Endy Arfian Laris Bintangi Film Horor

Endy Arfian

ENDY Arfian sedang laris tahun ini. Setelah ‘Pengabdi Setan’, ia membintangi ’13 Haunted’ garapan Rudy Soedjarwo. Usai film ini, ia sudah diminta sutradara Samaria Simanjuntak untuk film ‘Sesat’.

Menurut Endy, dia sama sekali tak menemui kendala selama syuting film film ‘Sesat’ yang dibintanginya.

Tak ada pula gangguan-gangguan yang bersifat mistik, yang biasanya terjadi dalam penggarapan film horor.

“Sebelum syuting, kita minta izin dulu sama penunggunya. Baca doa dulu kita izin-izin,” kata Endy, saat ditemui pada Preview film ‘Sesat’ di Epicentrum Kuningan.

Namun, diakuinya hal aneh malah terjadi setelah syuting film tersebut kelar. Penampakan makhluk halus terekam dalam trailer film.

Lebih tepatnya di menit ke 1.07 saat adegan Amara yang diperankan oleh Laura Theux sedang dalam kondisi ketakutan.

“Kita pas lihat juga kaget, speechless, takut juga,” lanjutnya. (ipik)

Film Rompis, Berharap Ikuti Sukses Versi Layar Kaca

 

SELAMA  masa penayangan periode Februari hingga Agustus 2017, sinetron Roman Picisan berhasil menyita perhatian jutaan pemirsa. Tidak mengherankan  apabila kemudian dibuat versi layar lebarnya. Sentuhan lainnya adalah, dari aspek judul, ia  mengalami  perubahan  menjadi Pompis, kependekan dari Roman Picisan.

Sinetron Roman Picisan yang tayang di salah satu tv swasta itu, sempat menyodok perhatian pemirsa di seluruh Indonesia.

Sebenarnya, beberapa sinetron suskes yang diangkat ke layar lebar pada umumnya  tidak mengalami perubahan judul. Sebut saja Suami-Suami Takut Istri, atau Di Sini Ada Setan. Mengapa untuk film ini judulnya berbeda dengan sinetron yang menjadi rujukannya?

“Bagi yang menonton sinetronnya, sinetron itu lebih dikenal dengan singkatan Rompis. Ketika jadi film, kita set up dengan judul ROMPIS biar orang langsung ingat,” jelas  eksekutif produser Rompis, Toha Essa.

Selain itu, perubahan judul dilakukan supaya memudahkan banyak orang terhubung ke film ini ketika melakukan pencarian di Google. Karena bila memakai kata kunci Roman Picisan, yang muncul malah melebar ke mana-mana, sehingga info kurang tersampaikan.

“Kalau di-search di Google pakai keyword Rompis bisa langsung dapat ke filmnya. Kalau pakai Roman Picisan itu akan banyak, sementara kalau search Rompis akan langsung menuju ke film ini. Ini memang termasuk strategi juga agar fokus,” kata  Toha.

Cerita dalam film ROMPIS merupakan pengembangan versi sinetron yang diadaptasi dari buku berjudul sama karya Eddy D Iskandar. Menyorot hubungan Roman (Arbani Yasiz) dan Wulan (Adinda Azani) yang dihantam kehadiran orang ketiga ketika Roman melanjutkan studi ke Belanda dan terpikat dengan gadis Indonesia di kampusnya, bernama Meira (Beby Tsabina). ***

Laporan: Ipik Tanoyo

Jokowi Ajak Masyarakat Tonton Film ‘Sultan Agung:The Untold Love Story’

Salah satu adegan dalam film ‘Sultan Agung: The Untold Love Story’–istimewa

Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat menonton film “Sultan Agung: The Untold Love Story” yang akan diluncurkan perdana pada 23 Agustus 2018. “Kami harapkan masyarakat bisa menonton film yang sangat kolosal ini,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Dusun Gamplong, Moyudan, Sleman, DIY, Minggu sore.

