biografi lta Purnamasari “Satu lta 3 Cinta’ pada Kamis (30/11/2017), sekaligus pemberitahuan kepada media akan rencana konser 3 Dekade__lta Purnamasari yang akan diselenggrakan pada Jumat, 8 Desember 2017 pukul 19.00 WIB di Balai Sarbini, Jakarta.

Selain lta Purnamasari dan Dwiki Dharmawan, konferensi press yang dipandu oleh Bens Leo, turut hadir pula dari Kementerian Pariwisata lbu Esthy Reko Astuti Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata RI, Bapak Sapta Nirwandar Chairman“ Indonesia Halal Lifstyle Center, Bapak Candra Gautama dari Gramedia Group, dan’ApriIla. J. Moenaf perwakilan penyunting buku biografi “Satu lta 3 Cinta”.

Didukung oleh Kementerian Pariwisata, biografi “Satu lta 3 Cinta” ditulis oleh lta Purnamasari sendiri dan disunting oleh tim penulis Gramedia Group, menggiring kita sebagai pembaca menjadi lebih dalam lagi mengenal sosok lta. Bagaimana impiannya dalam hidup dan bagaimana pula dia berusaha meraihnya, ditulis dengan gaya bahasa yang ringan namun tetap memberi kesan yang sangat berarti.

Sementara, di konsernya nanti selain mengusung warna nostalgia perjaianan musiknya, program yang digelar sebagai bagian dari “Dwiky Dharmawan Project” ini juga menghadirkan musisi-musisi lintas generasi. Ikang Fawzie, Yana Julio, Agus Wisman, Dewi Gita hingga sosok-sosok muda berbakat era milenial seperti Beery Manoch Saint Locco, Hussein Alatas dan Ikmal Tobing, akan tampil bersama lta Purnamasari.

Sebagai penawar rindu akan gemulai dan atraktifnya gerakan penari latar yang kerap dijumpai mengiringi penyanyi di era 80 90an, Studio 26 pimpinan Atiek Ganda pun akan tampil mengiringi Ita dan penyanyi Iainnya di beberapa lagu. Melalui tangan dingin Dwiki Dharmawan sebagai music director, lagu-lagu hits lta Purnamasari dan beberapa lagu dari group musik dunia menjadi Iagu-Iagu berkemasan baru yang memperkaya konsep di konser 3 Dekade lta Pumamasari di Balai Sarbini nanti.

lta ingin masyarakat tak hanya terhibur kembali melalui suaranya yang merdu, tetapi juga ingat akan rangkaian lagu-Iagunya yang pernah hits. Dalam semangat bermusik yang terus terbangun, mengimbangi rasa syukur akan nikmat hidup, seorang lta Purnamasari hanya ingin membuktikan bahwa apa yang telah ditempuhnya seiama 3 dekade ini pun mampu memperkaya inspirasi hidup kaum muda Indonesia. ***

Fans Chrisye Siap Borong Tiket

Vino G Bastian dipuji banyak kalangan sebagai aktor cerdas mengobservasi karakter Chrisye.

KOMUNITAS Kangen Chrisye (K2C) mengapresiasi penggarapan film biopic berjudul ‘Chrisye’. Film tersebut, digarap oleh sutradara Rizal Mantovani, dan melibatkan aktor Vino G Bastian sebagai tokoh pemeran Chrisye. Ketua K2C, Ferry Mursyidan Baldan mengatakan, film ini bisa jadi obat kangen mereka sebagai penggemar.

“Awalnya, saya pikir preview film akan dilangsungkan September, bertepatan tanggal lahir Chrisye, tapi ternyata MNC Pictures menjadwal film ini ditayangkan pada Desember 2017,” kata Ferry di sela-sela acara Nobar di Metropole, Jakarta, belum lama ini.

Ferry menuturkan saat menyaksikan film tersebut, ia mengapresiasi peran Vino G Bastian yang bermain sebagai Chrisye. Menurutnya, Vino sangat pas memerankan Chrisye, sama seperti Vino memerankan Kasino dalam film Warkop. Di mata Ferry, Vino merupakan sosok aktor yang cerdas dan mau kerja keras secara detail.

