Sambut F1 Powerboat Danau Toba, Disbudparekraf Sumut Gelar Side Event

JAYAKARTA NEWS – Dalam menyambut dan memeriahkan perhelatan ajang balap perahu super cepat atau F1 Powerboat (F1H2O) Danau Toba, Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Provinsi Sumatera Utara akan menggelar side event di antaranya adalah festival kuliner, nonton bareng dan pameran stan UMKM.

F1 Powerboat akan dihelat pada 24-26 Februari 2023. Melalui ajang ini, pariwisata Indonesia khususnya Sumatera Utara termasuk UMKM di dalamnya diyakini akan kembali menggeliat usai pandemi.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumut, Zumri Sulthony di Medan, Jumat (20/1/2023), mengatakan guna memeriahkan kegiatan tersebut rangkaian side event ini nantinya akan dibuat di kawasan Pantai Bulbul Sibolahotang Kabupaten Toba dari tanggal 24-26 Februari 2023 dengan menampilkan hiburan artis, festival bakar ikan, nonton bareng, atraksi seni budaya dan stan pameran UMKM dari berbagai wilayah Sumatera Utara.

“Kami akan mulai berbagai side event ini dari tanggal 24 Februari mendatang, agar para penonton atau pengunjung F1 Powerboat bisa berkunjung melihat dan membeli hasil kerajinan produk UMKM Sumut,”katanya.

Diharapkan melalui kegiatan F1 Powerboat Danau Toba, dapat menggerakkan ekonomi masyarakat lokal sekaligus menjadi ajang promosi pariwisata Sumatera Utara.

Zumri juga menambahkan, momen perhelatan F1 Powerboat ini akan digunakan Pemprov Sumut sebagai brand promotion destinasi wisata khususnya yang berada di Danau Toba dengan melakukan pelatihan Digitalisasi Promosi kepada 100 Pelaku Pariwisata di Kabupaten Toba untuk meningkatkan promosi secara digital pelaksanaan kegiatan F1 Powerboat.

“Ini waktu yang tepat untuk mempromosikan destinasi pariwisata super prioritas Danau Toba kita kepada internasional melalui perhelatan ajang balap perahu super cepat atau F1H2O (F1 Powerboat) Danau Toba,” tambahnya.

Perhelatan F1 Powerboat ini akan dihadiri 10 tim. Setiap tim rata-rata akan membawa 300 personel. Event ini akan memberikan dampak besar terhadap pariwisata dan perekonomian Sumatera Utara.

“Ini event besar, ribuan orang baik dari nasional maupun mancanegara akan hadir di Sumut. Kita harap akan berdampak pada perekonomian masyarakat dan peningkatan kunjungan wisatawan,” pungkasnya.

Zumri pun optimistis gelaran F1 H2O Danau Toba akan berjalan sukses seperti ajang balap motor MotoGP di Mandalika 2022. Hal ini karena animo masyarakat sekitar dan daerah lain yang cukup tinggi.

Danau Toba menjadi tuan rumah ke-40 setelah 39 kali ajang internasional tersebut digelar di berbagai negara. Diperkirakan ada sekitar 20 hingga 25 ribu orang yang akan berkunjung ke Danau Toba saat balapan F1 Powerboat digelar. (*/Mons)

Indahnya Pemandangan Bukit dan Laut Dilihat dari Sentono Gentong

PACITAN, JAYAKARTA NEWS— Keindahan bukit serta laut di Kabupaten Pacitan dapat dilihat dari ketinggian Sentono Gentong di Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku. Banyak yang takjub termasuk Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang melihat keindahan pemandangan dari atas Sentono Gentong Selasa (10/1).

Khofifah yang didampingi Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dan Fotkopimda Pacitan mengungkapkan tidak heran jika Sentono Gentong menjadi salah satu destinasi “ngehits” di Pacitan.

Menurut Khofifah, Sentono Gentong seperti orkestra semesta alam karena memiliki keindahan alam lengkap yang berpadu dengan sejarah dan spritual. Di sini, kata dia, masyarakat bisa menikmati pemandangan laut dan pantai, perkotaan, perbukitan, pegunungan hingga goa-goa. Tak cuma menyajikan wisata alam, Sentono Gentong juga merupakan spot paralayang.

Jatim banyak sekali tempat yang menyuguhkan keindahan bagi penikmat wisata alam, religi, kuliner, hingga tantangan bagi para penikmat dan atlet paralayang yang di Sentono Gentong dibuka biasanya sekitar bulan Maret menyesuaikan arah angin.

“Sentono Gentong ini wisata yg memiliki sejarah yang kuat. Ini bisa dibilang wisata alam ya alam, religi ya religi, olahraga ya olahraga,” ujarnya.

“Kalau mau melihat harmonious partnership disinilah salah satu contohnya. Kalau kita mau melihat wisata alam dan atlet paralayang sekaligus napak tilas religi, di sini salah satunya,” sambungnya.

Sebagai wisata religi, Sentono Gentong merupakan kawasan petilasan. Di dalamnya terdapat gentong berisi tulang-tulang yang dibawa oleh Syekh Subakir dari Persia untuk menangkal roh jahat di Pulau Jawa agar Agama Islam dapat berkembang.

