Kehadiran Trans Icon Mall Bakal Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Jatim

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS – Kehadiran Trans Icon Mall di Kota Surabaya disambut positif oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Kehadiran mall yang dilengkapi dengan wahana hiburan menarik tersebut diyakini akan menjadi magnet pariwisata baru dan pendongkrak ekonomi Jatim.

Hal itu disampaikan secara langsung oleh Gubernur Khofifah saat hadir dalam peresmian Trans Icon Mall di Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (5/8).

Peresmian tersebut dihadiri pula oleh Founder dan CEO CT Corp Chairul Tanjung, Penanggung Jawab Kawasan The Trans Icon Mall Prof Muhammad Nuh, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta.

Ditegaskan Gubernur Khofifah, kehadiran Trans Icon Mall di Surabaya ini diharapkan akan memberikan resonansi positif terutama dalam mendongkrak ekonomi daerah.

Hal ini dikarenakan keberadaan Trans Icon Mall mampu menyerap tenaga kerja dari sekitar mall maupun warga Jatim secara umum. Selain itu para pelaku UMKM juga dapat memasarkan produknya di Transmart.

“Hari ini untuk mencari tempat wisata dan rekreasi yang menjadi satu kesatuan dengan shopping mall makin lengkap di Surabaya. Jadi kehadiran Trans Icon Mall diharapkan resonansinya tidak hanya terasa di sekitar Jawa Timur ataupun nasional tapi juga negara-negara ASEAN seperti Singapore dan Malaysia, apalagi sudah banyak direct flight ke Surabaya,” kata Gubernur Khofifah.

Khofifah mengatakan, keberadaan Trans Icon Mall ini juga dapat menjadi salah satu icon wisata dari Kota Surabaya, ataupun Jawa Timur.

Sehingga ketika menjadi salah satu daya tarik wisata, maka akan memberikan multiplier effect di sektor lainnya baik hotel maupun restoran.

Ia juga mengapresiasi mall yang mengungsung konsep ekosistem pusat perbelanjaan one-stop-living yang dilengkapi dengan bank, apartemen, hotel, supermarket, Taman Hiburan Kid City, Cinema XXI, wahana rekreasi Trans Snow World serta berbagai tenant.

“Mudah-mudahan kehadiran Trans Icon Mall bisa menyemai kehidupan karena banyak tenaga kerja yang bekerja di sini. Bahwa di sini ada kehidupan, kebahagiaan dan pertumbuhan ekonomi yang mensejahterakan,” katanya.

Sebagai informasi, dari gerai Transmart yang ada di dalam Trans Icon Mall sendiri, tercatat sebanyak 90 orang pegawainya berasal dari masyarakat sekitar.

Jumlah ini belum termasuk dengan karyawan-karyawan supplier dan vendor, sales produk, tenaga kebersihan dan keamanan, serta pegawai dari gerai lainnya.

Tidak hanya itu, Transmart juga menyediakan tempat khusus untuk memasarkan produk UMKM dalam gerai yang diberi nama Pojok Rakyat Produk Nusantara, yang merupakan area produk dengan kearifan lokal yang khas Surabaya.

Untuk itu, orang nomor satu di Jatim ini juga menyampaikan terima kasih kepada CT Corp yang telah berinvestasi di Jawa Timur melalui Trans Icon.

Meskipun pembangunan Trans Icon Mall ini dilakukan saat pandemi Covid-19 masih melanda, namun CT Corp memiliki kekuatan dan ketangguhan luar biasa untuk melanjutkan pembangunannya dan meresmikan pada hari ini Jumat (5/8).

“Trans Icon Mall ini diresmikan Hari Jum’at di Bulan Muharram. Mudah-mudahan ini akan terus menyemai sukses dan keberkahan, tidak hanya bagi keluarga besar CT Corp tapi semua yang ada di Bumi Pahlawan, Bumi Majapahit dan resonansinya untuk Indonesia,” katanya.

Usai peresmian, Gubernur Khofifah didampingi Founder dan CEO CT Corp Chairul Tanjung berkeliling meninjau gerai-gerai yang ada di Trans Icon, salah satunya di Trans Snow World. Bahkan ia menyempatkan diri untuk menaiki kereta gantung dan menikmati salju buatan yang ada di wahana rekreasi ini.

“Di Trans Snow World, masyarakat dapat menikmati sensasi dinginnya salju tanpa perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk mendapatkan pengalaman bermain di salju. Dan menurut saya ini adalah tempat rekreasi yang memberikan pengalaman tidak terlupakan bagi kita semua,” pungkasnya. (poedji)

Pemugaran Benteng Van den Bosch Capai 80 Persen

NGAWI, JAYAKARTA NEWS– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengusulkan sejumlah penambahan fasilitas wisata guna memperkuat daya tarik wisata Benteng Van den Bosch di Kabupaten Ngawi.

Fasiltas itu di antaranya dengan penambahan wahana wisata air. Mengingat, di belakang benteng tersebut terdapat aliran sungai bahkan dulu merupakan pelabuhan Tempura serta ruang untuk mengenal lebih utuh Benteng Van den Bosch melalui artificial intelligence sehingga nuansa wisata edukasinya juga kuat.

