Onego Bio Sukses Dapatkan $15,2 juta untuk Kembangkan Produksi Protein Telur Bebas Hewan

JAYAKARTA NEWS – Startup Finlandia, Onego Bio—yang membuat protein telur menggunakan mikroba —telah mengamankan dana baru sebesar €14 juta ($15,2 juta) dari program akselerator European Innovation Council (EIC fund) berikut tambahan investor seri A untuk meningkatkan operasi fermentasi presisinya.

Sebelumnya perusahaan mengumumkan putaran seri A senilai $40 juta pada bulan April dan telah mengumpulkan $70,8 juta hingga saat ini. Onego Bio menggunakan strain jamur yang direkayasa secara genetik untuk mengekspresikan ovalbumin (nama merek: ‘Bioalbumen’), protein yang paling umum ditemukan dalam putih telur.

Sementara startup fermentasi presisi lain, The EVERY Co, memproduksi ovalbumin dari strain ragi (Komagataella phaffii), Onego Bio menggunakan strain jamur Trichoderma reesei, yang diklaim dapat memberikan titer dan hasil yang lebih baik.

Dalam jalur untuk mencapai status GRAS (Generally Recognized as Safe) yang diakui sendiri tahun ini, Onego Bio akan mengajukan penentuan tersebut ke FDA dengan harapan mendapatkan surat ‘tidak ada pertanyaan’ pada tahun 2025, kata perusahaan tersebut, yang juga berencana untuk mengajukan Novel Foods ke EFSA untuk memastikan masuk pasar UE.

Onego Bio—yang memiliki operasi komersial di San Diego—adalah salah satu dari 68 perusahaan yang dipilih dari 969 startup untuk mendapatkan pendanaan dari EIC Accelerator, yang mencari perusahaan dengan produk, layanan, atau model bisnis berdampak tinggi dan dapat diskalakan yang dapat menciptakan pasar baru atau mengganggu yang sudah ada.

Didirikan pada tahun 2022 sebagai spin-off dari VTT (Technical Research Center of Finland), Onego Bio sedang meningkatkan produksi dengan rekanan manufaktur sambil menyelesaikan rencana untuk manufaktur internal, kata perusahaan tersebut, yang bekerja dengan perusahaan makanan terkemuka dalam produk roti, permen, camilan, saus, pasta, dan alternatif daging.

“Unit manufaktur skala penuh Onego akan memiliki kapasitas fermentasi dua juta liter, yang secara efektif menghasilkan protein yang setara dengan enam juta ayam petelur,” kata salah satu pendiri dan CEO Onego Bio, Maija Itkonen, seperti dikutip AgFunderNews.

Peluang pasar untuk protein telur bebas hewan

Sementara investasi di beberapa bagian kategori protein alternatif telah melambat, pengganti telur dilihat sedikit berbeda, tambah Maija Itkonen.

Produsen makanan telah mencari pengganti telur yang layak selama bertahun-tahun karena harga dan pasokan berfluktuasi secara liar dengan setiap wabah flu burung baru, kata Itkonen. Dan karena itu, sementara beberapa pelanggan peduli bahwa protein telur yang dibuat tanpa ayam mungkin lebih ramah lingkungan dan lebih baik, Anda tidak perlu peduli tentang hewan atau planet ini untuk membeli produk Onego Bio.

Pada dasarnya, produsen hanya ingin fungsi telur dan kredensial label bersih, tanpa kerepotan yang terkait, kata Itkonen, seorang desainer industri yang pertama kali masuk ke industri makanan pada tahun 2015 setelah mendirikan perusahaan daging nabati Gold & Green.

“Aspek lingkungan lebih merupakan kasus bagi perusahaan yang ingin melindungi rantai pasokan mereka di masa depan saat peraturan lingkungan dan persyaratan pelaporan meningkat, tetapi saat ini, dua faktor utama yang mendorong permintaan untuk protein telur bebas hewan adalah kekurangan telur bebas kandang dan volatilitas yang disebabkan oleh flu burung.”

Sementara Onego Bio hanya memproduksi satu protein telur (ovalbumin), mereka mampu menggantikan telur dalam banyak aplikasi, memberikan sifat fungsional termasuk aerasi, pengocokan, pengentalan, pengikatan, dan stabilitas busa, kata Itkonen. “Uji coba dengan produsen makanan dalam produk roti, permen, camilan, dan produk lainnya telah sangat berhasil.”

Titer dan hasil yang lebih tinggi

Ada pro dan kontra untuk setiap inang mikroba, kata Itkonen, yang mencatat bahwa titer tinggi (jumlah molekul target yang diekspresikan relatif terhadap volume cairan) tidak banyak berguna jika produktivitas (berapa lama fermentasi berlangsung?) dan angka hasil (konversi pakan) buruk. Tapi dia menambahkan: “Kami melihat titer 60, 80, dan 100g per liter tapi pada saat yang sama juga melihat hasil yang baik, tapi kami terus meningkatkannya.”

“Ini adalah bagian dari tantangan dengan aplikasi regulasi di UE, karena begitu Anda mengajukan aplikasi Anda [untuk pengajuan Novel Foods], Anda tidak bisa masuk dan membuat perubahan atau penyesuaian padanya nanti, jadi Anda harus berpikir matang-matang tentang kapan harus mengajukan. Kami terus meningkatkan strain sepanjang waktu jadi pertanyaannya adalah kapan itu ‘final’? Tantangan lainnya adalah kurangnya transparansi dalam prosesnya,” tuturnya menambahkan.

