26 Film Indonesia akan Diproduksi untuk Tayang di Wattpad dan Iflix

 

LAYANAN  video streaming iflix telah bekerja sama dengan platform hiburan online Kanada, Wattpad, untuk memproduksi “puluhan film asli”  Indonesia sepanjang tahun 2019 depan.

Cerita-cerita akan dipilih dari 6 juta keping konten Indonesia yang diunggah ke Wattpad. Perusahaan itu mengatakan bahwa pembelajaran mesin akan memandu proses seleksi.

Barapa agregat anggaran produksi,  tidak diungkapkan, namun yang pasti banyak komponen pendanaan dilibatkan.

Iflix dan Wattpad sejauh ini telah mengidentifikasi 26 proyek untuk produksi. Perusahaan produksi film  terkemuka Indonesia, Screenplay, diharapkan berkomitmen untuk melakukan co-fund dan memproduksi bersama setidaknya 15 judul dari mereka.

Judul lainnya kemungkinan akan menemukan rumah produksi Indonesia lainnya, dan akan diumumkan dalam beberapa pekan  mendatang.

Film yang sudah selesai akan diputar di tier gratis iflix dan di semua negara di tapaknya. Hal ini tergantung pada kesepakatan dengan Skenario dan produser lokal lainnya, beberapa judul dapat diberikan rilis teater terbatas di Indonesia.

“Ini adalah terobosan pertama kami dalam produksi film. Beberapa film, tidak semuanya, mungkin terbatas dalam sandiwara teater, ” kata juru bicara iflix seperti dikutip  Variety.

“Idenya adalah untuk membuatnya tersedia seluas mungkin, melalui platform kami, tetapi kami juga ingin membangun merek.” Saat ini tidak ada rencana untuk mendistribusikan film di luar wilayah iflix.

Indonesia adalah wilayah terbesar di tapak 28-wilayah iflix. Operasi perusahaan ini menjangkau negara berkembang di Asia Tenggara, Afrika, dan Timur Tengah.

Indonesia juga merupakan pasar terbesar di kawasan untuk Wattpad, dengan  17 juta pengguna di Asia Tenggara dan sebelumnya telah melihat beberapa kontennya berkembang menjadi pertunjukkan di Filipina.

Di sana ia bekerja dengan TV5 untuk membuat dan memproduksi seri Wattpad Presents, dengan 250 episode, berdasarkan 76 cerita Wattpad.

“Kesepakatan ini mewakili masa depan hiburan, di mana teknologi dan data bertemu dengan suara-suara baru dalam pengisahan cerita untuk mengubah bagaimana konten hebat dibuat dan didistribusikan. Bekerja dengan iflix, kita dapat membawa jutaan pengguna yang penuh semangat di Indonesia dan Asia Tenggara persis seperti yang mereka inginkan: cerita lokal yang sudah mereka sukai dan tidak sabar untuk diadaptasi untuk layar, ”kata Aron Levitz, kepala Wattpad Studios.

“Dengan distribusi tradisional dan persyaratan platform tidak lagi menjadi kendala dan data mendalam dan analitik yang tersedia untuk mengukur kinerja dan keterlibatan, kesepakatan ini memungkinkan kami untuk menciptakan produksi orisinal yang menarik dari cerita-cerita lokal yang sangat populer,” kata kepala konten iflix, Sean Carey.***

Komposer Jazz Indonesia Tembus ASCAP AS

PRESIDEN ASCAP (The American Society of Composers, Authors, and Publishers) Amerika Serikat, Paul Williams pada 29 Juli 2018 memberikan ucapan selamat melalui email kepada WEM USA selaku Music Publisher anggota baru ASCAP untuk wilayah Amerika Serikat.

Kesempatan emas ini memberikan peluang bagi sejumlah penulis lagu dan komponis Indonesia khususnya di Sumatra Utara yang tergabung dalam WEM USA untuk menjalin kerjasama dengan sejumlah komposer kelas dunia yang juga anggota ASCAP seperti Quincy Jones, Katy Perry, Pharrell Williams, Meghan Trainor, Jason Mraz dan lainnya.

 

Presiden ASCAP Paul Williams. [ROB LATOUR/VARIETY/REX/SHUTTERSTOCK]
WEM yang dikenal sebagai penyelenggara tetap North Sumatra Jazz Festival, Medan Master Jazz dan Atonal Jazz Club di Medan Sumatera Utara membentuk divisi baru WEM USA untuk wilayah pelindungan hak karya cipta lisensi musik khususnya di Amerika Serikat dan perpanjangan Internasional pada umumnya.

WEM USA-ASCAP selaku Music Publisher dipertengahan tahun 2018 ini telah mendaftarkan Komposer Jazz Erucakra Mahameru (NCB) dan performers resmi Erucakra Mahameru & C Man untuk lagu terdaftar “Balap Liar (The Wild Race)” ke dalam database ASCAP ACE Repertory.

ASCAP memonitor pembagian royalti para penulis lagu dan publishernya dengan pembagian 50% saham penulis lagu/syair atau komposer dan 50% saham publisher keanggotaannya.