Usulan tersebut dikemukakan Khofifah saat meninjau progres pemugaran cagar budaya tersebut, Rabu (4/8). Proses pemugaran Benteng Van den Bosch sendiri saat ini telah mencapai 80 persen.

Oleh karena itu usulan tersebut akan didiskusikan secara langsung bersama tim ahli dari Belanda yang saat ini tengah menyiapkan wisata air Sungai Wlingi.

Gubernur Khofifah saat meninjau Benteng Van Den Bosch di Ngawi (istimewa)

Saat ini, tim dari Belanda sedang mendukung wisata air sungai Wlingi di Pasuruan. Kemudian di tambahkan di belakang Grahadi anak sungai Kalimas dan sudah disetujui untuk dipercantik juga.

“Maka saya menyampaikan insyaallah usulkan untuk ditambahkan membuat wisata air di belakang benteng ini, tim Belanda semoga tidak keberatan karena ini bagian heritage yang memiliki nilai sejarah berkaitan dengan Belanda,” kata Khofifah.

Menurutnya, dukungan wisata air di Van den Bosch akan membuat benteng ini lebih indah dan semakin potensial sebagai tempat wisata. Selain itu, konektivitas destinasi wisata satu dengan destinasi wisata berikutnya semakin terintegrasi.

“Orang akan menikmati Kab. Ngawi dengan dengan keunggulan komparatif maupun kompetitif,” imbuhnya.

Tidak hanya wisata air, Gubernur Khofifah juga mengusulkan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono apabila benteng sudah selesai direnovasi, segera menyiapkan guide bagi pengunjung yang masuk ke dalam benteng mengingat sejarah benteng ini cukup panjang dan menarik untuk diketahui.

Setiap pengunjung perlu mengetahui secara detail spot-spot yang ada di dalam bangunan tersebut. Sebab, wisata di benteng ini tidak sekadar menjadi tempat rekreasi melainkan juga untuk mengeksplorasi nilai historis dan sisi edukatif.

“Mulai sekarang bisa dicicil apa saja yang bisa dijelaskan terkait benteng ini dan kontennya disiapkan. Saya langsung membahas dengan tim Budpar , perpustakaan dan kominfo apa yang bisa disupport Pemprov khususnya terkait digital library dengan artificial intelligence ” ujarnya.

Khofifah yang didampingi Plt Kepala dinas pariwisata dan kepala dinas cipta karya bina marga Provinsi Jatim tidak sekadar menengok. Pihaknya juga ingin bersinergi untuk mendukung penguatan benteng ini.

“Sambil jalan saya sampaikan ke bupati, saya usul bisa dibuat hotel, berbagai pertemuan, ekspo UMKM , peragaan busana dan sebagainya. Benteng ini memiliki keindahan yang sangat mempesona. Bisa multi fungsi,” katanya.

Lebih lanjut, Khofifah mengatakan, renovasi benteng berukuran 165 meter x 80 meter yang dibangun di atas lahan seluas 15 hektare ini menindaklanjuti arahan Presiden RI Joko Widodo agar benteng Van den Bosch direhabilitasi sehingga dapat dijadikan wisata bagi masyarakat.

“Pada tanggal 1 Februari 2019, Presiden Joko Widodo memberikan instruksi untuk melakukan rehabilitasi Kawasan Pusaka Benteng Pendem,” ujarnya
sembari menambahkan kemudian ditindaklanjuti oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menjaga agar bangunannya tidak semakin rusak.

“Pemugaran benteng ini diperkirakan dapat selesai Oktober 2022 mendatang,” ucapnya.

Rehabilitasi museum mulai dilakukan pada 10 Desember 2020. Mantan Menteri Sosial itu mengaku, rehabilitasi Benteng Pendem Ngawi dilakukan dengan hati-hati demi menjaga nilai kultural dan historikalnya.

“Kawasan Benteng Pendem ini merupakan cagar budaya, penataannya harus dilakukan secara hati-hati agar nilai historikal dan kulturalnya tetap terjaga,” tegasnya.

Rehabilitasi bangunan peninggalan Belanda dan Jepang itu, diharapkan menjadi daya tarik wisata baru. Baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kawasan Benteng Pendem dapat menjadi wisata edukasi sejarah dan cagar budaya yang dilengkapi papan informasi di setiap sudutnya,” tuturnya.

Adapun letak benteng Pendem di Jalan Untung Suropati No II, Pelem II, Kelurahan Pelem, Ngawi, Jawa Timur. Benteng ini direnovasi atau direhabilitasi agar masyarakat yang berkunjung mengetahui sejarah di balik bangunan yang berdiri megah di pusat Kota Ngawi tersebut. (poedji)

Revitalisasi TMII: Agustus 2022 akan Soft Launching Kegiatan G20

JAYAKARTA NEWS— Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta para kepala daerah merenovasi anjungan daerahnya masing-masing di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Pesan tersebut disampaikan Mendagri saat meninjau area revitalisasi TMII bersama Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), rombongan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktur Utama dan Direktur Teknik & Infrastruktur PT TWC BPRB, serta Executive Vice President TMII, Minggu (17/7/2022).