Manufaktur

Saat ini, Onego Bio bekerja dengan rekanan manufaktur tetapi pada akhirnya ingin membangun fasilitas mereka sendiri, kata Itkonen. “Kami ingin bekerja dengan rekanan manufaktur terlebih dahulu untuk memastikan proses kami dalam kondisi sempurna sebelum kami mulai membangun pabrik kami sendiri. Sangat penting untuk melakukan hal-hal ini secara bertahap. Tetapi setelah beberapa tahun kami ingin mulai membangun pabrik kami sendiri karena kapasitas yang ada tidak cukup banyak.

“Untuk benar-benar memiliki volume besar yang dibutuhkan industri telur, kami membutuhkan fasilitas kami sendiri, ditambah tentu saja kami harus meminimalkan semua biaya karena mencapai paritas biaya sangat penting,” katanya.

Dia menambahkan, “Kami akan memiliki volume untuk uji coba besar tahun ini dan kemudian aktivitas pasar yang lebih besar akan dimulai dalam satu tahun atau lebih.”

Lanskap telur bebas hewan

Sementara beberapa pemain telah memasuki ruang ‘bebas hewan’ dengan whey, kasein, dan protein susu lainnya yang diekspresikan oleh mikroba dalam tangki fermentasi, The EVERY Co dan Onego Bio adalah dua startup terkenal yang merekayasa mikroba untuk membuat protein telur.

The EVERY Co, yang paling maju, baru-baru ini menjalin kesepakatan dengan produsen makanan multinasional Grupo Palacios untuk memasukkan alternatif telur cairnya ke dalam omelet andalan Palacios. Mereka juga bekerja sama dengan merek milik Unilever, The Vegetarian Butcher, untuk memasukkan alternatif putih telurnya ke dalam beberapa alternatif daging sebagai pengikat label bersih. (agf/sm)

eFishery Kian Tarik Minat Perusahaan Pembiayaan, HSBC Berikan Pinjaman Senilai IDR 487 Miliar

JAYAKARTA NEWS – Startup rantai pasok akuakultur eFishery, mengumumkan pinjaman baru sebesar $30 juta atau senilai Rp 487 miliar dari HSBC Indonesia untuk memperluas platformnya kepada lebih banyak petani ikan dan udang skala kecil.

PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) telah memberikan pinjaman “green and social loans” senilai $30 juta atau sekitar IDR 487 miliar kepada eFishery untuk mendukung kebutuhan modal kerja perusahaan. HSBC Indonesia juga dipercaya sebagai koordinator pembiayaan berkelanjutan untuk eFishery, dengan tujuan membantu perusahaan mengintegrasikan aspek ESG dalam operasi bisnisnya.

Pinjaman ini memungkinkan eFishery untuk memperluas produk eFeeder mereka. Teknologi ini disewakan kepada ratusan ribu petani ikan skala kecil dalam jaringan eFishery, memungkinkan mereka meningkatkan efisiensi pakan hingga 30% dan kapasitas produksi hingga 24%.

Untuk memperluas bisnis ekspor, eFishery merambah pasar Tiongkok dengan menjual hasil panen udang setelah sukses mengekspor ke AS. Selain itu, eFishery juga memperluas ekspor ikan nila ke kedua negara tersebut dan menargetkan negara lain seperti Singapura, Malaysia, Eropa, dan Timur Tengah.

Pendiri & CEO eFishery Gibran Huzaifah menyatakan bahwa pinjaman green and social loans dari HSBC Indonesia merupakan langkah penting dalam merevolusi industri akuakultur di Indonesia. “Pinjaman ini memungkinkan kami untuk memperluas armada eFeeder kami dan memberdayakan petani ikan dan udang skala kecil dengan teknologi dan sumber daya yang mereka butuhkan, sehingga mereka dapat lebih produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Managing Director Head of Wholesale Banking HSBC Indonesia Riko Tasmaya mengatakan, “Ini adalah bagian dari ambisi kami untuk mendukung pertumbuhan sektor ekonomi berbasis platform baru di Indonesia. Melalui green and social loans, HSBC Indonesia juga mendukung sektor akuakultur di negara ini dalam menerapkan praktik berkelanjutan di seluruh rantai pasoknya.”

Kemitraan Lembaga Keuangan

eFishery juga rajin membangun kemitraan dengan lembaga keuangan yang menyediakan layanan pembiayaan. Selain mendukung operasi bisnis, sebagian besar bentuknya adalah penyaluran pinjaman. Ini untuk mendukung layanan pembiayaan mitra melalui Kabayan (Kasih Pay Later) di aplikasi eFisheryFund.

Berdasarkan catatan, terdapat sejumlah kemitraan yang diumumkan kepada publik, termasuk:

MitraKategoriTahun Kemitraan
EXPERIENCESFintech Lending2020
AmarthaFintech Lending2023
Amar BankBank2024
BRIBank2020
CrowdoFintech Lending2021
DanamasFintech Lending2021
InvestreeFintech Lending2020
Kawan CicilFintech Lending2021
CoinWorksFintech Lending2023
KredivoMultifinance2021
OCBC NISPBank2022
QazwaFintech Lending2023

Terbaru pada April 2024, PT Bank Amar Indonesia Tbk (IDX: AMAR) mengumumkan kolaborasi strategis dengan eFishery untuk menyalurkan fasilitas kredit kepada UMKM akuakultur atau perikanan. Fasilitas kredit bersama ini berbentuk: pembiayaan tertutup atau pembiayaan ekosistem dengan nilai hingga IDR 100 miliar.

