Setelah Menghempas Korea 3-2, Tim Uber Indonesia Ditunggu China di Final

JAYAKARTA NEWS— Melalui pertarungan yang menegangkan, akhirnya Tim Uber Indonesia berhasil memupus mimpi Korea melaju ke final. Di partai semifinal yang ketat, Tim Uber Indonesia menghajar Korea dengan 3-2 dan memastikan tempat ke final.

Ricky Soebagdja, Manajer Tim menyatakan dirinya sangat bersyukur dan mengapresiasi setinggi-tingginya  perjuangan para atlet yang benar-benar mengeluarkan segala kemampuan. Walaupun ada ketegangan tapi mereka bisa mengatasi.

“Ini modal untuk semua bahwa secara kemampuan mereka ada dan bisa. Secara keseluruhan penampilan tadi tidak mudah, di mana poin yang harus ambil.

Terima kasih para pemain, pelatih dan tim pendukung. Kekompakan dan kesolidan yang sangat terasa, saling dukung tidak pernah putus,” ujarnya.

Untuk masuk semifinal, lanjut Ricky, tidak mudah, lalu berhasil melewatinya.

“Lawan Korea, sebelumnya kami diskusi tentang susunan pemain ternyata andalan mereka An Se Young tidak turun. Ini harus dimanfaatkan oleh Gregoria, tidak boleh lepas. Dari situ ada harapan walau memang ganda-gandanya juga kuat dan ternyata tunggal-tunggal kita bisa menanggung beban dan menyelesaikan dengan baik,”paparnya.

Ini bukti kalau mereka bisa setelah selama ini dipandang pesimis.

Besok melawan China, tidak ada yang tidak mungkin. Tapi yang terpenting saya mau melihat daya juang tim Uber kembali, yang sudah diperlihatkan sejauh ini.

Berikut ini komentar para pemain selengkapnya yang dikutip dari pbsi.id

Gregoria Mariska Tunjung: “Hari ini saya menyiapkan keberanian saya karena line up yang turun dari Korea di luar prediksi karena An Se Young tidak turun. Tadi lebih coba rileks, terakhir kali saya memang kalah dari Sim Yu Jin tapi saya melihat kesempatan untuk membuka angka. Hanya saya mengontrol emoasi, tidak mau terlalu menggebu-gebu

Akhirnya saya bisa bermain lebih nyaman daripada dia.

Kesempatan ke final ada dan saya yakin tim ini akan berusaha yang terbaik juga. Setelah ini saya akan mendukung penuh mereka.

Kemarin saat Ester menang, saya menangis senang dan terharu. Saya sudah ikut Piala Uber 4 kali dan akhirnya tahun ini bisa menembus babak semifinal. Saya rasa di beberapa tahun belakangan ini, kami selalu ada di posisi yang dipandang sebelah mata.

Selain itu, penutup kemenangan kemarin adalah sektor saya, tunggal putri. Saya tidak menyangka bisa menang 3-0 dari Thailand. Salut untuk perjuangan kak Apri, Fadia dan Ester. Saya bangga ada di dalam tim Uber tahun ini.”

Apriyani Rahayu: “Kami tetap bersyukur karena sebelum pertandingan selanjutnya khususnya Olimpiade nanti kami bisa bertemu Lee/Baek lagi. Tidak jauh berbeda secara pola permainan tapi hari ini, saya memang harus meningkatkan lagi konsistensi pukulan, pikiran dan mentalnya. Melawan mereka harus telaten.

Selain itu, saya akui kondisi fisik saya belum kembali 100% dan itu terasa sekali tadi.

Sekiranya Ester, Ribka/Fadia atau Komang bisa memenangkan pertandingan nanti.”

Siti Fadia Silva Ramadhanti: “Tidak mudah, dari kak Apri cedera terus sekarang kembali lagi. Terutama dari fisiknya memang cukup terkuras. Tapi saya berterimakasih karena kak Apri mau terus mencoba.”

Ester Nurumi Tri Wardoyo: ”Bersyukur Puji Tuhan bisa diberikan kemenangan dan membuat Indonesia kembali unggul.

Di gim pertama saya sudah sempat memimpin tapi malah terkejar dan lepas. Dari situ saya belajar untuk tidak kehilangan fokus dan lengah jadi lawan percaya dirinya naik.

Di gim kedua saya mengembalikan fokus untuk membatasi serangan dia dengan banyak membuatnya lari. Dan strategi itu berhasil.

Setelah pertandingan panjang kemarin, pastinya fisik saya lumayan terkuras. Tapi karena sudah dipercaya, saya harus melakukan dan berjuang yang terbaik. Dalam tim ada tim fisioterapi dan massage yang siap membantu mempercepat recovery saya.”

