Imbuhan Kategori Penghargaan Baru di Mom & Kids Awards 2017

 

MENCAPAI tahun ketiga penyelenggaraannya, gelaran program Mom & Kids Awards tahun ini yang disiarkan langsung di MNCTV hari Rabu (13/12/2017) mulai pukul 16.30 WIB dari Studio 10 MNC Studios, Kebon Jeruk, Jakarta menghadirkan tambahan kategori penghargaan baru.

Terbilang baru adalah kategori Kids Selegram Kesayangan, dimana publik bisa berpartisipasi dengan cara voting melalui aplikasi medsos, Instagram. Siapa saja para nominasinya yakni Tatan (@irsugianto), Arsyi (@queenarsy),Thalia (@thaliaputrionsu), Kirana (@retnohening), Moonella @babymoonella), Ayasha Putri (@ayashaputri) dan Kala Madali (@kalamadali).

“Ada tambahan kategori yang dipilih melalui sosial media yakni Kids Selebgram. Lalu, ada dua kategori special awards yakni Anak Gemilang dan Inspiring Mom,” jelas Programming and Acquisition Director MNCTV, Endah Hari Utari di Jakarta.

Kategori “Anak Gemilang: merupakan program penghargaan spesial untuk anak berbakat Indonesia yang memiliki prestasi di bidang tertentu serta menjadi tokoh inspiratif.

Sedangkan, kategori Inspiring Mom merupakan penghargaan spesial untuk sosok ibunda yang menginspirasi dan peduli terhadap perkembangan anak.

Seperti diketahui, Mom & Kids Awards yang berkehendak menebar rasa kasih kayang kekeluargaan itu memiiki kategori Daddy Kesayangan, dan tahun ini berisi para nominee diantaranya Andhika Pratama, Gading Marten, Surya Saputra dan Irfan Hakim.

Tantangan obral kasih sayang ditengah keluarga melalui Mom & Kids Awards juga menghadirkan nominasi buat kategori Mommy Kesayangan untuk Ashanty, Gisela, Nola B3 (Riafinola Ifani Sari), Ayu Dewi dan Sarwendah.

Endah Hari Utari menyebutkan seluruhnya ada sebelas kategori termasuk kategori Keluarga Kesayangan, Kids Seleb Kesayangan dan Idola Kesayangan.

Para nominee terpilih adalah idola-idola dari ibu dan anak Indonesia yang dipilih melalui kuesioner terhadap sebanyak seribu ibu dan anak, tingkat performa rating dan share, serta kekuatan respons di sosial media.

Selama ini, tambah Endah, MNCTV memiliki banyak program yang dapat ditonton untuk keluarga bersama berbarengan. Salah satunya sinetron Rejeki Anak Indonesia yang tengah naik daun.

“Selain itu sudah banyak program animasi kartun dan variety show. MNCTV berusaha untuk memberikan program-program anak berkualitas,” imbuh Endah.

Aksi Edukatif Pusbangfilm Kemendikbud, PWI DKI Jaya dan FORWAN Jelang 2018

 

BEKERJASAMA dengan Forum Wartawan Hiburan Indonesia (Forwan) dan PWI Provinsi DKI Jakarta, Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadwalkan kegiatan Semiloka Kampanye Film Indonesia di Wisma Arga Mulya, Cisarua, Bogor, Jawa Barat hari Selasa nanti (12/12/2017).

Semiloka Kampanye Film Indonesia juga menjadi rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Anggota dan Pengurus Forwan Indonesia selama tiga hari, pada Senin hingga Rabu (11-13/12/2017).

Kampanye Film Indonesia tersebut secara serentak juga digelar di lima kota yakni Bandung, Jakarta, Malang, Maros dan Padang.

