Baksos Operasi Katarak Gratis HPN 2020 di Nganjuk

Jayakarta News – Puluhan warga di Kabupaten Nganjuk mengikuti kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional 2020 dan HUT ke-74 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Dalam kegiatan yang digelar Sabtu (29/2) itu PWI Jawa Timur bekerja sama dengan Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih SCTV-Indosiar, Perdami (Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia), Pemkab, dan RSUD Nganjuk yang menjadi lokasi pelaksanaan bakti baksos.

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan operasi katarak ini dan menyempatkan hadir langsung ke RSUD Nganjuk untuk meninjau kegiatan bakti sosial tersebut.

“Ini pertama kali dilaksanakan bakti sosial operasi katarak, sebelumnya bakti sosial lebih fokus pengobatan umum. Secara umum semuanya berlangsung lancar,” kata PWI Jatim Ainur Rohim didampingi Ketua PWI Nganjuk Andik Sukaca di sela menyambut kehadiran Bupati Novi Rahman di RSUD Nganjuk.

Ainur Rohim mengaku senang dengan antusiasme warga yang mengikuti bakti sosial operasi katarak ini dan berharap kegiatan kali ini memberikan manfaat bagi mereka.

“Mudah-mudahan setelah matanya dioperasi, penglihatan bapak ibu sekalian menjadi lebih jelas sehingga bisa melakukan aktivitas keseharian dengan lebih baik,” ujarnya di hadapan peserta operasi katarak.

Rencana awal, kegiatan operasi katarak ini menyasar lebih kurang 50 peserta yang semuanya warga Kabupaten Nganjuk. Sebelum menjalani operasi, mereka diwajibkan mengikuti serangkaian tahapan pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi kesehatannya.

“Dari hasil skrining yang dilakukan sejak Senin (24/2) hingga Jumat (28/2), baik oleh tim medis RSUD Nganjuk dan Perdami, ada sekitar 28 orang yang dinyatakan lolos dan bisa menjalani operasi katarak hari ini,” ujar Direktur RSUD Nganjuk dr FX Teguh Prartono SpPD.

Suasana baksos operasi katarak di Kabupaten Nganjuk.(foto: poedji)

Didampingi Wakil Direktur Pelayanan RSUD Nganjuk dr Tien Farida Yani, ia menjelaskan bahwa calon pasien yang tidak lolos skrining untuk melanjutkan ke tahap operasi disebabkan sejumlah kendala, seperti tekanan darah tinggi, gula darah sedang naik, dan kondisinya sedang tidak sehat.

“Untuk kegiatan operasi katarak ini, ada empat dokter spesialis mata dari Perdami yang terlibat, dibantu tim medis RSUD Nganjuk,” tambahnya.

Salah satu peserta operasi katarak, Saiful (54), warga Desa Batembat, Kecamatan Pace, Nganjuk, mengaku sangat senang dan terbantu dengan adanya kegiatan bakti sosial operasi katarak ini.

“Sudah lumayan lama mata sebelah kiri saya ini burek kalau untuk melihat, mudah-mudahan setelah dioperasi bisa jadi terang lagi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia HPN 2020 tingkat Jatim Teguh LR mengemukakan bahwa bakti sosial operasi katarak merupakan salah satu dari sejumlah rangkaian kegiatan yang digelar PWI Jatim untuk memperingati HPN 2020 dan HUT ke-74 PWI.

“Selain operasi katarak, kami juga mengadakan bakti sosial donor darah, silaturahim ke sejumlah wartawan senior, dan lomba PWI Jatim Idol,” katanya. (poedji)

Nindya Juara PWI Jatim Idol

Jayakarta News – Nindya, dari RRI Pro 4 Surabaya, berhasil mencuri perhatian dewan juri PWI Jatim Idol. Aksinya di The Central Mall Surabaya dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2020 dan HUT ke-74 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), membuahkan penghargaan Juara 1.

Ternyata yang kesengsem atas kemampuan vokal Nindya saat melantunkan lagu ‘Keliru’ (Ruth Sahanaya) bukan cuma para juri. Ainur Rohim, Ketua PWI Jatim, dan Teguh LR, Ketua HPN Jatim pun mengagumi olah vokalnya yang sangat prima.

Itu pula yang membuat Ainur Rohim maupun Teguh berkeinginan mengundang Nindya tampil di puncak acara HPN Jatim yang bakal diselenggarakan di Gedung Negara Grahadi pada 20 Maret mendatang.

