Java Jazz Festival 2019 Hadirkan Grup Band Toto

Pagelaran festival musik jazz Jakarta International BNI Java Jazz Festival yang akan diselenggarakan pada tanggal 1, 2 dan 3 Maret 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, baru saja mengumumkan jajaran artis fase ke 3 yang akan tampil pada Festival tersebut dan juga 2 artis special show mereka.

Nama-nama yang termasuk dalam pengumuman fase ke 3 di Jakarta International BNI Java Jazz Festival ini antara lain adalah Allen Hinds & L.A. Super Soul, Andien, Elfa Zulham & The Beatz Messengers, Endah N Rhesa Extended, Indra Aziz For Good, Jeff Bernat, Jeslla, Mac Ayres, Parkdrive, Saxx in the City, Teddy Adhitya, The Soulful, Tommy Pratomo, Warner Music Project feat. Andini, Hanin Dhiya, Rahmania Astrini dan Trisouls, Yuri Mahatma dan Zsolt Botos.

Sementara untuk dua special show Jakarta International BNI Java Jazz Festival adalah Toto dan Raveena.

Melalui keterangan resmi tersebut, Dewi Gontha selaku Direktur Utama PT Java Festival Production, menyampaikan rasa bahagianya bisa memboyong Toto untuk manggung beraksi Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2019.

“Kami sangat senang dengan kehadiran Toto di Jakarta International BNI Java Jazz Festival2019 dan kami berharap orang-orang juga tidak sabar untuk menyaksikan pertunjukan yang akan menjadi once in a life time experience ini,” kata Dewi Gontha.

“Begitu juga dengan Raveena, artis yang sangat bertalenta, suaranya sangat merdu dan musiknya terdengar berwarna. Selain itu juga akan ada penampilan yang menakjubkan dari Andien, Parkdrive, Elfa Zulham & The Beatz Messengers dan masih banyak lagi,” lanjutnya lagi.

Selain nama-nama di atas, berikut daftar lineup Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2019:

Allen Hinds & L.A. Super Soul, Andien, Bob James Trio, Cyrus Chestnut Trio, Donny McCaslin, Elfa Zulham & The Beatz Messengers, Endah N Rhesa Extended, GoGo Penguin, Gretchen Parlato, Indra Aziz For Good, James Vickery, Jeff Bernat, Jeslla, JMSN, John Beasley’s MONK’estra, Kneebody, Knower, Louis Cole, Lucky Chops, Mac Ayres, Masego, Moonchild, Nathan East Band of Brothers.

Ada Pula nama-nama lain seperti Nick Zavior, Parkdrive, Peter White, R+R=NOW, Raveena, Ron King Big Band, Saxx in the City, Sinéad Harnett, Teddy Adhitya, The Soulful, The Funky Knuckles, The Soul Rebels, The Suffers, Tommy Pratomo, Tony Monaco Trio, Toto, Warner Music Project feat. Andini, Hanin Dhiya, Rahmania Astrini, Trisouls, Yuri Mahatma dan Zsolt Botos. (pik)

HT Apresiasi Festival Musik Anak Muda Futurepublic 2019

FUTUREPUBLIC 2019–foto okezone

Chairman MNC Group terlihat hadir dalam gelaran festival musik FUTUREPUBLIC 2019 yang digelar di Allianz Ecopark, Ancol. Acara musik ini juga bersamaan diluncurkan produk terbaru Alexandre Christie AC3038. “Kami berharap produk ini dapat memenuhi passion dan mendedikasikan untuk para milenial agar tak takut menjadi diri sendiri karena Life is Passion ” ujar Kasih Rama selaku Head of Brand Activation Alexandre Christie.