Seperti disampaikan oleh Kepala Tata Usaha Pusbangfilm Kemendikbud Kholid Fatoni, bahwa Semiloka Kampanye film Indonesia menghadirkan narasumber antara lain Kepala Pusbangfilm DR Maman Wijaya, produser film Ody Mulya Hidayat, dan Jimmy Harjanto dari Gabungan Pengusaha Bioskop Indonesia (GPBI). Selain menyoal masalah perfilman, Semiloka juga membahas berbagai persoalan di industri pertelevisian.

Semiloka Pertelevisian secara terpisah mengangkat tema Gonjang-Ganjing Undang-Undang Penyiaran dengan narasumber DR Ishadi SK selaku Ketua Umum ATVSI (Asosiasi Televisi Swasta Indonesia), Direktur Utama TVRI Helmy Yahya dan Muhaimin Iskandar (Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Anggota Komisi 1 DPR RI).

Narasumber lainnya, ditambahkan Tresnawati selaku Ketua Penyelenggara Semiloka Kampanye Film Indonesia, akan hadir Indra Yudhistira Ramadan sang pakar industri bisnis pertelevisian yang menyoal TV Konvensional versus TV Digital.

Semiloka juga nantinya menyoal situasi industri musik abad ini. Diskusi musik tersebut mengangkat tema “Plus Minus Musik Cover Version” dengan menghadirkan pelaku bisnis industri musik terdiri dari Rahayu Kertawiguna (Nagaswara), Muhammad Roem Aziz (KFC Musik) dan Agi Sugiyanto (CEO Pro Aktif).

Kegiatan sangat penting ini juga diisi oleh Orientasi Wartawan Calon Anggota PWI. Program orientasi ini diikuti sebagian anggota Forwan dengan menghadirkan tiga pejabat sutruktural PWI DKI Jaya yakni Endang Werdiningsih, Sayid Iskandarsyah dan Kesit B Handoyo.

Jangan ditinggalkan pula pentingnya kegiatan tambahan berupa Media Vaganza yang didukung PT Kimia Farma. “Materinya terkait dengan penggunaan obat secara rasional. Materi ini penting, sebagai bekal bagi teman-teman wartawan agar dapat mengelola kesehatan diri dan keluarganya dengan baik,” jelas Tresnawati.

Salman Aristo Bersyukur Filmnya Lolos untuk Kategori 21 Tahun ke Atas

 

UNTUK film ke empatnya yang bertajuk ‘Satu Hari Nanti’ yang akan tayang di 137 layar bioskop di RI mulai 7 Desember 2017, sutradara Salman Aristo bersyukur film buatannya lolos untuk 21 tahun ke atas.

“21 tahun bukan tanpa visi. Justru ini berdasar riset penonton film Indonesia, penonton dengan range umur karakter tokoh di film ini berada di nomor 2, yaitu 25-38 tahun. Beda tipis dengan 2 % dengan range 18-25 tahun di nomor 1. Jadi, ini pasarnya besar sekali. Riset penonton ini dibuat oleh Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tahun 2016 di 16 kota besar di Indonesia,” lontar Salman kepada penulis, baru-baru ini.

Salman mengaku membuat cerita dengan totalitas sesuai konten cerita, yaitu drama berseting kota besar sesuai dengan usia 21 tahun ke atas.

“Saya betul-betul bicara tentang mereka. Human relationship ihwal kegelisahan anak muda dalam pencarian makna akan jati diri manusia orang-orang Indonesia di luar negeri. Tentang pekerjaan, keluarga dan cinta,” imbuhnya.

Setiap orang Indonesia yang lama bekerja di luar negeri mengalami permasalahan cinta dan keluarga dalam membangun komitmennya di sana.

“Kalau film ini disasar untuk kalangan remaja, jadi nanggung. Karena kita enggak akan mungkin membicarakan obrolan anak-anak SMA di depan anak-anak SD,” ungkap Salman. Seandainya ada penonton yang heran dan terkejut melihat ‘keberanian’ bertutur dalam bahasa gambar di film ‘Satu Hari Nanti’, Salman justru balik mempertanyakannya.