Ribka Sugiarto: “Kami banyak mati sendiri hari ini, banyak melakukan kesalahan padahal secara pola permainan kami sudha tahu mau bermain seperti apa melawan mereka.

Kami juga tidak bisa memperlambat tempo karena kondisi shuttlecock yang kencang. Kami coba mengimbangi permainan cepat mereka tapi kami kesulitan.”

Lanny Tria Mayasari: “Mereka bisa bermain lebih rapat yang membuat apa yang kami persiapkan jadi tidak jalan rancangan strateginya.

Semoga Komang bisa menang di pertandingan terakhir.”

Komang Ayu Cahya Dewi: “Jujur tadi di bawah tekanan saat masuk lapangan, pressurenya sangat tinggi karena ini penentuan. Dan rasa ingin membuktikan kami besar jadi rasa tegangnya juga besar.

Di gim pertama saya benar-benar terbawa suasana dan pola permainan lawan. Setelah itu pelatih bilang untuk fokus ke permainan saya di lapangan, jangan terpengaruh situasi yang ada (laga penentuan).

Saya sangat bangga bisa masuk ke final bersama tim ini. Bertahun-tahun kita menunggu bahkan untuk sekedar masuk semifinal, sekarang dikasih kesempatan untuk masuk final.

Saya emosional banget, terharu dan sekali saya bangga sama semua yang ada di tim.

Besok di final melawan China, kita istilahnya kan underdog, jadi besok kita harus nothing to lose dan do best saja. Semoga Tuhan mengizinkan kita juara.”

Berikut Hasil Pertandingan Indonesia Vs Korea, 3-2:

WS1: Gregoria Mariska Tunjung vs  Sim Yu Jin 21-15, 21-13
WD1: Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Baek Ha Na/Lee So Hee 6-21, 18-21
WS2: Ester Nurumi Tri Wardoyo vs Kim Ga Ram 20-22, 21-16, 21-12
WD2: Lanny Tria Mayasari/Ribka Sugiarto vs Jeong Na Eun/Kong Hee Yong 15-21, 14-21
WS3: Komang Ayu Cahya Dewi vs Kim Min Sun 17-21, 21-16, 21-19.***/din

Babat Korea, Tim Thomas Indonesia di Tunggu Chinese Taipeh di Semifinal

JAYAKARTA NEWS— Sukses membabat Korea 3-1, Tim Thomas Indonesia meluncur ke semifinal. Chinese Taipei yang sebelumnya mengalahkan Denmark sudah menanti. “Mereka (Chinese Taipei-red) tadi bermain sangat all out, bisa menang dari Denmark. Kami harus lebih menyiapkan apalagi ganda-ganda mereka juga seringkali diacak pasangannya,” ungkap Daniel Marthin.

Berikut komentar para pemain sebagaimana dikutip dari laman resmi PBSI:

Anthony Sinisuka Ginting: “Mengucap syukur bisa bermain dengan baik, bisa keluar dari tekanan dengan baik hari ini. Sebuah pertandingan yang ketat.

Dari gim pertama sebenarnya sudah mulai dengan permainan saya tapi lawan sudah mepersiapkan dengan baik. Setelah permainan saya terbaca lawan, saya kurang bisa cepat mencari cara untuk mengubahnya. Di gim kedua saya lebih tahan, lebih sabar, walaupun dia sempat unggul beberapa poin tapi saya terus cari ritme dan pola yang tepat. Puji Tuhan bisa berhasil sampai ke gim ketiga.

Tidak ada kepikiran tentang kekalahan lawan India kemarin. Ini pertandingan baru di perempatfinal. Malah itu jadi pacuan saya untuk menampilkan performa yang bagus dulu.

Kalau dilihat tim Korea di ajang beregu memang suka mengejutkan. Walau secara di atas kertas dari segi peringkat atau segala macam tidak begitu bagus tapi di satu sisi mereka bisa menggunakan itu dengan maksimal. Itu yang saya dan tim sempat diskusikan jadi harus terus waspada.”

Muhammad Shohibul Fikri: “Kami kecewa dengan penampilan kami hari ini, mohon maaf kepada tim belum bisa menyumbang poin. Harus diakui Kang/Seo hari ini bermain sangat in, sangat cepat. Kami tidak dibiarkan untuk mengembangkan permainan, ditutup terus dari awal sehingga kami selalu dalam kondisi tertekan.

Kami yakin dengan komposisi Fajar/Daniel bakal bisa menyumbang poin. Saya tahu kualitas mereka di saat latihan.”