Selain itu, keuntungan bagi pengguna lisensi ASCAP juga dengan mudah dapat berhubungan langsung saat ini dengan WEM USA-ASCAP. Lebih lanjut, yang dimaksud dengan Pengguna Lisensi Musik atau “Licensee” adalah sejumlah pengusaha atau perusahaan yang menjalankan bisnisnya dengan menggunakan karya cipta penulis musik seperti pada bisnis restaurant, Hotel, rumah sakit, penerbangan (airlines) pemasaran video game, Jazz Festivals/Clubs, Music Festivals, Internet Music On Demand/Live Streaming dan lainnya.

Tarif lisensi berdasarkan sumber ascap.com disesuaikan dengan revenue per tahun dari masing-masing perusahaan pengguna lisensi musik.

ASCAP mempunyai peran dalam bernegosiasi atas hak karya cipta/lisensi musik anggota komposernya dengan sejumlah kemitraan televisi, radio dan perfileman Amerika seperti HBO, SHOWTIME, CINEMAX, UNIVISION, dan lainnya.

“Grup Neo Progressive Jazz Erucakra Mahameru & C Man telah melakukan sejumlah jadwal tur di luar negeri dan sangat berpeluang untuk tampil di sejumlah konser dan program penghargaan ASCAP Amerika Serikat” jelas manajer dan direksi WEM Arsyadona.

Untuk beberapa penampilan tur konser Regional, Nasional, dan Internasional baik dalam bentuk Jazz Festival dan lainnya Erucakra Mahameru & C Man dengan lagu terdaftar ASCAP AS dimana kelanjutan sinkronisasi pendataan dan distribusi royalti lisensi ASCAP dilaksanakan melalui PRO negara setempat sesuai dengan ketentuan tarif royalti yang berlaku di negara masing-masing.

Menurut sumber ascap.com, PRO terdaftar selaku partner ASCAP saat ini berjumlah 100 PRO dari banyak Negara di dunia. ASCAP adalah satu-satunya, PRO yang dimiliki oleh keanggotaannya dengan sifat kepemilikan usaha atau ownership. Kemitraan PRO ASCAP yang berasal dari Negara lain, dipandang setara dan sederajat dengan keanggotaan Music Publisher, Composer/Author, ASCAP.

PRO adalah kepanjangan dari Performance Rights Organization bertujuan dalam mendaftarkan, melindungi, mendistribusikan, menghimpun royalti hak karya cipta/lisensi musik bagi komposer atau penulis lagu/syair dari pengguna lisensi musik sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Negara masing-masing.PRO di dunia saat ini menurut data ASCAP terhitung sebanyak lebih dari 100 negara. Contoh PRO adalah WAMI (Indonesia), KOMCA (Korea), PRS (Inggris), NCB (Norwegia atau Denmark), RAO (Rusia) dan lainnya. (pik)

Triawan Munaf: Kalau nggak Datang Saya Bisa Digantung

 

SETELAH vakum 18 tahun dari perannya di layar lebar, artis Sherina Munaf kini tampil kembali dengan mengambil peran  sebagai Anggini dalam film Wiro Sableng.

Bagi Triawan Munaf, sang ayah, apa prestasi bidang seni peran yang dicapai Sherina ini, membanggakan dirinya.

Dalam debut filmnya, Petualangan Sherina, putrinya ini sukses baik dari seni peran maupun nilai pasar film tersebut. Lagu yang menjadi soundtrack film tersebut juga fenomenal.

“Ya, saya ikut seneng. Apalagi ini pertama kalinya PH (production house) Indonesia kerja sama dengan PH luar kan,” kata Triawan Munaf ketika ditemui saat menghadiri gala premiere film Wiro Sableng, Senin (27/8/2018) malam.

 

Ketua Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif)  menyempatkan datang acara gala premiere atas permintaan putrinya. Dia bahkan berkelakar tentang kehadirannya itu. “Kalo nggak (datang), saya bisa digantung,” ujarnya.

Bagi Triawan, dia  memberi kebebasan kepada Sherina untuk memilih karir, termasuk di dunia acting. Dia menilai, dari segi usia  Sherina  sudah cukup matang, sehingga dapat menentukan jalan hidupnya sendiri.

“Terserah dia sih ya, saya senang-senang saja (Sherina main film lagi). Yang penting dia senang melakukan apa yang dia kerjakan sekarang. Dia juga udah 28 tahun kan,” katanya.

https://www.instagram.com/p/BmtZdqZlpwa/?taken-by=sherinasinna

Dalam film yang digarap Angga Dwimas Sasongko itu, Sherina berperan sebagai rekan Wiro Sableng dalam memburu musuhnya, Mahesa Birawa. Adegan-adegan laga yang diperankan Sherina pun cukup menantang.

Sherina sendiri mengaku tak kesulitan dan menikmatinya peran yang diberikan sutradara kepadanya. Mulanya, ia  sempat tak percaya diri, namun  akhirnya menerima tantangan sutradara.