“Di film- film saya sebelumnya antara lain ‘Jakarta Magrib’, human relationship dan kegelisahan anak muda dalam pencarian jati diri banyak saya ungkapkan,” katanya lagi.

Film “Satu Hari Nanti’ masuk dalam sesi kompetisi kategori Indonesia Screening Award di Jogjakarta Asia Film Festival (JAFF) Netpac 2017 yang berlangsung dari 1 Desember hingga 8 Desember 2017.

Karakter yang Berjodoh dengan Vino

Vino G Bastian

 

SELAMA  ini publik hanya mengenal Chrisye dari karya-karya indahnya yang luar biasa, serta pembawaan almarhum yang begitu kalem dan positif di dunia hiburan. Sayang banyak cerita di balik layar yang tidak diketahui oleh khalayak. Kini satu film berjudul CHRISYE tengah digarap dan bakal menghadirkan sudut pandang keluarga terkait sosok penyanyi legendaris tersebut.

“Vino G Bastian mengaku tak tahu. Pertama kali dapat tawaran main film ini saya tahu dari manager. Tapi saya nggak berpikir akan jadi Chrisye. Pas baca sinopsisnya, ini gimana ya, saya nggak pernah tahu kalau Chrisye pernah punya cerita seperti ini. Yang saya tahu Chrisye yang ada di atas panggung,” ujar Vino G Bastian di jumpa pers peluncuran trailer dan poster film CHRISYE belum lama ini.

Vino G Bastian dipilih jadi pemeran utama dalam film ini dan harus melakukan pendalaman untuk menjadi sosok Chrisye. Ia mengaku kesulitan karena tak banyak dokumentasi tentang almarhum yang tersedia. Namun Vino berusaha mengatasi permasalahan tersebut.

“Sulit ya, karena nggak banyak video tentang dia. Kalaupun ada wawancara dengan media, hanya sedikit. Ketika saya konfirmasi ke keluarga ternyata berbeda Chrisye yang di belakang dan depan layar. Ini gimana ya?” tuturnya.

Vino pun melakukan pendekatan kepada keluarga, ia sempat meminta pendapat istri dan anak Chrisye ketika berperan. Hal itu menjadi pendalaman yang cukup berarti. “Cuma ternyata film ini mengambil sudut pandang Chrisye di mata keluarga. Jadi saya belajar dari mereka. Saya tanya Pasha (anak Chrisye) gimana gerakan Papa lo,” ucapnya.

Salah satu yang membuat Vino tertarik untuk berperan adalah skrip film CHRISYE. Baginya skrip tersebut adalah naskah terbaik yang pernah ia terima sebagai bintang film. Terlebih karena memang tidak banyak yang tahu seperti apa sosok Chrisye sebenarnya. Bahkan, Vino baru tahun Chrisye menjadi mualaf tanpa dipaksa setelah kenal dan akan melamar Yanti Noor sebagai istrinya. “Secara ikhlas, Chrisye pun baru disunat beberapa hari jelang hari pernikahannya,” papar Vino

“Ketika skripnya jadi dan saya baca, saya merasa ini skrip terbaik yang pernah saya terima. Saya yakin bukan aktornya yang mencari karakter tapi karakter yang berjodoh dengan siapa aktor yang pas memainkan,” tandasnya.**

Warga Malaysia Tak Sabar Nantikan Ayat-Ayat Cinta 2

FILM Ayat-Ayat Cinta 2 tak lama lagi tayang di bioskop. Tak hanya di Indonesia, film ini juga begitu dinantikan di negari jiran seperti Malaysia. Antusiasme warga Malaysia terhadap film Ayat-Ayat Cinta 2 diungkap oleh Managing Director Antenna Entertainment Malaysia, Liza H. Anand. Liza bahkan memboyong lima media dari Malaysia untuk meliput gala premiere sekuel film Ayat Ayat Cinta kemarin malam.