“Tempat ini kental dengan cerita tentang Syeikh Subakir. Dulu kabarnya banyak jin yang mengganggu proses pembangunan dan perkembangan agama Islam di Nusantara. Kisah Syekh Subakir seperti dalam Babad Tanah Jawi ini tertanam sangat kuat sekali, dan juga mencontohkan harmonious partnership,” jelasnya.

Khofifah melanjutkan, kerajinan tangan dari desa-desa wisata yang sudah sampai ke kancah internasional pun juga patut mendapat sorotan lebih.

“Desa wisata di pacitan juga keren-keren. Industri kreatifnya juga tidak mengenal musim . Saya pernah mendatangi pengrajin batu di mana pengrajinnya telah didatangi oleh pelanggan dari berbagai daerah bahkan luar negeri. Para pengrajin di Pacitan terus menghasilkan produk yang menarik tak peduli musim atau tidak,” kata Khofifah.

Khofifah lantas menekankan bahwa konektivitas ke Kabupaten Pacitan dan daerah Mataraman lain memerlukan perhatian khusus. Dengan itu, keindahan Pacitan bisa lebih dipromosikan, sehingga wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, bisa menikmati indahnya pesona wisata Pacitan.

“Goa-goa di Pacitan ini juga cukup banyak. Mulai dari wisata alam, religi, kuliner, olahraga, banyak sekali yang bisa dijual oleh Pacitan. Terutama yang terpenting adalah pembangunan infrastruktur dan menarik investor yang tepat. Dengan itu, semua wisatawan dapat makin menikmati keindahan Pacitan, baik wisatawan lokal atau internasional,” tutupnya. (poedji)

Pantai Sijile Punya Keindahan dan Eksotisme yang tak Ada Duanya

SITUBONDO, JAYAKARTA NEWS-Keindahan pantai Sijele yang ada di wilayah kabupaten Situbondo bakal menjadi jujugan wisatawan. Tempatnya indah dan eksotisme cukup menawan.

Tren wisata saat ini lebih berorientasi pada alam. Kalau sebelumnya Pantai Sijile masih relatif sulit dijangkau karena ketiadaan infrastruktur yang layak, maka setelah ini harus siap-siap kebanjiran wisatawan.

Hal itu dikemukakan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi Pantai Sijile Senin(9/1) usai meresmikan jalan Merak-Blauran yang dekat dengan Pantai Sijele yang di Situbondo.

“Pantai Sijile ini indah sekali, terumbu karang yang menjadi rumah bagi ikan dan berbagai biota laut lainnya pun masih terjaga dengan baik. Ini menjadi daya tarik yang sangat luar biasa,” ujarnya.

Khofifah menyatakan, bahwa keindahan Pantai Sijile tidak perlu diragukan karena Pantai ini masih belum terjamah alias masih perawan. Apalagi ada tujuh pantai lain yang bersambung di Situbondo yang juga masih perawan sehingga panorama yang ditawarkan sangat natural dan original.

“Arus air laut di pantai ini tenang, nyaris tak ada riak dan tak terlalu dalam. Sangat cocok untuk berenang maupun wisata air lainnya. Jadi bagi masyarakat Jawa Timur yang berkunjung ke Situbondo harus mampir menikmati keindahan Pantai Sijile,” tambahnya.

Terkait dukungan infrastruktur, Khofifah menyampaikan akan terus diihtiarkan oleh Pemkab Situbondo serta Pemprov Jawa Timur untuk meningkatkan aksesibilitas infrastruktur wisata yang ada di Situbondo. Menurutnya, Situbondo memiliki banyak pantai sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur guna pengembangan sektor pariwisata.

“Pembangunan infrastruktur akan dilakukan secara bertahap, harapannya jika sektor pariwisata semakin berkembang maka kesejahteraan masyarakat sekitar pun akan meningkat,” pungkasnya. (poedji)

Gunadi: Silaturahmi Merajut Tali Kasih Sambil Bernostalgia  

JAYAKARTA NEWS— Belum lama ini STM Alumni Poltekpar Medan mengadakan silaturahmi atau temu kangen antar lintas angkatan dengan beda jurusan di Restauran Simpang Tiga, Jalan Mongonsidi No. 26, Kecamatan Polonia, Kota Medan.

“Acara silaturahmi ini awalnya diinisiasi oleh Syahrial Fahmi Dalimunthe alumni Room Division Management (RDM) Angkatan’95. Ikhwal saat bertemu dengan Gunadi selaku Ketua STM Alumni Poltekpar Medan,” ujar Gunadi kepada Jayakarta News beberapa hari lalu di Allday Bread & Brioche Coffee, Bagya City Citraland. Medan. 

Ketua STM Alumni Poltekpar Medan, Gunadi saat acara silaturahmi atau temu kangen alumni lintas angkutan beda jurusan. (Foto. Monang Sitohang)

Masukan positif yang diusulkan Fahmi  itu pun diaminkan oleh Gunadi, lalu melalui Group WhatsApp STM Alumni Poltekpar Medan diumumkannya akan diadakan acara temu kangen.

Ternyata gayung bersambut, mungkin rasa rindu satu sama lain sesama alumni ingin bertemu. Maka terlihat pada sore itu sekitar Jam 17.00 WIB, satu persatu alumni hadir. Bahkan cuaca yang kurang bersahabat, hujan deras mengguyur Kota Medan pun tidak mengurungkan niat para alumni untuk turut hadir. 

