PON Jadi Ajang Pantau Bakat Para Atlet

JAYAKARTA NEWS— Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali mengatakan bahwa ke depan Indonesia mempunyai harapan untuk sepak bola. Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 di Papua merupakan tempat untuk pemantauan bakat dan talenta semua tim yang tampil di PON, khususnya cabang olahraga sepak bola, baik putra, maupun putri.

“Kita bisa melihat talenta-talenta yang baru untuk kita bisa kita dorong ke tim nasional. Tadi Sekjend PSSI hadir, Kapolda, bahkan Asprov dari Jawa Timur, Aceh dan Papua sendiri sudah menyaksikan semua,” kata Zainudin di Jayapura, Kamis malam (14/10/2021).

Dia berharap agar kesuksesan PON XX benar-benar menjadi contoh dan pelajaran bagi kita untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan olahraga meski digelar di tengah situasi pandemi COVID-19.

“Besok (Jumat) untuk yang tutup langsung Bapak Wakil Presiden dan beliau sudah ada di Papua dan sudah lakukan kerja ke beberapa daerah. Persiapannya sudah sedang ada gladi lagi. Muda-mudahan ini semua bisa lancar seperti pembukaan yang sudah kita lalui,” katanya.

Dia mengaku kaget karena banyak atlet-atlet berprestasi dan memecahkan banyak rekor meski PON ini dihelat di tengah situasi pandemi covid-19.

“Kalau sukses prestasi banyak rekor yang terpecahkan, saya juga kaget saya pikir melaksanakan kegiatan di tengah-tengah pandemi tidak ada pemecahan rekor yang terpecahkan. Ternyata 57 rekor yang dipecahkan di PON XX di Papua dari masing-masing kontingen, atlet dan pelatihnya sangat luar biasa dengan 57 rekor yang terpecahkan selama PON,” katanya.Selain itu, kesuksesan PON Papua, ujarnya, adalah sukses ekonomi, terutama di klaster-klaster.

“Jadi sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, ekonomi dan prokes yang dilakukan dengan disiplin bisa kita lakukan dengan baik. Ini sekalgus memupus kekhawatiran, ketakutan, bahkan orang ragu tentang apakah PON  ini bisa terlaksana atau tidak. Kita buktikan apa yang sudah menjadi tagline dari PON Papua ‘Torang Bisa’. Masyarakat Papua mampu dan masyarakat Papua membuktikan PON ini sukses,” katanya.***/ebn

Satgas Prokes PON Mimika Apresiasi Penonton Masih Taat Prokes hingga Hari Terakhir Pertandingan

JAYAKARTA NEWS— Pelaksanaan olahraga yang aman Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tahun 2021. Di tengah pandemi Covid-19 yang masih terjadi, PON XX dilaksanakan dengan cara yang berbeda dibandingan penyelenggaraan PON tahun – tahun sebelumnya. Perbedaan tersebut dengan adanya penerapan protokol kesehatan demi berlangsungnya PON dengan lancar dan menekan laju penyebaran Covid-19.

Penyelenggara PON XX Papua bersama Satuan Tugas Protokol Kesehatan (Satgas Prokes) PON telah melakukan upaya untuk mengurangi potensi penyebaran Covid-19 di seluruh venue pertandingan sejak sebelum di mulainya PON dengan memberikan tanda pembatas jarak antar penonton di dalam venue, menyiapkan tempat cuci tangan di berbagai titik dan pemasangan spanduk tentang edukasi pencegahan Covid-19.

Kemudian Satgas Prokes setiap hari menempatkan gerai di semua venue pertandingan dengan membagi-bagikan masker dan mengedukasi masyarakat akan pentingnya penerapan protokol Kesehatan.

Kasubsatgas Prokes PON Kab. Mimika memberikan masker sekaligus mengedukasi kepada official tim yang berlaga di venue bola tangan Timika, Kamis (14/10)

Hingga hari terakhir penyelenggaraan PON XX klaster Mimika yaitu Kamis (14/10), tingkat ketaatan penonton terhadap protokol kesehatan cukup tinggi, hal itu terlihat dengan tertibnya masyarakat untuk masuk ke dalam venue, sebelum masuk dicek terlebih dahulu suhu para penonton, kemudian selalu menggunakan masker saat di dalam dan di luar, serta duduk di dalam sesuai dengan tanda dan arahan dari panitia untuk menjaga jarak.

