Buka Cocotech Ke-51 di Surabaya, Presiden Jokowi Soroti Potensi Besar Ekonomi Hijau Indonesia

JAYAKARTA NEWS – Presiden Joko Widodo secara resmi membuka Konferensi dan Pameran Kelapa Internasional (Cocotech) ke-51 Tahun 2024, yang digelar di Ballroom Hotel Westin, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, pada Senin, 22 Juli 2024. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menekankan potensi besar ekonomi hijau yang dimiliki Indonesia, terutama dalam industri kelapa.

“Ke depan, ekonomi hijau merupakan peluang, merupakan potensi yang sangat besar bagi negara kita Indonesia, baik itu yang berkaitan dengan cokelat, bakau, vanili, kopi, lada, cengkeh dan yang lain-lainnya. Dan yang terutama yang memiliki potensi besar adalah kelapa, kita memiliki luas lahan 3,8 juta untuk kelapa dengan produksi 2,8 juta ton per tahun, ini sangat besar,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi juga menyoroti ekspor kelapa Indonesia yang mencapai USD1,55 miliar berdasarkan data yang ada. Menurut Presiden, dua provinsi sebagai produsen kelapa terbesar di Indonesia yakni Provinsi Sulawesi Utara dan Riau.

“Ini juga sebuah angka yang sangat besar dan bisa ditingkatkan lagi kalau kita serius kita mau menyeriusi urusan yang berkaitan dengan kelapa,” ungkap Presiden.

Dalam upaya meningkatkan produksi kelapa, Presiden Jokowi menyoroti kualitas bibit, pemeliharaan, dan metode panen sebagai faktor kunci. Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya hilirisasi dalam rangka meningkatkan nilai tambah produk kelapa untuk mendukung industri dan menciptakan lapangan kerja.

“Riset merupakan hal yang sangat penting dalam hal ini. Kemudian memanfaatkan teknologi hilirisasi dalam rangka ke sana. Saya banyak melihat limbah kelapa sekarang menjadi bioenergi, ini penting saya kira ke depan ini terus bisa dikembangkan,” ucap Presiden.

Terakhir, Presiden Jokowi mengajak komunitas kelapa internasional untuk bersatu dalam memajukan industri kelapa yang berkelanjutan. Presiden menyebut konferensi ini sangat penting bagi Indonesia, dan Indonesia juga berkepentingan untuk memperkenalkan potensi besar kelapa nasional.

“Saya mengajak seluruh komunitas kelapa internasional untuk bersinergi memajukan industri kelapa yang berkelanjutan yang mendukung ekonomi hijau dunia,” tutur Presiden.

Konferensi Cocotech ke-51 yang mengambil tema “Pemanfaatan Potensi Kelapa sebagai Pohon Kehidupan dan Energi Hijau” diharapkan dapat memperluas jejaring dan mencari peluang baru bagi pengembangan industri kelapa di Indonesia, serta memperkenalkan potensi besar kelapa Indonesia secara global.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Pj. Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dan Direktur Eksekutif International Coconut Community (ICC) Jelfina Alouw.***/mel

Akan Digelar di Surabaya, Menag Harap Perayaan Natal Nasional 2023 Memorable

JAYAKARTA NEWS – Perayaan Natal Nasional 2023 rencananya akan digelar pada 27 Desember 2023, di Surabaya, Jawa Timur. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berharap, perayaan yang rencananya akan melibatkan 30 ribu umat kristiani ini dapat berlangsung lancar dan menjadi momen yang bisa diingat sepanjang masa.

Dikutip dari Rilis Kemenag, Sabtu (2/12/2023), hal ini disampaikan Menag saat memberi arahan dalam rapat koordinasi persiapan Natal Nasional 2023 yang digelar secara daring.

“Presiden berharap kita mempersiapkan Natal Nasional ini dengan baik, dengan well perform, dan dapat menjadi sesuatu yang memorable. Jadi bisa benar-benar diingat dan dikenang sepanjang masa, bukan hanya oleh umat Kristiani saya kira, tapi juga oleh bangsa Indonesia secara umum,” ungkap Menag di Jakarta, Jumat (1/12/2023).