“Kami akan minta Nindya bisa tampil dan menghibur para tamu di puncak acara HPN di Grahadi nanti,” tegas Ainur Rohim didampingiTeguh usai acara Sabtu kemarin.

Nindya tak sendiri saat ikut kompetisi PWI Jatim Idol tersebut. Dia datang bersama teman-temannya sesama kru RRI Surabaya, seperti Nia, Rina, dan Ane. 

Tim RRI Surabaya ini bahkan sempat bikin suasana meriah karena Nindya dan kawan-kawannya memberikan aplaus seru setiap ada peserta yang tampil prima.

Keseruan yang sama juga diekspresikan rombongan dari Suara Surabaya Radio. Pada acara itu, grup SS Radio menurunkan lima peserta.

Dalam kesempatan tersebut, Ainur Rohim memberikan apresiasi atas keikutsertaan para jurnalis di pentas PWI Jatim Idol. Apalagi peserta tak hanya dari Surabaya, melainkan ada pula yang dari Jember, Malang, Sidoarjo, dan Blitar.

“Tadi pengurus PWI Jatim mempertimbangkan untuk menambah jumlah nominal hadiah bagi pemenangnya, sehingga makin membuat peserta bersemangat,” kata pria yang akrab disapa Air ini.

Menurutnya, PWI Jatim Idol perlu dipertahankan sebagai penyeimbang agenda kegiatan HPN.

“Agar acara HPN tidak semuanya serius. Ini acara rileks, sebagai wadah para jurnalis yang hobi menyanyi,” tegasnya.

Melalui acara dalam bentuk kompetisi karaoke tersebut, diharapkan masyarakat makin memahami dunia jurnalistik. (poedji)

Bantu PMI, PWI Jatim Gelar Donor Darah HPN 2020

Jayakarta News – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan donor darah yang dijadwalkan pada Sabtu (15/2) yang akan datang.

“Kegiatan ini dalam rangkaian memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2020 dan HUT ke-74 PWI,” kata Koordinator kegiatan tersebut Taufik Rohman kepada koresponden Jayakarta News di kantor PWI Jatim siang tadi.

Dijelaskan pula, bahwa untuk kegiatan kali ini, pihaknya juga kembali bekerja sama dengan Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya.

“Ini kegiatan rutin yang digelar setiap tahun dalam rangkaian HPN dan HUT PWI. PMI Surabaya mendukung penuh dan menyiapkan tim untuk kegiatan donor darah ini,” katanya.

Kegiatan donor darah ini digelar di Aula PWI Jatim, Jalan Taman Apsari Surabaya Nomor 15-17 Surabaya, mulai pukul 08.00 WIB.

Menurut Taufik, panitia menargetkan  200 peserta ikut ambil bagian dalam kegiatan donor darah ini. “Selain anggota PWI dan insan pers atau media, kami juga telah mengirimkan undangan kepada mitra kerja untuk ambil bagian di kegiatan sosial ini,” tambahnya.

Pria yang akrab disapa Taufik Pentol ini menambahkan, kegiatan donor darah ini juga bertujuan membantu PMI Surabaya dalam menyediakan stok darah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Setetes sumbangan darah kita akan sangat berguna dan bisa menyelamatkan sejuta jiwa,” ujarnya.

Sedabgkan bagi masyarakat umum yang memiliki kepedulian, bisa langsung melakukan donor saat hari H pelaksanaan.

Sementara itu, Ketua Panitia HPN 2020 tingkat Jatim Teguh LR mengemukakan bahwa donor darah merupakan salah satu dari sejumlah rangkaian kegiatan yang digelar PWI Jatim untuk memperingati HPN dan HUT ke-74 PWI.

“Selain donor darah, kami juga akan mengadakan bakti sosial operasi katarak di Nganjuk pada akhir Februari, bekerja sama dengan Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Sebelumnya kami juga melakukan kegiatan silaturahim ke sejumlah wartawan senior di Jatim,” katanya. (poedji)

Kegiatan donor darah dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2020. (foto: dok PWI Jatim)

Pers, Mercusuar bagi Informasi Akurat

Jayakarta News – Ketua MPRI RI Bambang Soesatyo meyakini di era pos-truth (pasca kebenaran) saat ini, posisi pers tetap menjadi bagian penting dalam penegakan demokrasi dan supremasi masyarakat sipil. Walaupun hak publik mendapatkan informasi dimanfaatkan buzzer di berbagai media sosial, namun kekuatan pers tetap signifikan dan sulit tergantikan.

