Aktor Slamet Ambari Tutup Usia

alm Slamet Ambari–foto istimewa

Seniman yang juga aktor Slamet Ambari, hari ini, Senin pagi (18/2) tutup usia. Menurut informasi yang diterima PanturaPost, pemeran Jadag di Film Turah itu menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Karyadi Semarang. Almarhum juga membintangi sederet film seperti ‘Istirahatlah Kata Kata’ (biopic Widji Thukul), ‘Nini Thowok’, dan lain lain.

“Bener mas, infonya (meninggal) tadi habis subuh,” kata Ubaidillah, rekan Slamet Ambari yang juga pemeran utama film Turah kepada penulis, Senin pagi.
Ubaidillah belum mengetahui persis penyakit apa yang diderita Slamet sebelum ini. Namun, beberapa waktu lalu, almarhum sempat diopname di rumah sakit di Tegal.
“Dia itu kekurangan kalium. Tapi apa ada penyakit lainnya saya kurang tahu persis,” jelasnya.
Kabar meninggalnya seniman serba bisa itu juga dibenarkan oleh Wicaksono Wisnu Legowo, Sutradara Film Turah. Menurut Wisnu, Almarhum pada Sabtu lalu masih dirawat di Rumah Sakit Islam Harapan Anda Kota Tegal sebelum akhirnya dibawa ke Semarang.
“Sebelum dibawa ke Semarang aku telponan sama bu Retno, manajernya. Katanya ada hubungannya dengan trombosit arteri,” ujar Wisnu. (pik)

Alita: Cinta dan Kehidupan Sangatlah Penting

Rosa Salazar as Alita dalam film produksi Twentieth Century Fox

Oleh: Leo Patty

Menonton film Alita: Battle Angel menghilangkan sedikit rasa haus akan karya James Cameron — salah satu produser film — setelah mega suksesnya Avatar sekitar 10 tahun lalu. Saat ini, dia juga sedang berkutat menyelesaikan sekuel Avatar. Alita diambil dari cerita komik Jepang atau manga karangan Yukito Kishiro. Kabarnya, film ini digarap dengan dana 200 juta dolar AS. Digarap oleh tim efek khusus ternama Peter Jackson. Cameron juga menggarap skrip film bersama Laeta Kalogridis (yang menulis Shuter Island).

Cerita dimulai pada tahun 2563. Seorang cyborg (seluruh tubuh mesin tapi otaknya manusia) perempuan teronggok rusak tapi jantungnya dan otaknya, sudah tidak sadarkan diri, tetap berfungsi selama 300 tahun di tumpukan sampah. Kota Besi, dimana tumpukan sampah ada, merupakan sisa-sisa tempat hidup manusia setelah perang besar. Namun para elit hidup di Zalem — kota besar mengapung di angkasa yang jadi simbol impian, yang tidak mungkin diraih, kelas pekerja di bawah, pembunuh bayaran dan para penjahat. Salah satu pemimpi, untuk bisa tinggal di Zalem, adalah Dyson Ido (diperankan oleh Christoph Waltz). Dia berperan sebagai seorang dokter spesialis perbaikan cyborg. Dia menemukan cyborg ditumpukan sampah, masih hidup, tapi mengalami amnesia.

Dia tidak ingat namanya, karena itu Ido menamakannya Alita, nama putrinya yang telah meninggal. Ido juga memberi jantung (berenergi anti-materi) untuk memberi asupan energi ke otak Alita. Aktris Rosa Salazar (Parenthood, American Horor Story, dan juga Maza Runners) memerankan Alita bermain sangat baik dengan ‘make over’ digital, yang memperlihatkan kulit seperti carbon-fiber atau plastik.