Hal itu senada dengan apa yang diungkapkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Mimika Yosias Lossu.

“Penonton tetap menjaga jarak mengikuti tanda-tanda yang disediakan oleh panitia ketika berada di dalam stadion,” ungkap Yosias.

Menurutnya tingkat kesadaran penonton akan protokol kesehatan di venue terus meningkat setiap harinya.

“Tingkat kesadaran masyarakat meningkat akibat adanya PON, sejalan dengan edukasi yang dilakukan oleh Satgas Prokes,” tuturnya yang juga menjabat sebagai wakil ketua Subsatgas Prokes PON Kab. Mimika.

Pada kesempatan berbeda, Asep Supriatna selaku ketua Subsatgas Prokes PON Kab. Mimika menyatakan, sering meninjau langsung di lapangan dan berbincang dengan penonton, menurutnya penonton antusias dengan adanya Satgas Prokes.

“Hasil laporan dan pengamatan ke venue seperti saat ini, penonton sangat antusias untuk menerima masker, masyarakat merasa terbantu karena masker tidak boleh dipakai berulang-ulang, dengan pemberian masker setiap harinya mereka bisa berganti-ganti ketika memakai masker di luar rumah,” jelas Asep saat meninjau venue GOR Bola Tangan di Mimika, Kamis (14/10).

Lebih lanjut ia mengapresiasi panitia PON dan semua pihak yang berkontribusi di PON Kab. Mimika kali ini.

“Mungkin masih ada kekurangan, namun kami telah berikan upaya dan kerja yang terbaik sejak dari sebelum PON dimulai hingga hari terakhir penyelenggaraan PON untuk meningkatkan disiplin penonton yang hadir di venue,” kata Asep.

Sementara itu Jhon salah seorang penonton menuturkan, dirinya bersama rombongan pastinya membawa masker namun ketika masker itu basah, kami sering lupa membawa masker pengganti.

“Pemberian masker ini sangat membantu karena terkadang sering lupa membawa masker lainnya, dengan adanya bagi-bagi masker gratis kami senang sekali,” ujar Jhon.

Adapun di Kab. Mimika terdapat dua belas nomor cabang olahraga yang dipertandingan baik indoor maupun outdoor sejak 2 hingga 14 Oktober 2021, antara lain Aerosports mencakup Terjun Payung, Terbang Layang dan Aeromodelling, Atletik, Bola Basket 5×5 dan 3×3, Panjat Tebing, Biliar, Bola Tangan, Futsal, Judo dan Tarung Derajat.

Total masker yang telah didistribusikan Subsatgas Kab. Mimika sejumlah 485.000 masker, selain dibagikan pada venue juga dibagikan ke tempat-tempat ibadah, sekolah, TNI/Polri, lembaga/intansi setempat dan juga organisasi masyarakat yang berada di Mimika. (*/ctr)

Semakin tak Terkejar di Puncak Klasemen PON XX, Jabar Tambah Emas di Cabor Atletik

JAYAKARTA NEWS— Semakin tak terkejar di puncak klasemen perolehan medali emas PON XX Papua, Tim Jawa Barat (Jabar) kembali menambah pundi medali emas di Cabor Atletik nomor 4×400 meter estafet putra dengan catatan waktu 3:13:58 detik, yang digelar di Mimika Sport Complex, Kamis (15/10/2021).

Sementara tim dari Jawa Timur meraih medali perak dengan catatan waktu 3:14:68 detik, dan medali perunggu diraih oleh kontingen Jawa Tengah dengan torehan waktu 4:15:01 detik. Demikian dikutip dari laman ponxx2021papua.com

Tim Jabar mengaku bahwa perjuangan mereka sangat panjang hingga akhirnya dapat bertanding di PON XX kali ini. 

“Selama dua tahun tidak ada pertandingan, sekali bertanding langsung turun di PON ini. Sungguh luar biasa,” kata salah satu atlet dari tim Jabar usai pengalungan medali.

Terlalu banyak rintangan yang dihadapi tim Jabar, seperti, pandemi covid-19 dan cedera. Dengan persiapan selama dua tahun lebih, tim Jabar hanya mengandalkan latihan umum, tetapi tetap fokus latihan.