Ferry Mursyidan Baldan, ketua komunitas kangen chrisye, foto bersdama para pemeran film Chrisye.

“Ia mau melakukan riset dan mendalami karakter Chrisye. Vino bilang ke saya. Dia membaca buku yang saya terbitkan (Chrisye di Mata Media, Sahabat dan Fans) untuk menangkap lebih detil sosok Chrisye,” katanya.

Bagi Ferry, dalam film Chrisye yang mengangkat kisah tersembunyi dari kehidupan seorang Chrisye ini, bukan soal kemiripan wajah yang dipentingkan, tapi lebih ke soal penjiwaan. “Sebagai penggemar, buat saya siapa pun yang main tidak masalah. Yang penting filmnya sudah jadi dan siap beredar,” ucapnya.

Lantas apakah Ferry akan memobilisasi fans Chrisye lainnya untuk menonton film dan memborong tiket di luar Jakarta yaitu Bandung, Surabaya dan Yogyakarta?

“Ya pasti kita gerakan. Saya selalu memposting di social media, dan sudah banyak yang tanya kapan film dirilis. Tapi ini bukan soal memborong tiket, yang saya pikir, para fans Chrisye di satu kota misalnya bisa menonton bareng di mana Vino, atau Mbak Yanti atau Pasha (anak Chrisye) juga bisa hadir bersama kami,” kata mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN itu. Film Chrisye akan tayang 7 Desember 2017 di lebih 130 layar seluruh Indonesia. ***

“Popnesia” dari Nagaswara untuk Gemilang Pop Indonesia

Rahayu Kertawiguna, keempat dari kiri, saat peluncuran album kompilasi Popnesia.

KINI giliran album kompilasi musik pop yang jadi atensi penting, dan telah dirilis oleh Nagaswara dengan tajuk “Popnesia”, tepat di saat hadirnya liburan panjang Maulud Nabi Muhammad SAW dan datangnya akhir pekan awal Desember ini.

Harapan manis pada ketahanan karya-karya musik pop, karena juga dinilai oleh CEO Nagaswara Music and Publishing Rahayu Kertawiguna menjadi tanggung jawab besar label musik dan manajemen artis rekaman yang produktif tersebut untuk ikut membangkitkan kembali kegemilangan pop Indonesia di negerinya sendiri.

Selain menghadirkan Delon, ada pula sosok alumni Indonesia Idol didalam Popnesia yakni Rio Bashier yang menjagokan lagu pop kreatif romantik, “Cinta Mati” yang dipilih dari karya terbaik dari temannya bersepakbola sehari-hari, Ilham Baso.

Pengagum dari Boyz 2 Men, All 4 One, Usher dan Glenn Fredly dari masa bocahnya, mengaku dirinya sejauh ini bukan diuntungkan hanya untuk vokal aksi panggung, attitude sampai cara bermusik yang benar saja, karena kata dia  tahapan-tahapan di kontes Indonesian Idol dari coaching vokal samipa pula keselarasan kostum panggung sepanjang di atas panggung spektakuler Indonesian Idol luar biasa membantu perubahan nasibnya.

Delon sang jawara Indonesian Idol 1, kini di Popnesia menawarkan judul singel “Kamu Cukup” dengan muatan lirik cinta sejati sehidup semati. Kali ini dia disebut berbeda lantaran berkonsep akustikan di samping easy listening dengan lirik lagu pop dan R&B gampang dicerna.

Jeslin, istri Delon juga masuk di pusaran penting Popnesia ini, namun kali ini bukan lagi berpasangan nyanyi dengan suaminya itu tetapi menggandeng kolaborasi vokal bersama pria kulit hitam asal Detroit, Michigan, Amerika Serikat yakni Langston Hues, atau pemirsa stasiun televisi Net sudah kerap dihiburnya melalui sinetron seri “Kelas Internasional”.

Mereka menyanyikan pop berbumbu rap dalam tajuk “Magic” bermuatan penuh kegembiraan yang menyuarakan suara batin kemanusiaan.

Popnesia ikut menghadirkan debut gadis cantik, Thavia melalui judul singel “Rahasia” dalam nada pop jazz dengan alunan vokal berkarakter yang memikat.