Kehadiran beserta sang istri Liliana Tanoesoedibjo juga sang putri, Valencia Herliani Tanoesoedibjo adalah sebagai bentuk dukungan langsung untuk musisi Tanah Air menuangkan ide kreatif mereka di dunia musik.
“MNC Grup melalui The F Thing mendukung festival musik yang menjadi wadah kreativitas generasi milenial,” ujar Hary.
Meninjau acara yang tengah berlangsung, Liliana Tanaja Tanoesoedibjo mengapresiasi kolaborasi yang berlangsung antara musisi Tanah Air dan internasional.
“Untuk acara perdana yang digelar, FUTUREPUBLIC 2019 sangat baik. Apresiasi untuk musisi Indonesia juga terlihat dengan banyaknya yang hadir ke sini,” jelas Liliana.
Ya, festival musik FUTUREPUBLIC 2019 memang perdana digelar namun acara ini sukses mendatangkan musisi papan atas seperti halnya Dipha Barus, Saykoji, Iwa K, hingga kelas dunia misalnya Mura Masa juga Tokimonsta.
Sebagai bintang utama, hadir pula Young Gangsta. Di kelas dunia nama YG memang sudah tidak asing lagi. Musisi bernama Keenan Daequan Ray Jackson ini telah menjalin kerja sama dengan sederet penyanyi ternama seperti Setelah bekerja dengan musisi ternama Drake, Mariah Carey, Kendrick Lamar, Lil Wayne. (pik)

Meriahnya ‘Ngahiji Bareng Red Me’ di Bandung

Meriahnya ‘Ngahiji Bareng Red Me’ di Click Square Bandung, Jawa Barat, Minggu (23/2)–foto istimewa

Ngahiji Bareng Red Me yang digelar PDI Perjuangan di Click Square Bandung, Jawa Barat, Minggu (23/2) berlangsung meriah. Ratusan milenial sangat antusias mengikuti serangkaian acara mulai dari konser musik menampilkan Band Radja, menyanyikan lagu-lagu daerah, main angklung hingga fashion show.

Red Me merupakan dua kata yang berarti merahkan aku. Ragam pakaian ala anak muda milenial ditampilkan. Sambutan antusias diperlihatkan para kaum milenial di kota yang berjuluk Kota Kembang itu. Mereka memainkan angklung bersama-sama mengikuti arahan dari panggung utama. Suasana semakin semarak ketika masuk acara fashion show. Sejumlah model berpakaian design anak muda diperlihatkan. Modelnya, tidak sembarang. Ada Lita Zein, Kirana Larasati, Ian Kasela, Nico Siahaan.

Foto –istimewa

Tidak ketinggalan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto turut berlenggang di atas catwalk mengenakan jaket hoodie warna merah dan kacamata hitam serta celana biru. Tidak lupa, Hasto membawa angklung, alat musik tradisional, sambil berlenggang di atas catwalk. Rasa dan tampilan anak muda disuguhkan untuk kaum milenial, tanpa meninggalkan kebudayaan Indonesia. “Mari jadikan Bandung sebagai pusat inovasi dan kreasi anak bangsa,” ungkap Hasto usai acara.

Hasto menyatakan bahwa Red Me merupakan penegas, PDI Perjuangan dan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Jokowi – KH Ma’ruf Amin memiliki keberpihakan penuh terhadap kreativitas anak negeri.

“PDIP sengaja masuk mall di Bandung, karena Bandung sebagai lambang inovasi dan kreativitas anak muda,” ungkapnya.

Dia menambahkan Red Me sebagai salah satu platform di PDIP, menampilkan desain uniform dari partai berlambang banteng moncong putih itu. “Kami buka seluas-luasnya anak muda untuk berkreasi, berinovasi. Kami menyediakan platform digital untuk berkereasi,” jelas Hasto.

Menurut Hasto, generasi muda di Bandung penuh percaya diri menampilkan kreativitas mereka. Dia menambahkan, Bandung sebagai pusat design yang penuh kreativitas tetap bertumpu pada wajah kebudayaan Indonesia seperti salah satunya angklung.

Menurut Hasto pula, kebijakan Jokowi sangat baik dalam mendorong pengembangan infrastruktur teknologi dan informasi. Jokowi juga mendorong lahirnya startup-startup dan unicorn,

“Kami memahami milenial punya rasa, selera terhadap politik yang berbeda. Namun, semuanya bersatu dalam rasa cinta tanah air,” ungkapnya.***/ebn

Penasaran! Menanti Aksi Gatot Kaca di Layar Lebar

Sutradara Charles Gozali kembali menuangkan idenya dengan mengangkat cerita wayang legenda pahlawan lokal, Gatot Kaca. Bersama rekan-rekan dari Magma Entertainment dan bekerjasama dengan Satria Dewa Studios, film Gatot Kaca memberikan tantangan bagi dirinya sendiri untuk menggarap layar lebar bergenre aksi-fantasi.

