Bahaya Tidur dengan TV Menyala

Mungkin karena malas mematikan televisi (TV), ketiduran, atau memang sengaja supaya tidak sepi, beberapa orang memilih tidur dengan kondisi TV menyala. Namun tahukan Anda bahwa sebetulnya kebiasaan tersebut tak baik untuk kesehatan.

Dijelaskan oleh seorang ahli kesehatan tidur dari London, Guy Meadows, cahaya yang dipancarkan oleh televisi dapat berdampak besar pada jam tidur tubuh. Hal ini akibat dari terganggunya produksi hormon tidur melatonin oleh tubuh yang menganggap bahwa cahaya dari TV adalah cahaya matahari pagi.

“Manusia itu dirancang untuk tidur dalam gelap. Ketika matahari pagi datang, reseptor cahaya di retina kita memberi tahu bahwa sudah saatnya bangun dengan cara menghentikan produksi melatonin – hormon yang membuat kita tidur,” kata Meadows seperti dikutip dari Cosmopolitan.

Ketika tubuh mendeteksi cahaya TV maka seseorang tak akan bisa masuk ke fase tidur lelap. Akibatnya ia mungkin tidur namun keesokan harinya ia bisa merasa lelah, suasana hati yang buruk, dan perasaan gelisah. Studi juga membuktikan bahwa adanya sumber cahaya terutama dari layar elektronik ketika tidur dapat mengubah suasana hati dan kecenderungan depresi dalam jangka panjang.

Eksperimen oleh Ohio State University pada hamster laboratorium membuktikan hal tersebut. Para peneliti mengekspos dua kelompok hamster untuk tidur masing-masing pada ruangan dengan cahaya redup menyimulasikan cahaya TV dan gelap gulita lalu kemudian dilihat perbedaan perilakunya.

“Hamster yang tidur di ruangan dengan cahaya redup 20 persen lebih sedikit minum air gula dari kelompok yang tidur di gelap gulita. Ini menunjukkan bahwa mereka tak mendapatkan rasa senang yang sama terhadap aktivitas yang biasanya mereka lakukan,” tutup peneliti. ***

Tidur di Sofa tak Baik untuk Tubuh

Pernah mengantuk saat menonton televisi atau membaca sambil duduk di sofa? Lalu, kita tertidur di sofa tersebut. Tidur tambah nyenyak, apalagi bila sofa tersebut empuk dan lembut.

Namun, tidur di sofa sebenarnya tidak baik untuk tubuh, kecuali bila dilakukan sebentar saja, misalnya untuk tidur siang selama beberapa menit. Hindari tidur di sofa semalaman, apalagi bila terlalu sering, bahkan setiap malam. Ranjang tetaplah tempat yang paling tepat untuk beristirahat.

Menurut Sleep.org, tidur di sofa tak berbeda dengan tidur di atas kasur yang salah. Pertimbangkanlah dampak buruk tidur di sofa bagi tubuh. Tempat tidur ideal harus memberikan ruang yang cukup bagi tubuh dan juga mendukung postur, apa pun posisi tidur kita, atau berarti tubuh beristirahat dalam posisi yang netral dan sehat dari ujung kepala sampai kaki.

Bila permukaan tempat tidur terlalu lembut atau keras, posisi tulang belakang tak akan sempurna sehingga kita akan bangun dengan rasa pegal dan nyeri. Kebanyakan sofa lebih lembut dari kasur dan membuat kita tenggelam semakin dalam di tempat tidur dan membuat postur makin jauh dari sempurna.

Belum lagi posisi kepala yang selalu berubah. Kadang kita memilih tidur dengan bantal, bantal kursi, atau di lengan sofa dan membuat posisi tubuh semakin jauh dari sempurna. Dan bila kita tertidur saat menonton televisi atau membaca, sering kita belum mengenakan pakaian yang pas untuk tidur dan kian memperburuk kondisi tubuh.

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah material sofa. Material yang berbeda berarti tidak sama pula dalam mengkonduksi panas, dan mengakibatkan kita merasa kepanasan atau kedinginan saat tidur. Dalam sebuah jajak pendapat di Amerika Serikat pada 2012, 86 persen responden menyatakan ranjang dan seprai yang nyaman sangat penting untuk menunjang tidur yang berkualitas.***

 

Manfaat Memakan Serangga Bagi Kesehatan

Kebanyakan orang beranggapan serangga adalah makhluk ‘menjijikan’ yang tidak pantas untuk dimakan. Jangankan memakannya, melihatnya saja kamu sudah bergidik geli.