“Awalnya sih nggak PD, aduh kayaknya nggak mungkin deh. Tapi, ini bagus banget. Mending gue nonton daripada nanti malah ngacau-in kalau nggak benar mainnya. Tapi setelah  dikasih musiknya, konsep art-nya, ngeliat nama-nama yang terlibat dan juga bagaimana ceritanya, akhirnya nekad aja sih,” kata Sherina.

 

Okka Wakili RI ke Ajang Mister Universal Ambassador di Pattaya

MUHAMMAD Okka Pratama akhirnya dinobatkan sebagai pemenang ‘Mister Indonesia 2018’ dan akan berangkat ke Pattaya, Thailand sebagai delegasi untuk mengikuti ajang Mister Universal Ambassador.

“Delegasi itu dipilih dari kesembilan peringkat teratas Mister Indonesia yang akan dikirim ke sembilan kompetisi male pageant internasional berbeda seperti mister supranational, mister universal ambasador, mister tourims world dan lain sebagainya, ” ujar Edin Muhammad, Presiden IMP Organization Mister Indonesia dalam sesi official sashing kemarin di hotel Grand Cempaka Jakarta Timur.

Selain Okka, delapan finalis lain yang didapuk dengan  gelar berbeda adalah Gandhi Fernando (Sulawesi Utara) selaku Mister Supranational Indonesia, Yudhi Doeve (Jawa Barat) selaku Mister Tourism World Indonesia, Ahmad Wirayudha (D.I. Yogyakarta), Yusuf Hendratno (Sulawesi Tenggara), Kevin Novianus (DKI Jakarta 1), Rulyabii Margana (Kalimantan Tengah), Dede Haris (Bali) dan Isaac Agung Budiman (Jawa Tengah).

“Semua Mister yang terpilih telah teken kontrak integritas. Mereka siap menjalankan kegiatan sesuai dengan visi misi male pageant internasional yang diikuti,” tandas Edin Muhammad. Atas  keberhasilannya, Okka menerima insentif senilai US $ 100.000. (pik)

Petualangan Menangkap Petir


PETUALANGAN Menangkap Petir merupakan film drama Indonesia terbaru 2018 yang ceritanya diadaptasi dari kisah Ki Ageng Selo si Penangkap petir.

Film ini disutradarai oleh Kuntz Agus dengan  produser  Abimana Aryasatya. Film ini melibatkan anak-anak sebagai pemeran, seperti  Bima Azriel, Jidate Ahmad, Fatih Unru, dan  penyanyi cilik Zara Leola. Untuk  aktor dewasa melibatkan  Putri Ayudya, Slamet Raharjo, Darius Sinathrya, Abimana Aryasatya, dan komika tampan Arie Kriting.

Produksi film ini dengan mengambil latar lokasi  di kawasan Boyolali, Jawa Tengah. Pengambilan gambar dilakukan dengan panorama alam di lereng gunung Merapi-Merbabu, objek wisata taman air Tlatar hingga Waduk Kedungombo.

Inti kisah dalam film Petualangan Menangkap Petir yaitu menghadirkan petualangan anak-anak era jaman sekarang. Anak-anak tersebut dikisahkan sedang berada dalam petualangan ingin membuat video. Video yang mereka buat bertopik  legenda penangkap petir, Ki Ageng Selo.

Fourcolours Films selaku rumah produksi film ini  akan mulai merilis dan menayangkan di bioskop pada tanggal 30 Agustus 2018, dengan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utamanya.

Film “Petualangan Menangkap Petir” bercerita tentang seorang anak kecil yang tumbuh besar dengan media sosial di Hongkong. Kisahnya  bermula ketika ada seorang bapak mengkhawatirkan  anaknya  tumbuh sebagai makhluk  asosial karena  tak mempunyai masa kecil yang saperti anak kecil pada umumnya. Akhirnya tanpa berfikir panjang, sang bapak memutuskan mengajak anaknya pulang dari Hongkong ke rumah nenek yang berada di wilayah Boyolali.

Sesampainya di rumah sang nenek, sang bapak memaksa anaknya tersebut berinteraksi dengan alam. Selain itu sang anak juga diajarkan untuk berinteraksi dengan warga sekitar dan anak-anak lain di kampung yang berada di wilayah Boyolali.

Selama berada di kampung, anak tersebut juga bertemu dengan segerombolan anak lain dan mereka berbaur bersama.Akhirnya anak tersebut bersama dengan teman-temannya memiliki mimpi untuk membuat sebuah film. Ide anak-anak tersebut terinsipirasi dari sosok sang legenda Ki Ageng Selo. (pik)

Mark Wahlberg Ingin Menginap di Rumah Iko Uwais

Mark Wahlberg bersama Iko Uwais

 

MENJELANG  perilisan film Mile 22 di Indonesia, Iko Uwais membuat video promosi bersama Mark Wahlberg. Iko  mengingatkan penonton Indonesia untuk menyaksikan filmnya yang mulai tayang pada 21 Agustus 2018.

Dalam video yang sama, Mark Wahlberg mengutarakan keinginannya mengunjungi Indonesia. Sambil bercanda, dia bahkan mengatakan ingin menginap di rumah Iko Uwais.