Bagas Maulana: “Memang sudah kesepakatan dengan tim bahwa kami harus turun sebagai tunggal pertama. Tidak ada tegang, hanya memang permainan kami tidak keluar.”

Jonatan Christie: “Puji Tuhan bersyukur, sangat senang, sangat bahagia tapi memang terbayang kenangan buruk di Asian Games lalu. Ketika Ginting menang dan ganda pertama kalah, poin 1-1. Kembali teringat momen itu dan jujur cukup berdampak pada permainan saya di gim pertama.

Di tiga poin awal saya sudah bisa mengontrol tapi setelah itu lawan bisa bermain lebih tanpa beban, lebih all out.

Di gim kedua saya coba sekuat tenaga untuk mengubah strategi dan mendapatkan kembali percaya dirinya. Dan itu semua berjalan sampai selesai.

Sebenarnya saya juga mengalami kendala di lapangan tapi rasa tidak mau kalahnya muncul. Tidak mau mengulangi kejadian tidak mengenakkan di Asian Games, itu mungkin yang membuat second win, third win, fourth win nya keluar.”

Fajar Alfian: “Yang pasti senang bisa menyumbang poin kemenangan untuk Indonesia. Masih teringat saya dan Daniel kalah oleh Korea di Asian Games tahun lalu dan hari ini kami bisa membalasnya.

Tidak ada pesan khusus dari saya untuk Daniel saat mau main tadi, malah Daniel yang memberitahu saya tentang kebiasaan pasangan Korea karena dia bersama Leo sudah bertemu sebelumnya.

Semuanya yang memutuskan adalah pelatih, memang ada diskusi tentang opsi-opsi pemilihan pasangan untuk mencari formula terbaik. Ini jadi bagian dari strategi.”

Daniel Marthin: “Tim sudah unggul 2-1 saat kami masuk lapangan, itu menambah motivasi kami untuk juga menyumbang poin.

Kami berdua di latihan sudah sering berpasangan. Tadi tidak ada canggung, yang ada tadi saling mengingatkan dan saling melengkapi.

Di semifinal kami akan bertemu tim Chinese Taipei. Mereka tadi bermain sangat all out, bisa menang dari Denmark. Kami harus lebih menyiapkan apalagi ganda-ganda mereka juga seringkali diacak pasangannya. “

Indonesia 3-1 Korea

MS1: Anthony Sinisuka Ginting vs Jeon Hyeok Jin 14-21, 21-16, 21-16
MD1: Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri vs Kang Min Hyuk/Seo Seung Jae 15-21, 12-21
MS2: Jonatan Christie vs Cho Geonyeop 17-21, 21-17, 21-10
MD2: Fajar Alfian/Daniel Marthin vs Ki Dong Ju/Kim Won Ho 21-12, 21-13
MS3: Chico Aura Dwi Wardoyo vs Lee Yun Gyu, Tidak Dimainkan.***/din

Luar Biasa! Tim Uber Indonesia Melesat ke Semifinal

JAYAKARTA NEWS— Manajer Tim Ricky Soebagdja menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan Tim Uber Indonesia melaju ke semifinal setelah menggusur Thailand 3-0 di babak perempat final.

“Luar biasa penampilan tim Uber Indonesia. Secara keseluruhan sangat membanggakan bagaimana Gregoria, Apri/Fadia dan Ester jatuh bangun berjuang di lapangan,” ujar Ricky sebagaimana dikutip dari laman resmi PBSI.

Gregoria menjadi kunci sebagai pembuka jalan. Apri/Fadia menunjukkan kesiapannya dalam bertanding. Dan Ester dengan mental yang benar-benar kuat, ketika stamina sudah terkuras, tinggal bergelut dengan dirinya sendiri dan itu bisa ia lewati.

Tim ini, ujarnya, memang gabungan dari senior dan junior, tidak diperhitungkan tapi dari situ mereka menjadi termotivasi dan terpacu. Secara tim begitu solid dan kompak. Ini mereka buktikan semua. Dengan keinginan kuat dari dalam diri.

“Terima kasih kepada para atlet, pelatih dan tim pendukung. Apresiasi setinggi-tingginya tapi tugas belum selesai. Masih ada babak semifinal besok melawan Korea. Sekarang kami fokus ke pemulihan, saya berharap yang tadi bermain bisa cepat recoverynya. Lalu siap untuk kembali diturunkan besok,” ujarnya.

Berikut adalah komentar para pemain:

Gregoria Mariska Tunjung: “Bersyukur karena pertandingan hari ini bisa lewat dengan baik. Saya berpikir kemenangan tadi untuk diriku dulu karena selama tur internasional belum sekalipun saya menang atas Intanon. Senang juga dengan dukungan tim di belakang yang membuat saya lebih percaya diri dan melepaskan ketegangan.