“Yang penting latihan kompak dan saling mengenal satu sama lain. Namanya tim itu kan yang dibutuhkan kekompakan, memotivasi satu sama lain untuk kita bisa juara,” ujar Sumatroleko, yang membawa kemenangan Jabar hingga bisa finish terdepan. 

Adapun formasi dari final 4×400 meter:

Jabar

  1. Halomoan E. B.
  2. Umar Wira
  3. M. Ramdhan
  4. Sumatroleko. Dengan waktu 3:13:58

Jatim

  1. Arif Ibrohim
  2. Selamet Rizki
  3. Heru Astriyanto 
  4. Dewa Radika. Dengan waktu 3:14:68

Jateng

  1. Felix Andrian
  2. Umar Hamdan
  3. Hadi Nur Ikhsan
  4. Novianto. Dengan waktu 3:15:01

Maluku

  1. Budi Prayogo
  2. Wempi Pelamonia
  3. Yakob Yahapary
  4. Elvis Telusa. Dengan waktu 3:18:48

NTB

  1. Zakaria
  2. Arif Rahman
  3. Ridwan
  4. Andrian. Dengan waktu 3:19:13

Papua

  1. Yohanes Wona
  2. Gansar Supriyono
  3. Maurits Rawar

4. Krisdianto Makri. Dengan waktu 3:22:05.***/bnt

Tak Puas Keputusan Juri Terjun Payung, Kaltim tak Ikut Penyerahan Medali

JAYAKARTA NEWS— Sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap keputusan dewan juri atas hasil yang dicapai pada cabang olahraga (cabor) terjun payung PON XX 2021 nomor kerjasama antarparasut, atlet perwakilan Kalimantan Timur memilih untuk tidak menghadiri Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) yang dilangsungkan di venue terjun payung, halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Kamis (14/10/2021).

Dikutip dari laman ponxx2021papua.com, pada nomor kerjasama antarparasut, juri menyimpulkan Kalimantan Timur (Kaltim) memperoleh medali perak sedangkan Papua Barat dengan perolehan medali emas. Atas keputusan yang dinilai tidak sesuai ini, Kaltim mengajukan sengketa ke Dewan Hakim PON XX.

“Kami tidak menerima apa yang diputuskan Technical Delegate (TD), dewan juri atau wasit dan dewan juri cabor yang memenangkan Papua Barat sebagai juara pertama dan meraih medali emas, kami juara kedua. Sedangkan di daftar perolehan poin dari babak satu sampai dengan babak 8 penerjunan, itu nilainya sama 24,” ungkap Ketua Bidang Organisasi KONI Kaltim, Budhi Iriawan, S.Hut saat ditemui wartawan di sela penyerahan medali, Kamis(14/10/2021) di venue terjun payung.

Budhi juga menyebut tidak hanya perolehan nilai saja yang sama, tetapi juga saat tambahan time break satu dan dua pun sama nilainya.

“Ada babak tambahan (time break). Itu time break satu, time break dua nilainya juga sama, nol bahkan tidak ada nilai. Poin sama, cuma karena mereka ada berita acara kesepakatan yang sudah dibuat oleh kedua pihak antara Papua Barat dan Kalimantan Timur yang diketahui oleh TD, itu menjadi patokan mereka untuk laksanakan UPP,” ujarnya.

Namun, setelah mempelajari beberapa aturan terkait penilaian, Budhi menjelaskan bahwa ada disebutkan jika kedua tim telah melaksanakan babak time break, maka perhitungan dilakukan penilaian ulang disetiap babak, mulai dari babak 1 sampai 8. Dengan ketentuan, tim yang memperoleh poin pertama tercepat yang dari walking time akan keluar sebagai juara, bukan sebagai peringkat pertama. Sebaliknya, tim yang kalah akan ditentukan sebagai juara kedua.

“Ini berlaku kalau kami time break tidak dilaksanakan menurut kami. Sedangkan ini kami pernerjun kami sudah lakukan time break babak kedua dari hari pertama tanggal 12 Oktober siang, namun sore karena cuaca buruk akhirnya tidak jadi. Tadi pagi tanggal 14 sudah terjun juga babak kedua itu. Berarti kalau itu dilakukan tidak berlaku,” terangnya.