Pastinya jangan terlewatkan untuk mendengarkan duo suami istri, Hengky Kurniawan dan Sonya Fatmala melalui cipta karya Hengky dibantu Zoel Hatta Putra dengan tajuk menyentak, “Langit ke 7”. Paduan liriknya terbilang menyentuh rasa cinta,kasih sayang dan ketulusan lelaki dan perempuan menjaga asmara saling setia. ***

Konser “Colours of Love” Ayat-ayat Cinta 2 Satukan 4 Diva

Rossa, Raisa, Isyana, dan Krisdayanti

FILM Ayat-ayat Cinta 2 yang akan tayang 21 Desember 2017 akan ditandai konser musik spektakuler yang mempertemukan empat diva Indonesia. Mereka adalah Krisdayanti, Rossa, Raisa, dan Isyana Sarasvati. Empat diva akan melantukan harmoni suara dan karya mereka dalam satu panggung.

Jumlah 3,7 juta penonton adalah simbol kesuksesan film Ayat-ayat Cinta di tahun 2008 di Indonesia. Kisah Fahri, Aisha dan Maria yang penuh problematika dan perjuangan mendapatkan cinta yang tulus seolah masih terus dalam ingatan para pecinta film di tanah air. Kesuksesan film ini tidak lepas dari kekuatan vokal Rossa dengan lagu Ayat-ayat Cinta milik Melly Goeslaw.

Melly Goeslaw dan Anto Hoed kembali didapuk menggarap soundtrack film arahan sutradara Guntur Soehardjanto ini. “Untuk membuat soundtrack film ini bebannya jauh lebih berat dibanding film sebelumnya, karena film pertamanya sukses, tetapi beban yang ada saya jadikan motivasi untuk membuat lirik lagu yang lebih dalam dan kuat, saya membaca naskah filmnya berkali-kali, jadi saya memahami betul lagu yang saya akan buat sesuai peran karakter dari cerita filmnya,” ujar Melly Goeslaw dalam keterangan pers beberapa waktu lalu.

Film yang kembali menceritakan kerinduan hati seorang Fahri (Fedi Nuril) terhadap wanita yang dicintainya melantun merdu melalui suara Krisdayanti melalui single “Ayat-ayat Cinta 2” yang seolah menyuarakan hati Fahri dan keyakinannya akan kesetiaan cinta yang mampu menanti. Krisdayanti mengatakan, “Ketika mendapat tawaran membawakan lagu soundtrack film Ayat-ayat Cinta 2 saya senang sekali, lagunya di buat oleh Melly Goeslaw, dan yang terlibat di film maupun soundtrack film ini juga melibatkan musisi-musisi dan artis-artis besar, sebelum saya take vocal untuk lagu Ayat-ayat Cinta 2 juga saya sempat minta izin ke Rossa bahwa saya akan membawakan lagu Ayat-ayat Cinta 2, saya ingin ketika membawakan lagu ini membawa energi positif, sehingga hasil rekamannya pasti puas, Melly Goeslaw membuat lirik lagu ini begitu dalam maknanya, sedih dan syahdu.”

Rossa, kembali akan merajut semua cerita ke dalam single “Bulan Dikekang Malam”. Bulan Dikekang Malam mewakili karakter Sabina yang diperankan Dewi Sandra. Sosok baru yang ada dalam film Ayat-ayat Cinta 2 ini memaknai arti kata cinta yang sesungguhnya dan Melly Goeslaw menuangkannya ke dalam lirik lagu yang dibawakan Rossa, tertafsir ke dalam hati akan arti kemegahan cinta. “Untuk membawakan lagu “Bulan Dikekang Malam” memang lebih sulit dari film yang pertama aku bawain dulu, aku harus lebih menghayati lirik lagunya karena lagunya akan ada di bagian scene film Ayat-ayat Cinta 2, aku harus menjiwai inti cerita dari sinopsis filmnya, mendengar hasil lagunya aku puas banget ya, semoga bisa diterima oleh pengemar filmnya,” ujar Rossa.