Turut hadir dalam rapat tersebut Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi, Wakil Menteri Parekraf Angela Tanoesoedibjo, Plt Dirjen Bimas Katolik Kemenag AM Adiyarto Sumardjono, jajaran pejabat Ditjen Bimas Kristen dan Katolik Kemenag, serta perwakilan PGI dan KWI.

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang penyelenggaraan Natal Nasional 2023. “Isi dari KMA tersebut salah satunya memohon kesediaan Menkominfo Budi Arie Setiadi untuk menjadi Ketua Umum Perayaan Natal Nasional 2023,” ujar Menag.

Natal Nasional tahun ini akan mengusung tema “Kemuliaan Bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi (Lukas 2:14)”.

“Tema yang sudah diputuskan sesuai dengan pesan natal PGI dan KWI. Pesan natal ini menjadi spirit kita semua di tengah tahun politik yang menurut saya juga harus menjadi perhatian kita,” kata Menag.

Menag juga mendorong keterlibatan seluruh umat beragama dalam perayaan natal nasional kali ini. “Misalnya organisasi masyarakat seperti Banser, atau Kokam, atau lainnya dapat terlibat dalam pengamanan pada prosesi perayaan natal nasional. Jadi tidak hanya dari aparat keamanan saja,” harap Menag.

“Ini menarik untuk bisa kita tunjukkan kepada publik dan dunia bahwa umat Kristiani di Indonesia ini sangat terbuka bagi perbedaan, latar belakang, dan kebhinekaan yang sudah menjadi takdir bagi Indonesia,” imbuhnya.

Senada dengan Menag, Menkominfo Budi Arie Setiadi juga berharap perayaan Natal Nasional 2023 ini menjadi momentum untuk dapat menunjukkan pluralitas dan kebhinekaan Indonesia.

“Kita akan berkoordinasi terus, dan kita berharap Natal Nasional ini akan berlangsung meriah dan bisa menggambarkan apa yang disampaikan Pak Menteri Agama,” kata Menkominfo Budi Arie Setiadi.

“Kita berharap, perayaan Natal Nasional bisa memorable, dapat memberikan warna dan pesan bahwa Indonesia begitu pluralis, begitu bhineka sesuai dengan takdir Indonesia,” imbuhnya.***/mel

Kehadiran Trans Icon Mall Bakal Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Jatim

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS – Kehadiran Trans Icon Mall di Kota Surabaya disambut positif oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Kehadiran mall yang dilengkapi dengan wahana hiburan menarik tersebut diyakini akan menjadi magnet pariwisata baru dan pendongkrak ekonomi Jatim.

Hal itu disampaikan secara langsung oleh Gubernur Khofifah saat hadir dalam peresmian Trans Icon Mall di Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (5/8).

Peresmian tersebut dihadiri pula oleh Founder dan CEO CT Corp Chairul Tanjung, Penanggung Jawab Kawasan The Trans Icon Mall Prof Muhammad Nuh, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta.

Ditegaskan Gubernur Khofifah, kehadiran Trans Icon Mall di Surabaya ini diharapkan akan memberikan resonansi positif terutama dalam mendongkrak ekonomi daerah.

Hal ini dikarenakan keberadaan Trans Icon Mall mampu menyerap tenaga kerja dari sekitar mall maupun warga Jatim secara umum. Selain itu para pelaku UMKM juga dapat memasarkan produknya di Transmart.

“Hari ini untuk mencari tempat wisata dan rekreasi yang menjadi satu kesatuan dengan shopping mall makin lengkap di Surabaya. Jadi kehadiran Trans Icon Mall diharapkan resonansinya tidak hanya terasa di sekitar Jawa Timur ataupun nasional tapi juga negara-negara ASEAN seperti Singapore dan Malaysia, apalagi sudah banyak direct flight ke Surabaya,” kata Gubernur Khofifah.

Khofifah mengatakan, keberadaan Trans Icon Mall ini juga dapat menjadi salah satu icon wisata dari Kota Surabaya, ataupun Jawa Timur.

Sehingga ketika menjadi salah satu daya tarik wisata, maka akan memberikan multiplier effect di sektor lainnya baik hotel maupun restoran.