Alita lambat laun, setelah sekian lama mengalami amnesia, mengingat jati dirinya, sebagai tentara super. Dia juga mulai kembali memperoleh ketrampilan perangnya. Semua ini, ditambah peran Waltz, makin menggoda setiap pemirsa untuk mengetahui masa lalu mereka. Apalagi ketika Alita bertemu dengan Hugo (Keenan Johnson), pemuda manusia (bukan cyborg) dan mereka mulai saling menyukai. Hugo menjadi semacam pemandu bagi Alita untuk mengenal dunia baru ini.

Belakangan, Hugo memperkenalkan permainan Motorball, yang jadi semacam permainan sangat populer di Kota Besi. Permainan ini sangat mematikan dan bisa membuat pemainnya meninggal atau memenangkan tiket untuk pergi ke Zalem. Kemudian masuk konspirasi antara mantan isteri Ido, Chiren (diperankan oleh Jennifer Connelly) dengan penjahat Vector (diperankan oleh Mahershala Ali). Mereka mengatur hasil-hasil akhir dari pertandingan Motorball tersebut. Tentunya sesuai dengan kehendak penguasa, yang tinggal di Zalem.

Pada akhirnya, konspirasi untuk mengikuti kemauan elit penguasa seperti biasa akan berbenturan dengan nurani. Film ini, apapun pandangan anda, juga merayakan kehidupan dan cinta yang memberi harapan kedepan lebih baik. Alita menjadi tokoh untuk memperjuangkan kehidupan dalam kebebasan dan keadilan.

Film Alita:Battle Angle juga memperlihatkan perkembangan teknologi digital — animasi dan efek khusus — yang sangat luar biasa maju. Perkembangan menarik dan film ini cukup layak ditonton.

 

Princess Megonondo Miss Indonesia 2019

Princess Megonondo Miss Indonesia 2019–foto instagram missindonesia

Princess Megonondo terkejut ketika namanya terpilih sebagai Miss Indonesia 2019 dalam gelaran malam puncak Miss Indonesia 2019 pada Jumat (15/2/2019). Miss Jambi ini tidak menyangka jika dirinya menggantikan posisi Miss Indonesia 2018, Alya Nurshabrina.

Miss Indonesia 2019 dari Jambi bernama lengkap Mikhaelia Audrey Megonondo. Menguasai bahasa Inggris, Perancis dan Mandarin. Ternyata, Megonondo adalah keponakan penyanyi Krisdayanti.
Atas keberhasilannya itu, Princess mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya selama karantina. Apalagi Princess mengaku untuk menjadi Miss Indonesia 2019 tidaklah mudah, bahkan dirinya menjagokan sahabatnya dari NTT, Rosari Ndona.

Foto instagram missindonesia
Foto instagram missindonesia

“Alhamdulillah saya benar-benar terkejut, terharu. Thank you God, everyone yang mendukung saya. Terima kasih untuk kalian yang sudah support. Terima kasih,” kata Princess di MNC Studios Kebon Jeruk, Jakarta.

Sebagai Miss Indonesia 2019, anak pertama dari dua bersaudara itu pun berjanji akan melakukan yang terbaik untuk Indonesia, khususnya di bidang sosial, yakni menyuarakan suara remaja dan wanita kelompok kecil.
“Tentunya saya menjadi suara remaja. Especially buat para wanita kelompok kecil aja kuliah dan besar sosial. Saya fokus pada sosial,” jelasnya.
Mengutip sindonews.com, dalam kesempatan yang sama, Chairwoman of Miss Indonesia Organization Liliana Tanoesoedibjo mengucapkan selamat atas terpilihnya Princess Meganondo sebagai Miss Indonesia 2019. Liliana berharap Princess dapat menuntaskan pekerjaan Miss Indonesia diajang Miss World sehingga mampu kembali mengharumkan nama Indonesia.
“Untuk Miss Indonesia 2019 selamat. Selesaikan tugas Miss Indonesia selama satu tahun untuk ke Miss World, do your best karena saat mereka melakukan yang terbaik, hasilnya akan baik,” tutup Liliana.
Kemegahan malam puncak Miss Indonesia 2019 digelar di Studio 14 MNC, Kebon Jeruk, Jakarta pada Jumat (15/2/2019). Dipandu oleh Amanda Zevanya, Daniel Mananta dan Roby Purba, acara ini dimeriahkan oleh musisi tenama Tanah Air seperti Judika, Brisia Jodie, Arsy Widianto dan Siti Badriah.
Sama seperti tahun sebelumnya, Miss Indonesia 2019 juga dihadiri oleh tamu spesial. Mereka adalah Miss World 2018 Vanessa Ponce de Leon dan Chairwoman of Miss World Organization Julia Morley. (pik)