Setelah memasuki ruangan, buku daftar tamu yang tersedia diisi satu persatu oleh para alumni kemudian satu sama lain saling bersalaman, cipika-cipiki. 

Di dalam ruangan tersebut terdengar lantunan tembang lawas yang dinyanyikan oleh biduan sebagai pengisi acara. Suasana malam itu terasa akrab. Saling menyapa satu sama lainya, “Hai bro, dah lama tidak ketemu, hampir 25 tahun ya,” terdengar dari salah seorang alumni satu angkatannya, angkatan 94.

Lalu lanjut saling mengobrol. Canda dan tawa pun kerap terdengar dalam ruangan reservasi temu kangen STM Alumni Poltekpar Medan.

Makanan dan minuman telah siap dihidangkan sekitar Jam 18.00 Wib mulai disantap. Menu yang terhidang ada daun ubi tumbuk, ayam pop, dan lainnya. Aneka kue yang bawa Lela salah seorang alumni Food Production (FPR).

Saat permainan berlangsung di acara temu kangen alumni. (Foto. Monang Sitohang)

“Ada sekitar 40 orang yang hadir dalam acara temu kangen itu. Tidak nyangka sebanyak itu yang hadir karena hujan lebat mengguyur kota Medan,” kata Gunadi.

Ditambah Gunadi, acara yang sederhana dengan niat silaturahmi itu berjalan lancar. Di sela-sela acara ada game dibuat panitia untuk mengisi acara. Gamenya yaitu 5 alumni pria diminta duduk di kursi di depan. Kemudian rambutnya diikat (kuncir) oleh 5 alumni wanita yang berada di belakangnya. Siapa yang terbanyak berhasil mengikat rambut, maka dia lah sang juara. Game tersebut berhasil membuat suasana semarak dan para alumni pun tertawa terbahak-bahak.

Selanjutnya acara hiburan, menyanyi. Beruntung, dua biduan di masa kuliah ikut hadir. Yanti dan Lasma. Dulu mereka bertiga (trio) bersama Henny. Tetapi kini Henny sedang terbaring sakit. 

Sebelum Yanti dan Lasma bernyanyi, Yanti sebagai pembawa acara memberi kabar tentang kondisi Henny. Ia mengajak teman-teman alumni untuk mendoakan Henny segera sembuh dan dapat beraktivitas kembali. Dan ketika bernyanyi ke dua biduan di masa kuliah itu benar-benar tetap exist dan dapat menghibur.

Penyanyi kampus yang tersohor di masa kuliah di BPLP atau Poltekpar Medan, Yanti dan Lasma alumni Food and Baverage Management (FBM) 94. (Foto. Monang Sitohang)

“Jadi menurut saya bersilaturahmi atau temu kangen itu sangat berguna, dampak positifnya dimana kita dapat merajut tali kasih sambil bernostalgia dengan mengingat masa-masa kita di bangku kuliah, yang saat lucu, konyol dan lain-lain. Itu seperti menghipnotis untuk menghilangkan persoalan demi persoalan dalam hidup,” jelas Gunadi sambil tertawa.

Jadi manfaat dari silaturahmi itu tentu sangat banyak. Di samping membuat orang merasa senang dan bahagia ketika bisa saling bersua, hikmah lainnya juga banyak. Seperti menghilangkan perselisihan, melancarkan rezeki dan lainnya.

STM Alumni Poltekpar Medan Masuk Tahun Ketiga

STM Alumni Poltekpar Medan sudah memasuki tahun ketiga. Selama kurun waktu tiga tahun ini sejumlah kegiatan sudah banyak dilakukan di antaranya bakti sosial (Baksos). Saat bulan puasa Ramadhan berbagi takzil juga sembako ke masjid, panti-panti asuhan dan alumni yang mengalami kesulitan ekonomi. Begitu juga, di saat Natal dan menjelang Tahun Baru ini akan ada kegiatan bakti sosial ke panti-panti.

Selain itu, jika ada anggota STM Alumni Poltekpar Medan yang sakit ataupun meninggal, akan diberikan santunan sesuai aturan yang dibuat. Juga, menggalang dana dari anggota STM mau pun tidak dengan seikhlas hati dengan nge-share di group-group alumni.

“Semua kegiatan di STM Alumni Poltekpar Medan dilakukan untuk berbagi rasa, baik suka dan duka sehingga dapat meringankan beban teman kita saat sedang ditimpa musibah, “papar Gunadi.

Menurut Gunadi, menjelang tahun ketiga STM Alumni Poltekpar Medan sudah beranggotakan sekitar 130 orang yang tersebar di berbagai tempat, mulai dari Medan, Kalimantan, Lombok bahkan di kapal-kapal pesiar. Kita bisa saling berkabar (komunikasi) di dalam group WhatsApp STM Alumni Poltekpar Medan. 

“Jadi harapan saya sebagai ketua STM Alumni Poltekpar Medan, semoga di tahun-tahun berikutnya para alumni yang belum bergabung dapat ikut menjadi anggota STM,” tutup Gunadi. (Monang Sitohang)

Ini Dua Keputusan Sidang Umum TPO

JAYAKARTA NEWS – Rapat General Assembly 10th Tourism Promotion Organization (TPO) atau sidang umum menghasilkan dua keputusan yakni memasarkan kegiatan destinasi wisata pengembangan produk wisata baru dan penetapan untuk tuan rumah pertemuan TPO berikutnya di Jeonju, Korea Selatan tahun 2023.