Tapi tahukah kamu kalau serangga sebetulnya memberikan banyak manfaat bagi kesehatan kita? Dikutip dari Medical News Today, Food and Agriculture Organization (FAO) di Amerika Serikat pada 2013 mencatat sekitar 2 miliar orang di seluruh dunia mengonsumsi serangga sebagai bagian dari diet tradisional.

Kumbang, ulat, lebah, tawon, semut, belalang, dan jangkrik merupakan jenis serangga yang sering dikonsumsi. Ada lebih dari 1.900 spesies serangga yang dapat dimakan.

Orang yang memakan serangga biasa disebut entomophagy dan sering ditemui di beberapa negara seperti China, Afrika, Asia, Australia, Selandia Baru, dan beberapa tempat di Amerika Selatan dan Amerika Tengah.

Meski serangga dianggap menjijikan, serangga memiliki nutrisi yang tinggi dan kaya akan protein, lemak baik, iron, kalsium, dan rendah karbohidrat. FAO melaporkan bahwa serangga sama bernutrisinya dengan daging yang biasa kita konsumsi.

Contohnya, 100 gram jangkrik mengandung sekitar 121 kalori, 12,9 gram protein, 5,5 gram lemak, dan 5,1 gram karbohidrat. Sementara 100 gram daging giling mengandung lebih banyak protein, yaitu sekitar 23, 5 gram.

Selain itu daging giling juga mengandung lebih banyak lemak, sekitar 21,2 gram. Kandungan rendah lemak yang ada dalam serangga membuat beberapa peneliti mengusulkan entomophagy bisa menjadi cara yang efektif untuk melawan obesitas dan penyakit yang berkaitan.

Mengonsumsi serangga tidak hanya baik untuk menurunkan berat badan tapi juga dapat melawan kekurangan gizi, yang biasanya terjadi di negara-negara berkembang. Menurut UNICEF, sebagian besar kematian anak di bawah usia 5 tahun disebabkan oleh kekurangan gizi.

Kekurangan gizi dapat disebabkan karena tidak banyak makanan yang bisa dimakan dan tidak bisa mencerna dengan baik makanan yang telah dikonsumsi, dan hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit yang mematikan. Selain menjadi sumber yang baik dari lemak baik dan protein, serangga dapat dengan mudah ditemukan dan juga merupakan makanan yang murah.***

 

Bank Dunia Komit Bantu Program Kesehatan RI

Pengalaman dari Jamkesmas, program asuransi kesehatan terbesar, bisa membantu Indonesia lebih siap untuk memberikan asuransi kesehatan universal pada tahun 2019. (Josh Esthey/The World Bank)

BANK  Dunia komit untuk menggelontorkan pinjaman US$ 150 juta sebagai  dukungannya terhadap upaya   Indonesia dalam mengusahakan perawatan kesehatan primer  untuk seluruh  warganya melalui tata kelola, akuntabilitas, dan pelayanan di sektor kesehatan yang lebih baik.

Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia dalam pernyataan yang dimuat di laman Bank Dunia, menyebutkan bahwa  pinjaman baru sebesar US$ 150 juta itu akan digunakan untuk  Indonesian Supporting Primary Health Care Reform (I-SPHERE) Program , dimana  US$13,5 milyar akan dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Program Indonesia Sehat.

Bank Dunia mencatat, kondisi terkait sektor kesehatan di Indonesia  mengalami peningkatan pada tahun-tahun terakhir ini. Sebagai contoh.   angka harapan hidup meningkat, sementara terjadi penurunan angka kematian anak berusia di bawah lima tahun dari posisi 46 per 1.000 kelahiran pada 2002 menjadi 32 per 1.000 kelahiran pada tahun 2017. Indonesia juga menjadi salah satu negara yang memiliki  angka tertinggi di dunia untuk program asuransi kesehatan sosial pembayar tunggal, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Diperkirakan pada 2019 semua orang di Indonesia akan memiliki perlindungan di bawah JKN.

 

Namun Bank Dunia juga menyoroti  angka kematian ibu atau perempuan yang meninggal akibat proses kehamilan, persalinan, atau setelah melahirkan masih tergolong tinggi, yakni  126 per 100.000 kelahiran. Angka tersebut  mendekati level  rata-rata negara berpenghasilan rendah. Di pihak lain, Indonesia juga masih memiliki beban Tuberculosis ke dua tertinggi di dunia. Situasi ini menyebabkan  terjadinya lebih dari 10 persen kematian dini di Indonesia. Sejauh ini,  hanya sepertiga dari kasus yang terdeteksi.