‘Ave Maryam’ Buka PIFF 2019

Plaza Indonesia Film Festival (PIFF) 2019 resmi dibuka Kamis (14/9) bertepatan dengan hari valentine. Acara tersebut akan berlangsung pada 14-17 Februari.

Tahun ini, PIFF mengusung tema “Love, Live & Life” yang mengangkat berbagai sudut pandang kehidupan mulai dari isu sosial, kehidupan bertoleransi, pengorbanan dan sisi gelap-terang perjalanan cinta.

“Mengenai temanya, karena kita pikir dari semua film yang sudah kita pilih, ada 100 film, kita lihat benang merahnya, cinta, kehidupan dan bagaimana kita menjalani hidup mulai dari trauma dan lainnya,” kata Astri Abyanti Permatasuri, General Manager Marketing level 4,5,6 Plaza Indonesia dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

PIFF kali ini memiliki dua agenda utama yakni Movie Clinic dan Movie Screening. Untuk Movie Clinic sendiri dibagi menjadi tiga kelas yakni creative content, music in film dan acting class. 

Sedangkan untuk Movie Screening film-film yang ditampilkan di antaranya adalah “Ave Maryam”, “Cold War”, “27 Steps of May”, “Shoplifters”, “Capharnaum”, “Memories of My Body/Kucumbu Tubuh Indahku”, “The Tailor” dan beberapa film pendek seperti “Kado”, “Loz Jogjakartoz”, “Elegi Melodi”, “Ballad of Blood and Two White Buckets” dan “Elinah”. (pik)

Miss World 2018 Vanessa Ponce Kunjungi Korban Gempa Lombok

Miss World 2018 Vanessa Ponce Kunjungi Korban Gempa Lombok–foto doc rcti

Malam puncak penobatan Miss Indonesia 2019 segera digelar pada Jumat (15/2). Seperti pada tahun sebelumnya, acara selalu menghadirkan tamu istimewa dari Miss World Organization.

Tahun ini, pemenang Miss World 2018 yaitu Vanessa Ponce De Leon sengaja datang ke Indonesia. Dia bersama Ms. Julia Morley (Chairman of Miss World Organization) beserta Mr. Steve D Morley (Event Director of Miss World Organization) bakal menghadiri Malam Puncak Miss Indonesia 2019.
Tidak hanya hadir, selama berada di Indonesia Vanessa Ponce melakukan beberapa aktivitas, salah satunya program Beauty With a Purpose.

Foto –doc rcti
Program ini merupakan kegiatan sosial Miss World 2018 mengunjungi para korban bencana gempa di desa Manggala, Lombok Utara. Dia dan Miss World Organization bersama Miss World 2018 memberikan bantuan berupa sembako dan pendidikan untuk para korban bencana yang berada di pengungsian.
Miss World 2018 Vanessa Ponce De Leon terkesan selama berkunjung ke Lombok. Dia mengaku senang dan tersentuh.
“Lombok sangat membekas di hati saya, sebab Lombok mengingatkan saya dengan negara asal saya yaitu Mexico. Kami di Mexico juga sering dilanda gempa bumi, namun kami selalu berusaha untuk bangkit kembali,” kata Vanessa di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (14/2).
“Saya yakin Indonesia, khususnya wilayah Lombok juga pasti dapat bangkit kembali,” sambungnya. Apa arti ‘Cantik’ (Beauty) buat Anda? “Beauty tidak hanya diluarnya saja, fisiknya.Tapi juga didalam, di hatinya. Ada rasa simpati terhadap orang lain. Dan itulah Beauty,” tukas Vanessa cepat. (pik)

Chiara Aurelia Jadi Pemeran Utama di Film Kunarpa

Production House Tujuh Rumah Produksi sedang menggarap film horor terbaru berjudul Kunarpa (Mayat). Artis pendatang baru Chiara Aurelia didapuk menjadi pemeran utama.