“Itu yang tadi kami lakukan protes kepada TD secara lisan, tapi karena mereka kukuh dengan keputusan ini, maka mekanisme yang ada di terjun payung, kami lakukan protes ke dewan juri atau wasit secara tertulis. Itu sudah kami lakukan,” lanjutnya.

Ia juga menjelaskan dalam proses ketidakpuasan hasil yang diperoleh telah disampaikan ke dewan juri, namun tidak dipanggil dalam persidangan dan lainnya sehingga meski telah dilayangkan surat protes dan menunggu, hasil yang diperoleh sama yaitu ditolak.

“Lalu sesuai dengan mekanisme dalam terjun payung, setelah di tingkat dewan juri, kami bayar Rp 10 juta untuk mengadukan protes. Termasuk maju lagi banding ke dewan hakim cabor dengan membayar Rp 5 juta (juga sudah) kita lakukan. Sama tidak ada penjelasan apapun, tidak dipanggil sebagai pemohon atau penggugat, kita hanya disuruh menunggu,” ungkap Budhi lagi.

Padahal lanjut Budhi, mekanisme dewan hakim itu ada istilah pemohon, ada istilah termohon. “Ini tidak ada, kami hanya disodorkan jawaban dari dewan hakim. Sehingga tetap kita ikuti, tetap kita terima, sekarang kami ada upaya sesuai dengan ketentuan yang ada dalam peraturan PON, ada istilah dewan hakim PON. Jika di tingkat dewan hakim PON cabor itu tidak selesai sengketa, maka kita bisa naik banding ke dewan hakim PON,” bebernya.

“Dan itu (banding-red) sudah kita lakukan, sudah masuk permohonan sengketa di tingkat dewan hakim PON, kita tinggal menunggu saja apa yang dilakukan oleh dewan hakim PON. Biasanya melalui persidangan. Meski setelah itu misalnya keputusannya sama, kami sudah berusaha untuk memperjuangkan kebenaran bahwa keputusan mereka itu salah mereka. Tapi kami yakin kita di dewan tingkat PON, segala sesuatu akan berbeda. Kami memegang aturan secara tertulis,” urainya.

Dalam bandingnya ke dewan hakim PON XX, Budhi menegaskan pihaknya melayangkan beberapa permintaan. Pertama, meminta supaya membatalkan keputusan dewan hakim untuk memenangkan Papua Barat sebagai pemenang pertama dan Kaltim meraih medali perak. Kedua, menunda UPP sampai klir sesuai arahan dari hakim PON, tapi meskipun pada petang tadi UPP tetap dilaksanakan.

Ketiga, meminta karena ini poin sama, dalam arti unggul dalam segi poin, maka tidak ada yang menang. Sehingga pihaknya berharap itu menjadi juara bersama.

“Karena itu ada aturannya sesuai dengan surat edaran KONI Pusat tanggal 3 Oktober. Memang diusahakan dihindari, tetapi situasi kondisi untuk menghindari itu ya boleh dilakukan,” tegas Budhi.

Mengenai ketidakhadiran perwakilan Kaltim dalam UPP, Budhi menembahkan itu dilakukan sebagai bentuk sikap mereka dalam menjunjung aturan.

“Bukan menolak, itu bentuk sikap kami. Jika kami mengikuti, berarti kami sama halnya mengakui apa yang menjadi keputusan dewan hakim cabor. Dengan sikap kami tidak mengikuti UPP. Tolong hargai kami juga, bahwa kami masih melakukan upaya kepada dewan hakim. Jangankan UPP, medali yang sudah diperoleh saja bisa dicabut oleh dewan hakim sesuai aturan yang ada,” tutupnya. ***/btn

PON Terakhir Bagi Agunawan Peraih Emas Asian Games dan SEA Games

JAYAKARTA NEWS— Raihan medali emas kedua bagi Kalimantan Tengah pada disiplin Traditional Boat Race (TBR) atau Perahu Naga 200 meter campuran cabang olahraga dayung menjadi multi event terakhir bagi Agunawan, salah satu atlet senior dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Agunawan mengaku bersyukur atas capaian hasil yang ia peroleh. Pasalnya, PON XX Papua dipastikan olehnya akan menutup karir dari dunia dayung yang telah membesarkan namanya.