“PEW Research Center, lembaga kajian isu sosial, opini publik, dan demografi yang bermarkas di Washington DC, dalam jurnal Publics Globally Want Unbiased News, 2018 memuat hasil survei pers di 38 negara. Memperlihatkan kondisi pers Indonesia di mata masyarakat masih positif. Bisa dilihat dari 85 persen responden menyatakan pers Indonesia bekerja independen dalam memberitakan pemimpin dan pejabat negara. Masih unggul dibanding Filipina (83 persen), Vietnam (78 persen), Turki (73 persen), maupun India (72 persen),” ujar Bamsoet saat menghadiri puncak perayaan Hari Pers Nasional 2020 (HPN 2020) bersama Presiden Joko Widodo dan Ketua DPR RI Puan Maharani di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (8/2/20).

Lebih jauh Mantan Ketua DPR RI 2014-2019 dan Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini memaparkan, 85 persen responden menyatakan pers Indonesia akurat dalam menyajikan berbagai pemberitaan. Jauh lebih baik dibanding Jerman (75 persen), Jepang (65 persen), ataupun Inggris (63 persen). Serta 89 persen menyatakan pers Indonesia sangat baik dalam melaporkan berbagai kejadian penting lainnya. Mengalahkan Australia (65 persen), Spanyol (63 persen), maupun Korea Selatan (44 persen).

“Ini menunjukkan di hati rakyat Indonesia pers tetap mendapat tempat. Namun bukan berarti pers bisa berpuas diri. Di era post truth saat ini, pers punya tantangan tak ringan. Masyarakat kini lebih suka menerima informasi yang sesuai selera mereka dibanding informasi yang sesuai faktanya. Di sinilah para buzzer mencuri tempat, walaupun informasi yang disampaikan terkadang tak jelas antara fakta atau opini, antara realitas atau manipulasi, namun masyarakat terkadang dengan mudah menelannya sebagai sebuah kebenaran,” tutur Bamsoet.

Wakil Ketua Umum SOKSI dan wakil ketua umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, ditengah mudahnya masyarakat mendapatkan informasi dari berbagai media sosial maupun teknologi informasi lainnya, pers harus tetap hadir menjadi mercusuar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh secara fakta, serta utuh secara etika kejurnalistikan.

“Kesesatan dan ketidakjelasan informasi yang diterima masyarakat bisa membuat situasi sosial tak terkendali. Adu domba, fitnah, dan ujaran kebencian tak bisa dielakan. Karena itu, sebaiknya masyarakat mencari referensi informasi yang teraktual kepada pers. Bukan kepada buzzer, apalagi sumber gelap yang tak jelas keakuratan informasinya,” tandas Bamsoet.

Sebagai orang yang pernah bergelut di dunia jurnalistik, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini turut senang perayaan HPN 2020 mengambil tema ‘Pers Menggelorakan Kalimantan Selatan Gerbang Ibu Kota Negara’. Menunjukan keberpihakan pers terhadap pembangunan bangsa, yakni pemindahan Ibu Kota Negara sebagai wujud percepatan pemerataan pembangunan nasional.

“Konstitusi membatasi maksimal kepemimpinan presiden-wakil presiden hanya dua periode atau sepuluh tahun. Sehingga Indonesia butuh road map yang memberikan kepastian hukum terhadap keberlanjutan pembangunan dari satu periode pemerintahan ke periode penggantinya, agar tidak ada program yang mangkrak ditengah jalan. Terutama dalam menghadapi rencana pemindahan Ibu Kota Negara. Jika tak diatur secara khusus, bisa jadi periode pemerintahan pengganti Presiden Joko Widodo tidak meneruskan rencana bagus tersebut dan memilih memprioritaskan pembangunan di sektor lainnya,” pungkas Bamsoet. (*/rr)

Menpora Minta Dukungan Publikasi Agenda Besar Olahraga Indonesia

JAYAKARTA NEWS—Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) se-Indonesia 2020 di Mahakam Convention Room, Banjarmasin, Jumat (7/2). Pembukaan acara tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Menpora yang  didampingi Ketua Siwo Pusat Agwa Ariwangsa dan Kepala Dispora Provinsi Kalsel, Hermansyah.