Di film yang akan memulai syuting bulan Mei mendatang tersebut, Chiara akan berakting ganda sebagai gadis bernama Morie saat belia dan dewasa. Ia mengaku harus banyak belajar akting untuk mendalami perannya.

“Tantangan buat aku agar bisa dapat dua karakter itu,” kata Chiara Aurelia baru baru ini.

Gadis kelahiran Jakarta 2 Februari 1996 ini mengatakan bahwa dirinya sangat senang bisa bekerjasama dengan PH Tujuh Rumah Produksi.

“Sekarang aku bertemu PH dan MA (Manajemen Artis) yang jelas, memproduksi film-film sendiri, bersifat kekeluargaan yang membuatku menjadi paham apa arti sebuah pelajaran tentang hidup, menghargai apa namanya usaha dan pengorbanan. Benar-benar hidupku menjadi berwarna dan aku siap untuk menjelajahi industri perfilman sebagai aktris berkualitas,” terangnya.

Di saat yang sama, Produser Kunarpa (Tu7uh Rumah Produksi) Andre Murtono mengatakan bahwa pemilihan Chiara Aurelia sebagai pemeran utama dikarenakan wajahnya seperti keturunan Jepang, sehingga sesuai dengan latar belakang film Kunarpa yang mengambil setting jaman penjajahan Jepang. “Saya pilih Kiara karena mukanya mendekati Jepang,” jelas Andre.

“Kebetulan Chiara ini mempunyai kualitas akting yang bagus. Kami memilih Chiara prosesnya tidak sebentar,” ungkapnya.

Film Kunarpa akan mengambil lokasi syuting di Sukabumi, Indramayu, Pangandaran dan Bogor. Film ini disutradarai oleh Marcky Jahjali. (pik)

 

Akhlis Suryapati: RUU Permusikan Ciptakan Feodalisme dan Diskriminasi

Ketua Presedium Pusat Peranserta Masyarakat Perfilman (PPMP) Akhlis Suryapati –foto istimewa

Pusat Peranserta Masyarakat Perfilman (PPMP) melalui Akhlis Suryapati sebagai Ketua Presidium, menyampaikan pernyataan sikap terkait RUU Permusikan, terutama mengenai pasal yang menyangkut Sertifikasi Kompetensi bagi  Insan Musik dan Sertifikasi Kompetensi bagi Insan Film.

Menurut Akhlis Suryapati seperti dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/2/2019), RUU tersebut dinilai mengarah pada regulasi yang kontraproduktif dengan semangat memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pekerja kreatif untuk menjadikan kegiatannya sebagai profesi atau mata pencaharian.

Selain itu, RUU tersebut menciptakan feodalisme dan diskriminasi terhadap masyarakat kreatif Indonesia, termasuk terhadap insan musik dan insan film.

Karena itu, dari alasan yang dikemukakan di atas, kata Akhlis, pihaknya menolak pasal-pasal yang berkaitan dengan Sertifikasi Kompetensi pada RUU Permusikan dan Rancangan Peraturan Menteri tentang Pengutamaan Film Indonesia dan Pengutamaan Sumber Daya.

Dalam pernyataan tertulis yang ditandatangani Akhlis Suryapati, selaku ketua presidium Pusat Peranserta Masyarakat Perfilman (PPMP), berisi tiga sikap mereka terhadap RUU tersebut.