Menurut Jokowi, film yang dipersembahakan oleh Mooryati Soedibyo Cinema itu patut diapresiasi karena merupakan film kolosal terbesar pertama yang dibuat di Indonesia.

Pemain utama film sejarah yang disutradarai Hanung Bramantyo itu antara lain Ario Bayu sebagai Sultan Agung, Anindia Kusuma Putri (Putri Indonesia 2015), Adinia Wirasti, Marthino Lio, serta Putri Marino. “Film ini bisa menjadi sebuah contoh kepemimpinan,” kata Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga meminta aktor Ario Bayu untuk maju ke panggung. Presiden meminta Ario untuk menjelaskan manfaat yang bisa didapatkan masyarakat jika menonton film itu.

“Saya sebagai anak muda yang sempat tinggal di luar negeri (melalui Film Sultan Agung) semacam dibawa kembali ke lorong waktu. Ternyata kita memiliki pemimpin-pemimpin yang patut kita hidupkan kembali keteladanannya,” kata Ario Bayu.***

Akhirnya Dapat Juga Aktris Pemeran Mulan Dalam Remake Live-Action

DISNEY  secara resmi telah memulai produksi untuk  film  live-action yang diangkat dari kartun klasik mereka pada tahun 1998, Mulan.

Pada hari Senin, perusahaan itu men-tweet foto aktris Liu Yifei yang akan memerankan Mulan. Dan, ya, pahlawan China itu terlihat galak seperti yang Anda harapkan dari IRL.

Menurut The Hollywood Reporter, Liu dipilih untuk memainkan peran ikonik dari “hampir 1.000 kandidat untuk peran di lima benua.”

 

 

Dia akan membintangi film Mulan  bersama dengan Jet Li sebagai Kaisar, Jason Scott Lee sebagai penjahat Bori Khan, Yoson An sebagai  Chen Honghui, Donnie Yen sebagai tokoh pembimbing Komandan Tung, dan Xana Tang sebagai saudara perempuan pahlawan.

Anggota pemeran  lainnya adalah  Utkarsh Ambudkar, Ron Yuan, Tzi Ma, Rosalind Chao, Cheng Pei-Pei, Nelson Lee, dan Gong Li.

Dari cara segala sesuatunya terbentuk, ini pasti akan berbeda dengan Fa Mulan yang Anda kenal dan cintai. Bahkan tidak ada Li Shang atau Mushu! Tapi di sini  ternyata mendekati sebaik aslinya – meskipun, sangat sulit untuk bersaing.

Mulan bakal tayang primer  perdana pada 27 Maret 2020.***

Keluarga Beckham ke Bali Belajar Masak

https://www.instagram.com/p/BlVDASklHVE/?taken-by=victoriabeckham

KELUARGA David Beckham liburan ke Bali? Betul. Inilah informasi yang dikonfirmasi Elle. 

Memang, tidak ada penjelasan hari dan tanggal kapan mereka tiba. Yang pasti, kabar ini memberi angin positif akan pariwisata di Indonesia, khususnya Bali, pasca gempa yang menggoyang Lombok dan sebagian wilayah pulau Dewata.

Menurut Elle, seluruh klan Beckham saat ini tengah menikmati waktu liburan keluarga di Bali. Mereka mengambil pelajaran memasak, berselancar, dan bersantai bersama di spa.

 

VB spice world

Harper Bechkam

Victoria Beckham  mengkonfirmasi apa yang hampir tidak berani dia impikan – bahwa putrinya, Harper ternyata  menyukai film Spice World yang ikonik.

Benar, gadis berusia tujuh tahun adalah penggemar berat fiilm yang sukses mencapai  box office pada akhir tahun sembilan puluhan. Ya, dia  menatap ibunya sendiri. Menatap  band Spice Girl. “Kami tidak mempermasalahkannya,” kata Victoria.