TPO akan memasarkan destinasi pariwisata Sumatera Utara Indonesia, Hanoi Vietnam dan Kuantan Malaysia di pagelaran TPO pariwisata internasional Tourism  Promotion Roadshow (GA11), Travel Expo di Khusyu Jepang dan ITB Asia di Singapura pada tahun 2023 mendatang. 

Ketua sidang paripurna Sidang Umum TPO ke-10 atas nama Kota tuan rumah dalam hal ini Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Keuangan Pembangunan Aset dan Sumber Daya Alam, Agus Tripriyono di Medan, Jumat (11/11/2022) menyampaikan TPO didirikan dalam upaya untuk membina jaringan antara pemerintah, sektor swasta dan akademisi untuk mempromosikan kerjasama dan pertukaran timbal balik, serta menghidupkan kembali industri pariwisata di kawasan Asia-PasifikAsia-Pasifik pasca pandemi. 

“Untuk tujuan ini, tahun ini TPO telah menetapkan tema untuk Sidang Umum sebagai “Membangun Kembali Pariwisata dan Promosi Digital,” katanya. 

Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Zumri Sulthony

Pada sidang tersebut TPO juga memperkenalkan 17 anggota baru yaitu 12 dari sektor pemerintah adalah kota Huzhou, Lijiang dari China, Batam dan Batu dari Indonesia, Gangwon-do, Gyeonggi-do, Mungyeong, Sasang-gu dari Korea Selatan, Kampar, Kuantan, Tansen dari Malaysia dan Long An dari Vietnam.

Kemudian dua anggota non pemerintah yaitu Universitas Dongseo, Universitas Gumi dan Universitas Suseong dan Yayasan Pariwisata Namhae Foundation. Terakhir satu anggota merupakan badan usaha yakni S2Beautech.

Pasca pandemi peningkatan kemampuan setiap kota anggota TPO menjadi lebih penting dari sebelumnya untuk menciptakan sinergi dengan menggabungkan kekuatan dan daya saing masing-masing kota anggota, serta mempromosikan industri pariwisata berkelanjutan. 

“Dengan adanya promosi pariwisata bersama saya berharap kunjungan wisatawan bagi member TPO dapat meningkat karena kita tahu bahwa TPO memiliki member yang sangat banyak, ada kurang lebih dari 152 pemerintah kabupaten/kota Asia Pasifik, tentunya ini sangat menguntungkan bagi kita Sumatera Utara dengan bergabung di TPO, ” tambahnya. 

Sementara itu, Sekretaris Jenderal TPO, Woo Kyoung-ha menyampaikan organisasi ini bertujuan untuk membangun kemitraan pemerintah antar kota dan organisasi di Kawasan Asia Pasifik yang mendorong para anggotanya untuk bekerja sama dalam mempromosikan pariwisata dan memfasilitasi pertukaran informasi, pendapat serta kerja sama di antara para anggota.

“Saya memang berharap di Sidang Umum ini akan menjadi platform untuk berbagi wawasan tentang tantangan bersama yang ada di hadapan kita dan melanjutkan upaya mengembangkan industri pariwisata yang berkelanjutan. Selain itu, pada kesempatan acara ini, saya berharap dapat melihat kerjasama yang lebih berkembang,”pungkasnya. 

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Keuangan Pembangunan Aset dan Sumber Daya Alam, Agus Tripriyono (kiri kedua) didampingi Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Zumri Sulthony (tengah), Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Laila Lubis (ketiga kiri) bersama Sekjen TPO, Woo Kyoung-ha dan jajarannya usai Sidang Umum TPO 10th di Medan. (*/Disbudpar Sumut)
Ketua sidang paripurna Sidang Umum TPO ke-10 atas nama Kota tuan rumah dalam hal ini Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Keuangan Pembangunan Aset dan Sumber Daya Alam, Agus Tripriyono dan Sekjen TPO, Woo Kyoung-ha berfoto bersama para peserta delegasi anggota TPO usai menggelar Sidang Umum TPO 10th di Medan. (Foto. Disbudpar Sumut)

Sejak didirikan pada tahun 2002, organisasi TPO ini telah secara aktif melaksanakan beragam proyek kerjasama, mulai dari mendukung pertukaran antar kota anggota, mempromosikan sumber daya pariwisata dan mengembangkan proyek pariwisata ke depan. 

“Saya juga percaya ini akan menjadi peluang bagus untuk industri pariwisata para anggota TPO untuk maju lebih jauh,”katanya. 

Sedangkan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara, Zumri Sulthony mengatakan melalui pertemuan ini berharap bisa memanfaatkan apa yang dimiliki TPO semaksimal mungkin untuk kembali lagi memajukan pariwisata di Sumatera Utara.

