Kapolri Resmikan Turnamen Bola Basket ‘Kapolri Cup 2023’

JAYAKARTA NEWS – Semarak Hari Bhayangkara ke-77, Polri menggelar perlombaan Bola Basket yang bertajuk Kapolri Cup di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Bodjonegoro (GMSB) Kuningan, Jakarta Selatan, (01/08/2023).

Event Kapolri Cup Basket 2023 akan diselenggarakan selama 7 hari yakni 1-7 hari ini diikuti 36 Tim yakni 24 (dua puluh empat) tim dari Kementerian/Lembaga dan 12 (dua belas) komunitas yang terbagi menjadi dua kategori yaitu Kementerian/Lembaga dan komunitas.

Perlombaan ini dibuka langsung oleh Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Selain itu, lomba ini merupakan bagian dari program mendukung sosialisasi Kejuaran Dunia Basket yaitu FIBA World Cup 2023 yang akan diadakan di Indonesia.

Sementara itu, nama-nama club atau peserta lomba Kapolri Cup Basket 2023 diantaranya :

1. Bea Cukai
2. Kemenparekraf
3. Kemenhub
4. Airnav
5. BP Jamsostek
6. Mabes Polri
7. Mabes TNI AD
8. Mabes TNI AL
9. Mabes TNI AU
10. Sekretariat Kabinet
11. Kemenkuham
12. KKSPI
13. BWI
14. MLB
15. Barberbar
16. BIN
17. MA
18. Kejaksaan
19. Kementrian investasi
20. PUPR
21. PTIK
22. Shadow Caser (KOM)
23. Acawala
24. SKA 21 Basketball
25. RAMS Basketball
26. Kemenkeu
27. BPK
28. BPJS Kesehatan
29. KCI
30. O M Eagless
31. Hall Chers
32. Airnav
33. Polda Banten
34. PLN
35. Abe Citra
36. Damon Ballers (KOM)***/jay

Rara Sabet Emas Kedua, Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Luar Biasa

JAYAKARTA NEWS— Atlet Taolu Putri Indonesia, Nandhira Mauriska bukan hanya tercatat sebagai penyumbang medali emas pertama tetapi menjadi bintang bagi Kontingen Indonesia pada The FISU World University Games 2021 yang dilaksanakan pada tahun 2023.

Adik ipar mantan juara dunia Lindswell Kwok ini menjadi bintang dengan meraih emas keduanya di ajang multievent antar mahasiswa-mahasiswi se-dunia ini.  

Tampil di Chengbei Gymnasium Chengdu, China, Minggu, 30 Juli 2023, peraih perak SEA Games 2021 Vietnam tampil sempurna saat turun  di nomor Jianshu Putri. Rara, panggilan karibnya, menjadi yang terbaik dengan perolehan  angka tertinggi 9,660 poin. 

Medali perak direbut Weng-ian Wong dari Macao dengan 9,656 poin dan Moka Furukawa dari Jepang mendapatkan perunggu dengan 9,626 poin. 

Sementara itu, atlet taolu putra kawakan Edgar Xavier Marvelo kembali merebut medali perak saat turun di nomor Jianshu Putra dengan meraih 9,703 poin. Medali emas kembali direbut atlet tuan rumah China, Zhedian Jin dengan meraih 9,716 poin dan perunggu diraih Qi Yue Ang dari Malaysia dengan 9,660 poin. 

Dengan hasil ini, Timnas Wushu Indonesia binaan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) pimpinan Airlangga Hartarto telah mencatat sejarah menjadi cabang olahraga (cabor) pertama yang menghasilkan medali emas bagi Kontingen Garuda Muda. Bahkan, 2 medali emas Rara itu sekaligus mengobati kemarau panjang medali emas sejak 12 tahun. Terakhir, Kontingen Indonesia merebut 3 medali emas dari cabang olahraga angkat besi dan badminton pada The FISU World University Games 2011 Shenzen, China. 

“PB WI apresiasi kesuksesan Rara menyumbangkan 2 medali emas. Begitu juga Edgar yang menyumbang 2 perak. Ini prestasi luar biasa,” kata Ketua Umum PB WI, Airlangga Hartarto.