Ibu empat anak itu menjelaskan bahwa Harper “terobsesi dengan Spice Bus” – bus wisata legendaris yang dimiliki lima penyanyi Inggris, tetapi juga menyukai bagian “gaun kecil Gucci”.

https://www.instagram.com/p/BlVb-bOlBJF/?taken-by=victoriabeckham

Akhirnya Harper menanyakan pertanyaan-pertanyaan sulit bagi ibunya – yaitu mengapa dia adalah satu-satunya yang mengenakan gaun, sementara yang lainnya dress  bootcamp Michael Barrymore?

Ini adalah berita terbaik yang diperoleh Elle   sejak ada konfirmasi reuni Spice Girls, yang omong-omong, ini pun kita  masih menunggu …

 

Fedi Nuril Jadi Pria Jawa dengan Gigi Tongos

Fedi Nuril bergigi tonggos–istimewa

Aktor ganteng Fedi Nuril yang kerap membuat para wanita terpesona kini berubah jadi sosok pria yang berkulit sawo matang dan gigi kelinci yang tampak tonggos. Berpenampilan layaknya pria Jawa, ia pun menggunakan baju lurik lengkap dengan blangkon yang menghiasi kepalanya.

Dalam film yang diproduksi oleh Manoj Punjabi Production itu, Fedi Nuril memerankan tokoh Doyok. Doyok adalah seorang pria pengangguran yang berusia 34 tahun dengan status jomblo. Selain itu, Doyok memiliki hobi membaca koran dan kerap update tentang kabar politik.

Tak sendiri, film ‘Doa: Cari Jodoh’ juga menampilkan dua tokoh lainnya, yakni Otoy dan Ali Oncom. Aktor yang terpilih memerankan Otoy yaitu Pandji Pragiwaksono, sementara Ali Oncom diperankan oleh Dwi Sasono.

Rencananya, film ini akan tayang di bioskop pada 16 Agustus 2018. “Baru kali ini saya bermain dalam film komedi. Salut buat sutradara Anggy Umbara  yang telah mempercayakan saya jadi pria Jawa yang tak laku-laku cari jodoh,” ujar Fedi tertawa.***

 

Balinale Film Festival – Fokus Pemutaran Film Pahlawan RI

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Balinale Film Festival akan menjadi ajang screening film-film baru. Para penggiat film Indonesia pun dipastikan akan hadir di Pulau Dewata selama acara berlangsung.
Salah satu agenda di rangkaian acara Balinale adalah Fokus Tokoh Kepahlawanan Indonesia, di mana akan dilakukan screening sejumlah judul film bertema Sejarah atau Kepahlawanan produksi tahun 2017-2018.

Balinale melihat pentingnya generasi Milenial Indonesia mengenal sejarah bangsa dan pahlawan Nasional-nya. Maka untuk pertama kali penonton Festival tahun ini diajak untuk lebih mengenal sejumlah tokoh Pahlawan Indonesia dan mengapresiasi karya film yang selain edukatif juga menghibur. Program ini sekaligus sebagai dukungan program Edukasi Melalui Film, dari Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan RI.

Di tahun ini juga, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI mempercayakan Balinale untuk menyelenggarakan acara pendahuluan mengenai Our Ocean Conference (OOC) 2018, pada tanggal 29 dan 30 Oktober di Nusa Dua, Bali, sebagai salah satu rangkaian acara Film Festival. Konferensi Kelautan Dunia ini akan dihadiri lebih dari 60 Kepala Negara.

Film Boundless Love, hasil kerjasama produser dari Tiongkok dengan Badan Ekonomi Kreatif atau BEKRAF adalah salah satu dari beberapa film yang akan ditayangkan sebagai World Premier di Balinale.
“Pada tema “Timeless” di Balinale 2018 kali ini, akan ditayangkan film-film Indonesia yang terseleksi dan berkualitas beserta para sineasnya. Tujuannya adalah agar Film Indonesia dapat terus berkembang menuju ajang Internasional,” papar Groza Subhakty, Direktur Festival Balinale.