Ia juga mengapresiasi mall yang mengungsung konsep ekosistem pusat perbelanjaan one-stop-living yang dilengkapi dengan bank, apartemen, hotel, supermarket, Taman Hiburan Kid City, Cinema XXI, wahana rekreasi Trans Snow World serta berbagai tenant.

“Mudah-mudahan kehadiran Trans Icon Mall bisa menyemai kehidupan karena banyak tenaga kerja yang bekerja di sini. Bahwa di sini ada kehidupan, kebahagiaan dan pertumbuhan ekonomi yang mensejahterakan,” katanya.

Sebagai informasi, dari gerai Transmart yang ada di dalam Trans Icon Mall sendiri, tercatat sebanyak 90 orang pegawainya berasal dari masyarakat sekitar.

Jumlah ini belum termasuk dengan karyawan-karyawan supplier dan vendor, sales produk, tenaga kebersihan dan keamanan, serta pegawai dari gerai lainnya.

Tidak hanya itu, Transmart juga menyediakan tempat khusus untuk memasarkan produk UMKM dalam gerai yang diberi nama Pojok Rakyat Produk Nusantara, yang merupakan area produk dengan kearifan lokal yang khas Surabaya.

Untuk itu, orang nomor satu di Jatim ini juga menyampaikan terima kasih kepada CT Corp yang telah berinvestasi di Jawa Timur melalui Trans Icon.

Meskipun pembangunan Trans Icon Mall ini dilakukan saat pandemi Covid-19 masih melanda, namun CT Corp memiliki kekuatan dan ketangguhan luar biasa untuk melanjutkan pembangunannya dan meresmikan pada hari ini Jumat (5/8).

“Trans Icon Mall ini diresmikan Hari Jum’at di Bulan Muharram. Mudah-mudahan ini akan terus menyemai sukses dan keberkahan, tidak hanya bagi keluarga besar CT Corp tapi semua yang ada di Bumi Pahlawan, Bumi Majapahit dan resonansinya untuk Indonesia,” katanya.

Usai peresmian, Gubernur Khofifah didampingi Founder dan CEO CT Corp Chairul Tanjung berkeliling meninjau gerai-gerai yang ada di Trans Icon, salah satunya di Trans Snow World. Bahkan ia menyempatkan diri untuk menaiki kereta gantung dan menikmati salju buatan yang ada di wahana rekreasi ini.

“Di Trans Snow World, masyarakat dapat menikmati sensasi dinginnya salju tanpa perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk mendapatkan pengalaman bermain di salju. Dan menurut saya ini adalah tempat rekreasi yang memberikan pengalaman tidak terlupakan bagi kita semua,” pungkasnya. (poedji)

Awas, Otak Terorisme Sasar Keluarga Jadi “Pengantin” Bom Bunuh Diri

JAYAKARTA NEWS – Waspadalah .Keluargadapat menjadi tergetkelompok terorisme  sebagai  “binaan” yang disiapkan untuk menjadi pengantin atau pelaku aksi terorisme. Dalam jejak aksi-aksi terorisme di dunia, aksi bom bunuh diri keluarga batih bahkan muncul kali pertamanya di Surabaya, Indonesia.

Demikian benang merah yang mengemuka dalam diskusi buku bertajuk “Terorisme Keluarga: Studi Bom Bunuh Diri Keluarga Batih di Surabaya 2018” tulisan Dr Dedy Tabrani. Perwira Polisi yang kini bertugas di Baharkam Polri tersebut, membuka ruang diskusi hasil risetnya dalam diskusi bedah buku yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Keamanan Nasional Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Puskamnas UBJ), Rabu (13/4/2022). Kajian mantan Kapolsek Menteng, Jakarta Pusat itu juga telah mengantarnya meraih doktor di STIK/PTIK dengan presiden summa camlaude.