“Saya berharap Rara bisa mempertahankan prestasinya saat tampil di Asian Games 2023 Hangzhou nanti. Begitu juga Edgar bisa meningkatkannya. Dan, saya juga berharap atlet lainnya bisa meraih prestasi maksimal,” tambah Menko Bidang Perekonomian ini. 

Head of Department Kontingen Indonesia Del Asri juga memberikan apresiasi kepada Timnas Wushu Indonesia yang menjadi penyumbang 2 medali emas dan 2 perak  bagi Kontingen Indonesia. 

“Luar biasa prestasi atlet wushu Indonesia yang telah menjadi cabor pertama dengan menyumbangkan 2 medali emas dan 2 perak. Kesuksesan Rara merebut 2 emas itu mengulang sejarah 12 tahun lalu. Terakhir, di The FISU World University Games 2011 Shenzen, China, Indonesia hanya meraih 3 emas melalui lifter angkat besi yakni Eko Yuli Irawan (62kg putra), Deni (69kg putra), dan mixed Team Badminton. Mudah-mudahan kita bisa mengulang atau melampaui hasil 12 tahun lalu dengan menambah perolehan medali emas baik dari cabor wushu maupun cabor lainnya,” kata Del Asri.***/din

Menpora Dito Akan Launching Program Mental Health Center Kemenpora

JAYAKARTA NEWS – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo menyampaikan, Kemenpora akan memiliki program Mental Health Center. Rencananya program ini akan segera di launching sebagai pendamping sport science yang telah diimplementasikan sebelumnya.

“Terkait Mental Health Center akan segera kita launching di Kemenpora, mungkin tanggal 2 Agustus mendatang kita launching programnya,” kata Menpora Dito usai membuka acara Hari Menjadi Manusia di Ballroom Kuningan City, Kuningan, Jakarta, Sabtu (29/7) malam.

Menurutnya, program Mental Health Center Kemenpora itu bukan hanya tentang kepemudaan. Hal itu juga sebagai pendampingan dari sisi keolahragaan yang telah menerapkan sport science dan psikolog keolahragaan sebelumnya.

“Jadi sebenarnya programnya itu tidak hanya Mental Health Kepemudaan karena dari sisi olahraga di sport science juga kita sudah, dan sekarang juga fokus menggunakan psikolog olahraga untuk pendampingan kontingen kita yang akan berjuang di multieven internasional. Dan hasilnya di SEA Games kemarin,” jelasnya.

Menpora Dito juga mengajak para pemuda untuk perhatian terhadap kesehatan jiwanya. Karena hal itu merupakan faktor yang juga sangat perlu mendapatkan perhatian. 

“Saya juga mengencourage para generasi muda jangan malu tentang galau, dan stres karena kesehatan mental itu memang harus dijaga. Usai launching Mental Health Center di Kemenpora itu nantinya saya ingin di seluruh Indonesia melalui Dispora agar proaktif tentang isu kesehatan mental ini,” harapnya.

Menurutnya, di Kemenpora saat ini juga memiliki semangat baru dan tagline baru yakni olahraga, olahrasa dan olahkarya. Dirinya ingin di Kemenpora juga aware dan perhatian terkait pengembangan kejiwaan dan kesehatan mental.

“Karena saya yakin anak muda yang mental dan jiwanya kuat akan bisa berkarya di sektor apapun, dimanapun kedepan sehingga negara dan bangsa Indonesia akan semakin maju,” tutupnya.***/mel

Rara Bikin Kejutan dan Edgar Sumbang Perak di FISU World University Games 2021

JAYAKARTA NEWS– Atlet wushu putri Indonesia, Nandhira Mauriskha bikin kejutan di ajang The FISU World University Games 2021 yang dilaksanakan pada tahun 2023. Tampil di Chengbei Gymnasium Chengdu, China, Sabtu, 29 Juli 2023, peraih perak SEA Games 2021 Vietnam yang juga adik ipar mantan juara dunia Lindswel Kwok berhasil merebut medali emas nomor Changquan Putri dengan meraih angka tertinggi 9,600 poin.