Prestasi Bisnis Positif

Kepercayaan para mitra keuangan ini tidak lepas dari kinerja bisnis eFishery. Menurut data yang disampaikan, sejak 2023 perusahaan telah menarik lebih dari 200 ribu petani ikan dan udang dengan 1,1 juta kolam aktif yang tersebar di 280 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Dinyatakan bahwa valuasi perusahaan mencapai $1,3 miliar, menjadikannya startup aquatech dengan valuasi terbesar di dunia.

Hingga 2022, perusahaan telah memfasilitasi transaksi penjualan ikan air tawar sebesar 1,1 triliun dan penjualan udang sebesar 1,12 triliun. Jika dinominalkan, ini setara dengan IDR 8 triliun total transaksi penjualan ikan dan udang, serta IDR 4 triliun total transaksi penjualan pakan ikan dan udang. Kontribusi terbesar berasal dari Jawa Barat dengan persentase hampir 40%.

Sementara itu, untuk ekspor, angka tersebut dikatakan mencapai 20 juta kilo per bulan untuk 10 komoditas di eFishery ke Amerika Serikat dan Tiongkok.

Solusi keuangannya, Kabayan, telah didukung oleh puluhan perusahaan keuangan, seperti Bank OCBC NISP, Amartha, Investree, dan Kredivo. Total dana yang disalurkan mencapai IDR 1,07 triliun untuk 24 ribu petani ikan dan udang. (hsbc/techinasia/da

Jelajahi Dunia Bisnis Melalui ‘Startup Safari’ dengan Co-Founder & CEO HOLEO, Andre Husada

JAYAKARTA NEWS – Siap-siaplah untuk sebuah perjalanan yang menggetarkan jiwa ke dalam pusaran kewirausahaan saat Co-Founder & CEO HOLEO, Andre Husada, mengungkapkan panduan utama bagi para pionir muda: “Startup Safari.”

Lupakan segala yang Anda pikir Anda ketahui tentang buku bisnis. “Startup Safari” bukan hanya sebuah panduan; itu adalah sebuah narasi yang memikat, sebuah kompas untuk menavigasi lautan tak terjamah dari budaya startup, dan sebuah pencerahan bagi setiap pemimpi berwawasan di luar sana.

Andre Husada, seorang pengusaha berpengalaman, membawa Anda dalam ekspedisi yang mendebarkan melalui lanskap-lanskap ramai inovasi dan gangguan. Bergabunglah dengannya saat dia mengungkap rahasia dari 100 startup kehidupan nyata yang berkembang pesat di pasar-pasar dinamis Amerika Utara dan Asia Tenggara.

Namun “Startup Safari” lebih dari sekadar kumpulan cerita sukses. Ini adalah manifesto untuk pertumbuhan pribadi yang terjalin dengan dunia penuh gairah dari startup. Temukan cara untuk memanfaatkan kekuatan kewirausahaan tidak hanya untuk membangun bisnis tetapi juga untuk membentuk kehidupan yang selalu Anda impikan.

Siapkan diri Anda untuk tenggelam dalam dunia di mana pembelajaran bukanlah hal pasif; itu interaktif. Setiap bab dari “Startup Safari” dirancang untuk menyalakan rasa ingin tahu Anda dan memprovokasi introspeksi. Bersiaplah untuk merangkak dan terlibat dengan pertanyaanpertanyaan yang menggugah pikiran yang akan mendorong Anda menuju jalan kesuksesan Anda sendiri.

Telusuri prinsip-prinsip inti dari pemikiran desain, saus rahasia di balik beberapa startup paling sukses di dunia. Pelajari cara menggunakan metodologi transformatif ini tidak hanya untuk merevolusi industri tetapi juga untuk membentuk takdir pribadi Anda.

Dan inilah pukulan paling hebatnya: “Startup Safari” tidak terikat oleh hambatan bahasa.

Dengan rilis dwibahasa dalam bahasa Inggris dan Indonesia, karya masterpiece yang mengubah permainan ini melampaui batas-batas, mencapai para pengusaha yang berbakat di seluruh dunia.

Jadi, apakah Anda siap untuk memulai petualangan seumur hidup? Bersiaplah, karena “Startup Safari” akan membawa Anda dalam perjalanan liar di mana batasannya hanyalah yang Anda tetapkan untuk diri Anda sendiri.

Di Indonesia, “Startup Safari” dapat dibeli di Tokopedia, dan di Amerika Serikat, tersedia di Amazon dan Barnes & Noble.

Bergabunglah dengan Andre Husada dan komunitas global para perubahan hari ini. Dapatkan salinan “Startup Safari” Anda dan bebaskan jiwa kewirausahaan Anda! (*)

‘Startup Safari’: Cerita Sukses yang Lebih Seru!

Menjelajahi Bisnis Bersama Co-Founder & CEO HOLEO Andre Husada

JAKARTA, JAYAKARTA NEWS –  Andre Husada, Co-Founder & CEO HOLEO resmi meluncurkan buku pertamanya bertajuk Startup Safari. Buku Startup Safari merupakan panduan bagi anak muda untuk mendobrak kewirausahaan tradisional sekaligus membangun tujuan personal dengan metode Design Thinking.

Andre Husada membeberkan salah satu alasan terciptanya buku ini, yaitu ingin berbagi pengalamannya dalam mempelajari dan berkecimpung di dunia startup. Yuk, kenalan lebih jauh dengan Andre Husada, penulis buku Startup Safari melalui 6 fakta menarik ini!

1. Terjun ke Dunia Kewirausahaan Sejak Usia 11 Tahun

Andre Husada pertama kali menjadi entrepreneur sejak usia 11 tahun. Saat itu, Andre pertama kali terjun sebagai wirausaha dengan menjual flower gift dan membuka stand burger bersama rekan-rekannya di acara sekolah. Saat ini, Andre adalah co-founder & CEO HOLEO. HOLEO adalah sebuah atraksi wisata mini golf dan museum dessert.