“Saya sangat bangga dan bahagia, bersyukur bisa dapatkan medali emas lagi untuk Kalteng. Saya berterima kasih banyak atas kerja keras saya bersama tim dan ini adalah suatu kebanggan, karir penutup saya untuk Kalteng di cabor dayung karena PON selanjutnya saya sudah tidak bisa bermain lagi dan saya sangat bangga dan terima kasih untuk Kalimantan tengah,” kata Agunawan, Rabu (13/10) sebagaimana dikutip dari laman ponxx2021papua.com

Ia pun berpesan kepada adik-adik junior untuk tetap bersemangat dalam berlatih agar menjadi yang terbaik bagi Kalteng.

“Emas ini sangat berarti karena PON terakhir. Pesan saya untuk teman-teman junior yang satu tim sama saya tetap semangat latihannya, jangan patah semangat, latihannya jangan malas-malasan, tingkatkan disiplin seperti senior-senior lainnya,” katanya.

Sementara itu, Silo selaku pelatih dayung Kalteng, mengaku hasil emas ini seperti waktu di PON XIX Jabar, di mana timnya menutup pertandingan bagi Cabang Olahraga Dayung.

“Kami ucapkan syukur kepada Tuhan, seperti 2016 kami juga menutup pertandingan cabor dayung. Kita memperoleh 2 medali emas, dari jarak 1000 mix dan 200 mix. Medali ini untuk semua masyarakat Kalteng yang sudah mendoakan kami,” ungkapnya.

“Mudah-mudahan di PON Aceh-Sumut akan terus lakukan pembinaan secara continue, berkesinambungan supaya kedepan Kalteng bisa meraih yang terbaik dan medali lebih meningkat lagi,” tandasnya.

Diketahui, Agunawan merupakan pedayung senior milik Indonesia. PON Riau tahun 2012 silam menjadi titik awal karir profesionalnya di olahraga tersebut. Kemudian, dia diminta memperkuat Timnas Dayung Indonesia pada Kejuaraan Asia Perahu Naga 500 meter di Tiongkok, Cina 2015 dan SEA Games 2015 berhasil meraih 1 medali emas.

Di ajang Asian Games 2018, ia kembali membawa medali emas bagi Timnas Indonesia di kategori Perahu Naga jarak 200 meter yang menjadi andalannya. Atlet asal dari Kampung Tumbang Lapan, Kecamatan Rungan Hulu juga ternyata dari keluarga atlet dayung, karena ayahnya merupakan seorang atlet dayung.***/ebn

Pertandingan Aeromodelling PON XX Resmi Ditutup

JAYAKARTA NEWS— Seluruh perlombaan Aeromodelling Pekan Olahraga Nasional ke-20 telah selesai digelar. Bupati Mimika Eltinus Omaleng, Senin (11/10/2021 di venue SP 5, Timika Kabupaten Mimika, secara resmi menutup perlombaan Aeromedilling dengan melakukan pemukulan tifa.

Bupati mengucapkan selamat kepada para atlet yang sudah mendapat medali di PON XX Papua. Didampingi Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gede Era Adhinata,  Letkol Pnb Surono, Danlanud, dan George Merchy L. Randang, Kakansar Timika mengatakan, selama pertandingan tidak terjadi kendala karena pengamanan telah dilakukan secara maksimal oleh personel gabungan dan Satgas PON XX Deraku Cartenz.

“Kami atas nama masyarakat mengucapkan terimakasih karena sudah datang di tanah Papua untuk mengikuti kegiatan ini,” ucapnya sebagaimana dikutip dari laman ponxx2021papua.com

Ia berharap kepada semua kontingen agar membawa kabar baik tentang Timika saat kembali ke daerahnya masing-masing. 

“Kalah menang itu hal biasa. Muda-mudahan kita akan berjumpa di tempat lain yaitu di PON yang akan datang. Dan juga para atlet diharapkan dapat mempertahankan juaranya.  Terimakasih semoga Tuhan memberkati kita semuanya,” ujarnya.

Acara penutupan diiringi oleh tarian seka yang merupakan tarian adat kamoro.