Saya menyiapkan kekuatan karena dia adalah pemain yang mempunyai teknik yang bagus, tidak mudah mengimbangi pukulan-pukulannya. Saya juga mengurangi kesalahan-kesalahan sendiri karena poinnya ketat dan kejar-kejaran.

Lawan Intanon tidak bisa satu dua pukulan dapat poin, saya harus tahan dulu dengan polanya dia. Walaupun kecepatan bisa dibilang menurun tapi dia bisa menutupi dengan teknik yang sangat bagus.

Kemenangan atas Akane cukup menambah kepercayaan diri saya tapi saya selalu berpikir apapun bisa terjadi di lapangan. Jadi tadi saya me-reset pikiran saya untuk fokus dan lebih rileks untuk pertandingan tadi.”

Apriyani Rahayu: “Awal masuk sampai poin 15 gim pertama saya merasakan tegang dan coba melepaskan itu dengan meyakinkan diri sendiri, dibantu Fadia juga untuk setiap pukulan tidak harus memikirkan kaki saya.

Semua sudah ok, saya sejujurnya sudah tidak terlalu (memikirkan cedera), hanya memang Fadia dan pelatih hanya mengingatkan dan itu cukup membuat percaya diri naik.

Selebrasi tadi saya memang semangat sekali, saya mau sampaikan pesan ke tim, kalau kami di tim Uber itu juga bisa.”

Siti Fadia Silva Ramadhanti: ” Secara permainan, pola kami tidak jauh berbeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya. Kami sudah sama-sama tahu jadi tadi di lapangan kami benar-benar siap, benar-benar in dan tahu mau melakukan apa di lapangan. Lebih yakin.

Ester Nurumi Tri Wardoyo: “Puji Tuhan sangat senang bisa menang dan menjadi penentu tim Uber Indonesia ke semifinal. Masuk lapangan sempat tegang tapi karena tim sudah unggul 2-0 jadi tadi bukan menjadikan beban untuk saya tapi motivasi supaya saya bisa bermain lebih tenang dan lebih baik lagi.

Lawan Katethong saya sudah kalah 0-3 sebelumnya tapi saya mencoba untuk bermain maksimal, tidak mengingat hasil-hasil kemarin. Secara permainan dia kan tipenya menyerang, saya coba meladeni kecepatan dia tapi juga dengan kesabaran, tidak terburu-buru.

Di tiga poin terakhir tadi saya menanamkan untuk tidak mau kalah, ini belum selesai. Dari pelatih dan tim di belakang juga tidak henti menyemangati. Dari situ saya menemukan energi untuk memenangkan pertandingan.

Kemarin ada kak Greysia (Polii) datang, di tim juga ada ci Shendy (Puspa Irawati), mereka bilang sudah 14 tahun tim Uber tidak ke semifinal tapi kami tidak perlu terlalu memikirkan itu. Yang penting bermain maksimal, berjuang mati-matian di lapangan.

Indonesia 3-0 Thailand
WS1: Gregoria Mariska Tunjung vs Ratchanok Intanon 22-20, 21-18
WD1: Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai 21-17, 21-14
WS2: Ester Nurumi Tri Wardoyo vs Supanida Katethong 19-21, 21-19, 21-19
WD2: Ribka Sugiarto/Lanny Tria Mayasari vs Nuntakarn Aimsaard/Phataimas Muenwong Tidak Dimainkan
WS3: Komang Ayu Cahya Dewi vs Busanan Ongbamrungphan, tidak dimainkan.***/din

Indonesia Vs Guinea 9 Mei, Erick: Peluang Lolos Olimpiade Paris masih Terbuka!

JAYAKARTA NEWS— Meski kalah melawan Irak 1-2 di perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23. Timnas Indonesia masih berpeluang tampil di Olimpiade Paris Juli 2024 mendatang asalkan bisa memenangkan play-off ACF-CAF melawan Guinea.

Pertandingan ini akan dilaksanakan pada Kamis (9/5/2024) mendatang di Stadion Centre National du Football Clairefontaine, Paris.

“Peluang kita untuk bisa tampil di Olimpiade masih terbuka. Kita harus berjuang di pertandingan melawan Guinea. Ini merupakan kesempatan terakhir untuk bisa tampil di Olimpiade, harus kita manfaatkan sebaik-baiknya. Bismillah,” ucap Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

Dilansir laman resmi PSSI, Erick Thohir mengapresiasi perjuangan tim U-23 Indonesia meski kalah 1-2 dari Irak pada laga perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23 2024 di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar, Kamis (2/5/2024).