Pihak Balinale sangat mengapresiasi dukungan dari BEKRAF dan Bank BNI karena telah mendukung industri kreatif Indonesia.***

Glenn Fredly Gelar Konser Tanda Mata untuk Yovie Widianto

Penyanyi Glenn Fredly kembali memberikan penghormatan kepada musisi tanah air Indonesia. Bertempat di Ciputra Entrepeneur, 30 September 2018, Glenn Fredly akan menggelar Konser Tanda Mata untuk Yovie Widianto.  “Bagaimana saya memberikan penghargaan terhadap musisi pop yang tetap produktif dan memberikan inspirasi besar.”

“Jadi saya pikir tahun ini apresiasi itu diberikan untuk merayakan karya Yovie Widianto,” ujar Glenn Fredly.

Bagi Yovie, hal ini menjadi suatu penghargaan yang besar. Bahkan pencipta lagu Janji Suci ini merasa terharu dengan perjuangan Glenn. “Merupakan penghargaan yang sangat besar bagi saya pribadi. Musisi itu seniman, pastinya akan merasa dihargai ketika diapresiasi.”, papar Yovie. Lagu-lagu Yovie di tangan Glenn nantinya akan terdengar berbeda.***

 

Dunia Gila ‘Orang Kaya Asia’ tak Semanis yang Anda Bayangkan

PARA tokoh pemeran di film Crazy Rich Asians, yang kaya bukanlah orang-orang kaya biasa. Mereka berada di level  berikutnya, absurd, tidak masuk akal, sangat kaya.

Mereka berpesta bujangan di kapal  yang kemudian ditipu di tengah lautan. Mereka tidak hanya menyewakan atap Marina Bay Sands, mereka juga merekrut tim renang nasional  untuk tampil di kolam renang tanpa batas. Mereka memiliki rumah mewah, Bugattis, dan permata seukuran hewan kesayangan  kecil.

Film ini, dirilis  pada 15 Agustus, adalah proyek besar Hollywood  pertama sejak The Joy Luck Club, pada tahun 1993, dengan pemain Asia atau Asia-Amerika.

Film yang diangkat dari  novel 2013 karya Kevin Kwan, yang menggambarkan  kemewahan absurd yang ada di Singapura. Film ini menggambarkan betapa berbedanya faksi-faksi yang terbagi dari kelas atas orang kaya itu dalam berperilaku.

Mereka yang berada di kelompok yang lebih tua, sekarang di usia 50-an dan 60-an, menghabiskan kekayaan dinasti yang dibangun dari bisnis real estat dan perbankan Asia Tenggara.

Mereka menjadi tuan rumah pesta mewah dan mengenakan perhiasan mahal, tetapi ini adalah pertunjukan canggih dari glamor yang bersahaja hanya bagi mereka yang paling dekat dengan mereka.

Generasi  yang lebih muda, lahir pada 1980-an, tidak  masalah pamer di depan  kamera. Setelah memperoleh banyak kekayaan, mereka melalui kepercayaan keluarga, mereka dengan senang hati berpose untuk para follower-nya di media sosial, mejeng  di klub-klub elite ala 1880, yang memiliki meja resepsionis yang terbuat dari kuarsa 1,5 ton.

Dalam milieus yang dibanggakan ini, Kwan menjadi  pahlawannya, seorang wanita muda China keturunan Amerika bernama Rachel Chu (diperankan dalam film oleh Constance Wu) yang menemani pacarnya yang lama, Nick (Henry Golding), ke pernikahan seorang teman di Singapura. Dia terkejut ketika mengetahui bahwa keluarganya, Youngs, sangat makmur dan, ya, sedikit gila.

Dalam buku dan film, generasi  lama diwakili oleh klan Young, yang mengumpulkan kekayaan mereka dari kerajaan real estat yang berkencan dengan era kolonial. Mereka mengharapkan rasa hormat. Ini adalah pemandangan yang akrab bagi banyak orang.