“Saya mengucapkan selamat Hari Pers Nasional 2020 kepada teman-teman wartawan khususnya yang tergabung didalam SIWO PWI,” ujarnya. 

Menurutnya, antara olahraga dan wartawan tidak bisa dipisahkan. Tanpa dukungan dari SIWO maka olahraga di tanah air tidak akan berkembang. Informasi pemberitaan perkembangan olahraga di daerah kalau tidak diinformasikan kapada masyarakat, pasti masyarakat tidak akan tahu tentang perkembangan dan prestasi olahraga tanah air. 

Karenanya, pihaknya memohon dukungan untuk bersama-sama membangun olahraga. Tahun ini, katanya, akan ada sejumlah kegiatan di antaranya PON di Papua, juga Olimpiade 2020 di Tokyo di mana Indonesia juga akan turut serta. Selain itu, Indonesia juga menjadi tuan rumah MotoGP di Mandalika NTB.

“Ini merupakan berbagai kegiatan olahraga nasional dan internasional yang ada di agenda pemerintah federasi-federasi. Karenanya kami mohon dukungan dari teman-teman SIWO untuk memberitakan kegiatan-kegiatan olahraga ini,” ujarnya.

Rakernas diikuti 35 pengurus cabang SIWO PWI yang terdapat diseluruh propinsi di tanah air plus Solo, tempat dimana menjadi kota kelahiran SIWO PWI. Turut hadir Ketua PWI Pusat Atal S Depari, Sekjen KONI Pusat TB Ade Lukman. Hadir dalam acara tersebut  Staf Khusus Menpora Bidang Pengembangan dan Prestasi Olahraga H. Mahfudin Nigara. ***/ebn

Daftar Pemenang Adinegoro 2019 HPN 2020

JAYAKARTA NEWS— Setelah menilai dengan seksama melihat konten dan penyajian tulisan dari sedikitnya 679 peserta, para juri akhirnya memutuskan sejumlah pemenang Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2019. Para pemenang diumumkan Ketua Panitia Tetap Karya Jurnalistik Adinegoro Rita Sri Hastuti,  dalam Talk Show di TVRI bertajuk ‘Indonesia Bicara tentang Hari Pers Nasional 9 Feb 2020’.

Daftar Nama Pemenang Adinegoro 2019-HPN 2020 Banjarmasin, Kalimantan Selatan  Kategori  In-depth reporting media Cetak diraih Stefanus Teguh Edi Pramono bersama timnya  dari Majalah Tempo Devi Ernis – Andita Rahma – Raymundus Rikang. Karyanya bertajuk Hanya Api Semata Api yang diterbitkan majalah Tempo 23-09-2019.

Kategori Siber diraih Muhammad Amin bersama timnya M Akhwan – Defizal – Evan Gunanzar dari Riaupos.co bertajuk Bom Waktu di Lahan Gambut yang diterbitkan 22-10-2019. Kategori Televisi dimenangkan Rahdhini Ikaningrum bersama timnya Herry Fitriadie – Iqbal Himawan – Johan Pahlevi dari Metro TV berjudul ‘’Berebut Oksigen di Tambora yang ditayangkan televise ini pada 09-10-2019

Kategori Radio diraih Marga Rahayu bersama timnya Supriati – Metalianda – Kamal Anshori dari LPP RRI Samarinda bertajuk Lubang Tambang Pembawa Petaka disiarkan pada 22-07-2019.

Kategori Foto dimenangkan Affan Adenensi Riza Fathoni dari Harian Kompas berjudul  Erupsi Gunung Anak Krakatau disiarkan 24-12-2018. Kategori Karikatur dimenangkan Djoko Susilo dari Harian Suara Merdeka berjudul​ Anak -anak terlena oleh Gadget diterbitkan 24-07-2019.

Dalam talk show berdurasi lebih kurang satu jam yang menghadirkan Nara Sumber Menko Info Jhony G Plate, Ilham Bintang, Ketua PWI Atal S Depari, Nico Siaahaan mewakli DPR, Agus Sudibyo mewakili Dewan Pers dan Rita Sri Hastuti dari Pantap Adinegoro ini mengakui bahwa Adinegoro merupakan karya terbaik bagi pers di Indonesia yang mampu melibas sejumlah berita-berita yang cepat saji, dan digarap dengan tidak serius serta sembarangan.

