Kiai Ma’ruf Berharap Produk Pertanian Memiliki Nilai Tambah

Kiai Ma’ruf berharap produk pertanian memiliki nilai tambah–foto istimewa

Calon wakil presiden nomor urut 01, KH Maruf Amin mengutarakan program apa saja yang dibuat bersama capresnya, Joko Widodo jika terpilih di Pilpres 2019 ini. Salah satu program yang hendak dilakukan nanti, kata Maruf Amin di hadapan para warga Cigugurgirang, Kecamatan Parongpong yang mayoritasnya petani, ialah terkait bidang pertanian dengan ingin semakin dimajukan dan sejahterakan.

“Kami ingin usaha ke depan agar produk masyarakat dapat diberi nilai tambah, seperti kopi. Kopi itu dijual ke luar seharga Rp 75 ribu per satu kilogram, tapi oleh mereka (luar) diolah dan dijual kembali ke kita per cangkir Rp 50 ribu, jadi harus diubah pemikiran itu, agar nilai tambah diberikan ke petani kita,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

Maruf Amin hadir mengunjungi Kampung Sukamaju, Desa Cigugurgirang didampingi oleh sang istri. Kedatangannya pun disambut oleh alunan salawatan dan komunitas para warga yang mayoritas kaum ibu.

“Terima kasih atas dukungan yang kalian berikan. Saya sangat bersyukur dan yakin bahwa kita bisa menang dan meraup suara tinggi di Jabar,” ujarnya.

Maruf Amin juga mendapatkan dukungan dari warga Cigugurgirang, Parongpong, Bandung Barat, tepatnya dari relawan Moja 31 Cigugurgirang.

“Saya bersyukur bisa kunjungi Cigugurgirang yang indah, nyaman, sejuk, dan menawan hati hingga membuat betah diam di sini. Saya percaya bukan hanya warga Cigugurgirang tapi warga Jabar semua ‘ngahiji’ di nomor hiji,” katanya.

Warga Indonesia mesti mendukung Jokowi karena, kata Maruf Amin, Jokowi pantas didukung dengan visinya yang akan membawa Indonesia maju dan sejahtera. Jokowi juga dinilai Maruf Amin sudah berbuat sejak 2014, seperti pembangunan infrastruktur tol Transjawa, Sumatera, dan Papua.

“Tapi, tetap saja ada yang bilang gak ada hasil kerja pak Jokowi ini. Saya bilang ente ‘Ngalindur’? Jadi gak tahu apa-apa,” ujarnya.***/ebn

Penangkaran Padi di Tanah Bumbu

PENANGKARAN padi varietas unggul baru seluas 38 H merupakan langkah Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming guna memenuhi kebutuhan masyarakatnya yang selama ini sebagian bibit tersebut disuplai daerah lain. Selanjutnya, setelah kebutuhan sendiri terpenuhi, giliran Kabupaten Tanah Bumbu akan mensuplai kebutuhan bibit padi untuk daerah lainnya di Kalimantan Selatan .

Panangkaran ini yang terbesar kedua di Kalimantan Selatan setelah Kabupaten Tapin. Bapak Presiden Joko Widodo akan meresmikan penangkaran ini dalam waktu dekat, “ papar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Bumbu H. Setia Budi  kepada Jayakartanews.com

Upaya penangkaran ini dilakukan Tanah Bumbu dengan  arahan konsultan ahli bidang pertanian  DR Baso Muchtar, staf ahli Bupati Bantaeng. Sebagaimana kita tahu, kemajuan pembangunan Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan telah berkembang pesat,  sehingga banyak kabupaten di Indonesia bekerja sama dengan Bantaeng, utamanya di bidang pertanian.

“Saya diutus Pak Bupati Bantaeng membantu Tanah Bumbu, “ kata Dr Muchtar.

Penangkaran  padi ini antara lain meliputi varietas inpari 8, inpari 32, inpari 33, inpari 39, inpari sidemuk,sertani-1 bantaeng, dan inpago-11. Bibit padi ini  akan diberikan kepada masyarakat petani Tanah Bumbu dengan keseluruhan lahan sekitar 17.890 hektar.

Menurut Setia Budi, dengan varietas unggul baru ini, perhektar lahan dapat menghasilkan 8,8 ton gabah. Di daerah tertentu bisa 3 kali panen, namun ada pula yang 2 kali tanam padi atau 2 kali panen di lahan-lahan tadah hujan.

“Kelak hasil panen pun tidak hanya untuk memenuhi Kabupaten Tanah Bumbu saja. Kalau surplus  kita ekspor atau suplai kabupaten lain, “ ujar Setia Budi.***