Dua Kali Keok Dalam Mini Turnamen, Amali: Jadi Pembelajaran bagi Timnas U-20 Indonesia

JAYAKARTA NEWS— Timnas U-20 Indonesia dua kali kalah melawan dua tim tamu International Friendly Match (Mini Turnamen), Selandia Baru (1-2) dan Guatemala (0-1), yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Satu-satunya kemenangan Timnas Indonesia hanya ketika melawan Fiji yang berhasil dibabat habis 4-0.

Atas hasil uji coba tersebut, Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali berharap hasil International friendly match dijadikan pelajaran yang baik Timnas Indonesia untuk di Piala Asia 1-18 Maret di Uzbekistan.

“Mudah-mudahan ini (uji coba internasional) dijadikan sebagai uji tanding yang bagus untuk anak-anak sebelum mereka berangkat ke Uzbekistan untuk Piala Asia,” kata Amali sebagaimana dikutip dari pssi.org

Amali menilai anak didik asuhan Coach Shin Tae-yong (STY) telah bermain baik dan ada beberapa perbaikan-perbaikan yang telah dilakukan.

“Sejak pertandingan awal melawan Fiji, saya lihat bagus ya anak-anak, bahkan saat melawan Selandia Baru, sebenarnya banyak peluang yang harusnya bisa gol cuma ya seperti itu. Selandia Baru juga bagus dengan postur tinggi, jadi ya belum beruntung saja,” ujar Amali.

“Tetapi secara keseluruhan saya lihat anak-anak ini ada peningkatan, ada perbaikan yang dilakukan oleh coach Shin Tae-yong.”

Amali berharap permainan bagus yang ditampilkan M. Ferrari dan kawan-kawan terus dijaga hingga ke Piala Asia yang akan digelar pada Maret ini.

“Mudah-mudahan ini dapat terus terjaga dan sampai pada saat mereka berlaga untuk Piala Asia di Uzbekistan yang akan datang,” papar Amali.

“Saya harap anak-anak ini semakin bagus bermainnya, ya namanya bola melawan siapa saja bisa berubah ubah hasilnya, dan tim yang kita undang ini Guatemala, Fiji dan Selandia Baru adalah negara-negara yang sudah lolos untuk Piala Dunia U-20 nanti. Saya optimis anak-anak main bagus soal menang (melawan Guatemala) kita belum tahu karena ini tim yang kuat juga.”

Sebagai informasi, Guatemala berhasil unggul 1-0 pada menit ke-23 babak pertama. Gol dicetak Jorge Abelardo Solorzano lewat gol dari tengah lapangan yang membobol gawang Daffa Fasya. Hasil ini bertahan hingga babak kedua usai.***/din

Proliga 2022 Jadi Ajang Persiapan Timnas Voli di SEA Games Vietnam

JAYAKARTA NEWS— Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mengapresiasi bergulirnya kompetisi bola voli nasional, Proliga 2022. Kompetisi ini diharap bisa menjadi ajang untuk seleksi tim nasional yang akan berlaga di SEA Games 2022 di Vietnam.

“Saya harap Proliga 2022 ini bisa dijadikan untuk mempersiapkan tim nasional voli baik putra maupun putri yang akan bertanding di SEA Games Vietnam,” kata Menpora Amali sebagaimana dikutip di laman kemenpora.go.id

Secara khusus, Menpora Amali meminta prestasi timnas voli putra yang mendapatkan emas saat SEA Games Filipina bisa dipertahankan. Kemudian, untuk tim putri diminta menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. 

“Untuk tim putra, saya minta tetap mempertahankan medali emas yang didapat saat SEA Games Filipina. Sedangkan tim putri, saya harap supaya bisa menyamai prestasi tim putra. Karena sekarang ini terbuka peluang untuk bisa berprestasi,” ujarnya. 

Menurut Menpora Amali, tim nasional voli Indonesia sangat bisa untuk unjuk gigi ditingkat Asia Tenggara. Ini bisa dilihat dari peta kekuatan dari negara lain. 

Oleh karenanya, Proliga 2022 harus bisa dimanfaatkan para pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. 

“Kita harapkan untuk tingkat Asia Tenggara, kita bisa bicara banyak karena kita bisa melihat kekuatan tim lawan. Ajang Proliga 2022 ini harus betul-betul dimanfaatkan oleh para pemain untuk menunjukkan permainan terbaiknya sekaligus prestasi,” jelas Amali. 

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum PP PBVSI Imam Sudjarwo. Dia optmis Proliga 2022 bisa dijadikan ajang untuk memantau pemain yang nantinya bisa diproyeksikan ke tim nasional. 