Garuda Muda unggul terlebih dahulu melalui gol Ivar Jenner pada menit ke-19, sebelum Zaid Tahseen Hantoosh menyamakan kedudukan pada menit ke-27. Irak membalikkan keadaan menjadi 2-1 lewat gol Ali Jasim pada menit ke-96 alias babak pertama perpanjangan waktu.

“Garuda Muda membanggakan, pencapaian Garuda Muda di Piala Asia U-23 begitu luar biasa,” kata Erick. 

“Tampil sebagai tim debutan, tapi mampu menjadi salah satu dari empat tim terbaik di turnamen ini. Seluruh masyarakat bersatu mendukung timnas U-23 yang sudah memberikan yang terbaik. Ini bukan akhir, melainkan babak baru sepak bola Indonesia yang bersih dan berprestasi,” tambah Erick.***/din

Shin Tae-yong Optimistis Indonesia Tumbangkan Irak

JAYAKARTA NEWS— Tim U-23 Indonesia akan bertemu Irak pada laga perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23 2024 di Abdullah Bin Khalifa Stadium, Doha, Qatar, Kamis (2/5).

Jelang laga tersebut, Shin Tae-yong berharap pertandingan berjalan dengan baik termasuk keputusan-keputusan wasit nantinya. 

“Di laga semifinal, masih banyak yang saya pikirkan, para pemain sudah main bagus, tapi ada beberapa situasi, terutama karena peluit wasit, takdir laga bisa berubah, jadi itu sulit juga bagi saya dan tim saya,” kata Shin Tae-yong, dilansir laman resmi PSSI.

Sebelummya Shin Tae-yong mendapat kartu kuning saat Indonesia menghadapi Qatar dan Uzbekistan, karena melakukan protes berlebihan.

“Soal lawan Irak, ini adalah laga perebutan tempat ketiga, semua tim tentu akan melakukan yang terbaik, dan saya harap agar laga ini bisa berjalan bagus. Saya hanya ingin semua saling menghormati saja, pemain dan wasit harus saling menghormati, wasit juga harus menghormati pelatih, begitu juga sebaliknya. Jika itu terjadi, tak akan ada hal buruk yang terjadi dalam sebuah pertandingan,” tambah Shin Tae-yong. 

Pada laga ini, Shin Tae-yong, bisa kembali menurunkan Rafael Struick. Sebelumnya, Rafael Struick absen dalam pertandingan semifinal melawan Uzbekistan U-23, Senin (29/4). Pemain Ado den Haag itu menjalani sanksi akumulasi kartu kuning.

Kembalinya Struick ini membuat pelatih Shin Tae-yong, senang. Struick merupakan pemain andalan Shin Tae-yong di lini depan Garuda Muda.

Pada Piala Asia U-23 2024, Struick jadi tumpuan dalam mencetak gol. Ia sudah mencetak dua gol yang dilesakkan ke gawang Korea Selatan (Korsel) di babak perempat final.

“Dia sudah bermain bagus sejak awal Piala Asia U-23 2024, sejak babak grup. Dia adalah salah satu pemain kunci kami,” kata Shin Tae-yong.

“Memang sangat disayangkan ketika dia absen di laga melawan Uzbekistan, dan sekarang dia sudah dalam kondisi fit. Saya yakin dia akan berkontribusi besar di laga lawan Irak,” tukas Shin Tae-yong.

Pemenang laga ini akan mendapat satu tiket tersisa lolos langsung ke Olimpiade Paris 2024. Tim yang kalah bakal menantang peringkat keempat Piala Afrika U-23 2024, Guinea di babak play-off pada 9 Mei mendatang.***/din

Ini Dia Maarten Paes, Pemain Naturalisasi Teranyar yang akan Perkuat Timnas Indonesia

JAYAKARTA NEWS— Maarten Paes, resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) setelah melakukan pengambilan sumpah di Jakarta, Selasa (30/4/2024). Sumpah dilakukan di Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham DKI Jakarta dan dipimpin Kepala Kantor Wilayah R. Andika Dwi Prasetya.

Ketum PSSI, Erick Thohir, hari ini juga menemui tiga pemain keturunan di Jakarta. Mereka adalah Maarten Paes, Jens Raven, dan Calvin Verdonk.

Erick juga mengatakan, Raven dan Verdonk juga akan dinaturalisasi.

“Setelah tiba di Jakarta dari Doha, saya kembali fokus memperkuat tim nasional. Hari ini Maarten Paes sudah resmi menjadi Warga Negara Indonesia. Sementara Calvin Verdonk pemain NEC Nijmegen dan Jens Raven pemain FC Dordrecht juga dalam proses naturalisasi,” kata Erick, dilansir laman resmi PSSI.