Ini merupakan medali emas pertama yang diraih adik kandung peraih perak Asian Games 2018 Jakarta, M Hulaefi. Rara, panggilan akrab Nadhira Mauriskha yang menjalani Trainning Camp (TC) di China ini juga akan memperkuat Kontingen Wushu Indonesia pada Asian Games 2023 Hangzhou.

Medali perak nomor Changquan Putri direbut atlet Jepang, Moka Furukawa dengan mengantongi 9,596 poin dan medali perunggu diraih atlet Chinese Taipei, Lin Chien-hsi dengan 9,453 poin.

Di nomor Changquan Putra, atlet wushu Taolu andalan Indonesia, Edgar Xavier Marvelo harus puas meraih perak dengan mengantongi 9,716 poin. Medali emas direbut atlet tuan rumah China, Jin Zhedian dengan 9,723 poin dan perunggu direbut atlet Chinese Taipei, Chen Yue-xi dengan 9,706 poin.

Foto: Dok PB Wushu Indonesia

Dengan hasil ini, Timnas Wushu Indonesia yang berkekuatan 8 atlet sudah mengantongi 1 emas dan 1 perak. “Raihan 1 emas dan 1 perak ini merupakan awal yang baik. Semoga keberhasilan Nandhira Mauriskha dan Edgar bisa memicu atlet-atlet kebanggaan kita lainnya untuk Kembali mengumandangkan Lagu Indonesia Raya di ajang FISU World University Games 2021,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Airlangga Hartarto.

“Alhamdulillah di hari pertama Rara dan Edgar tampil dengan baik tanpa melakukan kesalahan sehingga mendapatkan nilai yang bagus dari wasit juri dan berhasil menyumbangkan medali emas dan perak,” kata Head Coach Timnas Wushu Indonesia, Novita.

Menurut Novita, hasil ini menjadi modal utama bagi keduanya untuk menambah rasa percaya diri pada saat tampil di Asian Games 2023 Hangzhou nanti. “Kita ketahui saat SEA Games 2023 Kamboja lalu, Rara mengalami pukulan berat saat gagal menyumbangkan medali. Kini, Rara mampu bangkit dan tampil perfec sekaligus melepas gelar Silver Queen-nya karena tahun 2022 ada 5 event yang diikuti semuanya meraih perak. Begitu juga dengan Edgar yang sudah menunjukkan penampilan memukau,” ujarnya.

Apa yang dicapai ini, kata Novita, tidak terlepas dari perhatian Ketua Umum PB WI Airlangga Hartarto dan dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

“Kami berterima kasih pada Pak Ketum Airlangga Hartarto yang terus memberikan perhatian kepada Tim Wushu Indonesia. Ditengah kesibukan menjalankan tugas sebagai Menko Perkonomian masih tetap memonitor kami yang sedang bertanding. Terima kasih juga kepada Kemenpora yang telah mendukung program Training Camp (TC) di China. Dan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang selalu mendoakan kami. Semoga pertandingan besok kami dapat menyumbangkan medali bagi Kontingen Indonesia,” ujar Novita.

Edgar Xavier Marvelo yang merupakan mahasiwa Universitas Bhayangkara Raya akan kembali tampil di nomor Daoshu Putra. Sedangkan Nandhira Mauriskha yang tercatat sebagai mahasiswi Universitas Bina Nusantara akan tampil di nomor Jianshu Putri.***/din

Menpora Dito Dukung Mario Aji Naik Level ke Moto2 dan Fasilitasi Mendapatkan Motor Latihan 600cc

JAYAKARTA NEWS – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo mendukung karier Mario Aji yang berlaga digelaran MotoGP kelas Moto3. Menpora berharap Mario Aji bisa sukses dan naik kelas ke Moto2. 

“Potensi Mario Aji sangat besar. Kita harus dukung dan mendoakan agar dia bisa naik level ke Moto2,” kata Menpora Dito di Media Center Kemenpora, Jakarta, Jumat (28/7). 

Mario Aji merupakan pembalap muda Tanah Air dan menjadi harapan timnya yakni Honda Team Asia. Disisa musim ini, Mario terus dipercaya untuk memainkan Grand Prix Moto3 hingga selesai.