Rita Sri Hastuti  mengatakan pemenang dipilih melalui proses seleksi. Para juri terdiri dari tokoh pers, pengamat, akademisi, dan profesional yang menguasai bidang jurnalistik. Menurut dia, penilaian ini tak sembarangan. Pasalnya, beberapa kali penyelenggaraan Anugerah Adinegoro tidak menemukan pemenang.

“Contohnya tahun lalu (2018), untuk kategori in-depth reporting media cetak tidak diadakan pemenang karena tidak memenuhi syarat,” kata Rita. Tahun ini, jelas Rita, lebih bagus karena sudah ada pemenangnya untuk masing-masing kategori yang dilombakan. Para juri bahkan memuji karya para pemenang.

 Anugerah Jurnalistik Adinegoro tahun ini menyediakan hadiah Rp50 juta untuk masing-masing pemenang di setiap kategori, berikut trofi, dan piagam penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Penghargaan diserahkan pada Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020. ***ks

Sebelum ke Australia, Presiden Jokowi Hadiri HPN 2020 Kalsel

Jayakarta News – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menghadiri rangkaian acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), sebelum bertolak ke Australia untuk kunjungan kenegaraan.

Ketua Umum PWI Pusat/Penanggung Jawab HPN 2020 Atal S Depari mengemukakan hal itu dalam rapat pleno Panitia Pelaksana Pusat (panpelpus) HPN 2020 di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Gedung Dewan Pers Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat petang (31/1/2020). Rapat tersebut antara lain dihadiri Ketua Panpelpus HPN 2020 Auri Jaya, Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Ilham Bintang, dan jajaran panitia inti.

Atal mengatakan agenda utama kehadiran Presiden Jokowi ialah bersilaturahim dengan para tokoh dan komponen pers serta masyarakat Kalsel. Acara tersebut akan dihadiri sekira 5.000 wartawan dari berbagai daerah seluruh Indonesia, pemilik media, tokoh pers, para menteri, pemimpin lembaga negara, kepala daerah, pelaku usaha, duta besar negara sahabat, wartawan ASEAN, dan masyarakat.

“Presiden Jokowi bersama rombongan akan berada di Banjarmasin pada 8 Februari 2020. Kita mengapresiasi dan berterima kasih atas kehadiran Bapak Presiden. Kami dapat memahami kehadiran beliau yang lebih cepat sehari dari Hari Pers Nasional 9 Februari karena beliau juga harus kunjungan kenegaraan ke Australia. Presiden Jokowi yang menyempatkan hadir dalam rangkaian peringatan HPN 2020 ini menunjukkan beliau tetap menganggap penting pers dan perannya dalam membangun demokrasi dan memajukan masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Atal seraya menambahkan tema HPN 2020 ialah “Pers Menggelorakan Kalimantan Selatan Gerbang Ibu Kota Negara”.

Menurut Atal, agenda utama Presiden Jokowi ialah bersilaturahim dengan para tokoh dan komponen pers serta masyarakat di Kompleks Pemerintahan Kalsel di Banjarbaru. Dalam kesempatan itu, Presiden diagendakan sarapan bersama dengan ibu hamil dan anak-anak usia enam bulan hingga 12 tahun sekaligus meluncurkan program Sarapan Pagi Anak Desa (Sapa Desa). Program ini sebagai bagian dari kampanye mencegah dan mengatasi masalah stunting. Hal itu terkait dengan program prioritas Pemerintahan Presiden Jokowi periode kedua ini yang menempatkan upaya mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul untuk mencapai Indonesia Emas di urutan teratas.

Sementara itu, Ketua Panpelpus HPN 2020 Auri jaya mengatakan dimajukannya jadwal kehadiran Presiden Jokowi tersebut tidak mengubah berbagai kegiatan yang telah disiapkan oleh Panpelpus dan Panpelda serta Pemerintah Provinsi Kalsel. Panitia hanya menyesuaikan waktunya pelaksanaannya. Konvensi Media Massa sebagai salah satu kegiatan utama HPN 2020, misalnya, yang sebelumnya dilaksanakan 8 Februari pagi kemudian digeser setelah acara dengan Presiden Jokowi itu.