2. Inspirasi Menulis Startup Safari

Alumnus Loyola Marymount University dan Babson College ini mengaku mendapatkan inspirasi menulis Startup Safari dari hasil belajar serta pengalaman berkecimpung di bidang entrepreneurship dan startup selama 10 tahun.

3. Meraih Prestasi Gemilang Selama Berkuliah

Tak hanya sekadar menuntut ilmu, pengusaha yang lulus S1 di umur 19 tahun ini juga meraih sejumlah prestasi gemilang selama berkuliah di Loyola Marymount University, di antaranya Presidential Citations Awardee dan Program Scholar in Entrepreneurship di tahun 2017. Andre juga aktif berorganisasi sebagai Vice President LMU Entrepreneurship Society dan Babson Peer di Babson Family Entrepreneurship Peer Forum.

4. Orang tua adalah Role Model dalam Berbisnis

Andre menjadikan kedua orang tua sebagai panutannya dalam berbisnis. Diketahui orang tuanya memiliki bisnis yang bergerak di bidang manufaktur garmen dan fashion. Dari kedua orang tuanya, Andre belajar pentingnya kerja keras, dedikasi, dan integritas dalam menjalankan bisnis.

5. Andre Husada Merupakan Co-Founder & CEO of HOLEO, Startup yang Bergerak di Bidang Entertainment Entrepreneurship

Saat ini, Andre Husada tengah menjalankan kesibukannya sebagai Co-Founder & CEO HOLEO, startup yang bergerak di bidang entertainment entrepreneurship.

“Di HOLEO, kami memberdayakan lahan tak terpakai menjadi atraksi hiburan yang viral dan mendatangkan profit dengan memanfaatkan keahlian growth-hacking, menghasilkan return yang positif dari investasi yang cepat, sehingga kami mampu memenuhi kebutuhan konsumen.

Kami menyajikan pengalaman yang menakjubkan yang akan menjadi ‘Memories of a lifetime’ bagi konsumen.” ujar Andre Husada, Co-Founder & CEO HOLEO.

HOLEO adalah startup di bidang entertainment entrepreneurship yang mentransformasi lahan tak terpakai menjadi atraksi hiburan yang disruptif. Saat ini, HOLEO memiliki dua konsep.

Konsep pertama adalah HOLEO Golf & Museum di Cideng, Jakarta Pusat yang menggabungkan mini golf 18 hole dan museum dessert. Konsep kedua adalah HOLEO Pop-Up Mini Golf yang berlokasi di COVE Batavia, Pantai Indah Kapuk. HOLEO Pop-Up Mini Golf menawarkan konsep “Golf by the Sea ” dan “Glow-in-the-dark golf”. Ke depannya, akan muncul lebih banyak lagi konsep hiburan yang inovatif dari HOLEO.

6. Seorang Pencinta Alam: Skier, Golfer, dan Pemancing

Pengusaha satu ini ternyata adalah seorang pencinta alam. Di waktu senggangnya, Andre gemar bermain golf, ski, dan memancing. Pengalaman paling mengesankan dari hobinya, antara lain memancing king crab di wilayah Akrtik dan rockfish di Marina del Rey, California.

Kemudian, Andre suka sekali mencoba berbagai arena golf di banyak negara dan berolahraga ski di Deer Valley Resort, Utah. (pr)

Segera Hadir, Masjid Cengho di Lokasi Tambak Udang Randomayang

JAYAKARTA NEWS, SULBAR – Harapan menjadikan Indonesia sebagai negeri “shrimp-dollar” makin nyata. Satu lagi lokasi tambak udang vaname yang berpotensi mendulang dollar. Randomayang Tambak Lestari (RTL), nama tambak udang di Desa Randomayang, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.

Baru-baru ini, tambak udang RTL dikunjungi Wakil Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga didampingi Bupati Pasangkayu, Yaumil Ambo Djiwa. Tambak udang vaname Randomayang merupakan tambak udang modern. Bukan hanya itu, tambak tersebut juga telah banyak dikunjungi daerah lain sebagai salah satu tambak udang percontohan.

Yang menarik, di lokasi tambak udang juga tengah dibangun masjid. “Saat ini dalam tahap finishing. Masjid Chengho kami bangun di lokasi tambak,” ujar CEO PT Randomayang Tambak Lestari, Rudi Wibowo.

Rudi menambahkan, tambak udang yang dikelolanya adalah jenis tambak udang  berkelanjutan. Karena itu, dalam pengelolaannya, sangat memperhatikan aspek timbunan dan pengolahan limbah.

Tambak udang Randomayang Tambak Lestari (RTL), di Desa Randomayang, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.

Pembangunan tambak dimulai tahun 2020, di atas lahan seluas 60 hektare. “Saat ini, produksi per hektare bisa mencapai 40 ton, semoga ke depan bisa lebih dari itu,” ujar Rudi Wibowo.

Potensi udang di Pasangkayu sangat baik. Seperti dituturkan Bupati Yaumil Ambo Djiwa, bahwa wilayahnya memiliki panjang pantai 151 km dengan potensi lahan mencapai 13.669 hektare. “Jadi masih sangat terbuka potensi pengembangan kawasan tambak udang berkelanjutan berbasis klasterisasi dengan pola teknologi semi intensif dan intensif,” ujar bupati.