“Ada lima media, Harian Metro, Utusan, Berita Harian, dan dua media lain juga dari Malaysia,” kata Liza di Plaza Indonesia Jakarta seraya menambahkan, “Film Ayat-Ayat Cinta pertama sudah dapat sambutan. Lalu kita bilang ada Ayat-Ayat Cinta 2, penikmat-penikmat film (di Malaysia) sudah menanti film ini.”

Selain Ayat-Ayat Cinta 2, Liza mengatakan sudah membawa banyak film Indonesia produksi MD untuk dipertontonkan di Malaysia seperti Surga Yang Tak Dirindukan, Habibie Ainun, Danur, dan beberapa judul film lain. Menurut Liza, warga Malaysia begitu tertarik dengan unsur poligami sehingga film Ayat-Ayat Cinta begitu dinantikan.

“Saya rasa poligami. Seperti film Surga (Surga Yang Tak Dirindukan) itu banyak peminatnya juga. Untuk warga Malaysia masih belum tahu apa keindahan dari poligami itu. Jadi film ini membuka mata hati dan orang-orang di sana (Malaysia) yang sebenarnya poligami itu indah,” kata Liza.

Sebelumnya, dalam konferensi pers yang diadakan di XXI Plaza Senayan, penulis novel Habiburrachman El Shirazy memaparkan Ayat-Ayat Cinta 2 membawa pesan utama tentang cinta. “Yang layak untuk dicintai adalah cinta itu sendiri dan yang layak dimusuhi adalah permusuhan itu sendiri,” kata Habib.

Ayat-Ayat Cinta 2 masih mempercayakan Fedi Nuril sebagai tokoh Fahri. Ditemani Tatjana Saphira, Chelsea Islan dan Dewi Sandra. Turut serta aktris asal Malaysia Nur Fazura memeriahkan alur cerita. Bumbu humor juga ditambahkan lewat hadirnya Pandji Pragiwaksono dan Arie Untung.

Tak hanya Indonesia, film Ayat-Ayat Cinta pertama berhasil menarik perhatian warga Asia Tenggara, khususnya Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. Film yang kini disutradarai oleh Guntur Soeharjanto ini akan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 21 Desember 2017. Sementara di Malaysia Ayat-Ayat Cinta 2 akan ditayangkan di bioskop mulai 11 Januari 2018. ***

Penyanyi Asal Surabaya AngeleurenZ Rilis Single

AngeleurenZ

AngeleurenZ atau biasa di panggil LeurenZ mengawali inglekariernya sebagai seorang model di Surabaya. Sempat hijrah ke Jakarta, dan sempat terlibat pada beberapa film. Perjalan hidupnya yang berliku, akhirnya membawanya kembali ke Ibukota untuk mencoba keberuntunganya kembali di dunia entertaimen. Setalah terlibat di beberapa film, wanita cantik asal Surabaya ini mencoba berkarier di bidang tarik suara. Bidang yang mulai di serisusinya.

Aktris sekaligus penyanyi solo ini telah merilis single pertamanya berjudul “Saat Tak Bersamamu” pada tanggal 10 November 2017. Walau dianggap sebagai lagu yang personal, AngeleurenZ  justru awalnya berbagi kisah dengan penulis lagu bernama Ain Nasriko, “Ternyata Riko suka dengan kisah aku dan menulis lagunya,” cerita AngeleurenZ.

Terkait aransemen musik, AngeleurenZ menyebutkan bahwa “Saat Tak Bersamamu” adalah lagu pertamanya yang penuh dengan bebunyian cello. Bahkan, jika sebelumnya Riko sering terlihat bermain gitar, pada lagu barunya ini suara gitar nihil tak terdengar.  “Ternyata aku suka cello, ketika didengar ternyata aku suka banget”. Ungkap AngeleurenZ untuk urusan produksi musik “Saat Tak Bersamamu”.