Diskusi bedah buku itu menghadirkan penanggap Dr. Reza Idria,  (Dosen  Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh), Dr Mohammad Riza Widyarsa,  (Dosen  Universitas Maritim Raja Ali Haji,  Kepulauan Riau), dan  Al Chaidar,  M.Si (Dosen Universitas Malikussaleh Lhoksumawe). Menteri Dalam Negeri Prof. HM Tito Karnavian, Ph.D, yang diwakili oleh Staf Ahli Mendagri Bidang Politik dan Pembentukan Jaringan Apep Fajar Kurniawan,  Rektor UBJ Dr. Drs Bambang Karsono, dan Kepala Puskamnas Prof. Hermwan Sulistyo,  memberikan apresiasi atas diskusi buku tersebut.

Menurut Dedy, tragedi bom bunuh diri keluarga di Surabaya pada 2018 merupakan  strategi baru dalam modus dan operandi aksi terorisme di Indonesia. Sebelum kasus tersebut, belum  ada kasus teror di Indonesia  yang melibatkan satu keluarga untuk menjadi martir bom bunuh diri secara bersamaan. Aksi terorisme keluarga di Surabaya disinyalir bersifat ekatologis (agama), bukan dimotivasi oleh faktor ekonomi dan politik.

Buku  tersebut  mengangkat tema tentang terorisme keluarga, yang dalam beberapa tahun terakhir terus marak dan menjadi trend dalam kontestasi dan perlombaan aksi terorisme antar kelompok radikal. Pasalnya, setelah bangkit dan runtuhnya Negara Islam Irak-Suriah (NIIS) atau ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) 2013-2018, perempuan dan anak-anak menjadi sasaran (target) untuk dipengaruhi dan diajak bergabung dalam aksi teror dan perang brutal melalu propaganda di internet dan media sosial di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Hasil penelitian BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) dan para pakar menunjukkan bahwa masuknya radikalisme di Indonesia melalui empat pintu, antara lain: resitasi, konflik lokal, hubungan keluarga dan sekolah. Pengajian, pengajaran dan indoktrinasi melalui forum mejelis taklim yang ekslusif dan terbatas adalah salah satu pintu masuk yang sangat menonjol dalam membentuk proses menjadi radikalisme.

Oleh karena itu, dalam buku ini, penulis mengungkapkan bahwa di balik tragedi terorisme keluarga terdapat aktor intelektual yakni “ulama kekerasan” yang memberikan pengaruh berupa kesadaran keagamaan secara eksklusif, fanatik, radikal, dan penuh kekerasan.

Dari hasil penelitiannya, penulis memandang bahwa   peristiwa bom bunuh diri 8-9 Mei 2018 di Surabaya dan Sidoarjo adalah buah dari ‘’indoktrinasi dan pengolahan’’  ulama kekerasan terhadap keluarga pelaku. Jelaslah bahwa,   para ulama jenis  ini yang  menjadi panutan dan kepercayaan taklid oleh  para pelakunya. Ulama kekerasan ini mampu mengartikulasikan ideologi secara radikal, eksklusif, dan tertutup ke dalam kesadaran kolektif pengikutnya.

Rektor UBJ Bambang Karsono dalam sambutannya menyatakan, tren terorisme seperti itu sudah seharusnya menjadi perhatian kita semua. Pasalnya,  terorisme telah mengintai keluarga untuk menjadi  pengantin dalam aksi terorisme di Indonesia.

Keluarga adalah tiang negara. Jika seluruh keluarga di Tanah Air kita baik dan berkualitas, maka Indonesia pun akan menjadi negara maju, unggul dan sejahtera. Oleh karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk berperan dalam mengawal para keluarga yang ada di lingkungan kita, untuk tidak terpengaruh dan terseret paham radikal. Kita berharap, diskusi hari ini akan menemukan rumusan atau usulan yang bermanfaat untuk mendukung tetap terjaganya keamanan di tanah air kita, jauh dari gangguan aksi terorisme.

Peneliti isu-isu terorisme, Al Chaidar memuji hasil riset Dedy Tabrani sebagai hal yang patut disyukuri. “Coba kalau ini yang meriset orang barat, tidak akan muncul kesimpulan sebagai aksi bom bunuh diri keluarga batih. Mereka mungkin akan cenderung ke bias jender,” katanya. [sm]

Launching Pengisian Ulang Oksigen Gratis di Surabaya

JAYAKARTA NEWS– Mulai hari ini Sabtu(17/7) Pemprov Jatim meluncurkan layanan oksigen gratis di Surabaya. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melaunching program ini bertempat di kantor Dinas Perhubungan jalan Ahmad Yani Surabaya. Rencananya dilanjutkan ke Sidoarjo pada Minggu 18 Juli serta Senin 19 Juli di Gresik.