Barangkali, sekalipun keluarga Anda tidak sekaya miliader itu,  mungkin Ibunda termasuk suka minum teh pada jam 4 sore. di Hotel Raffles pada acara-acara khusus. Sekali-sekali, saya akan melihat Rolls-Royce vintage  yang melaju di salah satu jalanan kota yang bersih dan rapi.

Lima puluh tahun kemudian, Singapura adalah potret  untuk kekayaan di Asia Tenggara. Apa yang dimulai sebagai pelabuhan perdagangan dan pusat pelayaran telah menjadi modal keuangan global, berkat aliran investasi dalam industri perbankannya, sekarang menjadi yang paling kompetitif keempat di dunia, menurut Global Financial Centers Index, yang mengamati para pemimpin bisnis internasional.

Generasi kaya yang  baru ini diwakili oleh banyak karakter lain, seperti  Rachel, Goh Peik Lin (diperankan oleh bintang 8 Ocean Breakout Awkwafina), keluarga mencoloknya, dan kru gosip, pendaki tangga-pendakian dari sosialita yang membuat ini khusus kerak bagian atas masyarakat.

Untuk sutradara Jon Chu, itu adalah “tingkatan yang berbeda dari orang kaya” yang paling menarik baginya. Untuk yang sangat kaya, “itu bukan tentang flash,” katanya. “Ini tentang kehalusan dan kelas. Ini tentang bagaimana Anda dibesarkan, dan Anda tidak dapat memberi tahu hal-hal itu dengan label. ”

Lokasi
Beberapa titik melampaui kesenjangan generasi. Hermes yang ramai dan butik Cartier di atas Orchard Road, sebuah jalan komersial yang menarik wisatawan dan pembeli yang sangat kaya. Pemandangan kuliner kota melayani restoran kelas atas: Tiga puluh sembilan restoran bintang Michelin mencakup hampir semua masakan.

Pada Shoukouwa, kuil omakase bintang dua, para koki berjanji untuk “membelai lidah Anda dengan kemahiran yang elegan.” Odette, di Galeri Nasional, memiliki menu mencicipi S $ 300 ($ 240) yang selalu menampilkan hidangan seperti merpati yang dipanggang dengan jerami dan foie gras dari Rouilly, Prancis.

Acara diadakan di tempat-tempat mewah seperti Shangri-La Hotel dan Marina Bay Sands, yang tiga menaranya bersatu menyerupai kapal raksasa, menjadikannya salah satu bangunan paling terkenal di kaki langit. Kolam infinity atap hotel resor – hampir 650 meter di atas tanah – benar-benar memamerkan kemegahan uang baru bangsa.

Di sisi lain spektrum terletak sisa-sisa pos kolonial yang berfungsi sebagai pelabuhan perdagangan untuk British East India Company pada 1800-an. Anda melihatnya dalam arsitektur klasik gedung pengadilan, hotel, dan museum. Dalam film tersebut, Chu ingin memberikan anggukan kepada masa lalu dan masa lalu Singapura, tempat-tempat yang dapat diidentifikasi oleh berbagai periode yang berbeda-beda.

Upacara pernikahan berlangsung di Chijmes, di Caldwell House, dibangun pada tahun 1840 dan salah satu bangunan tertua di Singapura. Tapi untuk afterparty setelah resepsi di Grove Supertree, seluruh pasukan menuju ke dek observasi Marina Bay Sands. (Pertunjukan kembang api menutup pesta pora.) Dalam adegan lain ada bilik DJ yang terbuat dari bagian depan Rolls-Royce.

“Untuk superrich, ini bukan tentang apa yang bisa Anda beli, ini tentang seberapa kreatif Anda dapat dengan uang Anda,” kata Chu. “Siapa pun dapat membeli barang, tetapi memiliki ide itu dan membayarnya adalah hal lain.”