Cabang Olahraga (Cabor) Aeromodelling diikuti 12 provinsi, yakni Banten, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Papua, Riau dan Bali dan mempertandingkan 12 nomor, F2D dan F3U, OHLG Putra, OHLG Putri, F1A Putra, F1A Putri, F2C, F3R, F3R INA, F3J, F3J INA, F1H.

Ke-12 nomor dipertandingkan di Venue Aeromodelling Stadion Wania Imipi dan Venue SP 5, Distrik Mimika Baru Kabupaten Mimika.***/ebn

Papua Raih Emas Pertama Cabor Terjun Payung Nomor Kerjasama di Udara

JAYAKARTA NEWS— Atlet perwakilan Provinsi Papua, berhasil meraih medali emas pertama pada Cabor Terjun Payung nomor Kerjasama di Udara setelah berhasil mengumpulkan skor 94 selama 8 babak penerjunan.

Mengutip laman ponxx2021papua, kelima atlet tersebut adalah Boni Berdian dengan nomor helm 55A, Cecep Kurnia 55B, Sunarto 55C, Rishan Effendi 55D dan Sukisno 55E. Perwakilan Provinsi Papua Barat berada di posisi kedua dengan skor 81. Disusul perwakilan DKI Jakarta dengan skor 72, perwakilan Kalimantan Timur (Kaltim) dengan skor 60 dan Banten dengan skor 41.

TD Cabor Terjun Payung PON XX Papua, Effendi Soen menjelaskan, hasil nomor kerjasama di udara telah diketahui. Selanjutnya untuk nomor kerjasama antar parasut, dimana  meski babak 8 sudah dilakukan, akan tetapi  karena hasil skor Tim Papua Barat dan Kaltim sama-sama 24, maka akan dilakukan penerjunan tambahan guna mengetahui juara pertama dan kedua pada tanggal 12 Oktober 2021 besok.

Effendi menyebut, hingga pelaksanaan babak ke-8 harus berhadapan dengan faktor cuaca yang paling susah diatasi. Sebab, saat pagi hari terjadi hujan dalam waktu yang lama, sehingga blok time yang sudah dipastikan seharusnya mulai jam 08.00 WIT hingga jam 11.00 WIT terlewati.

Namun, atas bantuan ijin slot dari AirNav dan ijin pihak yang berwewenang, maka disamping slot yang pukul 13.00 WIT hingga 14.00 wit juga bisa diijinkan slot untuk pukul 16.00 WIT hingga 18.00 WIT yang sebelumnya dipakai untuk cabor terbang layang.

Alhamdulillah setelah kami kirim surat, akhirnya hari ini untuk penambahan slot time bisa diijinkan,” katanya di venue terjun paying, lapangan kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (11/10/2021).

Untuk ketepatan mandarat beregu putra putri, dilakukan tanggal 12 Oktober 2021 sekaligus  mengetahui siapa yang menjadi juara untuk ketepatan mendarat beregu putra putri. Sedangkan untuk ketepatan mendarat perorangan, akan dapat dinilai atau diketahui 50 persen dari peringkat atas yang akan ikut babak 9 ketepatan mendarat perorangan.

Selanjutnya usai babak 9, masuk babak 10 yaitu babak final ketepatan mendarat perorangan putra putri.

“Yang ketepatan mendarat perorangan itu sampai babak 10, karena penilaiannya diambil 50 persen dari ketepatan mendarat beregu putra putri. Kalau ketepatan mendarat beregu putra putri itu sampai babak 8. Intinya yang terbaik dari berdasarkan presentasi beregu di babak 8, maka perorangan putra putrinya akan keluar dan lanjut ke babak berikutnya dan memastikan siapa yang raih emas, perak dan siapa dapat perunggu,” katanya.

Meski sempat terhambat cuaca, Effendi mengaku sangat bersyukur lantaran lomba bisa dihadiri Pangdam Cendrawasih, Gubernur Papua Barat dan juga Wakil Bupati Mimika.

“Itu menjadi tontonan yang menarik,” pungkasnya. ***/ebn

Boyong 10 Medali, Kontingen Riau Juara Umum Cabor Anggar PON XX Papua

JAYAKARTA NEWS— Cabang olahraga anggar PON XX Papua, sudah berakhir dan ditutup dengan nomor pamungkas Sabel beregu putri di Archelaus Sai, Merauke, Sabtu (9/10/2021).