“Saya sudah melakukan komunikasi dengan rekan-rekan gubernur, rekan-rekan gubenur prinsip setuju mendukung dan kemudian Kemendagri membentuk tim, tim yang saya buat, kemudian sudah turun langsung door to door ke setiap anjungan, dibuat klasifikasi, mana yang rusak ringan, sedang, berat, dan ada yang belum memiliki anjungan,” katanya.

Mendagri memaparkan, ada 19 anjungan dengan kerusakan ringan, tapi struktur bangunannya masih bagus. Ada pula anjungan yang mengalami kerusakan sedang. Selain itu, ada juga provinsi yang belum memiliki anjungan di TMII, seperti Kalimantan Utara (Kaltara).

“Kaltara itu sudah menjadi provinsi, tapi tidak punya anjungan. Nah nanti kita koordinasikan untuk mendapatkan lahan supaya ada anjungan. Ada juga anjungan yang di lokasinya bersama, itu untuk provinsi baru saat itu, Bangka Belitung, Gorontalo, dan lain-lain. Kemudian dari situ kita juga melakukan komunikasi dengan para pengurus anjungan, berapa biaya yang diperlukan,” ujarnya.

Untuk dana renovasi, Mendagri menyebut total biaya yang dibutuhkan lebih kurang hampir 45 hingga 50 miliar untuk seluruh provinsi. Pendanaan tersebut dapat menggunakan anggaran pemerintah daerah, baik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ataupun Corporate Social Responsibility (CSR) di daerahnya masing-masing.

“Khusus yang anjungan-anjungan ini kan Pemda, tanahnya juga dihibahkan kepada Pemda, kemudian pengelolaannya juga oleh Pemda,” jelasnya seraya menambahkan, dengan adanya renovasi, TMII diharapkan memiliki ‘wajah’ lain yang membuat masyarakat dan dunia internasional lebih tertarik. Pemerintah pusat telah membuat desain besar TMII bagi daerah-daerah agar terintegrasi. Pihaknya juga terus melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah agar renovasi tersebut bisa segera dilaksanakan.

Agustus Launching Kegiatan G20

Sementara itu, Mensesneg Pratikno berharap para kepala daerah segera berpartisipasi untuk melakukan upaya perbaikan atau renovasi tersebut. Pemerintah juga merencanakan di akhir Agustus nanti akan menggelar kegiatan di TMII, berupa soft launching yang berkaitan dengan kegiatan G20.

“Mengapa Pak Mendagri juga ikut berkunjung ke sini, kami minta tolong kepada Pak Mendagri untuk menjamin agar masing-masing provinsi segera merenovasi memperbaiki anjungan-anjungan provinsi sesuai dengan desain yang sudah dirancang oleh Kementerian PUPR dan juga TWC,” tandas Mensesneg.

“Jadi nanti follow up-nya ini, dengan kehadiran kami dan Bapak Mensesneg, kita sudah buat video-video. Kita turun langsung, sudah sampaikan kepada gubernur, para gubernur juga antusias, mereka akan membuat tim (untuk renovasi),” katanya.

Terkait dengan anjungan provinsi monggo (direnovasi), lanjut Mensesneg, untuk anjungan K/L (kementerian/lembaga) pihaknya telah menghubungi beberapa Menteri. Di antaranya, Kominfo, ESDM, Kemenhan, dan lain-lain, agar segera memperbaiki agar sejalan dengan desain yang baru. “Seperti saudara-saudara lihat di sini Archipelago sudah hampir jadi,” terangnya.

Mensesneg menambahkan, akan ada sejumlah pembangunan di TMII yang dilakukan oleh Kementerian PUPR beserta tim. Melalui langkah ini, TMII diharapkan tidak hanya menjadi tempat rekreasi tetapi juga sebagai sarana edukasi.

“Ini akan menjadi tempat yang menarik, bukan hanya untuk wisata tetapi juga untuk edukasi. Misalnya museum-museum kementerian juga kita dorong untuk menjadi edukasi, bahkan kita juga memikirkan untuk menjadi bagian dari merdeka belajar,” tegasnya.***ebn

Kembali Promosikan Pariwisata, bank bjb Bersama Ride-O Gelar Fellowship Bandung-Jogjakarta

BANDUNG, JAYAKARTA NEWS – bank bjb berkolaborasi dengan komunitas sepeda Ride-O menggelar kegiatan Fellowship Ride Bandung-Jogjakarta 450K dengan tujuan kembali mempromosikan pariwisata di Indonesia pasca pandemi pandemi Covid-19.

Kegiatan sportainment olahraga sepeda yang berlangsung pada 15-17 Juli 2022 ini diikuti masyarakat dan komunitas pegiat olahraga sepeda di Tanah Air.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto mengatakan bank bjb terus mendorong dan membangkitkan kembali sektor pariwisata yang merupakan salah satu sektor paling terdampak di masa pandemi.

“Ride-O bank bjb Fellowship Ride Bandung Jogjakarta merupakan sportainment olahraga sepeda untuk mempromosikan sebagian wilayah yang sudah layak kembali menjadi tujuan wisata di Indonesia setelah sempat menurun saat masa pendemi,” ujar Widi.

bank bjb turut serta mengkampanyekan kembali pariwisata yang selaras dengan program pemerintah #DiIndonesiaAja dan mengajak masyarakat menggairahkan pariwisata di dalam negeri.