Menurut eksekutif produser ‘Gatot Kaca’, Rene Ishak, flm ini terinspirasi dari para penggemar superhero lokal di Indonesia. Ditambah, perkembangan industri perfilman Indonesia menyambut baik diangkatnya superhero lokal ke layar lebar, seperti Wiro Sableng yang sukses beberapa waktu lalu.

“Inspirasi kita dapatkan dari fans di Indonesia, sudah lama mereka inginkan superhero yang sesuai kebudayaan Indonesia tapi dengan selera anak muda sekarang. Akhirnya kita memilih menciptakan Satria Dewa Universe. Untuk seri pertamanya, Satria Dewa: Gatot Kaca,” tutur Rene Ishak di launching properti dan kostum Gatot Kaca di Jakarta Theater, Kamis (21/2).

Garis besar film Gatot Kaca tentu akan menonjolkan kekuatan supernya sesuai slogan ‘Otot Kawat Tulang Besi’ dengan latar belakang budaya Indonesia yang dibuat kekinian. Namun, konflik cerita belum bisa disebutkan mengingat naskah yang masih terus dikembangkan. Nantinya, sosok Gatot Kaca juga akan disesuaikan dengan abad 21 agar bisa diterima oleh generasi millenials dan generasi Z,

“Tantangan kami gini, semua orang tau Gatot Kaca, tapi kalau ada Gatot Kaca muncul di era ini gimana bentuknya, tiap orang kan punya imajinasi beda-beda. Gimana caranya supaya saat dia muncul gambaran kita bisa diterima, karena film ini ditujukan untuk generasi z dan millenial,” ungkap Linda Gozali, Produser dari Magma Entertainment. Sementara itu, untuk pemain film Gatot Kaca juga masih dirahasiakan.

Tampilan film Gatot Kaca yang dikemas modern nantinya melibatkan Chris Lee dan Imagia Studios untuk efek CGI (Computer Graphic Image). Sementara teknis gambar dibantu oleh Hani Pradigya yang belum lama ini masuk nominasi FFI sebagai pengarah sinematografi terbaik. Untuk skenario cerita, Bagus Bramanti dan Asaf Antariksa. Rencananya, film ‘Satria Dewa: Gatot Kaca’ akan mulai syuting pada awal 2019 dan akan tampil di layar lebar pada 2020. (pik)

‘Pohon Terkenal’: Sisi Lain Kehidupan Taruna-Taruni Akpol

‘Pohon Terkenal’ film tentang sisi lain kehidupan taruna-taruni Akpol–foto istimewa

Divisi Humas Mabes Polri bikin kejutan terjun ke kancah perfilman nasional, dengan memproduksi film perdananya yang berjudul, Pohon Terkenal. Film yang dibintangi sederet pemain seperti Laura Theux, Umay Shahab, Raim Laode, Adjis Doa Ibu dan Cok Simbara ini, bercerita tentang kehidupan remaja yang memilih mengabdi kepada bangsa dan negara dengan mengikuti pendidikan menjadi anggota kepolisian.

“Film ini sebagai salah satu sumbangsih kami kepada masyarakat, melalui film ini  kami ingin memperkenalkan sisi lain dari kepolisian”, kata Kepala Divis Humas Mabes Polri, Irjen Pol.Mohammad Iqbal, S.I.K, M.H.
‘Pohon Terkenal’ adalah istilah di populer di dunia kepolisian, yang diwariskan turun temurun yang melekat di setiap angkatan bagi taruna dan teruni yang kerap membuat ulah kenakalan, namun bukan berarti Si Pohon Terkenal tidak dapat mencapai puncak keberhasilan.
Dalam film yang digarap sutradara Monty Tiwa ini, liku liku dan suasana kehidupan sehari hari para taruna dan taruni saat mengikuti pendidikan di Akademi Kepolisian Republik Indonesia di Semarang, Jawa tengah ini digambarkan secara gamblang dan dikemas dalam sebuah drama komedi dengan alur cerita yang ringan.
“Kami berharap, melalui film ini kami bisa menyampaikan suatu gagasan, pesan maupun informasi kepada masyarakat sebagai sebuah proses massa khususnya kepada kalangan milenial”, ungkap Irjen Pol Mohammad Iqbal yang menyebut film bertema remaja ini akan tayang pada 21 Maret 2019 mendatang.
Film ini menggambarkan kehidupan remaja milenials yang terpilih menjadi Taruna Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) setelah melalui proses seleksi ketat. Hingga akhirnya sukses menjadi Perwira Muda Polri yang handal dab Promoter (profesional modern dan terpercaya). Sarat pembinaan karakter yang pantang menyerah serta kisah persahabatan, cinta, pengorbanan, kenakalan khas remaja, kelucuan, baper-baperan dan perjuangan. (pik)