“Hei, tak sabar untuk bisa datang ke Indonesia. Apa kau akan membawaku ke rumahmu?” tanya Mark pada Iko.

Dengan mantap, aktor berdarah Betawi itu mengiyakannya. Mark Wahlberg dengan ramah mengatakan, dia tak apa jika harus tidur di sofa. Penuturan aktor Transformers tersebut berhasil membuat Iko tertawa.

Mark Wahlberg, memang salah satu aktor yang membuat Iko nyaman sebagai tamu di Hollywood. Dalam wawancara eksklusif kepada media asing, Iko menyebut, Mark Wahlberg adalah orang yang sangat membantunya dan memberi banyak masukan dalam akting.

Iko dikenal sebagai bintang laga di film The Raid dan dia menciptakan koreografinya sendiri. Buat saya, dia adalah bintang besar,” kata Mark yang menambahkan , Iko adalah generasi berikutnya Jackie Chan. [pik]

‘Sakral’, Pertemukan Kembali Teuku Zacky dan Olla Ramlan


SETELAH cukup lama tidak bermain peran untuk produksi film layar lebar, kini  Teuku Zacky dan Olla Ramlan  kembali menjajal kemampuan akting mereka di sebuah film horor.

“Aku sendiri, memang udah lama banget absen dari film, sinetron. Sudah lama banget nggak akting, nggak main lagi, karena masih urusin bisnis. Tahun ini  memang pengen banget dapetin film, walaupun banyak tawaran juga tapi jadwalnya nggak pas. Nggak mau juga dari sisi jalan ceritanya, perannya, semua kan memang jadi pertimbangan banget,” ungkap Teuku Zacky yang didampigi Olla Ramlan.

“Saya mau main film tapi yang mempunyai kredibilitas yang baik dan bagus. Akhirnya setelah ditawarin ini, untuk yang kesekian kalinya, dari management juga nyocokin jadwal dan lawan mainnya, ternyata temen saya sendiri juga. Temen lama yang sudah lama tidak bertemu,” lanjutnya sewaktu peluncuran trailer film ‘Sakral’ di Metropole XXI, Jakarta, belum lama ini.

Begitu juga dengan Olla Ramlan. Setelah lama tak bertemu, akhirnya mereka kini  dipertemukan kembali untuk sama-sama terlibat dalam satu film horor.  Keduanya berperan sebagai suami istri dalam film Sakral.

“Zacky ini dulu pernah satu sinetron sama aku,” kata Olla.

Menjadi lawan main Olla Ramlan, Zacky pun langsung menerima tawaran tersebut. Sebagai pemain, Zacky juga selalu mempertimbangkan siapa lawan mainnya nanti. Tujuannya,  agar lebih mudah menyesuaikan saat syuting.

“Kita  mempertimbangkan mainnya sama siapanya, ceritanya kayak apa, production-nya siapa. Itu juga jadi salah satu faktor pendukung untuk dibela-belain main di sini.  Maksudnya, karena saya pikir jalan ceritanya bagus, secara alur juga bukan horor yang kebanyakan, atau yang cuma gitu gitu doang,” kata  Teuku Zacky. [pik]***

Jefri Nichol & Amanda Rawless Bersanding Kembali di ‘Something in Beetween’


AKTOR  Jefri Nichol dan Amanda Rawless kembali dipasangkan dalam film Something in Between. Untuk keempat kalinya, mereka  disandingkan sebagai tokoh utama dalam judul film yang sama.

“Lebih menggampangkan kerja juga, enggak harus casting ulang, enggak canggung lagi dan nggak bosan,” jelas Jefri Nichol di kawasan Serpong, belum lama ini.

“Setiap film pasti punya perbedaan, nuansa beda, karakter beda, jadi kita lihat satu sama lain berbeda aja,” urai Amanda.

Menurur Nichol, adalah tantangan baru ketika kembali beradu peran dengan Amanda Rawless. Namun, di samping itu Nichol jadi lebih mengenal Amanda dan tahu harus seperti apa ketika bermain bersama Amanda.

Sebelumnya, Jefri Nichol dan Amanda Rawless bermain dalam empat judul film dan berperan sebagai tokoh utama yaitu Jailangkung, Jailangkung 2, One Fine Day, dan Dear Nathan.

Kali ini, Jefri dan Amanda dipasangkan kembali dalam film Something in Between produksi Screenplay Productions dan Legacy Pictures, arahan sutradara Asep Kusdinar. (pik)

Perjalanan Mengejutkan Jennifer Lawrence ke Puncak Hollywood

jlaw-1.jpg

AKTRIS pemenang Oscar itu drop out  dari sekolah menengah untuk mengejar mimpinya sebagai aktris  dan pada usia 21 tahun ia pun menjadi bintang film kenamaan.

Jennifer Lawrence adalah salah satu aktris yang paling populer dan dibayar tinggi di Hollywood. Dia  salah satu bintang film terbesar di dunia ketika  dia baru berusia 27 tahun.