Dikatakan, Kabupaten Pasangkayu juga menjadi pencontohan untuk budidaya polikultur. Menurut Bupati Yaumil, dengan dimulainya program pengembangan tambak berkelanjutan, diharapkan ada perubahan pola pengelolaan usaha budidaya tambak. “Perubahan dari parsial menjadi pola klasterisasi seperti yang sudah dilaksanakan beberapa pengusaha udang di sini,” tuturnya.

Di akhir penjelasannya, Bupati Yaumil berharap dengan kedatangan Wamendag, budidaya tambak udang vaname lebih berkembang lagi untuk kesejahteraan masyarakat, Baik dengan pola kemitraan maupun pola budidaya polikultur dengan sistem mandiri. (pr)

Jonathan Kuo Gelar Resital Piano di Tiga Negara Asean

JAYAKARTA NEWS – Lepas pandemi, tahun 2022 benar-benar merupakan tahun emas bagi pianis muda Jonathan Kuo. Jelang akhir tahun saja, Jonathan unjuk penampilan dengan menghelat konser di Singapura, Indonesia dan Malaysia. Bagi penikmat musik klasik, ini merupakan kesempatan langka.

Pianis muda berprestasi ini baru saja sukses menggebrak Steinway Gallery Singapore dan membawakan instrumentalia ‘Sepasang Mata Bola’ aransemen Yazeed Jamin bersama Batavia Madrigal Singer. “Tahun ini jadi tahun terpadat saya unjuk diri di Singapura, Indonesia dan Malaysia,” jelas Jonathan Kuo.

Rangkaian tur keduanya, Jonathan tampil di Goethe Haus, Jakarta, Kamis (29/9) yang disesaki khalayak musik klasik. Pada malam resital itu, dia membawakan tiga karya komponis favoritnya. Yaitu Sonata in D Major, Op.10, No. 3 (Beethoven), Le tombeau de Couperin (Ravrl) dan Sonata in A Minor, D.845 (Schubert).

Sedangkan untuk tur pamungkas di Malaysia bakal digelar di Kampus UCSI, Kuala Lumpur, 6 Oktober mendatang. “Terhitung sudah delapan konser yang saya lakukan tahun ini. Saya berharap bisa tampil di seluruh negara Asean, seperti Thailand, Filipina, Vietnam,” beber Jonathan.

Iswarga R Sudarno, konduktor dan guru di Konservatorium Musik Jakarta mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan rutinitas seorang seniman musik dan pianis. “Dia harus produktif terus menggelar konser,” timpal Iswargia.

Selama tiga bulan Jonathan berlatih dibimbing Iswargia dengan tingkat kesulitan yang tinggi. “Karena memang nomor-nomor yang dimainkan Jonathan berstandar internasional untuk resital piano,” jelas Iswargia.

Ihwal ketiga komposisi yang dimainkan Jonathan selama 20 menit, Sonata in D Major, Op.10 No.3 dari Berthoven diciptakan di Wina di akhir Abad XVIII. Di masa itu komposisi ini dianggap avant-garde baik dari segi harmoni, struktur komposisi maupun akornya. Nomor kedua dari Ravel gaya komposisinya mengambil ide musik Barok Perancis di abad XVII.  Komposisi terakhir dari Schubert yang dimainkan 35 menit ini memiliki lirisisme yang sangat puitis. (pik)

Petani Organik adalah Pahlawan Kemanusiaan

JAYAKARTA NEWS –  Kabar ini ngeri ngeri merinding. Konon, tidak sedikit jenis sayur mayur mengandung logam berat, kecuali sayuran organik.

“Saya makin paham setelah bertemu para tokoh Maporina. Termasuk informasi dari Bapak Try Sutrisno,” ujar Ketua Umum PPAD, Letjen TNI Purn Doni Monardo. Ia mengatakan hal itu dalam sambutan pada pengukuhan pengurus Maporina 18 September 22, di Aula Soeryadi Gedung PPAD, Jl. Matraman, Jakarta Timur.

Maporina adalah kependekan dari Masyararkat Petani dan Pertanian Organik Indonesia. Hari itu, bertempat Markas PPAD, dilakukan pengukuhan empat pengurus wilayah yakni Provinsi Riau, Jambi, Sulawesi Utara, dan Maluku. Pengukuhan dilakukan secara hybrid. Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Umum Maporina Subandriyo, serta Sekjen Maporina, Fajar Wiryono.

Sementara, Try Sutrisno adalah Pembina Maporina. Ia adalah Wapres ke-6 (1993- 1998), Panglima ABRI ke-9 (1988 – 1993), dan Kasad ke-15 (1986-1988). “Saya pun jadi paham, mengapa Pak Try masih sehat di usia yang ke-87 tahun. Rupanya karena beliau mengonsumsi sayuran organik,” ujar Doni Monardo, disambut tepuk tangan hadirin. Try Sutrisno tersenyum mengangguk-angguk.

“Tadi ketika pak Try, pak Subandriyo, dan mas Fajar menawarkan saya untuk menjadi bagian dari Maporina, seketika saya jawab mau. Dengan senang hati,” kembali tepuk tangan membahana. Sekilas ia juga menyatakan keterkejutannya, ternyata di Maporina banyak bercokol tokoh dengan integritas yang terjaga.

“Saya lebih 20 tahun berteman dengan mas Fajar. Setahu saya dia jago menembak… eh, ternyata jago farming dan saat ini malah menjabat Sekjen Maporina,” kata Doni.

Danjen Kopassus 2014-2015 itu pun mengilas balik pengalamannya mendapat amanah dari Presiden. Tepatnya saat ia ditunjuk menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) 2019 – 2021. “Selama saya menjabat Kepala BNPB saya mengurusi bencana di seluruh Indonesia,” katanya.