Isyana Sarasvati melantunkan sebuah lagu berjudul “Masih Berharap”, dengan kemampuan suara dan jangkauan nadanya serta vibrasi yang kuat menjadikan lagu tersebut menjadi istimewa. Lagu “Masih Berharap” diciptakan Yovie Widianto, dengan aransemen oleh Ari Renaldi. Single “Masih Berharap” baru saja diluncurkan awal bulan November ini.

Isyana Sarasvati mengungkapkan, “Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan, aku pernah mimpi mengisi soundtrack film besar, dan sekarang bisa ikut andil di film Ayat-ayat Cinta 2, kesempatan ini langsung aku ambil, film ini film besar dan lagunya bagus banget dibuat oleh Yovie Widianto,” Sang pencipta lagu Yovie Widianto menambahkan, “Untuk membuat lirik lagu Masih Berharap ini saya hanya membutuhkan waktu 15 menit saja, saya hanya menonton dari trailer film Ayat-ayat Cinta 2, lagu ini mengenai seseorang yang dicintai namun yang dicintai masih memikirkan kekasihnya, saya bangga sekali Isyana Sarasvati bisa membawakan lagu ini dengan sepenuh hati”.

Sementara Raisa menjadi salah satu diva yang akan turut memeriahkan Original Music Soundtrack Film Ayat Ayat Cinta 2, lagu yang diciptakannya sendiri akan di rilis dalam waktu dekat di bulan November ini juga. Nama Raisa merupakan diva di masa kini yang telah berhasil mencuri banyak hati pecinta musik tanah air. Raisa memiliki karakter vokal khas dan kuat dengan banyak lagu yang telah menjadi hits di tanah air. Tunggu kejutan lagu Raisa untuk soundtrack film Ayat-ayat Cinta 2.

Krisdayanti, Rossa, Raisa dan Isyana Sarasvati akan berkolaborasi dalam “Ayat-ayat Cinta in Concert – with Live Orchestra The Colours of Love”. Gaya masing-masing diva dalam menghidupkan suasana konser nantinya akan menjadi sebuah panggung mahakarya yang penuh harmoni. Empat diva wanita Indonesia ini akan menggabungkan karakter vokal masing masing untuk menceritakan film Aya-ayat Cinta 2 di dalam bentuk suara dan lantunan nada.

Menghadirkan empat diva musik Indonesia kedalam satu panggung adalah sebuah bentuk cinta terhadap musik di Indonesia, menghidupkan sebuah film ke atas sebuah panggung adalah bentuk totalitas komitmen MD Pictures melalui MD Live Productions dan Event Organizer Partner Marygops Asia Group untuk menyelenggarakan karya anak bangsa dalam sebuah acara konser musik, “Ayat-ayat Cinta in Concert – with Live Orchestra – The Colours of Love”, yang akan diselenggarakan pada Hari Rabu, 20 Desember 2017 di Plenary Hall Jakarta Convention Center pada pukul 19.00 wib. ***

“Popnesia” dari Nagaswara untuk Gemilang Pop Indonesia

Rahayu Kertawiguna, keempat dari kiri, saat peluncuran album kompilasi Popnesia

 

 

KINI giliran album kompilasi musik pop yang jadi atensi penting, dan telah dirilis oleh Nagaswara dengan tajuk “Popnesia”, tepat di saat hadirnya liburan panjang Maulud Nabi Muhammad SAW dan datangnya akhir pekan awal Desember ini.

Harapan manis pada ketahanan karya-karya musik pop, karena juga dinilai oleh CEO Nagaswara Music and Publishing Rahayu Kertawiguna menjadi tanggung jawab besar label musik dan manajemen artis rekaman yang produktif tersebut untuk ikut membangkitkan kembali kegemilangan pop Indonesia di negerinya sendiri.

Selain menghadirkan Delon, ada pula sosok alumni Indonesia Idol didalam Popnesia yakni Rio Bashier yang menjagokan lagu pop kreatif romantik, “Cinta Mati” yang dipilih dari karya terbaik dari temannya bersepakbola sehari-hari, Ilham Baso.