Menurut Khofifah, kebutuhan oksigen untuk rumah sakit dan isoman di wilayah setempat memang mengalami peningkatan cukup siginifikan. Untuk menunjang program tersebut, Khofifah menyiapkan depo pengisian ulang oksigen gratis dan akan buka 24 jam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya yang sedang melakukan isolasi mandiri akibat terpapar COVID-19.

Di Surabaya, stasiun pengisian ulang dipusatkan di kantor Dinas Perhubungan Jatim di Jalan Ahmad Yani 268 Surabaya. Sementara di Sidoarjo terletak di Kantor UPT PPD Sidoarjo di Jalan Pahlawan 41. Dan di Gresik berada di Samsat Baru (Dishub Lama Uji KIR) di Jalan DR Wahidin 714.

“Layanan ini memang dikhususkan untuk warga sedang isolasi mandiri (isoman) dan ambulans,” katanya.

Bagi masyarakat yang membutuhkan diharuskan mendaftar melalui laman infocovid19.jatimprov.go.id, atau menghubungi call center 1500117.

Setiap harinya, disediakan 500 meter kubik atau melayani 500 tabung oksigen berukuran 1 meter kubik untuk masing-masing titik layanan. “Ke depan kami harapkan untuk daerah-daerah lainnya.

Pemprov akan bersinergi dengan pihak terkait untuk menyuplai oksigen ke masyarakat,” ucapnya. Pihaknya telah menerima bantuan oksigen dari beberapa perusahaan, seperti PT Pertamina Gas sebanyak 50 ton oksigen dan 9 ton oksigen cair dari Satuan Tugas Bencana Nasional Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Jawa Timur.

“Semoga bantuan ini dapat membantu teman, saudara dan siapa pun yang saat ini sedang berjuang melawan sakit akibat Covid-19,” tutur orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.(poedji)

Goresan Pena Khofifah untuk Wartawan

JAYAKARTA NEWS—–Ada kejadian menarik saat peresmian Press Room di lokasi Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (28/4/2021) malam. Usai menggunting pita peresmian Khofifah menulis di lembaran kertas yang isinya harapan kepada para wartawan yang ngepos di Grahadi.

Tentu saja harapan itu bisa direalisasikan kedua belah pihak yakni aktivitas Pemprov Jatim dan para jurnalis yang menginfokan kepada masyarakat selain ada kritik yang membangun.

Pesan yang ditulisnya itu berbunyi “Untuk teman-teman wartawan Pemprov Jatim, terimakasih semua support dan kemitraan yang terbangun produktif dan konstruktif, teruslah berkarya dan terus mencerahkan melalui karya jurnalistik yang makin obyektif dam kualitatif, salam sehat dan sukses selalu”.

Sementara itu Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Pemprov Jatim Fiqih Arfani menyebut bahwa ruang Pressroom ini merupakan satu-satunya yang instagramable di Indonesia. “Mungkin ini satu-satunya presrrom yang instagramable di Indonesia, untuk itu saya mewakili teman-teman pokja mengucapkan terima kasih atas kesediaan Ibu Khofifah meresmikan pressroom ini,” jelas Fiqih yang juga jurnalis kantor berita Antara.

Ia juga berharap bahwa dengan keberadaan pressroom ini akan menambah semangat wartawan yang ngepos di Pemprov Jatim untuk membuat berita dan menjadi penyeimbang pemberitan seputar Pemerintahan Provinsi Jawa Timur.

“Semoga ke depan kerja teman-teman lebih profesional lagi, menyampaikan informasi dengan cara yang benar sesuai dengan kaidah jurnalistik,” tegasnya.

Dalam pada itu Khofifah menyatakan, wartawan adalah mitra dari Pemerintah, kinerja kami tidak akan bisa diketahui dan dibaca oleh masyarakat Jawa Timur jika tidak ada teman-teman wartawan.