Mengutip laman ponxx21papua.com, pertandingan yang berlangsung selama enam hari diikuti 156 atlet dari 18 provinsi dengan tiga kelas yang dilombakan, Degen, Floret, dan Sabel baik putra-putri indivudu serta beregu.

Kontingen Provinsi Riau sukses menyabet gelar juara umum dengan perolehan 5 medali emas, 4 medali perak, dan 1 medali perunggu. Sedangkan Kalimantan Timur menempati posisi ke dua, dengan jumlah 2 medali emas , 3 perak, dan 3 perunggu. Disusul juara tiga dari kontingen Jawa Barat memperoleh 2 medali emas, 2 perak dan 5 perunggu.

Kontingen Riau sendiri mengirim 15 atlet terbaiknya untuk berlaga dan berhasil menyisihkan atlet dari perwakilan provinsi lain.

Pelaksanaan pertandingan PON XX, khususnya cabor anggar meyisakan cerita menarik bagi salah satu atlet anggar Provinsi Riau, Ayu Pani.

Ayu merasa terkesan dengan keramahan warga Merauke dalam menyambut saudara-saudarannya yang datang dari berbagai daerah.

“Selama berada di Merauke, saya merasakan sangat nyaman dan akrab dengan warga dari tuan rumah,” kata Ayu.

Kini Riau telah meraih gelar juara umum pada cabor anggar. Diharapkan menjadi motivasi tersendiri bagi daerah lain untuk tetap berprestasi dan mencintai olahraga.

“Justru kita berharap saudara-saudara kita dari daerah lain dapat terpacu dan terus bersemangat untuk terus berlatih. Serta untuk penerus bangsa, harus tetap mencintai olahraga,” ucapnya.

Ketua Umum Ikatan Anggar Seluruh Indonesia Provinsi Riau, Harianto menjelaskan, dari 12 nomor yang dipertandingkan pada cabor anggar Papua, tim Riau turun dalam 10 nomor.   

Dengan capaian gemilang atlet anggar, kontingen Riau optimis dapat masuk sepuluh besar perolehan medali pada PON XX di Papua tahun 2O21.***bnt

Edo Apcowo, Si Quattrick Keping Medali Emas PON

JAYAKARTA NEWS— Eduardus Apcowo atau akrab disapa Edo Apcowo menasbihkan dirinya sebagai raja olahraga Binaraga kelas 70 kg di ajang PON. Sukses menyabet medali emas pada PON XX 2021 Papua, Edo sapaan akrabnya tercatat sebagai atlet Binaraga yang mampu meraih medali emas 4 kali dalam 4 edisi PON terakhir.

Capaian tersebut sangatlah istimewa. Edo mampu menunjukan bahwa generasi Levi Rumbewas tidak pernah padam dari bumi Papua. Demikian dikutip dari laman ponxx2021papua.com

Di ajang PON, Edo mulai mengukir tinta emasnya sejak menjalani debut pada PON XVII Kalimantan Timur 2008 silam. Kala itu ia sukses meraih medali emas yang pertama.

Beranjak dari situ, Edo terus mengasah dirinya dengan latihan disiplin dan kerja keras. Alhasil, ia kembali berdiri di atas podium tertinggi perolehan medali emas di PON XVIII Riau 2012.

PON XIX Jawa Barat 2016, Edo kembali membuktikan dirinya sebagai spesialis medali emas, dan PON XX 2021 Papua ia berhasil mencatatkan namanya dalam sejarah yang pernah quattrick medali emas dalam gelaran PON selama 4 episode terakhir.

Tapi sebelum nama Edo mengguncang dunia Binaraga, Papua juga pernah berjaya di era Levi Rumbewas dan Korneles Morin. Untungnya Edo sukses melanjutkan estafet prestasi Binaraga Papua dalam 4 PON terakhir.

Tampil superior bersama Binaraga Papua sejak PON 2008 juga membuat Binaraga Indonesia kepincut dengan pria yang memiliki postur 159 sentimeter tersebut. Tercatat, Edo pernah menjadi tulang punggung Binaraga Indonesia dengan meraih medali perak di kejuaraan Asian di Thailand pata tahun 2009 kemudian meraih medali perunggu di Sea Games Myanmar 2013.