“Mario Aji ini sudah mencatatkan prestasi yang bagus, mampu menembus dunia melalui balapan. Dia adalah salah satu pembalap Indonesi yang mampu meraih poin dalam Moto3,” ujar Menpora Dito. 

Lebih lanjut, Menpora Dito menyebut Mario Aji adalah Vakentino Rossi-nya Indonesia. Diharap Mario mampu sukses melahap semua sirkuit dalam lanjutan Moto 3 pada series selanjutnya.

“Dia (Mario) masih muda dan tentu kebanggaan Indonesia dalam ajang Moto3. Semoga ini menjadi Valentiono Rossi-nya Indonesia, diusia mudanya sudah mampu menembus Moto3,” terang Menpora Dito. 

Saat ini, Mario Aji menempati peringkat ke-25 di klasemen Moto3 2023. Dia baru satu kali meraih poin di Grand Prix Amerika. Sejauh ini, Mario sudah mengumpulkan 4 poin.

Menpora juga akan memfasilitasi Mario Aji untuk mendapatkan motor latihan 600cc. Menpora Dito akan berkolaborasi dengan pihak swasta untuk mendongkrak prestasi Mario diajang Grand Prix Moto3 2023. Dia tak merinci pihak swasta yng akan berkolaborasi tersebut. Hanya saja nanti akan disampaikan lebih lanjut. 

“Memang ada beberapa kebutuhan untuk mendorong progres Mario Aji dalam kariernya di Moto3. Kemenpora akan merangkul agar bagaimana memastikan Mario dapat motor latihan 600cc. Kita kolaborasi dengan pihak swasta untuk hal itu,” kata Menpora Dito.

Menpora Dito menyampaikan, Mario rencananya akan melakukan latihan dengan motor 600cc di Mandalika, Nusa Tenggara Barat pada November 2023 mendatang. Latihan itu sebagai persiapan untuk menyambut musim depan. 

Disamping itu, Menpora Dito bilang dalam perjalanan rider Tanah Air di level internasional kadang-kadang mengalami kendala. Misalnya dalam hal visa. Oleh karenanya, Menpora Dito menegaskan pihaknya siap untuk membantu guna kelancaran atlet meraih prrstasi. 

Dikesempatan yang sama, Mario Aji menyampaikan terima kasih atas dukungan Menpora Dito yang akan mengupayakan motor latihan 600cc. Dia bilang motor itu sangat dibutuhkan untuk persiapan musim selanjutnya. 

“Terima kasih atas dukungan pak Menpora. Mohon doa dan dukungannya semoga saya bisa mengukir sejarah dan sukses serta membuat bangga Indonesia,” jelas Mario.***/mel

Wakili Indonesia, Bandung bjb Tandamata Siap Berlaga di SEA V League

BANDUNG, JAYAKARTA NEWS — Tim Bandung bjb Tandamata resmi dilepas untuk berlaga di ajang South East Asia V League (SEA V League) 2023. Ada 16 pevoli putri yang terpilih untuk mengharumkan nama Indonesia dalam ajang internasional itu.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto mengatakan, pelepasan tim Bandung bjb Tandamata berlangsung dalam acara Executive Workshop dan Team Building bank bjb di Nara Park, Minggu, 23 Juli 2023.

Atalia Ridwan Kamil turut hadir untuk menyematkan langsung tim Bandung bjb Tandamata yang akan berlaga di SEA V League 2023. Adapun pelepasan dilakukan oleh tim Gubernur Jawa Barat bersama Direktur Utama Yuddy Renaldi, serta jajaran direksi dan komisaris PT Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten, Tbk. (bank bjb)

“Tim putri Bandung bjb Tandamata akan mewakili Indonesia pada kompetisi SEA V League di Vietnam dan Thailand, semoga dapat menapaki jejak voli putra yang telah menjuarai SEA V League 2023 seri di Indonesia” ujar Widi.

SEA V League 2023 merupakan turnamen bola voli yang mempertemukan empat negara Asia Tenggara, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Kejuaraan ini diinisiasi oleh South East Asian Volleyball Association di bawah asuhan Asian Volleyball Confederation.