Ditambahkan, salah satu penyebab bencana adalah alih fungsi lahan. Lahan yang tadinya hutan, tertutup pohon,  berubah menjadi perkebunan dan pertanian. Sekian tahun kemudian, akar pohon busuk. Ketika hujan sebagian dari airnya masuk ke sela-sela akar. Ketika kemiringan tanahnya lebih dari 30 derajat besar kemungkinan terjadi longsor. Inilah yang mengakibatkan sekarang hampir semua sungai di tanah air, hampir semua waduk dan danau di negara kita, mengalami pendangkalan.

Dari kiri ke kanan: Ketua Umum Maporina, Subandriyo, Jenderal TNI Purn Try Sutrisno dan Letjen TNI Purn Doni Monardo. (foto: Bidkom PPAD)

Logam Berat

Sebelum melanjutkan, Doni meminta para hadirin, utamanya dari unsur Maporina untuk melayangkan pandangan ke belakang. Ke arah banner yang ada di belakang hadirin. Doni lalu membacakan kalimat, “Bhayangkari negara baru berhenti berjuang jika tidak lagi mampu mendengar tembakan salvo di samping telinganya”. Itulah amanat almarhum Jenderal Widjojo Soejono, mantan Ketua Dewan Pertimbangan PPAD.

“Selamat datang di markas purnawirawan AD. Kita semua sudah pensiun, namun sebagai pejuang, sebagagi patriot, sebenarnya pensiun itu adalah administrasi saja. Kita masih berjuang, memberikan yang terbaik kepada bangsa dan negara. Perjuangan tidak mengenal batas ruang dan waktu,” tegas Doni.

Saat ini, konsumsi makanan warga sehari-hari, terlalu banyak mengandung logam berat. Antara lain yang bersumber dari pupuk kimia dan pestisida. “Coba cek sayuran ke laboratorium atau balai peneliti, pasti mengandung logam berat, antara lain timbal,” tegas Doni.

Bahkan, sangat mungkin mengandung merkuri seperti di beberapa sungai besar dan kawasan pesisir yang ada tambang emasnya. Ini membahayakan, dan mengancam angka harapan hidup manusia di Indonesia. Doni pun menunjukkan bukti ketika ia menjabat Pangdam III/Siliwangi (2017 – 2018). Oleh Presiden, Doni ditugaskan membersihkan Sungai Citarum.

Solusi Organik

Dari riset, ternyata warga yang berdiam di hulu Citarum tak sedikit yang mengalami pendek usia. Kesaksian itu disampaikan oleh masyarakat yang berprofesi sebagai buruh penyemprot pupuk dan pestisida.

Itu karena tingkat pencemaran yang sangat tinggi, mulai dari lahan pertanian sampai ke sungai sebagai sumber air. Tak heran jika banyak rumah sakit kewalahan menerima pasien yang cuci darah karena gagal ginjal. Menurut para ahli, penyakit ginjal disebabkan antara lain faktor makanan dan minuman.

Dengan kata lain, pertanian organik adalah solusi pertanian berkelanjutan. Sebab, pertanian organik terbukti mampu meminimalkan perubahan iklim global. Emisi gas rumah kaca (greenhouse gas emission) pada pertanian organik lebih rendah dibandingkan pertanian konvensional. Tanaman organik lebih ramah lingkungan. Tanpa penggunaan bahan-bahan kimia, proses menanam tanaman organik tidak akan mencemari tanah, air, dan juga udara.

“Itulah yang melandasi saya berani mengatakan, bahwa para petani organik dalah pahlawan kemanusiaan. Berkat bapak-ibu sekalian, bisa menyelamatkan anak bangsa sekaligus menyelamatkan lingkungan,” ujar Doni disusul tepuk tangan hadirin.

Ia lalu mengutip program pemerintah tentang Indonesia Emas 2045. Tanpa usaha keras semua lini, motto tadi akan berubah menjadi “Indonesia Cemas”. “Sebab, keberhasilan kita mencetak SDM unggul dan berkualitas, antara lain karena sumbangan asupan makanan dan minuman yang bebas logam berat. Dengan kata lain, kalau lingkungan kita rusak, jangan harap kita mendapatkan prestasi Indonesia Emas tahun 2045.

Pengurus Maporina di aula Soeryadi, Gedung PPAD, Matraman, Jakarta Timur. (foto: Bidkom PPAD)

Ekonomis dan Ekologis

Doni mengajak Maporina menjaga lingkungan. Karenanya, selain menanam tanaman yang bernilai ekonomis, juga menanam tanaman yang memiliki nilai ekologis. “Kita semua harus bergandengan tangan menyelamatkan lingkungan ekosistem kita. Bagaimana mendapatkan manfaat ekonomi tanpa merusak ekosistem,” tegas Doni.

Kepada pengurus Maporina yang hadir fisik di PPAD maupun virtual, Doni minta agar mengasah keterampilan di bidang lingkungan. Contohnya, bagaimana memanfaatkan limbah sampah untuk dijadikan pupuk organik. “Jangan tergantung dari pupuk yang harus dibeli,” kata Doni yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Kita Jaga Alam.

Highest Number

Di podium yang sama, Try Sutrisno berbicara dengan lancar dan runut. Ia mengaku, awalnya tidak mengikuti Maporina, sampai akhirnya mengikuti perjalanan organisasi yang didirikan di Malang, 1 Februari 2000 itu. “Hari ini istimewa sekali. Tanggalnya 18 bulannya September. Serba sembilan. Saya suka angka itu. The highest number,” kata Try yang merupakan Panglima ABRI ke-9 itu.