“Kesehatan penting diperhatikan, agar Indonesia dapat memenuhi berbagai tujuan dimana warganya sehat dan makmur, memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi pada pertumbuhan dan perkembangan negara yang luar biasa,” kata Rodrigo A. Chaves, World Bank Country Director untuk Indonesia dan Timor-Leste.

“Kinerja pelayanan kesehatan primer yang lebih baik akan meningkatkan tingkat kesehatan dari negara ini, yang merupakan komponen kunci dari modal manusia yang penting untuk kesuksesan Indonesia,” tambahnya.

Beberapa bagian dari Program Kunci di antaranya termasuk peningkatan kinerja, kapasitas, dan akuntabilitas pemerintah dan fasilitas kesehatan lokal, dan juga meningkatkan standar nasional dengan memperkuat akreditasi perawatan primer. Pelayanan lokal yang lebih baik, katanya,  juga dapat dicapai dengan meningkatkan orientasi kinerja dari pendanaan kesehatan termasuk JKN.

“Indonesia berkomitmen untuk mencapai jaminan kesehatan universal. Namun, untuk dapat melakukan ini, perlu dibahas berbagai hal dalam tata kelola, akses terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu, dan pendanaan sektor kesehatan, yang merupakan fokus utama untuk Program ini, baik di tingkat nasional maupun lokal,” kata Nicholas Menzies, World Bank Senior Governance Specialist dan Vikram Rajan, World Bank Senior Health Specialist.

Dia menambahkan, program tersebut  akan berfokus kepada tiga provinsi tertinggal di Indonesia Timur: Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua. Ketiga wilayah itu kini sedang menghadapi tantangan atas  ketidakmerataan pada hasil upaya kesehatan dan akses terhadap pelayanan kesehatan primer yang bermutu, khususnya angka kematian anak berusia di bawah lima tahun, malnutrisi kronis, dan stunting.

Bank Dunia mengungkapkan, dukungan pihaknya  dalam sektor kesehatan di tanah air ini, merupakan komponen penting Kerangka Kerja Kemitraan Negara untuk Indonesia dari Grup Bank Dunia. Fokus program Bank Dunia adalah, pada prioritas pemerintah yang memiliki potensi perubahan besar.***

Duta KICKS: Semakin Genting, Setiap Hari 26 Wanita Meninggal karena Kanker Servics

Hannah Al Rasyid–Duta Kicks–sedang berbicara tentang bahaya kanker servics–foto instagram hannah

Jumlah wanita Indonesia menderita kanker servics semakin meningkat. Menurut data, setiap harinya 26 perempuan Indonesia meninggal karena penyakit ini. Hal ini, kata Hanna Al Rastid,  sangat mengerikan dan harus ditanggulangi, salah satunya lewat kampanye penyadaran kepada masyarakat yang terus menerus. Selain itu mengajak masyarakat untuk mencegah dengan melakukan vaksinasi HPV.

“Situasi semakin genting, semakin banyak wanita Indonesia meninggal karena kanker serviks,” ungkap Hannah Al Rasyid yang mengaku keputusannya menjadi Duta KICKS (Koalisi Cegah Kanker Serviks) merupakan salah satu keputusan penting yang ia buat dalam hidupnya.

“This was an important decision for me,” ucapnya. Karena dengan menjadi Duta, dirinya bisa ikut berperan mengingatkan bahaya kanker serviks yang dapat berujung pada kematian.

Sebagai publik figur dia diharapkan selain mengkampanyekan kesadaran para wanita tentang bahaya kanker serviks, juga mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk mau melakukan vaksinasi HPV. Vaksin HPV merupakan salah satu upaya untuk mencegah penularan human papillomavirus penyebab terjadinya kanker serviks.

“Saya sangat mengimbau teman-teman perempuan untuk mau melakukan tindakan pencegahan serviks sebelum terlambat. Antara lain dengan melakukan langkah-langkah preventif misalnya dengan melakukan deteksi dini dan vaksinasi HPV. Saya pun sudah melakukan vaksinasi pertama saya. Saya masih akan menjalani dua vaksinasi lagi,” ungkap pemeran Marni dalam mini serial garapan HBO Asia.

Pemeran film ‘Bulan Terbelah di Langit Amerika 2’ ini juga mengajak masyarakat untuk mendukung petis KICKS yang diinisiasi Ruben Onsu. Petisi tersebut, nantinya akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo agar ke depannya vaksinasi HPV bisa dijakan program imunisasi nasional.