Kegiatan Ride-O bank bjb Fellowship Ride Bandung Jogjakarta diharapkan akan mengembalikan Indonesia, khususnya Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai destinasi wisata internasional yang sudah menarik untuk dikunjungi dari wilayah Bandung Raya dan Priangan Timur seperti Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan lainnya, menuju wilayah Jawa Tengah serta DIY.

Selain itu, kata Widi, kegiatan ini juga merupakan bentuk apresiasi bank bjb kepada komunitas pegiat olahraga sepeda yang senantiasa mendukung meningkatkan industri pariwisata, khususnya sektor sportainment paska pandemi.

foto: bank bjb

Berkolaborasi dengan Ride-O yang merupakan salah satu komunitas sepeda, bank bjb mendukung program Pemerintah dalam mengembangkan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dan Pemulihan Destinasi Unggulan.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang bagi bank bjb untuk mempromosikan dan meningkatkan corporate image, product image dan brand awareness kepada masyarakat di Indonesia serta sebagai upaya dalam mendukung program Pemerintah,” kata Widi.

Dalam kondisi pandemi Covid-19, bank bjb akan memperhatikan dan menjaga seluruh proses penyelenggaraan kegiatan dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan serta mengkomunikasikan pentingnya penerapan Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability.

Ride-O bank bjb Fellowship Ride Bandung Jogjakarta, touring sepeda etape 1 hari pertama akan dimulai dari kantor pusat bank bjb di Kota Bandung yang dilepas oleh Senior Executive Vice President Bisnis bank bjb Beny Riswandi serta turut mengikuti rangkaian kegiatan Direktur Operasional bank bjb Tedi Setiawan dan Direktur Kepatuhan bank bjb Cecep Trisna. Kemudian peserta akan melewati wilayah Nagreg, Gentong, Ciamis, perbatasan Jawa Tengah, Alun-alun Majenang, Alun-alun Wangon dan finish di Cilacap.

Pada etape 2 hari kedua, peserta yang start dari Cilacap akan melintasi Widara Payung, Karang Bolong, Kopi Gong, Sate Pak Tino, Wates, Alun-alun Srandakan, dan finsih di Prawirotaman Yogyakarta.

Sedangkan pada hari ketiga, para peserta akan berkeliling di Yogyakarta dan pulang kembali ke Bandung pada hari keempat. (din)

Mahasiswa Stikosa-AWS Ngonten Digital Bareng Warga untuk Pengembangan Wisata Bahari Sontoh Laut

JAYAKARTA NEWS– Sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, sekelompok mahasiswa STIKOSA – AWS yang tergabung dalam Kuliah Kerja Lapangan (KKL) berkolaborasi dengan warga Kelurahan Sontoh Laut, Kecamatan Asem Rowo, Surabaya, untuk “Ngonten Digital” atau membuat konten video dan foto bareng untuk diunggah di media sosial.

Produksi konten video dan foto tersebut bertujuan untuk membantu pemerintah kota Surabaya dan perekonomian warga, dalam pengembangan potensi wisata bahari di Sontoh Laut, yang sangat menarik untuk dikunjungi masyarakat, selain beberapa lokasi wisata pantai laut yang ada di Surabaya.

Ketua STIKOSA – AWS Dr. Meithiana Indrasari, S.T., M.M. berharap dengan adanya kegiatan KKL di Wisata Bahari Sontoh Laut, dapat meningkatkan literasi digital masyarakat di wilayah tersebut.

“Bukan hanya sekedar konten, tapi lebih dalam dari itu. Bagaimana mempromosikan produk atau pun tempat wisata dengan cara yang tepat dan benar. Dan semoga saja, ruang-ruang digital kita dipenuhi dengan hal-hal yang positif,” ujar Dr. Mei sapaan akrabnya.

Sejumlah mahasiswa STIKOSA – AWS dalam sebuah kelompok yang tergabung dalam kelompok Kuliah Kerja Lapangan (KKL) berbasis riset tahun 2022, menggelar pelatihan pengembangan strategi komunikasi dan publikasi, sebagai bentuk optimalisasi potensi daerah di Wisata Bahari Sontoh Laut, Asemrowo, Surabaya.

Pelatihan yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 20 orang peserta tersebut digelar mulai tanggal 12 – 25 Juni 2022 dengan melibatkan pelaku UMKM, komunitas nelayan, dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

“KKL mahasiswa STIKOSA – AWS berbasis riset ini merupakan kegiatan pengabdian mahasiswa semester 6, yang diharapkan mampu menumbuhkan rasa peduli mahasiswa dan berkontribusi pada warga masyarakat Sontoh Laut, untuk mengembangkan potensi lingkungannya dengan melakukan kegiatan – kegiatan yang dapat menguatkan potensi pariwisata di Sontoh Laut,” ujar Dr. Dwi Prasetyo, selaku Kordinator KKL STIKOSA – AWS.

Dari KKL mahasiswa STIKOSA – AWS berbasis riset ini pula, diharapkan agar terbangun pengembangan masyarakat pada daerah binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera.