“Maka dari itu peran media sangat penting dan berseiring dengan program-program Pemprov Jatim,” katanya.(poedji)

Dukung Kemajuan Ekosistem Kesehatan, Siloam Siap Buka Rumah Sakit Ke-40 di Surabaya

JAYAKARTA NEWS—–Mendukung pertumbuhan dan kemajuan ekosistim kesehatan di Indonesia, Siloam Hospital Group (SHG) siap membuka dan mengoperasikan Rumah Sakit ke-40 di Surabaya bernama RS Siloam Cito.  Rumah Sakit tersebut akan menjadi rumah sakit komprehensif bertaraf internasional dengan layanan kesehatan, peralatan dan tenaga medis yang terbaik.

Fasilitas kesehatan tersebut  berada dalam kawasan mixed use City of Tomorrow (Cito), namun dengan akses, fasilitas dan infrastruktur yang terpisah dan independen. Hal ini termasuk fisik dan sistem kelistrikan, genset, HVAC, sistem gas medis, sistem STP/IPAL. RS ini juga dilengkapi dengan  sistem negative pressure khusus untuk penanganan pasien Covid-19 dan memiliki pintu akses tersendiri serta elevator tersendiri/terpisah.  Terkait limbah pembuangan medis, limbah cair dan TPS B3, RS Siloam Cito sudah memiliki sistem terpisah dan mengimplementasikan standar tinggi untuk operasional RS.

Fasilitas RS Siloam Cito sudah disiapkan sejak 2014 dan seluruh  fasilitas sudah siap digunakan, tinggal menunggu ijin operasional RS.  “Rencana awal pembukaan dan pengoperasian RS ini dijadwalkan mundur di 2021/2022 terkait perencanaan dan persiapan kecukupan tenaga kerja terutama tenaga medis,” ujar Head of Public Relations Siloam Danang Kemayan Jati Sabtu (30/1/2021).

Sejalan dengan imbauan dan SK Menteri Kesehatan, Siloam akan mengalokasikan sebagian tempat tidurnya untuk penanganan pasien Covid sama seperti kewajiban dan tanggung jawab RS lainnya.

“RS ini secara fisik semua sudah siap untuk dibuka, dan sudah siap operasional dengan 185 tempat tidur (TT) dengan jumlah ICU 15 TT. Jika diijinkan kami akan buka dalam waktu 10 hari dengan 105 TT di fase pertama,” tegas Danang.

Meskipun baru, RS ini didukung sepenuhnya secara total dan intensitas oleh Siloam Hospital Group yang sudah terbukti selama lebih dari 25 tahun dengan mengoperasikan 39 RS secara nasional. Total tenaga medis dan tenaga pendukung lainnya di jaringan SHG mencapai lebih dari 15.000 orang.

“Dari hari pertama operasionalnya, RS ini sudah terjamin standard kualitas dan pelayanan medisnya.  Juga SDM yang terjamin, tidak perlu diragukan lagi,” ucap Danang.

Secara fisik dan peralatan medis juga tidak perlu diragukan karena semua sudah terencana dan dipersiapkan dengan baik. RS Siloam tersebut, kata Danang, merupakan RS ke-40 dari SHG yang akan dibuka dan mendapatkan manfaat dari pengalaman SHG selama 25 tahun lebih.

“Ini bukan pertama kali RS berada di dalam mixed use. Karena di luar negeri, khususnya di kota-kota padat penduduk, hal itu lazim,” papar Danang. 

Di Indonesia, Siloam sudah membangunnya di Bogor, Bekasi, Jember, Yogyakarta, Medan, Palembang dan Jakarta.***

Mendagri Minta Pemda ‘Berkaca’ pada Bali

JAYAKARTA NEWS—  Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meminta agar pemerintah daerah berkaca dengan Bali untuk melibatkan tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat dalam penerapan protokol kesehatan selama new normal atau tatanan kenormalan baru dilaksanakan.