Pengagum dari Boyz 2 Men, All 4 One, Usher dan Glenn Fredly dari masa bocahnya, mengaku dirinya sejauh ini bukan diuntungkan hanya untuk vokal aksi panggung, attitude sampai cara bermusik yang benar saja, karena kata dia  tahapan-tahapan di kontes Indonesian Idol dari coaching vokal samipa pula keselarasan kostum panggung sepanjang di atas panggung spektakuler Indonesian Idol luar biasa membantu perubahan nasibnya.

Delon sang jawara Indonesian Idol 1, kini di Popnesia menawarkan judul singel “Kamu Cukup” dengan muatan lirik cinta sejati sehidup semati. Kali ini dia disebut berbeda lantaran berkonsep akustikan di samping easy listening dengan lirik lagu pop dan R&B gampang dicerna.

Jeslin, istri Delon juga masuk di pusaran penting Popnesia ini, namun kali ini bukan lagi berpasangan nyanyi dengan suaminya itu tetapi menggandeng kolaborasi vokal bersama pria kulit hitam asal Detroit, Michigan, Amerika Serikat yakni Langston Hues, atau pemirsa stasiun televisi Net sudah kerap dihiburnya melalui sinetron seri “Kelas Internasional”.

Mereka menyanyikan pop berbumbu rap dalam tajuk “Magic” bermuatan penuh kegembiraan yang menyuarakan suara batin kemanusiaan.

Popnesia ikut menghadirkan debut gadis cantik, Thavia melalui judul singel “Rahasia” dalam nada pop jazz dengan alunan vokal berkarakter yang memikat.

Pastinya jangan terlewatkan untuk mendengarkan duo suami istri, Hengky Kurniawan dan Sonya Fatmala melalui cipta karya Hengky dibantu Zoel Hatta Putra dengan tajuk menyentak, “Langit ke 7”. Paduan liriknya terbilang menyentuh rasa cinta,kasih sayang dan ketulusan lelaki dan perempuan menjaga asmara saling setia.

Khai Bahar Isi Soundtrack Film Haji Kecil

 
PENYANYI Malaysia yang popular di jejaring sosial berbasis video,  Youtube, Khai Bahar, dalam kunjungannya ke Indonesia,  langsung  mengerjakan sejumlah proyek.  Selain  mengunjungi fansnya di Tanah Air, Khai Bahar juga mendapat jobs yang menarik.

Salah satu jobsnya adalah mengisi  soundtrack film Haji Kecil. “Intinya saya wajib datang ke sini untuk ketemu dengan fans saya, yang ternyata lebih banyak di Indonesia. Saya akan terus berkarya karena tujuan saya adalah untuk menjadi seorang penyanyi,” kata Khai Bahar di studio Selyka, Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Selasa lalu.(28/11/2017).

Selama ini, selebriti  yang bernama lengkap Muhammad Khirul Bin Baharuddin ini, dikenal sebagai seorang penyanyi Malaysia  yang naik daun berkat aplilasi Smule. Lagu Bayang yang dibawakan pada  tahun 2016, telah mengantarnya  meraih penghargaan dari ajang Anugerah Planet Musik (APM) di Singapura. Lagu itu juga mendapat predikat sebagai Lagu Terpopuler.

Kesuksesan Pria kelahiran 28 Februari 1994 ini bukan hanya di  Malaysia saja. Malah, fansnya di Indonesia justru  jauh lebih banyak dibandingkan dengan di negerinya.
Sebagai pengisi soundtrack film Haji Kecil, Khai akan menyanyikan dua lagu Doa dan Harapan, serta  Doa Yang Diijabah karya Rara Tarmizi. “Bagi saya, Khai itu seorang penyanyi yang multi talented, range vokalnya sangat luas, saya dipertemukan dengan Khai di film ini melalui My Music dengan menyesuaikan kharakter vokal Khai yg saya pelajari dari Youtube,” kata Rara Tarmizi.

Seperti diketahui, Khai ngetop berkat duetnya dengan penyanyi Siti Nordiana melalui aplikasi Smule tak hanya sekedar mengcover lagu saja, Khai juga telah mengeluarkan sebuah single ciptaannya sendiri yang berjudul Luluh yang merupakan single ke tiganya dari label rekaman NAR Records.***