Sementara itu, Maarten Paes mengatakan bahwa dirinya sangat senang menjadi WNI. 

“Saya sangat bangga. Ini adalah momen besar (bersejarah) bagi saya. Momen yang membahagiakan untuk dibagi bersama masyarakat Indonesia, saya sangat bangga dan tidak sabar untuk memulai bermain (bersama timnas Indonesia), ” kata Maarten Paes. 

“Semuanya sudah jelas untuk Juni nanti (Kualifikasi Piala Dunia 2026). Saya rasa bangsa ini layak untuk berada di Piala Dunia, dan itu adalah target utama saya, dan bermain sebanyak mungkin. Serta memberikan dampak (bagi timnas) di dalam dan di luar lapangan. Karena saya juga ingin menjadi contoh (teladan) bagi generasi yang lebih muda,” tambahnya. 

“Para penggemar di Indonesia sangat luar biasa. Mereka orang-orang paling loyal yang saya tahu, dan mereka orang-orang yang penuh dengan semangat. Bisa dilihat, di Piala Asia U-23 saat ini, bagaimana mereka memberikan dukungan kepada timnas, bahkan hingga di luar stadion, ” tukas Maarten Paes. 

Paes adalah kiper kelahiran Nijmegen, Belanda, pada 14 Mei 1998. Saat ini kiper dengan tinggi 191cm itu bermain di Liga Amerika Serikat (MLS) bersama FC Dallas.

Paes memiliki darah Indonesia dari sang nenek yang lahir di Pare, Kediri, Jawa Timur pada 20 Maret 1940.

Dia merupakan pemain naturalisasi rekomendasi Shin Tae Yong untuk memperkuat Timnas Indonesia. Kiper 25 tahun itu menjalani proses naturalisasi bersama Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen pada awal Maret 2024.

Maarten Paes diharapkan daapt memperkuat Timnas Indonesia saat melawan Irak (6 Juni) dan Filipina (11 Juni) pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Jakarta.***/din

Kejurnas Karate Piala Kapolri Siap Digelar

JAYAKARTA NEWS— Kejuaraan Nasional Karate Piala Kapolri siap digelar pada 26-28 Juli 2024 di GOR Laga Tangkas, Pakansari Kabupaten Bogor Jawa Barat. Kejuaraan ini adalah seleksi awal Tim Polisi Indonesia menuju Pekan Olahraga Polisi Dunia atau World Police and Fire Games 2025 yang akan diselenggarakan di Birmingham, Alabama, Amerika Serikat.

Kejuaraan yang dibesut oleh Karate Bhayangkara Presisi, lembaga resmi Polri yang mewadahi Cabang Olahraga Karate akan mempertandingkan 3 kategori yakni Kategori Polisi, Kategori Open dan Kategori Festival.

Foto: dok panitia

Uniknya dikategori Polisi, selain peserta diklasifikasikan dalam kategori berat badan, peserta juga akan diklasifikasikan dalam usia yakni usia dibawah 30 tahun, Usia 30 – 40 tahun dan usia di atas 40 tahun. Hal ini sesuai kategori yang akan dipertandingkan di World Police and Fire Games 2025 di Amerika Serikat.

Ketua Karate Bhayangkara Presisi, Prof . Hermawan Sulistyo yang juga Penasihat Ahli Kapolri mengatakan event ini adalah seleksi awal menuju Pekan Olahraga Polisi Dunia di Amerika Serikat tahun depan.

Foto: dok panitia

“Saya mau di kejuaraan ini terpilih Karateka Polisi terbaik di Indonesia, saya targetkan Polisi Indonesia mengungguli lawannya di ajang Pekan Olahraga Polisi Dunia” ujar Prof Hermawan Sulistyo yang sudah berlatih Karate sejak tahun 1972.

“Saya bersama Ketua Majelis Lembaga Perguruan (MLP) PB Forki yang juga Ketua Dewan Guru PB INKANAS, Shihab Ellong Tjandra akan terjun langsung mengamati dari dekat proses seleksi Karateka Polisi Indonesian ini”, sambung Penyandang Dan 4 Karate ini.***/din

Laga Perebutan Tempat ke 3: Indonesia Vs Irak 2 Mei 2024

JAYAKARTA NEWS— Tim U-23 Indonesia harus mengakui keunggulan Uzbekistan dengan skor 0-2 pada laga semifinal Piala Asia 2024 di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar, Senin (29/4/2024).

Dalam pertandingan ini, Indonesia tidak diperkuat salah satu penyerang andalannya, Rafael Struick, karena akumulasi kartu kuning.