“Dengan begitu harapannya generasi muda perempuan dapat terbebas dari kanker serviks. Sebagai perempuan yang aktif, kita bertanggung jawab atas kesehatan diri sendir,” ujar Hannah yang baru bergabung sebagai Duta Cegah Kanker Serviks Desember 2017 lalu.. ***

Ini Penjelasan Ilmiah Soal Cacing di Ikan Makarel Kalengan

TEMUAN cacing Anisakis sp. dalam sejumlah merek produk ikan makarel kalengan belum lama ini menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Dosen Perikanan UGM, Dr. Eko Setyobudi, menyampaikan kemunculan anisakis dalam ikan laut merupakan hal yang biasa. “Keberadaan anisakis di ikan laut merupakan fenomena biasa yang terjadi secara alami,” jelasnya, saat ditemui di ruang kerjanya di Departemen Perikanan UGM, Selasa (3/4).

Menurut Eko, anisakis merupakan kelompok nematoda dari famili Anisakidae yang umum ditemukan sebagai parasit pada berbagai jenis ikan laut di seluruh dunia. Sementara itu, penyebarannya melibatkan krustasea, ikan, cumi-cumi, maupun mamalia laut sebagai inang.

Secara umum siklus hidup anisakis dicirikan dengan 4 kali moulting. Hanya stadia larva-2 yang bersifat hidup bebas dalam perairan dan akan berubah menjadi larva-3 setelah masuk dalam tubuh krustasea laut karena proses pemangsaan. Anisakis yang menginfeksi ikan atau cephalopoda berada dalam tahap larva-3 dengan ukuran kurang lebih 2-4 cm. Sementara  untuk tahap anisakis dewasa hanya ditemukan pada mamalia laut.

Dosen Perikanan UGM Yogyakarta ini menambahkan, infeksi anisakis dalam organisme laut telah diteliti dalam beberapa studi dan sejumlah besar spesies ikan dan cephalopoda rentan terhadap infeksi nematoda ini. Sampai saat ini tidak kurang dari 200 jenis ikan dan 25 jenis cephalopoda telah dilaporkan terinfeksi anisakis.

Adapun jenis ikan yang banyak dilaporkan terinfeksi adalah Atlantic Mackerel, Horse Mackerel,  Blue Mackerel, Indian Mackerel,  dan Hering.  “Hasil penelitian Departemen Perikanan UGM juga menunjukkan bahwa beberapa spesies ikan di Samudera Hindia Selatan Jawa juga terinfeksi oleh nematoda in,” jelas pria yang fokus menekuni penelitian anisakis sejak 2006 ini.

Dosen perikanan UGM, Dr. Eko Setyobudi.

Anisakis terdiri dari banyak spesies dan beberapa diantaranya diyakini hanya terdistribusi dalam area terbatas. Eko mencontohkan pada Anisakis simplex lebih banyak ditemukan di belahan bumi utara bagian barat dan timur Samudera Atlantik dan Pasifik. Namun, Anisakis simplex kadang ditemukan di perairan barat Mediterania, khususnya pada ikan pelagis yang melakukan migrasi dari Atlantik. Sedangkan anisakis yang teridentifikasi di Samudera Hindia Selatan Jawa adalah Anisakis typica.

“Tingkat prevalensi dan intensitas infeksi Anisakis sp. terhadap suatu jenis ikan sangat dipengaruhi oleh wilayah geografis, habitat dan musim. Namun, ikan yang hidup atau bermigrasi ke daerah endemik anisakis berpeluang lebih besar terkena infeksi,” jelas pria yang meraih doktor dari Ganeung-Wonju National University, Korea ini.

Prevalensi dan intensitas infeksi cenderung meningkat sejalan dengan peningkatan ukuran atau usia ikan. Anisakis dapat hidup pada rongga perut, saluran pencernaan, organ tubuh bahkan dalam daging, dengan preferensi yang berbeda untuk setiap jenis inang.

Eko mengungkapkan di negara-negara maju, salah satunya Kanada, ikan yang telah diketahui mempunyai prevalensi larva anisakis yang tinggi akan diperiksa keberadaan nematodanya pada saat pengolahan. Daging ikan dengan infeksi berat akan dilakukan pemotongan bahkan dibuang. Proses seleksi ini dilakukan untuk menghindari kerugian ekonomi dan mencegah anisakis pada manusia.

Untuk mengurangi risiko keberadaan anisakis dalam industri pengolahan ikan, Eko menekankan pentingnya memastikan ikan bahan baku yang diperoleh bukan berasal dari wilayah dan musim musim penangkapan yang bebas dari infeksi anisakis. Selain itu, juga perlu dilakukan sampling terhadap bahan baku akan kemungkinan infeksi nematoda dan melakukan prosedur standar operasional penanganan bahan baku yang dicurigai terinfeksi dengan membuang bagian yang terinfeksi.