Berikut pernyataan sikap secara lengkap dari Pusat Peranserta Masyarakat Perfilman:

 

PERNYATAAN SIKAP

Mengikuti, mencermati, dan mempelajari, Rancangan Undang-Undang Permusikan serta mempelajari Rancangan Peraturan Menteri tentang Pengutamaan Film Indonesia dan Pengutamaan Sumber Daya Dalam Negeri, khususnya pada pasal-pasal yang berkaitan dengan Sertifikasi Kompetensi  bagi Insan Musik dan Sertifikasi Kompetensi bagi Insan Film, dengan ini Pusat Peranserta Masyarakat Perfilman menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

 RUU Permusikan dan Rancangan Peraturan Menteri tentang Pengutamaan Film Indonesia dan Pengutamaan Sumber Daya, dalam sejumlah pasal yang berkaitan dengan Sertifikasi Kompetensi, mengarah pada regulasi yang kontraproduktif dengan semangat memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pekerja kreatif untuk menjadikan kegiatannya sebagai profesi atau mata pencaharian.

RUU Permusikan dan Rancangan Peraturan Menteri tentang Pengutamaan Film Indonesia dan Pengutamaan Sumber Daya, dalam sejumlah pasal yang berkaitan  dengan Sertifikasi Kompetensi, mengarah pada regulasi yang menciptakan feodalisme dan diskriminasi terhadap masyarakat kreatif Indonesia, termasuk terhadap insan musik dan insan film.

Menolak pasal-pasal yang berkaitan dengan Sertifikasi Kompetensi pada RUU Permusikan dan Rancangan Peraturan Menteri tentang Pengutamaan Film Indonesia dan Pengutamaan Sumber Daya.

Demikian pernyataan sikap ini disampaikan, sebagai bentuk peran serta aktif masyarakat perfilman. ***(pik)

 

Jikustik Gelar Konser Reuni Sekali Seumur Hidup

foto jawapos

Para personel Jikustik awal, Pongky, Icha, Adhit, Carlo dan Dadi hanya mau satu kali menggelar konser reuni, setelah itu mereka kembali pada kesibukannya masing-masing. Jikustik akan menggelar konser reuni guna memperbaiki hubungan yang retak selama 10 tahun, pada 29 Maret 2019 di Grand Pacific Hall Yogyakarta.

Pada 2011, Pongky Barata memutuskan keluar dari Jikustik. Sebab selama satu tahun penuh, dirinya sudah tidak pernah diajak berkomunikasi lagi dengan personel lain di band itu. Tak lama kemudian, Icha juga ikut keluar.

Personel tersisa — Adhit, Carlo dan Dadi — tetap melanjutkan Jikustik dengan menggandeng Bryan sebagai vokalisnya. Sayangnya, hubungan kelima personel Jikustik tidak kunjung  membaik, khususnya Pongky dan Icha, sehingga mereka tidak pernah bertegur sapa selama bertahun-tahun.

“Ini buat saya bahwa kita akan main lagi berlima naik panggung, genjreng-genjreng, turun panggung bye-bye. Kalau penerimaan mereka berbeda, terserah. Tapi sekarang itu udah enggak masalah buat saya,” kata Pongky dalam jumpa pers konser “Jikustik Reunian” di Jakarta, Selasa.

“Rasa rindu itu memang pasti ada tapi enggak boleh ge-er, rindunya itu untuk manggung. Untuk 29 Maret reuni oke, tapi setelah itu, enggak janjilah,” tambah Dadi.
Para personel memastikan konser reuni hanya dilaksanakan sekali seumur sehidup. Jadi, mereka akan memberikan yang terbaik sebisa mungkin.

“Saya selalu menekankan bahwa konser 29 Maret harus keren. Karena satu konser itu aja. Kita naik panggung, main lagu lama, reuni itu yang kita jual. Setlist-nya belum kita bahas. Setelah ini saja belum tahu kita akan apa, apakah komunikasinya akan lebih baik atau tidak saya enggak tahu,” jelas Pongky.