“Proliga juga sebagai ajang membantu dan pemanfaatan tim nasional yang disiapkan untuk SEA Games yang akan datang di Vietnam,” kata Imam. (rnl)

Keseruan Menpora Amali dan Sejumlah Menteri Kabinet Bermain Bulu Tangkis dalam Kasetpres Cup 2022

JAYAKARTA NEWS— Sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju menunjukkan kemahirannya dalam bermain bulu tangkis dalam pertandingan persahabatan atau Exhibition Badminton Kepala Sekretariat Presiden Cup (Kasetpres Cup) Tahun 2022 yang digelar di Gedung Krida Bhakti Kementerian Sekretariat Negara, Jumat (7/1).

Mengutip rilis Kemenpora, di antara menteri yang turut bertanding dalam pertandingan pembuka ini antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali berpasangan dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono melawan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.

Kedua pasangan ganda ini bermain layaknya pemain profesional, itu terlihat dari perolehan poin yang saling mengejar. Namun, pertandingan kali ini hanya digelar dua babak saja. Untuk babak pertama dimenangkan pasangan Menpora Amali/Menteri PUPR Basuki dengan perolehan poin 21-17. Sementara babak kedua dimenangkan pasangan Menteri Investasi Bahlil/Mensesneg Pratikno dengan poin 21-9.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali/foto: Kemenpora

Meski hasilnya seri, kedua pasangan ini naik ke atas panggung layaknya para juara untuk menerima souvenir atau kenang-kenangan dari panitia usai pertandingan.

Sebelumnya, Kepala Biro Protokol, Sekretariat Presiden selaku Direktur Pelaksana Kegiatan, Yusuf Permana, menjelaskan bahwa Badminton Kepala Sekretariat Presiden Cup Tahun 2021 merupakan turnamen yang diikuti oleh 32 kementerian lembaga negara. Kegiatan ini diharapkan jadi ajang silaturahim dan jejaring kerja untuk lebih kompak pada tahun 2022.

“Menjadi pemenang atau juara itu adalah tujuan atau harapan kita. Tetapi sebetulnya kebersamaan kita ini yang menjadikan kita sebagai pemenang yang hakiki,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sekretriat Kepresidenan Heru Budi Hartono yang membuka degradasi acara ini menyampaikan ucapan terimakasih atas keterlibatan kementerian lembaga dalam kegiatan ini.

“Semoga bapak ibu bisa menang dalam pertandingan ini,” harapnya. (ctr)

PON Jadi Ajang Pantau Bakat Para Atlet

JAYAKARTA NEWS— Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali mengatakan bahwa ke depan Indonesia mempunyai harapan untuk sepak bola. Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 di Papua merupakan tempat untuk pemantauan bakat dan talenta semua tim yang tampil di PON, khususnya cabang olahraga sepak bola, baik putra, maupun putri.

“Kita bisa melihat talenta-talenta yang baru untuk kita bisa kita dorong ke tim nasional. Tadi Sekjend PSSI hadir, Kapolda, bahkan Asprov dari Jawa Timur, Aceh dan Papua sendiri sudah menyaksikan semua,” kata Zainudin di Jayapura, Kamis malam (14/10/2021).

Dia berharap agar kesuksesan PON XX benar-benar menjadi contoh dan pelajaran bagi kita untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan olahraga meski digelar di tengah situasi pandemi COVID-19.

“Besok (Jumat) untuk yang tutup langsung Bapak Wakil Presiden dan beliau sudah ada di Papua dan sudah lakukan kerja ke beberapa daerah. Persiapannya sudah sedang ada gladi lagi. Muda-mudahan ini semua bisa lancar seperti pembukaan yang sudah kita lalui,” katanya.

Dia mengaku kaget karena banyak atlet-atlet berprestasi dan memecahkan banyak rekor meski PON ini dihelat di tengah situasi pandemi covid-19.

“Kalau sukses prestasi banyak rekor yang terpecahkan, saya juga kaget saya pikir melaksanakan kegiatan di tengah-tengah pandemi tidak ada pemecahan rekor yang terpecahkan. Ternyata 57 rekor yang dipecahkan di PON XX di Papua dari masing-masing kontingen, atlet dan pelatihnya sangat luar biasa dengan 57 rekor yang terpecahkan selama PON,” katanya.Selain itu, kesuksesan PON Papua, ujarnya, adalah sukses ekonomi, terutama di klaster-klaster.