Dia adalah aktor termuda yang pernah dinominasikan untuk empat Academy Awards – dan dia sekali memenangkannya untuk kategori aktris terbaik . Dia dapat memberikan pertunjukan dramatis, atau bermain-main melalui komedi, rentang yang membuatnya dapat dibandingkan dengan Katharine Hepburn dan Meryl Streep.

Jennifer Lawrence mengambil jalan yang tidak biasa ke Hollywood, bagian yang berisiko dan mengejutkan dari ceritanya. Bill Whitaker dari CBS,  dalam sebuah laporannya mengungkapkan betapa dia menemukan seorang wanita muda dengan semangat yang sangat independen, menjalani kehidupan yang hanya bisa ia impikan tumbuh di Louisville, Kentucky.

Berikut ini kutipan wawancara Bill Whitaker dengan Jennifer Lawrence:

Bill Whitaker: Bisa digambarkan apa yang  Anda dapatkan dari Kentucky ke puncak Hollywood?

Jennifer Lawrence: Putus asa. Nafsu makan. Kepercayaan. Dan ambisi.

Bill Whitaker: Anda benar-benar menginginkan ini?

Jennifer Lawrence: Saya tahu, jika saya diberi kesempatan, itu akan berhasil. Saya baru tahu.

 

Tetapi bahkan dia tidak tahu itu akan berjalan  dengan baik. Selama satu dekade di Hollywood, Lawrence  telah menghadapi  peluang dan memecahkan hambatan.

Pada usia 21, ia menghancurkan mitos bahwa wanita tidak dapat melakukan  waralaba. Apa yang terjadi? Nyatanya empat film “Hunger Games” miliknya menghasilkan hampir $ 3 miliar.

Dia membuat tiga  karya komedi-drama dalam beberapa tahun berperan sebagai  wanita yang tak terlupakan, cacat, dan ulet: Tiffany, seorang janda muda di “Silver Linings Playbook.” Dalam “American Hustle” ia memainkan Rosalyn, seorang looney, ibu rumah tangga Long Island. Dan dalam “Joy,” dia adalah seorang ibu yang putus asa yang menjadi pengusaha.

Dia meraih nominasi Academy Award  untuk tiga kategori dan kemudian membawa pulang piala Oscar sebagai aktris terbaik  untuk “Silver Linings Playbook.” Tapi Jennifer Lawrence bukan orang yang suka berpuas diri.

 

Jennifer Lawrence: Saya keras terhadap diri saya sendiri.

Bill Whitaker: Mengapa?

Jennifer Lawrence: Saya dibayar – sejumlah besar uang untuk dapat melakukan apa yang saya sukai.

Bill Whitaker: Jadi kaulah yang menempatkan tekanan ini pada Anda?

Jennifer Lawrence: Ya terlalu banyak orang yang dikorbankan, sehingga saya bisa berada di sini. Orang tuaku, kau tahu– mengubah seluruh hidup mereka untuk mendukungku. Dan aku– Aku bekerja terlalu keras untuk sampai di sini untuk menjadi bodoh tentang itu.

 

Ayah Lawrence memiliki perusahaan konstruksi, ibunya mengelola perkemahan musim panas. Dia memberi tahu kami bahwa dua kakak laki-lakinya cukup banyak mengabaikan adik perempuan mereka yang menyebalkan.

 

Bill Whitaker: Apakah Anda pernah bermain akting ketika Anda tumbuh dewasa?

Jennifer Lawrence: Oh ya. Saya terus-menerus melakukannya. Kami hanya tidak tahu, bahwa itu berarti saya adalah seorang aktor. Saya hanya berpikir, Anda tahu, saya adalah orang aneh.

Bill Whitaker: Tapi saya mengerti bahwa Anda berpura-pura memiliki masalah dengan kaki Anda di sekolah?

Jennifer Lawrence: Siapa yang memberitahumu itu?

Bill Whitaker: Kami punya sumber kami.

Jennifer Lawrence: Di sekolah. Saya mengatakan kepada semua orang, bahwa saya memiliki kaki kayu. Dan saya, seperti, berjalan dengan sangat lemas. Seperti, sangat konsisten. Dan ketika ibuku datang menjemputku dari sekolah, guru-guruku, seperti, “Mengerikan apa yang terjadi pada kaki Jennifer.” Dan ibuku, seperti, “Dia tidak punya … dia– kakinya belum diamputasi.” Saya dulu hanya menciptakan cerita, hanya untuk menciptakannya.

 

Dia menggunakan kejenakaan untuk menyembunyikan fakta, bahwa dia adalah seorang siswa miskin, hiperaktif, tidak cocok. Dia bisa membuat orang tuanya gila.

Jennifer Lawrence: Orang tua saya hanya – Anda tahu, mereka akan melewati periode waktu di mana mereka hanya ingin saya keluar dari rumah. Dan itu disebut lockout. Jadi saya pergi ke pintu dan pintu itu terkunci. Dan aku akan baik-baik saja. Saya harus mencari sesuatu yang lain untuk dilakukan sampai orang tua saya siap untuk berurusan dengan saya lagi.