Perlu diketahui, di Konser Jikustik Reunian ini, pengganti Pongky yaitu Brian tak diikutsertakan. CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi (promotor konser ‘Jikustik Reunian’) menuturkan Jikustik formasi awal tak pernah terlupakan. “Walau mereka sampai saat ini masih tetap eksis dengan formasi baru,” ucap Anas. (pik)

 

Artis dan Mahasiswa IKJ Berkolaborasi Pentaskan ‘A Midsummer Night’s Dream’

Alumni Prodi Teater FSP-IKJ  & ITF-Indonesia Teater akan menggelar pertunjukkan bertajuk ‘A Midsummer Night’s Dream’ karya Shakespeare pada 16-18 Februari 2019 di Gedung Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pertunjukan yang didukung sekitar 50-an aktor, penari, pemusik juga sejumlah artis film/tv, merupakan kolaborasi teater tradisi dan modern dengan durasi selama 90 menit.

Menurut sutradara Bedjo Soelaktono, pementasan dengan kombinasi pemain terdiri dari artis dan mahasiswa teaoter IKJ, memiliki tantangan tersendiri. “Latihan hanya satu bulan. Untuk mengejar efektivitas latihan ini, para pemain harus datang ke tempat latihan sudah siap dengan penafsiran dan hafalannya,” ungkap Bedjo.

Dia berharap dengan kombinasi pemain artis dan mahasiswa, dapat menghasilkan pemain yang berkualitas yang popular. “Mahasiwa IKJ yang berkualitas dapat popular dan artis yang popular dapat berkualitas. Kalau ini tercipta maka terjadi kolaborasi yang saling menguntungkan,” tambahnya penuh harap.

Bicara tantangan, Egy Massadiah pun ikut angkat bicara. Egy yang bertindak sebagai produser pertunjukan ini menyebut berbagai tantangan, khususnya dalam hal pembiayaan menjadi obor penyemangat . “Tidak ada kata menyerah,” tandasnya. Menurutnya, sekecil apapun roh kebudayaan, dalam hal ini pentas teater wajib tetap digelorakan. Tak ada alasan untuk diam. Harus tetap bergerak, berdenyut sebagai bakti kepada panggung teater.

“Jalan sunyi dan lorong panjang untuk mewujudkan pentas teater bukan lah barang baru. Justru lecutan dan kendala itulah yang membuat kami tetap membandel menelusuri jalan panjang dan lorong sunyi tersebut,” ungkap Egy.

Kisah A Midsummer Night’s Dream  yang ditulis sekitar tahun 1595, lanjut Egy,  masih sangat relevan dengan situasi saat ini. Khusus Indonesia yang pada tahun 2019 akan melangsungkan Pesta Demokrasi, dimana rakyat yang terlibat secara langsung seharusnya berbahagia seperti layaknya pesta-pesta umumnya.

A Midsummer Night’s Dream  

Naskah yang telah berusia lebih dari 400 tahun ini berkisah tentang  pembangkangan seorang anak perempuan (Hermia) terhadap ayahnya (Egeus) yang akan menjodohkannya dengan seorang pria yang tidak dicintainya (Demetrius). Hermia sendiri sudah punya kekasih yang bernama Lysander. Bersama Lysander, Hermia memutuskan untuk kabur melewati hutan pada malam hari.

Helena yang mencintai Demetrius, membocorkan hal itu pada Demetrius. Mereka pun membuntuti. Malam tiba, Lysander dan Hermia tertidur di hutan. Demetrius yang terganggu karena diikuti oleh Helena jadi kasar pada Helena.Hal itu dilihat oleh raja peri Oberon, yang sedang berselisih dengan Titania yang tidak mau menyerahkan anak Indian. Oberon memerintahkan anak buahnya, Pek,  untuk mengambil bunga ajaib yang bila dioleskan ke mata seseorang yang sedang tidur akan membuat orang itu jatuh cinta pada makhluk pertama yang dilihatnya saat bangun.