Ajang ini telah dua kali digelar, yakni pada 2019 dan 2022, di bawah nama ASEAN Grand Prix. Pada awalnya, turnamen ini  hanya mempertandingkan kategori putri. Setelah berganti nama menjadi SEA V League pada tahun ini, penyelenggara ikut mempertandingkan kategori putra.

Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) telah menunjuk tim putri dari klub Bandung bjb Tandamata dan tim putra dari klub Jakarta LavAni untuk menjadi wakil dari Indonesia dalam kejuaraan SEA V League 2023. Kedua tim dipilih setelah menjuarai Proliga 2023.

Putaran pertama kategori putri yang akan diikuti tim Bandung bjb Tandamata dijadwalkan digelar pada 4-6 Agustus 2023 di Vinh Yenh, Vietnam. Sementara putaran kedua akan digelar pada 11-13 Agustus 2023 di Chiang Mai, Thailand.

Berikut daftar 16 pevoli putri di tim bjb Tandamata yang akan berlaga di SEA V League:

Wilda Siti Nur Fadhilah

Agustina Wulandhari

Myrasuci Indriani

Ratri Wulandari

Salsabila Dara Putri

Aulia Suci Nurfadila

Hany Budiarti

Dita Azizah

Nandita Ayu Salsabila

Tiara Ariance Ratna Sanger

Arneta Putri Amelian

Mediol Stiovany Yoku

Shella Bernadetha

Azzahra Dwi Febyane

Alya Anastasia

Dya Hawa

Berikut tim ofisial yang mendampingi tim bjb Tandamata di SEA V League:

Ayi Subarna (Manager)

Adik Rega Pahla (Ass. Manager)

Eko Waluyo (Head Coach)

Judiyanto (Ass. Coach 1)

Hali Juhali (Ass. Coach 2)

Dede M Syifaudin (Ass. Coach 3)

Ungga Leriansa (Trainer)

Aditya Pahlevi (Statistik)

Samuel Laurens (Translator)

Rizka Isvanto Apriarso (Fisioterapis)

Rovi Pahliwandari (Masseur)

Farhan Mulfila (Media)

Bagas Firmansyah (Media)

Bambang Sumpena (Bjb Club)

Tachyan Iskandar (Ketua Club)

Matsuri (Wasit).***PR

Tinjau Sarana Olahraga UI, Menpora Dito Harap UI Berkontribusi Memajukan Olahraga Indonesia

JAYAKARTA NEWS – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo meninjau Stadion dan Lapangan Indoor Sarana Olahraga (SOR) Universitas Indonesia  (UI), Depok, Jawa Barat, Minggu (16/7) siang. 

Saat meninjau, Menpora Dito didampingi Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI, Abdul Haris beserta jajarannya.

Mengawali tinjauannya ke sarana olahraga UI, Menpora Dito terlebih dahulu ke Stadion UI. Di sana sempat melakukan perbincangan dengan Wakil Rektor 1 dan dilanjutkan ke lapangan indoor SOR UI.

Di Stadion sendiri telah memiliki beberapa fasilitas olahraga antara lain adalah lapangan sepak bola, lompat jangkit, dan atletik. Sedangkan lapangan indoor SOR terdiri dari Futsal, Basket, Tenis Meja dan Volley. 

UI tidak hanya mendukung penuh kegiatan akademik melainkan juga kegiatan non akademik sehingga tercipta kesinambungan antara aktivitas olah pikir dan olahraga.

Menpora Dito menilai, fasilitas olahraga yang ada di Universitas Indonesia sangat bangus. “Saya rasa ini sudah bagus dan saya berharap UI bisa ikut berkontribusi memajukan olahraga Indonesia.  Saya harap nanti Universitas Indonesia akan hadir ditengah dunia olahraga dan menjadi salah satu yang mendukung prestasi olahraga ditingkat dunia,” kata Menpora Dito.

Sedangkan Wakil Rektor 1, Abdul Haris mengatakan bahwa SOR didirikan untuk kegiatan ekstrakurikuler. “SOR UI didirikan untuk memfasilitasi setiap kegiatan ekstrakurikuler civitas akademika guna mendorong potensi dan jiwa sportif,” kata Haris saat berbincang dengan Menpora Dito.