“Ini kita berkaca dengan kasus Bali. Kenapa bisa lebih terkendali? Karena sistem budaya dan sistem sosial masyarakatnya yang lebih homogen dan kemudian taat kepada para tokoh dan sistem desa adatnya yang kuat sekali. Di situ ada pecalang-pecalang sangat luar biasa. Bagaimana Jatim memanfaatkan local wisdom ini, adat setempat. Bagaimana ketaatan kepada ustaz, kyai, kepada tokoh adat, ini perlu masuk ke situ,” kata Tito saat melakukan kunjungan kerja ke Surabaya, Jawa Timur, Jumat (26/06/2020).

Sosialisasi penerapan new normal atau tatanan kenormalan baru ke masyarakat harus terus menerus dilakukan sampai ke garis bawah. Ini memang tidak mudah apalagi di kota-kota besar seperti Surabaya, Jakarta, tidak gampang karena heterogen, individualistiknya tinggi.

“Yang kedua yang daerah heterogen mau tidak mau menggunakan struktur formal yaitu dari bertingkat sampai dengan ke kampung RT/RW, mensosialisasikan bagaimana cara penanganan,” lanjutnya.

Ditambahkannya, pelibatan swasta, di samping peran aktif pemerintah sangat diperlukan dalam penerapan protokol kesehatan selama penerapan new normal. Tak hanya itu, ia juga meminta Pemda mengkaji kemungkinan sanksi hukum atau sanksi sosial yang dapat dijatuhkan pada pelanggar penerapan protokol kesehatan selama new normal ini.

Mendagri Tito Karnavian beserta Dirjen Otonomi Daerah, Plt. Dirjen Keuangan Daerah, Plt. Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum serta Plt. Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan tiba di Bandara Juanda Surabaya, Provinsi Jawa Timur pada hari ini Jumat (26/6/2020).

Kedatangan pimpinan di Lingkungan Kemendagri tersebut terkait penanganan Covid-19 dan kesiapan pelaksanaan Pilkada Tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur. Kedatangan rombongan Mendagri tersebut disambut oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Forkopimda di Lingkup Provinsi Jawa Timur.***/non

Mendagri Tinjau Langsung Penanganan Covid-19 di Surabaya

JAYAKARTA NEWS— Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Menkopolhukam Mahfud MD melakukan kunjungan kerja ke Surabaya Jawa Timur, Jumat (26/06/2020). Dalam agendanya, Mendagri memberikan perhatian serius terhadap penanganan Covid-19 di wilayah itu.

Menurut Mendagri, Surabaya sebagai Ibu Kota Jawa Timur, mirip DKI Jakarta karena bersinggungan dengan daerah lain di sekitarnya. Ia  mengistilahkan ‘efek pimpong’ sebagai dampak keterkaitan antara Surabaya dan daerah penyangganya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa—foto puspen kemendagri

“Oleh karena itu, memang untuk Surabaya Raya ini khusus sama seperti di Jakarta, kita sudah mengoordinasikan antara Jabodetabek dan kita kemarin sudah ke semua daerah untuk menyamakan, kalau ada PSBB waktunya disamakan, serempak, jadi jangan sampai PSBB-nya di sini dan yang lain kendor,” kata Mendagri Tito seperti dikutip dari rilis pers Puspen Kemendagri.

Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik ini, Surabaya perlu melakukan koordinasi khusus di tingkat provinsi agar pelaksanaan dan penanganan Covid-19 dapat efektif.

Foto puspen kemendagri

“Nah ini sama saja, perlu adanya koordinasi di tingkat Surabaya Raya yang tentu saya lihat kalau di Jakarta itu menyangkut 3 Provinsi (DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten) kalau di Surabaya Raya ini menyangkut Surabaya Kota, Sidorajo, Gresik dan sekitarnya otomatis otoritas yang mengoordinasikan adalah dari provinsi sehingga ini terjadi simultan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengingatkan pentingnya sosialisasi dalam melaksanakan protokol kesehatan hingga ke tingkat satuan terkecil dalam masyarakat, seperti pentingnya penggunaan masker, mecuci tangan, penggunaan handsanitizer, hingga melakukan pola hidup bersih dan sehat. Ia bahkan meminta pemerintah daerah responsif terhadap kebutuhan masker bagi masyarakatnya.