Output dari pelatihan ini pula, masyarakat akan dapat dan mampu menemukan dan mengembangkan potensi ide – ide kreatif untuk membuat konten – konten yang sangat menarik dalam memanfaatkan media digital sebagai ruang promosi usahanya, untuk diwujudkan menjadi kegiatan nyata atau mengembangkan kegiatan yang telah dirintis masyarakat menjadi lebih bermanfaat.

“Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa STIKOSA – AWS memberikan pembekalan berupa pengambilan gambar (foto/video), editing, publikasi dan optimalisasi sosial media, serta pemasaran produk UMKM yang seluruhnya dilakukan hanya dengan menggunakan smartphone,” imbuh Dr. Dwi Prasetyo, S. Sos., M. PSDM., yang juga selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKOSA – AWS.

Puncaknya, pada Sabtu (25/06), mahasiswa STIKOSA – AWS mengajak warga Sontoh Laut untuk membuat konten bersama, yang kemudian diunggah melalui akun Instagram resmi milik Wisata Bahari Sontoh Laut ( @wisatasontohlaut ).

Terkait kemanfaatan dari kegiatan pelatihan tersebut, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sontoh Laut. Shodiq Mahfudz mengatakan, “Kegiatan pelatihan ini sangat membantu warga, karena sebagian besar warga di sekitar wilayah Sontoh Laut belum bisa mempromosikan produknya, baik dari segi wisata maupun UMKM.”

“Kami warga Sontoh Laut berharap dengan adanya pelatihan ini, warga di sekitar wilayah Sontoh Laut semakin siap menyambut pembangunan Wisata Sontoh Laut oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, melakui tim yang dibentuknya untuk melakukan pendampingan dan pembinaan,” tambah Shodiq Mahfudz.

Senada dengan Shodiq Mahfudz, Syachwaldan Rizky selaku Ketua pelaksanaan program KKL di Wisata Bahari Sontoh Laut mengatakan, “Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan dalam berkomunikasi melalui publikasi di era digital, agar nantinya warga dapat mempromosikan potensi serta daya tarik dari Wisata Bahari Sontoh Laut secara mandiri dengan lebih efektif”.

Perlu diketahui sebelumnya, bahwa Wisata Bahari Sontoh Laut memang sudah mendapatkan perhatian dari Pemkot Surabaya. Pemkot berkolaborasi dengan Kreatureseries dan pihak sponsor menggelar Sayembara Desain Sontoh Laut pada akhir tahun lalu. Di mana hal tersebut merupakan langkah awal dari pembangunan Wisata Bahari Sontoh Laut yang rencananya akan dimulai pada pertengahan tahun ini. Mahasiswa STIKOSA – AWS mencoba berpartisipasi dengan membangun keterampilan warga dalam berkomunikasi di era digital. (poedji)

Pesona Alam Bahari Wakatobi yang Mencengangkan

JAYAKARTA NEWS— Pesona alam bahari Wakatobi telah membuat Direktur Museum Rekor Indonesia (Muri) Aylawati Sarwono berdecak kagum ketika mengunjungi Pulau Wangi-Wangi bersama rombongan penyelam dari Jakarta.

“Wakatobi layak dicatatkan sebagai rekor dunia di Muri karena disini terdapat 750 dari total 850 spesies koral dunia,” kata Ayla Sarwono usai melakukan aktifitas selam di perairan Wakatobi, Rabu (25/5).

Menurut Aylawati Sarwono, pemberian Rekor Dunia Muri akan diserahkan langsung oleh Pendiri Muri, Jaya Suprana di Jakarta kepada Bupati Wakatobi H. Haliana, SE.

Keindahan alam bawah laut Taman Nasional Wakatobi yang telah membuat Aylawati Sarwono ternganga-nganga itu, pada tahun 2012 ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia oleh UNESCO.

Foto: istimewa

“Jika datang ke sini tidak menyelam maka belum ke Wakatobi namanya,” ujar salah satu divemaster asal Kota Kendari, Robert Tandry yang mendampingi rombongan penyelam.

Di Wakatobi, tambah Robert, terdapat beberapa spot menyelam, antara lain Pantai Sombu dan Onemohute di Pulau Wangi-Wangi, Pulau Hoga di Kaledupa, Pulau Tomia, dan Pulau Binongko.

Selain melakukan wisata bawah air, di Wakatobi juga dapat melihat atraksi wisata Dolphin di sekitar Pulau Kapota dimana para wisatawan akan disuguhkan pemandangan berupa formasi kawanan lumba-lumba yang menari dengan bebas di lautan lepas. 

“Momen istimewa ini dapat dinikmati setiap pagi antara pukul 6 hingga 7.30,” ujar Albert.

Wakatobi, tepatnya di Pulau Wangi Wangi terdapat sebuah kampung bernama Bajo Mola yang dihuni oleh Suku Bajo. Berbeda dengan kampung pada umumnya, pekarangan dan teras di perkampungan ini berupa hamparan laut luas dengan air yang jernih. 

“Air lautnya sungguh jernih, namun sayang masih ditemui botol plastik dan bungkus rokok yang dibuang ke laut,” ujar Fifi Purwohardono, divemaster asal Jakarta.