Try juga menyatakan bangga terhadap variasi kegiatan Maporina yang beragam. Termasuk strategi Maporina menggandeng dua pejabat di tingkat desa yakni Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Babinsa adalah Bintara Pembina Desa. Sedangkan, Bhabinkamtibmas adalah Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat. “Terapkan pola itu di seluruh Indonesia, maka petani dan pertanian organik di seluruh Tanah Air akan maju,” ujarnya.

Maporina harus bersama-sama pemerintah membantu menyediakan dan menyiapkan kemandirian dan ketahanan pangan. Bahkan Try menambah satu item lagi, yakni keamanan dan ketahanan nasional. “Ada dua pengertian, national security dan kamtibmas. Nah kita berbicara yang lebih luas,” ujar pria kelahiran Surabaya 15 November 1935 itu.

Daulat Pangan

Di bagian akhir, Try Sutrisno mengingatkan ihwal kedaulatan pangan. Terlebih bidang garapan Maporina sangat strategis, yakni sumber pangan, menuju kadaulatan pangan. “Amerika sampai sekarang terus mengekspor gandum ke Indonesia. Padahal kita punya tapioka. Punya sorgum, punya sagu. Kita tidak boleh tergantung kepada negara mana pun, sebab kita punya semuanya,” kata Try.

“Saya ingatkan kepada Maporina dan generasi muda Maporina untuk waspada,” tegasnya.

Kita, tambahnya, boleh bekerjasama dengan asing, tetapi harus equal, sederajat. Asing tidak boleh mendikte kita. Lihatlah, bangsa maju telah mendorong yang namanya pasar terbuka. Tetapi, ketika ada komoditas mereka terpuruk, pemerintahnya campur tangan.

“Jadi jangan terlena dengan jargon pasar terbuka. Pemerintah Indonesia juga harus melindungi pengusaha dan petaninya. Sebab, itu juga dilakukan pemerintahan negara maju pencetus pasar terbuka,” papar Try. (egy dan roso)

Di Stand Kodam Pattimura, Jokowi Cermati Sukun

JAyAKARTA NEWS – Puluhan stand UMKM ikut memeriahkan hajat Silaturahmi Nasional (Silatnas) Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD), di Sentul International Convention Center, Bogor, Jumat (5/8).

Ajang kangen kangenan purnawirawan TNI-AD terbesar yang pernah terjadi di Indonesia itu, dihadiri Presiden Jokowi, Wapres ke-6 Jenderal TNI Purn Try Sutrisno, sejumlah Menteri, serta para TNI, mulai dari tamtama, bintara, hingga perwira tinggi.

Hadirnya stand-stand mitra dan UMKM, paralel dengan “program kerja kesejahteraan” yang digulirkan PPAD di bawah kepemimpinan Letjen TNI Purn Doni Monardo. Nah, satu di antaranya adalah stand Kodam XVI/Pattimura. Di sini, Jokowi terkesan komoditi buah sukun melalui program sejuta bibit sukun.

Adalah Pamen Ahli Bidang Hukum dan Humaniter, Kodam XVI/Pattimura, Kolonel Arh GTH Hasto Respatyo, ST yang memimpin stand tersebut, didampingi pakar tanaman sukun Prof Dr. Rohny Setiawan Maail, S.Hut., M.Si dari Universitas Pattimura.

Selidik punya cerita, rupanya bukan sekadar produk dan komoditas sukun yang dipamerkan, melainkan sebuah kolaborasi kongkrit dari program pencetakan satu juta bibit sukun unggulan. Para pihak yang berkomitmen mewujudkan pencetakan sejuta bibit sukun unggulan itu adalah PPAD, Kodam XVI/Pattimura, Universitas Pattimura, dan BUMN MIND ID. Semua ini tentunya melibatkan masyarakat sekitar area pembibitan di Maluku.

Kolonel Hasto dan Dr Rohny, memberikan gambaran pelaksanaan, pendanaan, dan prospek sukun. Hasto menjelaskan, proses pembuatan bibit sukun dilakukan dengan pengambilan stek batang dan akar. Sukun atau Artocarpus altilis merupakan jenis tanaman serbaguna yang mempunyai nilai ekonomi karena menghasilkan buah dengan kandungan gizi yang tinggi. Masyarakat Eropa menyebut buah ini sebagai “bread food”.

Ke depan, sejuta bibit pohon sukun diharapkan bisa membantu pemerintah dalam menghadapi ancaman krisis pangan. Buah sukun dapat diolah menjadi bermacam-macam menu makanan. Tanaman sukun juga menjadi salah satu jenis pohon yang sangat baik untuk mendukung program mitigasi bencana yaitu dengan mitigasi berbasiskan vegetasi.

PPAD sedia membagikan sejuta bibit sukun itu kepada para anggotanya yang tersebar di seluruh Indonesia.

Saat masuk usia panen, pohon sukun unggulan ini bisa membantu menambah penghasilan para purnawirawan dan membuat mereka lebih sejahtera.

Sosok penting di balik program ini adalah Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID, Dany Amrul Ichdan. MIND ID adalah BUMN holding tambang yang beranggotakan di antaranya PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero), dan PT Timah. Melalui MIND ID Dany

“Ini program yang bagus. Sesuai betul dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pada Tahun 2030. Ke sanalah arah MIND ID, sebagai salah satu anggota United Nations Global Compact atau biasa disebut UNGC,” ujar Dany.

“Program pembibitan ini sudah dimulai dan diharapkan tuntas pada Juli 2023,” tambah Dany Amrul Ichdam.