Bahkan, Garuda Muda juga kehilangan kapten tim, Rizky Ridho, yang mendapatkan kartu merah pada menit 82 setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Jasurbek Jaloliddinov. Ridho akan absen di laga perebutan tempat ketiga.

Namun, kekalahan itu tidak melunturkan kepercayaan diri pelatih tim U-23 Indonesia, Shin Tae-yong. Ia masih sangat yakin bisa meraih tiket ke Olimpiade Paris 2024 bersama Indonesia.

Garuda Muda masih punya kesempatan lolos ke Olimpiade sebagai peringkat tiga Piala Asia U-23 2024. Jika kalah di laga perebutan tempat ketiga, Indonesia masih punya jalan terakhir, yakni memenangi laga play-off antar konfederasi melawan wakil Afrika, Guinea, pada 9 Mei 2024.

Menurut Shin Tae-yong, Indonesia sudah berusaha maksimal saat menghadapi Uzbekistan. Namun, dia mengakui di pertandingan kali ini Uzbekistan bermain lebih baik.

“Pertama-tama, saya apresiasi usaha yang bagus dari para pemain. Saya pikir Uzbekistan telah bermain dengan baik dan memberikan usaha yang bagus juga. Ada sesuatu hal yang membuat saya merasa sedikit malu, tapi saya tidak mau menyebutkannya,” kata Shin Tae-yong, dilansir laman resmi PSSI.

“Uzbekistan tetaplah tim yang kuat, jadi selamat untuk tim Uzbekistan. Kami tetap mempunyai peluang untuk melaju ke Olimpiade, jadi kami akan mempersiapkan diri dengan bagus untuk bisa lolos ke Olimpiade,” tutur pelatih asal Korea Selatan tersebut.

Shin Tae-yong menambahkan para pemainnya seperti kehilangan kepercayaan diri. Padahal, Garuda Muda di tiga laga sebelumnya tampil sangat impresif dengan mengalahkan tim-tim kuat seperti Australia (1-0), Yordania (4-1) dan Korea Selatan (2-2, 11-10 setelah adu penalti).

“Saya pikir sebelum memulai pertandingan, para pemain merasa gugup. Hal ini mempengaruhi tim kami sehingga tidak bisa bermain dengan baik. Normalnya, kami bisa bermain baik seperti di pertandingan sebelumnya,” tukas Shin Tae-yong.

Pada laga perebutan tempat ketiga, Indonesia bakal menghadapi Irak yang dikalahkan oleh Jepang, 0-2. Laga antara Indonesia dan Irak digelar di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Kamis (2/5/2024), pukul 22.30 WIB.***/din

Kalah 0-2 dari Uzbekistan, Garuda Muda Masih Berpeluang Lolos ke Olimpiade Paris

JAYAKARTA NEWS— Tim U-23 Indonesia harus mengakui keunggulan 0-2 dari Uzbekistan pada laga semifinal Piala Asia U-23 2024 di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Senin (29/4). 

Dengan hasil ini Garuda Muda gagal lolos ke babak final Piala Asia U-23 2024. Meski begitu masih ada peluang lolos ke Olimpiade 2024 dengan meraih kemenangan pada laga perebutan tempat ketiga melawan tim yang kalah antara Jepang atau Irak. 

Dilansir laman pssi.org, pada laga semifinal ini, skuad Garuda Muda bermain menyerang sejak menit pertama dan spartan. 

Indonesia berusaha keluar dari tekanan dengan mengandalkan serangan balik cepat. Tetapi skor 0-0 tidak berubah sampai turun minum.

Pada babak kedua, Indonesia mulai bisa menembus pertahanan Uzbekistan. Garuda Muda bahkan sempat merobek gawang Uzbekistan yang dikawal oleh Abduvakhid Nematov pada menit 60 lewat Muhammad Ferarri.

Ferarri menyambar bola liar yang bergulir di depan gawang Uzbekistan setelah Nematov tidak sempurna dalam menghalau bola yang dikirimkan Pratama Arhan. Sayangnya, gol ini dianulir setelah wasit Shen Yinhao mengecek VAR.

Sebelum Ferarri mencetak gol, salah seorang pemain Indonesia, Ramadhan Sananta berdiri dalam posisi offside. Wasit pun memutuskan gol Indonesia tidak sah.

Selepas momen ini, Uzbekistan justru mendapatkan momentum.

Mereka terus mengurung pertahanan Garuda Muda dan berhasil merobek gawang Ernando Ari pada menit 68 melalui sepakan Khusain Norchaev setelah menerima umpan dari Muhammadkodir Hamraliev.