‘Lukisan Ratu Kidul’ – Kombinasi Mistis dan Horor Slasher

Ussy Sulistiawaty–foto istimewa

Lukisan Nyi Roro Kidul diangkat jadi sebuah proyek film layar lebar oleh Dee Company dan Blue Water Film. Berjudul Lukisan Ratu Kidul, film itu akan dibintangi Ussy Sulistiawaty, Teuku Zacky, dan Wafda. Sang sutradara, Ginanti Rona sekadar meminjam aura mistis dari lukisan legendaris tersebut.

 
“Kita bukan ngomongin sejarah Nyi Roro Kidul. Kita bicara lukisannya gabungin ke horor modern style. Jadi, its all about lukisannya itu,” kata sang sutradara, Ginanti Rona, saat ditemui di XXI Metropole, Jakarta, Rabu 20 Februari 2019.
 
Dimas, Astrid, dan Sandra. Teka-teki muncul, setelah kakek Dimas, Rusdi Sudibyo, pelukis ternama di era 80-an meninggal. Dimas mengajak keluarganya pergi mengunjungi rumah sang kakek. Berbagai adegan menegangkan pun mulai terjadi.
 
“Lukisan ini sudah sangat fenomenal ya, menarik tentunya sebuah lukisan diangkat ke sebuah film,” kata sang produser, Dheeraj Kalwani.
 
Lukisan Nyi Roro Kidul memang sudah pernah disinggungg dalam berbagai film horor Tanah Air. Hal itu juga yang mendorong beberapa pemain untuk ikut tertarik membintangi film ini.
 
Gue penasaran sama cerita lukisan Ratu Kidul ini, karena memang sudah melegenda dan gueketakutan sama lukisan tersebut,” kata Wafda. “Ada tragedi keluarga yang jadi latar belakang kisah ini. Film ini mengombinasikan kisah mistis dengan horor slasher (berdarah-darah),” paparnya. (pik).

Abah Ma’ruf Amin Nasihati Raffi Ahmad, Ini Katanya ….

Raffi Ahmad dan keluarganya berkunjung ke kediaman KH Ma’ruf Amin (19/2/2019)–foto istimewa

Para artis kondang negeri ini ramai-ramai dukung Jokowi-Ma’ruf Amin. Kali ini Raffi Ahmad dan istrinya, Nagita Slavina datang mengunjungi KH  Ma’ruf Amin, Cawapres Paslon 01, di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta.  Bukan hanya bersama Nagita, tapi Raffi juga membawa sang buah hati, Rafathar.

Waktu Raffi dan keluarganya tiba, sebenarnya  Kiai Ma’ruf  baru saja tiba dari perjalanannya ke Serang, Banten. Namun, bersama sang istri Nyai Wury Estu Handayani, Abah Ma’ruf, sapaan akrabnya tetap menerima keluarga selebriti muda itu dengan baik. Bersama mereka, sang putri Siti Nur Azizah dan menantu Muh Rafsel Ali, yang merupakan karibnya Raffi, ikut menemani.

“Alhamdulillah hari ini silaturahmi ke kediaman Abah Kiai Ma’ruf Amin. Ini yang kedua kalinya buat aku. Tapi sama Nagita sama Rafathar baru pertama kali,” kata Raffi kepada wartawan.

Raffi benar-benar mamanfaatkan momen silaturahmi itu untuk membuat vlog. Kepada Abah, Raffi mengaku dititipi banyak pertanyaan oleh follower di akun media sosialnya. Dan diapun berniat membuat video berisi jawaban Abah.

foto instagram raffiahmadnagitaslavina

Ditengahi oleh tingkah lucu Rafathar dan Zaza, cucu Kiai Ma’ruf, Raffi bersama Nagita bergantian menyampaikan pertanyaan kepada Abah dan Nyai. Soal resep menjaga keutuhan rumah tangga, soal makanan, soal ibadah, dan lain-lain.

“Bikin vlog family tentang keluarga. Biar bermanfaat. Jadi tadi banyak nasihat Abah, nasihat Nyai tentang keluarga. Vlog untuk anak-anak muda, untuk keluarga- muda, suami istri,” ujarnya.