AngeleurenZ menjelaskan bahwa “ Ini merupakan lagu tentang esensi perasaanku yang sebenarnya.” Dan mengatakan “Kamu juga mungkin pernah merasakan bagaimana rasanya rindu,  mencintai dan setia.” Sebuah tema yang diangkat di lagu ini, yang ternyata berkisah tentang lika-liku kehidupan dan percintaannya. ***

Fedi Nuril Sulit Atur Tangisan di AAC 2

 

 

 

 

KEMBALI memerankan karakter Fahri dalam sekuel film ‘Ayat Ayat Cinta 2’, merupakan tantangan tersendiri bagi Fedi Nuril.

Fedi yang berperan sebagai Fahri di film ‘Ayat Ayat Cinta 2’ ini mengaku kesulitan saat dirinya harus menangis. Sebab, ia diharuskan menangis di dialog tertentu.

“Jadi saya kalau ada adegan sedih, kita mau nangis kapan pun itu nggak apa-apa. Mau sebelum dialog keluar air mata sudah netes nggak apa-apa. Nahini spesifik air matanya netes pas dialog ini. Nah itu gimana ngaturnya,” kata Fedi Nuril ditemui dalam gala premier Ayat Ayat Cinta 2, di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, baru baru ini.

Dalam sebuah adegan tertentu, Fedi dituntut untuk meneteskan air mata di saat yang tepat.

Ayah satu anak itu mengaku sempat kelelahan, mengulang ekspresi di adegan tersebut.

“Tapi di sini lebih detail lagi jatuhnya harus di dialog ini dan itu yang cukup melelahkan. Karena keburu netes atau nggak netes atau kecepatan netesnya segala macam,” katanya.

Menangis hanya merupakan satu tantangan bagi Fedi yang bermain dalam film garapan sutradara Guntur Soeharjanto ini.

Bagi Fedi, banyak adegan emosional yang turut menyita tenaga dalam film Ayat Ayat Cinta 2. Ikut bermain dalam film ini yaitu Tatjana Saphira, Dewi Sandra, Chelsea Islan dan Dewi Irawan.

“Mungkin terberatnya jaga stamina jangan sampai sakit karena tiap hari selalu ada adegan emosional, adegan yang berat, dia harus konsisten, ya itu beratnya jaga stamina. Karena semua adegan berat menurut saya,” katanya

Album Natal Rasa Pop Dengan Sentuhan Jazz: Michael Buble

Michael Buble

PENYANYI Michael Buble kembali dengan album studio kelimanya, berjudul ‘Christmas’. Sebenarnya album bertema Natal ini merupakan album kedua yang pernah dirilis oleh Buble, setelah sebelumnya merilis album pendek berjudul ‘Let It Snow’. Bahkan beberapa tembang dari album pendek tersebut direkam ulang untuk disertakan ke dalam album teranyar, ‘Christmas’. Dalam mengerjakan album ini Buble kembali bekerja sama dengan produser kenamaan yang sukses mengorbitkannya ke jajaran superstar, David Foster serta Humberto Gatica.

Setiap tahun selalu ada sejumlah artis dan musisi merilis album Natal, hingga mencuat pertanyaan apa yang menjadi perbedaan dan menonjol dalam album Buble kali ini dibandingkan album-album Natal yang lain. ‘Christmas’ menawarkan rasa pop dengan sentuhan jazz. Bukan sesuatu yang baru dengan crossover dalam dunia musik yang trendy. Namun sentuhan tangan dingin Foster ditambah kemampuan interpretasi Buble membuat album ini terasa berbeda.