“Karena kita bicara soal tourism promotion organization tentunya kita berharap dampaknya adalah makin banyaknya wisatawan mancanegara datang ke Sumatera Utara  terlebih dari negara-negara TPO itu sendiri, ” tambahnya usai menutup kegiatan closing ceremony TPO 2022  pada Jumat malam. (*/Monang Sitohang)

Opening Ceremony Sidang Umum TPO 2022, Bersinergi Bangun Pariwisata Berkelanjutan

JAYAKARTA NEWS – Kegiatan General Assembly atau sidang umum Tourism Promotion Organization (TPO) ke-10 Asia Pasifik, diharapkan dapat saling bersinergi dalam membangun pariwisata berkelanjutan pasca pandemi. 

Opening Ceremony yang dibuka oleh Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Keuangan Pembangunan Aset dan Sumber Daya Alam, Agus Tripriyono di Medan, Kamis (10/11/2022) mengatakan melalui pertemuan sidang umum ini bisa jadi momen penting bagi kebangkitan pariwisata antar anggota TPO pasca pandemi. 

“Pariwisata merupakan sektor yang berdampak akibat dari pandemi yang mengakibatkan penurunan jumlah kunjungan wisatawan termasuk di Indonesia, Sumatera Utara, ” katanya. 

Mengatasi hal tersebut pemerintah provinsi Sumatera Utara terus melakukan berbagai upaya untuk memulihkan kembali pariwisata dengan menetapkan pariwisata sebagai prioritas pembangunan dan menjadi kegiatan strategis daerah. 

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Keuangan Pembangunan Aset dan Sumber Daya Alam, Agus Tripriyono (tengah) bersama Sekjen TPO, Woo Kyoung-ha (kanan ketiga) dan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Zumri Sulthony (kiri ketiga) dan perwakilan dari Forkopimda Sumut. (Foto. Kadisbudpar Sumut)

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyampaikan terima kasih kepada peserta delegasi TPO yang telah memilih Kota Medan, Sumatera Utara sebagai tempat penyelenggaraan sidang umum ke-10 Tourism Promotion Organization (TPO) tahun 2022.

“Semoga kita bisa saling bekerjasama dan saling bersinergi untuk membangun pariwisata guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah kita, ” tambahnya. 

Sementara itu, Sekretaris Jenderal TPO, Woo Kyoung-ha menyampaikan sidang umum yang mengangkat tema “Rebuilding Tourism and Digital Promotion” atau Membangun Kembali Pariwisata dan Promosi Digital. 

“Pariwisata harus bangkit kembali, kemajuan sektor wisata harus terbuka kepada dunia luar. Dimana kita harus membangun sektor pariwisata berkelanjutan yang lebih inovatif dan kreatif,”tegasnya. 

Namun kini, seiring membaiknya kondisi pandemi, sektor pariwisata pun kembali pulih secara perlahan. Harapannya pun harus semakin berjaya kembali, seperti sebelum pandemi melanda seluruh belahan dunia.

“Digital tourism merupakan salah satu cara yang efektif dalam mempromosikan dalam berbagai destinasi pariwisata melalui berbagai platform. Artinya, digital tourism tidak hanya mengenalkan namun juga menyebarkan keindahan pariwisata kita ke berbagai daerah maupun luar negara,”tambahnya. 

Karena digital tourism secara tidak langsung membuat masyarakat melek dan ikut beradaptasi dalam perkembangan teknologi. 

Menurutnya, penerapan digital tourism saat ini seolah menjadi sebuah keharusan. Teknologi digital dampaknya terhadap pariwisata, mau tidak mau sektor pariwisata harus menjadi smart destination, smart career, smart mobility. (*/Monang Sitohang)

Delegasi TPO Ikuti Kegiatan ‘City Tour’ di Kota Medan

JAYAKARTA NEWS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara (Disbudpar Sumut) menggelar kegiatan wisata (City Tour) bersama rombongan peserta delegasi menjelang kegiatan General Assembly 10th Tourism Promotion Organization (TPO) for Asia Pacific Cities atau Sidang Umum TPO ke-10. 

Peserta delegasi memanfaatkan kegiatan ini untuk mengisi waktu luang sambil menunggu pembukaan Sidang Umum TPO ke-10  yang dilaksanakan mulai tanggal 9-12 November 2022.

Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Laila Jamilah Lubis di Medan, Rabu (9/11/2022) mengatakan kegiatan city tour tersebut bertujuan untuk memperkenalkan salah satu destinasi wisata yang berada di Kota Medan sebelum menggelar sidang Umum TPO. 

“Kunjungan city tour ini tujuannya mempromosikan tentang pariwisata di Sumatera Utara kepada peserta TPO, agar dapat dikenal lebih jauh oleh mereka, kami (pemerintah Sumut) terus menggalakkan promosi pariwisata kepada wisatawan mancanegara dan wisatawan Nusantara,”katanya. 

Kegiatan wisata yang diikuti 25 orang peserta dari berbagai sejumlah negara ini, didampingi oleh panitia kegiatan bersama Pemandu Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut.  Perjalanan dimulai dari kawasan Hotel Santika Medan dengan menggunakan Bus.

Peserta TPO berfoto bersama Pemandu Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut di Masjid Raya Al-Mashun Medan. (Foto. Disbudpar Sumut)

Rombongan pertama kali diajak mengunjungi ke Masjid Raya Al-Mashun milik Kesultanan Melayu Deli untuk menikmati lingkungan sekitar masjid dan kemegahan dan keindahan arsitekturnya, dan tidak lupa mengabadikan momen tersebut dalam setiap jepretan.