Oberon memerintahkan bunga itu oleskan dimata Demetrius agar jatuh cinta pada Helena. Namun Pek salah mengoleskan bunga itu ke mata Lysander, hingga Lysander pun jatuh cinta pada Helena dan meninggalkan Hermia. Hermia bangun dan mencari kekasihnya. Ketika bertemu, ia ditolak karena Lysander terkena sihir dan jatuh cinta pada Helena.

Sekelompok rakyat kelas bawah berencana mementaskan sandiwara “Pyramus dan Thisbe” untuk pernikahan Teseus. Mereka berlatih di hutan, dekat tempat tinggal Titania. Pek yang jahil melihat latihan itu lalu menyihir kepala Kumpar menjadi kepala keledai. Ketika Titania bangun, Kumpar adalah orang pertama yang dilihat. Dia pun jatuh cinta pada Kumpar.

Oberon membebaskan Titania dari sihir ketika Titania dengan mudahnya memberikan anak Indian itu padanya. Sihir pada Lysander juga hilang, namun Demetrius jadi jatuh cinta pada Helena biarpun sihir itu hilang. Mereka membangunkan kedua pasangan itu dari tidurnya. Teseus menyuruh Egeus untuk mengatur pernikahan bagi kedua pasangan itu. Di kota, Teseus dan Hippolyta bersama kedua pasangan Hermia-Lysander dan Helena-Demetrius, menonton pertunjukan “Pyramus dan Thisbe”. Itu adalah pertunjukan yang konyol dan jelek, namun menghibur mereka semua.

Amel Alvi, salah satu artis yang ikut tampil dalam pementasan ini mengaku sangat bersyukur dan senang mendapat kesempatan main teater bersama mahasiswa IKJ. “Amel dapat pengalaman baru, teman baru juga mendapat ilmu seni peran. Semoga Amel bisa lebih baik dalam berakting. Terima kasih untuk bang Bedjo Soelaktono atas kesempatan yang diberikan,” ucap Amel.

Komentar senada juga disampaikan artis sinetron Disha Devina. “Seru dan luar biasa banget pengalaman saya main teater dengan mahasiswa IKJ. Mereka baik dan sabar menghadapi saya yang baru belajar teater,” ujar Disha Devina. Seperti halnya Amel, ia pun mengaku senang mendapat kesempatan pentas dan ilmu seni peran. “Senang sekali mendapat kesempatan pentas dengan para aktor sesungguhnya. Karena saya mendapat ilmu seni peran yang belum tentu ada di luar IKJ,” ucapnya.

Ternyata bukan hanya para artis yang menikmati bermain teater  bersama mahasiswa. Para mahasiswa yang terlibat dalam pentas A Midsummer Night’s Dream  pun  mengaku  senang berkesempatan tampil bersama artis.  Sisca, mahasiswa teater IKJ misalnya, mengaku bangga bisa main dengan artis. “Dalam proses latihan teater kami disatukan dan bisa saling sharing pengalaman seperti teman yang sangat dekat,” ujar Sisca. “Seru , lucu dan semoga bermanfaat buat kami,” tambahnya.

Hal yang sama juga diungkap Fitria, mahasiswa teater IKJ. “Proses berteater dengan artis menyenangkan, karena bisa berbagi pengalaman & menambah lin,” ujarnya.***/ebn

 

 

Noorca dan Yudhis Tampil di Sastra Bulan Purnama

Noorca Massardi –foto istimewa

Dua saudara kembar, yang dikenal sebagai sastrawan, Noorca Massardi dan Yudhistira Massardi akan tampil di Sastra Bulan Purnama edisi 89, Rabu 20 Februari 2019, pkl. 19. 30 di Tembi Rumah Budaya, jl. Parangtritis Km 8,5, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Keduanya akan meluncurkan novelnya yang terbaru. Yudhis meluncurkan novel berjudul ‘Penari dari Serdang’ dan Noorca novelnya berjudul ‘Simvlacrvm’, yang ditulis bersama putri sulungnya Cassandra Massardi.