Buble bukan saja menawarkan rasa pop jazz klasik seperti ‘Holly Jolly Christmas’. Namun ia juga memberikan elemen swing dan close harmony dengan kolaborasi bersama The Puppini Sisters. Sementara itu dengan cerdas Buble menyelipkan nuansa klasik dalam elemen country lewat cengkok suara Shania Twain lewat tembang ‘White Christmas’. Yang cukup membuat penasaran adalah bagaimana Buble mempresentasikan tembang bernuansa Natal, ‘All I Want for Christmas is You’ karya Mariah Carey dengan nuansa pop yang lebih sendu dalam elemen balada. Buble berhasil membuat tembang tersebut terasa begitu berbeda dari versi aslinya. Bagaimana seorang pelantun pop jazz menginterpretasikan tembang klasik yang serius ‘Ave Maria’, dengarkan saja Buble menembangkannya. Perkawinan antara elemen klasik dengan pop jazz dalam kemasan yang sederhana membuat tembang ‘Ave Maria’ ini justru menonjolkan kedalaman emosi.

Di tengah sentuhan latin yang tengah melanda dunia pop dance electro, rupanya Buble juga tak ingin ketinggalan. Tentunya sentuhan latin itu dibuat dengan versi Buble sendiri. Seakan ingin menegaskan apalah arti rasa pop jazz tanpa elemen latin. Pemilihan lagu ‘Feliz Navidad’ dengan intro ‘Mis Deseos’ seakan menegaskan nuansa latin yang hendak ditampilkan Buble. Dan rupanya Buble tak setengah-setengah mempresentasikannya, bukan hanya melalui lagu dan aransemen bernuansa latin, namun juga dengan berkolaborasi bersama Thalia, yang lebih dikenal di Indonesia sebagai bintang telenovela. Jangan lupakan juga di album ini Buble menampilkan satu lagu Natal karyanya sendiri, ‘Cold December Night’.

Jika Anda menggemari lagu-lagu tradisional Natal, jangan kuatir! Buble juga menyertakannya dengan rasa yang berbeda. Dengar dan nikmati saja.

TRACKLIST

  1. “It’s Beginning to Look a Lot Like Christmas” Meredith Willson 3:26
  2. “Santa Claus Is Coming to Town” J. Fred Coots, Haven Gillespie 2:51
  3. “Jingle Bells” (Featuring The Puppini Sisters) James Lord Pierpont 2:39
  4. “White Christmas” (Duet with Shania Twain) Irving Berlin 3:36
  5. “All I Want for Christmas Is You” Mariah Carey, Walter Afanasieff 2:51
  6. “Holly Jolly Christmas” Johnny Marks 1:59
  7. “Santa Baby” Joan Javits, Philip Springer, Tony Springer 3:51
  8. “Have Yourself a Merry Little Christmas” Hugh Martin, Ralph Blane 3:50
  9. “Christmas (Baby Please Come Home)” Phil Spector, Jeff Barry, Ellie Greenwich 3:07
  10. “Silent Night” Franz Xaver Gruber, Joseph Mohr 3:47
  11. “Blue Christmas” Billy Hayes, Jay W. Johnson 3:41
  12. “Cold December Night” Michael Bublé, Alan Chang, Bob Rock 3:18
  13. “I’ll Be Home for Christmas” Kim Gannon, Walter Kent, Buck Ram 4:24
  14. “Ave Maria” Franz Schubert 4:00
  15. “Mis Deseos/Feliz Navidad” (Duet with Thalía) Michael Bublé, Humberto Gatica, Alan Chang/José Feliciano 4:24

Refal Hady Jadi Orang Sumba di Film Susah Sinyal

AKTOR tampan Refal Hady Hartono, 24 tahun, sukses melambung berkat perannya di film Galih & Ratna dan Critical Eleven. Kemampuan aktingnya berhasil menarik perhatian seorang sutradara yang juga merupakan stand up comedian, Ernest Prakasa.

Ternyata, Ernest merasa terkesima dengan akting Refal Hady dalam film Galih & Ratna. Ia pun tidak ragu untuk memberikan tawaran peran kepada Refal Hady untuk bermain di filmnya, Susah Sinyal.