Fifi berharap masyarakat dapat memelihara kebersihan laut di sekitar mereka dan ikut menjaga kelestarian trumbu karang agar lingkungan hidup tetap terjaga dan asri.***/ks

Bali Siap Sambut Wisatawan dengan Aturan Ketat

JAYAKARTA NEWS— Terkendalinya pandemi Covid-19 di Indonesia, menjadikan pemerintah memutuskan mengizinkan kembali beberapa kegiatan masyarakat, termasuk sektor pariwisata khususnya di Pulau Bali. Kebijakan ini diambil sebagai upaya mendorong pemulihan aktivitas sosial ekonomi Bali, mengingat pariwisata adalah tulang punggung perekonomian setempat yang terdampak oleh pandemi.

Mengutip laman covid19.go.id, menyusul wisatawan domestik, kali ini pintu masuk Bali akan dibuka bagi wisatawan mancanegara. Turis asing akan diperbolehkan berwisata di Pulau Bali dengan menaati peraturan yang berlaku. Aturan dimaksud seperti penerapan protokol kesehatan (Prokes) ketat, aturan terkait status vaksinasi, dan ketentuan karantina.

Mengenai persiapan pembukaan Bali, Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf Henky Manurung menyatakan bahwa telah dilakukan simulasi kedatangan pesawat, penerimaan di bandara, proses karantina, serta prosedur-prosedur lain sesuai Prokes juga telah dibahas dan ditetapkan.

“Tingkat vaksinasi di Bali juga tinggi yaitu 99% untuk dosis pertama dan hampir 90% untuk dosis kedua. Bali sudah siap menerima wisatawan mancanegara (Wisman) kembali dengan prosedur yang telah dibangun bersama pemerintah pusat dan daerah,” tegasnya dalam Dialog Produktif Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) – KPCPEN, Rabu (13/10).

Selain itu, Henky menyebutkan bahwa penerapan standarisasi CHSE yang baik di Bali juga dapat meyakinkan wisatawan yang akan datang. Diketahui, CHSE adalah kepanjangan dari Cleanliness atau Kebersihan, Health atau Kesehatan, Safety atau Keamanan, dan Environmental Sustainability atau Kelestarian Lingkungan. Standarisasi ini adalah semacam protokol kesehatan dunia pariwisata dan menjadi salah satu panduan dalam kenormalan baru, hidup berdampingan dengan Covid-19.

“Sertifikasi CHSE dan animo pelaksana usaha wisata yang bagus ini penting, tidak hanya untuk pengunjung tapi juga untuk pekerja. Bekerja di tempat yang sehat, dikunjungi orang-orang yang sehat, berwisata di tempat-tempat yang sehat. Ini adalah narasi baru pola kehidupan ke depannya,” tutur Henky.

Ia juga menekankan, meski semua pihak bahagia pariwisata Bali kembali dibuka, keselamatan tetap harus diutamakan dengan Prokes sebagai kata kuncinya.

Kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace mengakui bahwa pariwisata adalah lokomotif perekonomian Bali, sehingga pembukaan Bali menjadi perhatian banyak pihak dan persiapan dilakukan dengan seksama.

Ia menyebutkan, terdapat 35 hotel karantina telah siap, ditambah 55 hotel lain yang mengajukan diri. Hotel karantina diharuskan memiliki sertifikat CHSE, memiliki akses terpisah antara tamu reguler dan tamu karantina, serta memiliki kerja sama dengan rumah sakit terdekat.

Sedangkan untuk wilayah yang dapat dikunjungi turis, Cok Ace menjelaskan, bahwa sebelumnya, terdapat 3 zona hijau sebagai pilot project di Bali, yaitu Ubud, Nusa Dua, dan Sanur. Namun saat ini wilayah dengan kondisi aman di Bali semakin meluas, yakni hampir seluruh Bali dengan vaksinasi lengkap, respon masyarakat yang baik, disertai penerapan aplikasi PeduliLindungi di lokasi wisata dan standarisasi CHSE.

“Kita berharap dapat memberikan ruang gerak lebih luas bagi Wisman yang sudah menyelesaikan karantina 5 hari,” paparnya.

Melalui PeduliLindungi, kata Cok Ace, pengunjung juga dapat melihat di mana zona yang aman dan yang membutuhkan kehati-hatian, sehingga hal ini memudahkan wisatawan. Di sisi lain, sertifikasi CHSE dilakukan oleh pemerintah pusat dengan standar ketat, dilengkapi konsistensi yang baik oleh pelaksana di lapangan.

“Selain itu yang penting adalah terus membangun kesadaran masyarakat. Bila setiap pribadi sadar, pasti akan meningkatkan upaya proteksi kesehatan,” tegasnya.

Dalam upaya perlindungan kesehatan serta kemungkinan berhadapan dengan varian virus baru, dokter sekaligus influencer dan traveller Ratih C. Sari menegaskan Prokes tetap menjadi hal utama.

“Prokes terbukti efektif menekan risiko penularan, apa pun variannya. Jadi jangan sampai ancaman virus baru ini menimbulkan ketakutan melakukan kegiatan dan perjalanan. Yang penting kita berhati-hati dan terus meng-update diri dengan berita-berita terbaru,” tuturnya.

Karena itu, ia mengharapkan setiap pihak dapat beradaptasi dengan kebiasaan baru seperti menerapkan Prokes, melakukan vaksinasi dan melengkapi diri dengan perangkat kebersihan. Selain itu, terus mematuhi aturan pemerintah pusat maupun daerah mengingat setiap kebijakan tersebut bertujuan untuk perlindungan masyarakat.