Cacing Mati Saat Proses Pengalengan

Prof Endang Sutrisnawati Rahayu

Secara terpisah, Pakar Keamanan Pangan, Prof. Endang Sutrisnawati Rahayu, saat dihubungi secara terpisah menyebutkan cacing anisakis pada ikan makarel kalengan dipastikan mati dan tidak membahayakan kesehatan manusia jika dikonsumsi. Pasalnya, cacing akan mati setelah melalui berbagai proses pengalengan sesuai dengan standar.  ‘’Konsumsi bahan makanan yang mengandung parasit mati tidak membahayakan bagi kesehatan tubuh. Hanya saja dari segi estetika cacing memang sebaiknya tidak ada dalam ikan,” paparnya.

Trisye, sapaan akrab Endang Sutrisnawati Rahayu menambahkan, pada proses pengalengan memiliki persyaratan thermal untuk  memastikan seluruh mikroorganisme yang ada di bahan pangan yang diolah seluruhnya mati, termasuk endopsora  bakteri yang sering dipakai sebagai tolak ukur karena paling tahan dengan panas. Dengan demikian, pada proses pengalengan yang dilakukan sesuai dengan persyaratan yang ada dapat dipastikan aman bahkan hingga masa kadaluwarsa.

“Dalam proses sterilisasi untuk membunuh endospora saat pengalengan dilakukan di suhu lebih dari 121 °C. Kalau endospora saja sudah mati maka mikroorganisme serta parasit atau larva yang ada dalam bahan makanan yang diolah dipastikan juga sudah mati duluan,” tegasnya.

Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM ini mengimbau masyarakat untuk tidak panik menghadapi kejadian ini. Kasus ikan makarel kalengan yang bercacing ini diharapkan tidak menjadikan masyarakat takut untuk mengonsumsi ikan laut.  “Yang terpenting adalah diperhatikan dalam mengolah dan memasak ikan laut dengan sempurna,” katanya.

Yang harus diperhatikan, tambahnya lagi, justru pada ikan yang dikonsumsi mentah atau setengah matang. Menurutnya, perlu dilakukan kontrol terhadap bahan bakunya. Sebab, memasak ikan laut tanpa panas atau panas yang kurang tidak akan mematikan larva cacing dan bisa menyebabkan penyakit.

Trisye juga mengimbau industri pengalengan ikan untuk melakukan update standar operasional produk (SOP) pada Good Manufacturing Practice (GMP) maupun Hazard Analysis and Critical Control Point (HCPP) dan melakukan validasi  kecukupan panas dengan memperhatikan keberadaan nematoda pada bahan baku yang diolah.

Sebelumnya, BPOM merilis temuan  sebanyak 27 merek produk ikan makarel kalengan yang dinyatakan positif terdapat cacing parasit jenis Anisakis sp. BPOM telah melakukan pengawasan dengan menarik merek-merek tersebut dari pasaran di berbagai wilayah Indonesia. ***

Fitri Carlina-Baby Jim Aditya: Hidup Sehat dengan Buah

baby jim aditya–fitri carlina–foto facebook baby jim aditya dan instagram fitri carlina

Semua orang ingin sehat, namun terkadang orang lupa bahwa untuk bisa tetap sehat harus  ada upaya-upaya yang dilakukan, antara lain dengan menerapkan pola hidup sehat yang mencakup asupan makanan, olah raga, istirahat yang cukup, dll.  Fitri Carlina dan Baby Jim Aditya adalah dua selebriti yang berusaha menerapkan pola hidup sehari dalam kesehariannya. Ada beberapa kesamaan upaya yang dilakukan keduanya untuk tetap sehat, di antaranya adalah membatasi asupan nasi dan memperbanyak konsumsi buah-buahan.

“Aku tetap makan nasi namun tidak banyak. Aku justru lebih banyak mengkonsumsi buah-buahan juga sayuran,” ungkap penyanyi dangdut Fitri Carlina. Untuk menjaga kesehatannya, ia mengaku banyak mengkonsumsi makanan kaya serat seperti buah-buahan juga sayuran.

“Utamanya adalah buah, aku suka sekali. Buah-buahan tidak bisa tidak, harus aku konsumsi setiap hari. Kalau bosan memakan langsung, buah-buahan bisa divariasi, bisa dijuice campuran beberapa buah atau buah dan sayuran, atau dibuat salad. Yang pasti, menu harian pasti ada buah,” ujar penembang lagu ‘ABG Tua’, ini.