“Jadi sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, ekonomi dan prokes yang dilakukan dengan disiplin bisa kita lakukan dengan baik. Ini sekalgus memupus kekhawatiran, ketakutan, bahkan orang ragu tentang apakah PON  ini bisa terlaksana atau tidak. Kita buktikan apa yang sudah menjadi tagline dari PON Papua ‘Torang Bisa’. Masyarakat Papua mampu dan masyarakat Papua membuktikan PON ini sukses,” katanya.***/ebn

Menpora Amali: DBON untuk Perluas Cabor Peraih Prestasi di Olimpiade

JAYAKARTA NEWS— Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Zainudin Amali mengatakan, dirinya tengah mengubah paradigma masyarakat Indonesia dengan menjadikan Olimpiade sebagai sasaran utama dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) karena itu adalah event olahraga paling bergengsi di di dunia, sementara Asian Games dan SEA Games hanya sasaran antara saja.

Menurutnya, hal itu dilakukan karena ingin memperluas cabang-cabang olahraga yang ditargetkan untuk meraih medali atau prestasi di ajang tertinggi olahraga dunia tersebut dan tidak bertumpu pada satu cabang olahraga saja.

“Saya ingin menyampaikan kepada masyarakat, mulai sekarang kita akan merubah cara berpikir kita yang tertumpu kepada cabang-cabang olahraga tertentu. Tetapi kita harus luaskan basis-basis prestasi kita untuk cabang-cabang olahraga yang kita sudah perkirakan memungkinkan untuk bisa berprestasi lebih baik di tingkat dunia,” ujar Menpora Amali saat menjadi narasumber secara live program Presisi Siang, Polri TV, sebagaimana dikutip dari laman kemenpora.go.id

Menpora Amali menjelaskan, dalam DBON yang merupakan tindaklanjut dari arahan presiden Joko Widodo tersebut, pemerintah tidak lagi menargetkan jumlah perolehan medali pada tiap-tiap cabang olahraga yang dipertandingkan. Melainkan menargetkan kenaikan peringkat olimpiade dunia setip mengikuti ajang tersebut. 

Misalnya, pada Olimpiade Tokyo 2020 ditargetkan berada di urutan 40 dan naik dari olimpiade sebelumnya di Rio De Jeneiro 2016 dengan urutan 46, dan seterusnya hingga olimpiade 2044.

“Insya Allah ini kalau ini konsisten kita lakukan dan tentu kalau kita sama dengan apa yang sudah digariskan dalam Desain Besar Olahraga Nasional, insya Allah capaian-capaian kita akan makin baik,” harapnya.

Hal itu sekaligus mengubah paradigma masyarakat yang selalu menjadikan jumlah perolehan medali sebagai ukuran. Menurut Menpora Amali, kalau diukur dari perolehan medali, apa yang dicapai kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 sudah memenuhi target karena berhasil meningkatkan jumlah perolehan medali dimana mendapatkan 1 emas, 1 perak dan 2 medali perunggu. Sementara olimpiade Rio De Jeneiro hanya mendapat 1 emas dan 2 perak saja.

“Karena ini kan perubahan paradigma ini baru ya, kalau kita masih tetap dengan target yang lama sudah tercapai yakni perolehan medali sudah tercapai bahkan melampaui. Tetapi sekarang kita mengubah cara kita mengukur. Kita harus konsisten menempatkan parameter yang hendak kita capai yakni kita ingin mencapai peringkat-peringkat olimpiade,” jelasnya.

Kemudian untuk regenerasi atlet, Menpora mengungkapkan bahwa dalam Desain Besar Olahraga Nasional pembinaan akan dilakukan sejak dari usia dini bahkan di tingkat anak-anak, SD, SMP dan SMA.

Pemerintah tidak ingin lagi memperoleh prestasi dengan cara-cara seperti yang ada saat ini yakni menemukan atlet tanpa didesain dan tidak ada generasi penerusnya.

“Jadi kami akan menerapkan pembinaan atlet secara terstruktur, kemudian sistematis dan masif di seluruh daerah untuk mendapatkan talenta. Karena talenta itu ada daerah bukan ada di Ibukota,” jelasnya.

Menpora mencontohkan, beberapa talenta yang mendapat medali di olimpiade baru-baru ini dating dari daerah seperti peraih medali perunggu angkat besi Windy Cantika Aisah dan peraih medali emas Bulutangkis, Apriani Rahayu. Dengan demikian, bakat-bakat lebih banyak lagi didapatkan dengan pembinaan.

“Dengan cara ini akan kita lebih pertajam lagi, sehingga kita bisa mendapatkan tim yang kuat dan siap untuk bisa bertanding di level olimpiade,” ungkapnya.

Meski begitu, Menpora memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada para atlet yang sudah bertanding di olimpiade 2020 terutama yang sudah meraih medali.