Selain di ajang PON dan Timnas, Edo juga tampil superior juga pernah mencatatkan hattrick medali emas pada ajang Kejurnas FBI (Federasi Binaraga Indonesia) 2005 Jakarta, Kejurnas FBI 2006 Jakarta, Kejurnas Mr. Indonesia 2006 seri III di Palembang.

Meski usia yang kini tak lagi muda, 42 tahun, tapi ia berambisi untuk membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Ia masih memiliki harapan untuk meraih medali emas kelima di PON Aceh-Sumut pada tahun 2024 mendatang.

“Saya masih bisa turun lagi di PON Aceh, karena di cabang olahraga Binaraga tidak pakai batas umur, dan saya akan berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi tanah Papua,” ungkap Edo, Jumat (8/10).

Disinggung soal rahasia jitu yang mampu membuat dirinya tampil konsisten selama 4 episode PON terakhir, dia mengaku semua kembali pada kemauan diri sendiri. “Hanya tekun berlatih dan berdoa saja, ora et labora, itu rahasianya,” ujar Edo.

Ia juga mengucap syukur atas perolehan medali yang ia raih di rumah sendiri. Menurutnya, capaian tersebut merupakan sebuah prestasi mains yang pernah ia torehkan.

“Puji Tuhan dan syukur kepada Tuhan Yesus, ini semua karena berkat, dan kasih kemuliaanNya kepada saya sudah memberikan yang terbaik. Saya juga berterima kasih kepada semua keluarga saya, KONI Papua, teman-teman dan seluruh masyarakat Papua yang sudah mendukung kami tim Binaraga Papua sehingga mendapatkan tiga medali emas,” tutup atlet berjuluk Betis Tembok itu.***/ctr

Banten dan Kepri Bersaing Rebut Juara Umum di Cabor Layar

JAYAKARTA NEWS— Kontingen Banten dan Kepulauan Riau (Kepri) saling berebut posisi juara umum di Cabor Layar PON XX Papua 2021, setelah masing-masing berhasil menambah satu medali emas bagi kontingennya.

Dikutip dari laman ponxx2021papua.com, atlet Provinsi Banten, Dexy Priani Dexy Priany berhasil mendapatkan emas di nomor RS One Marathon putra yang digelar hari ini.

Ini adalah emas kedua Dexy, setelah sebelumnya pada 6 Oktober Dexy memenangkan emas pertamanya pada nomor RS One Putra. Medali perak diraih Ridwan Ramadhan dari Provinsi DKI Jakarta, dan perunggu oleh Neni Marlini dari Kalimantan Timur.

Sedang atlet Provinsi Kepri, Ahmad Sainudin menambahkan medali emas dari nomor lomba Laser Handicap Marathon. Medali perak diraih Sujatmiko Siswanto dari Jabar dan perunggu oleh Boby M Hakim dari Jatim.

Ketua Panitia Lomba Layar PON Papua, Mulyani mengatakan cabor layar melombakan 17 nomor lomba, dan hari ini total sudah lebih dari 10 medali emas yang direbut.

“10 emas sudah direbut, tinggal 7 emas untuk nomor putri,” kata Mulyani ditemui di Venue Layar, Pantai Hamadi Kompleks TNI AL, Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Jumat (8/10/2021).

Menyinggung atlet Tuan Rumah yang gagal meraih medali di nomor terbuka ini, kata Mulyani yang juga Ketua Pengprov Papua mengatakan bahwa nomor-nomor terbuka yang dilombakan di PON Papua XX 2021 ini, bukan menjadi target emas Pengprov Papua.

“Nomor andalan putra yang jadi target kami sudah terpenuhi, untuk nomor terbuka ini memang berat untuk atlet kami.” Kata Mulyani.

Berdasarkan notice competition dari Porlasi yg diterima media ini, nomor lomba untuk putri akan digelar besok, Sabtu 8 hingga 11 Oktober mendatang di Venue Layar Kompleks TNI AL, Pantai Hamadi Jayapura.

Cabor ini diikuti 108 atlet putra dan putri dari  18 provinsi, memperebutkan 17 emas dari 15 nomor yang diperlombakan baik kelas putra dan putri serta kelas terbuka.***/ctr