Selanjutnya rombongan diajak ke Istana Maimun. Istana Maimun  adalah bangunan cagar budaya peninggalan Kerajaan Melayu Sultan Deli ke – IX,  yaitu Sultan Ma”moen Al Rasyid Perkasa Alamsyah.

Bangunan bersejarah cagar budaya ini merupakan salah satu destinasi objek wisata yang sangat digemari oleh wisatawan Nusantara maupun wisata mancanegara. 

Setibanya peserta TPO di Istana Maimun terlihat banyak pengunjung. Ada yang hanya bersantai, berswafoto, berkeliling sambil menggali berbagai informasi peninggalan sejarah. 

“Kegiatan ini sangat menyenangkan sekali, kami diajak ke objek wisata yang menarik. Begitu juga pelayanan pemandunya yang sangat ramah sehingga membuat kami sangat terkesan,” kata Sekretaris Jenderal TPO, Woo Hyoung-ha. 

Diakhir perjalanan, rombongan dibawa ke sebuah rumah tua yang kini telah berfungsi sebagai sebuah museum yang dibangun oleh seorang saudagar Cina bernama Tjong A Afie yang hidup pada rentang waktu antara 1860-1921.  Para peserta terkesima dengan bangunan rumah berlantai dua ini masih berdiri megah dan terjaga dengan baik yang mempunyai usia lebih dari 100 tahun. 

Setelah kegiatan city tour selesai para peserta TPO pun kembali ke Hotel Santika. (*/Monang Sitohang)

Sumut Jadi Tuan Rumah Sidang Umum TPO Asia Pasifik “Rebuilding Tourism and Digital Promotion”

JAYAKARTA NEWS – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggara General Assembly Tourism Promotion Organization (TPO) 10th for Asia Pacific Cities pada tanggal 9-12 November 2022 di Kota Medan

Anggota sidang Umum TPO ke-10 ini terdiri dari berbagai kota-kota di negara Asia Pasifik. Yang mana Even ini seharusnya diselenggarakan 2021 namun sempat tertunda dikarenakan pandemi. Adapun tujuan organisasi TPO yaitu untuk mempromosikan pertukaran dan kerjasama di bidang Pariwisata. 

Untuk itu, tahun ini TPO telah menetapkan tema Sidang Umum adalah “Rebuilding Tourism and Digital Promotion” atau Membangun Kembali Pariwisata dan Promosi Digital. 

Sekjen Tourism Promotion Organization (TPO) Woo Kyoung-ha (kiri) berbincang dengan Sekda Sumut, Arief Sudarto Trinugroho (kanan) di Kantor Gubernur Sumut. (Foto. Ist)

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Arief Sudarto Trinugroho di Medan, Selasa (8/11/2022) mengatakan, pertemuan sidang umum TPO yang ke-10 ini nantinya diharapkan dapat menghasilkan kerjasama yang lebih baik di antara negara-negara Asia Pasifik sehingga bisa berkolaborasi dan menguntungkan bagi anggota TPO. 

“Melalui event TPO ini tentu akan berdampak positif pada masyarakat Sumatera Utara, terutama dampak ekonomi dan terjadi peningkatan jaringan di antara member TPO. Kedatangan anggota TPO ini juga akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Utara,”pungkasnya. 

Sekjen Tourism Promotion Organization (TPO) Woo Kyoung-ha (tengah) berfoto bersama dengan Sekda Sumut, Arief Sudarto Trinugroho (kanan keempat) dan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Zumri Sulthony (kiri kedua), Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Supriyono (kiri) dan jajaran Pemprov Sumut, usai melakukan pertemuan di Kantor Gubernur Sumut, Medan. (Foto. Ist)

Sementara itu, Sekretaris Jenderal TPO, Woo Kyoung-ha menyampaikan, sidang umum ke-10 TPO ini untuk menjelaskan beberapa agenda mengenai informasi dan hal-hal penting lainnya untuk menciptakan sinergi dengan menggabungkan kekuatan dan daya saing masing-masing kota anggota, serta mempromosikan industri pariwisata. 

“Sidang umum ini akan menjadi wadah untuk berbagi wawasan tentang tantangan bersama yang mungkin ada di hadapan kita dan melanjutkan upaya mengembangkan industri pariwisata yang berkelanjutan, ” tambahnya. 

TPO adalah organisasi pariwisata internasional yang terbesar di kawasan Asia Pasifik, didirikan pada tahun 2002 oleh Asian-Pacific City Summit (APCS) ke-5 di Fukuoka Jepang, organisasi ini berfungsi sebagai jaringan antar kota yang bertujuan untuk mempromosikan pertukaran dan kerjasama di antara kota-kota anggota. 

Hal ini terutama berlaku untuk bidang pariwisata yang menjadi semakin penting bagi perekonomian setiap kota. Melalui jaringan anggota dan mitra yang luas dan kuat, TPO 

menawarkan akses ke pembuat keputusan industri pariwisata utama dan pihak-pihak berpengaruh melalui berbagai kegiatan.

Keanggotaan TPO terdiri dari 124 Kabupaten/Kota Pemerintahan dari 15 negara Se-Asia Pasifik, organisasi nirlaba, non-pemerintah, anggota bisnis dan industri yang berpusat di Busan, Korea Selatan. 