“Saya bersyukur dan berterima kasih serta apresiasi terhadap capaian dari kontingen Indonesia yang sudah mengharumkan nama bangsa di kancah olimpiade atau tempat pertandingan olahraga paling tinggi, paling bergengsi dan paling prestisius di dunia,” pungkasnya.***/ctr

Menpora Minta Dukungan Publikasi Agenda Besar Olahraga Indonesia

JAYAKARTA NEWS—Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) se-Indonesia 2020 di Mahakam Convention Room, Banjarmasin, Jumat (7/2). Pembukaan acara tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Menpora yang  didampingi Ketua Siwo Pusat Agwa Ariwangsa dan Kepala Dispora Provinsi Kalsel, Hermansyah.

“Saya mengucapkan selamat Hari Pers Nasional 2020 kepada teman-teman wartawan khususnya yang tergabung didalam SIWO PWI,” ujarnya. 

Menurutnya, antara olahraga dan wartawan tidak bisa dipisahkan. Tanpa dukungan dari SIWO maka olahraga di tanah air tidak akan berkembang. Informasi pemberitaan perkembangan olahraga di daerah kalau tidak diinformasikan kapada masyarakat, pasti masyarakat tidak akan tahu tentang perkembangan dan prestasi olahraga tanah air. 

Karenanya, pihaknya memohon dukungan untuk bersama-sama membangun olahraga. Tahun ini, katanya, akan ada sejumlah kegiatan di antaranya PON di Papua, juga Olimpiade 2020 di Tokyo di mana Indonesia juga akan turut serta. Selain itu, Indonesia juga menjadi tuan rumah MotoGP di Mandalika NTB.

“Ini merupakan berbagai kegiatan olahraga nasional dan internasional yang ada di agenda pemerintah federasi-federasi. Karenanya kami mohon dukungan dari teman-teman SIWO untuk memberitakan kegiatan-kegiatan olahraga ini,” ujarnya.

Rakernas diikuti 35 pengurus cabang SIWO PWI yang terdapat diseluruh propinsi di tanah air plus Solo, tempat dimana menjadi kota kelahiran SIWO PWI. Turut hadir Ketua PWI Pusat Atal S Depari, Sekjen KONI Pusat TB Ade Lukman. Hadir dalam acara tersebut  Staf Khusus Menpora Bidang Pengembangan dan Prestasi Olahraga H. Mahfudin Nigara. ***/ebn

SEA Games 2019: Perolehan Medali Masih Seret, Indonesia Peringkat 6

JAYAKARTA NEWS— Perolehan medali Kontingen Indonesia SEA Games 2019 masih seret. Indonesia masih berada di peringkat ke-6 dengan perolehan medali 2 emas, 2 perak dan 5 perunggu. Jauh tertinggal dari tuan rumah yang berada diperingkat 1 dengan total medali 21 emas, 11 perak dan 5 perunggu.

Di tempat kedua adalah Vietnam dengan 6 eman, 13 perak, 7 perunggu. Sementara Malaysia berada di posisi ke-3 dengan 4 emas, 1 perak dan 2 perunggu. Thailand di posisi ke-4 dengan 3 emas, 4 perak dan 8 perunggu. Dan, Singapura di tempat ke-5 dengan perolehan 3 emas, 3 perak dan 3 perunggu.

Dwi Cindy Desyana raih medali emas cabang dancesport nomor breaking girls–foto instagram kemenpora

Saat pelepasan Kontingen Indonesia, Presiden Joko Widodo meminta agar Indonesia bisa menduduki peringkat ke-2. Karena itu, para atlet Indonesia harus bekerja lebih keras lagi agar bisa meraih apa yang diharapkan Presiden. Dua emas Indonesia diperoleh dari timnas Polo Air dan Dwi Cindy Desyana yang turun di cabang dancesport nomor breaking girls.

Menpora Zainudin Amali memberi semangat kepada Lisa Setiawati yang bersedih karena gagal meraih medali emas di cabang angkat besi nomor 45 kg. Dengan angkatan 169 kg, Lisa berhasil menyabet medali perak—foto instagram kemenpora

Sedang perak diraih oleh Lisa Setiawati, atlet angkat besi yang turun di nomor 45 kg. Sebenarnya Lisa berharap di nomor ini bisa meraih emas. Namun apa daya, total angkatannya hanya 169 kg, yang membuatnya harus puas di tempat kedua.

Saat dikunjungi oleh Menpora Zainudin Amali, Lisa tampak sedih tak mampu mencapai target emas yang diberikan kepadanya. Namun Menpora memberi semangat pada Lisa untuk tidak bersedih karena Indonesia bangga dengan apa yang telah dicapainya. ***ebn