 

Poin Gaya
Di Singapura, supporting gaya hidup terbaru dapat dilihat  di mal mewah seperti Ion Orchard baru atau Mandarin Gallery, di mana Anda dapat membeli gaun beludru seharga $ 5.000 dari label Prancis Saint Laurent atau pembom kasmir $ 6,100 dari Loro Piana.

Dalam film itu, mal-mal ini akan menjadi tempat para tokoh  berbelanja. Mary Vogt, perancang kostum, berhati-hati untuk memecah karakter ke dalam dua kelompok sosial mereka. “Orang yang lebih banyak uang kurang pongah dan kurang mencolok,” katanya. “Anda dapat mengatakan sesuatu yang mahal dengan kesederhanaan potongan dan kualitas kain.”

Michelle Yeoh, dalam perannya sebagai ibu harimau Nick Young, melepas cat ini. Dia memakai Carolina Herrera dan Elie Saab serta bros dan anting klasik yang sepertinya pernah dimiliki oleh bangsawan.

“Michelle mengatakan karakter ini tidak akan pernah memakai perhiasan fashion, dia hanya akan memakai perhiasan asli,” kata Vogt.

“Untungnya, Michelle memiliki koleksi perhiasannya sendiri yang sangat indah, dan dia meminjamkan kami beberapa potong.” Salah satu barang itu adalah cincin zamrud yang memukau — Chu menggambarkannya hanya sebagai “sebuah cincin besar yang aneh” —yang memainkan peran kunci dalam cerita.

Peik Lin dan ayahnya (Ken Jeong) mengambil kekasaran nouveau riche ke ekstrem. Mereka tinggal di sebuah rumah yang disepuh emas dan marmer. Pada satu titik, menjelaskan asal usul keluarga terkaya di Asia, dia menunjuk ke peta yang terpampang di sisi tas tangan khusus yang dibuat untuk film tersebut. Dalam adegan lain, Jeong mengenakan setelan Prada coklat — dengan payet.

Yang paling bergaya dari set film ini adalah saudara sepupu Nick, Astrid (Gemma Chan). Tokohnya mengenakan gaun Alexander McQueen warna merah jambu yang ramping ke pernikahan besar, membeli Rolex Daytona untuk pacarnya, dan menyembunyikan kotak Dior di sekitar apartemennya. Tetapi dia juga akan mengambil tee Gap di toko barang bekas, kata Vogt.***

 

Gentayangan segera Guncang Bioskop Indonesia


BUKAN  rahasia lagi kalau film horor adalah salah satu genre populer di Indonesia. Untuk genre tontonan di layar bisokop Indonesia ini,  film “Gentayangan” siap tayang.

Film yang antara lain dibintangi Baim Wong, Nadine Alexandra, dan Christ Laurent  ini bertutur  tentang kisah satu keluarga yang terpaksa tinggal di sebuah hotel karena usahanya yang bangkrut.

Baim Wong sendiri sudah merasakan kejanggalan pada hotel warisan yang sebenarnya ingin ia jual tersebut. Namun, berbagai kejadian buruk berdatangan.

Di tengah cerita, sebenarnya ada seorang kakek tua yang sudah mengingatkan Abimanyu, Baim Wong untuk segera keluar dari tempat tersebut.

Namun karena penyelidikan kepolisian masih harus tetap berjalan, dirinya dan keluarga harus tetap berdiam di sana hingga waktu yang tidak ditentukan.

Gentayangan sendiri diproduksi oleh sutradara asal India, yakni Shyam Ramsay yang sudah pernah menyutradarai film Bandh Darwaza dan Nagin di akhir tahun 1990-an.

Meski dikemas dengan alur cerita yang sudah bisa ditebak, tetapi film ini cukup mendetail menampilkan suasana menyeramkan di sekitar hotel yang mampu meneror perasaan penonton. [Ipik Tanoyo]