“Saya melihat sendiri kesiapan Bali menyambut wisatawan, terdapat Prokes ketat termasuk di restoran-restoran. Saya percaya dan optimis, ini bisa jadi kebangkitan di Bali,” tandas Ratih.***/ebn

Puti Guntur Soekarno: Penting Perkuat Desa Wisata untuk Kebangkitan Pariwisata Nasional

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS—Pandemi Covid-19 membuat pemerintah pusing untuk mengembangkan perekonomian melalui pariwisata. Untuk itu, Cucu Bung Karno, Puti Guntur Soekarno memiliki ide untuk mengembangkan desa wisata sebagai pariwisata lokal.

Ide menghidupkan desa wisata sebagai pariwisata lokal ini disertai dengan menggunakan standart protokol kesehatan. Hal ini terjadi karena kondisi ekonomi Indonesia mengalami penurunan. Terobosan ini diyakini bisa mendorong perekonomian dari sektor pariwisata. Sebab, wisata lokal ini menjadi tempat alternatif refresing untuk kalangan masyarakat sekitar.

“Saya mendorong wisata lokal seperti desa wisata bisa dikembangkan. Tentunya dengan menggunakan standart protokol kesehatan,” kata Puti Guntur Soekarno, Anggota DPR RI melalui virtual.

Puti mengatakan, salah satu desa wisata yang bisa dikembangkan menjadi pariwisata adalah Agrilo Wisata Belimbing Desa Watesari Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo Jawa Timur. Lokasi ini menjadi alternatif masyarakat dan telah dibuka bersamaan dengan acara Gerakan Sadar Wisata di Sidoarjo.

Foto istimewa

Dalam pembukaan ini dihadiri oleh Kepala Desa Watesari, jajaran Polsek Balongbendo, Desty AriMurti, SE,MM, Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Regional 1 Kemenparekraf, Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata Sidoarjo, Husen Hutagalung,ST, Dosen Trisakti selaku Narasumber, serta Peserta Gerakan Sadar Wisata BISA ( Bersih, Indah, Sehat dan Aman) yang diikuti 100 orang terdiri dari perwakilan beberapa desa wisata di Sidoarjo, warga sekitar, dan pengurus PAC PDIP Balongbendo.

“Saya ingin semua mendukung Program BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman) dari Kemenparekraf bekerja sama dengan DPR RI,” ujar Puti.

Anggota Komisi X DPR RI ini menegaskan, melalui gerakan BISA diharapkan menjadi semangat buat para pekerja dan pengelolah di sektor wisata dan Ekonomi Kreatif terutama bagi desa wisata yg ada di Sidoarjo.

Menurut Puti, tujuan dari gerakan sadar wisata adalah untuk mengkampanyekan wisata lokal. Wisata tersebut juga harus memastikan bahwa tempat wisata menerapkam Protokol Kesehatan CHSE (Clean, Health, Safety, Environment).

“BISA penting untuk membangun kesadaran masyarakat pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Kita ingin mengembalikan kepercayaan wisatawan karena saat ini kecenderungan wisatawan akan mencari destinasi wisata yang aman dan bersih untuk menghindari penyebaran COVID-19,” tutur dia. (Jawi)

Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan Inggris Pulihkan Sektor Parekraf Bali

JAYAKARTA NEWS – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memperkuat kolaborasi dengan pemerintah Inggris di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya pemulihan sektor tersebut di Bali.

Dalam audiensi secara virtual dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins, Selasa (22/6/2021), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menuturkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali merasakan dampak yang paling besar dari pandemi COVID-19. “Sepanjang 2020, Bali mengalami kontraksi ekonomi hingga minus 12 persen empat kuartal berturut-turut, dan awal tahun ini menurun ke angka minus sembilan persen,” kata Sandiaga.

Meski demikian, Sandiaga mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali. Yaitu dengan memanfaatkan kunjungan wisatawan lokal hingga nantinya perbatasan internasional kembali dibuka.

“Di awal masa jabatan saya, kunjungan wisatawan ke Bali hanya 2.000 kunjungan perhari. Saat ini angka tersebut sudah naik ke angka 10 ribu kunjungan perhari. Namun demikian angka ini tergantung pada angka penyebaran COVID-19,” katanya.

Sehingga, sampai saat ini, kata Sandiaga, pihaknya sedang terus berusaha mempersiapkan Bali untuk menyambut kedatangan wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Terlebih, Inggris merupakan salah satu negara Eropa yang menjadi pasar pariwisata Bali.

“Saat ini sudah 60 persen masyarakat Bali menerima dosis pertama dari vaksin Sinovac dan AstraZeneca. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Inggris yang sudah bekerja sama menyediakan pasokan vaksin AstraZeneca dan target kami pada akhir Juli 2021 sudah 70 persen masyarakat Bali yang menerima vaksinasi,” ucap Sandiaga.