“Bahwa tidak hanya sosialisasi tapi sampai dengan ke RT/RW nya harus jalan tentang pentingnya menggunakan masker, mereka harus tahu pentingnya menutup sistem pernafasan karena diserangnya di situ, tapi harus disertai gerakan masif bagi masker, karena ada juga masyarakat kita tahu pentingnya masker tapi tidak bisa mengadakan masker,” tuturnya.***/non

Tiupan Seruling “Keramat” Waras

Waras meniup seruling bambu. (foto: poedji)

Jayakarta News – Namanya pendek saja: Waras. Tapi percayalah, jalan hidupnya sangat panjang. Berbekal seruling bambu, ia melakoni profesi sebagai pengamen menyusuri jalanan kota Surabaya.

Pagi itu, seperti biasa, ia tampak sedang melantunkan irama lagu dangdut dari seruling bambunya di lokasi pasar burung Bratang, Surabaya. “Paling sering memang di pasar burung Bratang, tapi sering juga jalan ke pasar-pasar yang lain,” ujar Waras.

Jarak satu pasar dan pasar lain bisa beberapa kilometer. Jika ia mendatangi beberapa pasar, maka puluhan kilometer jarak ia tempuh dengan berjalan kaki, sekadar untuk mengamen. “Ya beginilah saya mencari nafkah. Alhamdulillah sehari bisa dapat antara dua ratus ribu sampai tiga ratus ribu rupiah,” katanya saat dijumpai Jayakarta News di pasar burung Bratang, tadi pagi (24/9).

Di antara banyak pasar tempat ia mengais rezeki, disebutnya pasar Pucang sebagai pasar yang paling banyak mendatangkan rezeki baginya. “Kadang-kadang, melihat saya hanya lewat saja mereka langsung kasih saya uang, ha… ha… ha…,” ujar Waras sambil tertawa.

Pria paruh baya yang masih melajang itu mengaku senang menjalani profesinya sebagai pengamen dengan seruling bambu. Ia punya koleksi banyak lagu dangdut yang bisa disenandungkan lewat tiupan seruling. “Tapi ada satu lagu yang saya sangat senangi. Judulnya Keramat karya bang Rhoma Irama,” katanya fasih. Lagu yang mengajak kita semua menghormati dan menghargai sosok ibu.

Waras mengaku, tak jarang pendengar lantunan serulingnya menahan setelah satu lagu selesai dilantunkan. Mereka minta Waras melantunkan irama-irama lagu yang lain lagi. Begitu seterusnya sehingga tak jarang di salah satu pasar, ia bisa menghabiskan waktu berjam-jam memenuhi permintaan lagu dari orang-orang di sekitar pasar tempat ia mengamen.

Sebagai pengamen, Waras membiasakan diri mengais rezeki laiknya orang bekerja pada umumnya. Ia selalu berangkat pagi-pagi dari tempat kosnya di daerah Menur, Kecamatan Gubeng. Pulangnya pun setelah matahari terbenam. Bahkan tak jarang ia tidak pulang ke Menur, melainkan tidur di mushola. “Biasanya kalau capek, lepas sholat isya di mushola saya langsung istirahat. Tidur di mushola itu,” katanya.

Begitulah hari demi hari Waras melakoni profesi sebagai pengamen demi menghidupi adik-adiknya yang masih butuh biaya. “Ada yang masih sekolah dan ada yang sudah lulus tapi belum bekerja,” kata penggemar berat Rhoma Irama itu.

Ihwal kedekatannya dengan para pedagang di pasar burung Bratang, rupanya ada kisah tersendiri. Pada satu hari yang nahas, ia pernah tertabrak mobil di samping pom bensin tak jauh dari pasar Bratang. “Apes mas. Waktu itu saya capek banget, dan ketiduran di pinggir jalan, tiba-tiba ada mobil yang menabrak. Kepala robek, bahkan dada saya harus diberi peneng karena tulang yang patah. Bersyukur masih diberi hidup,” kata Waras. (poedji)

Waras mangkal di Pasar Burung Bratang, Surabaya. (foto: poedji)