Jokowi yang berkeliling stand pameran nampak terkesan dengan program sejuta bibit sukun itu, dan mengapresiasinya. (egy)

Mesin Listrik PLN Dongrak Produksi Olahan Hasil Laut di Singkawang

JAYAKARTA NEWS – Masyarakat Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Kalimantan Barat kini lebih bahagia. Berkat bantuan listrik program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PLN, Lembaga Kesewadayaan Masyarakat (LKM) Jaya Bersama berhasil meningkatkan produktivitas usaha pengolahan hasil laut.

“Saat proses produksi dilakukan secara manual, dalam dua hari kami hanya bisa menghasilkan 10 kg terasi, namun sejak menggunakan mesin listrik, kami bisa menghasilkan 50 hingga 60 kg terasi per hari,” ungkap Sahbani (55), Ketua LKM Jaya Bersama.

Dikatakannya, sejak berdiri tahun 2009, LSM Jaya Bersama mengkoordinir aktivitas usaha pengolahan hasil laut yang dilakukan warga. Diakuinya, bantuan yang diberikan PLN sangat berdampak pada peningkatan usaha masyarakat di Kelurahan Sedau.

“Sekarang seluruh proses produksi terasi dilakukan dengan peralatan listrik. Mulai dari proses pemilihan udang rebon, penghalusan, hingga penyimpanan bahan baku produksi, semua serba listrik. Selain menghemat waktu dan tenaga, omsetnya pun terus meningkat dari waktu ke waktu,” tutur Karyani bersemangat.

Melalui rumah produksi yang dikelola bersama, LKM Jaya Bersama mengkoordinir sekitar 60 KK yang aktif melakukan usaha pengolahan udang rebon. Dalam setiap masa produksi, setiap kelompok usaha berhasil meraup omzet sekitar Rp. 16 juta rupiah per minggu.

Ia berharap, meningkatkan produktivitas usaha yang diraih mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di Kelurahan Sedau.

Hal senada juga diungkap Karyani Mistur (48), Ketua Kelompok Pengelola Usaha Terasi Sedau. Menurutnya, selain bantuan mesin produksi listrik, PLN juga terus melakukan pembinaan serta pendampingan, salah satunya teknis pengemasan, sehingga terlihat menarik dan memiliki nilai jual yang tinggi.

Secara terpisah, Manager PLN UP3 Singkawang, Achmad Meidiansyah, mengatakan melalui program TJSL, pihaknya terus mendorong pertumbuhan usaha yang dilakukan masyarakat.

“Selain memberikan bantuan untuk mendorong produktivitas usaha, kami juga terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dengan menjaga keandalan pasokan listrik. Jika listriknya andal, maka proses produksi dapat berjalan dengan baik, usahanya pun semakin meningkat,” pungkas Meidiansyah. (Tris)

Menparekraf Ajak Komunitas Pencinta Sepeda Motor “Touring” Nikmati Wisata Minat Khusus di Lombok

JAYAKARTA NEWS – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengajak 30 peserta yang berasal dari sejumlah komunitas pencinta sepeda motor, penggiat desa wisata, dan awak media mengikuti touring menggunakan sepeda motor menikmati wisata minat khusus di Lombok melalui Famtrip Inspiring Village in Mandalika.

Saat menemui para peserta Famtrip Inspiring Village in Mandalika di Ashtari Lounge, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (18/3/2022), Sandiaga mengatakan potensi wisata minat khusus, khususnya di Lombok, Nusa Tenggara Barat, sangat besar sehingga melalui Famtrip Inspiring Village in Mandalika diharapkan kawasan tersebut semakin populer dan terpromosikan.

“Program ini adalah bagian dari wisata minat khusus, jadi touring menggunakan sepeda motor ke desa wisata yang menjadi ikon kebangkitan  ekonomi kita. Kita bisa lihat banyak homestay yang terisi dan ini menjadi suatu semangat baru,” kata Sandiaga.

Para peserta salah satunya diajak untuk touring ke desa wisata Tetebatu di Kabupaten Lombok Timur. Untuk diketahui, Desa ini berhasil lolos mewakili Indonesia di ajang The Best Village UNWTO 2021.

Menurut Sandiaga, Desa Tetebatu memiliki daya tarik alam dan nilai sejarah yang unik bagi wisatawan. Selain itu, Desa wisata Tetebatu yang terletak di kaki Gunung Rinjani ini juga memiliki produk ekonomi kreatif yang beragam serta dikenal dengan tanaman herbalnya.

“Harapannya sebagai destinasi super prioritas bukan hanya Mandalikanya yang dibangun, tapi juga alternatif-alternatif destinasi lain yang bisa menjadi pilihan penonton MotoGP. Bukan hanya menonton MotoGP tapi juga menikmati desa-desa wisata,” ujar Sandiaga.

Selain di Lombok Timur, Sandiaga mengatakan Kabupaten Lombok Tengah, NTB, juga memiliki potensi wisata minat khusus yang dapat dikembangkan berupa desa-desa wisata yang tersebar di seluruh kawasan dengan daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Selain itu, pengembangan wisata minat khusus yang berkaitan erat dengan kehadiran desa-desa wisata di Lombok ini diharapkan dapat menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja. Terlebih, kegiatan ini berbarengan dengan pelaksanaan event internasional MotoGP Mandalika 2022 di kawasan destinasi super prioritas Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah.

“Ini adalah tatanan ekonomi baru di mana desa wisata menjadi lokomotif kebangkitan pariwisata yang berkelanjutan,” katanya.

Acara ini juga dihadiri oleh Direktur Wisata Minat Khusus Kemenparekraf/Baparekraf, Alexander Reyaan; Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani; dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Yusron Hadi. Turut hadir pula pebalap nasional, Rifat Sungkar. (mel)