Demikian pula Seminar Stunting di hari yang sama juga digeser dari semula pagi hingga siang menjadi siang sampai sore hari. Seminar yang diadakan di RSUD Ulin Banjarmasin itu akan dibuka oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy yang juga sebagai keynote speaker. Pembicara yang tampil antara lain Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, Dirut Perum Bulog Budi Waseso, Rektor Universitas Yarsi Jakarta Prof dr Fasli Jalal, Ph.D, Direktur Komunikasi Danone Indonesia Rief Mujahidin, dan Pemimpin Redaksi Harian Kompas Ninuk Mardiana Pambudy.

“Rangkaian acara lainnya tidak banyak mengalami perubahan. Jadi, meskipun Bapak Presiden akan berada di Arena HPN pada 8 Februari, kami yakin acara lainya hingga 9 Februari akan berjalan sesuai rencana. Kami bersama Panpelda dan Pemprov Kalsel selaku tuan rumah telah instensif berkoordinasi menyiapkan berbagai kegiatan untuk menyukseskan peringatan HPN 2020 yang rangkaian acaranya digelar pada 6-9 Februari,” jelas Auri Jaya. (melva t)

PWI Jatim Beri Penghargaan dan Tali Asih kepada Wartawan Senior

Jayakarta News – Menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2020, PWI Jawa Timur menjaga silaturahmi dengan mengunjungi dan memberikan piagam penghargaan serta tali asih kepada wartawan senior Haji Efendi dan Imam Soebagio, di Jember. Piagam penghargaan dan taliasih diserahkan langsung Ketua PWI Jatim Drs Ainur Rohim, M.IP, kepada Efendi di Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, Sabtu (18/1) malam. Sedangkan penghargaan untuk Imam Soebagio diberikan pada Minggu (19/1).

Dalam acara tersebut, Ketua PWI Jatim didampingi Machmud Suhermono (Wakil Ketua Bidang Organisasi), Luthfil Hakim (Wakil Ketua Bidang Kerjasama), Teguh L. Rachmadi (Ketua HPN Jatim 2020), Ketua PWI Jember Sigit Edi Maryanto dan Sekretaris Salim Umar.

Efendi yang saat ini berusia 84 tahun itu pernah menjadi wartawan Harian Abadi. Ia menceritakan, meskipun saat itu hanya lulusan Sekolah Rakyat (SR) tetapi memberanikan diri melamar menjadi pewarta di suratkabar itu.

Ketika ia  ditugasi mencari berita di lapangan, Efendi bersama Harmoko, yang kemudian diangkat menjadi Menteri pada masa pemerintahan orde baru. “Pak Harmoko itu hebat. Saya baru dapat empat berita, beliau sudah sepuluh,” katanya sambil tertawa mengenang.

Efendi juga memiliki minat di bidang seni. Ia menciptakan lagu berbahasa Madura berjudul Gelang Sokoh dan mencantumkan nama samaran Adira yang merupakan akronim dari Ahmad Efendi Madura. Terakhir ia bekerja di Surabaya Post.

Piagam penghargaan dan tali asih lainnya diberikan kepada Imam Subagio di kediamannya, Jalan Semeru, Kecamatan Sumbersari, Minggu (19/1). Pak Bagio, panggilan akrabnya, lahir di Bondowoso, 12 Februari 1945. Ketika masih duduk di SMP sudah menulis.

Di antaranya di Penyebar Semangat, walaupun hanya di rubrik Opo Tumon. Memulai karier wartawan di Sket Masa asuhan Amak Syarifudin setelah lulus Kursus Tertulis Wartawan Usaha Modern.

Ia tercatat sebagai  jurnalis dari  di Harian Suara Indonesia, Minggunan El Bahar (Jakarta), La Patria (Surabaya), Sinar Kota (Surabaya), Harian Merdeka (Jakarta). Kemudian terakhir bergabung dengan Majalah Berita Mingguan Tempo di bawah asuhan Goenawan Mohamad.

Pengalaman jurnalistik inilah yang memperkaya batin, pengalaman, pengetahuan dan banyak sahabat. Bahkan mampu memberikan fondasi Humas Universitas Jember sebagai tempat mengabdi sebagai PNS sampai akhir masa pengabdian.

Ainur Rohim mengatakan, pemberian tali asih ini adalah bagian dari peringatan Hari Pers Nasional 2020 dan HUT ke 74 PWI Tingkat Jawa Timur. “Kita tidak boleh melupakan jasa-jasa mereka terhadap kebebasan pers di Indonesia,” katanya. (poedji)

Efendi saat menerima tali asih dari Ainur. (foto: poedji)