“Tahu koh Ernest itu pas dia memberikan apresiasi berupa komentar lewat twitter, ke gue dan ke Sheryl, di film ‘Galih dan Ratna’. Dia bilang dia suka banget. Dari situ, dia hubungin gue lewat manajer gue buat gabung di ‘Susah Sinyal’. Gue agak kaget sih pas ditawarin. Apalagi gue nggak bisa melucu, dan untungnya gue nggak harus melucu,” ujarnya.

Namun, hal ini dijadikan tantangan untuknya, maka ia menerima peran tersebut dan berusaha menyesuaikan diri dengan tema filmnya. Mengambil latar cerita di Kepulauan Sumba, ia dikisahkan memerankan karakter yang asli berasal dari daerah tersebut.

Dalam film ini, Refal Hady akan beradu peran dengan Adinia Wirasti, Valerie Thomas, dan juga sang sutradara sendiri, Ernest Prakasa. Refal kali ini berperan sebagai Abe dari Sumba. “Saya belajar dialek Sumba. Ada coach khusus logat Sumba,” katanya. ***

Marcell Siahaan akan Dampingi Ernie Djohan

Ernie Djohan dan Marcell Siahaan, bakal tampil sepanggung.

SETELAH 55 tahun berkarya di blantika musik Indonesia, penyanyi legendaris Ernie Djohan akan mempersembahkan konser tunggal bertajuk “Ernie Djohan: 55 Tahun Berkarya Untuk Bangsa”, pada hari Minggu, 10 Desember 2017.

Dalam konser yang akan diadakan di XXI Ballroom Djakarta Theater, Ernie Djohan akan kembali membawakan lagu-lagu hitsnya dan berkolaborasi dengan dua vokalis bersuara merdu, Marcell Siahaan dan Lucky Octavian diiringi musik dari Astrid Lea Orchestra. Tampil juga dalam pergelaran, cucu Ernie yang akan melantunkan lagu barat yang biasa dinyanyikan Ernie.

Ernie Djohan juga membuktikan bahwa usia tak menggoyahkan karyanya dengan merilis sebuah single baru berjudul “Alhamdulillah” besutan Bemby Noor. Lagu itu yang dipersembahkan saat konser nanti bersama Lucky Octavian.

Perpaduan corak musik Bemby yang segar, vokal Lucky Octavian yang solid dan kematangan penampilan Ernie Djohan membuat lagu “Alhamdulillah” patut dinantikan.

Menutup rangkaian perayaan ulang tahun karirnya yang ke-55, sang legenda akan merilis sebuah buku berjudul “Ernie Djohan, Dongeng Jazirah si Teluk Bayur”.

Buku yang ditulis oleh Tamara Geraldine ini tak hanya menceritakan perjalanan karir sang diva dengan segala hiruk pikuk dunia hiburan. Buku ini akan menceritakan bagaimana seorang Ernie Irawaty Djohan yang awalnya hanya penampil cilik di panggung sekolah, bisa menjadi ikon musik pop Indonesia, yang terasa seperti dongeng. Juga bagaimana Ernie Djohan merasa bahwa talenta musik baginya merupakan titipan Tuhan yang harus dijaga dan dibalas dengan bernyanyi dan menghibur orang lain.

Ernie Djohan mulai bernyanyi untuk pertama kalinya pada usia 11 tahun di Radio Talentime 1962,  Singapura. Dengan lagu hitnya yang berjudul “Teluk Bayur”, Ernie menjadi penyanyi Indonesia pertama yang menerima penghargaan “Golden Record” dari Remaco dengan hasil penjualan album jutaan piringan hitam pada 1965. Beberapa hitsnya antara lain Mutiara Yang Hilang, Kau Selalu Dihatiku, Jemputlah Aku Jam 5 Sore, dll, dan beberapa lagu pop Minang. Ernie juga pernah main film sebanyak 9 judul film, seperti ‘Atheis’ dan ‘Si Mamad’. ***