Bill Whitaker: Tapi kamu sedikit..?

Jennifer Lawrence: Saya sedikit. Dan saya mengerti. Kami tidak pernah berkelahi tentang hal itu. Saya selalu sangat sadar tentang keanehan saya.

Dia memberi tahu, bahwa dia merasa tersesat di sekolah dan bermimpi menjadi seorang aktor. Pada usia 14 tahun, ia mendesak orangtuanya untuk mengunjungi New York, di mana ini tidak mungkin, (lalu) ia ditemukan oleh seorang pemandu bakat, yang kemudian memberinta beberapa skrip untuk dibaca.

Jennifer Lawrence: Saya berjuang di sekolah. Saya tidak pernah merasa sangat pintar. Dan ketika saya membaca skrip ini, dan saya merasa seperti saya tahu persis apa yang akan terlihat, jika seseorang merasa seperti itu. Itu adalah seluruh bagian otak saya yang bahkan tidak saya ketahui keberadaannya. Sesuatu yang bisa saya percayai. Dan saya tidak ingin melepaskannya.

Bill Whitaker: Apa yang sangat Anda inginkan?

Jennifer Lawrence: Sangat sulit untuk menjelaskan bahwa itu hanya perasaan yang luar biasa, “Saya mengerti ini. Inilah yang harus saya lakukan.” Dan membuat orang mencoba memahami itu ketika Anda berusia 14 tahun. Ingin putus sekolah dan melakukan ini dan orang tua Anda hanya, seperti, “Kamu sudah gila.”

Bill Whitaker: Apakah Anda menyelesaikan sekolah menengah?

Jennifer Lawrence: Saya putus sekolah menengah, saya secara teknis tidak memiliki GED atau ijazah. Saya belajar sendiri.

Bill Whitaker: Apakah Anda menyesalinya?

Jennifer Lawrence: Tidak. Saya benar-benar tidak (menyesalinya). Saya ingin menempa jalan saya sendiri. Saya menemukan apa yang ingin saya lakukan dan saya tidak ingin ada halangan di dalamnya. dan bahkan teman selama bertahun-tahun tidak sepenting saya sebagai karier saya. Maksud saya, sejak usia 14 tahun.

 

Tekad keras kepala itu memberinya peran dalam sebuah komedi situasi. Ketika orang tuanya melihat dia bahagia dan fokus untuk pertama kalinya mereka setuju untuk menemaninya ke Hollywood. Dia tidak pernah kembali ke sekolah.

Pada usia 18 tahun dia bergumul memimpin dalam film independen kecil, suram yang disebut “Winter’s Bone.”

Itu adalah penampilan pelarian yang meraih nominasi Oscar pertamanya.

 

Bill Whitaker: Tidak ada banyak dialog Tapi kehadiran Anda memenuhi layar.

Jennifer Lawrence: Itu benar-benar hanya perasaan, percaya, Anda tahu, dalam situasi ini. Lihatlah melalui matanya. Dan kemudian itu akan selalu muncul di mata Anda, di wajah Anda, di … bahasa tubuh Anda.

Bill Whitaker: Empati itu. Anda dapat menyalurkannya ke dalam akting.

Jennifer Lawrence: Ya. Maksud saya, begitulah saya bertindak. Itu benar-benar alat saya satu-satunya, saya kira.

Bill Whitaker: Tidak ada pelatihan akting?

Jennifer Lawrence: Tidak.

Bill Whitaker: Hanya empati saja?

Jennifer Lawrence: Ya.

Bill Whitaker: Apakah itu sulit atau mudah untuk Anda lakukan?

Jennifer Lawrence: Sangat mudah.

Bill Whitaker: Untuk melepaskan Jennifer Lawrence

Jennifer Lawrence: Ya, karena – saat itulah Anda mendapatkan tinggi. itulah yang saya idamkan yang benar-benar tersesat menjadi sesuatu yang hampir dirasuki oleh emosi lain. Itu adrenalin, itu yang tinggi yang aku tidak bisa hidup tanpanya.

 

Dalam film terbarunya, “Red Sparrow,”  Jennifer Lawrence sebagai balerina Rusia, dipaksa menjadi mata-mata. Ini menampilkan ketelanjangan, sesuatu yang dia pikir tidak akan pernah dia lakukan, setelah dia trauma ketika foto-fotonya yang paling pribadi diretas pada tahun 2014 dan tersebar di internet.

 

jlaw2.jpg

 

Bill Whitaker: Anda mengatakan kepada kami bahwa Anda tidak suka melakukan film dengan banyak seks di dalamnya. Tapi “Red Sparrow” adalah tentang seks. Kenapa kamu berubah pikiran?

Jennifer Lawrence: Saya membaca skrip film ini yang akan saya lakukan. Dan satu hal yang menghalangi saya adalah ketelanjangan. Dan saya menyadari ada perbedaan antara persetujuan dan tidak. Dan saya muncul untuk hari pertama dan saya melakukannya. Dan saya merasa diberdayakan. Saya merasa seperti sesuatu yang diambil dari saya, saya kembali dan saya gunakan dalam seni saya.