“Nah kita jadi interest karena Abah ternyata suka bola, hafal pemain bola juga,” ujar Raffi sambil tertawa.

Baginya, Kiai Ma’ruf adalah sosok yang sangat hangat. Orang tua itu sama sekali tidak kaku, tapi sekaligus sangat humble. “Ngobrol-ngobrol apa saja nyambung. Jadi aku banyak meminta nasihat,” imbuhnya.

Raffi mengaku, dirinya merasa Kiai Ma’ruf maupun Presiden Joko Widodo (Jokowi) pantas menjadi panutan. Dia mengaku pada seminggu yang lalu juga bersilaturahmi ke keluarga Jokowi. Topik yang dibahas juga sama. Yakni keluarga.

“Saya sama Nagita kan aktif di Youtube. Dan Kita bikin sosok yang menginspirasi, yang memang jadi panutan bagi kita semua,” ujar Raffi.

Kiai Ma’ruf sendiri mengaku sangat bahagia didatangi oleh pasangan muda seperti Raffi dan Nagita. Secara khusus, Kiai Ma’ruf menyebut nama Rafathar sebagai anak yang pintar.

Baik Abah maupun Nyai Wury Estu sama-sama mengaku Raffi dan Nagita sudah terasa seperti keluarga sendiri.

“Saya hari ini merasa bersyukur. Artinya keluarganya tambah lagi, silaturahminya tambah lagi. Jadi banyak keluarga,” kata Abah Ma’ruf.

Kiai Ma’ruf juga memuji Raffi dan Nagita yang dilihatnya melakukan sholat maghrib di kediamannya secara bersama-sama. Menurutnya, kebersamaan keduanya dalam beribadah adalah hal bagus. “Para artis, di tengah kesibukannya, sebaiknya tetap melakukan kegiatan ibadah,” imbuh Kiai Ma’ruf.

Dia berterima kasih kepada Raffi yang mau menjadi semacam saluran komunikasi antara dirinya dengan para fans di media sosial.***/ebn

Pesinetron Adly Fairuz Berharap Kakeknya Ma’ruf Amin Menang Pilpres

Ma’ruf Amin dan istri bertemu Adly Fairuz dan calon istrinya, Angbeen Rishidi kediaman Ma’ruf Amin–foto istimewa

Pemain sinetron Adly Fairuz mendukung dan mendoakan Cawapres nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin untuk dapat  memenangkan pemilu presiden 2019. “Saya ini cucunya  Kiai Ma’ruf. Saya mendukung Abah semoga dapat memenangkan pemilu presiden,” kata Adly Fairuz saat berkunjung ke rumah Kiai Ma’ruf di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Selasa (19/2)

Adly Fairuz berkunjung ke kediaman KH Ma’ruf Amin, ditemani calon istrinya, Angbeen Rishi dan seorang temannya. Adly tiba di kediaman KH Ma’ruf Amin, sekitar pukul 06.30 WIB, saat itu Kiai Ma’ruf sedang berolahraga sepeda statis.

Menurut Adly, jika Kiai Ma’ruf memenangkan Pemilu Presiden 2019 dan menjadi wakil presiden periode 2019-2024, maka dirinya bersama kaum milenial lainnya, dapat menimba ilmu dan mengembangkan UMKM dari Kiai Ma’ruf.

Adly bertemu dengan Kiai Ma’ruf yang sedang bersepeda statis di halaman belakang. Kaiai Ma’ruf kemudian berhenti, dan mengajak Ali bersama teman-teman ke ruang tengah. Mereka kemudian berbincang-bincang di ruang tengah.

Adly menjelaskan kepada media, bahwa dirinya adalah cucu Kiai Ma’ruf Amin dari garis keturunan ibunya. “Saya sudah lama ingin bertemu dengan kakek saya. Namun, karena kesibukan masing-masing, saya baru bisa bertemu hari ini,” katanya.

Menurut Adly, dalam pertemuan itu mereka menceritakan banyak hal, antara lain soal kegiatannya menjadi calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Nasdem untuk DPR RI, sampai memperkenalkan pacarnya. “Insya Allah, kami akan menikah setelah lebaran,” ucap Adly.