Menurut adik penyanyi dangdut senior Nini Carlina ini, dia menggemari hampir semua jenis buah, tidak ada yang favorit. Hanya saja untuk buah-buahan tertentu seperti melon dan semangka, dia tidak berani terlalu banyak lantaran memiliki tensi darah rendah.

“Aku sebenarnya suka melon dan semangka. Hanya saja tidak bisa makan banyak karena aku punya darah rendah. Kalau terlalu banyak makan melon aku suka ‘keliyengan’ makanya dikurangi,” tambahnya seraya menyebut makan banyak buah memiliki banyak manfaat bukan hanya untuk kesehatan tapi juga kecantikan. “Kalau kesehatan, sudah pasti ya. Tapi banyak mengkonsumsi buah-buahan juga berguna untuk kecantikan, setidaknya pada kulit kita, baik itu wajah maupun tubuh”.

fitri carlina–foto kapanlagi

Selain mengatur pola makan sehat, wanita kelahiran Banyuwangi ini secara rutin mengkonsumsi juice detok. “Setidaknya dalam sebulan selama tiga hari aku diet juice. Tidak makan makanan berat selama tiga hari. Jadi hanya mengkonsumsi juice khusus, minum air putih dan buah-buahan tambahan jika masih terasa lapar. Juice ini aku pesan khusus, dalam sehari aku konsumsi 6 botol ukuran 250 ml per botol,” ungkapnya.

Juice khusus tersebut merupakan juice yang diramu khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari. Misalnya pagi minum juice campuran buah dan bahan lainnya, siang dan sore minum juice yang bahannya bisa menambah energi. “Aku kan punya penyakit maag. Nah meski diet juice tiga hari maag aku tidak kambuh. Padahal salah satu bahan juice adalah jeruk sunkist, tapi tubuh aku oke-oke saja tuh,” ucap Fitri yang telah menjalankan diet ini sejak Desember tahun lalu.

Menurutnya, diet juice berguna sebagai detoksifikasi tubuh, membuang racun-racun di dalam tubuh kita, membersihkan pencernaan, memperbaiki metabolisme tubuh  juga menyeimbangkan berat badan kita. Dibanding berbagai macam diet yang pernah dilakukannya, diet juice dirasakannya paling efektif untuk menjaga kesehatan serta menstabilkan berat badan. Dulu, ujarnya, dia makan makanan berat cukup banyak, namun dengan mengikuti diet juice, dia tetap makan namun mudah kenyang.

“Makanan aku, khususnya makanan berat, sudah tidak bisa banyak lagi. Sepertinya dulu karena aku suka makan banyak, usus dan lambung melar ya. Nah dengan menerapkan diet juice, aku jadi cepat kenyang. Mungkin usus dan lambung mengecil,” tambah Fitri yang mengaku badannya sangat mudah gemuk tapi sekarang selama enam bulan dia berhasil menurunkan berat menjadi 50 kg. “Aku harus mendapatkan berat ideal 48 kg. Tapi aku nggak mau buru-buru, instan, ya pelan pelan saja,” ujar Fitri yang mengaku tidak memiliki pantangan makanan.

Selain menjaga pola makan, untuk menjaga kesehatan dia rutin melakukan olah raga. “Aku tidak boleh terlalu capai, juga tidak boleh olah raga berat. Jadi sehari-hari aku hanya olah raga ringan, seperti senam juga jalan. Setidaknya aku rutin menysihkan waktu 20 menit sehari untuk olah raga, membakar kalori. Suami aku juga sering menemani dalam berolah raga sehingga jadi lebih semangat,” kata Fitri.

Sudah Lama Tak Konsumsi Nasi Putih

Hal yang sama juga dilakukan Baby Jim Aditya, mantan akrtis yang kini lebih menekuni dunia psikologi dan akktif di kegiatan sosial. “Kegiatan aku banyak jadi menjaga kesehatan sangat penting dilakukan, baik lewat makanan, olah raga, dll,” ungkap Baby yang tahun lalu meraih doktor psikologi Universitas Indonesia dengan predikat sangat memuaskan.

Menurut Baby, dalam kesehariannya ia mengurangi konsumsi nasi namun memperbanyak makan buah-buahan juga sayuran. “Di rumah kami sudah lama tidak lagi mengkonsumsi nasi putih, melainkan nasi merah. Aku makan (makanan berat lauk plus nasi) dua kali sehari, tapi umumnya hanya sehari sekali. Itupun pada sore hari. Makanan pengganti nasi biasanya rebusan ubi, singkong ataupun pisang dan roti. Untuk camilan, biasanya biskuit tanpa gula”.

baby jim aditya–foto instagram baby jim aditya

“Kami (Baby dan suaminya, Jim) memang sangat mengurangi konsumsi gula. Minum kopi maupun juice buah pun tanpa gula maupun susu kental manis. Jadi rasanya asli. Aku rasa kebutuhan gula bisa diambil dari makanan lain seperti nasi, atau buah memiliki fruktosa, dll, yang memang mengandung gula,” papar peraih penghargaan ANTV Woman of the Year 2004 dan Inspiring Woman Metro TV 2007.