Melalui penyelenggaraan ini nantinya akan membahas isu-isu terkini dalam industri pariwisata, saling berbagi informasi dan pengalaman di antara pejabat tingkat kerja kota-kota anggota. 

Hal ini bertujuan untuk memfasilitasi pengembangan berkelanjutan dari sektor pariwisata yang dinamis, inovatif, dan kompetitif di kota-kota anggota TPO. (*/Monang Sitohang)

ADWI 2022: Ini 50 Desa Wisata Terbaik Simbol Indonesia Bangkit

JAYAKARTA NEWS— Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) menetapkan 50 Desa Wisata Terbaik 2022. Desa-desa wisata ini menjadi simbol Indonesia bangkit dan membuka suatu tabir baru dalam mengembangkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan yang inklusif.

“Saya mengapresiasi 50 desa wisata terbaik yang menjadi simbol Indonesia bangkit dan membuka suatu tabir baru dalam mengembangkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan yang inklusif. Serta memberikan peluang untuk membuka lapangan kerja,” ujar Menparekraf/Kepala Baparekraf Sandiaga Salahuddin Uno dalam sambutannya pada Malam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

Sebanyak 3.419 desa wisata dari 34 provinsi mengikuti ADWI 2022. Menurut Sandiaga, ajang yang bertema “Dari Desa untuk Indonesia Bangkit” ini bertujuan mendorong daya ungkit bagi ekonomi desa dan sebagai wahana promosi untuk desa-desa wisata di Indonesia kepada wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

Terdapat tujuh aspek penilaian pada ADWI 2022 yaitu daya tarik pengunjung, homestay, digital dan kreatif, suvenir, toilet umum, penerapan cleanliness, health, safety, and environment sustainability (CHSE), serta kelembagaan desa.

Berikut daftar pemenang ADWI Tahun 2022:

Kategori Desa Wisata Rintisan
– Juara I: Desa Wisata Sembungan, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah
– Juara II: Desa Wisata Tirta Agung, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur
– Juara III: Desa Wisata Hanjeli, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
– Juara Harapan I: Desa Wisata Kampung Melayu BML, Kota Pontianak, Kalimantan Barat
– Juara Harapan II: Desa Wisata Buwun Sejati, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat

Kategori Desa Wisata Berkembang
– Juara I: Desa Wisata Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat
– Juara II: Desa Wisata Umauta, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur
– Juara III: Desa Wisata Widosari, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
– Juara Harapan I: Desa Wisata Pandean, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur
– Juara Harapan II: Desa Wisata Pulau Sapi, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara

Kategori Desa Wisata Maju
– Juara I: Desa Wisata Semen, Kabupaten Blitar, Jawa Timur
– Juara II: Desa Wisata Sudaji, Kabupaten Buleleng, Bali
– Juara III: Desa Wisata Undisan, Kabupaten Bangli, Bali
– Juara Harapan I: Desa Wisata Kampung Ugar, Kabupaten Fakfak, Papua Barat
– Juara Harapan II: Desa Wisata Pulau Pahawang, Kabupaten Pesawaran, Lampung

Kategori Kelembagaan Desa Wisata
– Juara I: Desa Wisata Dayun, Kabupaten Siak, Riau
– Juara II: Desa Wisata Matano Iniaku, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan
– Juara III: Desa Wisata Pela, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
– Juara Harapan I: Desa Wisata GTP Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat
– Juara Harapan II: Desa Wisata Tebat Lereh Meringan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan

Kategori Daya Tarik Pengunjung
– Juara I: Desa Wisata Keris, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur
– Juara II: Desa Wisata Sei Sekonyer, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah
– Juara III: Desa Wisata Air Terjun Moramo Sumbersari, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara
– Juara Harapan I: Desa Wisata Saba Budaya Baduy, Kabupaten Lebak, Banten
– Juara Harapan II: Desa Wisata Lapasi, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara

Kategori Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE)
– Juara I: Desa Wisata Barania, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan
– Juara II: Desa Wisata Gampong Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, Aceh
– Juara III: Desa Wisata Kambo, Kota Palopo, Sulawesi Selatan
– Juara Harapan I: Desa Wisata Campaga, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan
– Juara Harapan II: Desa Wisata Kampung Warna Warni Tigarihit, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara

Kategori Souvenir
– Juara I: Desa Wisata Tanah Loang Baloq, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat
– Juara II: Desa Wisata Tepus, Kabupaten Gunungkidul, DIY
– Juara III: Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip, Kota Batam, Kepulauan Riau
– Juara Harapan I: Desa Wisata Kubah Basirih, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan
– Juara Harapan II: Desa Wisata Tondok Bakaru, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat

Kategori Digital Kreatif
– Juara I: Desa Wisata Budo, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara
– Juara II: Desa Wisata Buluh Duri, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara
– Juara III: Desa Wisata Perlang, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung
– Juara Harapan I: Desa Wisata Silokek, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat
– Juara Harapan II: Desa Wisata Bugisan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah

Kategori Homestay
– Juara I: Desa Wisata Negeri Hila, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku
– Juara II: Desa Wisata Malangga, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah
– Juara III: Desa Wisata Lonuo Bukit Arang, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo
– Juara Harapan I: Desa Wisata Pentagen, Kabupaten Kerinci, Jambi
– Juara Harapan II: Desa Wisata Hilisimaetano, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara

Kategori Toilet Umum
– Juara I: Desa Wisata Kampung Pecinan Glodok, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta
– Juara II: Desa Wisata Limbo Wolio, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara
– Juara III: Desa Wisata Situs Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat
– Juara Harapan I: Desa Wisata Belitar Seberang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu
– Juara Harapan II: Desa Wisata Kampung Tobati, Kota Jayapura, Papua

Desa Wisata Terfavorit
Desa Wisata Buluh Duri, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara

Desa Wisata Penerima Penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI)
– Desa Wisata Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat sebagai Desa Wisata pertama dengan Batik Beraroma Kopi dan Desa Wisata Pertama yang memiliki pewarna batik alami dari limbah kopi
– Desa Wisata Aengtongtong, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur sebagai Desa Wisata dengan Empu Keris Terbanyak
– Desa Wisata Ngilngof, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku sebagai Desa Wisata dengan Pasir Putih Terhalus.***/din

Inilah Cara Gubernur Khofifah Promosikan Keindahan Bromo Pada Dunia

PROBOLINGGO, JAYAKARTA NEWS – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak para fotografer Indonesia turut mempromosikan keindahan Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Menurut Khofifah, TNBTS memiliki daya tarik wisata yang otentik bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara. Mulai dari view point, kawah Gunung Bromo, Lautan Pasir, dan padang savana.

“Saya percaya ungkapan “One Picture is Worth a Thousand Words”. Sebuah foto atau gambar bisa bermakna, bisa berbicara, lebih banyak ketimbang kata-kata,” ungkap Khofifah saat membuka Jambore Nasional Fotografer Indonesia (JNFI) 2022 di Pasir Berbisik, Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (26/8).

“Kekuatan visual yang ditampilkan dari hasil jepretan teman-teman fotografer bisa menjadi bukti keindahan Bromo sehingga mampu menarik banyak wisatawan untuk datang kesini. Tidak hanya Bromo, tapi berbagai destinasi wisata lain di Jawa Timur,” tambah dia.

Khofifah menyebut, keindahan Indonesia sudah diakui oleh dunia. Bahkan di Majalah Forbes 2022, Indonesia ditempatkan di peringkat pertama dalam daftar 50 negara terindah di dunia.

Daftar tersebut disusun berdasarkan jumlah keajaiban alam di setiap lokasi, terumbu karang dan hutan  hingga gunung berapi, gletser, dan lainnya. Dari kajian negara terindah di dunia tersebut, Indonesia mendapatkan skor sebanyak 7,77 dari skala 10.

“Dan Bromo, adalah salah satu dari ribuan destinasi wisata Indonesia yang ikonik dan tidak dapat dijumpai di daerah lain. Bukan cuma keindahan alamnya, tapi juga budaya masyarakat Suku Tengger yang masih tetap memegang tradisi dan nilai-niai budaya yang luhur, warisan dari nenek moyang zaman Majapahit,” paparnya.

Dalam acara JNFI 2022 tersebut, Khofifah juga berkesempatan belajar memotret dari fotografer profesional Indonesia Darwis Triadi. Hasil foto berupa warga Bromo lengkap dengan kuda tersebut juga menjadi penanda dibukanya secara resmi JNFI 2022.

“Meski yakin tidak yakin saat mau menjepret tadi, saya seratus persen yakin bahwa keindahan Bromo ini nyata adanya. Diambil dari sudut manapun angle nya,” selorohnya.

Khofifah juga menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada komunitas fotografer Indonesia yang telah memilih TNBTS khususnya Bromo sebagai tempat penyelenggaraan JNFI 2022. Menurutnya, diadakannya Jamnas di TNBTS ini memberikan kesempatan bagi fotografer Indonesia untuk mengeksplor kecantikan Bromo melalui berbagai angle dan suasana.

“Selamat datang dan terimakasih sudah menyenggarakan Jamnas ini di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Di tempat yang sangat eksotik ini teman-teman fotografer tidak akan merasa kehabisan angle untuk dipotret. Salam eksotik dari Bromo,” ujarnya.

Sebagai informasi, JNFI ini adalah jambore nasional pertama yang diadakan oleh Yayasan Fotografer Indonesia. Jamnas yang dibuka pada 26 Agustus 2022 ini akan diisi dengan workshop dan hunting foto bersama. Selain itu juga digelar lomba foto dan pameran fotografi.

Sementara itu, Ketua Panitia JNFI 2022 Andi Kusnadi menyampaikan bahwa Jamnas ini merupakan impian bersama yang terwujud dari kepedulian fotografer Indonesia terhadap eksotisme alam. TNBTS secara langsung dipilih sebab ia merupakan ikon andalan dari Jatim dan utamanya, Indonesia.

“Kami memilih Pasir Berbisik, Gunung Bromo sebagai lokasi Jamnas karena ikon ini menjadi ciri khas andalan Indonesia dan Jatim sendiri. Semoga gelora dan semangat untuk terus menyelenggarakan giat fotograri di tanah air kian meningkat,” imbuhnya. (poedji)