Selain itu, Sandiaga juga mengajak perusahaan-perusahaan Inggris untuk menanamkan investasi di Bali. Terutama di bidang energi baru dan terbarukan untuk mewujudkan pariwisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Kami juga butuh lebih banyak investasi, tidak hanya di sektor pariwisata namun juga di sektor ekonomi kreatif. Terutama terkait keberlanjutan lingkungan dengan menyediakan energi baru dan terbarukan yang bersih di Bali karena kita punya target pada 2030, Bali akan menjadi daerah yang bebas energi pembakaran,” tutur Sandiaga.

Foto: Kemenparekraf

Sementara itu, Owen Jenkins mengungkapkan terima kasihnya kepada pemerintah Indonesia, terutama Kemenparekraf/Baparekraf atas upaya-upaya yang dilakukan untuk menekan angka penyebaran COVID-19 di Tanah Air. Selain itu, Owen juga berkomitmen untuk menjalin kerja sama dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

“Kami juga sedang bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait untuk meningkatkan kemampuan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Salah satunya kemampuan berbahasa Inggris sehingga kami melihat ada kesempatan kerja sama antara Indonesia dan Inggris terkait hal ini,” ucap Owen. (mel)

Pembangunan Pariwisata Danau Toba Harus Majukan UMKM

JAYAKARTA NEWS – Sekitar  30 juta lapangan pekerjaan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terdampak negatif akibat pandemi Covid-19, yang menyebabkan kerugian hingga  lebih dari Rp 10 triliun.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mencatat,  diantara berbagai sektor perekonomian yang terpuruk akibat pandemi Covid-19, sektor pariwisata termasuk adalah yang terpuruk paling dalam.

“Kondisi tersebut turut dirasakan masyarakat di Provinsi Sumatera Utara. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada periode November 2020, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Utara mengalami penurunan drastis hingga 93,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Dari 22.128 kunjungan turun menjadi 1.366 kunjungan. Pada periode bulan yang sama, tingkat hunian kamar hotel berbintang hanya terisi sekitar 34,41 persen,” ujar Bambang Soesatyo  dalam Focus Group Discussion (FGD) Percepatan Pembangunan Pariwisata Danau Toba, secara virtual di Jakarta, Kamis (4/3/21).

Dikatakan,  berbagai gambaran keterpurukan tersebut tidak dimaksudkan sebagai sikap pesimis ataupun skeptis. Melainkan pandangan obyektif dalam merumuskan strategi untuk bangkit dari keterpurukan. Sehingga bisa mengambil berbagai langkah yang tepat dan terukur untuk menyikapi berbagai persoalan yang dihadapi.

https://www.youtube.com/watch?v=1eBWspAGY5c

“Khusus pengembangan kawasan Danau Toba, selain memiliki keindahan alam yang eksotis serta keunikan tersendiri dengan keberadaan pulau di tengah danau, juga didukung kekayaan adat istiadat budaya Batak yang sangat kuat dan memiliki ciri khas tersendiri. Tak heran jika UNESCO pada Sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis, 2 Juli 2020, menetapkan Danau Toba sebagai Global Geopark,” tandas Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menjelaskan, Kaldera Danau Toba dinilai memiliki tiga aspek keragaman yang saling berkaitan satu sama lain. Yaitu geo-diversity (keragaman geografi), bio-diversity (keragaman hayati), dan culture-diversity (keragaman budaya).

“Melalui jaringan Global Geoparks Network dan Asia Pacific Geoparks Network, Indonesia dapat lebih mengembangkan Kaldera Danau Toba. Terutama dalam rangka pemberdayaan masyarakat lokal, pengembangan perekonomian dan pembangunan berkelanjutan di kawasan tersebut,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini juga mengapresiasi berbagai kebijakan Presiden Joko Widodo dalam membangun infrastruktur sebagai penunjang pariwisata di kawasan Danau Toba. Antara lain melalui pembangunan jalur kereta api dari Siantar ke Danau Toba, pembangunan jalan tol Medan–Tebing Tinggi–Parapat dan jalur rel kereta Medan—Parapat, serta penambahan kapasitas Bandara Silangit, Tapanuli Utara.

“Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga meluncurkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia. Sebagai turunannya, diluncurkan gerakan ‘Beli Kreatif Danau Toba’ sebagai wadah promosi berbagai produk kreatif dari pelaku UMKM di sekitar Danau Toba. Pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba memang tidak dapat dilepaskan dari keberpihakan terhadap UMKM, karena dari sekitar 6.000 UMKM di tujuh Kabupaten di sekitar kawasan Danau Toba, semuanya menggantungkan usahanya dari sektor pariwisata,” tutur Bamsoet.

Lebih lanjut ditambahkan, kultur masyarakat yang tercermin dalam semboyan ‘Marsipature Hutanabe’ atau ‘Saling Membangun Kampung Halaman’, harus menjadi spirit untuk membangun kawasan Danau Toba. Semboyan tersebut memiliki makna mendalam, utamanya bagi para perantau untuk membangun kampung halamannya sebagai perwujudan semangat gotong royong yang dijiwai nilai-nilai Pancasila.

“Terlebih dengan banyaknya tokoh, baik pejabat, pengusaha, seniman dan budayawan, maupun tokoh lainnya yang lahir dari daerah Danau Toba. Seharusnya dapat menjadi sumberdaya potensial untuk menggerakkan kemajuan perekonomian Danau Toba,” jelas Bamsoet. (sm)