Baby juga mengaku tidak memiliki buah favorit, umumnya semua jenis buah dia suka. “Dalam sehari pasti dua atau tiga kali mengkonsumsi buah. Makanya di kulkas selalu penuh aneka buah, seperti buah naga, apel, jeruk, dll,” kata Baby yang juga aktivis HIV/AIDS, ini.

Supaya tidak bosan,  tambahnya, biasanya buah dikreasikan menjadi juice aneka buah, atau juice buah-sayuran atau salad. “Nah yang bikin itu biasanya mas Jim (suami Baby). Dia lah yang selalu menyediakan. Mas Jim kan suka masak, suka bikin macam-macam makanan. Tapi dia kurang suka makan…hahaha,” ungkap penulis buku ‘Dari Cakalang Pampis Sampai Cabe-Cabean’.***tokoh

Health and Beauty Inspired di Mall of Indonesia

BULAN Februari seringkali disebut-sebut sebagai bulan kasih sayang. Untuk merayakan bulan yang penuh kasih sayang, banyak cara yang dapat kita lakukan, namun kali ini Weekend Market mencoba memberika cara yang berbeda di bulan yang penuh kasih sayang ini melalui Event Health and Beauty.

“Health and Beauty Inspired”merupakan sebuah Bazaar kesehatan dan kecantikan dengan lebih dari 45tenants yang akan diadakan pada tanggal 22–25 Februari 2018 bertempat di Mall Of Indonesia, Kelapa Gading Atrium Pasar Moi.

Mall Of Indonesia yang berlokasi di Jakarta Utara adalah salah satu mall Sedayu Group yang terkenal di kalangan anak muda juga keluarga,selain itu merupakan salah satu mall elite di Jakarta Utara.

Memberikan sentuhan yang berbeda dari bazaar-bazaar sebelumnya, kali ini Weekend Market tidak hanyak menghandirkan segemented bazaar kesehatan dan kecantikan, akan banyak produk  kesehatan dan kecantikan yang berguna bagi setiap orang. Di kegiatan ini ada Launching produk dari Natra Cotton dan Performance dari si cantik Tina Toon.***

Soraya Haque Melawan Lupa

soraya haque–sumber instagram soraya haque

Siapa orang tidak pernah lupa? Pasti setiap orang pernah lupa sesuatu entah itu hal besar ataupun kecil. Sesekali lupa adalah hal yang biasa. Namun kalau terlalu sering lupa, itulah yang harus dipertanyakan atau dicurigai sebagai tanda adanya sesuatu. Lupa, kata Soraya Haque, mantan artis yang kini banyak berkecimpung di bidang kesehatan dan human resources, menandakan ketikdakfokusan. Ini dalam konteks lupa biasa-biasa atau sesekali lupa.

“Namanya manusia ya tidak luput dari lupa. Itu manusiawi. Yang saya maksud adalah sesekali lupa, bukan dalam konteks penyakit lupa serius seperti pikun ataupun demensia,” ujar Aya, begitu namanya akrab disapa.

“Lupa itu kelemahan manusia ketika ia tidak sedang fokus. Misalnya, menaruh barang di suatu tempat, tapi pikirannya sedang tidak di situ alias pikiran kemana-mana, maka tak heran dia akan lupa. Jadi intinya, manusia lupa karena tidak fokus. Coba kalau dia fokus, pasti tidak akan lupa,” tegas Aya yang sedang menempuh pendidikan doktoral jurusan Hukum Kehakiman.

Dulu, kata mantan pragawati papan atas era ’80-an ini, dia pun kerap lupa karena tidak fokus. “Yang paling saya ingat itu, dulu, saya beberapa kali lupa jam undangan. Jadi saya dapat undangan pernikahan, saya kurang perhatian pada jam acara, hanya ingat tanggal dan tempat acara. “

soraya haque–sumber instagram soraya haque

“Jadi pernah suatu kali saya dan Eki (Eki Soekarno-suaminya-red) datang ke undangan pernikahan. Sampai di sana, saya dan Eki kebingungan, pasalnya, nama pasangan yang menikah berbeda. Saya perhatikan, kok, yang dipelaminan saya nggak kenal. Saya langsung feeling, wah ini pasti saya salah. Ternyata acara pernikahan yang saya mau datangi sudah lewat, dan acara yang ini adalah pemakai gedung setelahnya,” tutur Aya sambil tertawa.