Selain itu menurut Haris pembangunan SOR UI juga dimaksudkan untuk memperkuat interaksi mahasiswa antar fakultas.

“Pembangunan SOR UI juga merupakan upaya pengembangan kawasan olah raga yang telah tersedia sebelumnya namun kini diperbaharui untuk memadai kebutuhan mahasiswa serta memenuhi standar internasional,” terangnya.***/mel

Jelang Asian Games Hangzhou: Atlet Sanda Kembali Jalani TC di Markas Pencetak Juara Dunia

JAYAKARTA NEWS— Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) menyadari atlet wushu Indonesia akan menghadapi persaingan ketat di Asian Games 2023 yang akan digelar di Hangzhou, China, 23 September hingga 8 Oktober 2023 nanti. Makanya, PB WI mengambil keputusan memberangkatkan Timnas Indonesia untuk menjalani Trainning Camp (TC) lebih panjang di China.

Sebanyak 15 atlet wushu terbaik (8 atlet Taolu dan 7 atlet Sanda) yang tergabung di Timnas Wushu Indonesia sudah menjalani program TC di Tiongkok sejak 27 Juni 2023 lalu.
Khusus atlet Taolu menjalani program latihan fisik dengan melibatkan pelatih fisik yang menangani juara dunia dan Asian Games 2018 Jakarta, Wu Zhao Hua. Sedangkan atlet Sanda kembali ditempa di Shaolin Tagou Dengfeng Henan.

Pelatih Timnas Wushu Indonesia khusus Sanda, Lettu (Mar) Mukhlis Mahmud yang dihubungi Jumat (14/7/2023) mengatakan, pemilihan Shaolin Tagou sebagai tempat TC Atlet Sanda sangat tepat. Apalagi, dari Shaolin Tagou telah banyak lahir juara dunia antara lain Yue Yao (juara dunia 2019 dan juara Asian Games 2018 Jakarta kelas 52kg putri), Guoshun Shen (Juara Dunia 2019 dan Asian Games 2018 kelas 56kg putra) dan Li Meng Fan (juara Asian Games 2018 kelas 65kg).

“Kita sangat berterima kasih kepada Pak Ketua Umum PB WI Airlangga Hartarto yang kembali memberikan fasilitas tempat TC terbaik,” kata Mukhlis, panggilan akrabnya.

Pujian yang dilontarkan Mukhlis tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, program TC di Shaolin Tagou itu telah membuahkan hasil pada SEA Games 2023 Kamboja dimana empat atlet sanda menyumbangkan medali emas. Sebelumnya, di SEA Games 2021 Vietnam hanya bisa menyumbangkan 1 medali emas padahal enam atlet Indonesia berlaga final.

“Di SEA Games 2023 Kamboja, Atlet Sanda Indonesia sukses mencetak sejarah untuk pertama kalinya merebut 4 medali emas usai TC di Shaolin Tagou. Sebelumnya, kita hanya mampu meraih 2 medali emas pada SEA Games 2011 Jakarta-Palembang,” ujar Mukhlis, salah satu penyumbang medali emas pada SEA Games 2011 Jakarta-Palembang.

Selain fasilitasnya cukup lengkap, kata Mukhlis, Tharisa Dea Florentina dan kawan-kawan bisa menjalani sparring partner dengan lawan yang berkualitas. “Di Shaolin Tagou terdapat ratusan ribu atlet yang berlatih dari berbagai usia. Jadi, kita punya banyak pilihan untuk sparring partnet. Makanya, perkembangan prestasi anak-anak cukup signifikan terutama masalah mental. Begitu juga dengan strategi bertanding yang terdorong dari banyaknya program uji tanding. Dan, kita berharap atlet sanda Indonesia bisa berbicara di Asian Games 2023 Hangzhou nanti,” jelas Mukhlis.