Sementara itu, Kiai Ma’ruf menjelaskan, kunjungan Adly Fairuz ke rumahnya, membicarakan banyak hal. “Adly menceritakan soal kegiatannya menjadi caleg. Kebetulan visinya sama yakni ingin mengembangkan UMKM,” katanya.

Mustasyar PBNU ini menceritakan, dirinya menggagas konsep ekonomi rakyat yang diberi nama arus baru Indonesia (Arbi). Melalui Arbi ini, dirinya akan mengembangkan ekonomi rakyat berbasis koperasi dan UMKM.

“Adly dapat mensosialisasikan soal Arbi dan pengembangan UMKM pada saat kampanye di daerah pemilihannya di Jawa Tengah,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Adly juga mengundang Kiai Ma’ruf untuk hadir ke lokasi syuting “Jodoh Wasiat Bapak” untuk bersilaturahmi dengan para pemain dan kru sinetron.***/ebn

‘Anak Hoki’ – Kisah Fiksi Ahok

Kenny Austin sebagai Ahok–foto istimewa

Kisah politisi yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok kembali diangkat ke layar lebar. Judulnya Anak Hoki. Sutradara ditangani Ginati Rona Film Anak Hoki ini mengisahkan kehidupan keluarga dan pertemanan Ahok semasa remaja.

Dengan genre drama komedi film ini mengisahkan Ahok yang harus meninggalkan kampung halamannya untuk studi di Jakarta. Ia menghadapi dilema moral yang berbanding terbalik dengan apa yang diajarkan oleh ayahnya selama ini.
Harry Tjahaja Purnama, adik Ahok sekaligus sebagai produser film Anak Hoki, ingin kisah kakaknya di buat ringan. “Jadi kita buat cerita fiksi yang ringan bukan biopic, terinpirasi dengan Ko Ahok, kita ambil kisah remajanya saja, ternyata kita juga enggak mau menyinggung permasalahan yang ada ,” kata Harry di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2019).
Kenny Austin, pebasket, pemeran Ahok, merasa harus berhati-hati. Sebab, menurut dia, Ahok merupakan sosok yang berpengaruh. Film ‘Anak Hoki’ ini juga akan ditayangkan di beberapa negara di Asia, Eropa dan Amerika. Bahkan, film ini akan ikut di Festival Film China, Mei tahun ini.
“Ya tantangan itu Ahok sendiri kan pengaruhnya besar jadi cara main saya harus hati-hati jangan terkesan keluar dari karakter Ahok yang asli,” kata Kenny.
Selain Kenny pemain lain yang ikut terlibat ada Nadine Waworuntu, Lolox, Chris Laurent, Maia Estianty, Tamara Geraldine, Tina Toon, Fero Walandouw, dan Edric Tjandra.
Film ini akan tayang diseluruh bioskop di tanah air pada 21 Februari 2019. Berhasilkah ‘Anak Hoki’ mengungguli A Man called Ahok’ yang meraih BO (Box Office) di atas 1 juta penonton?. (pik)

‘Lovely Planet’ Band Spesialisasi Lagu Percintaan

Lovely Planet

Grup band ‘Lovely Planet’ asal Garut, Jawa Barat, siap meramaikan industri musik tanah air dengan mengusung genre pop. ‘Lovely Planet’ yakin mampu bersaing di dunia hiburan lantaran memiliki ciri khas khusus yaitu menyajikan lagu percintaan yang saat ini digandrungi kaum milenial.

“Lagu ini menceritakan tentang percintaan yaitu seseorang yang kehilangan akan rasa cintanya dan penyesalan dalam sebuah hubungan antara dua insan yang saling mencintai. Lagu cinta itu sangat digandrungi para remaja untuk itu saya menciptakan lagu ini,”tutur Yudha, PNS di Kabupaten Garut yang juga vokalis ‘Lovely Planet’.
Grup yang digawangi oleh Yudha (vokalis), Adit (gitaris), Gian (gitaris), Ami (basis) dan Dhea (drumer) ini berharap bisa sukses seperti penyanyi Mulan Jameela yang juga berasal dari Garut.
Untuk menjaga kekompakan, band yang memiliki slogan ‘Cintai Bumi dan Musik Kami’ ini akan selalu menjaga komunikasi dengan baik.
“Kita akan ke depankan musyawarah, kekeluargaan, kejujuran dan pengertian, agar kita bisa maju bareng,” tandas Yudha. (pik)