Terkait salah acara ini, tambah Aya, sudah tiga kali terjadi. “Biasanya kalau sudah begini Eki tahu ini pasti ‘kerjaan’ saya…hahahaha,” ucapnya.  Kejadian-kejadian itu menyadarkan dirinya bahwa jika kita tidak fokus tentang sesuatu, pasti akan mudah lupa. Maka sejak itu, ucapnya, dia pun berupaya untuk fokus tentang apapun juga.

“Untuk bisa fokus terhadap segala sesuatu tidak datang begitu saja. Itu perlu dilatih. Lihat saja tubuh kita jika ingin memiliki tubuh yang sehat selain menjalani pola hidup sehat, kita juga perlu melakukan olah tubuh atau olah raga. Begitupun otak. Jika ingin daya ingat kita tetap baik, memori kita tidak menurun, ya harus rajin dilatih, olah pikiran.”

“Saya ingat suatu ketika pernah membaca artikel seorang menyelesaikan program doktoralnya diusia 79 tahun. Bayangkan, diusia seperti itu, dia masih mampu menyelesaikan pendidikan doktoral. Padahal menempuh program doktor tidak mudah,” papar Aya yang pernah mendapat award dari Helen Keller Fondation karena aktivitasnya memproduseri dan menjadi presenter acara ‘Ibu, Bayi dan Balita’.

Seperti halnya tubuh, lanjut ibu tiga anak ini lebih jauh, otak pun harus diolah terus menerus. Caranya bermacam-macam, lewat bacaan, menganalisa sesuatu, diskusi-diskusi, dll yang intinya merangsang otak untuk berpikir. Kalau otak jarang dirangsang maka yang terjadi adalah penurunan memori.

“Ada kecenderungan orang semakin bertambah usia, semakin merasa tua, dia menjadi malas berpikir. Kalau disuruh mikir maka jawabnya,” Ah udah tua ngapain mikir susah-susah.’ Padahal berpikir, menganalisa adalah salah satu bentuk atau cara merangsang otak,” tuturnya.

Beruntung, dirinya tidak punya pandangan seperti itu. Di usianya yang 52 tahun dia tidak mengalami penurunan memori karena aktif melakukan olah otak. Apalagi saat ini dia tengah menyelesaikan program doktoral yang cukup berat dalam prosesnya. “Setidaknya saya harus rajin membaca banyak jurnal, melakukan analisa-analisa. Saya juga harus membaca setidaknya 50 buku, juga diskusi-diskusi. Dengan itu semua otak mendapat rangsangan untuk terus bekerja,” jelas Aya.***tkh

Biar Cantik, Alis dan Bibir pun Disulam

SOLUSI bagi para ladies yang ingin selalu tampil maksimal tapi enggan berlama-lama berhias diri di depan cermin. Antara lain, dengan melakukan sulam alis dan bibir yang sekarang lagi nge-trend di kalangan wanita dewasa maupun remaja.

Tak cuma sulam alis dan bibir saja, Anda juga bisa melakukan tanam bulu mata sulam eyeliner dan tanam bedak. Bahkan, akhir-akhir ini banyak yang melakukan tato untuk membentuk alis agar cantik dipandang mata dan tidak perlu setiap hari diperbaiki. Maka sulam alis lebih banyak diminati.

Dengan metode memakai alat khusus sulam alis untuk menciptakan salur salur menyerupai bulu alis asli. Sedangkan kalau tato alis menggunakan mesin kuno yang biasa digunakan untuk membuat tato di tubuh maka hasilnya jauh berbeda sulam alis lebih natural hasilnya, dan tidak kaku sedangkan hasil tato alis bentuknya sangat artifisial.

Dengan berjalannya waktu mode untuk tato alis bisa berubah warna menjadi biru kehijauan. Tidak demikian dengan sulam alis karena pengerjaannya hanya dilakukan di atas permukaan kulit dan tidak melukai kulit. Karenanya, hasil yang ditimbulkan adalah warna asli yang alami tidak pekat dan tidak menimbulkan kesan palsu, seolah-olah bagian alis benar benar berbulu.

Sangat berbeda dengan tato alis biasa yang tetap terlihat botak dan hanya berupa garis lengkung. Inilah mode yang ada di kalangan wanita masa kini. Mereka mencoba semua trend itu agar mendapatkan hasil yang diharapkan lebih cantik. ***