Sebelumnya, Tharisa yang sukses meraih medali emas SEA Games 2023 Kamboja mengaku senang bisa kembali TC di Shaolin Tagou. “Saya senang bisa kembali TC di China untuk menambah ilmu dan banyak teman latih tanding,” kata Tharisa yang bertekad meraih emas di Asian Games 2023 Hangzhou.

Bukan hanya Tharisa, Rosa Beatrice Malau kembali ke Shaolin Tagou untuk menjalani program latihan yang cukup keras dalam persiapan untuk menghadapi Asian Games 2023 Hangzhou.

“Program TC di Shaolin Tagou itu cukup keras. Bahkan, saya sempat mengalami cedera seminggu sebelum SEA Games 2023 Kamboja. Tetapi, saya tidak pernah menyerah dan bisa meraih menyumbangkan medali emas di SEA Games 2023 Kamboja,” kata Rosa yang ditemui usai pertandingan final di Kamboja.

Sama halnya dengan Atlet Taolu, Manajer Timnas Wushu Indonesia Iwan Kwok juga menyebut atlet sanda juga akan tampil di FISU World Universiade Games 2023 yang akan berlangsung di Chengdu, China, 29 Juli hingga 3 Agustus 2023.

“Semula FISU Wolrd Universiade Games itu dilaksanakan tahun 2021 tetapi diundur menjadi tahun 2023 karena pandemi Covid-19. Dan, kita akan jadikan event itu sebagai ajang uji coba terakhir bagi atlet wushu sanda sebelum tampil di Asian Games 2023 Hangzhou,” kata Iwan Kwok yang juga Wakil Ketua Umum 1 PB WI membawahi Bidang Prestasi.

“Dari hasil FISU tersebut akan dilakukan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan dan memperkuat keunggulan mereka sehingga bisa meraih hasil maksimal saat tampil di Asian Games 2023 Hangzhou,” tambahnya.

Timnas Wushu Indonesia
Manajer : Iwan Kwok
Pelatih Kepala: Novita
Pelatih Taolu :

  1. Zhang Yuening (China)
  2. Susyana Tjhan
  3. Ginggi Safitri
  4. Achmad Hulaefi
    Pelatih Sanda ;
  5. Liu Zhen (China)
  6. Mukhlis Mahmud
    Theraphyst :
  7. Este Andre Zella
  8. Bonggo Dwisetyo Romadona
    Atlet Taolu Putra:
  9. Edgar Xavier Marvelo
  10. Seraf Naro Siregar
  11. Harris Horatius
  12. Nicholas
    Putri:
  13. Nandhira Mauriska
  14. Alysa Mellynar
  15. Eugenia Diva Widodo
  16. Tasya Puspa Dewi
    Atlet Sanda Putra:
  17. Laksamana Pandu Pratama
  18. Bintang Reindra Nada Guitara
  19. Bayu Raka Putra
  20. Samuel Marbun
  21. Harry Brahmana
    Putri:
  22. Rosa Beatrice Malau
  23. Tharisa Dea Florentina. *

Tharisa Membidik Emas di Asian Games 2023 Hangzhou

JAYAKARTA NEWS— Nama Tharisa Dea Florentina menjadi bintang pada SEA Games 2023 Kamboja. Tharisa, panggilan karibnya, menjadi salah satu atlet sanda penyumbang 6 medali emas yang menempatkan Timnas Wushu Indonesia sebagai pemegang gelar juara umum pada pesta olahraga multi event negara Asia Tenggara edisi ke-32 tersebut. 

Yang lebih mengejutkan, mahasiswi semester 7 jurusan PJSD Universitas Negeri Semarang (UNNES) ini tampil mengagumkan saat bertarung dengan atlet sanda asal Vietnam, Phatt Dany di partai final kelas 52kg putri. Dalam penampilan perdana di ajang SEA Games, anak pertama dari dua bersaudara pasangan Didyk Rais Kuncoro dan Tri Erowati sukses mencatat kemenangan tercepat di SEA Games 2023 Kamboja. Dia menang Over Skor dalam 1 ronde dari tiga ronde sesuai aturan karena lawannya dinilai juri tak mampu memberikan perlawanan. Tercatat empat bantingan telak dilakukannya dengan sempurna dalam pertarungan tersebut.