Bill Whitaker: Dan insiden peretasan itu, apakah itu kemudian hanya menguap?

Jennifer Lawrence: Itu tidak menguap. Tapi aku merasa seperti mengambil kekuatan dari … keluar dari … tubuhku diambil dariku. Saya merasa seperti saya – saya mengambilnya kembali dan saya bisa, dan saya – dan saya hampir bisa memilikinya lagi.

Bill Whitaker: Apakah Anda khawatir audiens tidak akan melihatnya seperti yang Anda lihat?

Jennifer Lawrence: Saya, tapi itu tidak masalah. Itu adalah tubuh saya dan itu adalah seni saya dan itu adalah pilihan saya. Dan jika Anda tidak suka payudara, Anda tidak harus pergi melihat “Red Sparrow.”

 

Setelah membuat dua film setahun sejak usia 20, Lawrence mengambil cuti.

 

Jennifer Lawrence: Ah-ha. Hi-ho perak.

Dia ingin pergi memancing, sesuatu yang dia selalu temukan santai, jadi kami menemukan danau trout di Anaheim.

Bill Whitaker: Haha …

Di sini, jauh dari paparazzi dan tekanan selebritis, kami menemukan dia ceria dan sepenuhnya sadar bahwa dia berusia 27 tahun dalam akting kawat tinggi dengan seluruh dunia menonton.

Bill Whitaker: Apakah bermasalah bagi Anda untuk pergi ke publik?

Jennifer Lawrence: Saya hanya harus, seperti, menyiapkan sedikit selalu satu hari ketika Anda terlihat seperti sampah paparazzi yang melompat keluar dari belakang mobil dan Anda seperti, “Oh, saya terlihat sangat lucu kemarin.”

Bill Whitaker: Apakah ketenaran semacam itu mengunci Anda?

Jennifer Lawrence: Memang, tetapi, seperti, kegiatan favorit saya adalah duduk di dekat api, minum anggur dengan pacar saya. Itu sebabnya kamu datang.

Dia mengundang kami untuk bertemu dengan tiga teman terdekatnya: Laura, Justine, dan Lauren, mereka sudah mengenalnya sejak jauh sebelum dia menjadi bintang film dan dia mengatakan mereka tetap waras.

Bill Whitaker: Jadi Anda, seperti, batu karangnya, yayasannya?

Justine Ciarrocchi: Kami adalah penjaga keamanannya.

Jennifer Lawrence: Mereka– mereka jauh lebih aman.

Laura Simpson: Ya, penjaga keamanan emosional.

Jennifer Lawrence: Ya.

 

Mereka menggodanya.

 

Laura Simpson: Tidak, dia tidak bisa menari.

Lauren Wells: Saya memberitahunya – saya mengatakan padanya beberapa hari yang lalu. Saya seperti, “Anda tahu gerakan tarian klasik Anda.” dia sangat marah. Dan dia berkata, “Saya tidak melakukan itu.” (TERTAWA)

Jennifer Lawrence: Saya tidak menari seperti itu.

Lauren Wells: Dan kemudian dia pergi, “Tunggu sebentar.”

Jennifer Lawrence: “Ini terasa seperti di rumah.”

 

Ketika Jennifer meninggalkan ruangan, teman-temannya berkomplot.

 

Justine Ciarrocchi: Ooh haruskah saya membawanya potret diri?

Itu adalah mahakarya yang dia cetak pada tahun 16, potret diri.

 

Jennifer Lawrence: Tidak. Tidak. Ya Tuhan. Tidak.

Bill Whitaker: Apa itu?

Laura Simpson: Ya Tuhan.

 

jlaw-4.jpg

 

Jennifer Lawrence: Saya tidak tahu akan sejauh itu. Maksudku, itu– itu benar-benar berani.

Bill Whitaker: Anda benar-benar melompati saya untuk mendapatkan gambar ini

Jennifer Lawrence: Maaf tentang itu. Tuhan, berbicara tentang terapi tawa.

Bill Whitaker: Kelihatannya agak penting bagi siapa Anda.

Jennifer Lawrence: Tertawa?

Bill Whitaker: Tertawa dan kesenangan dan

Jennifer Lawrence: Oh harus memilikinya.

Bill Whitaker: Anda harus memilikinya.

Jennifer Lawrence: Saya harus memilikinya.

 

Ini pembelaannya melawan sisi brutal, memotong sisi bisnis pertunjukan, yang telah tampil mencolok baru-baru ini dengan tuduhan mengejutkan pelecehan seksual dan penyerangan. Lawrence telah menambahkan suaranya ke gerakan.

Dan berbicara kepada kami tentang Harvey Weinstein. Dia menghasilkan film pemenang Oscar, “Silver Linings Playbook.”

 

Bill Whitaker: Apakah dia  pernah pantas?

Jennifer Lawrence: Tidak, dia tidak pernah pantas dengan saya. Tapi yang dia lakukan adalah kriminal dan menyedihkan. Dan ketika keluar dan saya mendengar tentang itu, saya ingin membunuhnya. Cara dia menghancurkan begitu banyak kehidupan wanita. Saya ingin melihat dia di penjara.