Judul novel Noorca unik, terutama pada pilihan huruf yang diganti. Huruf ‘U’ diganti huruf ‘V. sehingga kita bisa membacanya menjadi Simvlacrvm, dari kata yang mestinya Simulacrum.

Selain akan dibacakan dari masing-masing petikan novel karya keduanya. Ada pertunjukan musik dan puiisi, yang tampil bersama Yudhistira, yakni Gema Isyak ‘Soloensis’, Gandhi Asta, Farida Klara Tika. Sedang Noorca Massardi akan mengajak Nunung Deni Puspitasari membacakan pethikan novel, dan Yoppi Smong dkk akan menampilkan musik puisi.

Yudhis dikenal telah menerbitkan sejumlah buku, salah satu novelnya yang ditulis tahun 1977, berjudul ‘Arjuna Mencari Cinta’. Ia juga sudah menerbitkan beberapa antologi puisi selain ‘Sajak Sikat Gigi’, di tahun 2015 ia menerbitkan buku ’99 Sajak, dan dua tahun kemudian (2017) menerbitkan ‘Perjalanan 63 Cinta’ dan ‘Luka Cinta Jakarta’, diterbitkan oleh KPG.

Noorca Massardi, selain sudah menulis novel juga menulis sejumlah naskah drama, dan dikenal sebagai sutradara. Dua novelnya yang pernah ditulis di antaranya berjudul ‘Sekuntum Duri’ (1978) dan ‘Mereka Berdua’ (1981). Karya lakonnya pernah memennagi Sayembara Penulisan Lakon Dewan Kesenian Jakarta, di antaranya:  Perjalanan Kehilangan (1974), dan Terbit Bulan Tenggelam Bulan (1976) Sayembara Penulisan Lakon Anak-anak Direktorat Kesenian Depdikbud: Tinton (1976), dan Mencari Taman (1978) Sayembara Penulisan Lakon Pemerintah Daerah Jawa Barat Kuda-Kuda (1975).

Noorca dan Yudhistira selain dikenal sebagai sastrawan, keduanya juga dikenal sebagai wartawan. Aktivitas menulis tak pernah ditinggalkan oleh keduanya. Novel terbaru karya Noorca dan Yudhistira merupakan bukti bahwa saudara kembar ini tidak pernah berhenti menulis.

Ons Untoro, selaku koordinator Sastra Bulan Purnama, yang sudah lebih dari 7 tahun diselenggarakan kembali mengajak Noorca dan Yudhistira tampil di Sastra Bulan Purnama secara bersamaan. Sebelumnya, keduanya pernah tampil terpisah di Sastra Bulan Purnama pada bulan dan tahun yang berbeda.

“Karena Noorca dan Yudhistira mempunyai novel yang baru saja terbit, saya minta  pethikannya dibacakan di Sastra Bulan Purnama, sekaligus untuk menyambut usia 65 tahun keduanya, yang tepatnya akan diperingati tanggal 28 Februari 2019” kata Ons Untoro.

Dijelaskan oleh Ons Untoro, Sastra Bulan Purnama memang terbuka untuk jenis karya sastra lainnya, kalau selama ini banyak menampilkan buku puisi, dan beberapa cerpen, untuk kali ini meluncurkan novel.

“Memang tidak mungkin membacakan semua kisah dari dua novel karya Noorca dan Yudhistira, maka akan dibacakan pethikan dari novel tersebut” ujar Ons Untoro.

Meskipun yang diluncurkan novel, bukan berarti tidak ada pertunjukan puisi. Karena keduanya juga dikenal luas sebagai penyair, Noorca dan Yudhistira akan menyajikan musik puisi, dari kelompok musik yang mereka ajak tampil untuk mengolah lagu puisi, bahkan Yudhistira akan menyajikan keroncong puisi, bukan rock puisi seperti pernah dia lakukan. ***/ebn