Kemampuan Tharisa dalam teknik bantingan dan kondisi fisik yang prima tersebut tidak terlepas dari hasil program latihan Trainning Camp di China selama 1 bulan yang diterapkan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) pimpinan Airlangga Hartarto menjelang SEA Games 2023 Kamboja. Kini, gadis kelahiran Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, 1 Februari 2001 kembali lagi menjalani TC selama lebih kurang 3 bulan di Tiongkok dalam rangka persiapan Asian Games 2023 yang akan berlangsung di Hangzhou, China, 23 September hingga 8 Oktober 2023 nanti.

“Sangat menyenangkan bisa kembali menjalani TC di China karena saya dapat menambah ilmu dan teman-teman latih tanding. Saya akan memanfaatkan waktu yang tersisa untuk terus berlatih sehingga bisa tampil lebih baik lagi di Asian Games 2023 Hangzhou nanti,”” kata Tharisa yang dihubungi Rabu (12/7/2023).

Lantas apa target Tharisa di Asian Games 2023 Hangzhou?, “Lawan-lawan yang dihadapi pasti berat. Tetapi, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan target pribadi saya  menyumbangkan medali emas untuk Kontingen Indonesia,” jawabnya.

Pengidola atlet sanda asal China, Yueyao Li dan atlet sanda Indonesia, Puja Riyaya ini mengaku mulai berlatih wushu saat duduk di kelas 1 SMP untuk mengikuti jejak ayahnya.

Di bawah asuhan pelatih Sasana Lindu Aji Ungaran Cosing Team Muhammad Slamet, Tharisa yang cukup berbakat ini mampu mengukir prestasi di ajang event nasional dan internasional. “Tadinya, saya hanya ingin seperti bapak yang bisa beladiri dan juga untuk menjaga diri saat ada bahaya,” akunya.

Bio Data

Nama : Tharisa Dea Florentina

Panggilan : Tharisa

Lahir : Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah,  1 Februari 2001

Pendidikan : Semestar 7 Fakultas PJSD UNNES

Sasana : Lindu Aji Ungaran Cosing Team

Pelatih : Mohammad Slamet

Prestasi :

– Medali Perunggu Pra PON tahun 2019

– Medali Perunggu Kejuaraan Asia Wushu Junior 2017 Gumi City Korea Selatan

– Medali Perak Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2018 Brasil

– Medali Perunggu PON 2021 Papua

– Medali Emas Kejuaraan FISU 2022 Turkiye

– Medali Emas SEA Games 2023 Kamboja.***din

Ini Target Realistis Untuk Timnas U-17

JAYAKARTA NEWS – Ada target realistis dari Presiden kepada punggawa Timnas U-17 yang akan dipersiapkan untuk Piala Dunia U-17 tahun 2023. Target pertama Presiden yakni lolos babak penyisihan. 

“Ya pertama bisa lolos babak penyisihan. Syukur bisa ke final dan syukur-syukur bisa juara,” kata Presiden Joko Widodo pada sesi jumpa pers dengan media di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Rabu (12/7) pagi. 

Saat ini PSSI tengah melakukan proses seleksi pemain U-17 yang akan dilatih langsung oleh pelatih Bima Sakti. Khusus seleksi di Jalak Harupat, sebanyak 187 pemain muda Indonesia ikut dalam proses seleksi. Nantinya, Bima Sakti akan menggelar seleksi di sembilan kota lainnya.

“Proses seleksi saya senang dilakukan di 10 kota. Untuk hari ini saya tanya pelatih Bima Sakti ada 187 pemain yang ikut seleksi,” kata Presiden yang juga didampingi Menpora Dito.

“Saya kira proses ini harus saya apresiasi kepada PSSI yang memberikan kesempatan pada anak-anak muda kita untuk ikut partisipasi di Piala Dunia U-17,” tambahnya. 

Stadion Si Jalak Harupat merupakan salah satu calon venue Piala Dunia U-17 2023. Stadion yang terletak di Soreang, Bandung, itu sebelumnya sudah diajukan sebagai salah satu penyelenggara Piala Dunia U-20 Tahun 2023.***/mel