Dia adalah salah satu orang pertama yang berbicara di depan umum tentang ketidaksetaraan gaji di Hollywood. Ketika keluar tiga tahun lalu, rekan-rekan laki-lakinya di “American Hustle” dibayar lebih banyak daripada yang dia miliki, Lawrence menulis esai, menyalahkan dirinya sendiri.

 

Bill Whitaker: Kenapa tidak menyalahkan studio? Mereka adalah orang-orang yang tidak membayar Anda.

Jennifer Lawrence: Karena saya tidak cukup berjuang keras. Mental saya sendiri yang membuat saya percaya bahwa saya tidak layak dibayar sama.

Bill Whitaker: Apakah Anda akan melakukannya lagi?

Jennifer Lawrence: Tidak.

Bill Whitaker: Anda merasa Anda tahu nilai Anda sekarang?

Jennifer Lawrence: Saya merasa saya tahu nilai saya, dan saya merasa saya bekerja untuk tetap seperti itu.

Bill Whitaker: Apakah itu diterjemahkan menjadi uang dan kekuasaan?

Jennifer Lawrence: Ya. Saya dapat bekerja dengan para sutradara yang saya kagumi sejak lama dan mendapatkan skenario yang ditulis. Saya memiliki karier yang luar biasa, Bill.

Bill Whitaker: Tetapi Anda melakukannya.

Jennifer Lawrence: Ada banyak risiko juga. Ini sekarang. Ini semua sangat sementara. Hollywood sangat berubah-ubah.

Bill Whitaker: Apa yang Anda – Anda seperti rasa bulan ini?

Jennifer Lawrence: Ya, saya bisa. Jika beberapa film berikutnya tidak … tidak bagus di box office, aku tidak akan– Aku tidak akan– Aku tidak akan dibayar sama. Begitulah cara kerjanya. Jika Anda tidak dapat membuktikan bahwa Anda – bahwa Anda layak mendapatkan nomor itu, maka Anda tidak akan mendapatkannya. Jadi sangat berubah-ubah. Jadi saya tidak ingin terdengar seperti kuda tinggi, karena saya mungkin berada di poni Shetland kecil dalam sebulan. ***

Wawancaea ini diproduksi oleh Ruth Streeter dan Kaylee Tully.

Mau Dibantu Dian Sastro ‘Ngilangin’ Stres Anda di Jalan?

PERHELATAN Asian Games 2018 juga disemarakkan oleh layanan peta jalan real time, Waze, yang di Indonesia kini lazim digunakan para pengendara kendaraan bermotor.

Pada kesempatan ini, Waze menggandeng bintang film nan cantik,  Dian Sastrowardoyo untuk menyumbang suaranya ke aplikasi peta Waze.

“Dian memiliki karakteristik yang sesuai dengan brand kami. Tidak hanya berprestasi, Dian juga merupakan pengguna setia Waze,” kata  Marlin R. Siahaan, Country Manager Waze Indonesia dalam keterangan tertulisnya,  Senin (20/8/2018).

Selain menemani para pengguna Tak  Waze lewat suara navigasinya, artis kelahiran 16 Maret 1982 itu  juga akan membacakan beberapa dialog populer dari filmnya yang dibintanginya Ada Apa Dengan Cinta dan film tergresnya yang akan segera rilis, Aruna & Lidahnya.

Bagaimana Anda dapat mendengarkan  suara artis pemeran Kartini dalam film “Kartini” tersebut? Mudah,  Anda  cukup mengubah pengaturan melalui menu “setting“, lantas  pilih “Voice Direction” > “Waze Voice” > English US/Bahasa Indonesia Dian SastrowardoyoAsian Games.

Suara Dian, alumni Magister Managemen UI yang terpilih sebagai  The Most Promising Actres) pada Festival Film Asia Pasifik, Kuala Lumpur, Malaysia pada 2005 ini menurut pihak Waze,  sudah terkustomisasi dan  tersedia di Waze versi Android dan iOS per  18 Agustus 2018. Suara Dian dapat dinikmati di Waze  selama periode ajang olahraga terbesar se-Asia ini berlangsung hingga 2 September 2018.

Untuk Fitur ganjil-genap Waze,  juga kembali mempromosikan fitur pelat nomor ganjil-genap. Tentu saja  fitur ini hanya  digunakan khusus untuk wilayah DKI Jakarta, guna  mencari rute alternatif sesuai pelat nomor kendaraan yang digunakan.

Bagaimana cara  mengecek jalur alternatif ganjil-genap dengan menggunakan Waze? Bukalah menu “setting” lalu pilih navigasi, lanjut menu “license plate restriction”  (“pembatasan pelat nomor”) yang ada di bawah. Setelah itu,  masukan dua digit terakhir pelat nomor kendaraan yang Anda digunakan. Nah,  otomatis, Waze akan mencarikan rute alternatif, sesuai implementasi aturan ganjil-genap.***