Uzbekistan semakin di atas angin. Tim asuhan Timur Kapadze mendapatkan kesempatan emas, tetapi dua peluang mereka lewat tendangan Abbosbek Fayzullaev dan tandukan Khusain Norchaev masih diselamatkan oleh tiang gawang.

Di saat tertinggal, Indonesia justru kehilangan kapten tim, Rizky Ridho, yang mendapatkan kartu kuning di menit 82. Ridho dianggap sengaja melakukan pelanggaran keras terhadap Jasurbek Jaloliddinov.

Diusirnya Ridho membuat lubang di pertahanan Indonesia. Uzbekistan berhasil menambah keunggulan menjadi 0-2 setelah Pratama Arhan malah memasukkan bola ke gawang sendiri.

Arhan yang bermaksud menghalau bola yang bergulir di depan gawang Indonesia justru membuat kesalahan besar. Ia salah melakukan sapuan sehingga bola masuk ke gawang sendiri.

Sampai peluit panjang ditiup oleh Shen Yinhao, skor 0-2 untuk Uzbekistan tidak berubah. Dengan hasil ini, Indonesia akan melanjutkan perjuangan di laga perebutan tempat ketiga untuk merebut tiket otomatis ke Olimpiade Paris 2024.***/din

Open dan Festival Karate Tournament Championship 2024 Dimulai

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS– Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono membuka Piala Gubernur untuk Open dan Festival Karate Tournament Championship Tahun 2024 di GOR UNESA Lidah Wetan Surabaya, Sabtu (27/4/2024).

Secara khusus Pj. Gubernur Adhy menyampaikan apresiasinya pada kompetisi yang diikuti oleh 2016 peserta dari 42 kontingen se-Jawa-Bali ini. Sebab menurutnya, ajang ini sangat krusial khususnya untuk peningkatan skill dan prestasi atlet.

“Turnamen-turnamen dan kejuaraan ini bisa meningkatkan kualitas dan prestasi atlet. Untuk bisa menjadi pembinaan profesional, maka perlu banyak sekali turnamen yang bertingkat, berjenjang, dan berkelanjutan mulai dari anak-anak sampai ke profesional,” katanya.

Apa yang dikatakan Pj Gubernur Adhy tersebut, sejalan dengan pelaksanaan Piala Gubernur Karate ini. Di mana, peserta berasal dari jenjang umur 8-9 tahun serta kelas senior yang berusia 21 tahun ke atas.

“Ini merupakan kesempatan bagi atlet pemula maupun atlet yang profesional untuk bisa mengukur kemampuan dan prestasinya. Karena calon-calon atau bibit unggul yang kita temukan akan diterjunkan ke turnamen-turnamen lainnya untuk perkembangan olahraga di Jawa Timur,” katanya.

Piala Gubernur Karate ini dilaksanakan sejak 26-28 April 2024. Di mana, kategori Open diikuti oleh 105 kelas atlet dan 52 kelas peserta baru untuk kategori Festival.

Nantinya, dalam ajang ini akan diberikan predikat Best of the Best yang terdiri dari 5 putera dan 5 puteri dengan total hadiah Rp 1 juta per orang beserta tropi.

Sedangkan juara umum berasal dari kontingen dengan jumlah medali terbanyak dengan hadiah berupa tropi piala tetap, piala bergilir, serta uang pembinaan 20 juta.

Khusus turnamen ini, untuk pertama kalinya diadakan oleh Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Surabaya. Sehingga Pj. Gubernur Adhy berharap, GAPENSI bisa tetap bermitra dengan pemerintah.

“Ini menunjukkan bahwa pembinaan olahraga itu tidak hanya menunggu dilaksanakan oleh pemerintah atau KONI saja, tapi juga perlu banyak pendukung dari mitra untuk melaksanakannya. Maka dari itu, saya ucapkan terima kasih,” katanya.

Selain membuka Piala Gubernur untuk Karate, Pj Gubernur Adhy juga menyempatkan diri meninjau pelaksanaan Piala Gubernur cabor panahan. Pertandingan ini sendiri dilakukan di Lapangan Jatim Seger, KONI Jawa Timur.

Terdapat 5 kelas dalam pertandingan ini, yakni Standard Bow, Barebow, Recurve, Compound, dan Paralon. Diadakan sejak 24 hingga 28 April 2024, juara umum memperebutkan Piala Gubernur Jawa Timur 2024.

Sedangkan untuk tempat pertama akan mendapatkan medali emas dan piagam, tempat kedua mendapatkan medali perak dan piagam, dan tempat ketiga medali perunggu serta piagam.

“Mudah-mudahan kompetisi dan turnamen seperti ini makin sering diadakandiadakan dan hadiahnya makin besar,” pungkas Adhy.***poedji